Kok Ada Manusia Sekeji Itu…

Maret 17, 2011

Sekali waktu, cobalah Anda lakukan simulasi sederhana berikut ini. Saat siang hari yang panas, badan terasa gerah dan lusuh, cobalah Anda ke kamar mandi, lalu basuh muka Anda sedalam-dalamnya (maksudnya, cuci muka sampai sesegar mungkin). Setelah itu, muka jangan dilap pakai handuk. Meskipun air bercucuran dari rambut, biarkan saja. Lalu berdirilah di depan sebuah cermin agak besar. Selanjutnya, lihat diri Anda di cermin itu!

Ini adalah sebuah “test humanitas”, untuk mengetahui bahwa dalam diri kita masih ada sifat-sifat kemanusiaan. Kalau saat Anda melihat wajah di cermin, Anda tersenyum; lalu disana ada rasa bahagia dalam hati. Insya Allah, Anda masih memiliki HATI NURANI. Kalau setelah segar cuci muka, saat menetes air dari rambut, melihat ke cermin; lalu Anda merasa muak melihat diri Anda sendiri, Anda merasa melihat wajah “badut” yang disembunyikan di balik make up (dan retorika tinggi); itu tandanya hati nurani Anda sudah rusak. Bahkan, orang yang rusak nurani, tidak akan berani melakukan “test humanitas” seperti di atas.

Lagu Ebiet: Dalam Kekalutan, Masih Banyak Tangan yang Tega Berbuat Nista.

Ini perlu disampaikan, sebab akhir-akhir ini kehidupan kita terasa sangat letih, perih, penuh duka dimana-mana. Dunia terasa sesak dengan fitnah, kebohongan terbang bagai asap, mengotori seisi negara; tipu-daya menjadi AZAS kehidupan yang diyakini mayoritas kaum elit. Di saat seperti ini, sifat-sifat kemanusiaan semakin langka. Kalau kemunafikan atau tipu-daya, bertebaran ada dimana-mana.

Lihatlah, betapa sangat KEJI dan KEJI sekali. Rasanya, tidak sanggup hati nurani kita mencerna semua ini. Rasanya, ini bukan dunia kita, bukan kehidupan kita; tetapi kehidupan makhluk lain (yang berwarna hitam, bertanduk dua, dan mendengki Bani Adam As).

Keji, keji, keji sekali… Tak terbayangkan betapa kejinya…

Tanggal 11 Maret 2011 lalu terjadi gempa bumi dan Tsunami dahsyat di Jepang. Luar biasa bencana ini. Kota-kota di pesisir Timur Jepang luluh-lantak. Kota hancur, infrastuktur hancur, ribuan manusia tewas. Kota-kota itu seperti bentuk miniatur yang disiram dengan air deras, seketika berantakan, seperti tahu campur. Ribuan manusia tewas, mereka tertimbun bersama material tanah, bangunan, kayu, logam, mobil, perabot rumah, dll. Benar-benar seperti rujak petis yang diuleg.

Dalam situasi seperti itu… Sebagai manusia berakal, kita tentu trenyuh, merasa iba, dan sangat sedih. Ya Allah, begitu dahsyat bencana ini. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Sangat sedih melihat wajah anak-anak balita di Perfektur Miyagi. Puluhan anak, dijaga oleh ibu gurunya. Wajah mereka masih bersih, masih dekat dengan fitrah. Tetapi orangtuanya tidak tahu kemana, apakah masih selamat atau sudah teraduk bersama ribuan ton material yang dihanyutkan air? Hanya Allah yang Tahu.

Sebagai manusia, sebagai Muslim, kita merasa haru dengan semua ini. Maka sangat indah sekali ketika FPI membuat surat ke Kedubes Jepang, menawarkan diri ikut mengevakuasi korban bencana. FPI bukan hanya memprotes keras kedatangan Miyabi yang akan merusak moral bangsa Indonesia; tetapi juga mengulurkan bantuan untuk mengevakuasi korban, saat Jepang dilanda bencana dahsyat.

Nasdem milik Surya Paloh saja tidak seberani itu, tetapi FPI membuktikan dirinya sebagai komunitas bermoral tinggi. Alhamdulillah. Meskipun, dalam berita-berita di MetroTV, FPI sering diserang sebagai “preman berjubah” oleh presenter-presenter TV itu.

Nah, kita semua tahu, betapa sangat menderitanya bangsa Jepang saat ini. Kita tahu, betapa tengik-nya ekspansi bisnis Jepang yang memborong bisnis konsumsi di Indonesia. Kita tahu, betapa atheis-nya manusia Jepang dalam soal agama. Kita tahu, betapa rusaknya moral generasi muda mereka, dan betapa mereka mendewa-dewakan free sex. Kita tahu itu.

Tapi, di sisi sifat kemanusiaan kita, tetap ada belas kasih, tetap ada rasa haru, tetap ada empati melihat penderitaan manusia-manusia Jepang itu. Alhamdulillah. Inilah karakter dasar HATI NURANI, yaitu selalu mengasihi manusia yang menderita; apapun keyakinannya. Kalau bisa, kita membantu meringankan kesusahan mereka. Siapa tahu, dengan uluran tangan ikhlas itu, mereka akan mendapat hidayah Allah.

Nah, dalam kondisi manusia sedunia sedang berduka seperti ini. Dalam kondisi kita sudah berduka atas konflik berdarah di Timur Tengah. Tiba-tiba muncul “Bom Ulil Abshar” di Utan Kayu. Bukan main-main, bom ini katanya: Dikirim oleh TERORIS, untuk MEMBUNUH tokoh JIL yang telah divonis halal darahnya, dan tujuan akhirnya mengacaukan negara.

Masya Allah, masya Allah, masya Allah… Entahlah, apa lagi yang bisa dikatakan? Ini kehidupan apa sebenarnya? Kehidupan manusia, atau kehidupan syaitan?

Dunia lagi bersedih dengan terjadinya bencana Tsunami di Jepang, ledakan reaktor nuklir, juga konflik berdarah di Libya; tiba-tiba tangan-tangan intelijen kotor membuat bom, dengan sasaran orang tertentu. Tujuannya sangat amat jelas: MEMFITNAH kalangan Islam dengan isu terorisme!!! Agar nanti ada penangkapan-penangkapan lagi, tembak-tembakan lagi, perburuan lagi, dan seterusnya. Ya, layaknya sinetron terorisme yang sudah-sudah.

Kelihatan sekali “Bom Ulil Abshar” itu untuk memfitnah Ummat Islam. Disana disebutkan Ulil Abshar halal darah, berdosa dan berhak dibunuh, bahkan ada istilah “daftar bunuh”. Disertai identitas penulis dengan gelar Lc.

Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar…

Kok ada ya manusia sekeji itu… Di saat dunia lagi berduka, mereka membuat operasi-operasi untuk memfitnah kaum Muslimin di Indonesia. Aduh, kasihan sekali nasib Muslim di negeri ini. Mereka terus dikerjai oleh tangan-tangan kotor intelijen, demi tujuan syahwat belaka.

Mungkin, para konspirator itu merasa aman dari SIKSA Allah dan adzab-Nya. Mereka merasa jumawa dan bisa berbuat apa saja. Termasuk menghancurkan kehidupan orang-orang beriman. Mereka merasa BEBAS, AMAN, TIDAK ADA SANKSI APAPUN. Padahal sanksi itu sudah dekat dengan mereka. Sanksi itu sudah dekat, sudah dekat sekali. Sebab kezhaliman tangan-tangan konspirator itu sudah tak termaafkan lagi. Mereka sudah di titik kulminasi kezhaliman. Yakinlah, Allah Ta’ala akan menggulung mereka, dan membenamkannya dalam Jahannam selama-lamanya. Allahumma amin.

Kok ada manusia sekeji itu… Saat bangsa lain sedang berduka, bukannya empati, malah membuat fitnah untuk para aktivis Islam.

AM. Waskito.

Iklan

“Bom Ulil Abdala” di Utan Kayu

Maret 16, 2011

Selasa sore, 15 Maret 2011, sekitar jam 4 sore, meledak sebuah bom di Radio Utan Kayu 68H, yang juga dikenal sebagai markas JIL (Jaringan Insan Liberal). Ini adalah “Bom Ulil Abdala” karena ia memang ditujukan untuk Ulil Abshar Abdala, pemimpin senior kaum penganut agama Liberalisme.

Kepala BNPT, Inspektur Jendral (Purn) Ansyad Mbai berkomentar terhadap kasus paket “Bom Ulil Abdala” ini. Komentarnya dimuat website Kompas. [Pelaku bom Utan Kayu jelas teroris. Targetnya tidak harus kepala negara atau pejabat pemerintah, tetapi siapa pun yang dipandang menghambat pencapaian kelompok tersebut].

Dan kalian juga sudah tahu kan siapa yang dianggap menghambat itu adalah musuh dan darahnya halal? Dan kalian ingat kan serangan atau target terhadap Ulil bukan yang pertama walau ada pernyataan bahwa selama menjabat di parpol, ini yang pertama kali. Bahkan, pada tahun 2004 sempat ada fatwa bahwa darah Ulil halal,” kata Ansyad Mbai. (Sumber: “Mbai: Pelaku Bom Utan Kayu Teroris“, nasional.kompas.com, 15 Maret 2011).

ANALISIS…

Adalah sangat tidak mungkin Ulil Abshar akan terbunuh dengan paket bom itu. Ide dasar pembuat bom itu adalah MEMFITNAH aktivis-aktivis Islam. Itu sangat tampak dari pernyataan Ansyad Mbai di atas. Bahkan oleh Ansyad bom itu dikaitkan dengan Fatwa FUUI Bandung yang memvonis Ulil Abshar halal darahnya. Hebatnya, Ansyad ingat lagi bahwa Fatwa Halal Darah itu muncul tahun 2004. Seolah, Ansyad sudah bersiap-siap dengan data, sebelum masuk ke kancah kasus “Bom Ulil Abdala” ini.

Sangat mengherankan. Ansyad Mbai belum melakukan investigasi apapun, sudah menegaskan bahwa pelaku pengirim paket bom itu adalah TERORIS. Masya Allah, segitu ya kualitas aparat keamanan kita, khususnya kualitas Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Belum melakukan investigasi, sudah membuat judgement.

Padahal, pelaku pengiriman paket bom itu bisa siapa saja. Tidak melulu orang-orang yang dituduh teroris. Pelakunya bisa intelijen polisi, atau intelijen Densus88, untuk membuka lagi proyek terorisme. Bisa juga kaum Ahmadiyyah, yang terakhir-terakhir banyak dibubarkan dimana-mana. Bisa juga kalangan JIL sendiri, agar mendapat simpati dan belas kasihan. Bisa juga lawan-lawan politik SBY. Bisa juga intelijen Amerika, Inggris, Israel, China, dll. yang berkepentingan terhadap Indonesia. Atau bisa juga, ia perbuatan orang iseng, orang gila, psikopat, dll. Segala kemungkinan ada. Adapun soal surat dan isi surat yang menghalalkan darah, itu bisa dibuat siapapun.

Tanpa Syariat: Bahaya Datang Setiap Waktu!

Tapi sangat unik. Mengapa Ansyad Mbai, belum juga melakukan investigasi, langsung menghubungkan bom itu dengan fatwa halal darah? Cara demikian, selain tidak menunjukkan sikap PROFESIONAL aparat keamanan. Juga seakan Ansyad Mbai ingin membuat agar kasus “Bom Ulil Abdala” di Utan Kayu ini bergulir di masyarakat dengan KORIDOR fatwa halal darah itu.

Sebagai pemain di dunia intelijen dan kasus terorisme, Ansyad Mbai kelihatan sangat LUGU SEKALI. Padahal perkembangan dunia intelijen modern sangat penuh dengan ide-ide KONSPIRASI. Bayangkan, video yang diklaim sebagai kiriman dari kelompok Al Qa’idah, itu bisa dibuat oleh CIA, dengan rekayasa. Karena kita tidak tahu siapa sebenarnya pembuat video itu. Mereka sangat misterius. Bisa saja pembuatnya memang orang Muslim; tetapi bisa juga non Muslim untuk MEMFITNAH kaum Muslimin. Hal ini sudah biasa.

Maka itu, PERNYATAAN DINI dari Kepala BNPT Ansyad Mbai di Kompas itu sangat amat penting. Belum apa-apa, dia sudah menuduh teroris, dan mengaitkan dengan fatwa halal darah Ulil. Padahal pelaku pengirim bom itu bisa siapa saja, unlimitted person. Seakan, Ansyad tahu banyak tentang latar-belakang bom itu, kualitas operasionalnya, dan ke arah mana opini “Bom Ulil Abshar” itu harus dibawa. So what the real truth of this case?

HIKMAH…

Allah Ta’ala menurunkan Syariat Islam, bukan hanya sebagai PERINTAH untuk dilaksanakan. Tetapi Syariat itu juga memiliki fungsi besar sebagai PELINDUNG KEHIDUPAN kaum Muslimin. Nah, fungsi PROTECTOR ini yang selama ini banyak diabaikan. Padahal para ulama sudah menyebutkan tentang Maqashidus Syariah (tujuan-tujuan pelaksanaan Syariat). Tujuannya adalah: Melindungi agama, jiwa, harta, akal, keturunan kaum Muslimin.

Maknanya sangat jelas. Kalau Syariat dilaksanakan secara murni dan konsekuen di sebuah negara, maka kehidupan kaum Muslimin akan terlindungi disana. Sebaliknya, kalau sebuah negara tidak melaksanakan Syariat Islam, maka kehidupan kaum Muslimin TIDAK ADA JAMINAN untuk dilindungi. Sebab, instrumen pelindungnya memang tidak ada.

Kita harus memahami dengan baik, ISLAM dan IMAN adalah aset terbesar kehidupan seorang Muslim. Islam dan Iman-nya seorang Muslim adalah lebih tinggi dari dunia dan seisinya. Sebab, kalau Islam dan Iman itu rusak, sehingga seorang Muslim terjerumus ke neraka, maka meskipun dia memiliki harta-benda sepenuh bumi, semua itu tidak berguna sedikit pun di sisi Allah.

Karena begitu SENSITIF-nya urusan Islam dan Iman ini, maka Allah Ta’ala menurunkan instrumen Syariat Islam untuk melindungi kehidupan Ummat. Selama Ummat melaksanakan Syariat Islam, kehidupan mereka aman; sebaliknya, kalau meninggalkan Syariat Islam, mereka seperti rumah yang tak berpagar, tak berpintu, dan tak berjendela. Para agressor dan kriminal bisa kapan saja menghancurkan isi rumah itu.

Islam dan Iman adalah agama, keyakinan, dan kehidupan kita. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin. Maka Syariat Islam merupakan pelindung atas Islam, Iman, dan kehidupan itu.

NASEHAT…

Ya kalau hidup di Indonesia kita menemui manusia-manusia seperti Ansyad Mbai, Ulil Abshar, Gusdur, Bambang Hendarso, Gorries Mere, dan kawan-kawan ya jangan TERLALU BERSEDIH. Kita ini berbeda domainnya, berbeda akidahnya, berbeda missi tujuannya. Hamba Allah Ar Rahmaan pasti akan senantiasa mengibadahi Allah, kalau orang lain ya mengibadahi ilah-ilah mereka.

Jangan terlalu bersedih, jangan terlalu kecewa, sekaligus jangan terlalu berharap juga. Ya, selama kehidupan Ummat Islam di Indonesia ini tidak dilindungi Syariat Islam, maka kasus bom ini itu, bom A, B, C, dan seterusnya; atau kasus-kasus kekerasan dalam bentuk lain; pasti akan selalu terjadi.

Dan jangan heran juga kalau pribadi seperti Ulil Abshar itu sangat membenci Syariat Islam. Jangan terlalu heran. Wong, memang hati dan orientasinya sudah berbeda. Kita ini mengabdi kepada Allah Al Wahid, sementara mereka mengabdi ke selain-Nya. Hamba-hamba Allah pasti akan mengagungkan agama-Nya; sementara hamba tuhan selain Allah, pasti akan mengagungkan tuhan mereka.

Itu sudah menjadi SUNNATULLAH dalam kehidupan ini. “Wa laa tahinuu wa laa tahzanu wa antum a’launa in kuntum mu’minin” [janganlah kalian merasa hina dan janganlah bersedih hati, karena kalian adalah yang paling tinggi, kalau kalian beriman (kepada Allah Ta’ala)].

Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

Bandung, satu hari pasca “Bom Ulil Abshar”

AM. Waskito.

Baca juga: “Syaitan Di Sekitar Kita“.


“Gusti Allah Mboten Sare!”

Maret 10, 2011

Gusti Allah mboten sare!”

Ini adalah ungkapan dalam bahasa Jawa tinggi. Artinya, “Allah itu tidak tidur.” Ungkapan ini pernah dikatakan oleh nenek seorang pejuang buruh di Surabaya, Marsinah. Mbak Marsinah meninggal karena penganiayaan yang sangat kejam. Kejam sekali. Dia dibunuh karena membela hak-hak buruh. Sayang sekali, kasus Marsinah ini masuk ke dalam jurang “black hole” dunia hukum kita, khususnya di Surabaya.

Alih-alih, para pembunuh Mbak Marsinah tertangkap. Malah disana terjadi rekayasa hukum yang sangat menyakitkan. Begitu kuatnya rekayasa itu sehingga kasus tersebut tidak bisa dilimpahkan ke pengadilan. Berkali-kali pihak kepolisian Surabaya membawa kasus itu ke tingkat kejaksaan, tetapi selalu ditolak. Karena syarat-syarat administrasinya dianggap tidak memenuhi. Lama-lama kasus itu ditutup dengan dalih, ia sudah kedaluwarsa dan bukan murni kasus hukum lagi, tetapi penuh rekayasa.

Selalu Ada Kemurahan dari Sisi-Nya. Hanya Kerap Kali, Kita Tidak Memahaminya.

Keluarga Marsinah tentu sangat kecewa. Harapan mendapat keadilan, malah mendapat pengkhianatan. Saat itulah nenek Marsinah mengucapkan kalimat di atas, “Gusti Allah mboten sare!” Allah Ta’ala tidak tidur. Dia tentu tak akan membiarkan kezhaliman itu menggelinding seenaknya, tanpa hukum keadilan-Nya.

Kalimat “Gusti Allah mboten sare!” adalah kalimat yang benar. Dalam Ayat Kursyi dikatakan, “Laa ta’khudzuhu sinatun wa laa naum” (Dia Allah tidak merasa kantuk dan tidak tidur). Allah Ta’ala pasti selalu menjaga, memelihara, dan mengawasi kehidupan ini; tanpa sedetik pun lalai dari penjagaan-Nya.

Sebuah hikmah agung yang WAJIB diketahui oleh setiap Muslim. Hikmah tentang Kemurahan Allah Ta’ala atas kehidupan ini, khususnya kehidupan kaum Muslimin.

Singkat kata…

Tanggal 3 Maret 1924 Khilafah Islamiyyah di Turki dibubarkan oleh Mustafa Kemal Attaturk. Sejak saat itu sejarah Khilafah Islamiyyah berakhir. Di dunia Islam lalu muncul berbagai negara-negara atas dasar nasionalisme dan menganut sistem sekuler (non Islami). Termasuk Kerajaan Saudi juga berdasarkan nasionalisme Su’udiyyah. Meskipun  dari sisi keislaman di Saudi relatif lebih baik daripada umumnya negara-negara Muslim.

Terhapusnya lembaga Khilafah Islamiyyah ini menjadi duka-cita, nestapa, fitnah, dan mengundang linangan air-mata kaum Muslimin sedunia. Gerakan-gerakan Islam pun segera muncul dimana-mana, dalam rangka membangun kembali Khilafah Islamiyyah itu. Ikhwanul Muslimin, Hizbut Tahrir, Jamaat Islami, Jamaah Islamiyyah, gerakan Salafiyyah, Daarul Islam, Masyumi, dll. berkepentingan terhadap bangkitnya kembali Khilafah Islamiyyah.

Di sisi lain, tidak bisa dipungkiri, bahwa kehidupan di bawah “khilafah jahiliyyah” sungguh amat berat bagi Ummat. Komitmen keislaman dan keshalihan tidak mendapat tempat disini. Bahkan keimanan generasi Ummat terus digunting sedikit demi sedikit, sehingga hanya tersisa selain serpihan-serpihannya saja. Rasa kecewa, benci, marah, bahkan putus-asa menyelimuti hati-hati Ummat. “Ya Allah, sampai kapan bencana ini kan terus berlangsung?” begitu rintih kaum Mukmininan di berbagai tempat dan waktu.

Dalam pada itu, sebagai manusia biasa, kita merasa penuh TEKANAN. Ujian, fitnah, marabahaya moral dan fisik, mengintai dimana-mana. Ya, “khilafah jahiliyyah” tidak bisa diandalkan sama sekali. Justru khilafah semacam itu hanya menzhalimi kehidupan saja. Nas’alullah al ‘afiyah fid dunya wal akhirah.

Saat-saat puncak keputus-asaan, rasa kekalahan oleh ideologi kapitalis-liberalis, rasa gelisah karena konspirasi Freemasonry yang tanpa henti, rasa bimbang melihat musuh-musuh Islam terus mengepung Ummat dari segala lini,  rasa ngeri membayangkan masa depan Ummat ini ke depan…

Saat seperti itu, Allah mengingatkan kita. “Wallahu yakh-tash-shu bi rahmatihi man yasya-u, wallahu dzul fadhlil ‘azhiim” (Dan Allah menentukan siapa yang dikehendaki-Nya (untuk diberi) rahmat-Nya (kenabian); dan Allah mempunyai karunia yang besar). Al Baqarah 105.

Salah satu hikmah dari ayat ini…

Tanggal 3 Maret 1924 Khilafah Utsmaniyyah di Turki dibubarkan oleh Mustafa Attaturk. Namun hanya berselang dua tahun dari itu, Allah menakdirkan lahir manusia gagah berani yang kemudian berjuang keras untuk memberantas SEKULARISME di Turki. Dialah Prof. Dr. Najmuddin Erbakan. Beliau lahir tanggal 29 Oktober 1926 di Sinop, tepian Laut Hitam, Turki Utara.

Sejarah hidup Prof. Erbakan ini menjadi EJEKAN besar bagi sekularisme di Turki. Studi beliau dijalani di lingkungan umum. Mendapatkan gelar sarjana teknik dari Fak. Teknik Mesin, Universitas Teknik Istambul dengan IKP sempurna, 4,00. Gelar doktor diraih dari Universitas Aachen Jerman. Lalu beliau kembali ke Turki dan menjadi pengajar di Universitas Teknik Istambul (ITU). Kemudian beliau mendapat gelar profesor karena pengabdian dan kepakarannya. Beliau ahli di bidang teknik pembuatan tank. Jadi, profesor Erbakan berkiprah di dunia umum, bukan menggeluti dunia keilmuwan Islam. Dari sisi penampilan, beliau juga sangat sederhana. Tidak tampak janggut lebat seperti umumnya ulama-ulama di Timur Tengah.

Bahkan menariknya, Prof. Erbakan lahir dari ISTERI KEDUA ayahnya, Mehmet Shabri (atau Muhammad Shabri). Ketika Mustafa Kemal Attaturk mencampakkan hukum-hukum Islam, apalagi hukum tentang poligami, Prof. Erbakan justru lahir dari berkah amalan Sunnah yang agung ini.

Dalam sejarah hidupnya, Prof. Erbakan lebih dikenal di dunia politik Islam. Beliaulah kekuatan dahsyat yang berani menghadapi TIRANI SEKULER Turki dengan penuh keberanian, kecerdikan, dan kesabaran luar biasa. Berhembusnya hawa sejuk suasana keislaman masyarakat Turki saat ini, tak lepas dari usaha-usaha yang digalakkan Prof. Erbakan dan kawan-kawan, atas ijin dan pertolongan Allah.

Saat beliau wafat, 27 Februari 2011 lalu, dirinya tetap memegang teguh komitmen POLITIK Islami, yaitu memperjuangkan Islam tanpa basa-basi di Turki. Wafatnya Prof. Erbakan disambut duka cita puluhan ribu manusia yang melayat dan menghantarkan jenazahnya ke pekuburan. Beliau tidak mau dimakamkan dengan cara RESMI, seperti layaknya para pejabat negara. Beliau mau prosesi sederhana saja. Bangsa Turki merasa kehilangan atas wafatnya PAHLAWAN satu ini. Sekaligus ia menjadi EJEKAN keras ke sekian kalinya terhadap sekularisme Turki.

Disinilah Saudaraku, hendaknya engkau mau mengambil pelajaran…

Seperih apapun hidup ini, seberat apapun tantangan hidup kita, sekeras apapun fitnah menghimpit perjuangan Islam; maka ketahuilah, Allah Ta’ala tidak membiarkan kita. Dia selalu mengadakan pertolongan-pertolongan, Dia selalu menampakkan Kuasa-Nya, menampakkan pembelaan-Nya kepada orang-orang beriman; di tempat-tempat yang kadang kita tidak memahaminya.

Allah tetap memberikan pertolongan, penjagaan, dan oembelaan terhadap orang-orang beriman; meskipun konspirasi musuh-musuh sudah ampun-ampunan kejinya. Dan pertolongan itu tidak semata karena Allah mengasihi penderitaan kita, mendengar doa kita, atau karena kita telah merintih tidak karuan. Tetapi Allah memberikan semua itu, semata-mata karena Kemurahan-Nya belaka. Allah Maha Pemurah, memberi kepada manusia tanpa sebab apapun, selain Sifat Kemurahan-Nya itu sendiri. “Wallahu dzul fadhlil ‘azhim” (Allah itu memiliki karunia besar).

Maka sudah sepantasnya bagi orang-orang beriman untuk selalu merenungi ayat ini,  “Wa laa tahinuu wa laa tahzanu, wa antum a’launa in kuntum mu’minin” (janganlah merasa hina, janganlah merasa berduka cita, kalian adalah THE TOP ONE jika kalian beriman kepada Allah).

Ingatlah selalu: Gusti Allah mboten sare. Allah tidak tidur. Laa ta’khudzuhu sinatun wa laa nauum.

[Abu Syakir Al Malanji].


Ahmadiyyah dan Isu Melanggar HAM

Maret 4, 2011

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, walhamdulillah hamdan katsira thaiyiban wa mubarakan fihi. Akhirnya, Pemerintah Jawa Timur dan Jawa Barat mengeluarkan peraturan yang melarang gerakan Ahmadiyyah di wilayah hukum Jawa Timur dan Jawa Barat. Ini adalah keputusan yang layak disyukuri. Dalam kaidah Islam, “Maa laa ya’khudzu kulluhu laa yutraku kulluhu” (apa-apa yang tidak bisa didapat semuanya, tidak ditinggalkan semuanya).

Kita patut memberi apresiasi besar kepada Gubernur Soekarwo dan Wagub Saifullah Yusuf, ketika mereka menetapkan pelarangan aktivitas dakwah/keagamaan Ahmadiyyah di wilayah Jawa Timur. Begitu pula kita patut memberi apresiasi besar kepada Gubernur Jawa Barat, H. Ahmad Heriyawan, Lc. atas keputusan tegas Pemda Jabar melarang Ahmadiyyah di Jawa Barat. Semoga Allah Ta’ala selalu menolong pemimpin-pemimpin Muslim yang melaksanakan urusan yang haq, dengan hidayah dan taufiq dari sisi-Nya. Allahumma amin.

Namun…keputusan pelarangan Ahmadiyyah di Jatim dan Jabar ini ditentang oleh LBH, tokoh-tokoh dan lembaga liberalis yang memang sejak dulu getol mendukung yang sesat-sesat. Salah satu alasan yang sering mereka pakai, “Keluarnya peraturan Pemda yang melarang Ahmadiyyah itu melanggar HAM, khususnya kebebasan setiap manusia untuk berkeyakinan dan memeluk suatu agama.”

Kalau mendengar alasan “melanggar HAM” dari manusia-manusia atheis-liberalis itu, rasanya mau ketawa sendiri. Mereka ini kelihatan pintar-pintar, intelek, dan bahasa komunikasinya tinggi; tetapi ternyata bodo-bodo. Otaknya seperti tak jalan; hanya hawa nafsunya saja yang meledak-ledak. Kasihan sekali.

Seorang pakar hadits ternama, Syaikh Ahmad Syakir rahimahullah, beliau pernah mengatakan, bahwa orang-orang sesat jaman dulu, meskipun sesat, mereka pintar dan banyak membaca, sehingga kalau ingin mematahkan kesesatannya tidak mudah. Sedangkan orang sesat jaman modern (murid-murid orientalis), mereka umumnya bodo-bodo dan asal bunyi saja. Tampaknya, apa yang dikatakan Syaikh Ahmad Syakir itu ada benarnya.

Alhamdulillah, Jatim Jabar Sudah Melarang Ahmadiyyah. (Sumber gambar: majalah.hidayatullah.com)

Untuk mematahkan argumentasi orang-orang yang menyebut keputusan pembubaran Ahmadiyyah itu melanggar HAM, insya Allah tidak terlalu sulit. Antara lain sebagai berikut:

[1] Sudah sama-sama dikenal, bahwa manusia memiliki kebebasan dalam hidupnya. Tetapi kebebasan itu tidak bersifat mutlak. Ia dibatasi oleh kepentingan manusia-manusia yang lain. Kebebasan kalau sampai melanggar kepentingan orang lain, wajib pelakunya mendapat sanksi. Hal ini merupakan kaidah dasar dalam pembentukan konsep-konsep hukum di manapun.

[2] Membubarkan Ahmadiyyah dan aktivitas keagamaannya bukan melanggar HAM, sebab ajaran Ahmadiyyah sendiri melanggar HAM kelompok masyarakat mayoritas, yaitu Ummat Islam. Jumlah Ummat Islam jauh lebih daripada Ahmadiyyah; dan eksistensi pemeluk Islam di Indonesia jauh lebih tua daripada Ahmadiyyah. Maka dari sisi jumlah dan usia, status HAM yang dimiliki Ummat Islam lebih kuat dari Ahmadiyyah. Jika Ahmadiyyah dibiarkan hidup sehingga menodai keyakinan kaum Muslimin, itu sama dengan: menghormati HAM kelompok kecil dengan cara menginak-injak HAM kelompok besar.

[3] Jika manusia boleh berbuat apa saja, dengan alasan kebebasan HAM, dengan tanpa mempedulikan HAM manusia lainnya yang lebih besar jumlah dan tua sejarahnya, maka akan terjadi kekacauan luar-biasa dalam kehidupan ini. Contoh, seorang pemerkosa ketika ditangkap karena telah memperkosa wanita, dia beralasan, “Saya memiliki hak menyalurkan gejolak seks. Anda jangan menghalangi. Ini melanggar HAM!” Begitu pula, para perampok, pencuri, pencopet, juga beralasan, “Anda tidak boleh melarang kami. Kami sedang bekerja mencari nafkah untuk anak-isteri. Ini adalah hak asasi kami. Tolong jangan dilanggar HAM kami!” Jika begitu logikanya, maka aksi-aksi kekerasan ke warga Ahmadiyyah itu seluruhnya juga merupakan hak asasi yang tidak boleh dilarang. Hanya manusia bodo bin bego yang akan menggunakan alasan HAM untuk melegalkan semua kesesatan.

[4] Mungkin sebagian orang akan berdalih, “Biarkan saja aktivitas orang Ahmadiyyah. Itu hak asasi mereka. Kita hidup di negara Pancasila, bukan negara Islam. Di negara seperti ini, manusia bebas mutlak berbuat apa saja.” Jika memang ada hak kebebasan seperti itu, lalu bagaimana sikap hukum negara jika ada sebagian orang yang mengembangkan gerakan-gerakan radikal seperti: Gerakan Anti Pancasila, Gerakan ANTI NKRI, Gerakan Anti Presiden RI, Gerakan Anti Pembangunan, Gerakan Anti UUD, dll.! Coba, bagaimana sikap orang-orang itu kalau ada gerakan seperti itu? Apakah gerakan mereka diperbolehkan? Jelas mereka akan menolak keras. “Tidak bisa. Tidak bisa. Semua gerakan yang mengancam NKRI harus ditindak tegas,” begitu alasannya. Nah pertanyaannya, mengapa orang tidak boleh melanggar Pancasila, UUD, atau NKRI; padahal mereka memiliki HAM untuk meyakini suatu keyakinan dan melakukan suatu gerakan? Mungkin orang-orang atheis masih juga berdalih, “Ya, itu kan lain. Itu kan soal Pancasila, UUD. Sedangkan yang Anda tanyakan kan soal otoritas agama Islam.” Nah, kalau ada manusia yang boleh meyakini Pancasila dan UUD sebagai jalan hidupnya, sehingga segala hal yang menodai Pancasila dan UUD, harus dilarang dan ditindak tegas. Lalu, mengapa mereka benci ketika ada pemeluk agama (Ummat Islam) yang sangat teguh meyakini ajaran agamanya? Padahal Islam jauh lebih baik dan lebih tua sejarahnya daripada Pancasila atau UUD. Pancasila dan UUD itu jelas-jelas produk manusia, tetapi disucikan sedemikian rupa. Sedangkan ajaran AKIDAH ISLAM yang merupakan Wahyu dari langit, tidak boleh dibela. Begitukah? [Pokoknya, kalau ujung dari suatu perdebatan isinya menistakan Islam dan mengagungkan ideologi non Islam, itu tanda disana ada tangan-tangan Freemasonry yang bermain. Mereka memang atheis, anti moral, anti agama, memuja setan, dan tentu saja laknat Allah yang perih seperih-perihnya untuk para musuh-musuh Allah itu].

[5] Dalam kasus Ahmadiyyah ini, pada dasarnya mereka TIDAK DILARANG untuk meyakini suatu keyakinan, atau suatu agama yang mereka anut. Artinye, mereka tetap memiliki kebebasan HAM dalam bidang keagamaan. Hanya saja syaratnya: Mereka jangan menyebut diri sebagai Muslim, jangan memakai nama Islam, jangan memakai dan mengajarkan Al Qur’an dan As Sunnah, jangan memakai nama-nama ibadah Islam (seperti Shalat, Shaum, Zakat, dll.), jangan memakai simbol-simbol keislaman, dll. Mereka boleh mengembangkan ajaran agamanya, menuruti pimpinan Mirza Ghulam Ahmad, tetapi mereka harus MEMUTUS TOTAL hubungannya dengan Islam dan simbol-simbolnya. Artinya, kami tidak menodai HAM warga Ahmadiyyah untuk memeluk keyakinannya, tetapi kami ingin melindungi HAM kami sendiri sebagai pemeluk Islam agar tidak dinodai oleh warga Ahmadiyyah yang kufur itu.

Demikian sebagian alasan-alasan yang bisa dikemukakan. Intinya, Ummat Islam Indonesia tidak ingin menganiaya warga Ahmadiyyah sedikit pun. Kami hanya ingin melindungi HAM kami yang terus dirongrong oleh kaum Ahmadiy dengan dalih “kebebasan HAM”. Kalau kaum Ahmadiyyah, sebagai pengikut pemikiran Mirza Ghulam, silakan saja mengembangkan keyakinan apapun. Itu terserah mereka, itu HAM mereka. Tetapi satu hal, mereka tidak boleh sama sekali memakai nama Islam, ajaran Islam, dan simbol-simbol Islam. Kalau mau memakai Islam, ikutilah ajaran Islam yang lurus (setidaknya sesuai Fatwa MUI).

Jelas sekali. Dalam pembubaran Ahmadiyyah tidak ada kebebasan HAM siapapun yang dilanggar. Justru pembubaran ini merupakan bentuk penyelamatan HAM kaum Muslimin dari rongrongan warga Ahmadiy dan antek-antek kolonial asing yang terus menyebarkan ajaran sesat dan menyesatkan.

Semoga Allah Ta’ala melindungi, merahmati, dan menolong Ummat Islam dari segala fitnah dan problema yang dihadapinya. Allahumma amin ya Rabbal ‘alamiin.

AM. Waskito.


Antara SBY dan PKS…

Maret 3, 2011

Beberapa hari lalu, 1 Maret 2011, sekitar jam 5 sore, SBY menyampaikan pidato politik tentang KOALISI partai-partai politik dengan Partai Demokrat. Ketika massa FPI dan FUI melakukan tekanan ke Istana, SBY mengalihkan perhatian publik ke soal KOALISI.

Singkat kata, SBY sebagai Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat (PD) merasa kecewa dengan sikap partai-partai koalisi yang justr bersikap “menusuk” Pemerintah. Khususnya, dalam proses penentuan Hak Angket Mafia Pajak di Parlemen. Dalam proses itu, para penentang pemakaian hak angket menang tipis dibandingkan para pendukung. Disana, PD merasa telah dikhianati oleh anggota-anggota DPR dari PKS dan Golkar. “Katanya koalisi, kok mereka setuju pemakaian hak angket sih?” begitulah logikanya.

Wajah Politik “Benci Tapi Rindu”. (Sumber gambar: inilah.com).

Dalam pidatonya, seperti biasa, SBY dengan bahasa berputar-putar, diindah-indahkan, dilembut-lembutkan, dibijak-bijakkan; akhirnya memberi peringatan kepada partai koalisi agar bersikap searah dengan kebijakan politik Partai Demokrat. Bila tidak mau demikian, mereka akan didepak dari KOALISI dengan Demokrat.

Beberapa komentar…

[1]. SBY sejak dulu tak pernah bersikap tegas. Sikap tegasnya baru keluar ketika menghadapi aksi kekerasan oleh pemuda-pemuda Muslim, atau ketika terjadi aksi bom-boman di suatu tempat (terorisme). Kalau sikap politik, SBY nyaris tidak pernah tegas. Bahasanya, ya begitu-begitu saja. Seolah, Pak SBY ini diciptakan untuk tidak menjadi laki-laki. Sayang sekali. Dalam berbagai persoalan, sulit sekali menemukan sosok ketegasan SBY.

[2]. Pernyataan politik itu sebenarnya diarahkan secara khusus ke PKS.  Bukan ke Golkar. Kekuatan politik PKS dan infrastruktur politiknya kan masih terbatas, belum sebesar Demokrat, Golkar, atau PDIP. Ya, PKS di tingkat pertengahan lah. Karena kekuatan semacam itu, PKS sering sekali diancam-ancam oleh Demokrat. Sedang Demokrat atau SBY tidak berani macam-macam ke Golkar, sebab Golkar selain suara besar, pengalaman banyak, infrastruktur juga kuat. Secara infrastruktur, Golkar lebih kuat daripada Partai Demokrat. Seharusnya, kalau tujuannya mengancam PKS, tidak usah membuat pidato-pidato macam begitu. Langsung kirim surat saja, atau kirim utusan ke DPP PKS. Itu lebih safety dan elegan. Jadi, nantinya tidak usah melibatkan masyarakat luas dan media.

[3]. Dalam pidatonya, SBY lagi-lagi mengatakan: “Saya mendapat banyak masukan, SMS, saran-saran, dari berbagai pihak.” Sangat mengherankan sekali. Ini presiden seneng banget baca SMS. Setiap ada SMS masuk, langsung baca. Coba lah sekali-kali pidato itu secara gentle. Kalau hati Anda tidak suka dengan PKS, katakan saja, “Aku kesel sama PKS.” Jadi, tidak usah berlindung di balik, “Saya mendapat masukan, SMS, saran-saran…” Cobalah nanti kalau pidato lagi, sudah katakan apa adanya, tidak usah memakai dalih ini itu. Hal semacam ini lebih enak bagi masyarakat, karena mengurangi “POLUSI KALIMAT”. (Ternyata, bukan hanya ada polusi udara, air, atau suara. Sekarang ada “polusi kalimat”. Itu tuh…terlalu banyak basa-basi).

[4]. Seharusnya Pak SBY tidak usah membawa masalah KOALISI politik ini ke ranah persoalan negara. Negara itu kan berbeda dengan urusan politik, urusan parpol, dll. Negara punya urusan sendiri, yaitu melayani rakyat, bangsa, dan masyarakat. Kalau suatu urusan tidak ada kaitannya dengan masalah rakyat abaikan saja. Kalau hal itu berkaitan dengan kepentingan politik PD, selesaikan secara politik juga. Jangan memakai mimbar negara untuk mengurusi kepentingan Demokrat. Tidak baik itu!

[5]. Sebenarnya, apa sih salahnya DPR setuju penggunaan Hak Angket Mafia Pajak? Apa salahnya? Itu kan untuk pemberantasan korupsi juga. Kok anggota DPR malah kesal dengan upaya pemberantasan korupsi di Departemen Pajak? Katanya, komitmen dengan pemberantasan korupsi. Intinya, maksud penggunaan Hak Angket itu untuk menyelesaikan korupsi. Ini seharusnya didukung, bukan ditolak. Kita bisa belajar dari kasus Hak Angket Bank Century. Meskipun, sampai saat ini masalah Bank Century digantungkan secara hukum; tetap saja disana ada manfaatnya. Apa manfaatnya? Bangsa Indonesia secara aklamasi mengakui dan menetapkan, bahwa telah terjadi korupsi dalam bailout Bank Century. Secara moral, Hak Angket Bank Century sudah sukses 100 %. Meskipun secara hukum, kasus itu masih berjalan -mungkin- 15 %. Kalau Hak Angket Mafia Pajak disetujui, siapa tahu nanti masyarakat jadi paham, bahwa ada korupsi besar di dunia perpajakan.

[6]. Sebenarnya, bukan rahasia lagi, bahwa SBY dan Demokrat sebenarnya tidak suka dengan politik PKS. Alasannya jelas, sebab PKS dianggap sebagai partai hasil bentukan gerakan dakwah Ikhwanul Muslimin di Indonesia. Banyak orang tahu itu, karena mereka membaca analisa penulis-penulis Barat atau lokal yang melakukan studi tentang PKS. Gerakan Ikhwanul Muslimin oleh partai politik semacam Demokrat itu selalu dicurigai akan melakukan tiga hal: menerapkan Syariat Islam, mengganti Pancasila, dan mendirikan negara Islam. Ketakutan politisi sekuler terhadap agenda-agenda semacam ini sangat kuat, sehingga meskipun sudah dibujuk-rayu, dikatakan bahwa PKS bukan Ikhwanul Muslimin; mereka tetap tidak akan percaya. Mereka selalu percaya bahwa PKS punya “hidden agenda”. Jusuf Kalla pun meyakini hal seperti itu.

[7]. Meskipun tidak suka dengan PKS, orang seperti SBY atau Demokrat, tetap merasa butuh PKS. PKS dianggap memiliki dua kelebihan utama dibandingkan partai-partai lainnya. Satu, PKS memiliki jaringan kader yang solid; Dua, PKS memiliki kreativitas politik yang dinamis. Maka itu, ketidak-sukaan SBY ke PKS lebih tepat diungkapkan sebagai, “Benci tapi rindu. Marah tapi butuh. Nothing, but everything!” Kekuatan PKS ini terbukti beberapa kali bisa menghantarkan SBY ke tampuk kekuasaan RI-1. Itu sudah terbukti pada Pilpres 2004 dan Pilpres 2009.

[8]. Di kalangan PKS sendiri, sebenarnya mereka lebih suka KOALISI dengan Golkar. Belajar dari pengalaman 2004-2009, sebenarnya mereka tidak suka dengan arogansi politisi-politisi Demokrat, termasuk sikap peragu SBY. Tetapi sayang, Golkar kurang nyaman dengan PKS. Mereka khawatir, PKS akan menjadikan Golkar sebagai kendaraan untuk membesarkan partai PKS sendiri. Istilahnya, numpang di pundak Golkar. Sementara, dengan PDIP para politisi PKS merasa banyak hambatan psikologis dan sosial. Adapun untuk koalisi dengan sesama partai Islam/Muslim, PKS kurang tertarik. Mengapa? Sebab PKS sudah merasa lebih kuat dari partai-partai itu. “Kalau koalisi ya dengan yang lebih kuat, bukan dengan yang lemah-lemah. Nanti kita dapat apa dari yang lemah,” begitu logikanya.

[9]. Lalu ke depan bagaimana? Seperti biasa, SBY atau Demokrat akan memainkan kartu ancam-mengancam. “Awas lho. Nanti menteri kamu akan kami ganti. Jatah menteri akan diberikan ke partai lain.” Ya, partai seperti PAN atau PKB tentu senang kalau mendengar ancaman-ancaman semacam itu. Itu sama saja dengan “pinju rejeki”. Tetapi…suatu saat, ketika SBY atau Demokrat terdesak, mereka akan datang ke PKS untuk melakukan “shilaturahmi politik” (maksudnya, minta bantuan).

Ya begitulah. Memang lucu politik seperti ini. Nanti pun kalau Nasdem jadi parpol, kemungkinan besar akan masuk juga tradisi transaksional semacam itu. PDIP termasuk konsisten tetap jadi OPOSISI sampai saat ini. Meskipun mungkin alasan utamanya, Mbak Mega pernah “sakit hati” kepada mantan menterinya, yang kini jadi Presiden RI. Tapi kalau PDIP tetap konsisten dengan sikap OPOSISI, suatu saat mereka bisa memenangi Pemilu. Ya, gimana lagi, hampir gak ada partai politik yang konsisten?

Pada hakikatnya, politik itu kan suatu ALAT yang dipakai para politisi untuk membangun kemaslahatan hidup, dan mencegah segala kerusakan yang timbul dalam kehidupan. Bahasa Islamnya, amar makruf nahi munkar. Inti politik sebenarnya kesana.

Tetapi kalau kita membaca kenyataan-kenyataan di atas, makna politik itu sudah sangat jauh bergeser. Ia telah menjadi alat untuk BEREBUT KEKUASAAN. Jadi, idenya berputar-putar saja dalam soal kekuasaan itu. Ancaman mengganti menteri, mengganti anggota DPR, mengeluarkan dari koalisi, dll. itu kan berbau kekuasaan semua. Tidak satu pun yang berbau kepentingan maslahat dan mencegah kemungkaran.

Ya begitulah, para hamba politik, para hamba dunia… Mereka lupa dengan hakikat tugas dan kehidupannya. Sayang sekali, yak!

(Politische).


Revolusi Islam dan Tirani Media

Maret 2, 2011

Tanggal 1 Maret 2011 kemarin, ribuan Ummat Islam dari FPI-FUI menggelar aksi massa dan longmarch ke Istana Negara. Agendanya jelas, menuntut dibubarkannya Ahmadiyyah, atau SBY dilengserkan dari jabatan RI-1.

Hanya sayangnya, aksi massa ini seperti sebelum-sebelumnya, jarang dipublikasikan oleh media-media TV. Berbeda dengan aksi demo-demo di Timur Tengah untuk menumbangkan para penguasa diktator, media-media seolah tak kehilangan nafas untuk memberitakan demo-demo itu. Sebagian beritanya didramatisir tidak karuan.

Hal ini mengingatkan kita kepada demo-demo tahun 1998 lalu di Indonesia. Tanpa bantuan publikasi media TV seperti RCTI, SCTV, Indosiar, dll. sulit sekali demo-demo itu akan berkembang meluas ke seluruh Indonesia. Begitu pula, tanpa bantuan media TV, tidak mungkin akan tercipta demo-demo besar di Tunisia, Mesir, Libya, Yaman, Bahrain, dll. Media TV seperti Aljazeera dan Al ‘Arabiyah sangat berperan di balik tersebarnya api revolusi Arab itu.

Sekedar catatan, tahun 1990-1991 dunia menyambut hadirnya sebuah stasiun TV besar dari Amerika, CNN. Waktu itu CNN termasuk media TV yang sangat intens memberitakan perang Teluk antara Irak Vs Amerika dan negara-negara Sekutu. CNN dipuji-puji sebagai jurnalis TV yang sangat pemberani, karena melakukan liputan langsung ke arena peperangan. CNN menggeser peran Reuters, AFP, AP, dll.

Namun tahun 2001 CNN menjadi “humas George Bush” melalui pemberitaan yang intens tentang peledakan gedung WTC, 11 September 2001. CNN sangat intens melakukan kampanye “war on terror” dengan tajuk yang sangat jelas, “America Under Attack”. Sejak saat itu, kepercayaan dunia kepada CNN mulai merosot, terutama di negeri-negeri Muslim. CNN dianggap media sampah yang menjadi corong agenda George Bush.

Saat CNN merosot, tahun 2003 Amerika menginvasi Irak. Saat itu dunia dikejutkan oleh lahirnya TV swasta yang dijuluki “CNN-nya Timur Tengah”. Ia adalah Aljazeera dari Qatar. Sejak saat itu Aljazeera menjadi primadona dunia Islam, khususnya Timur Tengah. Meskipun sejujurnya, media ini berhaluan sekuler. Para presenter wanitanya, bukan hanya cantik-cantik, tetapi juga tidak berjilbab. Aljazeera sangat cepat merebut simpati dunia Islam, lalu disusul lahirnya TV sejenis, Al ‘Arabiyyah.

Husni Mubarak pernah berkunjung ke Qatar untuk melihat dari dekat TV Aljazeera. Ternyata, stasiun TV itu kecil. Kata Mubarak, “Aljazeera hanya sebesar korek api.” Artinya, TV itu sebenarnya kecil, tetapi gaungnya sangat kuat mempengaruhi akal, perasaan, dan emosi bangsa Arab.

Selama bertahun-tahun Aljazeera memerankan tugas penting, yaitu: Membongkar budaya berpikir bangsa Arab yang cenderung tradisional-Islami; meningkatkan agressifitas sosial berupa keberanian rakyat menuntut ini itu; meningkatkan nalar politik warga Arab agar tidak betah dengan sistem diktator; mengimpor ide-ide demokrasi sebagai alternatif sistem hidup bangsa Arab.  Peran ini secara tekun dilakukan oleh Aljazeera selama bertahun-tahun.

Dan, hasilnya dipanen saat ini tahun 2011, ketika timbul gejolak politik besar di Timur Tengah. Gejolak di Timur Tengah saat ini adalah PRODUK UTAMA metode siaran pers yang dikembangkan oleh Aljazeera dan kawan-kawan, selama bertahun-tahun. Dan resikonya, dari proses seperti ini kita sangat mencemaskan masa depan Islam di Timur Tengah. Bagaimana nanti nasib Islam ke depan? Apakah dunia Arab akan kembali ke Khilafah Islamiyyah? Atau mereka akan masuk dalam perangkap DEMOKRASI LIBERAL seperti di Indonesia? Wallahu A’lam bisshawaab.

Selama ini, bangsa Arab secara tradisional hidup dalam kultur Islam. Seburuk-buruk keadaan mereka, masyarakat Arab masih mengakui Islam, menghormati Al Qur’an, menghormati Sunnah Nabi, menerima fatwa-fatwa ulama, dan lainnya. Bila demokrasi liberal dibuka di negeri Arab, maka agen-agen Yahudi dan Amerika disana akan mulai menghujat Allah, menghujat Rasul-Nya, menghujat sejarah Islam, mempertanyakan otoritas Syariat Islam, dll. Semua itu mereka lakukan atas nama: kebebasan demokrasi!

Demi Allah, kita tidak ada yang suka dengan kezhaliman & kekejaman diktator-diktator Arab. Tetapi selagi Islam belum siap menggantikan posisi para diktator itu, maka rakyat Arab akan mencari alternatif lain selain Islam. Apakah itu? Pasti demokrasi liberal. Kalau ini yang dipilih, rakyat Arab bukan akan semakin baik, mereka justru akan semakin hancur. Negara, kekayaan, dan kehidupan mereka akan diinjak-injak oleh kaum kapitalis.

Media massa, khususnya media TV, mereka sejatinya bukanlah alat untuk mencerdaskan masyarakat, untuk membela aspirasi rakyat, untuk mengoreksi pemerintahan yang menyimpang, untuk membela kebenaran, untuk mengemukakan kejujuran ilmiah, dll. Bukan, bukan sama sekali. Media massa saat ini tak lebih dari: alat politik kaum kapitalis dan alat mencari makan kaum oportunis!

Sulit mewujudkan revolusi Islam di Indonesia, sebab media-media TV sudah dikuasai kaum sekuler-kapitalis. Mereka tak akan rela terjadi revolusi Islam. Jika demo-demo FPI-FUI tidak didukung media-media TV, ya jangan heran. Mereka jelas akan membela wali-walinya, bukan membela Islam.

 

AM. Waskito.


Ahmad Dhani Kepentok Lagi

Maret 2, 2011

Maaf sebelumnya. Ini bukan soal gossip atau infotainment. Tapi ada hal menarik yang layak kita ulas tentang sosok Ahmad Dhani, vokalis Band Dewa. Dalam kancah perang pemikiran berkesinambungan, kita selain harus mengenal kawan-kawan sendiri, juga harus mengenal lawan-lawan.

Baru-baru ini A. Dhani diadukan ke kepolisian karena telah melakukan perbuatan kasar ke seorang wartawan infotainment GlobalTV. Wartawan berkaos merah (bukan pendukung Thaksin di Thailand) itu robek kaos T shirt-nya, ada bekas-bekas kekerasan di tangan dan lehernya. Dhani bukan hanya sekarang berurusan dengan polisi. Laki-laki berpenampilan seperti master ocultis ini sebelumnya pernah berurusan dengan FPI dalam soal logo Allah yang diinjak-injak dia dalam suatu konser. [Catatan: Okultisme itu semacam sekte pemujaan setan].

Orang Beken, Akrab dengan Kasus...

Singkat cerita, telah beredar isu bahwa Mulan Jameela, kekasih Dhani, telah melahirkan. Katanya melahirkan dengan cara cesar. Ya, siapapun yang mengikuti berita seputar tindak-tanduk Dhani, pasti tahu hubungan orang ini dengan Mulan Jameela. Bahkan, Mulan Jameela itu juga yang memicu perceraian Dhani dengan isterinya. Dan tidak dilupakan pula, betapa kasarnya sikap Dhani kepada keluarga isterinya, Maia.

Wartawan GlobalTV mau konfirmasi soal Mulan yang melahirkan. Tentu saja melahirkan dari “darah daging” Dhani, sebab mereka selama ini dikenal sebagai pasangan kekasih, tetapi tidak diikat ikatan pernikahan. Singkat kata, semacam “kumpul kebo” begitulah. Nah, Dhani marah karena merasa urusan pribadinya dicampuri wartawan. Lalu terjadilah kejadian kekerasan kepada wartawan itu. Konon, wartawan GlobalTV sudah menawarkan solusi damai, tetapi Dhani menolak. Maka langkah hukum pun ditempuh, Dhani diadukan ke polisi.

Meskipun susah mendapatkan bukti perzinahan antara Dhani dengan Mulan Jameela, tetapi menurut logika orang jaman sekarang, sulit sekali mengingkari perzinahan di antara mereka. Bayangkan, Dhani dan Mulan itu sering pelesir bersama. Salah satunya ke Australia, bersama anak-anak Dhani juga. Dhani sendiri adalah orang band, vokalis band terkenal. Siapapun tahu bahwa kehidupan “anak band” sulit dilepaskan dari: drink, drugs, dan cewek. Untuk band-band kere yang kecil-kecil saja banyak terlibat hal-hal seperti itu, apalagi band sebesar Dewa. Contoh yang sangat mudah, ialah hobi si Ariel Peterporn. Cowok Don Sex asal Bandung ini katanya punya banyak koleksi perzinahan dengan pasangan-pasangan sundalnya. Na’udzubillah wa na’udzubillah min kulli dzalik.

Dan siapa yang berpaling dari peringatan-Ku, baginya kehidupan yang sempit. Dan kelak Kami akan menghimpun mereka di hari Kiamat dalam keadaan buta.” (Thaha: 124).

Orang-orang fasik dan ahli maksiyat ini merasa hidupnya bebas, bisa having funs sesuka hati. Mereka merasa telah ngangkangi kehidupan, bisa menguasai segala sumber-sumber kenikmatan. Padahal diri mereka terlalu lemah di hadapan Allah Ta’ala. Kesenangan yang diberikan kepada mereka, pada dasarnya hanya untuk menunjukkan bahwa Allah Maha Pemurah kepada semua makhluk. Tetapi kalau jatah nikmatnya sudah habis, mereka jelas akan diketam sedikit demi sedikit sampai akhirnya, binasa. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik. [Catatan: Diketam itu seperti petani yang memotong batang-batang padi dari pangkalnya, untuk dibersihkan sampai habis].

Kaum hedonis bisa berbuat apapun, yang mereka inginkan. Tetapi selagi diri mereka masih berwujud manusia, atau makhluk, mereka tak akan bisa lepas dari KEKUASAAN Allah. Demikianlah sunnatullah yang berlaku; meskipun kaum Freemasonry dan okultis marah-marah. Semoga laknat Allah dan kehancuran total atas musuh-musuh Allah dari golongan Freemasonry, okultis, hedonis, dan sejenisnya. Allahumma amin ya ‘Aziz ya Jabbar.

AM. Waskito.