Seputar ESQ dan Islam

Berikut ini sebuah makalah yang dipublikasikan secara berseri oleh http://www.suara-islam.com. Makalah ini masih menyoroti tentang konsep ESQ yang beberapa waktu lalu diberikan fatwa sesat oleh Mufti Wilayah Persekutuan Malaysia, Datuk Haji Wan Zahidi bin Wan Teh. Melalui pembacaan langsung terhadap buku ESQ karya Bapak Ary Ginanjar Agustian, disana didapati bukti-bukti ketidak-sesuaian pemikiran ESQ dengan ajaran Islam. Selamat membaca, semoga bermanfaat!

1. Konsep ESQ Memang Bermasalah I.

2. Konsep ESQ Memang Bermasalah II.

3. Konsep ESQ Memang Bermasalah III.

4. Konsep ESQ Memang Bermasalah IV.

Hasil kajian dalam makalah ini berbeda dengan pandangan Prof. Dr. Din Syamsuddin, Prof. Dr. Said Agil Siradj, Menteri Agama, dll. yang menganggap konsep ESQ baik-baik saja. Disana ada masalah-masalah serius yang mestinya menjadi perhatian kita semua.

Namun bagi manajemen ESQ, hal demikian janganlah membuat mereka patah arang untuk mengembangkan usaha di bidang training SDM. Teruskan saja hal-hal yang positif, misalnya memperkuat konsentrasi di bidang character building, memperbaiki mentalitas (EQ), menerapkan prinsip etik dalam bisnis, dan sebagainya. Hal-hal yang positif dan tidak berbenturan dengan prinsip-prinsip Islam, silakan diteruskan.

Pesan terakhir, untuk eksis dalam kehidupan kontemporer sungguh tidak mudah. Tetapi tidak berarti kita harus berpikir PLURALIS agar diterima dalam lingkungan INDUSTRI. Dari pengalaman selama ini, siapa yang sengaja memakai “baju pluralisme” dalam rangka mencari keridhaan pelaku-pelaku industri yang mayoritas sekuler dan terpengaruh Freemasonry itu; biasanya akan tersungkur. Lebih baik, kita berdiri di atas prinsip-prinsip Islam yang stabil dan jelas, meskipun resikonya harus maju secara perlahan.

Siapapun yang membeli Pluralisme, akan dibela oleh komunitas Freemasonry CS. Tetapi sebaliknya, akan ditinggalkan oleh Allah Ta’ala. Dan suatu saat, mereka akan juga ditinggalkan oleh kaum Freemason itu, sebab orang-orang itu ya punya kepentingan sendiri juga. Tidak mungkin terus-menerus akan membantu orang pluralis.

Layak direnungkan ayat berikut ini:

Surat Ali Imran ayat 28.

Janganlah orang-orang beriman mengambil orang-orang kafir sebagai pemimpin mereka, dengan meninggalkan orang-orang beriman lainnya. Dan siapa yang melakukan perbuatan itu, fa laisa minallahi syai’un (dia tidak akan mendapat apapun dari sisi Allah). Kecuali, jika mereka ketakutan atas tekanan kekerasan oleh mereka (orang kafir). Dan Allah memperingatkan kalian dengan atas diri-Nya. Dan kepada Allah dikembalikan segala sesuatu.” (Ali Imran: 28).

Siapapun yang sengaja mengambil orang kafir sebagai sekutu dengan meninggalkan orang-orang beriman, mereka akan terputus dari segala karunia, rahmat, pertolongan, dukungan, barakah, dan segala kebaikan dari sisi Allah. Maka usaha apapun yang rela menjadi pluralis, dengan meninggalkan prinsip-prinsip Islam, mereka akan terkena konsekuensi dari ayat ini. Apakah bisnis, partai politik, sekolah, media, perguruan tinggi, atau apapun, yang menjadi pluralis; mereka pada dasarnya hanya membuang pertolongan Allah semata.

AMW.

Iklan

One Response to Seputar ESQ dan Islam

  1. Di Sabili ada tulisan bahwa para trainer ESQ itu siap “ditraining” oleh mereka yang mengaku lebih pandai dalam agama Islam (sebentar,saya belum baca sepenuhnya).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: