Humor: “Konggres Racun Bangsa”

WARNING: Jangan lihat kerasnya istilah yang dipakai! Tetapi lihatlah, mengapa istilah itu muncul? Dan untuk tujuan apa ia dimunculkan? …membela kepentingan Ummat yang sekian lama dizhalimi tiada henti. Unshur akhaka zhaliman au mazhluman! Mohon dimaklumi!

____________________________________________________________________________________________________

Di suatu negeri, sebutlah nama negeri itu Yabegitulahnesia, diadakan suatu konggres. Ini konggres istimewa, mungkin paling istimewa dalam sejarah acara seperti ini. Orang-orang yang hadir di konggres ini bukan orang sembarangan. Rata-rata mereka memiliki karakter, tugas, serta nama tersendiri. Nama yang mereka sandang mencerminkan missi hidupnya.

Waktu itu, sekitar pukul 2 sore, di gedung konggres semua peserta sudah datang. Konggres ini sedianya akan dibuka oleh seorang Menteri Oportunis, tapi dia berhalangan hadir. Karena pentingnya acara ini, sebuah Stasiun TV Beracun sengaja melakukan liputan langsung, minute to minute. Menurut rencana, konggres ini akan dipimpin oleh Antek Penjajah.

Karena pentingnya konggres ini, mari kita langsung mengikuti acara tersebut.

ANTEK PENJAJAH: “Salam sejahtera buat kita semua. Dan salam tidak sejahtera buat mereka yang ada di luar sana. Hari ini kita akan memulai acara penting, konggres strategis, untuk membicarakan masalah-masalah penting bangsa.”

JONGOS ASING: “Interupsi Pak Ketua. Maaf, saudara kita Anjing Neolib belum hadir. Kita tidak bisa memulai rapat ini kalau salah satu peserta tidak hadir. Semua harus lengkap. Itu sesuai dengan aturan perkumpulan no. 794, pasal 6B, butir 31H, juncto pasal 39 K, butir 506, jungto aturan peralihan no. 134, bab penjelasan, juncto rekomendasi DK PBB, pasal 61M, butir 12, jungto… (Peserta yang dijuluki Jongos Asing ini terus membacakan “juncto-juncto” sampai 5 halaman tersendiri. Semua dia sebutkan, termasuk UU Lalu Lintas, UU HAKI, UU Konservasi Hutan, dll.).

POLITISI BUSUK: “Sudahlah saudara Jongos Asing. Tak perlulah Anda memberi kuliah hukum semacam itu. Kita santai aja. Kalau saudara Anjing Neolib belum datang, ya oke kita tunggu saja. Begitu tho?”

KORUPTOR SEJATI: “Oke oke, aku setuju aja. Kalau acara ini ditunda, berarti aku boleh lakukan transaksi dulu ya? Boleh kan, boleh kan?”

MAHASISWA MEMBLE: “Jangan ditunda lagi, Pak Koruptor Sejati. Nanti malam, saya ada kuliah, di hotel bintang 5. Saya tak mau ketinggalan kuliah itu.”

MAKELAR BANGSA: “Halah, kuliah apaan wahai saudara Mahasiswa Memble? Masak kuliah malam hari, di hotel bintang 5 lagi.”

BANDIT SEKS: “He he he…saudara Makelar Bangsa ini pura-pura tidak tahu ya. Kuliah semacam itu sering dikenal sebagai ‘kuliah cinta’. Tahu kan maksud saya? Ya, anak-anak muda kita sekarang semakin pintar. Mereka lebih hebat dari kita-kita ini.”

KOLEKTOR GADIS: “Ho oh, ho oh. Tadi ada bicara-bicara soal cinta. Cinta apaan tuh? Boleh dong, bagi-bagi sama Om?” (Orang ini bicara sambil memain-mainkan mata nakalnya).

TOILET FREEMASONRY: “Interupsi Pak Ketua. Kita ini mau ngomongin apa sih? Sedari tadi ngomong gak karuan. Ayo fokus ke masalah pertama tadi!”

PENGAMAT AMORAL: “Ya, setuju dengan saudara Toilet Freemasonry. Sebaiknya kita fokus ke pembicaan semula. Menurut pakar organisasi sosial, Tom Hanks, aturan organisasi perlu dituruti secara konsisten.”

PRESENTER HINA: “Lho, Tom Hanks itu kan bintang film, bukan pakar organisasi sosial.”

CENTENG KOMPENI: “Saudara Presenter Hina, mungkin maksudnya itu Tom Hanks yang lain. Kan nama Tom Hanks banyak, ya seperti nama Budi, Iwan, Rudy, Agus, di kita.”

PARPOL MUNAFIK: “Sudah, sudah, tak usah diteruskan. Pembicaraan ini sudah terlalu jauh melenceng dari fokus semula. Bagaimana kalau kita bicarakan saja, tentang film terakhir yang dibintangi Jacky Chan. Itu lebih seru, sambil menunggu saudara Anjing Neolib datang.”

CENDEKIAWAN PALSU: “Katanya Jacky Chan sekarang terlibat skandal ya? Itu gossip yang saya dengar dari kawan. Kalau gak salah, Jacky ada main dengan seorang TKW asal Indonesia di Hongkong. Apa benar berita itu, Pak Antek Penjajah.”

ULAMA BAYARAN: “Maap, maap. Ane gak tahu banyak soal film ini. Ane ijin mau bobo dulu. Bismika Allahumma ahya…”

POLISI KONSPIRATOR: He he he… He he he… (Sejak awal pertemuan, Polisi Konspirator hanya bisa berkomentar he he he…he he he…tanda pengetahuan kurang).

CEWEK GATEL: “Interupsi Pak Ketua. Saya baru ditelepon saudara Anjing Neolib. Dia sudah sampai di lokasi muktamar. Katanya 15 menit lagi sampai disini. Terimakasih.”

KORUPTOR SEJATI: “Aduuh, tolong acara bisa ditunda sedikit lagi ya. Lagi tanggung, saya hampir saja menyelesaikan transaksi proyek dari pemda provinsi anu. Ini alot negosiasinya. Pihak kepala bagian di pemda minta macam-macam. Aku lagi tawar-menawar nih. Sorry ya, tolong ditunda dikit lagi, 20 menit lagi ya. Boleh ya, boleh ya?”

AKTIVIS BEJAT: “Dasar Koruptor Sejati. Bisa-bisanya dalam acara ini dia mengkorupsi waktu? Lebih baik kita diskusikan video Ariel-Luna saja. Menurut saya, video ini sebuah karya seni kebanggaan bangsa.”

MEDIA SAMPAH: “Soal video itu, ya sah-sah saja kan. Ini negara bebas! Semua orang boleh bicara apa saja. Tapi kalau FPI bicara, no way. Kita-kita saja yang boleh bicara.”

SOSIOLOG CABUL: “Ya, ya, ya. Saya lebih suka kita bicara soal video Ariel-Luna. Video itu, memberi semangat baru. Maklum, aku semakin tua, tubuhku sudah lemah, tulang-tulang serasa berbunyi terus. Orang tua macam beta ini, butuh kesegaran baru. Hua ha ha ha…” (Tidak ada satu pun yang tertawa, kecuali Sosiolog Cabul sendiri).

DOSEN NGERES: “Sejujurnya, saya suka dengan diskusi ini. Penuh keterbukaan. Hi hi hi… Hi hi hi…” (Dosen Ngeres terus tersenyum hi hi hi…tak henti-henti, sampai harus dilarikan ke rumah sakit, karena engsel tulang rahangnya copot).

PEMAKAN HUTAN: “Zzzzz…zzzz….zzzz…” (Rupanya, sejak awal Pemakan Hutan tidur pulas. Mungkin malam sebelumnya dia begadang nonton bola).

KONGLOMERAT HITAM: “Saya sangat menghargai kontribusi saudara Pemakan Hutan. Dia tidak banyak bicara. Sejak tadi dia terus produktif dalam tidurnya. Lihat nih, celana saya basah-basah kena iler dia.”

PENJARAH BLBI: “Ha ha ha…lucu juga. Mendingan saudara Konglomerat Hitam, Anda tampung iler-iler itu, lalu dibuat pabrik minuman alami. Bisa diekspor untuk mendatangkan devisa non migas.”

Ketika sedang ramainya pembicaraan ngalor-ngidul, tiba-tiba Anjing Neolib masuk ruangan. Dia langsung menempati kursi yang sudah disediakan, di dekat Mafia Hukum. Mafia Hukum sendiri tak banyak suara, sebab lagi sakit gigi.

ANJING NEOLIB: “Maaf, maaf saya telat datang. Semoga kawan-kawan tidak marah ya. Tadi itu, saya lagi diskusi dengan pejabat IMF dan utusan Bank Dunia. Ya biasalah, tentang pengurangan subsidi bensin, beras, pengurangan subsidi pupuk, pembatasan beasiswa, dll. Maaf, tadi makan banyak waktu.”

SENIMAN HEDONIS: “Saudara Anjing Neolib ini enak saja meminta maaf, padahal sudah merugikan semua orang disini. Kalau waktu menunggu itu gue pakai di rumah untuk membuat lukisan-lukisan telanjang, gedhe tuh untung  buat gue.”

TERORIS MORAL: “Nah, gitu dong, ada kejelasan. Sedari tadi ngomong tak jelas. Oke Pak Ketua, silakan mukmatar dilanjutkan. Saya sudah tak sabar nih.”

SEJARAWAN ISTANA: “Benar Pak Ketua. Buruan saja deh. Nanti malam saya dipanggil ke Istana. Biasa, untuk merumuskan sejarah-sejarah baru, sesuai titipan sponsor. Yang mau jadi sponsor untuk saat ini cukup banyak. Lumayan, buat nambah-nambah, beli kopi satu truk, beli gula satu kontainer, beli rokok satu mobil box penuh.”

MAKELAR KASUS: “Itu sih, bukan buat nambah-nambah Pak Sejarawan Istana. Itu sama saja mau bikin supermarket. Beli gula saja sampai satu kontainer.”

POLITISI BUSUK: “Setuju, 100 %. Mari kita lanjutkan acara konggres ini. Tapi soal film Jacky Chan tadi, jujur gue tertarik tuh. Dimana bisa dapat DVD bajakannya?”

ANTEK PENJAJAH: “Diaam! Diaam! Sudah, jangan ngomong film lagi. Kita fokus ke acara inti kita. Tolong saudari Cewek Gatel, minta panitia membawakan alat-alat yang sudah kita pesan untuk acara konggres ini. Segera laksanakan, waktu kita mepet banget!”

Segera saja, fasilitas utama acara itu didatangkan. Semua peserta konggres menghadapi meja masing-masing dengan alat-alat yang sudah disedikan.

ANTEK PENJAJAH: “Sebelum acara dimulai, tolong saudara Ulama Bayaran memimpin doa dulu.”

ULAMA BAYARAN: “Baik, kita mulai dengan doa: Allahumma inni a’udzubika minal khubutsi wal khabaits…”

Herannya semua peserta rapat mengamini doa itu dengan sangat khusyuk. Apalagi Si Toilet Freemasonry, dia mengucapkan amin sembari matanya terpejam, sangat fokus, tubuh agak bergetar, seperti seseorang mau mengeluarkan tenaga dalam.  Ulama Bayaran sendiri tak peduli. “Yang penting gue dibayar,” kata dia dalam hati.

ANTEK PENJAJAH: “Silakan saudara, silakan! Nikmati, nikmati. Jangan ragu, jangan segan. Masing-masing sudah mendapat jatah sesuai kontribusinya.”

Ternyata, yang disebut acara konggres itu hanyalah makan kambing guling bersama-sama. Kirain mau melakukan apa? Ternyata, cuma pesta kambing guling. Kalau tahu begitu, mengapa harus serius banget sejak awal tadi?

Namanya juga, Konggres Racun Bangsa. Ya isinya racun-racun kehidupan. Di mata mereka, kehidupan itu adalah syahwat mereka sendiri. Urusan rakyat tidak berharga sama sekali. “Hari gene bicara soal rakyat? Ngibul kale…” Begitu slogan yang selalu mereka ucapkan.

Dalam konggres itu, Anjing Neolib menjadi primadona. Namanya dibicarakan banyak orang. Lagi pula, acara itu memang disponsori oleh kapitalis-kapitalis internasional. []

Bumi Allah, 23 Ramadhan 1431 H.

— “atas kesedihan kita sebagai bangsa beradab”—

Iklan

7 Responses to Humor: “Konggres Racun Bangsa”

  1. Shadowlight berkata:

    Saya sudah terbawa alur muktamarnya, ealaahh, malah mung pesta kambing guling.Tapi saya pribadi sependapat, tak jauh dari itu, bukan hanya nyindir, malah sebenarnya dah nabrak dan nubruk. ntah yang ditabrak kerasa pa gak, atau malah ga’ peduli. ahh, kami hanya rakyat kecil yang harus susah payah buat beli nasi sayur plus lauk tahu tempe, apalagi wt bayar sekolah n kuliah anak-anak. kami berharap, semoga kita selamat dari Azab Yang Turun dari Langit kelak…

  2. taufiq berkata:

    yang saya fahami apa yg biasa keluar dari lisan itu adalah cerminan kepribadian orang itu sendiri..dan saya heran kok ustadz yg sudah menerbitkan sekian banyak buku islami mengeluarkan ucapan ucapan yg menurut saya tidak pantas apapun motifnya,mohon kiranya sebagai seorang ustadz antum lebih bijak dalam membuat tulisan, karena blog ini dibaca oleh banyak orang

  3. abisyakir berkata:

    @ taufiq…

    Akhi, saya tidak khawatir mengijinkan komentar Antum dimuat. Tidak khawatir, alhamdulillah.

    Memang dalam tulisan ini saya memakai kata-kata kasar untuk menyebut kaum pendosa yang tiada henti menzhalimi kehidupan kaum Muslimin di Indonesia ini. Selama ini, kita selalu TERTIPU oleh gambaran2 ideal yang dibuat media massa, tentang orang-orang tersebut. Maka, jangan lagi terus-terusan tertipu. Sekali waktu, kita harus berbicara apa-adanya tentang mereka, kaum-kaum munafik pembuat kerusakan di muka bumi.

    Kata-kata seperti ANJING NEOLIB, menurut bahasa kesantunan kita, jelas sangat kasar, sarkastik. Tetapi kalau Antum hayati, betapa kejinya kerja kaum Neolib yang menghancurkan kehidupan ratusan juta rakyat Indonesia, Antum insya Allah akan ikut berterimakasih atas munculnya istilah ini. Inilah cara praktis merendahkan martabat orang-orang zhalim yang selalu menyengsarakan kehidupan ratusan juta rakyat Indonesia.

    Ada kalanya, kita harus berbicara sangat jelas, tegas, tidak perlu ditutup-tutupi. Sebab orang-orang zhalim itu kerap berlindung di balik selera kesantunan kita. Kita ingin santun, malah mereka manfaatkan kesantunan itu untuk berbuat durjana sekehendak hati mereka.

    Sejauh yang Antum baca tentang tulisan ini, insya Allah tidak ada yang melanggar hak-hak masyarakat atau kaum yang baik, atau hak-hak kaum Muslimin. Yang dilanggar hanyalah hak-hak orang zhalim yang menganggap perbuatan menyengsarakan rakyat sebagai hobi dan kenikmatan. Allahumma amin.

    Semoga tulisan ini bisa masuk kategori, “mencegah kemungkaran dengan lisan”, Allahumma amin.

    AMW.

  4. abi naura berkata:

    hmmm….kalau cuman segitu sih belum begitu
    kasar usatadz? kamipun dibilang anjing neraka …lebih kasar khan ..ada yang lebih sarkasme lagi tuh …di blog sebelah / fakta…

  5. Grandong berkata:

    Dari seluruh profesi yang anda bubuhi predikat buruk (ulama bayaran, konglomerat hitam, sosiolog cabul, dsb) kenapa tidak ada profesi penulis. Bukankah tidak semua penulis baik seperti Anda ?

    Misalnya Penulis Generalis maksudnya penulis yang berpretensi untuk mengomentari segala hal meski secara dangkal (padahal ia merasa sudah mendalam). Dengan kata lain penulis yang tahu sedikit tentang banyak hal bukan tahu banyak (mendalam) tentang sedikit hal.

  6. Kasan Sutikno berkata:

    Kalau yang pantes tu kongres. Muktamar kesannya kearab-araban. Artinya anda hanya jeruk makan jeruk. Coba dibuat kongres. Konvensi juga. Atau sidang. Boleh juga seminar. Kasihan kalau muktamar. Kata mu’tamar memakai hamzah mim dan ro. Jadi diujung bisa ketemu amir yang notabene istilahnya ada di hadits. Muktamar kan usaha memilih amir, menentukan amar, dan membahas umuuronaa dunia wal akhiroh. Oke kalau kita lihat kongres amerika bahasa Arabnya muktamar el wilayaat el muttahidah. Tapi ini indonesia. Urf di indonesia muktamar beda nuansa dengan kongres. Kasihan kalau ini sekelas dengan parodi metrotv. Saya pinjam kata-kata grandong, ada saat generalis, ada saat spesialis. Jangan sampai muktamarnya makan bangkai saudara sendiri. Saya yang disinari matahari tersinggung

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: