Presiden SBY, Kasihanilah Rakyat Indonesia!

Yang kami hormati:

Presiden Republik Indonesia, Bapak Dr. Susilo Bambang Yudhoyono.

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

Presiden SBY, semoga Bapak dalam keadaan sehat dan bugar untuk melaksanakan amanah memimpin rakyat Indonesia yang jumlahnya sekitar 230 juta jiwa ini, baik Muslim maupun non Muslim.

Melalui pernyataan ini, saya selaku salah satu anak bangsa, meminta Bapak agar melaksanakan janji-janji Anda dalam kampanye Pilpres maupun pidato-pidato politik, untuk mensejahterakan rakyat Indonesia, memakmurkan kehidupan mereka, menegakkan keadilan, memberantas korupsi, meningkatkan taraf pendidikan, memajukan pertanian, dll. Pendek kata, Bapak sudah berjanj akan mensukseskan pembangunan, membina keamanan-ketenteraman, dan keselamatan hidup masyarakat luas.

Bencana Alam Sangat Menyusahkan Rakyat Kecil!!!

Bapak SBY, kasus penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir pada pagi hari, 9 Agustus 2010 di Banjar Patroman, adalah kesalahan besar yang dilakukan Pemerintahan Bapak. Khususnya aparat kepolisian. Kita masih ingat, ketika Bapak memerintahkan pegawai-pegawai Istana Negara untuk tidak jadi menebang sebuah pohon besar di depan Istana. Instruksi Bapak itu berguna menyelamatkan eksistensi sebuah pohon. Seharusnya Bapak juga bisa menginstruksikan bawahan Bapak untuk menyelamatkan seorang ustadz sepuh, Ustadz Abu Bakar Ba’asyir.

Tentang keabsahan penangkapan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir ini berikut rentetan peristiwanya, bolehlah kita perdebatkan. Pihak Pemerintah, khususnya Polri meyakini bahwa Ustadz Abu Bakar Ba’asyir merupakan otak dan pendukung dana kegiatan terorisme di Aceh. Sementara kalangan ormas Islam (yang pro Syariat Islam), mereka menolak keras penangkapan itu. Apalagi semua ini dilakukan saat menjelang Ramadhan 1431 H. Bolehlah kita memiliki argumentasi masing-masing. Tetapi saya ingin mengingatkan KONSEKUENSI BERAT dari penangkapan tokoh yang istiqamah seperti Ustadz Abu Bakar Ba’asyir itu.

Dalam hadits shahih, sekaligus hadits qudsiy, Allah Ta’ala berfirman: “Man ‘aa-da liy waliyan, faqad adzantu lahu bil harbi” (siapa yang memusuhi seorang wali-Ku [maksudnya, wali Allah], maka Aku nyatakan perang terhadap-nya).” (HR. Bukhari-Muslim).

Bapak SBY yang saya hormati…

Bila Bapak menghormati sebuah pohon di depan Istana, tidak jadi memerintahkan menebangnya, karena di pohon itu diduga “ada penunggunya”. Bagaimana Bapak akan membiarkan Densus88 dan Polri menangkap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, bahkan dengan cara-acara berlebihan di tengah jalan? Apakah Bapak tidak khawatir, bahwa seorang Abu Bakar Ba’asyir termasuk salah satu wali Allah di negeri ini? Apakah Bapak tidak khawatir jika Allah menyatakan perang kepada Anda, kepada Polri, bahkan kepada rakyat Indonesia yang diam membisu melihat Ustadz Ba’asyir dianiya? Wahai Bapak SBY, apakah Anda tidak merasa takut membiarkan semua ini?

Saya ingin mengingatkan Anda terhadap REALITAS BESAR, sekaligus hal ini untuk mengingatkan rakyat Indonesia. Pada tahun 2003 lalu, kepolisian meringkus Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di RS PKU Muhammadiyah Solo. Ustadz Ba’asyir dijemput paksa, didorong-dorong, dibawa pergi dengan mobil; bahkan untuk sekedar buang kecil saja, Ustadz Ba’asyir harus melakukannya di botol air mineral, karena dilarang oleh aparat polisi.

Lalu apa yang terjadi sesudah kejadian jemput paksa itu?

Tahun 2004, tepatnya 26 Desember 2004, wilayah Aceh dan sekitarnya dilamun Tsunami yang sangat dahsyat, sehingga total menewaskan manusia sekitar 150.000 jiwa. Sekitar 100.000 jiwa adalah korban di wilayah Indonesia. Tidak berselang lama setelah Tsunami, terjadi gempa hebat di Yogya. Menewaskan manusia sekitar 5000-6000 orang, dengan angka kerugian materi sangat besar. Setelah gempa Yogya, terjadi “Tsunami Jilid II” di Pangandaran Ciamis dan sekitarnya. Disini juga jatuh korban jiwa dan kerugian material sangat besar.

Tiga kejadian bencana sangat mengerikan terjadi, menurut sebagai orang, karena sikap zhalim para penguasa (Megawati dan SBY) kepada para aktivis Islam, khususnya kepada ulama sepuh Ustadz Abu Bakar Ba’asyir. Dan Allah telah berjanji akan memerangi siapa saja yang memusuhi wali-wali-Nya.

Maka Bapak SBY…

Secara pribadi saya memohon kepada Anda, agar mengasihi kehidupan rakyat Indonesia ini. Kasihanilah rakyat kecil yang memang sudah sengsara hidupnya. Kasihanilah masyarakat yang sekian lama selalu menjadi “obyek pelengkap penderita”. Mereka tidak berdaya menghadapi kesulitan hidup dan kemiskinan yang merata. Mereka tidak berdaya menghadapi fenomena kejahatan, penipuan, kekerasan, korupsi, dll. Apalagi jika kemudian hidup mereka akan ditambah-tambah dengan benacana-bencana alam mengerikan?

Kasihanilah rakyat Indonesa, Pak SBY. Anda adalah pemimpin nasional RI. Takdir Anda memimpin rakyat Indonesia, termasuk memimpin urusan kami. Kesempatan berkuasa di tangan Anda hendaklah digunakan untuk menegakkan keadilan di tengah masyarakat, membangun kesejahteraan masyarakat, membangun martabat bangsa, menyingkirkan kejahatan, mafia hukum, dan sebagainya. Jangan gunakan kekuasaan di tangan Anda untuk memuaskan ambisi diri sendiri dan kelompok; untuk membiarkan kesengsaraan dan nestapa merajalela; untuk mempersilakan orang-orang kuat menganiaya orang-orang lemah; untuk mengundang datangnya bencana demi bencana.

Bapak SBY, kami mengingatkan Anda agar mengasihi rakyat kecil, rakyat Indonesia. Perlu Anda ketahui, sekejam-kejamnya seorang Imam Samudra dengan tindakannya yang diklaim aparat hukum sebagai terorisme itu; dalam hatinya dia memiliki niat mulia. Imam Samudra hidup di tengah rakyat yang menderita hidupnya, sengsara nasibnya. Imam ingin memperbaiki kehidupan ini dengan memperjuangkan Syariat Islam. Meskipun kemudian almarhum Imam Samudra dkk. melakukan aksi kekerasan yang seharusnya tidak dilakukan. Dan alhamdulillah, sebelum wafatnya, mereka sudah meminta maaf atas kesalahan-kesalahannya.

Sekejam-kejamnya aksi terorisme yang dilakukan Imam Samudra, hal itu dilakukan karena kuatnya semangat dia untuk memperbaiki kehidupan rakyat Indonesia yang centang-perenang. Niatnya mulia, meskipun caranya melanggar hukum nasional. Jadi, teringat legenda Robin Hood yang dikenal di masyarakat Britania. Imam Samudra tidak jauh dari legenda Robin Hood itu. Hatinya mulia, sangat peduli dengan nasib rakyat, tetapi caranya keras.

Pak SBY, cukuplah karakter Saudara Imam Samudra ini menjadi NASEHAT BESAR bagi Anda dan jajaran aparat Polri. Di balik hati manusia yang amat sangat dimusuhi negara dan Polri itu sebenarnya ada niat mulia membela kehidupan rakyat Indonesia dari sengsara dan nestapa. Maka sudah sepantasnya, Anda wahai Pak SBY, memiliki hati yang lebih baik dari Imam Samudra. Buktikan bahwa Anda lebih baik dari musuh Anda, Imam Samudra dkk!

Caranya, Anda buktikan sifat pengasih Anda kepada rakyat Indonesia ini! Lepaskan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, dan secara gentle mintalah maaf kepadanya! Juga mintalah maaf kepada kalangan pemuda-pemuda Islam yang selama ini teraniaya dengan isu terorisme. Dengan cara demikian, berarti Anda telah menghindarkan kehidupan rakyat Indonesia dari ancaman bencana-bencana alam.

Jika nasehat ini Anda anggap sepi, lalu kezhaliman itu terus berlangsung, sembari mayoritas rakyat Indonesia tidak peduli atas kezhaliman ini, saya menasehati bangsa ini agar menyiapkan kesabaran, kesabaran, kesabaran, kesabaran, dan kesabaran yang panjang. Ada hari-hari sulit yang akan kita hadapi setelah ini.

Demikian nasehat yang bisa saya sampaikan. Mohon maaf bila ada kata dan kalimat yang tak berkenan di hati Anda. Terimakasih atas semua perhatian dan pengertian Bapak! Alhamdulillah Rabbil ‘alamiin.

Wassaalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

Bandung, 2 Ramadhan 1431 H/12 Agustus 2010.

Abu Muhammad Waskito ibn Boeang.

Iklan

14 Responses to Presiden SBY, Kasihanilah Rakyat Indonesia!

  1. usulan berkata:

    tolong bagi yg mebeca ikut menyebarkan tulisan ini, di forum forum detik, kaskus dll

  2. Amar Ma'ruf berkata:

    esbeye = obama

    Dengan surat terbuka yg di tulis antum sendiri, saya merasa pesimis akan di perhatikan dan di dengar menjadi tindakan nyata sesuai harapan umat Islam yg kritis oleh sang penguasa negeri ini yaitu esbeye.

    Saya pesimis, karna dengan kenyataan yg ada sby menang hanya dengan memanfaatkan:
    1. Sikap optimis (dgn segala harapan) rakyat memilih sby menjadi penguasa saat pemilu ke-2 RI (saya sendiri memilih golput) hingga akhirnya menjadi presiden esbeye, kenyataanya hingga sekarang apa terbukti sikap optimisme rakyat?
    2. Rakyat Indonesia yg begitu mudah memaafkan dan melupakan dan menganggap khilaf kebijakan sby selama menjabat pres thn ’04-’09 (hanya karna alasan esbeye ganteng, gagah, pintar nyanyi), terbukti optimisme Rakyat dgn masih tetap banyak yg memilih sby menjadi presiden selanjutnya, tapi ternyata sby sendiri melupakan apa yg ia janji2kan dlm kampanye saat proses pemilu ’04 dan ’09.
    3. Rakyat Indonesia (khusus Islam) yg mayoritas jauh atau cuek dari informasi (beda dgn org Islam yg kritis karna dapat menyerap dan mengolah dari berbagai informasi yg berimbang) terbukti dapat di manfaatkan oleh sby dgn taktik pencitraan (http://m.kompasiana.com/?act=r&id=5904).

    Pesimis saya dengan di acuhkannya tulisan antum oleh org yg antum tuju agar naluri keislamannya terketuk karena, kemenangan seorg sby menjadi pemimpin negri berawal dengan penuh kemunafikan dan kekufuran sama dgn kemenangan2 banyak ‘wakil rakyat’ yg duduk di dpr/mpr, dprd, kada dan semua lembaga pemerintahan, terbukti dgn calon wakil rakyat yg tdk menang dan menjadi gila, serta berbagai tingkah yg memalukan. Bukan meng generalkan semua yg duduk di kursi pemerintah dan berkuasa seperti itu, tetapi demokrasi membuka pintu yg luas untuk ini. Ingat kebobrokan demi kebobrokan yg di tampakkan ke hadapan kita, ingat juga NKRI negara terkorup di dunia di urutan nyaris buncit, dan di asia, atau asean skalipun.

    Jadi dgn kemenangan itu, kebijakan selanjutnya otomatis penuh dgn penzaliman, pembodohan dan pendustaan.
    Ingat juga di sekeliling sby dan partai demokratnya merupakan kumpulan org2 liberal yg menghendaki Islam lemah selemahnya di negeri pemeluk Islam terbanyak di dunia, menhendaki rakyat Indonesia tetap bodoh dan miskin, terbelakang.

    Akhirnya esbeye sama juga dengan obama.
    Dimana, sebelum obam terpilih menjadi pres amrik, banyak negeri Kaum Muslimin yg optimis menaruh harapan, tapi akhirnya…? Hm…menurut saya obama wajar tdk menepati (mengkhianati) janjinya kepada harapan setiap pemimpin negri Kaum Muslimin dan ummat Islam di manapun berada, karna kita juga tahu siapa yg begitu besar api permusuhannya terhadap Kaum Muslimin hingga akhir zaman kalau bukan kaum kafir nasrani dan yahudi.
    Namun sby? Sby kita tahu, dia seorang Islam. Apakah Islam apa Islam?

    Tapi sebagai sesama sdr se iman, apa yg di pintakan (hal yg baik2) oleh sdr se Islam yg lain kepada Allah azza wajalla (baik terhadap pribadi maupun mencakup semuanya), kita akan sama2 mengamininya. Amin yaa Rabbal ‘alamin.

    Karna smoga sby akhirnya (minimal) spt alm. manpres Soeharto, di mana pada masa akhir dasawarsa dia sbg pres, dia kembali merangkul Islam, terbukti dgn kebanyakan kebijakan selalu berpihak pada Islam, sehingga barat tdk senang dan via cia secara licik meruntuhkan dan mempurukkan NKRI.

  3. Okrisnaldi Putra berkata:

    Assalamu’alaikum.
    bagi yg mau melihat keganjilan-keganjilan yg terjadi dalam seputar penyergapan teroris bisa lihat di sini
    –> http://www.kaskus.us/showthread.php?t=4970587

  4. met puasa buat rekan-rekanku semua

  5. Al alabamawiy berkata:

    In my opinion, SBY is not a god nor a holyman. He is only a man. What can he do? He can only speak and speak. His biggest favourite interest is podium. Therefore, you all, as muslim activist, move and move in the front line to make better nusantara. Afterward, you make better Asia. Finally, you make better world. You d do best if you spread sharia all over the world. The dream will never end. Would you use it as a tittle of your book yaa fadhiylatu ustaadz AMW? Would be great i suppose.

  6. Amar Ma'ruf berkata:

    Belum genap 1 minggu Ustadz Ba’asyir di tangkap secara dzalim, kasus2 baru yg menyita perhatian tiba2 muncul terhadap bangsa kita RI. Tgl 140810, pimpinan tertinggi polri raib dan tau2nya mengalami flu dan tak kuat berdiri padahal agendanya ‘katanya’ begitu penting saat itu. Bukankah institusi ini yg secara langsung berbuat dzolim?
    Yg lain, bangsa ini kembali di provokasi malingsia pd tgl 130810, pada hal bentar lagi bangsa kita memperingati ultah.

    Entah ini kebetulan apa tidak, yg jelas pemimpin yg dzalim apa lagi kepada pejuang Islam yg istiqamah dalam membela Islam seperti Ustadz Ba’asyir, maka Allah SWT akan memerangi dengan cara yg tdk di sangka2.

    Keadilan dan kemenangan pasti slalu di tampakkan buat kaum Muslimin dlm waktu yg sangat dekat.

    Karna tahapan akhir kiamat sudah sangat2 dekat. Menurut hitungan saya,
    800an thn masa kejayaan/keemasan Islam yg di mulai dari zaman Rasulullah SAW memimpin Khilafah Islamiyah hingga thn 1400an, setelah thn 1400an hingga sekarang adalah masa kemunduran Islam lebih kurang 560an thn sudah.
    Allah SWT PASTI memenangkan ummat yg taat dan tetap istiqamah pada 2 wasiat Rasulullah. Tidak mungkin masa kemunduran Islam lebih lama masanya dari pada masa kejayaan Islam. Sehingga di dapat terhitung, paling telat thn 2300 (jika masa waktu kejayaan/ keemasan Islam di setarakan dgn masa kemunduran Islam) Ummat Islam dan penghuni alam semesta sudah makmur yg di pimpin Imam Mahdi setelah melewati cobaan fitnah dajjal, turunnya Nabi Isa as, turunnya ya’juj dan ma’juj.
    Prinsipnya kebenaran pasti selalu menang, kemunduran Islam pasti lebih pendek masa waktunya dr pd masa Kejayaan Islam berikutnya, ingat Allah SWT telah menggilirnya sesuai kehendak-Nya.
    Wallahu a’lam.

    Yg penting bersabar dan berpegang teguhlah dlm Islam wahai umat pemegang 2 wasiat Rasulullah sambil menjemput kemenangan Islam, karna Allah tdk akan merubah nasib suatu kaum bila kaum itu tdk berusaha utk merubahnya. Istiqamah utk megakkan amar ma’ruf nahi munkar dengan suatu AKSI nyata utk membela yg haq dr kebathilan.

  7. abisyakir berkata:

    @ Al Alabamawiy….

    Syukran jazakumullah khair atas apresiasi dan usulan Antum. Tentang usulan kajian buku, saya masih belum menangkap inti pesannya. Begini Akhi, buku-buku seputar pentingnya Syariat Islam ditegakkan cukup banyak, oleh ustadz-ustadz yang lain. Lalu sisi mana ya yang menurut Antum layak dijadikan kajian khusus? Coba sampaikan saja, nanti saya perhatikan. Bila memang sangat urgent, bisa jadi menjadi agenda. Terlepas kapan itu bisa diselesaikan.

    ‘Ala kulli haal, jazakumullah khairan wa mubarakan fihi.

    AMW.

  8. […] melakukan kebijakan-kebijakan yang berakibat menyengsarakan masyarakat. Tulisannya ada disini: Presiden SBY, Kasihanilah Rakyat Indonesia! Intinya, menangakap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir itu kebijakan zhalim. Apalagi memfitnah beliau, […]

  9. salafy jihady berkata:

    @ abysyakir_ ane Ijin copas, dimuat di fb ..

  10. abisyakir berkata:

    @ Salafy Jihady…

    Ya silakan. Semoga bermanfaat. Amin.

    AMW.

  11. The Java berkata:

    Ya saya setuju dengan tulisan ini, sukses selalu dan teruslah berkarya By admin forcesmilitary[dot]blogspot[dot]com.

  12. mujianto berkata:

    ternyata benar pak ustadz, setelah ust ABB ditangkap, terjadi kembali bencana disana-sini. gunung merapi meletus, tsunami mentawai, gunung2 mulai aktif menunjukkan keganasannya. la haula wala kuwwata illa billah

  13. assmlkm wr wb.
    saya fikir anda semua terlalu berlebihan. semua kejadian yng terjadi selama ini adalah azab dari allah kepada kita semua. karena terlalu bnyak orang kafir, terlalu banyak orang munafik, terlalu bnyak orang yang lupa pada Allah SWT. terlalu banyak orang yang musryik. saya fikir sudah saatnya ulama2 besar untuk bersatu dan meluruskan “AKIDAH” karena terlalu bnyak cendikiawan2 muslim yang tersesat di dalam ilmunya sendiri,sehingga memiliki pemahaman sesat lagi menyesatkan (menjadikan umat islam terpecah pecah menjadi banyak aliran).
    sehingga tidak lagi ada terjadi perang antar umat beragama atau perang antar umat islam itu sendiri.
    sudah saatnya merapatkan barisan. sudah saatnya intropeksi diri, bukan saatnya menyalahkan orang lain.
    dan sudah saatnya kembali ke AL-Quran.

    ingatlah, Allah SWT memberikan kekuaasaan penuh pada manusia untuk menjadi khalifah di bumi ini. apabila manusia sudah dianggap tidak mampu untuk menjadi khalifah, maka Allah SWT sendiri yang akan mengambil alih semua.
    dan saya sangat yakin akan terjadi seleksi besar2an sepeti di Zaman Nabi nuh.

    SUDAH SAATNYA KEMBALI KE AL-QUR’AN.
    maaf apbila tulisan saya mnyinggung perasaan yng membaca tulisan ini.

    Regard’s
    iarmiodo@yahoo.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: