Agenda Blokir Situs Porno

== Edited version ==

Sejak dulu saya percaya bahwa Pemerintahan suatu negara bisa memblokir situs-situs porno dan destruktif yang ada di dunia maya. Tetapi di Indonesia, hal itu tak pernah dilakukan. Baru sekarang ada ide untuk memblokir situs porno. Entahlah, ini sekedar komoditas politik atau benar-benar tulus mau menjaga moral bangsa. Kalau tulus, harusnya sejak tahun 2000 lalu Pemerintah sudah memblokir situs porno.

Ibu Hj. Irene Handono baru-baru ini menulis di laman facebooknya. Beliau mempertanyakan rencana Menkoinfo, membuka kerjasama dengan perusahaan telekomunikasi milik Yahudi. Bu Irena mempertanyakan kesungguhan komitmen PKS kepada agenda “boikot produk Yahudi”.

Dalam situs http://www.suara-islam.com, saya membaca beberapa artikel menarik. Spionase Isreal Lewat Jalur Bisnis. Amdocs Digunakan Mata-mata Israel. Dan artikel ini Amdocs Bisa Memata-matai Indonesia. Bila dibaca artikel-artikel ini, betapa langkah mengadopsi sistem Amdocs sangat beresiko.

Jurus mautnya siap-siap memasuki publik komunikasi Indonesia. Ala maaakkk!

Lalu bagaimana dengan agenda memblokir situs-situs porno?

Oh ya tentu. Sejak awal munculnya demam internet di Indonesia, kita sudah menyerukan peran aktif Pemerintah untuk memblokir situs-situs perusak moral itu. Malah sebenarnya, pemblokiran situs porno ini lebih efektif dari keberadaan UU Pornografi. Sebab ia diblokir langsung dari koneksinya. Sedang UU Pornografi lebih kepada isi medianya.

Dari sisi rencana pemblokiran situs porno, kami bukan saja setuju, tetapi sudah menunggu setidaknya selama 10 tahun terakhir. Ya, kalau pun bisa dilaksanakan sekarang, alhamdulillah. Lebih baik telat, daripada tidak sama sekali.

Tapi masalahnya, isu pemblokiran situs porno itu muncul seiring rencana Telkomsel memakai produk Amdocs untuk mendukung aplikasi teknologi mereka. Ini adalah berita gembira, bersamaan itu muncul berita yang mengkhawatirkan hati.

Upaya memblokir situs-situs porno jelas harus didukung 100 %. Tetapi memberi pintu masuk bagi AMDOCS ke ranah masyarakat komunikasi di Indonesia, jelas sangat mencemaskan.

Kalau digambarkan: Memblokir situs-situs porno seperti menutup SATU saluran irigasi yang mengalirkan air kotor. Sedangkan membuka akses telekomunikasi nasional (pengguna layanan Telkomsel) kepada Amdocs seperti membuka BEBERAPA pintu saluran air kotor sekaligus. Masyarakat komunikasi seluler jelas meliputi berbagai urusan kehidupan. Sedangkan pornografi hanya salah satu sub persoalan saja.

Dalam sebuah tulisan di http://www.eramuslim.com, Menkoinfo memberi pernyataan: “Telkomsel bukan di bawah Kemenkominfo, bagaimana saya bisa beri izin? Banyak yang bikin fitnah dengan putar balik fakta. Amdocs bisnis dengan Telkomsel, anak perusahaan Telkom, di bawah Kementerian BUMN. Orang-orang protes, saya minta klarifikasi, Telkomsel bawa surat Dubes AS.”

Secara struktur bisnis, Telkomsel memang di bawah Meneg BUMN. Tetapi obyek kerja Telkomsel itu bidang komunikasi, di bawah kontrol Kemenkoinfo. Kalau digambarkan, seperti bisnis Warteg. Ijin bisnis Warteg ada dalam domain Menteri Perdagangan. Tetapi beras yang masuk Warteg, ada di bawah regulasi Bulog. Bisa jadi, ijin bagi Telkomsel dikeluarkan Meneg BUMN, tetapi efek ijin itu bagi masyarakat pengguna komunikasi, ada di bawah naungan Kemenkoinfo. Ini jelas, sebab ia adalah kementerian komunikasi.

Pihak Kementrian Komunikasi dan Informasi perlu pro aktif menyikapi masalah ini, sebab efek pemberian ijin bagi Amdocs itu menyangkut hajat hidup puluhan juta pelanggan Telkomsel di Indonesia. Pelanggan ini adalah masyarakat telekomunikasi Indonesia. Masalah seperti ini sangat sensitif. Jika Kemenkoinfo dalam kasus Ariel-Luna saja turun tangan, apalagi dalam masalah Amdocs-Telkomsel yang dampaknya bisa sangat panjang dan menusuk ke ruang-ruang privasi kehidupan masyarakat Indonesia.

Sebagai contoh, di Amerika sangat dikenal istilah national security. Demi alasan “keamanan nasional”, aparat hukum Amerika sampai diperbolehkan membunuh warga sipil tak berdosa. Ini menunjukkan, bahwa hajat privasi, keamanan, bahkan kedaulatan nasional, amat sangat penting. Meskipun aplikasinya, tidak harus melakukan pembunuhan seperti diatur dalam hukum Amerika itu.

Dampak pemakaian teknologi Amdocs menyangkut hajat komunikasi masyarakat Indonesia, khususnya pelanggan Telkomsel. Jadi, Kemenkoinfo perlu pro aktif memperjuangkan nasib konsumen komunikasi nasional.

Jujur saja, keluarga kami banyak yang memakai layanan Telkomsel. Kalau benar nanti Telkomsel memakai fasilitas Amdocs, ya sudahlah pindah ke Axis atau Esia saja. Maaf, ini bukan promo, tapi kesal jika kebijakan mengadopsi software Amdocs jadi dilaksanakan. Nanti kita jangan ragu-ragu untuk pindah layanan seluler, jika Yahudi masuk ke telekomunikasi kita. Ya, siapa mau data-data dirinya terpantau terus oleh agen-agen Yahudi itu?

Dan terakhir, secara pribadi saya memohon maaf kepada kaum Muslimin, khususnya pembaca blog ini, khususnya Ir. Tifatul Sembiring dan Kemenkoinfo, jika dalam tulisan sebelumnya, ada hal-hal yang tidak benar, tidak adil, dan terkesan menzhalimi hak-hak mereka. Semoga kesalahan serupa tidak terjadi di masa ke depan. Allahumma amin ya Sallam.

Nas’alullah al ‘afiyah (lana wa lil muslimin) fid dunya wal akhirah. Amin.

AMW.

Iklan

30 Responses to Agenda Blokir Situs Porno

  1. aban berkata:

    inilebih nyeleneh lagi. bos nt memang didesain untuk benci PKS yah? rencana pemblokiran Video Porno dianggap politisasi. dari tulisan diatas ga berimbang, bukannya membuat state yang mencerahkan malah memperkeruh suasana.

  2. Kus berkata:

    dari awal mereka itu dah nyeleneh, main pulitik pake embel-embel dakwah segala..tegas aja mau main pulitik atau dakwah, jadi nya gini deh, serba ga jelas, serba abu-abu getu. Bagi ane “Dakwah Yes, Pulitik No”

  3. addy berkata:

    memalukan sekali bangsa ini..

  4. anti aban 2 berkata:

    betul,memalukan sekali ya..ini fakta lho,bukan isu..bisa diliat dengan mata telanjang kok..

  5. Grandong berkata:

    Sayang Ketua KPK bukan orang PKS jadi selamat dech dari kritikan blog ini. Karena perangkat penyadapan (cellular interuptor) yang dioperasikan KPK buatan Israel. Meski dibeli lewat pihak ke-3.

  6. Grandong berkata:

    Kalau memang yang ‘mengundang’Amdocs itu Menteri BUMN, kenapa Anda lebih dulu dan semangat mengkritik Tifatul yang kau bilang ‘hanya’ tidak boleh cuci tangan. Okelah, kritiklah Tifatul sepuasmu, tapi jika dalam waktu yang sama Anda tidak juga mengkritik Menteri BUMN yang lebih punya peran besar bagi kemungkinan hadirnya Amdocs di negeri ini, wajar kalau orang bertanya penulis blog ini sebenarnya Abi Syakir atau Abi Sakit ?

  7. abisyakir berkata:

    @ Grandong atau Mr. Kentheng…

    Secara umum, tulisan yang saya tulis itu bersumber dari media-media lain. Antara lain, ide Hj. Irene Handono, suara-islam.com, eramuslim.com, dan opini pribadi sebagian teman. Jadi, ide asalnya bukan murni dari saya. Saya hanya sekedar memberi tekanan lebih. Bahkan kalau Anda baca berita di internet, topik itu bukan pertama kali diangkat oleh media Islam, malah oleh media-media umum. Bahkan di forum-forum diskusi internet, nama Tifatul Sembiring itu tak kalah populernya dibanding Roy Suryo. Sampai ada yang mempelesetkan arti Menkoinfo sebagai Menteri Miskomunikasi dan Kontroversi. Semua itu muncul tanpa peranan saya, tetapi lebih dulu dari tulisan yang saya tulis itu.

    Kalau karena saat ini saya mengkritik Tifatul Sembiring, lalu Anda sebut saya “Abi Sakit”, ya itu hak Anda! Silakan saja, Anda membuat celaan sesuka hati. Sebab setiap orang akan menanggung perbuatannya. Semoga Allah Ta’ala senantiasa melimpahkan ‘afiat kepada kami dan keluarga. Juga kepada para pembaca blog yang istiqamah dalam kebaikan. Allahumma amin.

    Adapun soal Amdocs, alhamdulillah sudah ada reaksi dari anggota DPR. Katanya, mereka akan membawa kasus ini dalam sidang-sidang DPR. Kaum Muslimin wajib mengamati perkembangan kasus ini. Kalau benar nanti Amdocs kerjasama dengan Telkomsel, saya sarankan kepada pengguna Telkomsel (termasuk kami sendiri) untuk pindah operator. Cari operator lain yang lebih aman. Siap-siap BOIKOT Telkomsel, bila jadi memakai Amdocs!

    Itu jawaban saya untuk saat ini. Tapi bagaimanapun, Tifatul harus ikut tanggung-jawab, sebab dia digaji sebagai Menteri Komunikasi. Dia harus peduli dengan hajat komunikasi puluhan juta rakyat Indonesia. Kalau nanti Amdocs berhasil dibendung, insya Allah tulisan ini akan saya hapus, dan prestasi Tifatul akan saya muat di blog ini.

    Aku menanti kontribusi besar Tifatul Sembiring dalam menyelamatkan nasib puluhan juta pelanggan Telkomsel.

    Insya Allah, kita bukan manusia yang sakit, seperti yang mereka tuduhkan.

    AMW.

  8. abisyakir berkata:

    @ Grandong…

    Hai manusia…

    Andaikan alat penyadapan KPK itu dibuat oleh Israel, itu adalah kesalahan. Tetapi karena negara ini secara resmi tidak menerapkan boikot kepada produk Israel, ya peluang terjadinya pembelian itu ada.

    Tetapi wahai manusia…. bisakah kamu membedakan antara alat KPK dengan operator Telkomsel?
    Tolong, bisakah kamu membedakan institusi KPK dengan operator Telkomsel yang merupakan perusahaan publik dengan pelanggan puluhan juta manusia?
    Mohon dengan rendah hati, bisakah kamu bedakan antara KPK dan Telkomsel?

    Yang pernah aku dengar, alat penyadap KPK itu buatan Jerman. Ini yang aku tahu. Wallahu A’lam.

    AMW.

  9. Grandong atawa Mr. Kenthng berkata:

    Anda tidak menjawab pertanyaan saya : Dalam kasus Amdocs kenapa Anda lebih berapi2 mengkritik Tifatul dan bukannya Meneg BUMN ?

  10. Grandong berkata:

    Anda tidak menjawab pertanyaan saya, kenapa dalam hal Amdocs Anda begitu semangat mengkritik Tifatul dan bukannya Meneg BUMN ?

  11. abisyakir berkata:

    @ Grandong…

    Saya sudah bilang ke Anda: Sumber data yang saya pakai dari media-media lain. Kebetulan, mereka tidak mengangkat soal BUMN itu. Saya juga tidak tahu info seputar BUMN tersebut. Saya memakai sumber sekunder dari media-media itu. Maka itu, disana saya katakan, alhamdulillah kalangan DPR sudah peka soal ini. Maka ada rencana DPR melakukan penggalian info. Itu tentu sudah termasuk, menghubungi BUMN yang bersangkutan.

    Untuk Telkomsel sendiri, kalau benar mereka akan memakai fasilitas Amdocs, ya tinggal “sayonara” sajalah dengan Telkomsel. Kami selama ini termasuk pengguna Telkomsel.

    Anda ngerti gak sih alur seperti ini?

    AMW.

  12. anti aban 2 berkata:

    *****DEMI DOLLAR NEGERIPUN KUJUAL*****

  13. Grandong berkata:

    Bangsa apakah Anda Saudaraku Addy ? Juga Abi Syakir ? Jika bangsa Indonesia apakah Anda termasuk kategori dalam komentar Anda ini ?

  14. addy berkata:

    bangsa yg di cita2kan oleh kakek saya selaku pejuang..
    dan jga bangsa yg d idam2kan oleh jenderal sudirman,pangeran diponegoro,bung tomo,cut nyak dien,bung karno,KH Wahid Hasyim,KH Hasyim Asyhari,KH Ahmad Dahlan,Buya Hamka,Natsir,dan jga Sri Sultan HB IX selaku sultan saya dulu..heheheheh..maklum sya tgal di jogja never ending asia(nitip iklan pariwisata)^_^
    mreka saja bsa mengusir penjajah masa kita tdak,malu ahhh..ini kan penjajahan mlalui tknologi..

  15. rudy berkata:

    silahkan anti politik, toh kelompok kerajaan tuhan Lia den dan kawanannya juga gak berpolitik… silahkan saja mengikuti Lia Eden

  16. rudy berkata:

    mau bilang Tifatul jiwanya kaya Malaikat tetap aja dipandang seperti Iblis…

  17. abisyakir berkata:

    @ Rudy…

    “…dipandang seperti Iblis.”

    Halah, gak segitunya, kawan. Siapa pernah bilang Tifatul seperti itu? Paling diri Anda sendiri.

    Sebenarnya, yang mengkritisi Tifatul itu banyak. Coba deh carilah dalam forum-forum internet. Banyak itu. Bukan hanya saat ini, tapi juga sebelum-sebelumnya.

    Soal Amdocs dengan Telkomsel, meskipun Tifatul bukan Meneg BUMN, dia tetap memiliki tanggung-jawab. Terutama kepada publik komunikasi di Tanah Air, pengguna Telkomsel, yang puluhan juta orang itu. Ya seharusnya, tanpa menunggu kritik, Tifatul sudah peka dengan tanggung-jawabnya terhadap konsumen komunikasi.

    Terimakasih.

    AMW.

  18. Grandong berkata:

    Oh … kalau begitu saya juga sama dengan Anda.

  19. Grandong berkata:

    Guru: “Kelas dimulai jam 7:30 kenapa kamu datang jam 8:30?”
    Murid: “Ya, karena saya terlambat..”

    Diskusi di atas menunjukkan kesesatan berfikir dalam kategori petitio principii .

    Jawaban Anda atas komentar saya juga berbau-bau sesat logika seperti itu. Saya sarankan Anda untuk meluangkan waktu mempelajari fallacy agar argumen Anda lebih jernih.

    Ok. Kalau begitu pertanyaannya saya ubah.

    Telkomsel bikin tender pengadaan. Salah satu pesertanya Amdocs dari Israel. Telkomsel adalah anak usaha PT. Telkom. Secara struktur organisasi PT. Telkom berada di bawah Kementerian BUMN.

    Bagi yang tidak suka Amdocs menang tender, menurut Anda, Abi Syakir, sikap mana yang paling adil di bawah ini :

    1. Mengkritik sekaligus Dirut Telkomsel, Dirut PT. Telkom, mengkritik Meneg BUMN
    2. Mengkritik Dirut Telkomsel, baru mengkritik Dirut PT. Telkom, baru mengkritik Meneg BUMN.
    3. Tidak mengkritik ke-3 nya tapi kritik saja Menkominfo karena ini urusan Telekomunikasi.

    Jangan karena ketidaksukaanmu terhadap suatu kaum membuat kamu berbuat tidak adil.

  20. rudy berkata:

    misalkan anda jual jengkol, kemudian yang makan jengkol mulutnya bau busuk. apakah anda mau dikatakan mulut anda bau busuk. karena menjual jengkol.

  21. abisyakir berkata:

    @ Grandong….

    Sejujurnya saya keliru ketika mengambil dari media-media yang intinya mengkritik Tifatul. Ini kekeliruan saya dalam mengutip opini dari media-media. Itu saya akui. Insya Allah, nanti akan saya perbaiki.

    Tetapi Tifatul memang punya tanggung-jawab terkait masuknya Amdocs ke Telkomsel itu. Bukan dari sisi wewenang struktural birokrasi-nya, tetapi dari hak-hak masyarakat pengguna layanan Telkomsel. Sudah sepantasnya, Tifatul ikut memperjuangkan nasib jutaan pelanggan Telkomsel, termasuk kami disana.

    Kita harus terus memantau perkembangan kasus ini. Bagaimana ya salurannya untuk menyoal wewenang Meneg BUMN atau Dirut Telkom, dan seterusnya? Kalau Amdocs benar-benar dipakai, wah kami akan mundur dari Telkomsel saja.

    Syukran jazakumullah khair atas masukan Antum. Insya Allah artikel itu segera diperbaiki.

    AMW.

  22. Grandong berkata:

    Saudarakau, setelah saya baca banyak artikelmu dan bagaimana anda berdiskusi, terlalu banyak sesat logika atawa fallacy bertebaran di sana-sini. Termasuk bagaimana Anda menjawab komentar Sdr. Rudi di atas.

    Di paragraph dua komen Anda itu pesannya kurang lebih ‘Apa yang salah dengan kritik saya ke Tifatul, toh bukan saya saja yang mengkritiknya. Banyak. Tuh lihat di forum-forum internet’. Dalam hal ini kesalahan logika Anda masuk dalam kategori two wrong make right.

    Memang ilmu tentang fallacy bukan Al Qur’an dan bukan Hadits. Jika bermanfaat ambilah, jika tidak tinggalkan. Tetapi jika Anda lebih hati-hati dalam berargumen agar tidak terjebak dalam sesat logika, tentu saya akan lebih senang dan lebih sering mampir di blog Anda. Meskipun Anda tidak butuh kunjungan saya.

  23. rudy berkata:

    sepakat.. hati2 dengan penjual jengkol yang bau mulutnya…

  24. Amar Ma'ruf berkata:

    Buat saya pribadi, dan andaikan saya bisa bayar iklan untuk mengajak semua masyarakat Islam di Indonesia khususnya agar ketika pihak telkomsel memulai mengaplikasikan tekn. amdoc maka khusus masy. Islam (kcuali non Islam, jil, akkbb, ahmadiyah, sepilis, aliran2, sekte2 yg mengatas namakan Islam) di Indonesia agar hijrah memakai operator selain telkomsel selama pihak ybs masih tetap memakai teknologi yahudi.

  25. Amar Ma'ruf berkata:

    Sebelum hal itu terlanjur di terapkan oleh telkomsel, kita wajib mengingatkan dan menekankan kepada pemerintah dan op. telkomsel membatalkan pengaplikasian tekn. amdocs. Dan bukan hanya kepada telkomsel, kepada op. selain telkomsel pun hrs di ingatkan. Saya yakin pihak telkomsel mendengar keinginan dan harapan masy. Ina karna telkomsel begitu dekat masy.

  26. Amar Ma'ruf berkata:

    Grandong, anda hanya menginginkan kritikan dari amw ini menurut apa yg seharusnya anda pikirkan.

    Dgn kalimat yg anda kutip dari kritikan amw di atas yg anda kritik lalu anda menilai semua tulisan amw adalah two wrong make rights, kesalahan logika menurut persepsi yg anda ambil adalah salah. Sdr AMW menulis artikel di judul ini dan mengkritik org (yg mungkin anda bela bersama payung yang di bawanya) bukan berarti AMW ikut2an mengkritik ts (tifatul sembiring-pen) setelah banyak forum2 di jagad maya yg mengkritik ts. Anda kalo benar, hanya babi buta mencintai ts dan pasti partainya ts juga. Padahal ada hadits yg mengatakan jangan berlebih2an dalam mencintai sesuatu makhluk Tuhan meski itu baik buatmu karna di balik itu akan menjerumuskanmu kepada kesesatan. Jgn tertutup mata buta hati ketika fakta telah nyata berbicara, dan sesama Muslim harus saling mengingatkan.

  27. rudy berkata:

    Am: seharusnya pertanyaan nt ditujukan sama mereka yang berlebih-lebihan dalam mengkritisi ts. Jgn tertutup mata buta hati ketika fakta telah nyata berbicara, dan sesama Muslim harus saling mengingatkan. inget bos ga ada asap klo ga ada api.

  28. Grandong berkata:

    @Amar Ma’ruf :
    1. ‘Anda menilai semua tulisan AMW adalah two wrong make rights. Anda salah ! Yang saya kategorikan sesat logika two wrong make right hanya paragraph kedua saat Sdr. Abi Syakir merespon komentar Sdr. Rudy. Banyak tulisan Abi Syakir di blog ini yang bagus. Tidak semua mengandung sesat logika.

    2. Anda salah lagi ! Saya bukan orang PKS. Seribu kalipun orang mengkritik Tifatul Sembiring bukan urusan saya. Urusan saya adalah ketika seseorang memperlakukan Saudaranya -Tifatul atau bukan, orang PKS atau bukan- secara tidak adil.

    3. Beristighfarlah atas tuduhan Anda bahwa saya ‘hanya babi buta mencintai ts dan pasti partainya ts juga’. Insya Allah saya tidak seburuk itu. Tuduhan salah Anda ini akan dimintai pertanggungjawaban kelak di Yaumil Akhir. Semoga Anda siap.

  29. abisyakir berkata:

    @ Ruud Gullit…

    Info yang bagus dari eramuslim.com, seputar tanggung-jawab Kemenkoinfo. Link: Akankah DPR Mempertanyakan Amdocs?

    Disana ada pernyataan dari pejabat Kemenkoinfo, bahwa Indonesia tidak boleh menjalin kerjasama teknologi dengan Israel, demi keamanan nasional. Disana jelas-jelas dikatakan, bahwa publik telekomunikasi di Indonesia, berada dalam domain Kemenkoinfo.

    AMW.

  30. Amar Ma'ruf berkata:

    Grandong.
    Syukurlah bila Anda benar tidak seperti yg saya tuduhkan.
    Tapi maaf, sepertinya Anda tidak baca koment saya secara utuh, Anda hanya terbawa nafsu emosi berlebihan dalam membaca setiap kritikan dalam sebuah tulisan dan pada semua komentar yg ada.

    Saya katakan “yang mungkin…”, “Anda kalau benar…”.

    Apa yg di tulis dalam judul laman ini oleh sdr AMW terhadap Ts adalah sedikit kritikan dari beberapa kesalahan sangat fatal (baik yg sudah di ambil atau akan di terapkan dalam kebijakan kekuasaan) seorang pengambil kebijakan yg berangkat dari partai yang ‘katanya’ membawa dan menjual Islam.

    Ketika seseorang di pilih atau mencalonkan diri dan akhirnya terpilih menjadi pengambil kebijakan (terkhusus pada seseorang yg berangkat dari sebuah forum/organisasi yang jelas menjual Nama Islam) jika terjadi kesalahan (pada dasarnya yang berada dalam lingkaran produk sistem di luar Syari’at Islam adalah salah dan kufur. Apa lagi tidak menampakkan tindak tanduk utk berusaha mengarahkan ke Syari’at Islam pada hal mempunyai kekuatan dan kekuasaan) fatal, maka ummat Islam yang menta’ati 2 Wasiat Rasulullah wajib mengingatkan dan meluruskan (bagi umat Islam yang mampu dan mempunyai ‘relatif banyak’ Ilmu pada yang di kritiknya), karena bila hal itu di biarkan terjadi, dan kebijakan telah di terapkan oleh kekuasaannya maka :
    1. Di takutkan akan semakin memecah Ummat yg sudah berpecah.
    2. Terjadi pembenaran (pembohongan demi pembohongan akan menjadi benar di hadapan publik) oleh sebagian Ummat dlm kebijakan, seperti contoh “oo..ternyata Islam sudah membolehkan berinteraksi dgn yahudi”, “oo..ternyata ga pa pa ya, hubungan sex atas nama privasi dalam Islam”, “bla..bla..” yg kesemuanya berawal membawa nama partai/organisasi/forum Islam karena pemimpin dan pengambil kebijakan memberi pembenaran sesuai hawa nafsunya.

    Semua koment saya atas nama Amar Ma’ruf di ketik via gprs hp N 3310c browser opera mini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: