Sikap Pengecut “Kelompok Menengah”

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Kita sudah sama-sama paham, bahwa kondisi Indonesia saat ini sangat mengkhawatirkan. Secara haqqul yakin, bahkan ‘ainul yakin, kita memahami betapa kritis bangsa ini. Dalam 10 atau 15 tahun ke depan, bila kondisi saat ini tidak ada perbaikan yang significant, bangsa kita bisa hancur. Sebab, realitas pembusukan struktural itu sudah sedemikian nyata di segala sektor.

Saya kerap membayangkan, “Bagaimana jadinya jika Indonesia hancur, terpecah-pecah dalam negara-negara provinsi yang kecil-kecil? Dalam tatanan negara besar (NKRI) seperti ini saja, kita selalu ditindas orang asing, apalagi kalau nanti terpecah-belah?”

Semakin Kaya, Makin Takut Membela Ummat

Kalau melihat Malaysia dan Brunei, negara Muslim jiran kita. Mereka kecil, tetapi buktinya stabil kehidupannya. Tetapi masalahnya, baik Brunei atau Malaysia, mereka secara geopolitik terlindungi oleh keberadaan kita, sebagai bangsa Muslim besar, tetangganya. Orang-orang kafir asing tidak akan berani menginvasi Malaysia dan Brunei, karena melihat kita. Kalau mereka diinvasi, kaum Muslimin Indonesia pasti akan datang membela mereka.

Namun nanti, kalau kita terpecah-belah dalam negara-negara kecil, kita akan diadu-domba oleh kafir-kafir itu, sehingga masing-masing kita babak-belur, sementara kafir-kafir itu dengan enaknya memboyong harta kekayaan dari negeri kita. Semua ini adalah ancaman mengerikan di hadapan kita. Lihatlah, bagaimana bangsa-bangsa Afrika yang miskin-miskin itu, mereka telah remuk karena diadu-domba oleh kafir-kafir zhalim tersebut.

Kengerian kondisi Indonesia ini sudah NYATA, sudah jelas, tak bisa diragukan lagi. Sebagian orang mengklaim, “Harapan itu masih ada!” Oke masih ada, tetapi bagaimana bentuk solusinya? Toh, dengan mendewa-dewakan mekanisme demokrasi, bangsa ini tambah rusak. Harapan apa yang masih ada? Harapan menjadi semakin rusak?

Nabi Saw dalam sabdanya yang populer, “Man ra’a munkaran fal yugahiyiru bi yadihi…bi lisanih…bi qalbih…” Siapa saja yang melihat SATU kemungkaran, hendaklah diubah secara bertahap, dengan tangan, lisan, dan minimal dibenci dengan hati. Lalu bagaimana keadaan Indonesia? Apakah yang kita lihat ini hanya SATU kemungkaran? Masya Allah, bukan satu kemungkaran lagi, tetapi sudah seperti ungkapan Al Qur’an, “Zhulumatun ba’dhuha fauqa ba’dhin” (kegelapan di atas kegelapan).

Terhadap realitas seperti ini tidak bisa lagi hanya mengandalkan satu dua tangan untuk memperbaiki, tetapi kita harus terjun bersama-sama menyelamatkan kehidupan ini. Andaikan kelak kehidupan bangsa ini tidak selamat, maka kita juga yang akan menanggung akibatnya. Setiap orang berhak diam, itu hak dia; tetapi setiap sikap negatif ada resikonya, dan itu hak Allah untuk memastikan adanya resiko.

Dalam kondisi demikian, sebenarnya yang sangat diharapkan peranannya adalah KELOMPOK MENENGAH Muslim. Sebagai Muslim, kita tak mungkin berharap kepada orang kafir. Di antara kaum Muslimin ini, kelompok menengah paling potensial melahirkan perubahan-perubahan besar yang sama-sama diharapkan.

Kelompok menengah Muslim memiliki banyak kelebihan: Mereka terpelajar, luas wawasan, mampu secara ekonomi, memiliki fasilitas, memiliki pengalaman memimpin, dan mereka memahami realitas yang ada lebih baik dari orang kecil. Jika berharap kepada lapisan bawah (grass root), mereka kurang wawasan, kurang inisiatif, kurang peka, mudah ikut-ikutan, dan seterusnya. Bagaimana bisa diharapkan? Kalau mengharap kalangan elit, mereka justru sudah mapan dengan posisi ke-elit-annya, dan siap mempertahankan posisi itu, berapapun ongkosnya harus dikeluarkan.

Maka yang sangat diharapkan dari bangsa Indonesia ini, adalah PERAN BESAR kelompok menengah Muslim. Mereka itu harapan dan andalan bangsa ini. Jika mereka tidak turun ke gelanggang, khawatir bangsa ini benar-benar akan tenggelam.

Namun sayang, kelompok menengah Muslim kita kini seperti sedang dihinggapi penyakit GILA DUNIA yang sangat parah. Alih-alih diharapkan akan membuat perubahan besar, mereka lebih banyak bersikap oportunis, materialis, dan pengecut. Mereka takut resiko. Mereka mencari aman sendiri, sambil pura-pura tidak tahu.

Alasan yang kerap mereka lontarkan, “Sudahlah Akhi, Anda saja yang berperan. Silakan Anda memperbaiki Ummat ini. Kami mendukung dan selalu mendoakan. Yakinlah, kita akan menang. Silakan teruskan perjuanganmu. Doa kami selalu menyertai.” Ya, kalau ucapan itu benar-benar nyata. Kebanyakan hanya sekedar RETORIKA munafik belaka.

Betapa berat tanggung-jawab kelompok menengah ini. Mereka mampu, kuat ekonomi, berwawasan, tahu ini salah itu benar, tetapi sayang sikapnya PENGECUT! Persis seperti perilaku pendeta-pendeta Bani Israil. Mereka menyaksikan kaumnya minum-minuman keras, mereka tahu itu salah. Tetapi mereka diam saja, tidak mencegah. Bahkan kemudian mereka ikut berserikat dalam minuman keras tersebut. Begitulah sikap kelompok menengah Muslim kita di hari ini. Mereka sudah mapan dengan dunia dan ekonominya. Lalu melupakan masa depan Ummat yang sedang terjepit disana-sini.

Ya Allah ya Rahmaan, bangkitkan kekuatan, kepedulian, serta keberanian dari kaum aghniya’ Muslimin ini. Cabut sifat pengecut mereka! Tumbuhkan dalam dadanya sifat berani berkorban demi maslahat Ummat. Singkirkan wahan dari hatinya. Tukar ketakutan mereka dengan sifat ksatria. Ya Allah, kami berharap kepada-Mu, dan Engkau tidak akan mengecewakan harapan hamba-hamba-Mu. Allahumma amin ya Sallam.

Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

AMW.

Iklan

31 Responses to Sikap Pengecut “Kelompok Menengah”

  1. abu zenan berkata:

    MERDEKA….ALLAHU AKBAR…!!!!
    semakin gemas dengan mereka, kekuasaan dan kemapanan telah dilimpahkan dan dipercayakan pada mereka, namun mereka semakin lupa dengan amanah pembelaan terhadap rakyat dg kemampuan yg seharusnya bisa lebih mereka lakukan dengan posisi yg ada sekarang…bukan sekedar baksos dan program2 kecil yg sangat tidak signifikan kontribusi memperbaiki kondisi masyarakat…dan elitnya semakin pandai menutup2i semua kebobrokan dengan kalimat indah dan seolah2 mulia..pake ayat2 lagi…makin pengecut, oportunis, pragmatis dan mlempem….betapa amanah yg diberikan Allah telah nyata mereka khianati…wallahu alam semoga Allah melimpahkan hidayah pada mereka dan pada kita semua…dan memunculkan pemimpin2 yg hanya takut padaNYA bukan pada manusia atau harta…MERDEKA…!!!!

  2. Pangeran Diponegoro berkata:

    Allahu Akbar…

  3. abisyakir berkata:

    @ Heran atau @ Aban atau @ Rudy atau @ Acong….

    Ya Allah ya Rahmaan, jika di hadapan-Mu, media blog yang kami bina ini hakikatnya seperti yang dikatakan oleh @ Heran atau @ Aban atau @ Rudy atau @ Acong ini, maka ampunilah diriku, maafkanlah aku, tuntunlah langkahku untuk memperbaiki diri dan memperbaiki urusan ini.

    Namun ya Allah ya Rahiim, jika di hadapan-Mu, media blog ini bukan blog sampah seperti yang dicelakan oleh @ Heran atau @ Aban atau @ Rudy atau @ Acong, maka ampunilah orang ini, maafkanlah dia, berikan hidayah kepadanya untuk bertaubat, dan keluar dari kesesatan jalan, serta berikan pertolongan kepada dia untuk keluar dari sebab-sebab yang membuatnya tersesat. Tumbuhkan dalam hatinya sikap mengasihi diri sendiri, keluarga, orangtua, dan kakak-adiknya.

    Amin Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

    AMW.

  4. abisyakir berkata:

    @ Heran atau @ Aban atau @ Rudy atau @ Acong….

    [Doa ke-3 atas caci-maki @ Aban dan nama-nama samaran lain]

    Ya Allah ya Rahmaan, jika di hadapan-Mu, media blog yang kami bina ini hakikatnya seperti yang dikatakan oleh @ Heran atau @ Aban atau @ Rudy atau @ Acong ini, maka ampunilah diriku, maafkanlah aku, tuntunlah langkahku untuk memperbaiki diri dan memperbaiki urusan ini.

    Namun ya Allah ya Rahiim, jika di hadapan-Mu, media blog ini bukan blog sampah seperti yang dicelakan oleh @ Heran atau @ Aban atau @ Rudy atau @ Acong, maka ampunilah orang ini, maafkanlah dia, berikan hidayah kepadanya untuk bertaubat, dan keluar dari kesesatan jalan, serta berikan pertolongan kepada dia untuk keluar dari sebab-sebab yang membuatnya tersesat. Tumbuhkan dalam hatinya sikap mengasihi diri sendiri, keluarga, orangtua, dan kakak-adiknya.

    Amin Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

    AMW.

  5. Amar Ma'ruf berkata:

    Saya pernah baca sepintas sebuah buku kecil yg tipis (tdk ingat lagi judul bukunya) saat masih duduk di SLTA kira2 thn ’98 tentang periode berkurangnya cakupan wilayah Indonesia setiap kurun waktu 70 tahunan waktu berjalan.

    Dan di rilis kembali oleh Djuyoto Suntani tgl 271207, gogling dgn kata kunci “terpecahnya indonesia setiap 70 tahun sekali”. Mungkinkah thn 2015 NKRI akan terpecah setelah thn 1945 bersatu?

    Seperti artikel Abi di atas dan artikel sebelumnya tentang “haqul yakin/ainul yaqin tanda2 ke arah perpecahan bangsa” secara tidak sengaja merupakan beberapa hal yg mendukung prediksi dari bukunya Djuyoto Suntani. Kalau Abi menulis 10-15 thn kedepan, maka prediksi dlm buku ini lebih cepat 5 thn lagi yg tepatnya thn 2015 atau pasca berakhirnya masa jabatan sby thn 2014. Ini di akibatkan dari internal NKRI sendiri, sementara zionis dgn masonnya menargetkan Indonesia bubar thn 2022-2025.

    Mungkin (prediksi saya) kalaupun jebol amandemen UUD tentang jatah jabatan presiden menjadi 3 kali, yg akhirnya lagi2 si munafik sby yg ‘menang’, saat itulah terjadi ledakan bom waktu yg mana habisnya kesabaran rakyat dengan membentuk PEOPLE POWER dalam Forum pengadilan Rakyat Semesta, saat itu kafir2 barat dan dlm negri merasuki dan mengambil kesempatan memancing di air keruh yg tujuannya agar Rakyat berpecah menurut ras.

    Saya yg pernah bekerja pasca tsunami di Aceh dlm Program BRR, ada org Aceh sendiri yg mengatakan “mereka komit akan kembali memilih sby dlm pemilu ’09, karena kalau bukan sby yg terpilih maka mereka ingin menyatakan lepas dari NKRI saat itu juga (’09-pen)”, terbukti demokrat menang telak. Padahal niat mereka utk lepas sangat kuat. Persiapan rakyat Aceh memerdekakan diri dengan target sby tdk menjabat lagi menjadi pres sudah tampak yg salah satunya tampak dari nama prov, yg awalnya kita kenal dgn prov. Aceh sekarang (permintaan mereka dalam mou) menjadi Nanggro Aceh Darussalam yg artinya Negara Aceh Raya.

    Saya yg kebetulan di ciptakan sebagai darah Minang yg daerah Provinsinya (Sumbar, Aceh) hampir 99,9% sama2 Islam (Minang, Aceh dan Gayo) sangat sedih bila ada pikiran ingin memisahkan diri dengan alasan utk mengejar ketertinggalan pembangunan (nafsu kebarat2an) karna mereka merasa mampu berdiri dgn SDA yg ada. Lihat gubernurnya yg terbang ke luar negri utk berserikat dgn kafir george soros contohnya. Masih panjang uneg2 tentang ini.

    Saya tdk abis pikir saudara se Islam rela melepas status Negara Islam Terbesar utk sekedar mengejar dunia.
    Okelah, mereka tertinggal (dr prov dan kota2 lain, mereka berambisi spt negara malingsia, Brunei) karna mereka selama ini di eksploitasi NKRI secara tdk adil. Tapi itulah kita hidup di zaman pemerintah Otoriter.

    Camkanlah wahai saudaraku di Aceh atau lainnya (Islam tapi berniat sama, ingin melepas titel sbg bagian NKRI yg pemeluk Islam terbesar), “ALLAH tdk akan merubah nasib suatu kaum bila Kaum itu tdk berusaha utk merubah nasibnya. ISLAM yg kuat adalah yg slalu Merapatkan BARISAN dan Meluruskan SHAF dalam Niat Khilafah Islamiyah karna kita bak satu tubuh yg mana akan merasakan sakit bila ada bagian tubuh kita di sakitin.

    Camkan juga artikel Abi di atas, karna yg akan memanfaatkan kalian (Islam yg lemah) adalah kaum kafir bila kita berpecah. Jangan biarkan kita berpecah, bila kalian terdengar seruan Khilafah jangan alergi atau takut atau fobia hanya karena kurangnya ilmu sejarah Peradaban Islam
    tapi sambutlah dan jeputlah. ALLAHU AKBAR.

  6. mosopalsu berkata:

    ini nyang punya blog jangan melankolis gitu dunk. blog nt bagus banget, cuman orang kayak aban cs aja nyang kurang adem. aban cs tu fiktif, tim ay tau spot dia

  7. heran berkata:

    klo nt penasaran datang aja ke DPP PKS bawa ustad Yazid atau siapapun, terserah nt mau dialog, mau debat atau apapun itu. yang penting hasrat sesat nt yang memandang sesat PKS bisa terbayar dengan jawaban para qiyadah di DPP PKS. bukankah itu yang seharusnya dilakukan oleh seorang Muslim agar ber tabayyun. tidak seperti nt maen vonis tanpa ada klarifikasi. makanya gak salah klo saya bilang setiap tulisan nt tentang PKS saya bilang blog sampah, adapun tulisan yang lain saya yakin lebih banyak baiknya dari pada mudhorotnya.

  8. Sayful Jabbar berkata:

    Ah jangan sampe yang klarifikasi paket data 3G or paket plus

  9. Sayful Jabbar berkata:

    Ah abisyakir ini paranoid. Nyatanya sama salah satu partai muna aja sikapnya sampe segitunya. Mendingan abisyakir nggak ngeladeni @heran karena yang njawab dikhawatirkan pake paket “3G” or paket PLUS.

  10. Da Put Fui berkata:

    Mohon maaf saya masih awam banget. Kemarin waktu ada yang baca tafsir albaqoroh ada yang menyebutkan bahwa orang munafik itu ada munafik kecil sama munafik besar. Kata mas moso yang kecil juga bisa besar jadi munafik ya munafik enggak ya enggak. Terus kata mas moso lagi, ngomongin orang sebagai munafik sama aja pisau bermata dua, salah satu dari yang ngomong sama yang diomong bisa kena. Ngeri deh. Hai mas moso ada yang palsu tuh!

  11. Alakarsa berkata:

    Waduh waduh. Tulisannya bagus-bagus. Buah karya dari orang yang peka. Aku seneng mbacanya. Ketimbang situs yang nggak keblokir blokir ama dek tifa, ini blog mencerahkan banget. Melebihi cahaya bulan di malam gelap. Melebihi terangnya mentari di langit biru. Loh biru lak pan ambek demokrat rek.

  12. abisyakir berkata:

    @ Sayful Jabbar…

    Saya gak paham apa maksud paket “3G” or paket plus. Saya belum paham maksudnya, mohon beri penjelasan. Terimakasih.

    AMW.

  13. abisyakir berkata:

    @ Alakarsa…

    Makasih, makasih, makasih… Wah, ntar kepala saya jadi tambah gedhe nih. He he he…

    Moga apa yang ada disini bermanfaat bagi Ummat, Allahumma amin. Doakan tetap istiqamah dalam kebaikan. Amin.

    AMW.

  14. Amar Ma'ruf berkata:

    Sama2 kita berdoa ya Abi, semoga kita Istiqamah dalam Kebenaran Cahaya Islam.

    Semoga tulisan Abi juga banyak (berbondong-bondong) di baca oleh pemuda yg kita harapkan, minimal pemuda yg mencari kebenaran melalui tulisan Abi ini terus terpancing untuk mencari referensi lain untuk cross checknya yg bersangkutan, tentunya berimbang dgn tdk membenarkan setiap berita dari mass media (tangan kanan kafir, zionis, mason) 100%. Kita harapkan juga pemuda (Mahasiswa misalnya) dengan memakai metoda analisa setiap laporan di bangku perkuliahan untuk di terapkan dalam menganalisis kebenaran sebuah berita, opini, propaganda, dll. Ada Hadist (kurang lebih seingat saya) “…bila datang sebuah kabar kepadamu dari kaum kafir tentang Muslimin, maka kamu jgn cepat membenarkan berita itu melainkan utk di pelajari…”

    Amin yaa Rabbal ‘alamin.

  15. heran berkata:

    apanya yang bagus klo dah diklarifikasi baru kreeen namanya. selama blom ada klarifikasi tentang kesesatan PKS yang menurut abi_sakit sesat, maka blog ini bisa jadi lebih sesat lagi. tunjukkan dong hujjahmu sebagai muslim sejati, datang dan peringatkan PKS, langsung tatap muka dengan petingginya. klo gak blog ini memang SAMPAH.
    klo sama ust kabir nt datangin markaz Dakwahnya di jakarta, klo cuma abi_sakit doang bersama kronco-kronconya, mending datang aja ketingkat cabang gak usah kewilayah, coz saya yakin ilmu nt belom nyampe klo debat sama petinggi Wilayah.

  16. abisyakir berkata:

    @ Heran…

    Baik saudara, saya akan penuhi tantangan Anda. Demi Allah, ini adalah amanah yang harus dihadapi, di jalan Allah. Terus terang wahai @ heran (@ Aban atau @ Rudy atau @ Acong atau apalah), saya tidak punya akses ke PKS sama sekali. Ini yang membuat saya kesulitan menuju ke tempat mereka.

    Anda telah berkali-kali mencaci-maki saya, telah berkali-kali menyebut blog ini sebagai blog sampah, maka saya meminta Anda untuk menjadi penghubung saya ke PKS. Anda harus mau menjadi penghubung saya, demi niatan tabayun ini. Saya akan membawakan kopi tulisan-tulisan yang ada di blog ini yang Anda sebut blog sampah itu. Cukup itu saja, sebagai hujjah awal saya.

    Saya menuntut Anda untuk menjadi penghubung saya ke PKS, dan Anda harus bertanggung-jawab atas semua urusan teknis itu. Saya memilih tabayun ke DPP PKS di Jakarta, biar sekalian. Saya berharap Anda mau memfasilitasi agenda tabayun ini!

    Sebenarnya, sebagai publik Indonesia, di alam politik terbuka seperti ini, tidak ada kewajiban tabayun. Toh, partai-partai politik itu sudah menjadi institusi terbuka yang mengeluarkan kebijakan-kebijakan secara terbuka. Ibarat, melempar produk ke pasar terbuka, terserah konsumen mau bersikap apapun ke produk itu; mau suka, silakan; mau benci, silakan; mau mengkritik, silakan. Ya, namanya juga keterbukaan politik. Adalah bodoh, partai-partai yang menerapkan etika Islami ketika bicara tentang hak-hak dirinya, tetapi dia tidak menerapkan etika Islami ketika bicara kewajiban-kewajiban kepada Ummat. Ini sangat bodoh dan licik!

    Bahkan kalau partai itu benar-benar Islami, dia akan datang kepada person yang mengkritiknya, untuk memberikan klarifikasi. Dia tak akan menuntut orang lain klarifikasi ke dia. Sebagai perbandingan, perusahaan bisnis yang profesional, tak akan menunggu keluhan konsumen mencuat di media. Dia akan mendaatangi konsumen itu, untuk melayani keluhannya. Itu kalau profesional. Saya masih ingat benar, dulu slogan kampanye Partai Keadilan, kira-kira bunyinya begini: “Kalau Anda setuju dengan kami, mari dukung perjuangan kami. Kalau Anda tak setuju dengan kami, kami tetap akan perjuangkan aspirasi Anda.”

    Tapi dalam kasus @ heran atau @ Aban atau @ Rudy atau Acong dll. situasinya berbeda. Anggota PKS satu ini menuntut saya melakukan klarifikasi ke DPP PKS. Oke, saya lakukan itu, sebagai upaya mendidik Ummat, bahwa kita harus bertanggung-jawab atas pandangan-pandangan kita. Tetapi karena secara teknis saya kesulitan mengakses kantor resmi PKS, saya menuntut saudara @ heran atau @ Aban atau @ Rudy atau Acong. Dia yang meminta, padahal dalam iklim politik terbuka, klarifikasi seperti itu sebenaranya tidak dibutuhkan, maka dia harus bertanggung-jawab menyediakan akses teknis bagi saya ke kantor DPP PKS. Demi Allah, saya tidak punya kenalan pejabat-pejabat PKS itu.

    Karena saudara @ heran atau @ Aban atau @ Rudy atau @ Acong, dll. telah berkali-kali mencaci saya, berkali-kali menyebut blog ini sebagai blog sampah, maka saya menuntut dia bertanggung-jawab atas apa yang dia minta (saya tabayun ke DPP PKS). Dia harus bertanggung-jawab mengatur segala keperluan teknis kesana. Saya menantikan skema acaranya yang disusun saudara @ heran atau @ Aban atau @ Rudy atau @ Acong di email: langitbiru1000@gmail.com.

    Bila saudara @ heran atau @ Aban atau @ Rudy atau @ Acong, dll. tidak mau bertanggung-jawab, lari dari tanggung-jawab, dan tidak memenuhi permintaan di atas, maka saya mendoakan manusia yang memakai nama samaran @ heran atau @ Aban atau @ Rudy atau @ Acong, dll. ini agar: Allah Ta’ala hancurkan hidupnya, Allah rusak keluarganya, Allah bangkrutkan bisnisnya, Allah bakar sumber penghidupannya, Allah hinakan dirinya sehina-hinanya, Allah telungkupkan mukanya ke tempat sampah seperti caci-makianya. Allahumma amin ya Mujibas sa’ilin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

    Demikian yang bisa saya sampaikan. Wal ‘izzatu lillahi jami’an.

    == Abu Muhammad Waskito ==

  17. Hendra berkata:

    Ustad…si aban ini saya jamin gak berani jd mediator supaya ustad ketemu ….

  18. paijo berkata:

    Assalamu’alaikum

    salam kenal. Wah, blog yg bagus sekali. Secara sengaja saya masuk ke sini, tp mau nge-close rasanya sayang: banyak artikel yg menarik soalnya. Oya, setelah membaca artikel ini saya merasa ‘tersindir’, sebab saya merasa saya adalah bagian dari ‘kelompok-menengah’, yang dimaksud. Memang saya sendiri merasa kurang dalam kontribusi memajukan umat. Menurut Anda, memang apa to yg sebaiknya dilakukan oleh ‘kelompok-menengah’ ini? Kalo sekedar cita2, saya ingin berandil dalam program memperkaya umat, baik kaya secara materi atau kaya secara pemikiran/batin, namun sampai sekarang belum terpikirkan bagaimana caranya dan dari mana memulainya…
    Mari kita saling bertukar pikiran di sini. Siapa tahu dari sini bisa muncul program yang luar biasa!

  19. paijo berkata:

    ralat: …Secara tdk sengaja saya masuk ke sini…

  20. Amar Ma'ruf berkata:

    Saya turut meng-aminkan do’a dan permohonan ustadz Abi utk org2 yg sudah menghina Abi dan org yg membela Masyarakat Islam agar mendapat murka-Nya. Amin.

    Padahal org sejenis @aban cs telah 2-3 kali (sering) mencaci dan di balas do’a yg baik buat mereka agar kembali kepada pemikiran yg manusiawi.

    Org spt @aban cs banyak di jumpai di forum2 portal. Pemikiran dan opini mereka sungguh dangkal seukuran sepiring nasi, kedunguannya tak kepalang.

    Percuma berdebat, tabayun, klarifikasi dgn kelompok partai penjual nama Islam karna kita udah bisa melihat sepak terjangnya salah satunya spt di munas kemaren?

    Andaikan si @aban cs menyanggupi permintaan Abi, sy berharap agar dapat terpublikasi di media elektronik. Seperti harapan saya terpublikasinya debat, dialog atau sejenisnya antara pembela Islam dgn penentang/yg memusuhi Islam. Tapi kita sudah mengetahui lebih dahulu kepengecutan mereka.

  21. Saya kira semua harus kembali kepada khitthoh ramadhan. Janganlah terperosok khuthuwatisyaithon (kata dedek ustad di Islam KTP). 1. Yang namanya Ikhwan itu ada dua, yakni tarbawiyah dan hizbiyah. 2. Saya nilai semua yang menulis di blog ini bukan dua-duanya. 3. Kalau tarbawiyah pasti dikejar target hafalan 3 surat menengah panjang dan itikaf full oleh ansyithoh. 4. Kalau hizbiyah, pasti aktif bagi-bagi ifthor, tarik ziswaf dan bersih-bersih. 5. Tidak ada instruksi tanzhim yang menyuruh asal komen soal partai di blog orang lain. 6. Konflik tidak diurusi DPP Tanpa Syuro. 7. Majelis Syuro mengurus musyawarah, tidak pernah mengurus debat. 8. Tidak ada rijal dakwah dan hizbiyah yang melangkahi syuro melainkan dipecat. 9. Semua tindakan harus aman person, aman citra, aman syari. Saya bukan partete. Tetapi sya tahu di Amerika saja kalangan mereka mencamkan 9 hal ini, sedangkan komentator bola panas disini tidak memperhatikan. Dari 9 hal itu juga saya tahu abisyakir bukan sedang amniyah mencari para kader bughot. Bukannya berbidah, tapi yang masuk ramadhan ini bukan fisik saja, tapi akal, hati, ruh, fantasi, nafsu, dan ambisi. Mari semua kita ramadhankan. Semua ansyithoh ramadhan yang disunnahkan Rasulullah bisa meramadhankan semua itu. Ramadhan arti harfiahnya membakar. Terserah, apa yang antum tempa dengan bakaran ramadhan ini.

  22. abisyakir berkata:

    @ Pak Paijo…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakatuh.

    “Apa yang sebaiknya dilakukan oleh kelompok menengah?”

    Ada beberapa kerja nyata yang bisa dilakukan kelompok menengah Muslim ini, antara lain sbb.:

    => Fokus dengan pelayanan sosial, menyantuni kaum Muslimin yang fakir, miskin, hidup menderita.
    => Menggeluti dunia ilmu, demi melestarikan khazanah ilmu-ilmu Islam. Kalau tak mampu menggeluti sendiri, membiayai orang-orang yang mampu agar terus concern dengan dunia keilmuwan Islam.
    => Mengembangkan jaringan ekonomi Muslim, untuk menolong muslim-muslim yang tidak punya pekerjaan, yang bisnisnya seret, yang teracam cerai gara-gara kesulitan ekonomi, yang anak-anaknya menderita karena kemiskinan, dll.
    => Membentuk lembaga pelayanan moral untuk menyelamatkan generasi muda Muslim dari kehancuran akhlak, pornografi, narkoba, seks bebas, dll. Fokus saja di bidang pelayanan moral generasi muda.
    => Membangun sekolah-sekolah, untuk melahirkan SDM Muslim yang kuat lahir-batin, Islami muamalah, akhlak, dan akidahnya. Kalau sudah ada sekolah semacam itu, kita ikut berperan memajukannya.
    => Membentuk pusat pemberdayaan kaum Muslimah. Tentu pelaksana-pelaksananya Muslimah juga, tetapi mereka perlu dibimbing oleh ustadz-ustadz yang ikhlas. Maksudnya, ustadz yang mau membimbing mereka, tanpa tendensi ingin menikahi mereka, kalau di antara wanita itu ada yang cantik. Ya memang butuh kekuatan batin, tetapi itu bisa dilakukan. Baik Muslimah itu cantik atau tidak, kulit putih atau agak gelap, mahasiswa kedokteran atau lulusan SMP, orang kota atau gadis kampung, tetap mereka semua diterima dengan hati terbuka sebagai hamba-hamba Allah yang harus dihormati, dilindungi, dan diperlakukan secara santun. Ya, layaknya sikap para pahlawan yang selalu memuliakan wanita. (Setiap pahlawan selalu merasa dirinya lahir dari rahim seorang wanita).
    => Membentuk media-media muslim yang aktif menyebarkan kebajikan, ide-ide pemberdayaan, advokasi Ummat melalui media itu, serta meenerjuni kancah ghazwul fikri untuk membantah paham-paham destruktif. Jika mampu lakukan sendiri, jika tidak sharing dengan orang lain yang mampu secara pengalaman dan ilmu.
    => Terlibat membantu lembaga-lembaga nahyul munkar, membantu secara ide, moral, atau finansial. Semampunya saja. Jangan merasa berat untuk menerima pemuda-pemuda Islam bertamu ke rumahnya. Andaikan tidak ada sumbangan dana, setidaknya ada sumbangan spirit yang mereka terima. Jangan sampai pemuda-pemuda itu dibenci, dilecehkan media-media massa (seperti METRO TV), lalu kita malah menyusahkan mereka dengan perkataan, “Halah, mereka datang, paling hanya untuk cari sumbangan.” Ini ucapan tidak benar, dan termasuk keji).
    => Kalau mampu, terlibat secara politik dalam rangka memperjuangkan tegaknya Syariat Islam. Maksud tegaknya Syariat Islam, ialah bangsa kita mau beriman kepada Kitabullah dan Sunnah, beriman sebenarnya, bukan cuma di mulut saja.

    Demikian Pak sedikit tentang amal-amal nyata yang perlu dilakukan oleh kelompok menengah. Kita tidak perlu melakukan kesemuanya, tinggal dipilih saja mana yang paling memungkinkan dilakukan, sesuai kemampuan dan kesempatan. Kalau ada ormas-ormas Islam yang komitmen dengan tujuan-tujuan itu, sedangkan kita yakin bahwa ormas tersebut lurus, ya silakan bekerja bersama mereka secara konsisten dan istiqamah.

    Matur nuwun Pak Paijo. Semoga Allah Ta’ala membimbing Bapak, saya, dan kita semua yang komitmen dengan kebajikan Islam, sampai saat akhir hayat. Allahumma amin. Sepindah maleh, matur nuwun.

    AMW.

  23. abisyakir berkata:

    @ Bukan Parte Berharap…

    Wal alhamdulillah, antum memberikan komentar tentang 9 karakter kader PKS itu. Ya, setidaknya kita jadi tahu standar yang dipakai disana. Sementara sebagian komentator disini, khususnya @ Aban, atau @ Rudy, atau @ heran, luar biasa keberaniannya dalam mencaci-maki seorang Muslim tanpa alasan yang benar.

    Hampir saja, saya akan menurunkan tulisan bantahan yang keras atas sikap membabi-buta seperti itu. Ya, setidaknya komentar saudara @ Bukan Parte Berharap ini bisa menganulir salah satu naskah yang sudah saya siapkan. Jika demikian, maka para pembaca blog ini bisa menilai sendiri, kira-kira orang macam apa sosok @ Aban, atau @ Rudy, atau @ heran itu.

    Saya tetap menanti komitmen @ Aban untuk memfasilitasi niatan tabayun ke DPP PKS. Bukan mau debat teerbuka, cuma mau tanya saja tentang kebijakan-kebijakan PKS terbaru yang sama sekali jauh dari Syariat, bahkan jauh dari karakter PKS sendiri pada awal mula berdirinya. Kalau dia tak mau bertanggung-jawab, doa yang saya panjatkan tetap berlaku dan akan senantiasa demikian. Semakin bertambah caci-maki saudara @ Aban, atau @ Rudy, atau @ heran, maka saya memohon: Agar Allah semakin menambahkan kehancuran, kekalahan, kerusakan usaha, serta kehinaan hidup kepadanya. Amin Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

    Sekali lagi, alhamdulillah atas komentar @ BPB.

    AMW.

  24. aban berkata:

    @Abi_syakit:
    Saya bukan petinggi Partai. klo anda ksulitan mencari alamat DPP PKS sungguh bodoh sekali anda. komputer didepan mata, ada akses internet masih ga tahu alamatnya. sedangkan hal2 penting tentang perjuangan PKS secara detail yang saya sendiri sebagai kader meskipun baru ‘gak tahu’ tapi nt lebih tahu. sungguh aneh, apakah nt memang hanya melihat perjuangan PKS yang gagal saja/dari sisi negatifnya saja..? PKS bukan golongan Malaikat (klo ada ksalahan wajar saja), dia hanya sekumpulan manusia biasa yang berusaha untuk memperbaiki diri dan Negara ini.

    Alamatnya nt datang aja yah
    Kabarin hasil silaturrahimnya…

    MD Building
    Jl. TB. Simatupang No. 82
    Pasar Minggu,
    Jakarta Selatan 12520

    Telp. 021-78842116
    Faks. 021-78846456

    Ya Allah, Engkau Lebih Tahu Siapa Yang Dzholim dan Terdzholimi
    Ya Allah, Engkau Lebih Tahu dari ku dan HambaMu yang Lain
    Ya Allah, Engkau Lebih Tahu Siapa yang Tersakiti Hatinya dalam setiap Aktivitas kami
    Ya Allah, Engkau Lebih Tahu klopun Saya Menyakiti Hanya 1 orang dan HambaMu telah menyakiti Ratusan Ribu Kader PKS yang merasa terdzholimi atas Ulahnya.
    Engkau Lebih Tahu atas Apa yang dan Akan terjadi Setelahnya.

    Tunjukkanlah keadilanMu Wahai Yang Maha Adil

  25. abisyakir berkata:

    @ heran…

    Ya Allah ya Rabbi, aku telah berusaha melayani apapun yang dia mau. Padahal sebagai konsumen politik, dalam iklim politik seperti ini, tidak ada kewajibanku untuk tabayun kepada siapapun. Namun ya Allah ya Karim, orang ini terus menambahkan celaannya. Bahkan dia membodoh-bodohkanku. Padahal aku sudah menjelaskan bahwa aku tidak memiliki kenalan siapapun di tempat itu. Lazimnya seseorang yang akan datang ke suatu tempat, pasti akan mencari jalan tertentu agar urusannya lebih lancar. Namun orang ini telah menambahkan lagi celaannya.

    Demi Allah, orang ini telah menuntutku untuk melakukan sesuatu yang dia mengira aku tak akan berani melakukannya. Lalu kupastikan aku berani, ternyata dia berkilah lagi sebagaimana kebiasaan dia selalu berkilah untuk mencari selamat. Terus berkilah, terus berkilah, terus berkilah, dan tak lupa menambahkan celaan-celaannya kepada seorang Muslim tanpa alasan yang benar. Padahal Nabi sudah mengatakan kurang lebih artinya, “Orang yang paling buruk tempatnya di sisi Allah nanti, ialah seorang pendebat yang zhalim (tidak adil alias mau menang sendiri).”

    Kalau sekedar alamat, tentu semua orang tahu. Maka aku ingin menguji “kepintaran” saudara @ heran ini. Saudara @ heran ini tentu tahu alamat Istana Negara. Ya, bagaimana tidak, tinggal klik di internet, mudah kan. Tetapi apakah semudah itu dia bisa keluar-masuk Istana? Nah, inilah bukti kebodohan yang ketika diungkapkan, akan semakin menambah kemurkaan hatinya. Maka ya Allah, hancurkan kemurkaan dan kedengkian, serta kezhaliman itu dengan segala Kuasa dan Kehendak-Mu. Allahumma amin.

    Ya Allah ya Karim, jadikan semua celaan orang ini kepadaku sebagai kafarat penggugur dosa-dosaku. Ya Allah ya Aziz, janganlah tangan orang ini menambahkan celaannya, melainkan tambahkan kehancuran, kekalahan, keletihan, serta kehinaan kepadanya. Ya Allah datangkan kepadanya hukuman dari berbagai sisi, termasuk dari perkara orangtua, isteri, anak-anak, profesi atau bisnisnya. Janganlah Engkau jadikan orang ini merasa aman berjalan di atas bumi-Mu ya Azizul Jabbar Al Mutakabbir. Amin Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

    AMW.

  26. abisyakir berkata:

    @ aban…

    Aban berkata:
    Ya Allah, Engkau Lebih Tahu Siapa Yang Dzholim dan Terdzholimi
    Ya Allah, Engkau Lebih Tahu dari ku dan HambaMu yang Lain
    Ya Allah, Engkau Lebih Tahu Siapa yang Tersakiti Hatinya dalam setiap Aktivitas kami
    Ya Allah, Engkau Lebih Tahu klopun Saya Menyakiti Hanya 1 orang dan HambaMu telah menyakiti Ratusan Ribu Kader PKS yang merasa terdzholimi atas Ulahnya. Engkau Lebih Tahu atas Apa yang dan Akan terjadi Setelahnya. Tunjukkanlah keadilanMu Wahai Yang Maha Adil

    Jawab:

    Allahu Akbar, ya Allah ya Karim…

    Aku sudah menjawab apapun yang dia tanyakan. Kecuali apa-apa yang tidak perlu kujawab. Termasuk ketika aku dikritik soal Tifatul dan Amdocs, aku pun rela memperbaikinya. Termasuk ketika Ahmad Heriyawan atau Walikota Bandung mau memperbaiki jalan rusak di sektar Gedung Sate, aku pun mengakuinya. Tidaklah yang aku lakukan, melainkan menunaikan amar makruf nahi munkar, secara adil, sesuai kemampuanku.

    PKS adalah partai yang memakai nama Islam, memakai nama dakwah, sedangkan Islam milik universal kaum Muslimin sedunia. Kader PKS ratusan ribu, sementara kaum Muslimin saat ini miliaran jumlahnya. Mereka merasa telah bekerja keras memperjuangkan partainya, sementara ada puluhan atau ratusan juta kaum Muslimin yang memperjuangkan Islam, secara ikhlas, tidak mencari nama, tidak mencari kekuasaan. Mereka ikhlas dalam dakwah.

    PKS telah menjadi tulang punggung koalisi dengan SBY (Demokrat), padahal kita tahu Demokrat adalah lokomotif Neolib yang sangat menyengsarakan ratusan juta kaum Muslimin, setidaknya dalam 6 tahun terakhir. Bahkan goal dari Pemerintahan SBY ini adalah kehancuran Indonesia. Koalisi PKS adalah kemungkaran dan kebathilan yang nyata. Wajib bagi kaum Muslimin mengingkari koalisi mereka.

    Lalu aku dituduh oleh @ heran telah berbuat zhalim. Zhalim yang mana? Ya Allah aku berlindung kepada-Mu dari kezhaliman, sebab kezhaliman itu akan menjadi kegelapan di dunia-Akhirat. Amin. Tunjukkan sisi kezhalimanku, insya Allah akan aku perbaiki.

    Ya Allah, tunjukkanlah Keadilan-Mu. Ya Allah tunjukkanlah Keadilan-Mu dalam perselisihan antara diriku dengan @ heran ini. Ya Allah tunjukkanlah Keadilan-Mu. Ampuni aku jika telah berbuat zhalim, beri taufik kepadaku untuk memperbaiki urusanku. Jika benar-benar aku telah berbuat kezhaliman, sebagaimana petunjuk dari-Mu ya Allah, aku akan surut dari kritik-kritikku kepada kaum itu. Bisa jadi aku akan mencabut doa-doa burukku kepada orang ini.

    Ya Allah, tunjukkanlah Keadilan-Mu, tunjukkanlah Keadilan-Mu, tunjukkanlah Keadilan-Mu. Dengan rahmat dan hidayah-Mu ya Rabbi, aku rujuk kepada Keadilan yang Engkau tunjukkan. Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

    AMW.

  27. seno berkata:

    heran, nama kok heran ya , atau heran ni, kok heran ngga berani nyebutkan nama aslinya deh, apa heran itu ‘chicken’ ? jadinya heran saya…

  28. Anonim berkata:

    assalamualaikum wahai orang tua alias kaum menengah… hmmmmm begini yach…1 anda menyatakan persatuan, khawatir dengan perpecahan. ok lah kita bulat kan, persatuan, tapi disitu juga anda menyatakan kaum bawah yang hemat saya itu merupakan penilaian anda sendiri, terlalu egois anda, jika hanya mengandalkan kaum menangah dengan mengesampingkan kaum bawah itu artinya tidak bersatu lah ye…..hmmmmmmm indonesai jago merangkai kata tapi nol besaaaarrrr action nya….perkutut kali,,xixiixiii

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: