Kok Jadi Menghina Islam?

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sejak lama kita telah mengingatkan Ummat Islam bahaya aksi-aksi Densus 88. Hal ini sudah diingatkan berkali-kali, di berbagai media, termasuk di blog ini. Densus 88 sudah benar-benar membabi-buta dalam menjalankan wewenangnya untuk memberantas terorisme.

Bukan berarti kita tidak setuju dengan pemberantasan pelaku teror yang membuat onar di tengah masyarakat. Tetapi masalahnya: SATU, isu terorisme itu sendiri penuh rekayasa, bukan seperti kejadian teror yang benar-benar murni teror. DUA, banyak orang yang tidak bersalah, tidak tahu-menahu, atau baru sebatas dicurigai, telah menjadi korban pemberantasan terorisme yang membabi-buta. Pelaku terornya sendiri tetap aman, sementara kaum Muslim yang tidak berdosa menjadi korban.

Densus 88: “Membunuhi Orang Shalat, dengan Biaya APBN.”

TIGA, pemberantasan terorisme ini telah ditunggangi oleh semangat kebencian terhadap Islam, oleh sekumpulan anggota Polri dari unsur non Muslim, yang diasuh oleh Gorries Mere, selaku Ketua BNN. Menurut FUI, di tubuh Polri ada sebuah kelompok kecil beranggota 40-an orang, non Muslim semua, yang kerap beraksi membunuhi pemuda-pemuda Islam yang belum jelas kesalahannya di mata hukum. Pasukan itu kerap berlindung di balik nama Densus 88 untuk menghancurkan kehidupan pemuda-pemuda Islam tak bersalah dan keluarga mereka.

Kini terjadilah apa yang terjadi… Densus 88 dengan dukungan penuh Polri, mereka menembaki manusia yang sedang Shalat Maghrib. Katanya, orang-orang itu sedang memegang senjata, sedang hendak menyerang aparat keamanan. Padahal mereka ditembaki saat Shalat Maghrib di rumah. Betapa kejinya pernyataan -manusia terkutuk- Bambang Hendarso yang memfitnah manusia-manusia itu. Bahkan Yuki Wantoro, yang tidak tahu apa-apa tentang Perampokan Bank CIMB ikut difitnah juga, dan terbunuh disana. Masya Allah, mana lagi ada kebiadaban yang lebih keji dari itu? (Maka tidak berlebihan jika dikatakan, banyak dari pejabat-pejabat negara kita selama ini, bukan merupakan golongan manusia, tetapi golongan syaitan yang keji).

Sebenarnya, saat Densus 88 menangkap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir di Banjar ketika itu, memecahkan mobil, membekuk sopir dan laki-laki dalam mobil itu, menangkap kaum wanita, bahwa menghardik Ustadz Abu Bakar dengan ucapan, “Kutembak kamu!” Ini adalah pelecehan, penghinaan, penistaan besar terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Dan kini terjadi lagi penistaan yang lebih biadab. Orang-orang sedang shalat ditembaki, beberapa dibunuh. Ustadz Khairul Ghazali dibatalkan shalatnya, lalu dijatuhkan, dan diinjak-injak pula. Allahu Akbar, mana lagi kezhaliman yang lebih besar dari kekejian manusia-manusia syaitan ini? Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar!

Wahai kaum Muslimin, kami sudah lama mengingatkan Anda akan masalah ini. Sudah sering kami mengingatkan Anda, termasuk kami tidak peduli dengan nasib kami sendiri. Kami ingatkan bahaya besar kesewenang-wenangan seperti ini. Tetapi Anda sepertinya hanya menganggap biasa-biasa saja.

Al Qur’an dihina oleh Gusdur, Anda diam. Dakwah dan aktivis Islam terus-menerus difitnah oleh Kapolri dan jajarannya, Anda juga diam. Ustadz Ba’asyir ditangkap dengan cara-cara yang keji, Anda diam. Kini Densus 88 menyerang orang sedang shalat, -saya yakin- Anda pun akan diam kembali.

Lalu bagaimana nanti kalau ada yang menginjak-injak Al Qur’an? Bagaimana nanti kalau Nabi Saw dihinakan serendah-rendahnya? Bagaimana kalau ribuan Muslim dimurtadkan? Bagaimana kalau kekayaan kaum Muslimin di negeri ini terus dibawa ke luar negeri? Bagaimana kalau negerimu dihancurkan oleh koruptor-koruptor kelas kakap yang membawa kabur triliunan rupiah uang rakyat? Bagaimana kalau ribuan nasib saudari-saudarimu dilecehkan, dihina, dihukum mati, diperkosa di luar negeri? Anda pun -saya yakin- akan diam juga.

Kalau begitu, apa artinya Anda disebut sebagai Muslim? Apakah Islam sama sekali tidak berharga di mata Anda? Apakah yang paling penting dalam hidup ini adalah pekerjaan, gaji, karier, bisnis, title akademik, popularitas, hubungan seksual dengan wanita, punya anak lucu-lucu, punya aset banyak, diwawancarai media-media massa, terkenal di mata ibu-ibu dan kaum wanita? Apakah yang seperti itu yang Anda anggap paling penting dalam hidup ini? Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah.

Kita harus punya rasa malu, wahai Saudaraku! Kita harus punya rasa malu. Malu-lah hidup bemandi kesenangan, sementara keimanan Anda sangat tipis, rasa pembelaan Anda kepada Islam sangat krisis, rasa solidaritas Anda kepada sesama Muslim sangat kecil. Malu-lah, malu-lah, malu-lah, malu-lah, malu-lah…

Rasulullah Saw mengatakan, “Unshur akhaka zha-liman au mazh-luman” (tolonglah saudaramu yang zhalim dan terzhalimi). Maksud menolong saudara yang zhalim, ialah mencegah dia dari perbuatan zhalim itu.

Densus 88 atau Polri selama ini telah amat sangat sering menzhalimi pemuda-pemuda Islam. Begitu enaknya mereka menuduh orang lain sebagai teroris, atas dasar persepsi sendiri, atas dasar segala bentuk rekayasa. Tidak terhitung, betapa banyaknya keluarga Muslim, isteri-isteri, dan anak-anak mereka teraniaya karena tuduhan sebagai bagian komplotan teroris. Tetapi kita sendiri selama ini tidak ada niatan untuk menghentikan semua kezhaliman itu. Kita biarkan saja selama ini Densus 88, Bambang Hendarso -semoga Allah melaknat dia dan keluarganya-, Polri, TVOne dan MetroTV, terus-menerus menzhalimi kita semua. Betapa banyak orang-orang tak bersalah menjadi korban semua rekayasa terorisme ini.

Di Amerika sendiri, yang disebut sebagai boss-nya perang anti terorisme, mereka sudah mengendurkan ketegangan seputar isu terorisme ini. Padahal mereka telah kehilangan WTC, ribuan manusia tewas, miliaran dollar aset ekonomi hancur (yang tentu saja, peledakan WTC itu bukan dilakukan oleh Usamah Cs). Sedangkan di Indonesia, isu terorisme menjadi “penyakit menular” yang tidak sembuh-sembuh sejak lama.

Kita harus berusaha mengakhiri semua kezhaliman ini. Jangan lagi ada kaum Muslimin yang teraniaya secara sewenang-wenang. Rasulullah Saw mengingatkan, “Fattaqu zhulma, fa inna zhulma zhulumatun fid dunya wal akhirah” (takutlah kalian akan kezhaliman, sebab kezhaliman itu merupakan kegelapan di dunia dan akhirat). Kurang lebih seperti itu kata Nabi (mohon maaf bila ada lafadz yang tidak tepat).

Kalau sekarang anak buah Gorries Mere bisa membunuhi manusia saat sedang shalat. Suatu saat, mereka akan menembaki orang-orang yang sedang shalat jamaah di masjid. Suatu saat, mereka akan memerangi Islam dan kaum Muslimin, atas nama “perang melawan terorisme”. Adapun orang-orang terlaknat seperti Bambang Hendarso dan sejenisnya, mereka akan sangat mudah mencarikan dalil untuk melegalkan perang atas Islam ini. Mereka akan mencari dalil-dalil agar pemuda-pemuda bisa terus diperangi, dengan biaya APBN.

Aku telah mengingatkanmu, wahai Saudaraku! Inilah sebatas tanggung-jawab yang mampu kupikul. Selebihnya adalah tanggung-jawab Anda sendiri sebagai seorang Muslim yang masih menghargai agamanya. Bila agama itu sudah tak berharga di mata Anda, silakan lakukan apapun yang Anda sukai!

Ya Allah, ya Rahiim, ya Aziz, ya Ghafurr…kasihilah kami, sayangilah kami, sayangilah Ummat Muhammad ini. Bila Engkau tidak menolong kami dalam menolak kezhaliman manusia-manusia berhati syaitan, tentulah kami akan semakin tercerai-berai, agama-Mu semakin ternista, pemuda-pemuda kami akan terus teraniaya, wanita-wanita kami dan anak-anak kami, akan terus dicekam ketakutan, orangtua-orangtua kami akan menangis tidak berdaya. Ya Rahiim ya Aziz, tolonglah kami ya Allah, lindungi kami ya Mannan, belalah kami ya Jabbar.

Amin Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Joinus)

Iklan

27 Responses to Kok Jadi Menghina Islam?

  1. Uni Milda berkata:

    Bagaimana status pasukan densus 88, Bambang Hendarso Danuri, SBY,…apakah halal darahnya…Pak Ustad ??

  2. Pangeran Diponegoro berkata:

    ya Allah….
    Allahu Akbar…selamatkanlah bangsa ini ya Allah…

  3. pertama berkata:

    assalaamu alaikum ustadz..
    bagaimana ustadz begitu yakin kalo yang meledakkan WTC itu bukan bin laden cs? mohon penjelasaanya, sementara banyak tulisan dari mujahidin menyebutkan bahwa merekalah yang melakukannya. demikian terima kasih..
    (yang tentu saja, peledakan WTC itu bukan dilakukan oleh Usamah Cs)

  4. abisyakir berkata:

    @ Uni Milda…

    Wallahu A’lam Ukhti, saya tidak memiliki kapasitas untuk menjawab pertanyaan Ukhti. Itu pertanyaan klas berat, bagi saya. Wallahu A’lam, saya tidak bisa menjawabnya.

    Tetapi yang dimaksud mencegah kezhaliman mereka, kita bisa melakukan upaya-upaya legal yang memungkinkan, agar kezhaliman itu tidak terjadi lagi, agar pemuda-pemuda Islam dan keluarga mereka, para ustadz, para kyai, dan siapapun yang tidak bersalah dari Ummat ini, tidak dijadikan bulan-bulanan lagi oleh Densus 88. Berbagai tekanan layak kita lakukan, untuk menghentikan pembunuhan Ummat secara sewenang-wenang ini.

    Semoga bisa dipahami.

    AMW.

  5. abisyakir berkata:

    @ Pertama…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Bukan Akhi, demi Allah, saya meyakinkan Antum, peledakan WTC itu bukan oleh Usamah Cs. Semua itu dilakukan oleh Pemerintah AS sendiri, untuk mencari alasan guna menyerang kaum Muslimin di seluruh dunia. Banyak studi kritis telah dibahas dalam masalah ini. Salah satunya, yang layak Anda baca, ialah tema WTC yang dibahas oleh redaksi eramuslim.com, dalam serial Reader Digest-nya.

    Kalau ada mujahidin yang mengklaim peledakan itu, kemungkinannya: Mereka tidak tahu ilmu; mereka tidak jujur dalam klaim-nya; atau mereka merasa diuntungkan oleh propaganda peledakan WTC itu. Cara membantahnya mudah saja: “Kalau memang para mujahidin itu mampu meledakkan WTC, berarti mereka mampu meledakkan gedung-gedung lain yang lebih kecil, lebih murah, lebih dekat dengan lokasi mereka, dan sebagainya. Terbukti, setelah WTC 2001, para mujahidin itu tak mampu meledakkan gedung penting apapun. Meskipun gedung itu ada di Irak, di Pakistan, di Afghanistan.” Itu hujjah meyakinkan yang akan membantah ketidak-jujuran mereka.

    Mengapa gedung WTC disebut diledakkan sendiri oleh Pemerintah Amerika, bukan oleh Usamah Cs?

    Alasannya begini wahai saudaraku:

    ==> WTC itu gedung yang hebat, konstruksinya sangat kuat. Betapa tidak, WTC adalah maskot kota New York. Tidak mungkin gedung itu dibangun asal-asalan. Andaikan gedung WTC ditabrak 10 pesawat Air Bus dari segala arah secara bersamaan, belum tentu ia akan hancur berkeping-keping.

    ==> Benturan oleh pesawat atau rudal atau bom, tidak pernah menghancurkan suatu gedung pencakar langit dalam waktu hanya beberapa menit saja. Para ahli sipil/konstruksi mereka sudah berhitung-hitung sangat teliti untuk membuat gedung yang tahan terhadap benturan2 seperti itu. Realita hancurnya WTC hanya dalam waktu beberapa menit, adalah fakta yang sangat menakjubkan. Betapa bodoh para pembangun WTC jika ternyata gedung mereka bisa hancur hanya dengan “ditiup angin” seperti itu. Ini adalah pembodohan yang nyata.

    ==> Hancurnya gedung besar dalam waktu hanya beberapa saat saja, hal itu tak akan pernah terjadi, melainkan hanya dengan PELEDAKAN SECARA TERKENDALI. Teknik peledakan seperti itu biasa dilakukan untuk menghancurkan gedung2 tinggi di kawasan yang padat gedung-gedung. Jadi bentuk kehancurannya “jatuh ke bawah”, bukan “tersapu ke samping”. Caranya, di sebuah deretan gedung itu telah dipasang bom-bom secara melingkar mengelilingi dinding-dinding gedung tsb. Lalu bom itu diledakkan secara bersamaan, sehingga putuslah satu lantai gendung itu. Ketika satu lantai terputus, maka material di atasnya akan jatuh menimpa lantai-lantai di bawahnya. Maka terjadilah seperti ledakan WTC itu.

    ==> Dari banyak film dokumentasi bisa dilihat, ada peledakan bom tersebut. Itu terlihat dari asap putih yang keluar mengelilingi satu lantai gedung tersebut. Itu ada dan terlihat dalam dokumentasi film WTC. Hanya saja, bom itu diledakkan ketika sudah tersebar asap hitam dari bahan bakar pesawat. Bom diledakkan di balik kepulan asap hitam. Ini cara-cara licik belaka.

    Semoga Antum memahami, dan semoga para mujahidin itu lebih jujur dalam komitmen jihadnya. Salam hormat untuk para mujahidin Islam di seluruh penjuru dunia. Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

    AMW.

  6. eko berkata:

    saya juga yakin tragedi WTC 9/11 2001 itu dilakukan george bulshit dkk
    ini buktinya

    coba dibaca dan ditonton baik2

    http://www.ae911truth.org/
    http://www.myspace.com/unclesam9112001

  7. Amar Ma'ruf berkata:

    Di depan masyarakat Indonesia ketika Ustad Ba’asyir di dzalimi oleh densus 88 yg tersiar di 2 televisi pemupuk opini barat secara live berulang-ulang, kita bisa melihat dimana seorang yang tua (Ustadz Ba’asyir) di tangkap dengan cara sangat kasar, penuh kebencian, di maki, dan di ancam. Itu yg kita tampak.

    Bagaimana dengan yg tidak tampak, ya..seperti pembunuhan saudara kita yg sedang Sholat dan pemuda pemudi Islam lainnya. Apakah rakyat khususnya umat Islam mempercayai apa yg di sampaikan bambang hendarso danuri di media pers?

    Kenyataannya, rakyat khususnya sesama Islam cukup banyak yg termakan pernyataan-pernyataan dan opini kapolri bhd dan pejabat pemusnah Islam lainnya, bahkan pemimpin organisasi Islam sebut saja PBNU memberi pernyataan “apa yg di lakukan densus 88 yg menembak ‘teroris’ yg sedang Shalat adalah wajar”.
    Mana buktinya? Yang katanya Rakyat kita udah pintar-pintar?
    Kok, tidak dapat menganalisa semua pemberitaan-pemberitaan yg tersiar, terbaca dan terdengar? Kok, tidak dapat mengkritisinya dengan kepintarannya?

    Yang benar rakyat (sdr/i) kita ini tidak hobi membaca, rakyat (sdr/i) kita ini malas belajar, rakyat (sdr/i) kita ini pelupa, tapi rakyat (sdr/i) kita ini punya rasa kasihan yg tinggi, punya rasa simpatik yg tinggi.

    Karenanya, semua itu dapat di manfaatkan oleh orang yg ambisius menjadi penguasa. Berbekal itu, cuma sby si penipulah yg pinter memanfaatkan itu. Ketika lawannya memakai cara-cara jadul, si sby pengkhianat ini memakai sosial enginering image pencitraan.

    Karena itu juga opini, kehendak, tujuan kafir zionis laknatullah lancar di tangan si sby utk melaksanakan program “perang tehadap ‘teroris’, jelasnya Islam”, “memburu ‘teroris’, jelasnya Islam”.
    Rakyat bunuh diri dengan cara memakai racun sby yg dipilihnya sebagai alat yg di anggap cukup ampuh.

    Lihat tuh…Rakyat yg katanya pinter-pinter, sudah cerdas rame-rame bergabung di group facebook “1000000000 mendukung anti teroris oleh densus 88”. Astaghfirullah, apakah Rakyat benar-benar tidak tahu? Teroris siapa ‘teroris’? Bukankah dunia barat selama ini selalu memakai standar ganda dalam banyak hal untuk kepentingan mereka? Ya…hal demokrasi, liberal, politik, hingga teroris?

    Akhirnya…kita semua memang harus bersabar, bertawakal, Istiqamah untuk menghadapi semua pendzaliman, fitnah yg terjadi di depan mata kita bulat-bulat.

    “Allahumma inni audzubika min adzabi jahanama Wamin adzabil qabri Wamin fithnatil mahya walmamati Wamin syarri fithnatil masyihid dajjal”

    = IMM =

  8. Sarungan berkata:

    Terbukti! Terbukti densus 88 berhasil, berhasil memprovokasi umat islam Indonesia untuk masuk dalam perangkap “War on Terorism” ala Amerika.
    Bom bunuh diri di kalimalang adalah akibat dari tindakan densus 88 yang sudah melampaui batas kesabaran umat Islam.
    Masyarakat ini sudah banyak yang stress dan geram melihat tingkah polah pemerintah dan DPR terlebih umat Islam atas tindakan densus 88.
    Teroris… teroris itu apa? Siapa yang kena teror sebenarnya? Masyarakat atau pemerintah?
    Teroris itukan kata amerika dan yang sependapat dengannya.
    Kalau menurut saya yang teroris itu pemerintahn sekarang ini, masyarakat selalu diteror dengan segala tingkah pemerintah yang jauh dari keadilan, koruptor bisa melenggang, dihukum ringan, bahkan dapat diskount hukuman pula, disatu sisi banyak kasus yang tak jelas ujung pangkalnya.

  9. watur berkata:

    Saya Juga minta kepada teroris tolong jangan lakukan aksinya dinegeri tercinta ini, karena banyak juga yang jadi korban pengeboman dari bangsa kita sendiri. lebih baik pergi dan perangi musuh secara langsung

  10. abi dzar berkata:

    saya sedih melihat berita, setiap ada masalah terorisme pasti yang dijadikan korban oleh Densus ( Detasemen Yesus) selalu umat islam, berita dimedia selalu tidak berimbang

  11. abi dzar berkata:

    ustadz izin share artikelnya
    barakallahufikum

  12. ahmad berkata:

    wah sedih mendegarnya…
    ane juga muslim tp sih ane ngerasa segala sesuatu ada akibatnya… yg salah biarkan mereka salah… tdk perlu membenci apa lagi balas dendam…
    krn semuanya pasti never ending…
    qta perlu ingat bahwa diri qta hanya manusia biasa bukan Sang Pencipta…
    jd ane cukup membenahi diri sndiri aja..
    ane percaya suatu saat damai itu akan tercipta kalo qta mulai dr masing2 membenahi diri..
    menjadi org yg sholeh n trus mengkikis kejahatan dg kebaikan.. ^^

  13. rek berkata:

    Saya benci orang yang seneng nge ngebom rakyat sipil,apapun agamanya….
    Saya benci orang yang sok hero,menembaki orang2 yg sebenarnya tak bersalah….
    Saya benci provokator yang suka mengadu domba..
    dan saya paling benci dengan orang yang mempertaruhkan nama alloh untuk membenarkan hal2 yang bisa salaah..!!!

  14. anonim berkata:

    Assalamualaikum..
    Singkat aja, hendaknya sertakan bukti-buktinya yang valid dalam menyampaikan informasi seperti ini.
    Sebagai umat muslim tentu emosi sy terbakar membaca informasi ini.
    Tp sebagai umat muslim jg, sy harus meyakini terlebih dahulu kebenaran informasi ini sebelum mengucapkan sumpah atau berjihad!

  15. abisyakir berkata:

    @ Anonim…

    Waa’alaikumsalam waarahmatullah wabarakaatuh.

    Akhi, silakan buka situs suara-islam.com, disana banyak informasi seputar kebrutalan Densus 88. Kebetulan, tabloid Suara Islam edisi baru lagi mengangkat tema tentang Densus 88. Silakan saja dibaca disana. Semoga makin tambah wawasan. Amin.

    AMW.

  16. […] Waskito. [abisyakir.wordpress.com] […]

  17. abu nidal berkata:

    DENSUS=DETASEMEN YESUS

  18. buldozer berkata:

    Abi,

    Anda ini provokator ya? Ditanya halal gak darah SBY Boediono sekeluarga, Densus88 dan Kapolri, kok mencla mencle sih? Kalau Anda bilang halal maka akan segera kita bunuh semua!

    Jangan mencla mencle dong Ustadz!

  19. abisyakir berkata:

    @ Buldozer…

    Yang mencla-mencle itu siapa, bodoh? Kamu nih menulis asal-asalan saja. Kalau tidak ada kerjaan, tidak usah lah membuat onar di rumah orang lain. Silakan saja kamu “buang-buang sampah” di rumahmu sendiri!

    Ini omongan kamu: “Kalau Anda bilang halal, maka akan segera kita bunuh semua!

    Kamu bener mau membunuhi orang-orang itu. Kamu serius? Apa bener komitmen kamu itu? Coba kita buktikan kamu serius apa tidak…

    Dimana rumahmu, dimana kantormu, siapa ayah-bunda, dan anak-isteri kamu? Coba kamu sebutkan jati diri kamu secara JELAS. Kalau tidak disini, boleh via e-mail. Kita mau lihat, apa kamu ini tukang bohong atau manusia sejati?

    Pada dasarnya, dalam hukum Islam, orang-orang yang terbukti memerangi Islam, boleh dilawan. Tetapi hukum melawan itu relatif, tergantung kondisinya. Kalau ummat Islam mampu dan kuat, boleh melawan. Kalau lemah dan tidak kuat, bersabar saja. Untuk keadaan di Indonesia ini, pilihan melawan aparat adalah pilihan yang tidak benar. Hal itu malah akan berbalik memberi alasan bagi mereka untuk menyerang kita sebuas-buasnya.

    Setiap kita diperangi, boleh melawan untuk membela diri. Tetapi melawan juga harus memperhitungkan kekuatan. Bila kondisi tidak memungkinkan, cara bersabar lebih layak ditempuh. Hal itu seperti yang dilakukan Ibnu Taimiyyah rahimahullah ketika tidak buru-buru memutuskan fatwa jihad melawan para penjajah Tartar yang mengerang Baghdad.

    Lalu, siapa yang mencla mencle?

    AMW.

  20. riko berkata:

    “Bagaimana kalau ribuan nasib saudari-saudarimu dilecehkan, dihina, dihukum mati, diperkosa di luar negeri? Anda pun -saya yakin- akan diam juga.”
    tki nih maksdnx?bukankah pelakunya juga saudara qt org islam di tanah arab sana (kasus sumiati)..?gimana nih menurut lo,,

  21. Reno wardhana berkata:

    Pertanyaan antum percis pertanyaan orang bodoh,,saya tanya mana yg lebih penting memperbaiki rumah sendiri yg rusak apa memperbaiki rumah tetangga yg rusak.??saya yakin antum pilih memperbaiki rumah sendiri dulu..

  22. embuhlah berkata:

    jika di antara anggota densus yg membunuhi orang2 yg sedang shalat di masjid itu ada yg sholat, apakah dia masih tetap muslim? jika ada seseorang muslim membunuh anggota densus 88 yg juga sholat, apakah berarti muslim membunuh muslim?

  23. Hasan Ismail berkata:

    Mas AM Waskito, kenapa anda peduli dengan korban densus 88, kan target mereka sudah jelas yaitu para mujahidin yang tersibgoh oleh dakwah jihad Syekh Usamah. Padahal anda tidak setuju dan menganggap syekh Usamah teroris
    Jadi anda jelas tidak konsisten dengan arah misi anda yaitu memposisikan Syekh Usamah dan orang2 yang tercekoki olehnya sebagai teroris dan tidak berjalan pada jalan yang benar.

    sepertinya hal-hal yang berkaitan dengan Ibnu Taimiyah yang anda ketahui hanya dari satu sumber saja, alangkah baiknya anda juga membaca buku-buku Syekh Muhammad alMaqdisi atau Ustaz Aman Abdurrahmah dimana ke dua beliau adalah orang-orang yang cukup cerdas dan luas pemahammnya tentang Syekh Muhammad Ibnu Wahhab, Ibnu Taimiyah dan Ibnu Qayyim. (maaf bukan menganggap pemahaman anda sempit) tapi itulah yang terlihat dari tulisan2 anda tentang Syekh Muhammad Ibnu Wahab dan Ibnu Taimiyah.

  24. abisyakir berkata:

    @ Hasan Ismail…

    Saya tidak setuju dengan pola perjuangan Usamah bin Ladin, tetapi tidak juga saya menganggap dia sebagai teroris. Waktu itu saya sempat menulis sangat keras terkait gerakan Usamah dan dampaknya; tetapi semua itu lebih banyak karena terprovokasi komentar orang-orang tertentu yang menyakitkan. Seiring waktu saya perbaiki tulisan2 itu, dan saya lebih berhati-hati.

    Alasannya begini… banyak teori tentang sosok Usamah bin Ladin, banyak klaim, banyak opini seputar dirinya. Ibarat air telaga, sudah banyak tangan dan kaki masuk ke dalamnya, air jadi keruh, sulit kita menemukan KEJERNIHAN di atas kondisi seputar Usamah ini. Maka itu saya menarik diri dari sikap agressif kepadanya, dengan pertimbangan: khawatir jatuh dalam kesalahan dalam menilai.

    Tapi untuk aksi-aksi pengeboman sasaran-sasaran sipil, di negeri-negeri Muslim aman atau non Muslim yang sedang tak ada konflik dengan Umat, saya termasuk yang tidak setuju atau menentang. Cara-cara begitu setahu saya termasuk jenis terorisme juga. Sebab tabiat Jihad dalam Islam tidak seperti itu.

    Termasuk tentang Tragedi WTC itu saya tidak pernah bisa menerima bahwa ia dilakukan oleh pemuda-pemuda Islam, sekalipun mereka bersumpah 1000 kali untuk membenarkan ucapannya.

    Oh ya, bertahun-tahun lalu ketika Muhammad Al Maqdisi belum sepopuler saat ini, saya sudah membaca risalah-risalah beliau. Tetapi kebanyakan terjemahan, bukan asli arabic, sumbernya dari web teman-teman Jihadis itu. Saya sudah membacanya, meskipun tentu tidak sebaik Anda dalam memahami.

    Terimakasih, jazakallah.

    Admin.

  25. Hasan Ismail berkata:

    @ Mas Admin
    Oh begitu ceritanya…, anda ternyata termasuk kelompok orang yang berfikiran objektif bisa menerima perubahan (tidak puritan dan kolot) dan hal ini membuat saya yakin, insta Allah anda akan semakin cerdas memahami manhaj salaf. Syekh Abdullah Azzam, Sayyid Qutb dan lainnya dulunya pernah mengikuti manhaj ikwaniy yang dipimpin oleh Hasan albanna, seiring berjalannya waktu beliau mendapat hidayah dari Allah hingga meninggalkan manhaj ikhwaniy yang mencampurkan adukan manhaj salaf dan sufi (seperti pengakuan Hasan albanna dalam kitab-kitabnya) ke manhaj salaf yang murni terbebas dari pencampuradukan yang diakukan oleh orang2 yang tidak bertanggungjawab.

    Syekh Usamah bin Laden juga mempunyai perjalan kehidupan yang tak jauh berbeda dengan Syekh Abdullah Azzam sehingga akhirnya beliau dipertemukan Allah di bumi jihad Afganistan.
    Dan sangat disayangkan ternyata banyak orang yang terpengaruh oleh musuh-musuh Allah sehingga terpancing untuk memfitnah Sykeh Usamah, padahal himbauan jihad yang disampaikan Syekh Usamah tidaklah seperti yang banyak dipahami oleh orang2 yang menganggap beliau brutal.

    Demikian juga para pengikut jamaah salafy “yamani” (istllah anda), adalah orang2 yang tidak jujur dalam menyampaikan manhaj salaf, mereka menutup-nutupi sebagian dari apa yang mereka ketahui lantaran mereka mengharapkan sejumput kesenangan dari penguasa saudi. (meskipun saya juga heran dari mana anda bisa menyimpulkan keturunan Su’ud tidak ada yang jadi penguasa, sebaiknya anda perbaiki tulisan anda tentang hal itu sebelum ditertawakan oleh orang2 dikemudian hari yang menemukan buku sejarah Arab Saudi yang sebenarnya). Apakah anda tidak pernah melhat video Raja Saudi menerima dan mengenakan kalung salib dari penguasa Inggris, seperti juga sby menerima kalung salib serta mendapat gelar ksatria salib agung. (saya harap anda tidak mengatakan saya berbohong sebelum anda cek kebenarannya karena semua media menyiarkan hal ini, jadi berita ini mutawatir).

    Apakah anda percaya saja pada ocehan orang2 salafy yamani bahwa ulama-ulama yang ditahan oleh raja saudi adalah2 ulama2 preman, yang memaksakan kehendaknya, cobalah selidiki apa yang terjadi sebenarnya.

    Perbuatan2 zalim dan bengis penguasa saudi sama sekali tak mendapat halangan dari ulama2 dari kalangan salafy yamani, justru mereka menjadi ulama2 suk menjadi terompet keinginan raja2 saudi. Coba perhatikan pernah orang2 salafy yamani membicarakan masalah wala’ wa bara’. Kepada siapa wala harus diberikan, dan kepada siapa bara’ harus ditujukan?

    Tidakkah anda perhatikan banyak perbuatan2 raja2 saudi berseberangan dengan ajaran Islam?

    Tidakkah anda perhatikan banyak perbuatan2 raja2 saudi bertolakbelakang dengan paham Syekh Muhammad ibnu Abdul Wahhab

    Semoga anda bisa memahami

  26. abisyakir berkata:

    @ Hasan Ismail…

    Insya Allah anda akan semakin cerdas memahami manhaj salaf.

    Amin Allahumma amin, lana wa lakum, wa lil Muslimin.

    Admin.

  27. abidullah berkata:

    Hanya bisa berdo’a.. Semoga yang benar-benar berhati bersih, beriman, dan mencerminkan sikap mukmin sejatinya diberikan ketabahan, dan keimanan yang kuat, kesabaran dan kelapangan hati menerima segala bentuk ujian. Dan yang terpenting, pasti. Allah tak akan membiarkan islam hancur. Karena Allah yang mempunyai Diinulislam..
    Seorang mukmin yang baik dan yang benar-benar berstandar Al-Qur’an akan terlihat dari tutur katanya, dan perbuatannya. Dia tak akan cepat bergegas emosi. Tapi dia hanya bisa diam dan berpikir, lalu ketika sudah matang dengan segala bukti yang ada. Agar tidak terjadi fitnah yang terlalu. Barulah dia bergegas bergerak, sesulit apapun itu demi cintanya kepada Rabb-nya.

    Memang, manusia banyak lupa. Tak usah melihat pemerintah, kondisi rakyat pun demikian. Jahil semua. Tak ada penerang. Seharusnya, tak usah hiraukan dulu pemerintah. Selamatkan rakyat dahulu. Mudah bagi Allah membinasakan mereka yang dzalim, namun bukan dengan kebencian kita membalas mereka. Do’akan mereka supaya kembali kepada jalan yang benar, dan semoga ada yang membisikkan kepada mereka menuju jalan kebaikan dan kebenaran.
    Untuk kaum kuffar seperti Yahudi memang sudah banyak diceritakan dalam AL-Qur’an, memang mereka begitu wataknya. Dan kita sebagai muslim, wajib memegang teguh ajaran Nabi Muhammad SAW.
    Yang saya sayangkan, baik itu ormas maupun harokah. Semuanya hanya mengedepankan paham yang mereka pahami. Tanpa ada upaya dan kelembutan hati menerima perbedaan.
    Jadi yang terjadi, hanyalah perpecahan. Sebuah ilmu akan tersampaikan baik dan diterima dengan baik kalau kita yang menyampaikannya sudah baik. Itu masukan dari saya. Semoga Ukhuwah Islamiyah tetap terjaga.
    Salam. Terimakasih atas informasinya.

%d blogger menyukai ini: