Antara FPI dan Pancasila

Saat ini FPI mendapat serangan dari berbagai arah. Media-media liberal seperti MetroTV tidak henti-hentinya menyerang FPI. Termasuk tentunya para aktivis liberal, aktivis demokrasi, politisi, pejabat negara, dan lain-lain. Mereka saat ini sepakat untuk menghajar FPI. Kalau bisa, dalam waktu dekat FPI dibubarkan. Itu targetnya!

MetroTV sebagai jongos pelayan kepentingan bisnis China, tentu sangat membenci FPI. FPI adalah penghalang terbesar proses SEKULARISASI dan LIBERALISASI, seperti yang diperjuangankan MetroTV dan Surya Paloh. Mereka dalam persekutuannya dengan pemodal-pemodal China, pasti akan menghajar terus FPI. Apapun istilah akan mereka angkat, demi tujuan yang diinginkan pemodal-pemodal China, FPI dibubarkan. FPI jelas akan menjadi penghalang terbesar proses ANEKSASI bangsa Indonesia oleh jaringan bisnis China, yang saat ini sedang bersekutu mesra dengan MetroTV dan Surya Paloh. Surya Paloh sendiri punya obsesi besar untuk: “Merestorasi Indonesia dengan menggandeng kekuatan modal dan filosofi China.” Maka tidak heran, saat ini MetroTV benar-benar seperti “kantor kebudayaan China” yang sangat agressif dalam mempromokan keindahan budaya MUSYRIK China.

Ya Ummat Islam perlu berdoa, agar orang-orang MetroTV ini diberi hidayah, sehingga tidak menjadi jongos kaum penjajah. Di sisi lain, mereka jangan mempromokan budaya etnis China secara massif, sehingga kelak ia akan mengancurkan budaya nasional sendiri. Kalau mereka tidak mau berubah dan bersikap fair, kita doakan saja, agar MetroTV dihancurkan oleh Allah Ta’ala, dibuat porak-poranda lahir-batinnya, ditimpakan kehinaan dan kekacauan sistemik di dalam dirinya. (Amin Allahumma amin).

Disini banyak pertanyaan yang harus dijawab dan diuraikan…

Kerusuhan Ambon: Sejak Lama Kita "Diasuh" oleh Tragedi dan Kekerasan. Tiada Aparat yang Sudi Membela. Kita Membela Diri Sekuat Tenaga. Salah-satunya, FPI.

Mengapa aktivis FPI kerap terlibat kerusuhan atas nama agama? Mengapa FPI sering melakukan sweeping tempat-tempat maksiyat? Mengapa Burhanuddin Muhtadi menyebut FPI sebagai “polisi swasta”? Mengapa FPI kerap dituduh sebagai ormas Islam radikal dan anarkhis?

Masalah-masalah ini kalau Anda tanyakan ke MetroTV dan jongos China lainnya, juga ke orang-orang liberal, dan kawan-kawan, pasti tidak akan ketemu jawabannya. Sebab darah mereka memang mendidih ingin agar FPI segera dibubarkan. FPI adalah target utama penjajah untuk disingkirkan. Para komprador penjajah pasti membenci FPI.

Pada dasarnya, cara-cara kekerasan untuk menyelesaikan masalah TIDAK BAIK dilakukan. Oleh siapapun. Kalau suatu problem bisa diatasi dengan cara dialog atau berembug, itu lebih baik.

Tetapi sepanjang sejarahnya, Ummat Islam di Indonesia tak henti-hentinya dianiaya, diserang, dibantai, dimusnahkan kampung dan rumahnya, dan lain-lain. Itu terjadi dalam masa yang panjang. Mulai Tragedi Priok, Tragedi DOM di Aceh, Tragedi Banyuwangi, Situbondo, Tasikmalaya, Tragedi di Ambon, Maluku Utara, NTT, Timor-Timur, Sambas, Sampit, dan lainnya. Terlalu banyak tragedi kekerasan yang menimpa Ummat Islam sejak masa lalu. Di jaman Reformasi juga banyak muncul tragedi, terutama TRAGEDI TERORISME. Densus88 tidak henti-hentinya mengejar pemuda Islam, mengepung mereka, menyerang, membunuhi di jalan-jalan, memfitnah, menyiksa, dan seterusnya.

Ummat Islam sejak merdeka sampai saat ini dibesarkan dalam ASUHAN tragedi demi tragedi. Disinilah terlihat betapa jahat dan keji opini yang disebarkan oleh MetroTV, wartawan-wartawan atheis dan amoral, aktivis liberal terlaknat, aktivis HAM, demokrasi, politisi, tokoh agama, dll. dimana mereka SANGAT TIDAK ADIL dalam menilai dan memvonis. Termasuk di dalamnya, A. Syafi’i Ma’arif, tokoh sepuh yang sok bijak, tetapi sering berlaku sewenang-wenang. Katanya dia melek sejarah. Tetapi tidak pernah menakar harga darah dan air-mata Ummat Islam yang pernah tertumpah dalam tragedi demi tragedi itu. Itukah yang disebut Buya? Masya Allah.

Gerakan Islam seperti FPI, dan tidak semua gerakan Islam seperti ini. Mereka lahir di atas latar-belakang sejarah yang dipenuhi rasa sakit hati, dendam kepada orang kafir, rasa ketidak-percayaan kepada aparat, dan permusuhan total kepada aliran-aliran sesat. Karena mereka itulah yang dianggap sebagai SUMBER TRAGEDI kehidupan Ummat Islam di Indonesia.

Andaikan, di negeri ini, para aparat baik Polisi atau TNI, mereka benar-benar bertindak adil, jujur, tidak menjadi alat kekuasaan; tentu tidak perlu terjadi aneka rupa tragedi mengerikan yang menimpa Ummat Islam. Pada gilirannya, FPI tidak perlu mengibarkan “bendera perlawanan”.

Apa yang kini FPI lakukan, ialah pembelaan maksimal yang mampu mereka lakukan, untuk menjaga Ummat, membela Ummat, dan memelihara kehidupan Ummat Islam di negeri ini. Tidak bolehkah FPI membela Ummat ketika Ummat ini tidak lagi dibela oleh para aparat? Kalau cacing saja bisa membela diri, bagaimana dengan manusia? Bagaimana dengan FPI?

Surya Paloh, MetroTV, dan manusia-manusia atheis musuh Allah lainnya, mereka tak henti-hentinya mengecam FPI sebagai: ormas anarkhis, kelompok Islam radikal, ekstrim agama, dll. Tapi mereka tidak pernah mengaca diri, bahwa diri mereka adalah: Sekuler radikal, Liberal ekstrim, kapitalis egois, dan seterusnya. Hanya FPI yang boleh menyandang istilah radikal dan ekstrim. Sementara mereka lupa bila dirinya sendiri sekuler radikal, liberal ekstrim, kaki-tangan kapitalis.

Banyak orang kini berlinang air-mata menangisi korban dari jamaah Ahmadiyyah. Seakan, di dunia ini tidak pernah terjadi tragedi lebih mengerikan, selain peristiwa di Monas, peristiwa Cikeusik, Pemalang, dll. Padahal mereka belum tahu, bagaimana keadaan pemuda-pemuda Islam ketika dibantai di Tanjung Priok tahun 1984, bagaimana kejamnya DOM di Aceh, bagaimana sadisnya pembantaian di Poso oleh kaum Protestan, bagaimana sadisnya peristiwa di Lampung Selatan. Termasuk bagaimana perih dukanya pemuda-pemuda yang ditembaki aparat karena dituduh sebagai TERORIS. Darah warga Ahmadiyyah begitu harum di hidung mereka. Tetapi darah ratusan, ribuan Ummat Islam, terasa busuk di hidung mereka.

Pertanyaanya, katanya Indonesia ini bangsa berdasar PANCASILA. Dalam Pancasila itu ada sila: “Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Jika benar bangsa Indonesia berdasar Pancasila: “Mengapa mereka membiarkan terjadi kerusuhan Ambon, Maluku, Poso, Sampit, Sambas, dll. yang korban Ummat Islam di dalamnya hingga ribuan orang? Mungkin bisa mencapai puluhan ribu. Mengapa negara ini lebih mencintai sekularisme dan hedonisme, dan anti nilai-nilai Islam? Mengapa negara ini memakai APBN untuk merusak, memfitnah, memecah-belah, mengadu-domda Ummat Islam? Mengapa negara ini toleran kepada aliran-aliran sesat? Mengapa negara lebih mencintai para kapitalis China dan kapitalis asing lainnya, daripada putra bangsa sendiri seperti FPI? Mengapa negara lebih banyak menelan fatwa-fatwa kaum kafir liberal, daripada fatwa ulama yang lurus?” Dan lain-lain pertanyaan.

Jadi, benarkah bangsa ini berdasarkan Pancasila? Kalau benar, pasti negara sudah lama membubarkan Ahmadiyyah, karena mengganggu keyakinan mayoritas Ummat Islam Indonesia. Dan negara akan bersikap tanggap dan sigap atas segala masalah Ummat, tidak menanti FPI turun tangan. Itu kalau benar negara ini berdasarkan: “Ketuhanan Yang Maha Esa.”

Selama bangsa ini tidak pernah mau melaksanakan sila “Ketuhanan Yang Maha Esa” secara murni dan konsekuen; yakinlah kerusuhan agama akan terus terjadi di negeri ini; yakinlah FPI akan terus eksis di bumi Nusantara ini; sebab mereka akan terus berusaha membela Islam, ketika negara tidak mau membela Islam.

Semoga Allah menolong hamba-hamba-Nya yang ikhlas berjuang dan membela agama-Nya. Allahumma amin.

AMW.

Iklan

16 Responses to Antara FPI dan Pancasila

  1. juhaiman79 berkata:

    Setidaknya surya poloh lebih cerdas dari “boss besar kita”.
    Dia agak cerdas sedikit memilih jadi jongos cina , dari pada jongos amerika ( amerika sudah mau bangkrut , sebentar lagi jadi jongos cina juga ) .
    Tapi jangan kuatir banyak umat yang masih cerdas lebih memilih menjadi ” jongos ” Allah swt, tetap istiqomah pada masa amburadul ini.

  2. Lukman Mubarok berkata:

    Amerika cerdas, mereka hutang ke Cina lalu dihutangkan ke RI berlipat-lipat dengan agunan tunduk pada yahudi

  3. Achmad Ruhiyat berkata:

    Assalammu’alaikum Wr. Wb.

    Kumaha ustadz dameng.

    Kacida atohna abdi tiasa tepang deui sareng tulisan ustadz. Tulisan anu ngabuka hate.

    Teraskeun ustadz….Nuhun.

  4. Lukman Mubarok berkata:

    Kenapa ya FPI yang legal dibubarkan sedang ahmadiyyah yang sesat dilegalkan? Saya nggak habis pikir. Apakah keputusan Suryadarma Ali tentang Ahmadiyyah banyak ditentang koleganya?

  5. abisyakir berkata:

    @ Kang Achmad Ruhiyat…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Alhamdulillah Kang, sudah semakin baik. Meski belum sehat penuh, tapi alhamdulillah. Sudah melalui saat-saat kritis dari sakit yang dialami. Semoga Allah sempurnakan kesehatan kita semua. Allahumma amin.

    Alhamdulillah, hatur huhun kang ti sadaya dukungannana. Salam ka dulur sadayana. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

    AMW.

  6. Anonim berkata:

    FPI Bukan penjajah ko di ributin

  7. banyugeni berkata:

    blog madzab teroris sesat.go to hell teroris.

  8. banyugeni berkata:

    islam itu nyata benar dan menang allah jelas2 sudah menjaminnya.la ini kok koar2 bela islam berarti gak percaya allah.

  9. abisyakir berkata:

    @ Banyugeni…

    Blog madzab teroris sesat. Go to hell teroris.

    Tolong hati-hati kalau bicara. Jangan sampai Anda binasa karena perkataan emosional yang tidak bermutu. Kasihanilah hidupmu atau masa mudamu. Jangan disia-siakan dengan perkataan sampah, tanpa arti.

    AMW.

  10. abisyakir berkata:

    @ Banyugeni…

    Islam itu nyata benar dan menang Allah jelas2 sudah menjaminnya. La ini kok koar2 bela islam, berarti gak percaya Allah.

    Komentar: Ini kan cara berpikir “otak udang” model para pengikut Gusdur. Cara membantahnya mudah saja.

    “Kamu ini kan anti Wahabi, anti teroris, pro Gusdur, dll. Kalau kamu yakin perjuanganmu benar, kenapa kamu nyampah di blog ini, pakai menjelek-jelekkan media orang? Kenapa kamu harus menulis komentar-komentar sampah itu, man? Sudah aja, kalau kamu yakin perjuanganmu akan dibela oleh Allah; kamu tidur saja sepanjang masa, siang-malam, tidur terus, tak usah keluar rumah. Iya kan, wahai ‘otak udang’?”

    Namanya @ Banyugeni, tapi otak kualitas seperti itu. Kasihan sekali.

    AMW.

  11. Rio Syahcario berkata:

    Astagfiruloh omong kosong macam apa ini. Seharusnya sebagai sebuah bangsa dengan asas pancasila hal seperti borok bagi bagsa ini, istilahnya menelan kembali ludah yg sudah dibuang. Tidakkah bangsa ini lihat kita sedang diadu domba oleh bangsa barat yang merasa tersaingi bangsa asia ?! Mengapa orang cina yang selalu disalahkan ? Pandangan kita yang harus diubah, mengapa kita tidak melihat bangsa kita sebagai satu kesatuan. FPI harus dipertahankan, cara nya saja yang salah. Sangat dimaklumi banyak anggota muda yang semangatnya masi menggebu gebu, harusnya hal ini dialihkan ke kegiatan kegiatan positif. Bukan sweeping dengan kekerasan dan main hakim sendiri, jelas saja FPI selalu disalahkan kalau begitu. Semoga tulisan saya membuka wawasan anda.

  12. pemberi damai berkata:

    setelah dibaca-baca lagi ini kok tulisannya malah berbau SARA ya!. ini yang buat tulisan mengkambinghitamkan orang dengan kata cina. sebut-sebut nama lembaga juga. metro tv dan semacamnya. ini adalah dampak efek dari demokrasi. sebenarnya bukan demokrasinya yang disalahkan tetapi bagaimana sikap kita menghormati dan menghargai orang lain. peristiwa kerusuhan yang terjadi di berbagai daerah akhirnya toh diselesaikan dengan dialog kebersamaan dimana kita menyadari bahwa kita semua satu bangsa.
    yang buat tulisan ini seolah-olah menyebut lembaga penyiaran,surya paloh atau yang lain-lainnya itu dikatakan sebagai CINA. ini kalau ditulis di kaskus atau di Facebook bisa habis di banned. enggak boleh itu menyebarkan sakarsme kayak gini. anda mempertanyakan negara dengan ketuhanan yang maha esa tapi anda malah merusak tatanan kebersamaan bangsa bedasarkan ketuhanan yang maha esa. anda seolah-olah mengaminkan tindakan FPI yang kalau dilihat ada kejangalan-kejanggalan disitu dan tidak mencoba untuk mengkritisi dan memberikan saran terbaik.
    semoga yang membuat tulisan bisa membuat tulisan yang lebih baik dan berbobot. mohon maaf kalau ada kata-kata yang salah terimakasih.(ditulis pada bulan rhamadan 1432H)

  13. Elang Samudra berkata:

    assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

    ini artikelnya bener,karna yg nulis org FPI yang selalu bener 🙂
    Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam aja memberikan pedang yg terjatuh kepada sang pembawa pedang,padahal Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam tau orang itu kan membunuhnya dengan pedang itu…contohlah perilaku itu,tidak harus memakai “perang” 🙂

    kalo soal perbedaan,coba kita pikir, dari dalam kandungan saat “roh” blm dihembuskan oleh ALLAH kita semua sudah memiliki banyak perbedaan fisik,jiwa,pikiran,dan lain sebagainya.mulai dari telinga,tangan,mata,otak,hidung,dsb itu berbeda,tapi bisa selaras harmonis dlm segala hal,tanpa “bersinggungan” sedikitpun…naaahhhh jika dari sebelum kita lahir sampai kita mati saja diri kita sendiri sudah jelas banyak memiliki perbedaan, kenapa kita mempermasalahkan perbedaan??? diri sendiri saja tidak seperti yg diri kita sendiri harapkan,jadi jangan harap orang lain seperti apa yg kita harapkan..Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam (Nabi saya sebagai orang Islam) saja tidak pernah memaksa orang2 kafir pada jamanya untuk mengikutinya,tp FPI kok kesannya memaksakan semua aturan kepada orang lain yg dianggap tidak sejalan atau Nabi nya FPI bukan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam?bahkan ALLAH pun tidak pernah memaksa manusia untuk mengikuti aturannya, ALLAH hanya memberikan pilihan, surga yg akan kau raih atau neraka yg akan kau huni..tanpa sebuah paksaan sedikitpun..

    kalo boleh saya tanya arti “AMW” itu apa ya???anda orang Islam kan??anda pasti juga sangat sangat tau dan pintar tentang Islam,tapi kok tidak menghargai apa yg telah diciptakan Allah????..Allah menciptakan kalimat “assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” itu ada maksut dan tujuannya, jika anda menulis AMW artinya apa????????????
    satu huruf saja dirubah sudah beda artinya lho, ini malah disingkat AMW..
    anda mengaku Islam tapi tidak menghargai apa yang diciptakan Allah sang pencipta Islam…

    ANDA ANTI AMERIKA?????????? situs anda ini dompleng sapa…..???? Indonesia??? web anda ini berdomain punya amerika juga..jangan berbicara tentang “ANTI” jika anda masih “menggenggamnya”……..

    mungkin hanya itu saja dari saya..MAAF jika saya salah 🙂

    “DIATAS LANGIT MASIH TERDAPAT LANGIT BERLAPIS-LAPIS LAPISAN LANGIT TAK BERPENGHUJUNG LANGIT, DIBAWAH BUMI MASIH TERDAPAT TANAH BERLAPIS-LAPIS LAPISAN TANAH TAK BERPENGHUJUNG TANAH”

    Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh

  14. Si'Ardjuna berkata:

    @.Anonymous Juli 29, 2012…

    padu Beledag wae ari nyarios teh.. NUKLIR sugan…
    KALO km ade aku, ngomongnya kaya gt,, geus d’tonjok maneh ku urang…

    astaghfirullah… jd weh kasar…

    dengerin y mas, kalau anda melihat kekeliruan pada orang lain, y ingatkan dong sama anda. jelaskan padanya tentang letak kesalahannya dmana.. dan jelaskan yg benernya itu sperti apa.. anda paham.?

    saya punya sesuatu buat kamu, semoga bermanfa’at.. d’baca yaa..^_^..

    wajib bagi kita untuk saling menolong pada permasalahan yang kita bersepakat di dalamnya, seperti membela al-haq dan mendakwahkannya, serta mengingatkan dari hal-hal yang dilarang oleh Allah dan Rasul-nya, Adapun saling memberi ma’af sebagian kita kepada sebagian yang lain pada masalah yang kita berbeda pendapat di dalamnya, tidaklah secara mutlak, tetapi perlu dirinci lagi. Kalau permasalahannya termasuk dari masalah-masalah ijtihad yang samar dalilnya, maka wajib untuk tidak mengingkari sebagian kita atas sebagian yang lain. Adapun pada permasalahan yang menyelisihi nash baik dari Al-Kitab maupun As-Sunnah, maka sudah menjadi suatu kewajiban untuk mengingkari orang yang menyelisihinya, akan tetapi dengan hikmah dan nasehat yang baik serta berdiskusi dengan cara yang lebih baik.[Bin Baz]

  15. abisyakir berkata:

    @ Elang Samudra…

    Kalo boleh saya tanya arti “AMW” itu apa ya??? anda orang Islam kan?? anda pasti juga sangat sangat tau dan pintar tentang Islam,tapi kok tidak menghargai apa yg telah diciptakan Allah????..Allah menciptakan kalimat “assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh” itu ada maksut dan tujuannya, jika anda menulis AMW artinya apa????????????

    Komentar: Wah, tamu baru ya. Gak apa-apa. AMW = Abu Muhammad Waskito. Muhammad itu anak saya. Waskito itu nama pemberian orangtua. Nama asli, sesuai akte dan ijazah = Joko Waskito.

    Satu huruf saja dirubah sudah beda artinya lho, ini malah disingkat AMW.. anda mengaku Islam tapi tidak menghargai apa yang diciptakan Allah sang pencipta Islam…

    Komentar: Anda pernah tahu “inisial” nama dalam kehidupan? Kalau belum tahu, coba pelajari dulu.

    ANDA ANTI AMERIKA?????????? situs anda ini dompleng sapa…..???? Indonesia??? web anda ini berdomain punya amerika juga..jangan berbicara tentang “ANTI” jika anda masih “menggenggamnya”……..

    Komentar: Saya tidak anti Amerika. Mana ada tulisan atau indikasi yang seperti itu. Hanya saja, saya ANTI KEZHALIMAN, apalagi jika kezhaliman itu dilakukan orang kafir dalam permusuhannya kepada Islam. Saya anti dengan hal itu. Tidak semua orang Amerika zhalim, sebagaimana tidak semua orang Indonesia baik.

    Mungkin hanya itu saja dari saya..MAAF jika saya salah 🙂

    Komentar: Oh ya sama-sama. Maafkan juga kalau saya ada salah dan kelirunya.

    “DIATAS LANGIT MASIH TERDAPAT LANGIT BERLAPIS-LAPIS LAPISAN LANGIT TAK BERPENGHUJUNG LANGIT, DIBAWAH BUMI MASIH TERDAPAT TANAH BERLAPIS-LAPIS LAPISAN TANAH TAK BERPENGHUJUNG TANAH”

    Komentar: Menurut Al Qur`an dan As Sunnah, ada 7 lapisan langit sebagaimana ada 7 lapisan bumi. Bukan “tidak berujung” seperti yang Anda sebutkan.

    Wassalamu’alaikum wa rahmatullah wabarakatuh.

    Komentar: Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Admin.

  16. abisyakir berkata:

    @ Si’Ardjuna…

    Memang itu “anonymous” memang ngomongnya kasar melulu. Jangan-jangan dia gak puasa? Makanya rata-rata komen dia langsung saya hapus. Komen kayak begitu tidak usah dibaca. Biarkan saja hilang dan lenyap…bersama hilangnya hakikat kehidupan si “anonymous” itu sendiri.

    Orang kaya si “die”, tak usah ditanggapi serius. Anggap saja, seperti lalat yang sesekali menclok di hidung. Kita tinggal…huuuffzzh… (ditiup keras) agar si lalat segera lenyap dari hidung. Kasihan banget…diciptakan baik-baik sebagai manusia, tapi mutunya seperti lalat.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: