Indonesia Kini Dilamun Bencana…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Beberapa waktu lalu kami sudah mengingatkan, agar Pemerintah tidak melakukan kebijakan-kebijakan yang berakibat menyengsarakan masyarakat. Tulisannya ada disini: Presiden SBY, Kasihanilah Rakyat Indonesia! Intinya, menangakap Ustadz Abu Bakar Ba’asyir itu kebijakan zhalim. Apalagi memfitnah beliau, memfitnah pemuda-pemuda Islam yang tidak bersalah dalam kasus terorisme, bahkan membunuh dan menyiksa pemuda-pemuda Islam yang tidak tahu apa-apa tentang aksi terorisme. Semua ini kezhaliman besar!

Jakarta Diserbu Angin Puting-beliung.

Kalau cara-cara zhalim itu terus dilakukan, akibatnya bangsa Indonesia akan dikepung bencana dari segala arah. Harusnya, kalau terjadi kezhaliman, warga Indonesia yang mampu dan punya kekuatan, harusnya mencegah kezhaliman itu. Kalau tidak ada yang mencegah, maka semua kalangan akan terkena getahnya, terutama rakyat kecil yang hanya menjadi obyek penderita. Faktanya, hal itu benar-benar terjadi!

Saat ini setiap hari kita mendengar berita seputar bencana dari segala penjuru. Ini adalah kenyataan, ini adalah fakta yang nyata. Di antara yang bisa disebut:

[=] Meletusnya Gunung Sibanung di Sumatera Utara. Bahkan kini pun Gunung Merapi mulai bergejolak lagi. Seismograf menunjukkan aktivitas Merapi semakin tinggi.

[=] Banjir bandang di Waisor, Papua. Korban meninggal sudah sekitar 85 orang. Masih hilang sekitar 65 orang.

[=] Banjir di Bandung Selatan, banjir di Jakarta, banjir di Semarang, banjir di Kalimantan, dll. Banjir bisa karena curah hujan, bisa juga karena luapan air laut.

[=] Tanah longsor di beberapa titik di Jawa Barat dan Jawa Timur.

[=] Musibah kecelakaan KA di Pemalang, korban sekitar 35 orang meninggal. Padahal sudah lama kita tidak mendengar ada kecelakaan tragis seputar KA.

[=] Gempa bumi di Aceh, Papua, Banten. Kalau tidak salah, tidak ada korban atau kerusakan serius. Tapi ini merupakan peringatan yang harus diwaspadai.

[=] Hujan deras, angin puting beliung dimana-mana, terutama di Jakarta. Pohon-pohon tumbang, menimpa rumah, mobil, makam, dll.

[=] Cuaca sangat panas di Surabaya, suhu bisa mencapai 40 derajat celcius. Cuaca panas ini membantah klaim La Nina yang disampaikan orang-orang BMG. Kalau La Nina, pasti banyak hujan di suatu kawasan. Tidak mungkin di satu wilayah (misal Pulau Jawa) ada panas tinggi, sekaligus hujan deras. La Nina itu skalanya dunia, bukan skala Jawa atau Indonesia.

[=] Ketakutan tentang turunnya permukaan tanah Jakarta, akibat penyedotan air tanah secara terus-menerus, sehingga ada ide memindahkan ibukota negara ke tempat lain.

[=] Lumpur Lapindo juga mulai bergerak lagi. Setelah sekian lama diam, akhir-akhir ini mulai hangat kembali.

[=] Fenomena gagal panen yang sangat mengkhawatirkan. Banyak tanaman petani gagal, seperti padi, bawang, sayuran, bahkan usaha garam; karena curah hujan terus-menerus.

[=] Dan lain-lain.

Trend yang berkembang saat ini, bencana-bencana ini tidak terlalu besar, tetapi rata terjadi di berbaagai daerah. Rata terjadi dimana-mana. Kalau belajar dari yang sudah-sudah, yang sangat kita takutkan ialah, saat akan terjadi satau atau dua BENCANA SKALA BESAR di balik bencana-bencana kecil itu. Dan kita tidak tahu dimana bencana besar itu sedang dipersiapkan? Laa haula wa laa quwwata illa billah.

Dan parahnya, pejabat-pejabat negara seperti tidak mau tahu soal bencana ini. Terus saja mereka menebar fitnah, menebar dusta seputar terorisme, membiarkan amoralitas, membiarkan korupsi, membiarkan orang-orang asing merajalela, dan seterusnya. Sepertinya, di kelapa pejabat-pejabat itu, mereka tidak peduli sebesar apapun penderitaan yang menimpa masyarakat. Seolah otak mereka berbiacara, “Biarkan saja ada bencana! Biarkan saja ada korban tewas! Semakin berkurang jumlah penduduk, semakin mengurangi beban subsidi Pemerintah.”

Ya sudahlah kalau begitu… Saya sebatas mengingatkan masalah ini. “Fa dzakkir, fa innad dzikra tanafa’ul mukminin” (maka terus berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang beriman).

Ya pemimpin, ya elit politik, ya penguasa… Kasihanilah rakyat kecil, kaum dhuafa, anak-anak, kaum wanita, orang-orang miskin, fakir, lanjut usia. Kasihanilah mereka! Sayangilah mereka! Jangan menjadikan mereka sebagai obyek penindasan, alat permainan, atau seperti rumput yang diinjak-injak.

Kasihanilah mereka, kasihani rakyat ini, wahai Bapak, Ibu, Tuan, dan Nyonya. Agar hidupmu selamat, agar keluargamu selamat, agar urusan bisnis dan kariermu tetap berjalan. Bila tidak, demi Allah, kalian sendiri akan dikejar-kejar oleh bencana (apapun bentuknya) sampai kelak kalian sakit putus-asa. Allahumma amin ya Mujibas sa’ilin.

Ampuni diri-diri kami ya Arhama Rahimin. Amin.

AM. Waskito.

Iklan

4 Responses to Indonesia Kini Dilamun Bencana…

  1. Runcing Sadewa berkata:

    Syukran tulisannya ustadz. seharusnya keadaan ini membuat semakin sadar, bahwa pemimpin bangsa ini memang sangat tidak layak, sehingga Allah menurunkan teguran, peringatan dan barangkali ancaman bertubi-tubi sebelum kehancuran yang sebenarnya.

  2. wahab araihan berkata:

    pemberitaan ini hanya sekedar mencari dukungan. kalo sudah terbukti bersalah dan ditahan kenapa mencari dalil menyalahkan pemerintah?? Semestinya memang pantas dan layak teroris dihukum mati bukan ditahan lagi atau dipelihara, karena pancasila adalah harga mati yang tak dapat diganggu gugat oleh paham radikalisme atas nama agama.

  3. abisyakir berkata:

    @ wahab araihan….

    Dari Anda: “…karena pancasila adalah harga mati yang tak dapat diganggu gugat oleh paham radikalisme atas nama agama.”

    Lho, dalam Pancasila kan ada “Ketuhanan Yang Maha Esa”. Iya kan. Ada kan itu? Apa artinya “Ketuhanan Yang Maha Esa”…? Apa artinya itu? Apakah “Ketuhanan Yang Maha Esa” artinya = Bunuhi pemuda2 Islam yang taat beragama; Fitnah orang2 shalih yang tak tahu menahu; singkirkan Islam dari urusan negara; jadikan negara ini negara sekuler murni yang anti Islam; biarkan para pejabat/pegawai/orang pemerintahan malas beragama; dan lain2. Apakah seperti itu maksudnya? Kalau begitu ganti saja sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” menjadi “Kebinatangan yang maha kuasa”.

    Dalam Pancasila kan ada “Kemanusiaan yang adil dan beradab”. Apa itu artinya? Apakah artinya: Bunuh pemuda2 tak bersalah; jebak pemuda2 Islam dalam operasi intelijen, lalu sikat habis mereka; siksa pemuda2 Islam yang ditangkap, agar mau mengakui BAP; kejar ustadz2 yang tak berdosa, kaitkan mereka dengan isu terorisme; sengsarakan anak/kaum wanita Muslim, demi mendapat donor dari Amerika/Australia; apakah begitu yang namanya “Kemanusiaan yang adil dan beradab”?

    Kalau dipikir2, Anda itu paham Pancasila apa tidak ya?

    Dengarkan perkataan ini: “Kalau kita Pancasilais sejati, negara Indonesia pasti menjadi NEGARA RELIGIUS dan NEGARA BERMORAL“. Itu pasti. Sebab semua sila2 Pancasila mengarahkan ke konsep religius dan moralitas.

    Tapi kan yang terjadi, Pancasila ditunggangi untuk memusuhi dan memberantas Islam. Aneh, katanya Pancasilais tapi kelakuan seperti binatang yang tidak tahu malu. Itu bukan Pancasilais, tetapi ANJING-is.

    AMW.

  4. sarifudin berkata:

    jika terjdi perbedaan pendapat diantara kita, sudah sepantasnya kembali kepada Al Qur’an dan sunah.jangan menambah permasalahan diatas permasalahan,saling ingat mengingatkan itu perlu apalagi memang sudah banyak bencana yang melanda negri tercinta ini,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: