Apresiasi Seorang Pembaca Buku

Kekuatan Besar di Balik Buku

Sebagai penulis buku, banyak suka-dukanya. Kadang menerima kenyataan-kenyataan yang membuat diri harus penuh kesabaran. Namun kadang menerima HIBURAN dari Allah Ta’ala. Sumber hiburan bisa dari mana saja; termasuk dari arah yang tidak disangka-sangka. Salah satu hiburan terindah bagi penulis buku, ialah ketika menerima pujian tulus dari seorang pembaca. Ini bukan pujian yang dibuat-buat tetapi asli tulus, insya Allah.

Saya pernah mendapat surat yang ditulis tangan. Dikirim seorang bapak-bapak asal Surabaya. Kalau tidak salah, namanya Ahmad Ma’ruf. Beliau mengaku sangat terkesan dengan buku “Hidup Ini Mudah” yang saya tulis. Lalu beliau menulis surat apresiasi. Hebatnya, dalam surat itu beliau juga memberi saya hadiah sebuah buku agenda dan ballpoint tinta tebal. Masya Allah, hal-hal seperti ini merupakan “kado istimewa” bagi seorang penulis.

Kalau kita membaca teks endorsement yang terletak di cover belakang buku, itu bisa dibuat-buat. Sebagian endorsement merupakan teks yang sudah disiapkan, bukan dari pembaca. Nanti pembaca tinggal memilih teks mana yang cocok dengan hatinya. Hal ini saya ketahui dari informasi penerbit tertentu. Untuk membuktikannya mudah. Biasanya komentar pembaca dalam endorsement selalu berbeda-beda, padahal komentar yang ditujukan untuk buku yang sama, sangat mungkin menghasilkan komentar yang sama pula. Hal-hal demikian ini sering sudah di-setting secara sengaja.

Berikut ini sebuah apreasiasi berharga dari seorang pembaca buku “Aku Membaca Aku Tersenyum” yang telah saya tulis. Komentar positif ini dikirim via e-mail oleh seorang mahasiswi Sastra Inggris di Unpad Jatinangor. Beliau berasal dari Indramayu, Jawa Barat. Memang di bagian akhir buku, saya sebutkan akses e-mail yang bisa dihubungi. Sekedar catatan, teks yang tercantum ini sudah dilakukan penyuntingan seperlunya. Sebagian besar isi surat dipertahankan, hanya diberi perubahan sedikit agar enak dipandang, mudah dibaca, dan lebih jelas. Tidak ada perubahan substansial di dalamnya.

Assalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh.

Bapak penulis yang terhormat,

Maaf sebelumnya, saya telah memberanikan diri untuk mengirim email ini. Namun saya hanya ingin memberikan pendapat saya tentang buku yang Bapak tulis yang berjudul “Aku Membaca Aku Tersenyum” yang diterbitkan oleh Penerbit Khalifa, Jakarta.

Saya, Jessica Lusianov, mahasiswa UNPAD Fakultas Sastra, telah membaca buku tersebut. Setelah membacanya, saya menilai bahwa buku yang Bapak tulis benar-benar sangat bagus dan menggugah. Saya menyukainya. Mengapa? Karena isi buku tersebut benar-benar penuh renungan, hikmah, humor, pengalaman berharga, dan yang paling penting adalah SANGAT MEMOTIVASI saya untuk lebih giat dan gemar membaca buku-buku umum, baik itu di perpustakaan dan di toko buku. Saya sendiri adalah penggemar buku kelas berat karena saya sendiri termasuk pribadi yang pendiam dan agak tidak menyukai hiburan (meskipun saya hobi bermain alat musik dan menyanyi selain membaca buku).

Saya benar-benar dibuat bangkit disebabkan tulisan-tulisan Bapak di buku tersebut yang sebagian besar mengajak masyarakat, khususnya Kaum Muda dan Pelajar untuk lebih mencintai buku (bacaan). Mulai sekarang, setelah membaca buku tersebut, saya menjadi sadar bahwa ilmu dan wawasan itu tidak hanya didapatkan di bangku sekolah saja, tapi melalui membaca juga wawasan kita akan luas.

Yang paling penting adalah, saya pun sadar atas apa yang saya perbuat selama ini salah. Saya sendiri adalah tipe orang yang kurang tidur, kurang minum air putih, dan tidak pernah berolahraga. Akan tetapi, setelah membaca buku tersebut yang di dalamnya terdapat tips menjaga kesehatan dan sebuah kisah yang cukup menggugah hati yang akhirnya menyimpulkan bahwa menjaga kesehatan itu perlu (dan bahwa belajar sampai larut malam mengabaikan kodrat fisik itu salah), saya pun menyadari kekeliruan saya selama ini.

Saya sangat berterima kasih kepada Bapak karena melalui buku yang Bapak tulis saya akhirnya mengerti. Akhirul kalam, saya benar-benar kagum terhadap Bapak dan buku Bapak dan saya mengucapkan terima kasih sekali lagi. Sekian dari saya, seorang pembaca. Teruslah berkarya dan menghasilkan buku-buku yang terbaik. Saya doakan semoga Bapak sehat dan sukses selalu.


Wabillahi Taufiq wal Hidayah. Wassalamu’alaikum Warahmatullah Wabarakaatuh.

Pembaca

JESSICA LUSIANOV.

Secara pribadi, ada rasa malu membaca komentar indah seperti di atas. Tetapi bagaimana lagi, itu adalah apresiasi pembaca yang dia sampaikan secara tulus. Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin. Intinya, jika ada yang baik dan bermanfaat, semoga hal itu bisa menjadi kebaikan, bagi pembaca, juga bagi penulis, dan Ummat. Allahumma amin.

Buku “Aku Membaca Aku Menulis” itu berisi banyak entry dan substansi. Humor hanyalah sebuah METODE saja, untuk menyampaikan kepada maksud sebenarnya. Dalam buku itu, terutama di bagian-bagian akhir, saya kaji secara intens cara-cara MEMBANGKITKAN KEKUATAN TERSEMBUNYI dari buku-buku yang diam rapi di atas rak itu. Melalui buku, kita bisa mencapai kekuatan dan keahlian seperti yang kita inginkan.

Disana ada kekuatan tersembunyi, andai kita berkenan membacanya…

AM. Waskito.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: