Mengkritisi Pernyataan Ormas Islam

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Baru-baru ini pemimpin ormas Islam berkumpul untuk membuat pernyataan menyikapi pemberitaan seputar NII. Berita tentang pertemuan itu dan hasil-hasilnya bisa dibaca disini: Pernyataan Bersama Ormas Islam. Berita ini dilansir eramuslim.com, 30 April 2011, pukul 11.01 WIB.

Bedakan Antara NII KW IX Sebagai OKNUM dengan Negara Islam Sebagai Konsep Syariat.

Secara umum, ada 7 butir pernyataan dari pimpinan ormas-ormas Islam itu tersebut. Isinya sebagai berikut:

[1] Sangat prihatin dengan berbagai perbuatan kriminal yang dilakukan oleh oknum NII. Kami sangat bersimpati terhadap masyarakat yang menjadi korban tindakan kriminal oknum NII baik yang berupa kerugian harta benda maupun yang kehilangan anak-anak dan anggota keluarga lainnya. Tindakan tersebut jelas-jelas bertentangan dengan ajaran Islam yang menekankan sikap amanah, jujur, bertanggung-jawab, mematuhi hukum yang berlaku sebagai muamalah sosial dan menghormati orang tua sebagai akhlaq al karimah. [2] Gerakan NII yang bertujuan untuk mendirikan Negara Islam Indonesia merupakan tindakan makar terhadap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. [3] Gerakan NII adalah gerakan yang dikembangkan oleh sekelompok orang yang tidak memiliki dasar keagamaan Islam yang kuat dan tidak mendapatkan dukungan dari mayoritas umat Islam. Karena itu, jika aparat keamanan dan pemerintah menangani dengan sungguh-sungguh seharusnya masalah gerakan NII sudah tuntas dan tinggal sejarah. Eksitensi NII tidak terlepas dari sikap pemerintah dan aparat keamanan yang cenderung melakukan ‘pembiaran’, ‘pengabaian’ dan ‘pemeliharaan’ terhadap gerakan NII. [4] Meningkatnya gerakan NII tidak terlepas dari usaha-usaha politik pihak tertentu yang secara sistematis memelihara dan mendukung eksistensinya demi kepentingan politik kekuasaan. Politisasi gerakan NII telah mendiskreditkan dan merusak citra politik umat Islam sebagai bagian terbesar dari bangsa Indonesia. [5] Gerakan NII telah menimbulkan keresahan di masyarakat, khususnya orang tua, dan potensial memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa. Karena itu kami mendesak kepada pemerintah untuk menangani gerakan NII secara tegas dan bersungguh-sungguh sesuai dengan hukum yang berlaku, terhadap pelaku dan penggerak, serta segala institusi dan figur yang diduga keras mendukung gerakan NII dan mengingatkan Pemerintah tanpa melupakan isu-isu penting kebangsaan seperti pemberantasan korupsi, pengentasan kemiskinan dan sebagainya. [6] Dalam rangka menanggulangi bahaya laten gerakan NII, ormas-ormas Islam siap bekerjasama dengan pemerintah dan Aparat Keamanan demi terciptanya tatanan kehidupan sosial yang damai, keutuhan NKRI dan persatuan serta kesatuan bangsa. [7] Kami menghimbau kepada umat Islam agar lebih meningkatkan pemahaman Islam yang komperehensif dan pengalamannya melalui usaha-usaha yang lebih serius dan benar dalam memajukan pendidikan dan dakwah Islam. Umat Islam hendaknya tidak terpengaruh oleh usaha-usaha memecah belah persatuan melalui perdebatan-perdebatan publik yang menonjolkan perbedaan sikap dan pandangan di kalangan tokoh-tokoh ormas/lembaga Islam.

Demikian yang dikutip oleh eramuslim.com. Untuk lebih memastikan, silakan baca link berita dari eramuslim.com di atas.

RESPON UMUM

Terus-terang ada rasa kecewa atas pernyataan para pimpinan ormas Islam itu. Bukan karena mereka mengecam gerakan NII KW IX yang dipimpin Panji Gumilang, yang berpusat di Al Zaytun Indramayu itu. Tetapi karena pernyataan mereka MENIHILKAN konsep Negara Islam itu sendiri. Ini yang sangat parah. Hal semacam ini bukan saja bertentangan dengan sejarah kaum Muslimin selama ribuan tahun, tetapi juga melanggar batas-batas Aqidah Shahihah.

Di media ini sudah berulang-ulang kita sampaikan, bahwa konsep Negara Islam itu sepenuhnya: benar, valid, sesuai fakta historis, dan Syar’i. Tidak ada keraguan lagi. Jumhur ulama kaum Muslimin meyakini bahwa konsep Negara Islam atau Daulah Islamiyyah, adalah ajaran yang benar. Hal itu sesuai praktik kehidupan di masa Nabi Saw, para Khulafaur Rasyidin, serta imam-imam kaum Muslimin selama ribuan tahun.

Mengingkari konsep Negara Islam, menolak konsep Negara Islam, atau menihilkannya, sama saja dengan menolak ajaran Rasulullah Saw, para Khulafaur Rasyidin, para Imam kaum Muslimin. Hal ini sangat berat konsekuensinya. Ia bisa menggugurkan keimanan seorang Muslim.

Menolak konsep Negara Islam sama dengan menolak berlakunya Syariat Islam itu sendiri. Sebab, Syariat Islam tak akan bisa dilaksanakan secara kaffah, tanpa institusi Negara Islam atau Daulah Islamiyyah. Menolak berlakunya Syariat Islam, berarti kufur. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Para pemimpin ormas Islam ini harusnya berhati-hati sebelum membuat pernyataan publik. Mereka harus bisa memisahkan antara gerakan NII KW IX (dan semisalnya) yang menyimpang dan sesat, dengan konsep Negara Islam yang sesuai Syariat Islam. Harus bisa dipisahkan hal itu.

SKANDAL CITI BANK

Munculnya kasus NII KW IX dan semisalnya bukan serta-merta muncul. Ia memang sengaja dimunculkan. Tujuannya ialah untuk menutupi kasus Melinda Dee di Citi Bank. Kasus itu melibatkan dana besar. Ada yang menyebut sampai triliunan rupiah, bukan sekedar 16 miliar rupiah yang diklaim media-media massa selama ini. Selain itu, menurut informasi yang beredar, di balik Melinda Dee ada perwira-perwira Polri yang terlibat. Hingga saat ini PPATK tidak berani sedikit pun mengungkap rekening siapa saja yang berlindung di balik kasus Melinda Dee itu.

Dimunculkan kasus NII, yang dipublikasikan secara bombastik oleh media-media seperti TVOne, MetroTV, Trans7, GlobalTV, RCTI, TransTV, serta media-media lain, termasuk media cetak. Semua itu adalah untuk mengubur kasus besar Melinda Dee di Citi Bank.

Dalam forum-forum diskusi di internet disebutkan, kasus Melinda Dee itu jauh lebih besar dari yang kelihatan. Di balik itu ada rekening-rekening perwira Polri yang seharusnya dibeberkan ke publik. Demikian suara-suara yang muncul dalam forum-forum itu.

Jadi mengapa kita harus menanggapi kasus NII KW IX secara berlebihan? Toh, kasus semacam itu sudah puluhan tahun muncul. Mengapa baru sekarang kita peduli? Dulu di ITB pernah ada 200 mahasiswa terancam DO karena terlibat kasus NII KW IX ini. Mengapa ketika itu ormas Islam tidak membuat pernyataan tegas?

Berita-berita seputar NII KW IX ini sama persis seperti berita-berita seputar terorisme itu. Tujuannya, untuk mengalihkan perhatian publik dari isu-isu sebenarnya. Dan terbukti langkah itu “selalu sukses”. Malah sekarang, pimpinan ormas-ormas Islam yang “menjadi korban”. Mereka termakan oleh provokasi berita-berita media massa.

MENOLAK NEGARA ISLAM

Bagi seorang Muslim yang memahami Islam, HARAM hukumnya menolak konsep Negara Islam. Sebab konsep Negara Islam itu sumbernya adalah Dua Kalimah Syahadah: “Asyhadu an laa ilaha illa Allah. Wa asyhadu anna Muhammad Rasulullah.”

Negara Islam adalah negara yang berdasarkan TAUHID (laa ilaha illa Allah) dan berdasarkan SYARIAT Rasulullah Saw (Muhammad Rasulullah). Tujuan Negara Islam ialah mengibadahi Allah secara murni, tanpa kesyirikan. Dan cara membangun negara itu sendiri mengikuti Syariat Nabi Saw.

Menolak Negara Islam, lalu mengganti dengan keyakinan terhadap konsep negara selain Islam, ya jelas bertolak-belakang dengan ajaran Dua Kalimah Syahadah itu. Lalu apa artinya? Siapapun yang menolak ajaran Dua Kalimah Syahadah, ya jelas KUFUR. Itu tidak diragukan lagi.

Dalam berbagai kesempatan ahli-ahli Islam sudah menjelaskan, bahwa gerakan NII KW IX dan semisalnya, ia adalah gerakan sesat, fasad, dan menyebarkan fitnah di tengah kaum Muslimin. Tetapi tidak berarti karena perbuatan oknum, lalu kita menolak konsep Negara Islam. Oknum ya oknum; sedangkan konsep negara Islam yang asli, ya tetap shahih, valid, dan sesuai Syariat Allah dan Rasul-Nya.

Demi Allah, kalau kita menolak (atau minimal ragu) konsep Negara Islam, itu sama dengan kita menolak ajaran Rasulullah Saw. Coba renungkan dengan hati yang jujur, apakah selama hidupnya Rasulullah Saw mendirikan sebuah negara sekuler, nasionalis, kapitalis, atau non Islami? Kalau Anda katakan iya, otomatis hukum kekufuran seketika jatuh ke diri Anda.

METODE DAKWAH

Banyak orang, terutama aparat negara, sangat memusuhi gerakan apapun yang berhubungan dengan Negara Islam. Kepala BNPT, Ansyad Mbai, berkali-kali mendefinisikan teroris sebagai orang-orang yang mendukung Negara Islam dan Khilafah. Ini adalah bukti nyata bahwa ide dan konsep Negara Islam itu selalu dimusuhi di negeri ini.

Mereka berasumsi bahwa para pendukung konsep Negara Islam selalu memakai cara-cara kekerasan, teror, bom-boman, anarkhisme, pemberontakan, dll. untuk mewujudkan cita-citanya. Maka karena alasan itu, para pendukung ajaran Negara Islam, selalu dimusuhi.

Padahal tidak semua orang yang meyakini kebenaran konsep Negara Islam melakukan cara-cara kekerasan. Banyak yang menempuh cara DAMAI, DAKWAH, dan PEMBINAAN UMMAT. Hal ini sama sekali tidak dilihat oleh para aparat negara itu. Dan ironisnya, para pimpinan ormas Islam ikut-ikutan melihat dengan frame aparat negara.

Kalau melihat metode Rasulullah Saw dalam menegakkan Daulah Islamiyyah, beliau melakukan cara-cara dakwah. Hal itu menjadi fakta, sekaligus teladan yang bisa kita ikuti. Dengan demikian, kita tetap mengimani kebenaran konsep Negara Islam, tanpa harus berbenturan secara konfrontatif dengan kepentingan aparat negara.

TANTANGAN DISKUSI

Saya menduga pernyataan ormas-ormas Islam itu lebih karena peranan kuat Prof. Din Syamsuddin. Beliau ini memiliki kekuatan lobi, kekuasaan, serta pengaruh yang kuat di antara tokoh-tokoh ormas Islam lainnya. Apalagi pernyataan ormas itu dibuat di kantor PP Muhammadiyyah.

Jika yang dimaksud oleh pernyataan pimpinan ormas itu adalah gerakan sesat NII KW IX dan semisalnya, kita mendukung hal itu. Namun jika yang dituju juga untuk menghapuskan konsep Negara Islam yang diakui dalam Syariat Islam dan telah berlaku dalam sejarah selama ribuan tahun; jelas kita menolak keras pernyataan itu.

Dengan memohon pertolongan Allah, saya secara pribadi mengusulkan kepada pimpinan-pimpinan ormas Islam tersebut, khususnya Prof. Din Syamsuddin untuk melakukan DEBAT di hadapan kaum Muslimin. Mari kita uji sebuah substansi: “Benarkah gerakan Negara Islam merupakan gerakan makar yang tidak sesuai dengan ajaran Islam?

Disini kita tak perlu membahas tentang NII KW IX dan semisalnya. Tetapi membahas konsep Negara Islam itu sendiri.

Demikian tulisan singkat tentang pernyataan pimpinan ormas Islam seputar isu NII. Intinya, para pimpinan ormas itu harus membuat diferensiasi tegas antara gerakan NII KW IX dan semisalnya yang sesat dan menyesatkan, dengan ajaran Negara Islam atau Daulah Islamiyyah yang sesuai Syariat Allah dan Rasul-Nya. Jangan sampai saat kita ingin menghajar seekor tikus yang masuk rumah, kita robohkan sekalian rumah itu.

Wallahu A’lam bisshawaab.

Bandung, 30 April 2011.

AM. Waskito.

Iklan

13 Responses to Mengkritisi Pernyataan Ormas Islam

  1. Lukman Mubarok berkata:

    Janganlah buat NII. Buat aja khilafah. Kalau konsep khilafah disemua negara diratifikasi, hasilnya lebih dari sekedar NII tapi sebuah imperium bumi dibawah satu atap pemerintahan.

  2. TheSalt Asin berkata:

    Kalau kita mau jujur – Makar awal direpublik ini yang dilakukan oleh D.I-T.I.I. didukung atau atas dukungan dari sekte wahabi , hampir semua yang menamakan dirinya ULAMA Islam Pembaharuan terlbat didalamnya , dari PerSis , Muhamaddiyah .

    Cobalah kita belajar membaca kembali Sejarah masa lalu Para ULAMA Islam hasil Produk dari Arab Saudi, seperti : Keluarga Hamka . keluarga dari Munawar Kholil dan banyak lagi.( yang sangat mengagungkan ABDUH ).

    NEO N.I.I.= dibangun kembali oleh PKS , Hizbut Tahrir , Muhammadiyah ( ahlul Takfir )dan banyak lagi partai yang mengatasnamakan Islam terlibat disana …tujuannya…bukan mau memperbaiki atau mengokohkan AQIDAH…tapi disana ada RUPIAH nya dan ada KEKUASAAN nya.

    Hanya orang -orang yang sedang sakit kepala yang memimpikan Khilafah …bahkan kalau ditanya apa itu Khilafah …dia sendiri tidak mengerti…wassalam.

  3. abisyakir berkata:

    @ Lukman Mubarak…

    Ya, memang istilah NII ini sudah menyesatkan. Sudah salah kaprah. Inilah hasil dari permainan STIGMA intelijen. Istilah aslinya memang Negara Islam atau Daulah Islamiyyah. Kalau Daulah itu berdiri di Indonesia, namanya menjadi Daulah Islamiyyah Indunisiyyah. Atau Negara Islam Indonesia, atau NII.

    Tetapi NII KW 9 dan semisalnya, rata-rata produk intelijen untuk mematikan missi perjuangan menegakkan negara Islam itu sendiri. Dan terbukti, usaha intelijen itu sukses besar, karena orang Indonesia cenderung lugu dan minder. Kalau kritis dan memakai akal sehat, tidak akan ada yang mendukung aliran sesat NII KW 9 itu. Itu sudah terlalu jauh menyimpang dari kebenaran.

    Satu bukti, namanya Daulah Islamiyyah itu sejatinya sangat melayani warga negaranya. Tetapi di tangan NII KW 9 dan semisalnya, warga mereka dijadikan sapi perahan dan obyek penjajahan. Itu satu indikasi yang sangat mudah dilihat.

    Syukran jazakumullah atas masukan Antum.

    AMW.

  4. abisyakir berkata:

    @ TheSalt Asin….

    Kalau kita mau jujur – Makar awal direpublik ini yang dilakukan oleh D.I-T.I.I. didukung atau atas dukungan dari sekte wahabi, hampir semua yang menamakan dirinya ULAMA Islam Pembaharuan terlbat didalamnya, dari Persis, Muhamaddiyah.

    Komentar: Mohon Anda berhati-hati kalau komentar. Tulisan Anda itu dicatat oleh Malaikat Mas. Ucapanmu ini hanyalah serupa seperti ucapan kaum “bencong” yang berani bicara seenaknya di forum2 diskusi. Tetapi tidak berani head to head dalam diskusi terbuka. Banyak sekali manusia jaman sekarang bersikap seperti Anda. Omongannya nyelekit, tetapi tidak gentlemen.

    Cobalah kita belajar membaca kembali Sejarah masa lalu Para ULAMA Islam hasil Produk dari Arab Saudi, seperti : Keluarga Hamka . keluarga dari Munawar Kholil dan banyak lagi.( yang sangat mengagungkan ABDUH ).

    Komentar: Nah, ini dia juga menunjukkan betapa BODOH-nya wawasan Anda. Coba Anda ingat, KH. Hasyim Asyari itu belajarnya dimana? Di Saudi juga. Waktu itu beliau mendirikan Komite Hijaz sebagai latar-belakang berdirinya ormas NU. Hijaz itu dimana? Di Saudi, Bro. Terlepas soal siapa Abduh dkk., KH. Hasyim Asyari juga terpengaruh oleh pemikiran2 kreatif dia, terutama soal konsep organisasi massa dan pentingnya institusi pendidikan.

    NEO N.I.I.= dibangun kembali oleh PKS , Hizbut Tahrir , Muhammadiyah ( ahlul Takfir )dan banyak lagi partai yang mengatasnamakan Islam terlibat disana …tujuannya…bukan mau memperbaiki atau mengokohkan AQIDAH…tapi disana ada RUPIAH nya dan ada KEKUASAAN nya.

    Komentar: Wah, tambah ngaco nih ngomongnya. Sebelum diskusi, mohon jangan minum bir dulu, atau minum whiskey. Tolong sehatkan akal dan pikiran dulu, biar kalau menulis itu lurus, tidak merusak pikiran orang lain.

    Hanya orang -orang yang sedang sakit kepala yang memimpikan Khilafah …bahkan kalau ditanya apa itu Khilafah …dia sendiri tidak mengerti…wassalam.

    Komentar: Inna lillah wa inna ilaihi ra’jiuun. Masak orang yang memimpikan kebaikan disebut sakit kepala? Berarti yang mengatakan itu termasuk orang KUFUR dong. Apa kamu ini dari kalangan kufur ya? Sudah jelas-jelas Khilafah ditegakkan oleh Khalifah Abu Bakar, Umar, Utsman, Ali, kok masih diingkari? Kalau mereka diingkari, lalu kamu ikut siapa ya?

    Hati-hati jadi kufur tanpa engkau sadari…

    AMW.

  5. satriyabisniss berkata:

    NUMPANG INFO YA BOS… bila tidak berkenan silakan dihapus:-)

    LOWONGAN KERJA GAJI RP 3 JUTA HINGGA 15 JUTA PER MINGGU

    1. Perusahaan ODAP (Online Based Data Assignment Program)
    2. Membutuhkan 200 Karyawan Untuk Semua Golongan Individu yang memilki koneksi internet. Dapat dikerjakan dirumah, disekolah, atau dikantor
    3. Dengan penawaran GAJI POKOK 2 JUTA/Bulan Dan Potensi penghasilan hingga Rp3 Juta sampai Rp15 Juta/Minggu.
    4. Jenis Pekerjaan ENTRY DATA(memasukkan data) per data Rp10rb rupiah, bila anda sanggup mengentry hingga 50 data perhari berarti nilai GAJI anda Rp10rbx50=Rp500rb/HARI, bila dalam 1bulan=Rp500rbx30hari=Rp15Juta/bulan
    5. Kami berikan langsung 200ribu didepan untuk menambah semangat kerja anda
    6. Kirim nama lengkap anda & alamat Email anda MELALUI WEBSITE Kami, info dan petunjuk kerja selengkapnya kami kirim via Email >> http://satriyabisniss.wordpress.com/

  6. abisyakir berkata:

    @ Satriyabisniss…

    Boleh, boleh numpang, asal baik dan manfaat untuk pembaca. Moga bisnisnya benar2 baik ya. Amin.

    AMW.

  7. Amar Ma'ruf berkata:

    Yap…kekecewaan yang sama dengan kekecewaan yang Akhi rasakan dari 7 pernyataan ormas Islam tentang berdirinya Negara Islam Indonesia melanggar uud45 dan pancasila yang di bangun oleh ‘pahlawan’.

    Kalo menurut saya, itulah sikap ketidak Istiqomahan ormas Islam, tidak berani berkata benar meski itu pahit.

    Benarnya, Negeri Indonesia yang Bersyariatkan Islam.
    Pahitnya, zaman ini Islam di musuhi, di debat rame-rame, stigma-stigma yang membuat pemeluk Islam itu sendiri malu dengan agamanya.

    Sehingga akhirnya mengikuti arus keinginan kaum yg memusuhi Islam agar musuh Islam senang dan ridho mendengarnya. Yah…seperti contoh kasus 7 pernyataan itu
    Naudzubillahi min dzaliq.

  8. abisyakir berkata:

    @ Amar Makruf…

    Ahlan wa sahlan Akhi…kemana saja? Baru kelihatan. Afwan, saya rasanya “maju mundur” dengan blog ini. Mau rehat, tetapi isu terus bermunculan; mau kontinue, khawatir tidak bisa berbuat sesuatu yang kongkret di dunia offline. Itulah. Ya, semoga setiap yang ditulis dengan niat baik, menjadi amal baik di sisi Allah, untuk diriku, untuk pembaca Muslim budiman, dan bagi Ummat Islam. Allahumma amin.

    AMW.

  9. Ibn berkata:

    Assalamu’alaikum Wr. Wb ustadz,

    Memang cukup miris kalau membaca secara letter lux point [2] Gerakan NII yang bertujuan untuk mendirikan Negara Islam Indonesia merupakan tindakan makar terhadap tegaknya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

    Tapi kalau boleh kita melihatnya dari sudut pandang yang lain, mungkin :
    a. Pernyataan ini keluar karena tingkat ketidaknyamanan umat Islam akibat pemberitaan media sekuler yang membabi buta sudah kelewat tinggi telah membentuk image buruk buat Islam itu sendiri,
    b. Memaksakan berdirinya Negara Islam Indonesia (ana lebih suka berdiri negara yang bersyariat Islam bukan syariat yang dipelintir NII KW 9 sesuai kemauan pimpinannya) sementara banyak orang-orang berpendidikan belum siap justru akan membuat mudharat yang lebih besar khususnya pada umat Islam,
    b. Bisa jadi pernyataan ini hanyalah ucapan saja tanpa dibarengi dengan pernyataan hati,
    Karena ana yakin seseorang yang sudah paham akan Islam dan kemuliaan ajarannya pasti sangat menginginkan negara bersyariat Islam (Khilafah) yang diridhai Allah berdiri. Wallahu’alam.

  10. brewok berkata:

    mendirikan negara islam diindonesia,!! hukumnya ?,pelajari lagi deh ilmunya semuanya jangan taklid pada golonganya sendiri dong,kalau sudah baru ngomong .nulis pakai hati jangan emosi.

  11. sekarsidan berkata:

    @Ibn : Seseorang bisa saja kufur dengan pernyataan lisannya tanpa harus dibarengi pernyataan hati, mensyaratkan pernyataan hati sebagai syarat pengkufuran adalah kaidah yang bertentangan dengan ahlus sunnah.

  12. Wijayakusumah berkata:

    Benar-benar aneh bin ajib klo liat mayoritas umat islam di indonesia mereka ngaku beragama islam tapi begitu alergi bahkan phobi jika mendengar konsep negara islam.”Yaa Allah,berikanlah hidayah Mu kepada umat ini dan bimbinglah mereka di jalan Mu,istiqomahkanlah umat islam ini di jalan Al-Qur’an dan Sunnah Nabi Mu.Allahumma sholli ‘alaa muhammad wa ‘alaa aali muhammad.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: