Apakah Syariat Islam Kejam?

ARTIKEL 01:

Seorang aktivis demokrasi, Fajrul Rahman. Dia termasuk salah satu aktivis yang selama ini memperjuangkan dihapuskannya hukuman mati. Hukuman mati dianggap kejam, tidak sesuai dengan standar HAM.

Tetapi bagaimana kalau ada seseorang membunuh orang lain tanpa alasan yang dibenarkan (misalnya membela diri)? Dia sudah menghilangkan nyawa orang lain secara zhalim. Apakah pembunuh itu tidak boleh dibunuh karena telah membunuh orang lain secara zhalim? Apakah suatu keadilan, sang pembunuh tidak boleh dihukum mati, sementara ada manusia lain yang telah dia hilangkan nyawanya?

Ini hanya contoh kecil kerancuan berpikir manusia-manusia modern. Mereka mengaku membela HAM, tetapi mereka tidak membela hak-hak manusia yang telah dibunuh, dan hak-hak manusia lain yang terancam pembunuhan. Sepintas lalu gerakan menolak hukum mati seolah baik, karena humanis. Padahal hakikatnya, ia merupakan DISKRIMINASI atas hak-hak hidup korban dan masyarakat luas.

Islam Melindungi Masyarakat dan Mengancam Para Penjahat.

Seruan menolak hukuman mati sebenarnya merupakan bagian dari seruan untuk menolak Syariat Islam. Banyak kaum sekuler menyatakan kebenciannya kepada hukum Syariat Islam. Alasan mereka, “Syariat Islam itu kejam, sadis, barbar. Syariat Islam hanya cocok untuk kehidupan di gurun pasir ribuan tahun lalu!” Ya begitulah…

Untuk melihat apakah suatu hukum kejam atau tidak, ada TIGA KOMPONEN APLIKASI HUKUM yang harus kita ketahui. Ketiga komponen ini selalu tampak dalam setiap terjadi kasus kejahatan/kriminal.

[1] Pihak PELAKU kejahatan.

[2] Pihak KORBAN kejahatan.

[3] Pihak POTENSI kejahatan, baik potensi menjadi PELAKU maupun menjadi KORBAN. Ini adalah masyarakat luas.

Setiap terjadi kejahatan, selalu ada 3 komponen itu. Disana selalu ada pelaku, korban, dan potensi menjadi pelaku atau korban. Dimanapun Anda menyaksikan kejahatan, pasti tidak akan keluar dari 3 komponen itu.

Misalnya, ada seorang laki-laki membunuh orang lain secara zhalim. Pihak keluarga tidak menerima pembunuhan itu. Mereka menuntut sang pembunuh dihukum seberat-beratnya. Pihak keluarga korban mengatakan, “Nyawa harus dibayar nyawa! Dia membunuh, dia juga harus dibunuh!” Nanti setelah memasuki proses peradilan, sang pembunuh akan dihukum sesuai hukum yang diterapkan.

Kalau penerapan hukum itu ringan, ia akan sangat melukai hati pihak keluarga korban. Sangat menzhalimi hak-hak hidup korban. Dan ini akan membahayakan masyarakat luas. Nanti di antara mereka akan ikut-ikutan membunuh. “Sudah saja jadi pembunuh. Hukumannya ringan kok,” kata mereka beralasan. Sementara masyarakat lain sangat ketakutan, “Sekarang orang lain jadi korban. Nanti jangan-jangan giliran keluarga kami?”

Pihak yang paling diuntungkan dengan sanksi yang ringan siapa? Ya, sang pembunuh itu sendiri. Pihak pertama yang sangat diuntungkan oleh hukum seperti itu.

Kalau ada yang mengatakan, “Syariat Islam kejam. Syariat Islam biadab. Syariat Islam sadis, barbar!” Maka kita paham maksud seruan ini. Orang-orang yang menyerukan perkataan seperti itu pada hakikatnya ialah: Para pembela penjahat, para penolong kaum kriminal, sekutu para bajingan, sekutu para perampok, sekutu para koruptor, pelindung manusia-manusia jahat, penyengsara korban kejahatan, pembuat frustasi keluarga korban, serta mereka juga menyebabkan kejahatan menyebar-luas, menyebabkan manusia ketakutan atas kejahatan.

Syariat Islam bisa jadi kejam, bagi pelaku-pelaku kejahatan. Tetapi Syariat Islam sangat MENGAYOMI, MELINDUNGI, MEMBERI RASA ADIL, MEMUASKAH HATI, MENGOBATI LUKA orang-orang yang menjadi korban kejahatan, korban perbuatan rusak, kriminal, kezhaliman dan pengrusakan di muka bumi. Bahkan Syariat Islam -dengan ketegasannya kepada penjahat- sangat bermanfaat untuk mencegah terjadinya kejahatan-kejahatan yang lain, dan memberi rasa aman bagi masyarakat luas.

Mengapa negara Barat mau mengupah agen-agennya, termasuk media-media massa, pakar, pengamat, akademisi, politisi, ahli hukum, aparat birokrasi, dll. untuk menyerang Syariat Islam? Mengapa, wahai Sauadaraku? Sebab mereka tahu, Syariat Islam merupakan hukum yang SANGAT UNIK. Unik sekali. Tidak banyak teori, tidak banyak cingcong, tetapi hasilnya sangat nyata dan cepat terasa.

Kalau pelaksanaan hukum Islam di Aceh tidak maksimal…ya bagaimana lagi, wong orang-orang GAM itu kebanyakan tidak mengerti Islam. Mereka berjuang untuk etnis Aceh, bukan untuk tegaknya Syariat Islam. Banyak aktivis-aktivis Islam yang concern dengan Syariat justru dimusuhi oleh orang-orang GAM.

Apakah hukum Islam kejam?

Dari sisi mana dulu melihatnya. Kalau dari sisi kepentingan PARA PENJAHAT, bisa jadi Syariat Islam sangat menakutkan mereka. Tetapi kalau dari sisi kepentingan KORBAN dan MASYARAKAT luas sebagai POTENSI, Syariat Islam adalah adil, harmoni, melindungi, efektif, dan berkah.

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

AM. Waskito.

Iklan

8 Responses to Apakah Syariat Islam Kejam?

  1. Amar Ma'ruf berkata:

    Setuju Ustadz.
    Alasan yg selalu di ciptakan untuk menolak Syari’at Islam tentang hukuman mati yg di bahas di sini oleh mereka yg suka berada di posisi sebagai raja rimba karna mereka berwatak materialis.

    Bentar lagi mungkin ada tanggapan yg masuk tentang artikel ini khususnya tanggapan dari orang yang berwatak materialis atau org awam yg terkena virus materialis dari opini-opini sesat kaum materialis. Katanya “biar bagaimanapun hutang nyawa di bayar nyawa adalah tidak dapat di terima karena sadis, bar-bar”, dll. Dan juga mengatakan, “sudahlah yg terjadi biarlah terjadi, apakah dengan membunuh sipembunuh dapat mengembalikan org yg telah di bunuhnya?”, “berikan pipi kananmu jika pipi kirimu di tampar” di katakan kepada keluarga korban pembunuhan, dll.

    Mereka itu adalah orang yg berlogika dangkal, akal mereka amburadul. Padahal tujuan Syari’at Islam tidak sedangkal otak mereka, tujuan Syar’i tentang hukuman mati lebih luas seperti sebagian kecil dari tulisan artikel ini.

    Lalu, kalau buat mereka itu sadis, bar-bar, kenapa setelah tertangkapnya Saddam Hussein di beri hukuman gantung meski itu di minta oleh ‘Rakyat’ Irak, bukankah engkongnya demokrasi dan sepilis ada di sana, kenapa hal itu tidak mereka cegah agar konsekuen dengan apa yg mereka tolak dgn alasan yg sama?

    Lebih sadis, barbar mana antara hukuman mati dengan tindakan di pejara Guatanamo dan penjara rahasia sejenis lainnya? Kalau kita berada di posisi teraniaya di penjara itu, banyak dari kita lebih meminta di tembak mati jika terpasung. Kalau tidak dlm keadaan terpasung mungkin kita menjadikan tubuh kita sebagai martir asal dapat membunuh salah seorang dari mereka di penjara biadab itu minimal melukai.
    Artinya antara hukuman mati dgn siksaan mereka faktanya lebih biadab, bar-bar lagi penyiksaan mereka.

    Islampun melarang perbuatan aniaya kepada makhluk Tuhan, karena ternyata perbuatan aniaya lebih merusak psikologis, mental, fisik, dll.
    Syari’i tidak kejam, tidak bar-bar seperti yg mereka tuduhkan, bahkan kepada hewan semblihan sekalipun betapa Islam menyuruh mengasah alat potong setajam-tajamnya agar tidak terjadi kebiadaban, bar-bar kepada hewan halal yg di sembelih sehingga penganiayaan hewan tdk terjadi.

  2. TheSalt Asin berkata:

    Sepenggal Nasihat yang terpenggal.(dari Imam Asy-Syafi’i. r.a.).

    ….Namun. Kamu bisa juga memaafkan dia. Pemberian maaf untuknya, merupakan perbuatan yang lebih dekat dengan ketakwaan dan lebih dekat dengan sifat kedermawanan. Hal ini sesuai dengan fiman Allah Ta’ala:

    1. “Dan balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa,

    2. Maka barang siapa memaafkan dan berbuat baik, maka pahalanya atas (tanggungan) Allah. “

    -QS.-Asy-Syuraa, 49.

    Jadi pada hakikatnya – mau ambil no, 1 pun boleh. atau no, 2 pun boleh.

    Yang dilarang itu melebihi batas- penggalan Nasihat berikutnya:…..

    ….Jika jiwamu terus saja menuntut/mendorong untuk melakukan pembalasan atas perlakuan yang tidak menyenangkan tersebut.
    Maka renungkanlah kembali kebaikan-kebaikannya, yang dulu pernah dia perbuat kepadamu.

    Maka berbuatlah kebajikan kepadanya, walaupun Kamu telah menerima keburukan ini.

    Jangan pernah kebaikan yang dulu, yang pernah diperbuat kepadamu, terkurangi nilainya, gara-gara keburukan yang baru saja menimpa dirimu.

    Karena jika kamu melakukan itu (balas dendam), berarti kamu sendiri sebenarnya telah melakukan berbuatan Zhalim.

    “ Wahai Yunus, jika Kamu mempunyai seorang teman, maka peliharalah hubungan baik dengannya.

    Karena mencai teman itu sangat sulit, dan memutuskan hubungan dengannya, sangatlah mudah.

    Shifatush-Shafwah, – ll/252-253./salaf-198.

  3. heartofvillain berkata:

    ya pikir aja sendiri kalian omong bahwa orang yang membunuh harus dihukum mati maka artinya kalian juga gak mungkin diampuni dosa2 oleh Tuhan sebab kalian harus dihukum, setiap pelanggaran harus dihukum, gimana menurut kalian?

  4. […] [01] Apakah Syariat Islam Kejam? […]

  5. Anonim berkata:

    ISLAM ITU AMAN TIDAK ADA YG MEMBUNUH DAN TIDAK ADA YG DIBUNUH. Karena smua’a takut kepada Hukum Sang Pencipta ALLAH SWT.

  6. Abdulhaq Al Hasyim berkata:

    Khalifah Umar bin Khatab pernah meranjam putranya sendiri (Abu Syahmah), masih adakah pemimpin seperti beliau???

  7. Gabriel berkata:

    Pembalasan adalah hak Tuhan

  8. Korban Bom Bali berkata:

    Bagaimana dengan pembunuhan yang dilakukan atas nama Tuhan? Membakar rumah ibadah orang lain, merusak properti orang lain dengan mengatasnamakan pembelaan agama? Sanksi apakah yang tepat buat mereka?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: