“Gusti Allah Mboten Sare!”

Gusti Allah mboten sare!”

Ini adalah ungkapan dalam bahasa Jawa tinggi. Artinya, “Allah itu tidak tidur.” Ungkapan ini pernah dikatakan oleh nenek seorang pejuang buruh di Surabaya, Marsinah. Mbak Marsinah meninggal karena penganiayaan yang sangat kejam. Kejam sekali. Dia dibunuh karena membela hak-hak buruh. Sayang sekali, kasus Marsinah ini masuk ke dalam jurang “black hole” dunia hukum kita, khususnya di Surabaya.

Alih-alih, para pembunuh Mbak Marsinah tertangkap. Malah disana terjadi rekayasa hukum yang sangat menyakitkan. Begitu kuatnya rekayasa itu sehingga kasus tersebut tidak bisa dilimpahkan ke pengadilan. Berkali-kali pihak kepolisian Surabaya membawa kasus itu ke tingkat kejaksaan, tetapi selalu ditolak. Karena syarat-syarat administrasinya dianggap tidak memenuhi. Lama-lama kasus itu ditutup dengan dalih, ia sudah kedaluwarsa dan bukan murni kasus hukum lagi, tetapi penuh rekayasa.

Selalu Ada Kemurahan dari Sisi-Nya. Hanya Kerap Kali, Kita Tidak Memahaminya.

Keluarga Marsinah tentu sangat kecewa. Harapan mendapat keadilan, malah mendapat pengkhianatan. Saat itulah nenek Marsinah mengucapkan kalimat di atas, “Gusti Allah mboten sare!” Allah Ta’ala tidak tidur. Dia tentu tak akan membiarkan kezhaliman itu menggelinding seenaknya, tanpa hukum keadilan-Nya.

Kalimat “Gusti Allah mboten sare!” adalah kalimat yang benar. Dalam Ayat Kursyi dikatakan, “Laa ta’khudzuhu sinatun wa laa naum” (Dia Allah tidak merasa kantuk dan tidak tidur). Allah Ta’ala pasti selalu menjaga, memelihara, dan mengawasi kehidupan ini; tanpa sedetik pun lalai dari penjagaan-Nya.

Sebuah hikmah agung yang WAJIB diketahui oleh setiap Muslim. Hikmah tentang Kemurahan Allah Ta’ala atas kehidupan ini, khususnya kehidupan kaum Muslimin.

Singkat kata…

Tanggal 3 Maret 1924 Khilafah Islamiyyah di Turki dibubarkan oleh Mustafa Kemal Attaturk. Sejak saat itu sejarah Khilafah Islamiyyah berakhir. Di dunia Islam lalu muncul berbagai negara-negara atas dasar nasionalisme dan menganut sistem sekuler (non Islami). Termasuk Kerajaan Saudi juga berdasarkan nasionalisme Su’udiyyah. Meskipun  dari sisi keislaman di Saudi relatif lebih baik daripada umumnya negara-negara Muslim.

Terhapusnya lembaga Khilafah Islamiyyah ini menjadi duka-cita, nestapa, fitnah, dan mengundang linangan air-mata kaum Muslimin sedunia. Gerakan-gerakan Islam pun segera muncul dimana-mana, dalam rangka membangun kembali Khilafah Islamiyyah itu. Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Jamaat Islami, Jamaah Islamiyyah, gerakan Salafiyyah, Daarul Islam, Masyumi, dll. berkepentingan terhadap bangkitnya kembali Khilafah Islamiyyah.

Di sisi lain, tidak bisa dipungkiri, bahwa kehidupan di bawah “khilafah jahiliyyah” sungguh amat berat bagi Ummat. Komitmen keislaman dan keshalihan tidak mendapat tempat disini. Bahkan keimanan generasi Ummat terus digunting sedikit demi sedikit, sehingga hanya tersisa selain serpihan-serpihannya saja. Rasa kecewa, benci, marah, bahkan putus-asa menyelimuti hati-hati Ummat. “Ya Allah, sampai kapan bencana ini kan terus berlangsung?” begitu rintih kaum Mukmininan di berbagai tempat dan waktu.

Dalam pada itu, sebagai manusia biasa, kita merasa penuh TEKANAN. Ujian, fitnah, marabahaya moral dan fisik, mengintai dimana-mana. Ya, “khilafah jahiliyyah” tidak bisa diandalkan sama sekali. Justru khilafah semacam itu hanya menzhalimi kehidupan saja. Nas’alullah al ‘afiyah fid dunya wal akhirah.

Saat-saat puncak keputus-asaan, rasa kekalahan oleh ideologi kapitalis-liberalis, rasa gelisah karena konspirasi Freemasonry yang tanpa henti, rasa bimbang melihat musuh-musuh Islam terus mengepung Ummat dari segala lini,  rasa ngeri membayangkan masa depan Ummat ini ke depan…

Saat seperti itu, Allah mengingatkan kita. “Wallahu yakh-tash-shu bi rahmatihi man yasya-u, wallahu dzul fadhlil ‘azhiim” (Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar). Al Baqarah 105.

Salah satu hikmah dari ayat ini…

Tanggal 3 Maret 1924 Khilafah Utsmaniyyah di Turki dibubarkan oleh Mustafa Attaturk. Namun hanya berselang dua tahun dari itu, Allah menakdirkan lahir manusia gagah berani yang kemudian berjuang keras untuk memberantas SEKULARISME di Turki. Dialah Prof. Dr. Najmuddin Erbakan. Beliau lahir tanggal 29 Oktober 1926 di Sinop, tepian Laut Hitam, Turki Utara.

Sejarah hidup Prof. Erbakan ini menjadi EJEKAN besar bagi sekularisme di Turki. Studi beliau dijalani di lingkungan umum. Mendapatkan gelar sarjana teknik dari Fak. Teknik Mesin, Universitas Teknik Istambul dengan IKP sempurna, 4,00. Gelar doktor diraih dari Universitas Aachen Jerman. Lalu beliau kembali ke Turki dan menjadi pengajar di Universitas Teknik Istambul (ITU). Kemudian beliau mendapat gelar profesor karena pengabdian dan kepakarannya. Beliau ahli di bidang teknik pembuatan tank. Jadi, profesor Erbakan berkiprah di dunia umum, bukan menggeluti dunia keilmuwan Islam. Dari sisi penampilan, beliau juga sangat sederhana. Tidak tampak janggut lebat seperti umumnya ulama-ulama di Timur Tengah.

Bahkan menariknya, Prof. Erbakan lahir dari ISTERI KEDUA ayahnya, Mehmet Shabri (atau Muhammad Shabri). Ketika Mustafa Kemal Attaturk mencampakkan hukum-hukum Islam, apalagi hukum tentang poligami, Prof. Erbakan justru lahir dari berkah amalan Sunnah yang agung ini.

Dalam sejarah hidupnya, Prof. Erbakan lebih dikenal di dunia politik Islam. Beliaulah kekuatan dahsyat yang berani menghadapi TIRANI SEKULER Turki dengan penuh keberanian, kecerdikan, dan kesabaran luar biasa. Berhembusnya hawa sejuk suasana keislaman masyarakat Turki saat ini, tak lepas dari usaha-usaha yang digalakkan Prof. Erbakan dan kawan-kawan, atas ijin dan pertolongan Allah.

Saat beliau wafat, 27 Februari 2011 lalu, dirinya tetap memegang teguh komitmen POLITIK Islami, yaitu memperjuangkan Islam tanpa basa-basi di Turki. Wafatnya Prof. Erbakan disambut duka cita puluhan ribu manusia yang melayat dan menghantarkan jenazahnya ke pekuburan. Beliau tidak mau dimakamkan dengan cara RESMI, seperti layaknya para pejabat negara. Beliau mau prosesi sederhana saja. Bangsa Turki merasa kehilangan atas wafatnya PAHLAWAN satu ini. Sekaligus ia menjadi EJEKAN keras ke sekian kalinya terhadap sekularisme Turki.

Disinilah Saudaraku, hendaknya engkau mau mengambil pelajaran…

Seperih apapun hidup ini, seberat apapun tantangan hidup kita, sekeras apapun fitnah menghimpit perjuangan Islam; maka ketahuilah, Allah Ta’ala tidak membiarkan kita. Dia selalu mengadakan pertolongan-pertolongan, Dia selalu menampakkan Kuasa-Nya, menampakkan pembelaan-Nya kepada orang-orang beriman; di tempat-tempat yang kadang kita tidak memahaminya.

Allah tetap memberikan pertolongan, penjagaan, dan oembelaan terhadap orang-orang beriman; meskipun konspirasi musuh-musuh sudah ampun-ampunan kejinya. Dan pertolongan itu tidak semata karena Allah mengasihi penderitaan kita, mendengar doa kita, atau karena kita telah merintih tidak karuan. Tetapi Allah memberikan semua itu, semata-mata karena Kemurahan-Nya belaka. Allah Maha Pemurah, memberi kepada manusia tanpa sebab apapun, selain Sifat Kemurahan-Nya itu sendiri. “Wallahu dzul fadhlil ‘azhim” (Allah itu memiliki karunia besar).

Maka sudah sepantasnya bagi orang-orang beriman untuk selalu merenungi ayat ini,  “Wa laa tahinuu wa laa tahzanu, wa antum a’launa in kuntum mu’minin” (janganlah merasa hina, janganlah merasa berduka cita, kalian adalah THE TOP ONE jika kalian beriman kepada Allah).

Ingatlah selalu: Gusti Allah mboten sare. Allah tidak tidur. Laa ta’khudzuhu sinatun wa laa nauum.

[Abu Syakir Al Malanji].

Iklan

2 Responses to “Gusti Allah Mboten Sare!”

  1. […] [13] Gusti Allah Mboten Sare. […]

  2. samsoel berkata:

    Siip

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: