PSSI dan Kisruh Indonesia

Mungkin para pembaca merasa aneh. Mengapa dalam judul ditulis “kisruh Indonesia”? Mengapa bukan “kisruh PSSI”? Padahal kita semua tahu, saat ini PSSI dilanda kisruh hebat. Menegpora Andi Malarangeng membekukan kepengurusan PSSI dan otomatis PSSI tidak boleh diberi anggaran oleh negara. Kubu Nurdin Halid balik menyerang Andi Malarangeng, dan meminta agar menteri itu dipecat dari jabatannya.

NH: Dianggap Biang Kisruh Bola

Pasti tidak mudah bagi Andi Malarangeng dkk. untuk menjatuhkan Nurdin Halid, sebab tokoh satu ini di-backing-i kelompok Bakrie. Termasuk kubu Golkar disana. Siapa berani menghadapi Bakrie dan kawan-kawan? SBY saja berkali-kali harus “balik kucing” menghadapi hebatnya manuver kelompok Ical dan kawan-kawan. Perseteruan antara Pemerintah Vs Nurdin Halid ini kemungkinan akan dimenangkan Nurdin Halid lagi.

Mengapa? Sebab nama dia memang bermakna “kekal”. Nurdin Halid atau tepatnya Nurdin Khalid, artinya = Nurdin yang kekal (maksudnya, kekal memimpin PSSI selama dia mau). He he he…

Mengapa disini kita sebut KISRUH Indonsia, bukan kisruh PSSI? Padahal yang jelas-jelas lagi kisruh adalah PSSI?

Ya, maknanya sangat jelas. PSSI ini kan ibarat sebuah cabang kehidupan di negeri yang namanya Indonesia ini. Selain urusan PSSI atau sepak bola, masih banyak urusan lain, misalnya: BBM, harga beras, pengangguran, kemiskinan, korupsi, mafia hukum, narkoba, demoralisasi, kejahatan para politisi, liberalisme media, dll. Banyak sekali masalah bangsa Indonesia.

Selama ini para insan sepak bola di Indonesia, para suporter, pengurus PSSI (pusat dan daerah), para pemain, pelatih, ofisial, sponsor, dll. Mereka seakan hidup semata-mata dari, oleh, dan untuk bola. Mereka seperti tidak memikirkan masalah lain, selain bola. Kini mereka merasakan dengan sangat nyata, bahwa dalam urusan bola pun kita penuh masalah.

Ibaratnya, apa sih di Indonesia yang tak bermasalah? Coba Anda cari dan teliti. Adakah satu pun urusan yang tak bermasalah di negeri ini? Nyaris, dalam seluruh urusan penuh masalah.

Kisruh PSSI selama ini TIDAK SEBERAPA, dibandingkan kekisruhan bangsa kita sendiri. Kisruh politik, isu kekerasan, korupsi, konflik sosial, kriminalitas, kemiskinan, pengangguran, dll. ada dimana-mana. Begitu hebatnya bangsa ini, sampai media Australia “perlu membantu” dengan membeberkan dugaan korupsi oleh SBY dan kroni-kroninya. Begitu pula, sampai Aljazeera ikut-ikutan memanaskan situasi dengan “isu DRI”.

Seakan, tidak cukup bangsa kita sendiri bergumul dengan kisruh. Bangsa lain pun ingin menikmati “berkisruh-kisruh ria” di negeri ini.

Kalau saya ditanya, “Bagaimana pendapat Anda tentang kepemimpinan PSSI di bawah Nurdin Halid?”

NEOLIB Lebih Bahaya 1000 X daripada Nurdin

Jawabnya: “Masalah Nurdin Halid ini peanut. Kacangan. Kecil. Ini masalah ecek-ecek. Masih banyak masalah lain yang lebih PARAH dari itu. Korupsi, politik uang, mafia hukum, kedaulatan negara, ekonomi neolib, disintegrasi, dll. lebih dahsyat ketimbang masalah Nurdin Halid.”

Demi Allah, andaikan kepengurusan PSSI diganti, Nurdin Halid diganti, Nugraha Besoes diganti, dan seterusnya. Semua itu tak akan memperbaiki prestasi sepak bola Indonesia sama sekali. Sebab apa? Masalah utama bangsa kita adalah: Kepemimpinan politik yang penakut menghadapi bangsa asing dan mafia, serta tidak berpihak ke rakyat sendiri!!! Ini masalah utamanya. Selama kondisi kepemimpinan masih begitu-begitu saja, jangan harap ada perbaikan apapun, termasuk dalam bidang sepak bola.

Hanya masalahnya, kan “jamaah pecinta sepak bola” di Indonesia ini kan akalnya gampang dikendalikan kemana-mana. Ketika pengamat, jurnalis, media, semua sepakat bahwa masalah utama sepak bola Indonesia adalah Nurdin Halid; mereka semua mengiyakan 100 %. Padahal masalah utama kita ialah Pemerintahan lemah yang tidak berpihak kepada bangsa dan negara sendiri. Meskipun nanti Nurdin Halid diturunkan dari jabatannya, tetap saja pengurus yang baru akan mewarisi seabreg masalah keolah-ragaan yang sangat rumit di Indonesia. Ya, bagaimana lagi, wong negara ini memang sedang sakit lahir-bathin.

Jangan lebay, jangan bodoh…

Tidak mungkin masalah sepak bola yang begitu rumit dan komplek itu hanya ada di tangan Nurdin Halid. Tidak mungkin. Dimanapun juga kalau suatu masalah SITEMIK, berarti faktor-faktornya juga sistemik. Tidak bisa mengerucut ke satu personal saja. Jangan mau ditipu media-media massa…

Nasehatnya disini…

Wahai jamaah pecinta bola, marilah kita peduli dengan bangsa kita, negara kita. Ibarat perahu, bangsa ini sudah nyaris karam di dasar lautan. Anda jangan egois, mau seneng-seneng saja dengan dunia bola. Ayolah kita kontribusi memperbaiki bangsa ini. Mari kita melakukan perubahan, demi perbaikan masa depan kita. Kalau semua hanya peduli dengan bola semata, maka sadarlah: Meskipun Indonesia bisa menjadi juara dunia, maka gelar itu tak akan bisa menghapuskan kemiskinan sedikit pun!

Kini PSSI dilanda kisruh… Diperkirakan Nurdin tak mudah dijatuhkan, karena ada backing kuat di baliknya. Kisruh PSSI ini sebenarnya menandakan betapa kisruhnya kehidupan bangsa Indonesia. Kalau misal ada ribuan “pejuang bola” bermunculan; mengapa tidak muncul ribuan pejuang Indonesia? Apakah bola lebih penting dari urusan bangsa?

Selamat berpikir dan menjalani hidup lebih baik. Semoga Allah Ta’ala melembutkan hati-hati kita untuk menjalani kehidupan yang diridainya. Allahumma amin.

AM. Waskito.

Iklan

3 Balasan ke PSSI dan Kisruh Indonesia

  1. […] “Pustaka Langit Biru” even said that PSSI is now hit by severe chaos. Menegpora Andi Malarangeng membekukan […]

  2. […] “Pustaka Langit Biru” even said that PSSI is now hit by severe chaos. Menegpora Andi Malarangeng membekukan […]

  3. Semoga PSSI bisa sukses seperti klub2 luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: