Melepas Ramadhan Berlalu…

Setahun sudah kita menanti. Menanti hari demi hari, minggu berganti minggu, bulan demi bulan… hingga akhirnya kita berjumpa dengan bulan tercinta, Ramadhan.

Kini, kita berada di penghujung Ramadhan… berharap lagi, bisa berjumpa kekasih hati, Ramadhan Karim. Ya Allah ya Rahiim, kabulkan ya Allah, kabulkanlah… Kami selalu menantikan perjumpaan ini.

Bersama Mentari Terbit

Ramadhan datang dalam ritme putaran waktu, berganti siang-malam, saling bersusulan… Mentari dan bulan beredar, keduanya selalu dibicarakan saat menyambut Ramadhan, juga saat melepasnya pergi. Hidup melintas bersama putaran waktu, tanpa terasa usia kita semakin bertambah saja.

Melayari Liku-liku Kehidupan

Hidup ini diwarnai liku-liku, dinamika, seperti gelombang dengan naik-turunnya. Seperti berlayar di sungai, mengarungi lautan, tak ada yang tahu pasti, apakah pelayaran itu akan sampai? Atau tenggelam di tengah jalan? Ramadhan Karim mendidik jiwa manusia tegar menyikapi realitas hidup.

Jalan Tak Selalu Lurus

Kadang kita mendapati kenyataan berbeda. Jalan tak selalu mulus, lintasan tak selalu lurus, hiruk-pikuk manusia tak selalu menyertai. Apa mau dikata? Apabila itulah realitanya, kita mesti terus berjalan, menyusuri tujuan abadi, meraih ampunan dan rahmat Allah Ta’ala.

Batu Keras Menempa Tapak Kaki

Kerap kali manusia menjadi tangguh, bukan karena belaian mama, bukan karena suapan bibi, bukan karena kasur empuk yang menemani malam-malamnya. Manusia menjadi tangguh karena ditempa alam kehidupan, sehingga tapak kakinya merasakan kerasnya bebatuan, licinnya permukaan, sepinya perjalanan. Setelah mereguk nikmat Ramadhan, adakah KEBERANIAN itu tumbuh di hatimu, wahai Saudara nan dicinta?

Hidup Adalah Pilihan

Kenyataan hidup tak selalu enak. Seseorang kan berjumpa pilihan-pilihan. Bahkan setiap langkah hidupnya, selalu ada pilihan: Yes or no, right or left? Selalu kita diuji dengan pilihan-pilihan. Manusia gagal adalah yang selalu ragu untuk memilih, hanya karena takut kesulitan. Allah akan memberi para pemberani dengan karunia, sebab dia telah menerobos batas-batas ketakutan, demi meraih MAKNA berarti. Jadilah, pemberani!

Banyak yang Tidak Kita Tahu

Berjalanlah…penuh ketegaran laksana kstaria yang terluka, maju di medan tempur… Namun hatimu tetap TUNDUK kepada Kebesaran Ar Rahmaan. Di dunia ini engkau telah banyak tahu, tetapi lebih banyak lagi yang tak engkau tahu. Semakin bertambah ilmumu, semakin engkau tahu ketidak-tahuanmu.

Menuju Kampung Nan Indah

Jangan lelah tuk berusaha, jangan lelah tuk berkarya, jangan lelah tuk mengalami kelelahan. Isi hidupmu dengan prestasi! Isi hidupmu dengan goresan sejarah! Isi hidupmu dengan biografi yang kan menyenangkan hati para generasi nanti! Gantungkan syurga sebagai impianmu tertinggi! Kesana, kita kan terus berjalan…

Peradaban Berubah, Prinsip Hidup TETAP Kokoh

Dalam mana kita melayari hidup ini, segala realitas dan kondisi bisa berubah, tetapi prinsip TAUHID dan SYARIAT tidak boleh berubah. Chasing boleh berganti, hati tetap kokoh di atas PRINSIP ISLAMI.

Wa man yakfur bit thaghuti ya yu’min billahi faqad istamsaka bil ‘urwatil wutsqa lan fishama laha” (siapa yang mengingkari segala sesembahan selain Allah, dan dia beriman tauhid kepada Allah, maka dia benar-benar telah berpegang kepada tali agama Allah yang sangat kuat, selamanya tak akan putus).

Mengalirlah Saudaraku bersama aliran air kehidupan… namun hatimu tetap kokoh di atas TAUHID dan SYARIAT NABI. Inilah jalanmu, jalan Islam, jalan abadi hamba-hamba Allah Ar Rahiim.

Akhirnya, perkenankan kusampaikan ucapan:

Idul Fithri 1431 Hijriyah

SELAMAT IDUL FITHRI 1431 H. Taqabbalallah minn wa minkum. Minal ‘Aidina Wal Fa’izin, Kullu Aamin Wa Antum Bi Khair. Amin. Mohon Maaf Lahir Bathin!

Bandung, 28 Ramadhan 1431 H.

AM. Waskito & Family.

Iklan

11 Responses to Melepas Ramadhan Berlalu…

  1. waluyo ahadin berkata:

    Luar biasa ,sangat menyentu qolbu ustadz,..
    mohon mengutip untuk menasihati anak anak kami

    Wasalamualaikum Warahmatullah Wabarakkatuh.

  2. abisyakir berkata:

    @ Waluyo Ahadin…

    Terimakasih atas apresiasinya. Silakan dikutip selagi bermanfaat. Wa’alaikumsalam warahmatullahi wabarakaatuh.

    AMW.

  3. dudi berkata:

    Minal aidin Wal faidzin, Mohon maaf lahir batin, ustadz.
    Dudi & keluarga

    *Hampir satu tahun saya mengikuti tulisan ustadz. Semoga tulisan2 di blog ini selalu menjadi oasis dari simpang siur berita2 penuh propaganda di media nasional dan online.

  4. Tejo Sumarto berkata:

    Marilah bulan puasa yang tlah lalu kita jadikan cambuk untuk menjilid kepongahan kita agar tercapai sejahtera dunia dan akhirat. Trimakasih kepada pengelola blog yang dengan adil menyuarakan apa yang digaungkan selama ini, “Mari kita menuju kemenangan”. Bukan hanya puasa kemarin, tapi juga untuk hari esoknya semoga selalu Minal aidin wal faizin

  5. abisyakir berkata:

    @ Dudi…

    Sama-sama Mas, mohon maaf lahir bathin pula. Salam buat keluarga di rumah, semoga senantiasa dalam bimbingan ilmu, petunjuk, rahmat, dan pertolongan Allah selalu. Semoga kebaikan yang sama juga diberikan kepada pembaca2 budiman (Muslim) blog ini. Amin ya Mujib.

    AMW.

  6. andini berkata:

    Subhanalloh….maha besar Alloh yg menciptakan langit dan bumi beserta isinya….

  7. […] [o] Kala Kita Melepas Ramadhan Berlalu… […]

  8. Muchlis Nasrul berkata:

    Taqoballaloh minna waminkum

    Tulisan Ustz banyak menjadi referensi kami dalam memandang situasi dan kondisi kehidupan agama kita semoga Allah SWT memberikan barokah dan hidayah bagi keluarga Ustz salam dari lereng Arjuno

  9. Anonim berkata:

    subhanallah pesan tulisan yg sangat bagus menjadi pembelajaran bagi mereka yg berpikir

    minta izin dikutif sebagai penasehat diri dan mereka yg membcanya

  10. abisyakir berkata:

    @ Muchlis Nasrul…

    Taqabbal ya karim ya Akhi, ‘ala kulli a’malina wa a’malikum fi syahrir ramadhan wa ba’daha. Amin Allahumma amin, bagi kami juga Antum sekalian. Masya Allah, dari lereng Arjuno ya… Masya Allah. Gunung Arjuno dan Gunung Kawi itu seolah menjadi latar (background) kampung kami. Setiap waktu bisa melihatnya dari persawahan. Alhamdulillah. Salam hormat dan berkah untuk antum dan keluarga semua. Jazakumullah khair.

    AMW.

  11. Asiah berkata:

    Boleh di share gak ust.? Sangat menyentuh hati…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: