“Bom Ulil Abdala” di Utan Kayu

Selasa sore, 15 Maret 2011, sekitar jam 4 sore, meledak sebuah bom di Radio Utan Kayu 68H, yang juga dikenal sebagai markas JIL (Jaringan Insan Liberal). Ini adalah “Bom Ulil Abdala” karena ia memang ditujukan untuk Ulil Abshar Abdala, pemimpin senior kaum penganut agama Liberalisme.

Kepala BNPT, Inspektur Jendral (Purn) Ansyad Mbai berkomentar terhadap kasus paket “Bom Ulil Abdala” ini. Komentarnya dimuat website Kompas. [Pelaku bom Utan Kayu jelas teroris. Targetnya tidak harus kepala negara atau pejabat pemerintah, tetapi siapa pun yang dipandang menghambat pencapaian kelompok tersebut].

Dan kalian juga sudah tahu kan siapa yang dianggap menghambat itu adalah musuh dan darahnya halal? Dan kalian ingat kan serangan atau target terhadap Ulil bukan yang pertama walau ada pernyataan bahwa selama menjabat di parpol, ini yang pertama kali. Bahkan, pada tahun 2004 sempat ada fatwa bahwa darah Ulil halal,” kata Ansyad Mbai. (Sumber: “Mbai: Pelaku Bom Utan Kayu Teroris“, nasional.kompas.com, 15 Maret 2011).

ANALISIS…

Adalah sangat tidak mungkin Ulil Abshar akan terbunuh dengan paket bom itu. Ide dasar pembuat bom itu adalah MEMFITNAH aktivis-aktivis Islam. Itu sangat tampak dari pernyataan Ansyad Mbai di atas. Bahkan oleh Ansyad bom itu dikaitkan dengan Fatwa FUUI Bandung yang memvonis Ulil Abshar halal darahnya. Hebatnya, Ansyad ingat lagi bahwa Fatwa Halal Darah itu muncul tahun 2004. Seolah, Ansyad sudah bersiap-siap dengan data, sebelum masuk ke kancah kasus “Bom Ulil Abdala” ini.

Sangat mengherankan. Ansyad Mbai belum melakukan investigasi apapun, sudah menegaskan bahwa pelaku pengirim paket bom itu adalah TERORIS. Masya Allah, segitu ya kualitas aparat keamanan kita, khususnya kualitas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Belum melakukan investigasi, sudah membuat judgement.

Padahal, pelaku pengiriman paket bom itu bisa siapa saja. Tidak melulu orang-orang yang dituduh teroris. Pelakunya bisa intelijen polisi, atau intelijen Densus88, untuk membuka lagi proyek terorisme. Bisa juga kaum Ahmadiyyah, yang terakhir-terakhir banyak dibubarkan dimana-mana. Bisa juga kalangan JIL sendiri, agar mendapat simpati dan belas kasihan. Bisa juga lawan-lawan politik SBY. Bisa juga intelijen Amerika, Inggris, Israel, China, dll. yang berkepentingan terhadap Indonesia. Atau bisa juga, ia perbuatan orang iseng, orang gila, psikopat, dll. Segala kemungkinan ada. Adapun soal surat dan isi surat yang menghalalkan darah, itu bisa dibuat siapapun.

Tanpa Syariat: Bahaya Datang Setiap Waktu!

Tapi sangat unik. Mengapa Ansyad Mbai, belum juga melakukan investigasi, langsung menghubungkan bom itu dengan fatwa halal darah? Cara demikian, selain tidak menunjukkan sikap PROFESIONAL aparat keamanan. Juga seakan Ansyad Mbai ingin membuat agar kasus “Bom Ulil Abdala” di Utan Kayu ini bergulir di masyarakat dengan KORIDOR fatwa halal darah itu.

Sebagai pemain di dunia intelijen dan kasus terorisme, Ansyad Mbai kelihatan sangat LUGU SEKALI. Padahal perkembangan dunia intelijen modern sangat penuh dengan ide-ide KONSPIRASI. Bayangkan, video yang diklaim sebagai kiriman dari kelompok Al Qa’idah, itu bisa dibuat oleh CIA, dengan rekayasa. Karena kita tidak tahu siapa sebenarnya pembuat video itu. Mereka sangat misterius. Bisa saja pembuatnya memang orang Muslim; tetapi bisa juga non Muslim untuk MEMFITNAH kaum Muslimin. Hal ini sudah biasa.

Maka itu, PERNYATAAN DINI dari Kepala BNPT Ansyad Mbai di Kompas itu sangat amat penting. Belum apa-apa, dia sudah menuduh teroris, dan mengaitkan dengan fatwa halal darah Ulil. Padahal pelaku pengirim bom itu bisa siapa saja, unlimitted person. Seakan, Ansyad tahu banyak tentang latar-belakang bom itu, kualitas operasionalnya, dan ke arah mana opini “Bom Ulil Abshar” itu harus dibawa. So what the real truth of this case?

HIKMAH…

Allah Ta’ala menurunkan Syariat Islam, bukan hanya sebagai PERINTAH untuk dilaksanakan. Tetapi Syariat itu juga memiliki fungsi besar sebagai PELINDUNG KEHIDUPAN kaum Muslimin. Nah, fungsi PROTECTOR ini yang selama ini banyak diabaikan. Padahal para ulama sudah menyebutkan tentang Maqashidus Syariah (tujuan-tujuan pelaksanaan Syariat). Tujuannya adalah: Melindungi agama, jiwa, harta, akal, keturunan kaum Muslimin.

Maknanya sangat jelas. Kalau Syariat dilaksanakan secara murni dan konsekuen di sebuah negara, maka kehidupan kaum Muslimin akan terlindungi disana. Sebaliknya, kalau sebuah negara tidak melaksanakan Syariat Islam, maka kehidupan kaum Muslimin TIDAK ADA JAMINAN untuk dilindungi. Sebab, instrumen pelindungnya memang tidak ada.

Kita harus memahami dengan baik, ISLAM dan IMAN adalah aset terbesar kehidupan seorang Muslim. Islam dan Iman-nya seorang Muslim adalah lebih tinggi dari dunia dan seisinya. Sebab, kalau Islam dan Iman itu rusak, sehingga seorang Muslim terjerumus ke neraka, maka meskipun dia memiliki harta-benda sepenuh bumi, semua itu tidak berguna sedikit pun di sisi Allah.

Karena begitu SENSITIF-nya urusan Islam dan Iman ini, maka Allah Ta’ala menurunkan instrumen Syariat Islam untuk melindungi kehidupan Ummat. Selama Ummat melaksanakan Syariat Islam, kehidupan mereka aman; sebaliknya, kalau meninggalkan Syariat Islam, mereka seperti rumah yang tak berpagar, tak berpintu, dan tak berjendela. Para agressor dan kriminal bisa kapan saja menghancurkan isi rumah itu.

Islam dan Iman adalah agama, keyakinan, dan kehidupan kita. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin. Maka Syariat Islam merupakan pelindung atas Islam, Iman, dan kehidupan itu.

NASEHAT…

Ya kalau hidup di Indonesia kita menemui manusia-manusia seperti Ansyad Mbai, Ulil Abshar, Gusdur, Bambang Hendarso, Gorries Mere, dan kawan-kawan ya jangan TERLALU BERSEDIH. Kita ini berbeda domainnya, berbeda akidahnya, berbeda missi tujuannya. Hamba Allah Ar Rahmaan pasti akan senantiasa mengibadahi Allah, kalau orang lain ya mengibadahi ilah-ilah mereka.

Jangan terlalu bersedih, jangan terlalu kecewa, sekaligus jangan terlalu berharap juga. Ya, selama kehidupan Ummat Islam di Indonesia ini tidak dilindungi Syariat Islam, maka kasus bom ini itu, bom A, B, C, dan seterusnya; atau kasus-kasus kekerasan dalam bentuk lain; pasti akan selalu terjadi.

Dan jangan heran juga kalau pribadi seperti Ulil Abshar itu sangat membenci Syariat Islam. Jangan terlalu heran. Wong, memang hati dan orientasinya sudah berbeda. Kita ini mengabdi kepada Allah Al Wahid, sementara mereka mengabdi ke selain-Nya. Hamba-hamba Allah pasti akan mengagungkan agama-Nya; sementara hamba tuhan selain Allah, pasti akan mengagungkan tuhan mereka.

Itu sudah menjadi SUNNATULLAH dalam kehidupan ini. “Wa laa tahinuu wa laa tahzanu wa antum a’launa in kuntum mu’minin” [janganlah kalian merasa hina dan janganlah bersedih hati, karena kalian adalah yang paling tinggi, kalau kalian beriman (kepada Allah Ta’ala)].

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

Bandung, satu hari pasca “Bom Ulil Abshar”

AM. Waskito.

Baca juga: “Syaitan Di Sekitar Kita“.

Iklan

7 Responses to “Bom Ulil Abdala” di Utan Kayu

  1. Lukman Mubarok berkata:

    Ulil itu ahlul qiblah jadi mana mungkin aktivis muslim membunuh ahlul qiblah. Ulil belum sampai maqom qadhafi yang sengaja membantai muslim

  2. aban berkata:

    ada pengalihan issue.
    setiap SBY tersandung Masalah ada aja berita yg menghebokan. ketika kasus century yg melibatka dirinya timbul teroris di aceh, blom lama kasus hak angket muncul lagi issue dg penangkapan ust ABB, skrg ini ada kbr buruk dr weakiliks tentang SBY muncul lagi issue bom JIL. entah akan ada issue apalagi ut meghilangkan mindset org terhadap kinerja SBY. semuanya seperti sudah di setting sedimikan rupa. wallahu’alam

  3. Lukman Mubarok berkata:

    Analisa yang salah bung aban. Ini bukan pengalihan isu tetapi sengaja untuk menfitnah kader muslim militan yang dicurigai membawa misi menghancurkan thaghut. Aban diam aja ya, entar lihat aja siapa yang diciduk dan dibungkam

  4. abisyakir berkata:

    @ Lukman Mubarak…

    Seradikal radikalnya aktivis Islam, tidak akan Mas menarget Ulil Abshar dengan cara seperti itu. Toh, sudah 10 tahunan Ulil Abshar tidak diapa-apakan oleh aktivis Islam. Ditampar mukanya saja tidak. Apa itu bukan bukti bahwa selama ini dia aman-aman saja? Ulil Abshar ini kan hanya SIMBOL yang dipakai oleh intelijen tertentu sebagai pemantik, agar muncul lagi “sinetron berseri” tentang terorisme.

    Ulil Abshar seorang pentolan JIL. JIL penganut paham SEPILIS (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme).

    Sekularisme: mengamputasi peranan agama dalam konteks kehidupan negara dan masyarakat. Dengan paham ini, Islam dilarang berlaku dalam urusan negara-masyarakat. Ini adalah kekufuran.

    Pluralisme: Meyakini bahwa kebenaran itu plural/majemuk. Jadi tidak ada kebenaran tunggal/mutlak. Padahal dasar akidah Islam adalah meyakini kebenaran tunggal, yaitu Islam itu sendiri. Maka pluralisme ini bertolak-belakang dengan dasar keyakinan Islam paling elementer. Ini kufur juga.

    Liberalisme: Paham kebebasan, memberi hak kepada manusia untuk menuntut, mendapat, atau berkeyakinan apa saja. Intinya, “Manusia yang berkuasa. Pihak lain -termasuk Tuhan- tidak boleh campur-tangan urusan manusia. Manusia adalah ‘tuhan’ itu sendiri.” Paham ini menghalalkan penindasan orang kuat atas orang2 lemah dalam segala bidang kehidupan. Atas nama ide “kebebasan”. Ini juga kufur.

    Singkat kata, SEPILIS itu agama tersendiri, akidah tersendiri; bukan Islam, bukan Kristen, Yahudi, dan lainnya. Menurut para peneliti, SEPILIS sangat dekat dengan konsep akidah Freemasonry.

    Jadi: Ulil Abshar Abdala bukan bagian dari Islam, dan Islam bukan bagian darinya. Ulil Abshar bukan ahlul qiblah, seperti yang Anda katakan itu. Meskipun begitu, lebih baik kalau kita terus mendakwahinya, bukan menyerangnya. Sebab kalau diserang, akan muncul “pukulan balik” ke wajah Ummat Islam sendiri. Sebab pribadi seperti Ulil dan kawan-kawan itu banyak pelindungnya, terutama dari kalangan anasir-anasir asing.

    AMW.

  5. Lukman Mubarok berkata:

    Ooo jadi ini ulah orang sepilis. Emang tu bahaya laten yang udah membumi.

  6. pertama berkata:

    wa makaruu wa makarollohu, walloohu khoirul maakiriina.

  7. Anonim berkata:

    memang pak Ansyad Mbai itu sesuai dengan namanya, kalo dalam bahasa daerah “Mbai” itu artinya “Busuk”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: