Berhati-hatilah, Pak Jusuf Kalla!!!

(Revised edition).

 

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Kita bergembira ketika beberapa waktu lalu tersiar berita, bahwa Pak Jusuf Kalla (mantan Wakil Presiden RI) ingin ikut menjadi penengah perdamaian antara Palestina-Israel. Bisa jadi, dari pengalaman menjadi mediator perdamaian Malino I dan II, lalu perjanjian antara RI-GAM di Aceh, Pak Jusuf Kalla memiliki track record untuk maju ke level konflik Palestina-Israel. Meskipun kita tahu, level konflik di internal bangsa Indonesia sangat berbeda dengan konflik abadi antara kaum Muslimin versus Zionisme internasional itu. Tetapi tidak apalah, semangat Pak Kalla layak dihargai.

Tetapi kita sangat prihatin ketika MER-C melansir pernyataan yang intinya menghimbau agar PMI (lembaga yang kini dipimpin oleh Jusuf Kalla) agar membatalkan kerjasama dengan Israel. Kita kaget, ada apa dengan PMI? Ada apa dengan manuver Jusuf Kalla? Apakah mereka ingin membuka kerjasama dengan MDA -palang merahnya Yahudi terlaknat itu-?

Tidaklah seorang Yahudi menjabat tangan kita dengan hangat; melainkan di hatinya, dia ingin membunuh kita.

Selengkapnya rilis dari MER-C bisa dibaca disini: MER-C Minta PMI Batalkan Kerjasama dengan Israel. Kalau membaca pernyataan MER-C ini kita amat sangat prihatin. Bagaimana Bapak Jusuf Kalla sampai melakukan kunjungan atas nama PMI ke Israel? Bagaimana beliau bisa berjalan-jalan mengunjungi instalasi-instalasi kesehatan di Israel? Bagaimana beliau  kagum dengan kehandalan teknologi Israel, lalu berniat membuka jalan kerjasama antara PMI dengan MDA (palang merahnya Israel)? Sangat menakjubkan, bagaimana semua itu bisa terjadi?

Kita sangat amat prihatin. Bagaimana Pak Jusuf Kalla sampai mengeluarkan statement, “Untuk urusan kemanusiaan dan sistem manajemen transfusi darah mereka, kita akan saling tukar pengalaman.” Seolah, dalam urusan politik, militer, ekonomi, dll. kita tidak usah kerjasama dengan Israel. Tetapi dalam masalah kemanusiaan, kita boleh sharing dengan mereka.

Allahu Akbar, mengapa Pak Jusuf Kalla tidak ingat dengan kejahatan Isreal terhadap armada Mavi Marmara? Padahal Mavi Marmara adalah kafilah pelayaran yang membawa missi kemanusiaan ke Ghaza. Apakah sulit untuk mengingati kejadian yang baru terjadi beberapa bulan lalu? Dimana empati kemanusiaan kita ketika Israel memblokade jalur Ghaza sehingga disana ada jutaan manusia menderita, kelaparan, terserang penyakit, kekurangan gizi, obat, dan air? Apakah itu yang kita sebut sebagai kerjasama kemanusiaan? Jelas sangat mengherankan.

Wajib bagi Ummat Islam untuk memerangi Yahudi Israel secara totalitas, secara menyeluruh, dari arah manapun mereka berada di muka bumi ini; dan dalam waktu kapanpun, sampai Hari Kiamat. Ini adalah kewajiban universal ummat manusia, khususnya kaum Muslimin untuk memerangi Yahudi secara komprehensif.

Mengapa harus demikian?

Sebab Zionisme Internasional telah merusak manusia dan kemanusiaan, secara sistematik, secara menyeluruh, secara massif di berbagai sisi kehidupan insan. Yahudi telah benar-benar menghancurkan peradaban manusia melalui sistem ekonomi ribawi, kapitalisme, kebohongan media, penghancuran budaya melalui film-film, musik, fashion, gaya hidup. Yahudi telah merusak kesehatan melalui berbagai konspirasi virus, obat berbahaya, makanan beracun, air terpolusi, udara kotor, dll. Yahudi telah merusak lingkungan, merusak mentalitas, merusak keturunan. Yahudi telah merusak sistem pertahanan, merusak tradisi militer, merusak birokrasi, lembaga sosial, lembaga keagamaan, lembaga bisnis, termasuk di dalamnya lembaga kemanusiaan. Yahudi telah merusak kehidupan melalui organisasi rahasia, agen, penyusupan, makar, dll. Singkat kata, Yahudi Israel inilah entitas yang diperingatkan dengan keras dalam Al Qur’an, “Wa laa ta’tsau fil ardhi mufsidin” (janganlah kamu merajalela di muka bumi dengan berbuat kerusakan).

Memerangi Yahudi secara komprehensif dan totalitas, sama dengan menyelematkan manusia dari bahaya kekejian mereka. Itu adalah kontribusi kemanusiaan tertinggi. Jauh lebih mulia dan berarti daripada sekedar urusan teknik transfusi darah.

Dr. Siti Fadilah Supari, Mantan Menkes, juga pernah mengingatkan bahaya Zionisme di dunia kesehatan dunia. Bahkan kita masih ingat, orang-orang Israel kerap mencuri jenazah anak-anak Palestina yang terbunuh dalam konflik, lalu diambil organ dalamnya, untuk kebutuhan transplantasi di negerinya. Dengan berkedok missi kemanusiaan, mereka mencuri organ. Masya Allah, semoga Allah melaknati manusia-manusia keji itu.

Nabi Saw sudah berkali-kali mengingatkan kelicikan kaum Yahudi ini. Beliau ingatkan kaum Muslimin agar berhati-hati terhadap makar Yahudi. Kita masih ingat, bagaimana kabilah-kabailah Yahudi di Madinah harus diusir dari Madinah karena segala pengkhianatan mereka. Pengkhianatan terbesar ialah oleh Bani Quraidhah yang membangun sekutu (Al Ahzab) dalam rangka menghabisi peradaban Islam.

Jangankan Anda, wahai Pak Kalla, Nabi Muhammad Saw pun dikhianati oleh Yahudi-Yahudi keji itu. Bahkan Nabi Musa As terus-menerus disakiti hatinya oleh makhluk terkutuk dari kalangan Yahudi itu; bahkan Nabi Harun As nyaris dibubuh oleh mereka dalam kasus penyembahan sapi betina. Nabi kaum Yahudi sendiri dimusuhi oleh mereka, apalagi seorang Jusuf Kalla? Tentu Anda tidak akan dipandang oleh mereka, kecuali bila posisi Anda bisa dimanfaatkan oleh mereka untuk ditipu, dikhianati, ditunggangi, dll.

Pak Kalla, kami mengingatkan Anda agar bersikap lurus! Isilah akhir-akhir hidup Anda dengan kebajikan! Jangan diisi dengan kontroversi-kontroversi. Semua itu akan meletihkan diri Anda sendiri, akan membuyarkan angan-angan baik Anda; bahkan bisa menghempaskan usaha-usaha bisnis keluarga Anda!

Semoga Bapak Jusuf Kalla menyesali kepergiannya ke negeri Yahudi yang telah dilaknat oleh Allah, makhluk di bumi dan di langit itu. Pergi kesana, selalu membawa ekor masalah yang panjang, sebab pergi kesana seperti mendatangi tempat yang penuh laknat.

Semoga Pak Jusuf Kalla juga tidak ada niatan untuk meneruskan kerjasama antara PMI dan MDA Israel.  Demi Allah, Pak Kalla. Andaikan Anda terus meneruskan rencana kerjasama dengan palang merah Israel, kami akan menyerukan kaum Muslimin agar memboikot PMI, menolak donor darah ke PMI, menolak menyumbang PMI, dan seterusnya.

Akhir kalam, semoga Anda Pak Jusuf Kalla bisa memahami harapan baik ini. Allahumma amin. “Siapa yang berbuat baik, sebenarnya dia berbuat untuk kebaikan dirinya sendiri.”

 

Bandung, 19 Oktober 2010.

Abu Muhammad Al Nusantari.


Iklan

2 Responses to Berhati-hatilah, Pak Jusuf Kalla!!!

  1. Fitriana Sidikah berkata:

    itu baru tawaran yang diajukan MDA Israel. belum tentu juga PMI akan lsg menerima, krn yang ajukan kerjasama dengan PMI ga cuma Israel melainkan banyak negara. BSM Palestina pun ajukan kerjasama. Jadi,tawaran dari suatu pihak belum dapat dipastikan menjadi sebuah keputusan.

  2. wawan s. s. berkata:

    bukan soal banyak yg menawari atau tidak, tapi soal sikap jk itu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: