Bay Necmettin Erbakan Telah Wafat…

Najmuddin Erbakan Rahimahullah. Telah Melintasi Panjangnya Suka-duka dalam Rangka Membela ISLAM.

Inna lillahi wa inna ilaihi ra’jiuun. Pada hari Ahad 27 Februari 2011 kemarin, dunia Islam kehilangan salah satu tokoh besarnya. Mantan Perdana Menteri Turki, Necmettin (Najmuddin) Erbakan. Allahummaghfirlahu warhamhu wa ‘afihi wa’fuanhu. Amin Allahumma amin.

Mengenang Bay (Tuan) Erbakan seperti mengenang mutiara-mutiara Islam yang sangat langka. Hati kita kagum dan haru mengingati keteguhan, keberanian, serta pembelaannya yang tidak pernah surut terhadap Islam. Masya Allah ya Karim ya Rahmaah…melepas pergi sosok seperti beliau seakan hanya melukai hati kita sendiri, dalam kesedihan dalam duka cita, yang tidak tahu bagaimana mengobatinya?

Bay Erbakan, kalau melihat beliau dari wajah dan penampilannya…seakan jauh dari wajah seorang ulama yang militan dengan ciri khas janggut yang lebat. Beliau tampak sederhana. Tetapi semua orang paham betapa besar dan kuatnya BARA KEIMANAN dalam hatinya, ketika beliau menyuarakan kepentingan Islam dan kecemburuannya kepada agama ini.

Memasuki belantara politik Turki dengan membawa missi Islam, tak ubahnya seperti menyerahkan leher dan keselamatan keluarga kepada maniak-maniak sekuler yang setengah mati membenci Islam. Namun Necmettin Erbakan tidak mempedulikan semua itu. Dengan tekun, dengan sabar, dengan konsisten beliau terus menawarkan politik Islami ke bangsanya sendiri, Turki. Puluhan tahun beliau melakukan hal itu, sampai akhirnya rakyat Turki bisa memahami hadirnya partai Islam.

Tahun 1995 beliau bersama Partai Refah (Partai Kesejahteraan) mengikuti Pemilu Turki. Itu pertama kalinya partai Islam diperbolehkan ikut Pemilu. Hasilnya, partai beliau menang dengan angka sekitar 30 %. Dengan kemenangan itu beliau berhak membentuk kabinet. Karena suara kurang, beliau berkompromi dengan partai sekuler di bawah Tansu Ciller. Pemerintahan Turki waktu itu dijabat oleh dua PM secara bergantian. Beliau sempat menjadi PM Turki pada tahun 1996-1997.

Ketika menjadi PM Turki, Bay Erbakan melontarkan gagasan luar biasa, yang membuat hati kita begitu terpana, tak percaya. Beliau waktu itu mengajak bangsa Turki untuk mengemis-ngemis kepada Eropa. Beliau mengajak negara Turki untuk tidak terobsesi menjadi bagian dari Eropa. Selain itu, beliau juga mengkritik keras PBB (United Nations) yang dituduh selalu tidak adil kepada Islam. Beliau mengajak dunia Islam, khususnya kawasan Timur Tengah untuk membentuk “PBB” sendiri yang beranggota negara-negara Muslim.

Bay Erbakan bukanlah orang yang suka berpura-pura demi alasan kemenangan politik. Politik di matanya adalah sarana untuk memperjuangkan Islam itu sendiri. Politik beliau berbeda dengan politik recehan yang diklaim aktivis-aktivis Muslim tertentu. Beliau konsisten dengan Islam, dan tidak takut menghadapi resiko sebagai seorang Muslim. Seolah beliau ingin mengatakan, “Fasyhadu bi anna muslimin.”

Ketika di Turki dan dunia Islam dilanda demam (euforia) dengan kemenangan Partai AKP di Turki, di bawah pimpinan PM Recep Tayib Erdogan, maka Bay Erbakan tidak bergeser dari sikap politiknya. Politik beliau berbeda dengan AKP. Ibaratnya, beliau tetap bertahan dengan politik Islam murni, 24 karat. Beliau tidak mau berpura-pura, atau menyembunyikan keislaman demi kemenangan politik.

Puluhan tahun Bay Erbakan merintis tampilnya politik Islam di kancah politik Turki. Segala suka-duka sudah dirasakannya. Kemudian, politik beliau dianggap ekstrem, dianggap terlalu kental keislamannya. Lalu sebagian yunior beliau memisahkan diri, kemudian membentuk partai dengan semangat Islam yang lebih cair, yaitu AKP. Ternyata partai AKP itu lebih disukai warga Turki daripada garis politik Necmettin Erbakan. Tetapi…beliau tidak goyah. Tetap teguh dengan pendirian politiknya.

Setelah Partai Refah dilarang oleh hukum di Turki; tahun 1997 beliau ikut mendirikan partai baru, “Partai Kebajikan”. Partai Kebajikan kemudian dianggap melanggar konstitusi Turki dan dilarang lagi tahun 2001. Bay Erbakan tidak menyerah, beliau mendirikan lagi “Partai Kebahagiaan” tahun 2003-2004. Beliau tetap di partai ini sampai wafatnya. Beliau tidak pernah tertarik untuk masuk ke Partai AKP yang kini berkuasa di Turki.

Bay Necmettin Erbakan tidak pernah menyerah untuk memperjuangkan Islam, secara terang-terangan, meskipun terus-menerus dimusuhi kalangan sekuler. Tiada henti, tiada letih, tiada putus-asa beliau menyuarakan missi politiknya, untuk: “Mengingatkan bangsa Turki akan kejayaan sejarahnya di bawah naungan Khilafah Islamiyyah.” Inilah missi utama beliau, mengajak bangsa Turki kembali kepada Islam.

Kehidupan Bay Necmettin Erbakan rahimahullah seperti sebuah MONUMEN besar untuk mengenang: keteguhan, komitmen, cinta, dan pembelaan total kepada Islam. Tidak ada kompromi untuk membela Islam, dan tidak perlu pula berpura-pura. “Siapa yang malu dengan karakter Islam, maka Islam pun malu kepadanya.”

Melepas kepergian Bay Erbakan, seperti melepas kepergian seorang Muslim yang TIDAK DISESALI kehidupannya, tidak diragukan perjuangannya, dan tidak samar loyalitasnya. Sungguh, beliau sudah memberikan apa bisa diberikan kepada Islam ini. Sampai di akhir hayatnya, beliau terus memperjuangkan kembalinya Turki ke tangan Islam.

Adapun kita disini…hanya bisa mengenangi semua ini, hanya bisa mendoakan beliau, dan menahan kesedihan. Hati kita merintih kepada Allah, “Ya Rabbana, begitu cepatnya Ummat ini ditinggal oleh orang-orang yang utama. Kami ditinggal pergi oleh tokoh-tokoh perkasa. Kami ditinggal bersama Ummat ini dengan seribu satu masalah yang menderanya. Sedangkan kami terlalu lemah, tidak sekuat tokoh-tokoh itu. Ya Rabbana, hanya kepada-Mu kami memohon pertolongan dan perlindungan.”

Sayyid Necmetiin Erbakan telah berpulang ke rahmatullah. Semoga kita bisa mengambil bagian dari jejak-jejak perjuangan, pembelaan, dan cinta beliau yang LUGAS kepada agama ini. Allahumma amin ya Rabbal ‘alamiin.

Bumi Allah, 28 Februari 2011.

AMW.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: