Antara SBY dan PKS…

Beberapa hari lalu, 1 Maret 2011, sekitar jam 5 sore, SBY menyampaikan pidato politik tentang KOALISI partai-partai politik dengan Partai Demokrat. Ketika massa FPI dan FUI melakukan tekanan ke Istana, SBY mengalihkan perhatian publik ke soal KOALISI.

Singkat kata, SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) merasa kecewa dengan sikap partai-partai koalisi yang justr bersikap “menusuk” Pemerintah. Khususnya, dalam proses penentuan Hak Angket Mafia Pajak di Parlemen. Dalam proses itu, para penentang pemakaian hak angket menang tipis dibandingkan para pendukung. Disana, PD merasa telah dikhianati oleh anggota-anggota DPR dari PKS dan Golkar. “Katanya koalisi, kok mereka setuju pemakaian hak angket sih?” begitulah logikanya.

Wajah Politik “Benci Tapi Rindu”. (Sumber gambar: inilah.com).

Dalam pidatonya, seperti biasa, SBY dengan bahasa berputar-putar, diindah-indahkan, dilembut-lembutkan, dibijak-bijakkan; akhirnya memberi peringatan kepada partai koalisi agar bersikap searah dengan kebijakan politik Partai Demokrat. Bila tidak mau demikian, mereka akan didepak dari KOALISI dengan Demokrat.

Beberapa komentar…

[1]. SBY sejak dulu tak pernah bersikap tegas. Sikap tegasnya baru keluar ketika menghadapi aksi kekerasan oleh pemuda-pemuda Muslim, atau ketika terjadi aksi bom-boman di suatu tempat (terorisme). Kalau sikap politik, SBY nyaris tidak pernah tegas. Bahasanya, ya begitu-begitu saja. Seolah, Pak SBY ini diciptakan untuk tidak menjadi laki-laki. Sayang sekali. Dalam berbagai persoalan, sulit sekali menemukan sosok ketegasan SBY.

[2]. Pernyataan politik itu sebenarnya diarahkan secara khusus ke PKS.  Bukan ke Golkar. Kekuatan politik PKS dan infrastruktur politiknya kan masih terbatas, belum sebesar Demokrat, Golkar, atau PDIP. Ya, PKS di tingkat pertengahan lah. Karena kekuatan semacam itu, PKS sering sekali diancam-ancam oleh Demokrat. Sedang Demokrat atau SBY tidak berani macam-macam ke Golkar, sebab Golkar selain suara besar, pengalaman banyak, infrastruktur juga kuat. Secara infrastruktur, Golkar lebih kuat daripada Partai Demokrat. Seharusnya, kalau tujuannya mengancam PKS, tidak usah membuat pidato-pidato macam begitu. Langsung kirim surat saja, atau kirim utusan ke DPP PKS. Itu lebih safety dan elegan. Jadi, nantinya tidak usah melibatkan masyarakat luas dan media.

[3]. Dalam pidatonya, SBY lagi-lagi mengatakan: “Saya mendapat banyak masukan, SMS, saran-saran, dari berbagai pihak.” Sangat mengherankan sekali. Ini presiden seneng banget baca SMS. Setiap ada SMS masuk, langsung baca. Coba lah sekali-kali pidato itu secara gentle. Kalau hati Anda tidak suka dengan PKS, katakan saja, “Aku kesel sama PKS.” Jadi, tidak usah berlindung di balik, “Saya mendapat masukan, SMS, saran-saran…” Cobalah nanti kalau pidato lagi, sudah katakan apa adanya, tidak usah memakai dalih ini itu. Hal semacam ini lebih enak bagi masyarakat, karena mengurangi “POLUSI KALIMAT”. (Ternyata, bukan hanya ada polusi udara, air, atau suara. Sekarang ada “polusi kalimat”. Itu tuh…terlalu banyak basa-basi).

[4]. Seharusnya Pak SBY tidak usah membawa masalah KOALISI politik ini ke ranah persoalan negara. Negara itu kan berbeda dengan urusan politik, urusan parpol, dll. Negara punya urusan sendiri, yaitu melayani rakyat, bangsa, dan masyarakat. Kalau suatu urusan tidak ada kaitannya dengan masalah rakyat abaikan saja. Kalau hal itu berkaitan dengan kepentingan politik PD, selesaikan secara politik juga. Jangan memakai mimbar negara untuk mengurusi kepentingan Demokrat. Tidak baik itu!

[5]. Sebenarnya, apa sih salahnya DPR setuju penggunaan Hak Angket Mafia Pajak? Apa salahnya? Itu kan untuk pemberantasan korupsi juga. Kok anggota DPR malah kesal dengan upaya pemberantasan korupsi di Departemen Pajak? Katanya, komitmen dengan pemberantasan korupsi. Intinya, maksud penggunaan Hak Angket itu untuk menyelesaikan korupsi. Ini seharusnya didukung, bukan ditolak. Kita bisa belajar dari kasus Hak Angket Bank Century. Meskipun, sampai saat ini masalah Bank Century digantungkan secara hukum; tetap saja disana ada manfaatnya. Apa manfaatnya? Bangsa Indonesia secara aklamasi mengakui dan menetapkan, bahwa telah terjadi korupsi dalam bailout Bank Century. Secara moral, Hak Angket Bank Century sudah sukses 100 %. Meskipun secara hukum, kasus itu masih berjalan -mungkin- 15 %. Kalau Hak Angket Mafia Pajak disetujui, siapa tahu nanti masyarakat jadi paham, bahwa ada korupsi besar di dunia perpajakan.

[6]. Sebenarnya, bukan rahasia lagi, bahwa SBY dan Demokrat sebenarnya tidak suka dengan politik PKS. Alasannya jelas, sebab PKS dianggap sebagai partai hasil bentukan gerakan dakwah Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Banyak orang tahu itu, karena mereka membaca analisa penulis-penulis Barat atau lokal yang melakukan studi tentang PKS. Gerakan Ikhwanul Muslimin oleh partai politik semacam Demokrat itu selalu dicurigai akan melakukan tiga hal: menerapkan Syariat Islam, mengganti Pancasila, dan mendirikan negara Islam. Ketakutan politisi sekuler terhadap agenda-agenda semacam ini sangat kuat, sehingga meskipun sudah dibujuk-rayu, dikatakan bahwa PKS bukan Ikhwanul Muslimin; mereka tetap tidak akan percaya. Mereka selalu percaya bahwa PKS punya “hidden agenda”. Jusuf Kalla pun meyakini hal seperti itu.

[7]. Meskipun tidak suka dengan PKS, orang seperti SBY atau Demokrat, tetap merasa butuh PKS. PKS dianggap memiliki dua kelebihan utama dibandingkan partai-partai lainnya. Satu, PKS memiliki jaringan kader yang solid; Dua, PKS memiliki kreativitas politik yang dinamis. Maka itu, ketidak-sukaan SBY ke PKS lebih tepat diungkapkan sebagai, “Benci tapi rindu. Marah tapi butuh. Nothing, but everything!” Kekuatan PKS ini terbukti beberapa kali bisa menghantarkan SBY ke tampuk kekuasaan RI-1. Itu sudah terbukti pada Pilpres 2004 dan Pilpres 2009.

[8]. Di kalangan PKS sendiri, sebenarnya mereka lebih suka KOALISI dengan Golkar. Belajar dari pengalaman 2004-2009, sebenarnya mereka tidak suka dengan arogansi politisi-politisi Demokrat, termasuk sikap peragu SBY. Tetapi sayang, Golkar kurang nyaman dengan PKS. Mereka khawatir, PKS akan menjadikan Golkar sebagai kendaraan untuk membesarkan partai PKS sendiri. Istilahnya, numpang di pundak Golkar. Sementara, dengan PDIP para politisi PKS merasa banyak hambatan psikologis dan sosial. Adapun untuk koalisi dengan sesama partai Islam/Muslim, PKS kurang tertarik. Mengapa? Sebab PKS sudah merasa lebih kuat dari partai-partai itu. “Kalau koalisi ya dengan yang lebih kuat, bukan dengan yang lemah-lemah. Nanti kita dapat apa dari yang lemah,” begitu logikanya.

[9]. Lalu ke depan bagaimana? Seperti biasa, SBY atau Demokrat akan memainkan kartu ancam-mengancam. “Awas lho. Nanti menteri kamu akan kami ganti. Jatah menteri akan diberikan ke partai lain.” Ya, partai seperti PAN atau PKB tentu senang kalau mendengar ancaman-ancaman semacam itu. Itu sama saja dengan “pinju rejeki”. Tetapi…suatu saat, ketika SBY atau Demokrat terdesak, mereka akan datang ke PKS untuk melakukan “shilaturahmi politik” (maksudnya, minta bantuan).

Ya begitulah. Memang lucu politik seperti ini. Nanti pun kalau Nasdem jadi parpol, kemungkinan besar akan masuk juga tradisi transaksional semacam itu. PDIP termasuk konsisten tetap jadi OPOSISI sampai saat ini. Meskipun mungkin alasan utamanya, Mbak Mega pernah “sakit hati” kepada mantan menterinya, yang kini jadi Presiden RI. Tapi kalau PDIP tetap konsisten dengan sikap OPOSISI, suatu saat mereka bisa memenangi Pemilu. Ya, gimana lagi, hampir gak ada partai politik yang konsisten?

Pada hakikatnya, politik itu kan suatu ALAT yang dipakai para politisi untuk membangun kemaslahatan hidup, dan mencegah segala kerusakan yang timbul dalam kehidupan. Bahasa Islamnya, amar makruf nahi munkar. Inti politik sebenarnya kesana.

Tetapi kalau kita membaca kenyataan-kenyataan di atas, makna politik itu sudah sangat jauh bergeser. Ia telah menjadi alat untuk BEREBUT KEKUASAAN. Jadi, idenya berputar-putar saja dalam soal kekuasaan itu. Ancaman mengganti menteri, mengganti anggota DPR, mengeluarkan dari koalisi, dll. itu kan berbau kekuasaan semua. Tidak satu pun yang berbau kepentingan maslahat dan mencegah kemungkaran.

Ya begitulah, para hamba politik, para hamba dunia… Mereka lupa dengan hakikat tugas dan kehidupannya. Sayang sekali, yak!

(Politische).

Iklan

4 Responses to Antara SBY dan PKS…

  1. Lukman Mubarok berkata:

    Raport Merah Kinerja Menkominfo Tifatul Sembiring. Bantu sebarkan Ya!. tentunya DIBACA DULU! oleh Deddy Armyadi Al-kinclongi pad
    Friday, March 04, 2011 7:45 PM

    Raport Merah Kinerja Menkominfo Tifatul Sembiring. Bantu sebarkan Ya!. tentunya DIBACA DULU!

    oleh Deddy Armyadi Al-kinclongi pada 03 Maret 2011 jam 7:41

    Raport Merah Kinerja Menkominfo Tifatul Sembiring. Bantu sebarkan Ya!.

    Rasanya sudah tidak asing kita dengar, bila ditanya: siapakah mentri berkinerja paling buruk periode saat ini yang memiliki ranking pertama utk diganti?.. Kita dengar dan baca dimana-mana tentu jawabnnya TIFATUL SEMBIRING dari PKS. Rasanya kitapun membenarkan informasi ini. Bila ditanya : adakah daftar data prestasi buruk tifatul sembiring ; seolah cukup dengan ucapan : “waaah informasi itu ada dimana-mana”.. seolah ucapan ini sudah cukup sebagai bukti!. Karena yg berbicara seperti itu ada dimana-mana, bahkan yg terakhir PROFESOR Jipta Lesmana di televisi TVOne.

    Tapi bila anda yg ditanya, apakah anda memiliki daftar prestasi buruk Tifatul sembiring dengan Paremeter yang jelas?.. Sungguh Saya mengharapkan bantuan anda untuk menunjukan fakta & data itu dengan Parameter yang jelas.

    Bagi saya justru pada diri beliau terdapat beberapa prestasi baik yg cukup menonjol yang sulit dilakukan mentri mentri yang lain. Bahkan “penggoyangan” posisi beliau tidak pula memiliki parameter yang jelas sama sekali. Di satu kesempatan, dikatakan beliau mesti diganti karena Kinerja yang buruk. Tapi dikesempatan yang sama pula dikatakan karena partai tifatul sembiring melanggar kesepakatan koalisi partai berkaitan dengan hak angket mafia pajak. Tapi orang demokrat mengatakan hal ini sambil melobi agar kiranya yang terhormat PDIP mau bergabung dengan pemerintahan SBY. Padahal PDIP pun pendukung hak angket pajak. Juga sebagaimana fraksi PKS memiliki sikap yg keras terhadap hasil akhir angket century. Dilain kesempatan lebih lucu ucapan amir syarifuddin sekjen partai demokrat yg “memaklumi” pengajuan hak angket yg dilakukan Golkar karena niatnya “untuk memperbaiki citra ketua umumunya (aburizal bakrie)” jadi substansi yg diabaikanpun (yaitu mengungkap mafia pajak) menjadi suatu alasan logis.

    Inilah yang Saya pandang sebagai prestasi baik dari Tifatul Sembiring yang menonjol. Adapaun yang standar saya tidak masukan:

    1. 80% situs porno berhasil diblokir dari jumlah situs 4 juta lebih situs. Situs porno berkembang seiring keberadaan internet itu sendiri. Dengan jumlah melebihi situs berita, tak terbayang uang yang berputar di dunia ini. tidak seperti situs berita yg transaksinya hanya pembacaan berita, situs porno menuntut transaksi didarat (prostitusi). Artinya pekerjaan ini sama sekali bukan pekerjaan enteng, karena sedemikian mengguritanya, dan dgn perputaran uang primer dan sekunder yg sangat besar. Resistensi dari penggemar situs/video porno akan sangat keras sekali. Tentunya tidak akan terang-terangan memberikan preseden buruk kpd tifatul sembiring karena keberhasilan menutup situs situs ini. Perlu dipahami keberadaan situs-situs itu sendiri adalah pelanggaran hukum. Dan Sebetulnya, apa yang telah dilakukan Kemkominfo adalah menjalankan perintah dari Komisi I DPR, pada pertemuan Rabu 16 Juni 2010, salah satu poinnya adalah tentang perbaikan dan peningkatan sistem, baik software maupun hardware dalam pemblokiran situs-situs yang merusak moral bangsa maupun pencegahan kejahatan danpelanggaran hukum yang dilakukan melalui internet, dan sosialisasi secara lebih luas dalam bidang pendidikan dan internet sehat. Dengan demikian kami mendapatkan legitimasi sesuai dengan peraturan perundang-undangan di Indonesia, tegas tifatul sembiring dalam suatu kesempatan.

    2. “Menaklukan” Perusahaan Asing besar RIM (Black Berry) yg kontentnya : RIM akan membuka Not atau suatu network aggregator di Asean dan mereka (RIM) mengakui pelanggan RIM BB di Indonesia terbesar di Asean, Kalau memang hal itu mereka lakukan artinya biaya yang dikenakan olehpelanggan BB akan turun tarifnya, dan sangat besar angkapenurunannya. Tifatul juga meluruskan pernyataan media yang menyatakan bahwa Kominfo merugikan pengguna BB. Justru apa yang Kominfo lakukanadalah demi melindungi pengguna BB yang ada di Indonesia,diantaranya pengadaan service center agar ada pelayanan purna jual.Kedua, pembuatan not aggregator, dengan demikian tarif penggunaanBB dapat lebih murah, jelasnya. Lebih lajut dia menambahkan, RIM juga akan membuka 40 costumerservice, low inteseftion, dan akan berkoordinasi dengan aparat penegakan hukum di Indonesia, kemudian untuk akses pornografi RIMmeminta batas waktu hingga 21 Januari 2011. Kita akan pantau benar tidak apa yang mereka telah lakukan, dan kita juga akan dampingi kedepannya. Kemudian menurut mereka (RIM)hari ini akan rapat dengan enam operator yang bekerjsama dengan mereka. Tak terbayang besarnya pendapatan Pajak Negara dalam kesepakatan ini. Maklum pelanggan BB sampai 3 juta lebih di Indonesia.

    Adakah keberhasilan ini didapatkan disektor kementrian lain?. Seperti penjajahan Freeport di Papua dgn omset yg sebanding dgn APBN Indonesia yaitu sekitar 1000 TRILYUN Pertahun? Atau Newmont di Nusa tenggara? Atau exxon mobile berkaitan blok cepu?

    Yang dilakukan tifatul sembiring memang seperti tidak familiar bagi orang-orang yang tidak tahu detail masalah. sedangkan kasus-kasus lain pemerintah seperti ketakutan setengah mati pada kasus yang sama. kita ingat kasus ajinomoto = lemak babi. betapa ketakutannnya presiden saat itu (Gusdur) akan kaburnya investor jepang dari indonesia. padahal Grup ajinomoto yg sangat ketakutan kehilangan pasar di indonesia. Hal ini sama sekali tidak dikhawatirkan tifatul sembiring.

    3. Dalam penilaian hasil survei KPK 2010, Kominfo meningkatkan peringkatnya menjadi 8. Di mana tahun sebelumnya kita diperingkat 36,”. Terus Terang Menurut saya Ini Hasil yang Spektakuler peningkatan ranking hingga 20 point lebih. Sedangkan pejabat yg tidak korupsi itu barang langka dinegeri ini.

    4. Selain itu, khusus untuk Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) telah diperoleh peningkatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya yang dibawah 10 trilyun, Pasang target Rp 10 triliun selama 2010, dan real pendapatan Kominfo malah mendapatkan Rp 11 triliun. Seharusnya pendapatan sector Pajak (di bawah kementrian lain) jauh lebih besar dan lebih mencapai target tapi yang ada justru target tidak sampai.

    5. Diantara lain yg signifikan, diantaranya pembangunan Palapa Ring dengan total backbone yang sudah eksisting terbangun 42.740 km pada lima Kepulauan Indonesia, seperti Sumatera, Jawa, Kalimantan, Bali dan Sulawesi. Ini saya menggolongkannya sebagai super spektakuler, dan ini bukan masang kabel tembaga. tapi serat optik berteknologi tinggi. Berapa nilai proyek sepanjang itu? Plus didampingi kenaikan ranking integritas KPK dari 36 menjadi 8? berikut ini dampak positif dari proyek ini.

    = Dengan jaringan internet yg bisa masuk kepedesaan, petani bisa memiliki bergaining posision yg baik dalam penetapan harga dengan tengkulak. karena petani tau informasi harga pembelian konsumen langsung. dampaknya petani bisa di buat kaya di kampungnya sendiri. arus urbanisasi berkurang, perputaran uang bukan hanya dominan di kota kota besar. org desa akan berpikir : Buat apa cari uang ke kota, kalau di desa pun sudah ada.

    = Sangat banyak pendidikan / pembinaan yg secara tidak langsung (online) didapat penduduk desa. kita perna mendengar seseorang yg masuk agama tertentu hingga dapat beribadah dgn baik karena fasilitas internet saja.

    = Kemudahan mengetahui peluang kerja yang sedemikian luasnya, hingga seluruh dunia.

    = Peluang Bisnis Yang luas, Kita rasakan bagaimana saat ini dgn bermodalkan facebook org sdh bisa menambah penghasilan. orgr di desapun bisa lakukan ini dgn fasilitas kemudah dari proyek ini. terlebih lagi memangkas rantai makelar, shg harga semakin bersaing dan bergaining produsen menjadi lebih baik.

    Walillaahilhamdu.

    Pada dasarnya sah sah saja orang menilai bobroknya prestasi Tifatul sembiring. Tapi hendaknya berbicara memiliki Tolok ukur yang jelas. Tanpa tolok ukur yang jelas, saya khawatir masyarakat hanya mbalelo atau terhipnotism oleh berita-berita, yang pada dasarnya bersumber dari pengkritik beliau yg mana pengkritik beilau (sekalipun seorang Profesor) adalah penggemar hobi yg terusik oleh hasil kerja menkominfo., baik korupsi di kementrian kominfo, atau hobi pornografi.

    Wallahu A’lam

  2. abisyakir berkata:

    @ Lukman Mubarok…

    Terimakasih atas inputan Anda. Tadinya saya kira Anda termasuk kafilah ATS (Anti Tifatul Sembiring), ternyata justru malah pendukung setia. Tidak apa-apa, sebab Anda membawakan argumen-argumen tertentu yang bisa dibaca. Hanya istilah “Raport Merah” itu tampaknya harus diubah menjadi “Raport Biru” atau “Raport Hitam”, biar tidak membuat bingung para pembaca pesan Anda.

    AMW.

  3. Lukman Mubarok berkata:

    Saya kan cuma ingin ngimbangi opini versi sana-sini dan fakta yang disajikan kan merupakan fakta subyektif. Saya penentang tifatul gara-gara pendapatan negara dari orang macam jokobodo yang punya reg spasi … . Anda bisa bayangkan rusaknya akidah dengan kompensasi PNBP. Sebenarnya yang naik PNBP nya adalah dari kementrian agama, dephutbun, dana sejenis dkp yang dikonversi ke PNBP, dana ratifikasi hutan kompensasi perhektar dari konfrensi iklim. Trus kita tahu juga non cukai yang distor ke KPPN. Lalu dimana hitung-hitungan pak tif soal PNBP? Berapa nominal dan kuantitasnya? Kayaknya bukan ranah beliau deh

  4. Terima Kasih atas informasinya

    Jual dan Jasa Cetak Kartu Anggota Partai
    Tidak Luntur, Patah ataupun Terkelupas
    Hubungi 031 805 2559

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: