Kasus Jemaat HKBP: Sabar Wahai Ikhwah!

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Seperti sudah sama-sama kita ketahui. Pasca Idul Fithri 1431 H ini kita bicara tentang insiden “penusukan jemaat HKBP” di Ciketing Bekasi. Sebelum membaca lebih jauh, ada baiknya Anda baca dulu artikel muhasabah dari Al Ustadz Habib Riziq Shihab berikut ini: Ummat Islam Bekasi Vs HKBP.

Ya, kita semua telah tahu. Setiap ada peristiwa terorisme SBY akan buru-buru mengutuk pemuda-pemuda Islam, yang dia sebut sebagai biang onar dan mengganggu pembangunan. Sebaliknya, ketika ada kasus kecil yang merugikan kaum non Muslim, SBY akan segera pasang badan, menunjukkan kehebatan mantra-mantra pidatonya: “Tegakkan hukum! Jangan biarkan kekerasan berkuasa! Polisi harus usut tuntas! Tindak pelaku-pelaku kekerasan yang merugikan bangsa (baca: merugikan kekasih-kekasihku)!”

"Kita tidak mencari musuh. Tetapi bila musuh ada di depan mata, kita tidak boleh lari."

Memang lain ya, seseorang yang beriman kepada Allah Al Wahdah, pasti akan loyal kepada sesama kaum Mukminin. Itu pasti! Sekalipun orang-orang Mukmin itu menjadi bulan-bulanan media massa, tetap saja, iman yang lurus berbanding lurus dengan solidaritas kepada saudara Mukmin. “Innamal mu’minuna wal mu’minati ba’dhuhum auliya’u ba’dhin” (bahwasanya orang Mukmin laki-laki dan Mukmin wanita itu, sebagian mereka menjadi pelindung sebagian yang lain).

Beda dengan iman yang rusak, bahkan mungkin kekafiran yang sudah menguasai jiwa dan akal. Disana, solidaritas justru terbalik. Kepada wali-wali Allah keras mengutuk, sedangkan kepada wali-wali kekafiran justru memberikan peluk-cium, dengan segunung cinta. Ya begitulah, iman yang sudah rusak, orientasi hidup yang sesat, eksistensi diri yang telah menjadi pion-pion gerakan fasad di muka bumi. Na’udzubillah min dzalik.

Saya masih ingat dulu, di era Presiden Megawati, dengan Wakil Presiden Bapak Hamzah Haz -semoga Allah membalas kebaikannya kepada Ummat Islam, amin-. Di masa itu Bapak Hamzah Haz berani terang-terangan melindungi kepentingan Ummat Islam, meskipun ditekan oleh isu terorisme dari sana-sini. Insya Allah, disana ada jejak-jejak keimanan itu. Berbeda sekali dengan Indonesia ketika dipimpin Si Ono A dan Si Ono B itu.

Kembali ke masalah “penusukan jemaat HKBP”. Sebenarnya, masalah ini bisa dianggap sepele, bisa juga dianggap serius.

Kalau dianggap sepele. Lakukan saja pengusutan yang adil dan obyektif. Siapa yang salah, dari kedua belah pihak, tinggal ditangkap, diadili di pengadilan, diberi hukuman seperti yang diinginkan institusi hukum. Sudah selesai, begitu saja. Tidak usah dibawa kemana-mana.

Tetapi bisa juga dibawa ke ranah serius. Misalnya, seperti klaim orang-orang dari HKBP atau melalui media-media sekuler, yang menganggap kejadian itu sebagai Tragedi 12 September 2010.

Kalau usul saya, jemaat HKBP bisa membawa kasus itu ke DK PBB, agar ia disetujui sebagai TRAGEDI PEMBANTAIAN UMAT KRISTEN TERBESAR di dunia, selama-lamanya. Saya kira upaya itu bisa dicoba. Nanti ke anak-cucu kita perlu diajarkan, bahwa tanggal 12 September 2010, terjadi TRAGEDI KEMANUSIAAN atau sebut saja TRAGEDI PEMBANTAIAN besar-besar oleh pemuda Islam di Bekasi. Korbannya, dua orang terluka, dan sekarang sedang tahap penyembuhan. Bisa itu, kejadian tersebut diklaim lebih keji dari pembantaian Nazi Jerman, atau pembantaian Polpot di Vietnam.

Ya, namanya juga kedengkian orang-orang kafir. Apapun bisa mereka lakukan, demi memuaskan kedengkian di hatinya.

Kasus Ciketing bisa saja diklaim lebih hebat dari pembantaian Kristen atas kaum Muslimin di Ambon, Maluku Utara, pada 1999-2000 lalu. Bisa juga dianggap lebih hebat dari pembantaian Kristen atas Ummat Islam di Poso, pembantaian Katholik di Kupang, dan Tim-tim. Bisa dianggap lebih gila dari pembantaian LB Moerdani di Tanjung Priok, pembantaian Westerling di Sulawesi Selatan. Bahkan bisa dianggap lebih kejam dari penjajahan Protestan Belanda di Indonesia, selama 3,5 abad.

Bahkan kita bisa luaskan masalah ini ke fakta lain, seperti pembunuhan George Bush atas jutaan warga Irak dan Afghanitas. Pembantaian Katholik Serbia atas 50.000 warga Muslim Bosnia-Herzegovina. Bahkan bisa dibawa ke arah nostalgia Perang Salib di masa lalu. Bisa dibawa ke arah ini, kalau kita mau serius.

Shabar wahai ikhwah…

Ya, kita harus sabar. Sebab saat ini kita sedang diperangi oleh media-media massa, dan regim politik yang tidak pro Islam. Namanya juga diperangi, kita pasti disudutkan terus. Ya, itulah resikonya menjadi orang ISTIQAMAH di jalan Islam. Pasti kita akan selalu berbenturan dengan agen-agen kerusakan di muka bumi. Ya, wali Allah akan sangat sulit akur dengan wali-wali kekafiran.

Shabar wahai ikhwah…

Ada masanya, sesuatu yang sepele menjadi serius, insiden kecil menjadi arena Jihad Fi Sabilillah, jika Allah menghendakinya. Bila masa itu tiba, kita tak boleh lari ke belakang; sebaliknya, bila belum ada, kita juga tak perlu mengangan-angankannya. Seperti filosofi lebah, “Tidak mencari-cari musuh. Tetapi bila musuh sudah di depan mata, pantang lari ke belakang.”

Demi Allah, manakala momentum Jihad itu tiba, di bumi manapun yang Allah kehendaki, orang-orang yang paling banyak bicara saat ini, adalah mereka yang nanti akan bersembunyi di barisan paling belakang. Mereka berkomentar macam-macam, lebih karena alasan “mencari makan”.

Kaum Muslimin perlu waspada dan senantiasa menjalin komitmen kesatuan dengan sesama. Kita harus siap menghadapi kasus “jemaat HKBP” bila mau dibawa SEPELE; dan harus siap juga bila ia mau dibawa SERIUS.

Maklum, konflik antara Islam dan Protestan bukan saat ini saja. Kasus Ambon, Maluku Utara, Poso, Westerling, penjajahan Belanda, dll. berbicara banyak tentang fakta-fakta konflik itu. Intinya, Ummat Islam itu tidak bodoh kok… Kita sehari-hari dididik dengan Al Qur’an, mustahil akan menjadi kaum yang bodoh, mustahil sekali.

Maka shabarlah wahai ikhwah…sabar atas apapun resiko yang Antum terima di Jalan Allah. Ingat wahai ikhwah, inallah ma’as shabirin (Allah itu bersama orang-orang yang shabar).

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

AMW.

Iklan

11 Responses to Kasus Jemaat HKBP: Sabar Wahai Ikhwah!

  1. Amar Ma'ruf berkata:

    Sebelumnya saya ingin mengucapkan Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir & Bathin kepada Ustadz dan pengunjung setia blog Ustadz AMW yang proposional dan informatif ini.

    Ntah apa lagi yang akan terjadi kedepan. Bak air bah, ujian kepada kaum Muslimin ini melanda heboh.

    Mendengar berita dari judulnya tentang Pembelaan Kaum Muslimin terhadap pembangunan gereja, saya sudah bisa menebak latar belakang hal itu kenapa bisa terjadi dan pemberitaan demi pemberitaan yang muncul menyertainya turut meramaikannya.
    Sehingga saya mematikan tv atau saya berpindah keruang yang lain yang tidak bisa mendengar suara tv tersebut ketika salah satu keluarga saya tetap menikmati berita itu.

    Geram, pasrah, benci bercampur menjadi satu karena saya tidak mempunyai daya dan upaya untuk bisa berbuat tegas agar Umat Islam tidak di dzalimi di tengah ajaran minoritas yang tidak tahu malu.

    Kalaupun pemberitaan itu sampai kepada forum Pbb, saya malah berharap hal itu dapat segera bahkan kalau ada yang lebih tinggi lagi dari pada Pbb itu silahkan, agar kita bisa mendengar apa celotehannya yang keceplosan seperti saat pidato jeorge bush sesaat wtc runtuh dan kita bisa mengambil sikap, cuman ketika bush keceplosan mengatakan “perang suci”, umat Islam sedunia begitu naif pura-pura tidak tahu atau pura-pura tidak mendengar.

    Karena mereka sudah terang-terangan berbuat makar kepada Umat Islam. Seharusnya sudah saatnya kita melek, pemerintah menyusun kekuatan. Tapi…dasar pemerintah, sudah terlanjur silau dengan kemegahan kafir barat, Islam di lecehkan di depan matanya di abaikan.

    Agaknya ada satu benang merah yang bisa di tarik atau bisa di katakan konspirasi kafir, yakni antara kebijakan obama di new york amrik dengan kasus Ciketing Bekasi Indonesia.

    Di amrik, obama dengan tegas dan sangat bersebrangan dengan parlemen bahkan rakyat amrik sekalipun untuk mengeluarkan akebijakan kepada Umat Islam dan mempersilahkan Umat Islam yg cuma 1% di sana membangun Islamic Center di Groud Zero bekas gedung wtc yg di runtuhkan. Padahal kita tahu, Pemeluk Islam disana sangat kecil atau super minoritas.

    Sedangkan di Indonesia, hampir sama dengan hal minoritas di amrik. Kaum kafir memanfaatkan peluang itu (mungkin tidak bisa di katakan peluang tetapi peluang itu lahir secara sengaja dengan taktik praktis) untuk memperoleh hak yang sama dan disamakan dengan amrik. Logika kafir di Indonesia, kalau Islam minoritas di amrik di setujui pemerintah obama dalam pembangunan pusat Ibadah di antara mayoritas pemeluk kafir maka di Indonesia hal itu juga sah-sah saja dan pemerintah mesti mencontoh obama.

    Benar-benar jago si obama ini, mengalah dulu untuk menangguk hasil yang berkali lipat. Umat Islam masuk perangkap kafir obama. Di kira obama mulai berpihak ke Islam dan sesuai harapan buta segelintir pemimpin negeri kaum Muslimin sesaat kampanye obama menjadi pres amrik. Ternyata obama berhasil memasang bom waktu, bom kerusuhan, bom peneroran di segenap negeri kaum Muslimin khususnya pemeluk Islam mayoritas di negerinya tanpa menggunakan tangan, obeng, perkakas lainnya.

    NKRI adalah negara pemeluk Islam terbesar, akan sulit menghancurkannya dengan cara perang konvensional. Dengan pemikiran merubah strategi pelumpuhan Islam, mereka menginjeksi kerusuhan, peneroran seolah-olah Islam yg merusak persatuan dengan opini terencana bahwa dimana-mana ada kerusuhan pasti di sebabkan oleh Pemuda Islam dan Islam identik dengan sensivitas SARA yang mengancam persatuan. Oleh karena itu, dapatlah Indonesia di pecah belah sesuai keinginan lintah kafir barat.

    *Iwan Mnemonic Marwan*

  2. Amar Ma'ruf berkata:

    Assalamu’alaikum yaa Ustadz.

    Sebelumnya saya ingin mengucapkan Minal Aidin Walfaidzin, Mohon Maaf Lahir & Bathin kepada Ustadz dan pengunjung setia blog Ustadz AMW yang proposional dan informatif ini.

    Ntah apa lagi yang akan terjadi kedepan. Bak air bah, ujian kepada kaum Muslimin ini melanda heboh.

    Mendengar berita dari judulnya tentang Pembelaan Kaum Muslimin terhadap pembangunan gereja, saya sudah bisa menebak latar belakang hal itu kenapa bisa terjadi dan pemberitaan demi pemberitaan yang muncul menyertainya turut meramaikannya.
    Sehingga saya mematikan tv atau saya berpindah keruang yang lain yang tidak bisa mendengar suara tv tersebut ketika salah satu keluarga saya tetap menikmati berita itu.

    Geram, pasrah, benci bercampur menjadi satu karena saya tidak mempunyai daya dan upaya untuk bisa berbuat tegas agar Umat Islam tidak di dzalimi di tengah ajaran minoritas yang tidak tahu malu.

    Kalaupun pemberitaan itu sampai kepada forum Pbb, saya malah berharap hal itu dapat segera bahkan kalau ada yang lebih tinggi lagi dari pada Pbb itu silahkan, agar kita bisa mendengar apa celotehannya yang keceplosan seperti saat pidato jeorge bush sesaat wtc runtuh dan kita bisa mengambil sikap, cuman ketika bush keceplosan mengatakan “perang suci”, umat Islam sedunia begitu naif pura-pura tidak tahu atau pura-pura tidak mendengar.

    Karena mereka sudah terang-terangan berbuat makar kepada Umat Islam. Seharusnya sudah saatnya kita melek, pemerintah menyusun kekuatan. Tapi…dasar pemerintah, sudah terlanjur silau dengan kemegahan kafir barat, Islam di lecehkan di depan matanya di abaikan.

    Agaknya ada satu benang merah yang bisa di tarik atau bisa di katakan konspirasi kafir, yakni antara kebijakan obama di new york amrik dengan kasus Ciketing Bekasi Indonesia.

    Di amrik, obama dengan tegas dan sangat bersebrangan dengan parlemen bahkan rakyat amrik sekalipun untuk mengeluarkan akebijakan kepada Umat Islam dan mempersilahkan Umat Islam yg cuma 1% di sana membangun Islamic Center di Groud Zero bekas gedung wtc yg di runtuhkan. Padahal kita tahu, Pemeluk Islam disana sangat kecil atau super minoritas.

    Sedangkan di Indonesia, hampir sama dengan hal minoritas di amrik. Kaum kafir memanfaatkan peluang itu (mungkin tidak bisa di katakan peluang tetapi peluang itu lahir secara sengaja dengan taktik praktis) untuk memperoleh hak yang sama dan disamakan dengan amrik. Logika kafir di Indonesia, kalau Islam minoritas di amrik di setujui pemerintah obama dalam pembangunan pusat Ibadah di antara mayoritas pemeluk kafir maka di Indonesia hal itu juga sah-sah saja dan pemerintah mesti mencontoh obama.

    Benar-benar jago si obama ini, mengalah dulu untuk menangguk hasil yang berkali lipat. Umat Islam masuk perangkap kafir obama. Di kira obama mulai berpihak ke Islam dan sesuai harapan buta segelintir pemimpin negeri kaum Muslimin sesaat kampanye obama menjadi pres amrik. Ternyata obama berhasil memasang bom waktu, bom kerusuhan, bom peneroran di segenap negeri kaum Muslimin khususnya pemeluk Islam mayoritas di negerinya tanpa menggunakan tangan, obeng, perkakas lainnya.

    NKRI adalah negara pemeluk Islam terbesar, akan sulit menghancurkannya dengan cara perang konvensional. Dengan pemikiran merubah strategi pelumpuhan Islam, mereka menginjeksi kerusuhan, peneroran seolah-olah Islam yg merusak persatuan dengan opini terencana bahwa dimana-mana ada kerusuhan pasti di sebabkan oleh Pemuda Islam dan Islam identik dengan sensivitas SARA yang mengancam persatuan. Oleh karena itu, dapatlah Indonesia di pecah belah sesuai keinginan lintah kafir barat.

    *Iwan Mnemonic Marwan*

  3. Amar Ma'ruf berkata:

    Menyimpak tulisan di bagian 4 paragraf akhir, semoga saya dan saudara2 se Islam tidak termasuk golongan orang2 yang munafik dan lari tunggang langgang ke belakang untuk bersembunyi ketika arena Jihad Fi Sabilillah berada di depan mata, di sekitar saya dan sdr/i yang lain.

    Semoga saya dan sdr/i se Islam Istiqamah dalam 1 golongan yg di terima di antara 72 golongan yg mengaku ber Islam. Amin ya Rabbal A’lamin.

    Tolong coment saya yg ke 1 di hapus saja Ustadz, berhubung sinyal di kampung saya jelek.

    *Iwan M. Marwan*

  4. Zuraid Barahima berkata:

    Allahu Akbar..Allahu Akbar.., hati-hati saudaraku kaum muslimin, sesungguhnya mereka akan berusaha dengan berbagai cara untuk memancing amarah kita.., Rapatkan Barisan

  5. Amar Ma'ruf berkata:

    Citra buruk yg mana..? Apa Islam buruk citranya gara2 Teroris? Apa Islam jelek tabiatnya gara2 penegakan Nahi Munkar oleh Ormas?

    Anda masih berada di lingkup mind set liberal, ternoda sepilis, peragu dengan ke Istiqamahan.

    Saya tidak malu dengan Islam dan citranya sekarang, bukankah Citra Islam di mata kaum kafir, musuh Islam selalu buruk dan jelek? Jangan berusaha membahas dan menyamakan soal citra Islam seperti usaha untuk menaikkan citra seorang pejabat yg telah terbongkar secuil boroknya. Islam sudah jelas, tdk perlu pencitraan, yg perlu buat kita adalah Istiqamah dalam membela, mempertahankan Din Islam sambil memerangi musuh-musuh Islam yg sekarang sudah terang benderang api permusuhannya.

    Genderang perang telah di tabuh sendiri oleh mereka (musuh Islam spt kafir laknat, munafik liberal, dll), dan kita jangan menutup pintu rumah, pintu jendela rapat-rapat kemudian sembunyi di bawah tempat tidur melainkan kita harus memberi pelajaran buat mereka agar jangan lagi sekali-kali mereka berbuat yg sama dengan cara apapun.

  6. A Wild berkata:

    Menurut Dr. Yusuf Qaradhawi, muslim dan non muslim bisa berdampingan dengan baik. Bahkan ketika para rahib israel mengunjungi beliau, keluarlah statement bahwa boleh membangun sinagog di negeri berpenduduk mayoritas muslim. Pernyataan beliau dikutip dan dilansir media Timteng dan barat kemudian di copast dan ditranslate media lokal kita yang latah. Tak berapa lama setelah itu SBY sowan ke beliau. Tak berapa lama setelah itu isu al Aqsa menyeruak. Hizbullah dan Hasan Nasrullah ngamuk. Di iraq, Muqtada el Sadr kewalahan. Trus di Indonesia aliran sesat silih berganti. Kini, jual beli Ground Zero dan HKBP. Kini, kita bisa ngopi sambil asik ngerumpi kebobrokan sesama. Duh, saya baca postingan orang-orang Maroko, Aljazair, Yordan, sampai Palestina di facebook, apa kata mereka? Kita lebaran dengan kopi, susu, nyanyian, happy happy, tapi banyak tak sadar lagi apa anak2 Gaza? Lalu ada yang memiriskan lagi. Sindiran dari para wanita korban Gaza kepada orang di negeri lainnya, in lam takun dzi?ban akalatka adzi?aab, “jika kau tak menjadi srigala niscaya grobolan srigala memangsamu,”

  7. Kasan Sutikno berkata:

    Kami adalah maniak blog ini. Kami rasa mas marwan itu pemilik asli yang golongannya dibajak mas heran. Tapi saya salut analisa tentang logika jual beli HKBP yang setali tiga uang. Tolong ya dianalisa betapa gagalnya tarbiyah ummat ini. Banyak sliwar sliwer ngaji dari nyorog seorang hingga sejuta ummat tapi darah segar amar maruf nahi munkar belum mengalir. Malah yang ngalir pada busuk. Tentu ada yang salah karena visi misi dakwah yang setara S3 terkontaminasi disorientasi. Belum lagi upaya khilafah tidak didukung pendidikan fiqih komprehensif di kurikulum sekolah. Lihat saja anak SMA untuk soal cerita ngitungnya transaksi bunga konvensional. Yang syariah cuman ada di brosur BMT. Lha kalau di aqidah, lihat anak SMA kalau ujian diajari menunggu keajaiban. Tangan guru bertindak diharapkan. Sampe tangan jin juga tuh. Padahal mereka harus syukur diberi otak dengan belajar giat. E eee hari-harinya diisi demo hedonis sih. Ya wajar ketika ada tangan trampil bisa membuat keajaiban berdasar mengakali SKB. Logika hitung mayor minor pemeluk di mas marwan itu kan ajaib to? 1% lawan 99% logisnya kalah rek. Tapi Obama meraih hampir 15 kali lipat di HKBP. Kasih makan pion dapet ster. Jan Obama bener-bener pinter. Makan apa sih dia? Setau saya waktu di Jawa Tengah dia juga makan gaplek sama seperti orang kita. Jan nggaplei tenan arek iki

  8. aku juga heran berkata:

    islam dihina santai aja, tapi giliran partai / tokoh partainya dikritik ngamuk ruarr biasa. wakaka… salam ukhuwah stad.

  9. abisyakir berkata:

    @ Amar Makruf…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Sama-sama Akhi, taqabbalallah minna wa minkum, kulla a’malana wa a’malukum fi Ramadhan wa kulla syahrin. Amin.

    Afwan, baru sekarang blog dibuka. Maklum lagi “siaga Idul Fithri”. Mohon dimaklumi.

    Oh ya, @ heran rupanya masih senang singgah ke blog yang dia sebut sampah ini. Ya sudahlah, biarkan saja apapun yang dia tulis. Yang penting, @ heran ini dianggap “tidak ada”. Atau semisal virus yang mudah disembuhkan dengan Smadav. Biarkan saja dia menulis apa saja. Wong, orang ini sudah terjerumus fitnah. Na’udzubillah min dzalik. Dia tak akan berhenti, sebelum kekuatannya dicabut oleh Allah Ta’ala. Sudahlah, saya serahkan saja pada-Nya.

    Kepada pengunjung blog ini, harap maklum dengan keadaan ini. Mohon maklum saja ya. Semoga semua ketidak-nyamanan ini menjadi kaffarat penggugur dosa bagi kita semua. Allahumma amin. Terimakasih. Wassalamu’alaikum warahmatullah wa barakaatuh.

    AMW.

  10. abisyakir berkata:

    @ Kasan Sutikno…

    Mas, terimkasih atas masukannya soal “muktamar racun bangsa”. Insya Allah sudah saya perbaiki, alhamdulillah. Matur nuwun sekali ya, jazakumullah khairan katsira. Insya Allah, segala yang manfaat dan berarti bagi Ummat, akan kita apresiasi. Alhamdulillah dengan nikmat Islam dan kepedulian Ummat. Matur nuwun yo.

    AMW.

  11. yogi berkata:

    Artikel yang menarik. Menurut FPI, di Rakyat Merdeka online sempat dimuat suara pembaca dari warga Mustika Jaya. Tapi tak lama, laman itu dihapus. Alhamdulillah, FPI sempat menyimpan arsipnya di http://www.fpi.or.id.

    Jangankan dengan warga Mustika Jaya, sesama HKBP saja berebut gereja di Bandung, sampai pukul-pukulan. Sudah ditawari lokasi baru oleh Pemda Bekasi malah ditolak. Hemat saya, isu “sulit pendirian tempat beribadah” dibuat-buat. Tapi mereka sendiri yang mempersulit, mengumbar-umbar “hak minoritas”.

    Saya bersyukur ada organisasi yang mau pasang badan untuk ummat Islam. Semoga Allah membalas kebajikan mereka dan senantiasa melindungi mereka dari fitnah. Tanpa mereka, umat Islam hanya akan menjadi bulan-bulanan kaum liberalis, pluralis, sekuler, dan minoritas, yang telah menguasai media dan licik dalam membangun opini publik. Umat Islam yang peduli dengan Islam dan Muslim tidak bisa berharap dari pemimpin saat ini, dari wakil-wakil mereka di DPR, dari banyak organisasi resmi yang hanya bisa menggunakan lidah dalam menghentikan kemungkaran, padahalnya massa yang diklaimnya lebih banyak dari FPI, dengan partai Islam yang takut kehilangan suara.

    Allahu musta`an.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: