Keagungan Mujahidin Islam

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ikhwan dan akhwat, semoga Allah selalu membimbingmu dalam kebaikan. Amin.

Saat ini kita harus mencatat dan membukukan sebuah FAKTA SEJARAH yang sangat menakjubkan. Fakta ini sangat nyata dan jelas, tetapi sebagian besar kita lalai untuk mengingatinya. Pemikiran-pemikiran kritis seperti layu saat membidik persoalan ini. Apalagi kaum anti Islam (di seantero dunia) berusaha mati-matian menutupi fakta tersebut. Menjadi tugas kita untuk menyampaikan kebenaran ini, dan tidak menyembunyikannya. Bahkan menjadi tugas kita untuk menyampaikan BARAKAH BESAR ini ke tangan anak-anak kita.

Semua ini adalah berkaitan dengan sifat-sifat agung Mujahidin Islam yang terjun di medan perang, demi membela dan menjaga agama Allah Ta’ala yang mulia. Mereka berperang atau diperangi, mereka membunuh musuh atau terbunuh, dalam kafilah Jihad Fi Sabilillah yang senantiasa menghiasai kehidupan insan di bumi ini. Merekalah para hizbullah (tentara Allah) yang telah mendermakan hidupnya untuk menjaga agama-Nya.

Jihad Fi Sabilillah Telah Mengalahkan Dua Adidaya Dunia: Uni Soviet dan Amerika Serikat!!!

Melalui blog sederhana ini, kita ingin merekam barakah agung tersebut. Dan diharapkan, kaum Muslimin yang lain juga mencatat hal ini, mengingatinya, serta membanggakannya sebagai warisan besar peradaban Islam.

[1] Kalau Anda ditanya, “Negara mana yang menguasai dunia Pasca Perang Dunia II?” Jawabnya pasti: Amerika Serikat dan Uni Soviet. Mereka adalah dua negara adidaya yang telah merajalela di dunia, setelah berakhir perang dunia yang dimenangkan oleh Sekutu itu.

[2] Kemudian pertanyaan itu dilanjutkan, “Lalu bagaimana keadaan Uni Soviet dan Amerika Serikat saat ini?” Jawabnya juga jelas: Uni Soviet sudah bubar tahun 1989 lalu, kini bergantu menjadi Federasi Rusia dan negara-negara mandiri di Asia Tengah, seperti Uzbekistan, Turkemistan, Tajikistan, dll. Singkat kata, Uni Soviet sudah habis. Sedangkan Amerika Serikat menjadi The Globo Cop (polisi dunia), pasca kehancuran Uni Soviet. Amerika merajalela, menguasai dunia, dan bebas memaksakan kepentingan-kepentingannya. Namun sejak 2008-2009 lalu (hanya berselang 10 tahun setelah Uni Soviet bubar), Amerika menderita krisis ekonomi sangat mengerikan. Kini negara itu terseok-seok, tercabik-cabik, dan sedang menggali kuburnya sendiri.

[3] Pertanyaan berikutnya, “Mengapa Uni Soviet hancur? Dan mengapa pula Amerika hancur? Apa yang membuat dua negara adidaya tersebut berkeping-keping?” Perlu diketahui, kehancuran internal bangsa Amerika saat ini sangat serius. Dengan cara apapun mereka susah diselamatkan, karena kehancuran itu terjadi secara sistematik, melibatkan birokrasi yang korup, mafia bisnis yang merajalela, serta kehancuran modal dan budaya masyarakatnya. Bisa dipastikan, Amerika akan tenggelam di masa-masa ke depan.

Mengapa dua negara adi daya itu mengalami kehancuran hebat? Jawabnya sangat mudah: “Mereka dihancurkan oleh Jihad para Mujahidin Islam di Afghanistan, Irak, dan kini di Pakistan.” Ini adalah FAKTA besar yang harus kita ketahui. Fakta ini tidak boleh disembunyikan, tetapi justru harus terus kita dengung-dengungkan tanpa henti, di sepanjang waktu dan tempat.

Ternyata, yang sanggup menghancurkan dua negara adidaya Uni Soviet dan Amerika Serikat adalah para Mujahidin Islam di Afghanistan, Irak, serta Pakistan. Masya Allah, laa haula wa laa quwwata illa billah. Tidak pernah terbayangkan oleh kita, betapa hebatnya kekuatan Jihad para Mujahidin Islam. Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar.

[4] Jihad di Afghanistan sebenarnya sudah dimulai sejak era pejuang-pejuang Ikhwanul Muslimin di era 70-an. Namun sejak tahun 80-an, Jihad di Afghanistan mengalami perubahan significant. Ketika itu Uni Soviet benar-benar melakukan pendudukan (invasi) atas negara Afghanistan. Para ulama (termasuk Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah di Saudi) menyerukan fatwa wajibnya Jihad Fi Sabilillah membela kaum Muslimin di Afghanistan. Selain dari kalangan Ikhwanul Muslimin, mulai hadir disana Mujahidin Salafi, bahkan para Mujahidin asal Indonesia. Ada yang menyebut, veteran Jihad Afghanistan dari Indonesia ketika itu sekitar 3000 orang. Pemerintah negara-negara Muslim, seperti Saudi, Pakistan, juga Indonesia, bahkan Amerika, ikut mendukung gerakan Jihad ini, sebab hal itu dimaksudkan oleh mereka untuk menghalangi penyebaran ideologi Komunisme Soviet. Para mujahidin mendapatkan pasokan senjata dan pelatihan militer untuk menaklukkan Soviet. Setelah melalui peperangan hebat dalam rentang waktu 1980-1989, akhirnya Uni Soviet menyerah kalah dan menyatakan mundur dari bumi Afghanistan. Kekalahan Soviet ini bukan semata karena banyaknya serdadu-serdadu mereka yang terbunuh, dan peralatan-peralatan militer yang rusak. Tetapi yang pasti, akibat perang antara tahun 1980-1989 itu, Uni Soviet mengalami krisis keuangan luar biasa. Anggaran keuangan mereka terkuras hebat. Nah, itulah sebab yang kemudian membuat Uni Soviet bubar, karena mereka kehabisan anggaran sebesar-besarnya. Dan untuk menutupi rasa malu ini, dimunculkanlah Michael Gorbachev yang menyerukan gerakan Glasnots dan Perestroika. Lalu manusia sedunia mengklaim, Uni Soviet hancur karena gerakan politik Gorbachev. Padahal tidak. Soviet hancur karena mereka mengalami kebangkrutan keuangan hebat, untuk membiayai invasi ke Afghanistan.

[5] Kehancuran Amerika ternyata melalui proses yang sama dengan Uni Soviet. Mereka hancur juga karena anggaran keuangannya habis untuk membiayai perang di Irak dan Afghanistan. Tanggal 11 September 2001, George Bush dan kawan-kawan membuat peledakan gedung WTC. Peledakan ini mereka buat-buat sendiri, lalu dituduhkan kepada Usamah bin Laden dan kawan-kawan, sehingga akibatnya menyengsarakan kaum Muslimin seluruh dunia. (Sialnya lagi, Usamah bin Laden dkk. mengaku sebagai pelaku peledakan WTC itu. Tetapi anehnya, Usamah dan Al Qa’idah tidak pernah lagi bisa mengulangi sukses peledakan WTC itu, jika mereka benar-benar bisa melakukannya). Sekitar Mei 2003, pasukan Amerika mulai langkah pertama invasi ke Irak. Ribuan ton rudal dijatuhkan di kota-kota di Irak. Jutaan kaum Muslimin wafat disana, di atas kezhaliman pasukan laknatullah ‘alaihim itu. Tidak hanya menyerang Irak, Amerika dan Sekutu juga menyerang Afghanistan hanya beberapa bulan setelah Tragedi WTC. Maka para Mujahidin pun bangkit melakukan perlawanan. Mereka menerjuni peperangan dahsyat sejak tahun 2001/2003 sampai saat ini. Banyak korban jatuh dari kalangan rakyat sipil, banyak kerusakan menimpa negeri Irak dan Afghanistan. Tetapi korban dari pasukan sekutu, alat-alat militer mereka, fasilitas mereka, bahkan trauma psikologi yang menimpa pasukan mereka, juga amat sangat besar. Bahkan untuk peperangan ini, Joseph Stiglizt pernah menyebut, Amerika harus mengeluarkan dana sekitar US$ 4 triliun untuk membiayai perang Irak dan Afghan. Dan kini tentu biaya itu lebih besar lagi. Sampai ada yang membuat analisa (Matthew Nasuti), untuk membunuh seorang anggota Thaliban, Amerika harus mengeluarkan dana sekitar US$ 50 juta dolar (atau sekitar Rp. 500 miliar). Nah, perang Irak dan Afghanistan ini sangat menguras kas keuangan Pemerintah Amerika. Karena itu mereka mengalami guncangan keuangan yang sangat hebat.

[6] Seperti kejadian yang menimpa Uni Soviet, setelah negara itu hancur, media-media massa mengangkat isu gerakan politik Gorbachev untuk menutupi rasa malu. Begitu pun ketika Amerika mengalami kehancuran keuangan akibat terkuras oleh perang di Irak dan Afghanistan, mereka membuat isu “Krisis Moneter Global“, juga untuk menutupi rasa malunya. Disebutkan, bahwa krisis itu akibat subprime mortgage. Secara perhitungan ekonomi, tidak mungkin kredit perumahan akan menghancurkan keuangan sebuah bangsa. Sebab besarnya total kredit itu pasti dibatasi sampai nilai yang aman. Tidak akan mungkin bank-bank di Amerika tidak melakukan regulasi untuk membatasi jumlah kredit yang berlebihan. Semua itu hanya alasan yang dibuat-buat. Bahkan yang menakjubkan, akibat kerugian besar di Irak dan Afghanistan, sistem kapitalisme dunia juga terguncang, sebab Amerika merupakan “Kiblat Kapitalisme Dunia”. Sebegitu hebatnya kekuatan Jihad Fi Sabilillah sehingga mampu mencabik-cabik sistem kapitalisme dunia. Kalau kini Amerika tidak berani menyerang Iran, bukan karena mereka takut kepada pasukan kaum Syi’ah di Iran. Tetapi mereka akan membayar biaya perang dari mana lagi? Itu alasannya.

[7] Demikianlah, Jihad Fi Sabilillah telah membuktikan kekuatannya yang tidak sanggup dihadapi kekuatan militer negara-negara raksasa dunia sekalipun. Hal ini mengingatkan kita kepada Jihad Pangeran Diponegoro di masa lalu. Perang Diponegoro hanya berlangsung antara tahun 1825 sampai 1830. Tetapi dampaknya luar biasa, keuangan penjajah Belanda nyaris bangkrut akibat perang itu. Pangeran Diponegoro diakui oleh bangsa-bangsa Eropa sebagai salah satu panglima perang yang tangguh. Foto beliau sampai tersimpan di Museum Inggris.

[8] Perkara yang sama juga kita saksikan di Palestina. Disana kaum Muslimin diperangi oleh Yahudi Israel, didukung oleh segala kekuatan Zionisme internasional. Tetapi para Mujahidin terus melakukan perlawanan sampai hari ini, bahkan kelak insya Allah sampai Hari Kiamat. Zionisme internasional telah mengumpulkan harta benda dari seluruh penjuru dunia melalui cara apapun yang mereka sanggupi, untuk memuluskan agenda mereka dalam menjajah Palestina dan mengancam negeri-negeri Muslim di sekitarnya. Tetapi missi dan agenda mereka terus mengalami kegagalan. Tidak terhitung berapa banyak anggaran perang yang sudah mereka keluarkan. Mungkin nilai anggaran itu lebih besar daripada anggaran Uni Soviet atau Amerika Serikat yang telah dibuang dalam peperangan.

[9] Sudah menjadi janji Allah Ta’ala untuk membela hamba-hamba-Nya yang berjihad di jalan-Nya. Janji Allah itu amat sangat jelas. “Falam taqtuluhum walakinnallaha qatalahum, wa maa ramaita idz ramaita walakinnallah rama, wa liyubliyal mukminina minhu bala’an hasanan. Innallah sami’un ‘alim” (bukan kamu yang membunuh mereka, tetapi Allah-lah yang membunuh mereka. Bukan kamu yang memanah mereka saat kamu memanah, tetapi Allah-lah yang memanah mereka. Dengan hal itu agar Allah menguji orang-orang beriman dengan ujian yang baik. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Al Anfaal, 17). Bila Allah Ta’ala sudah turun dalam memerangi orang-orang kafir/zhalim, lalu siapa yang akan sanggup menghadapi-Nya? Itulah janji Allah Ta’ala untuk menolong kaum Muslimin dan para Mujahidin.

[10] Lalu bagaimana caranya agar kaum Muslimin mendapatkan kemenangan dalam Jihad-nya melawan manusia-manusia zhalim dan kufur? Caranya sebagai berikut: Pertama, harus muncul dulu alasan Jihad Fi Sabilillah, sehingga di sebuah tempat berhak berlaku hukum Jihad Fi Sabilillah. Dengan hukum itu pula, para Mujahidin Islam dari seluruh penjuru dunia akan datang membantu kaum Muslimin. Kedua, ada fatwa ulama yang menetapkan wajibnya berjihad melawan musuh-musuh Islam di tempat itu. Bila para ulama bersepakat, itu lebih baik lagi. Ketiga, adanya sekelompok kaum Mukminin dengan ruh-ruhnya yang bersih yang siap menerjuni Jihad Fi Sabilillah, secara ikhlas semata mengharap Keridhaan Allah dan pahala syahid dari sisi-Nya. Keempat, adanya persiapan lahir-batin, harta-jiwa, ilmu-akhlak, serta mentalitas untuk menyongsong Jihad Fi Sabilillah itu.

Bila syarat-syarat seperti itu terpenuhi, maka tidak ada lagi yang ditakuti oleh para Mujahidin, tidak ada satu pun kekuatan militer, persenjataan, pasukan khusus, atau apapun, yang akan sanggup menghadapi mereka. Mereka berjalan di bawah naungan Allah Ta’ala untuk dihantarkan kepada satu dari dua pilihan: Hidup mulia atau mati syahid!

Satu catatan yang perlu direnungkan. Kemenangan Mujahidin dalam menghancurkan dua negara adidaya, Uni Soviet dan Amerika Serikat, tidak semata-mata hanya bermodal ilmu dan iman. Disana juga ada syarat penting yang harus dipenuhi yaitu: kekuatan persenjataan. Saat mengalahkan Uni Soviet, pasukan Mujahidin dibantu oleh Saudi, negara-negara Arab, Pakistan, bahkan alat-alat perang dari Amerika. Saat mengalahkan Amerika di Irak atau Afghanistan, mereka juga mendapatkan jalur suplai senjata yang lancar. Maka ayat dalam Surat Al Anfaal yang bunyinya “Wa a’iddu lahum mastatha’tum min quwwatin” (dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi). Ayat ini bukan main-main, tetapi benar-benar merupakan syarat kemenangan.

Sekaligus, tulisan ini sebagai hiburan bagi kaum Mukminin yang terus mendapatkan cobaan dari fitnah terorisme sejak tahun 2001 lalu. Fitnah terorisme tidak ada artinya dibandingkan kemenangan Mujahidin Islam dalam menghempaskan dua kekuatan adidaya dunia, Uni Soviet dan Amerika Serikat. Dan sejatinya, kaum Muslimin tidak bisa diperangi dengan cara-cara konspiratif (isu terorisme) seperti itu. Islam adalah mulia; ia tak akan mampu dikalahkan oleh isu terorisme dan sejenisnya. Uni Soviet dan Amerika Serikat adalah bukti nyata, bahwa hizbullah (tentara Allah) tidak akan sanggup dikalahkan oleh siapapun.

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

Abu Muhammad Al Nusantari.

Iklan

14 Responses to Keagungan Mujahidin Islam

  1. kodol unyit berkata:

    sungguh sangat berarti ustadz,

    -meneteskan air mata-

  2. Runcing Sadewa berkata:

    Alhamdulillah, Allaahu akbar. Artikel yang sangat ilmiyah dan membangun. Semoga semua kaum muslimin benar-benar memperhatikan ayat jihad tersebut “Wa a’iddu lahum mastatha’tum min quwwatin” (dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kalian sanggupi).kemudian bersegera untuk mempersiapkannya. Jazakallaahu khairan yaa Ustadz.

  3. Abu dzaq berkata:

    Subhanallah isinya membangkitkan ghiroh kaum muslimin, ijin share ustadz.

  4. Hendra berkata:

    Allohu akbar

  5. Abu Haydar berkata:

    Salam kenal ustadz, saya selalu senang membaca tulisan2 anda,dan selalu menjadi bahan renungan saya karena banyak hal2 yg baru saya sadari. Terima kasih ustadz.

  6. Okrisnaldi Putra berkata:

    same with Abu Haidar:

    “banyak hal2 yg baru saya sadari”

    kalau bisa (baca: harus) disebarkan, agar yg pintar makin banyak… demi kemaslahatan umat….

  7. Abdillah Syafei berkata:

    Subhanallah… artikel yang menyentuh…

  8. politikislam123 berkata:

    tidak usah dihancurkan sudah hancur sendiri, tetapi harus kita sipkan penggantinya yaitu khilafah islam

  9. Ahlussunna waljamaah paling berperang jihat fisabilillah.sampai uni soviet dan amerika bangkrut/bubar berkata:

    La haula wala kuata illa billah,sangat menyentuh perasaan sanubari,Ini karna karna sunnatullah siapa berbuat,dia yg menanggung resiko akibat perang dan penjajahan,semoga indonesia tdk seperti negara penjajah.

  10. al-faqir berkata:

    الله اكبر الله اكبر الله اكبر

  11. Fulano berkata:

    Alhamdulillah

  12. dargono berkata:

    subekhan allah, smoga apa yng ditulis ikhwan membawa kebangkitan menyadarkan umat muslim, berikan kabar tentang perjuangan jihad mujahidin menegakan kilafah islamiyah di bumi syam, kami sangat rindu.

  13. Fulan berkata:

    poin 1 dan 2 di atas insya Allah akan terpenuhi dengan tegaknya khilafah islam, aamiin

  14. erwin berkata:

    allah maha besar,insyaallah amerika bangkrut,israel akan hancur

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: