Usamah “Dibunuh” Amerika…

Sebuah berita menggemparkan, Usamah bin Ladin tewas terbunuh dalam serangan pasukan elit Amerika di sebuah mansion terpencil di Pakistan. Media-media segera merespon berita kematian Usamah ini. Tak terkecuali, perdebatan-perdebatan mulai bermunculan. Berita ini seolah menyapu bersih berita seputar romantika pasangan William-Kate.

[Ya biasalah…hidup manusia modern kan tidak jauh dari perdebatan. Tidak jauh dari TV, internet, telepon seluler, dan aneka piranti gadget. Hayo berdebat terus, terus, terus… sembari menyaksikan soal ekonomi, politik, keamanan, sosial, dan moralitas tidak kunjung membaik. “Lebih baik kere sambil berdebat, daripada kere diam saja,” begitu filosofi yang banyak dianut].

Dunia Modern Begitu Rumit. Apa yang Terlihat Tidak Selalu Sama dengan yang Terjadi.

Pertanyaannya, benarkah Usamah sudah meninggal akibat serangan Amerika? Atau itu jangan-jangan hanya kematian rekayasa? Atau semua ini hanya akal-akalan intelijen Amerika saja?

Sebenarnya, tidak penting membahas Usamah sudah meninggal atau masih hidup. Sangat tidak penting! Sebab bukan disana masalahnya.

Di dunia intelijen, orang mati bisa ditampilkan seolah-olah hidup; orang hidup juga bisa ditampilkan ‘sudah mati’. Dunia intelijen kaya dengan intrik-intrik seperti itu. Logika dasar mengamati dunia intelijen: “Jangan percaya dengan apa yang kelihatan di permukaan!”

Sekali lagi, kematian Usamah bukanlah masalah penting. Yang sangat penting ialah: Dimatikannya ICON Usamah oleh Amerika. Nah, ini yang sebenarnya amat sangat penting.

Dengan berita-berita yang beredar selama ini, terutama pernyataan Barack Obama di Gedung Putih dan pernyataan resmi dari DK PBB, hal itu menegaskan bahwa ICON USAMAH sudah waktunya dimatikan. Meskipun misalnya, secara fisik sosok Usamah sendiri bisa jadi masih ada.

Mungkin ada pemikiran, “Bagaimana kalau Usamah masih hidup dan tidak menerima citra dirinya dimatikan?” Jawabnya simple. Pihak yang telah mematikan icon Usamah itu sudah memikirkan cara-cara untuk mencegah kemunculan kembali Usamah, dengan segala cara. Itu pun bila diasumsikan Usamah asli masih hidup. Bagaimana kalau Usamah itu sendiri sebenarnya sudah meninggal sejak bertahun-tahun lalu? Nah, semakin rumit kan.

Dengan usaha mematikan icon Usamah ini, bisa dimaknai beragam. Misalnya, sosok Usamah sudah tidak dibutuhkan dalam konstelasi perang peradaban yang digelar Amerika dalam waktu terakhir. Atau icon Usamah sudah melenceng jauh dari setting awal yang dikembangkan Amerika, sehingga diperlukan untuk di-cut di tengah jalan. Atau bisa jadi, Amerika sudah menyiapkan skenario-skenario lain sebagai pengganti. Multi tafsir, tergantung dari sisi mana kita melihat.

Kematian icon Usamah ini sangat penting. Sama seperti ketika Polri mematikan icon Nordin M. Top. Sejak Nordin dinyatakan mati dalam suatu penggerebekan, maka suasana perang anti terorisme mengalami penurunan tajam dibanding sebelumnya. Kematian icon Usamah juga dipercaya akan menurunkan secara tajam isu-isu terorisme global.

Pendek kata, kita tak perlu mendebatkan soal Usamah sudah meninggal atau masih hidup. Karena intinya bukan disana. Intinya, icon Usamah secara resmi sudah dimatikan oleh Amerika dan sekutunya. Bahkan, dimatikan secara TOTAL. Mayat Usamah “dimakamkan” di laut, agar sama sekali tidak ada jejak yang tersisa.

Harapan ke depan, kehidupan kaum Muslimin semoga menjadi lebih baik. Allahumma amin. Kalau Ummat ini lemah, semoga tidak semakin ditindas oleh kaum kufar angkara murka. Kalau Ummat ini kuat, semoga bisa membangun peradaban Islami di bawah naungan Kitabullah dan As Sunnah. Sejujurnya, isu-isu terorisme itu sangat mempersulit kehidupan Ummat ini, baik saat mereka lemah atau kuat.

Lagi pula Rasulullah Saw dan para Shahabat Ra tidak ada yang mencontohkan cara membangun Islam (atau membela Islam) dengan melalui aksi-aksi serangan terorisme. Tempuhlah cara yang benar, maka ada harapan kemenangan sejati disana. Insya Allah.

AM. Waskito.

Iklan

22 Responses to Usamah “Dibunuh” Amerika…

  1. Lukman Mubarok berkata:

    Innaa lillaahi wa innaa ilaihi roojiuun.

  2. Lukman Mubarok berkata:

    Ketika banyak kajian Islam diadakan, maka pemikiran manusia sedunia sedang ber “evolusi”. Dan bentuk pemikiran ter-kamil dan syamil adalah Islam. Sehingganya, khilafah Islam akan berdiri. Itulah yang ditakuti musuh Allah. Bukannya bom dan aksi teror

  3. agus berkata:

    aku heran…
    Amerika jelas kafir…
    Usamah bin laden jelas muslim (apapun tipicalnya )
    tapi kenapa banyak orang muslim lebih memilih gembira bersama amerika yang katanya membunuh usamah yang jelas saudara kita semuslim???
    wallohua’lam
    pada merem kali y…

  4. agus berkata:

    yang mengatakan usamah teroris adalah amerika dkk. yang jelas kafir, kenapa kita sebagai muslim kok ikut2an megamini orang kafir yang mengatakan teroris pada orang muslim??
    kita tau berita tentang teroris juga dari orang kafir amerika dkk. kenapa kita langsung percaya??
    hampir semua orang tau amerika telah membunuh banyak moslem di timur tengah, kenapa kita tidak menjuluki amerika itu teroris??
    ada apa dengan amerika?
    apa karena amerika kaya?? kaya utang kale…
    terus apa yang bisa dibanggakan dengan amerika yang non-muslim, yang hobinya perang??
    kenapa kiblat kita bergeser kawan??
    kenapa kita tidak kasian pada saudara semuslim kita yang di habisi oleh amerika kafir??
    kenapa kita tidak jijik kepada pembunuh kelas kakap amerika??
    kenapa??
    islam macem apa kita ini??
    apa rosululloh mencontohkan seperti ini??
    kenapa kawan??
    ayo interospeksi..
    jangan mudah di bohongi oleh kafir bro..
    kita punya sumber informasi sendiri, jangan mengadopsi berita dari amerika yang sarat dengan propaganda mamen!!
    bukannya sesama muslim seperti 1 tubuh??
    bukannya haram berteman baik dengan warga yang berperang dengan saudara semoslem kita??

  5. juhaiman79 berkata:

    AM waskito, anda “sedikit emosional” pada paragraph terakhir ….”Lagi pula Rasulullah Saw dan para Shahabat Ra tidak ada yang mencontohkan cara membangun Islam (atau membela Islam) dengan melalui aksi-aksi serangan terorisme” .. anda sedikit terpengaruh dengan isu terorisme …dalam menggunakan istilah “terorisme “.
    Bukankan anda sudah terperangkap oleh pemikiran / istilah kaum kafir ?
    Dan saya yakin anda pasti mengetahui bahwa Nabi kita adalah seorang panglima perang kaum muslimin banyak melakukan peperangan , dan bila saat ini mungkin amerika dan sekutu sekutunya menisbatkan beliau sebagai raja “teroris “.

    Saya sering melihat tulisan tulisan ustad dan kagum dengan analisa analisa anda ….salam

  6. Amar Ma'ruf berkata:

    Berita meninggalnya Osama bin Laden oleh media-media tv dunia termasuk negeri ini menurut saya adalah bohong, dengan 2 alasan.

    1. Agar amrik tidak mendapat malu bersama sekutunya untuk menarik mundur (yang memang menginginkan untuk mundur) pasukan dari Afghanistan karna terjebak perang yang sangat melelahkan dan menguras sumber daya, di tambah
    dengan pernyataan pemimpin rusia, bahwa siapa saja yang membuat peperangan di tanah Afghan sungguh mereka bagaikan terjebak dalam kubangan lumpur.

    Dengan cara seperti itu, dengan sendirinya masyarakat dunia yang tahu dengan tujuan amrik dan sekutunya (masyarakat dunia yang terhasut propaganda yang sudah di gencarkan) akan meminta amrik + nato untuk keluar atau menarik pasukan dari timteng, seperti komentar penguasa iran.

    2. Keuntungan buat intelijen Indonesia. Media yg merupakan corong sepilis dan manut pada penguasa yang memelihara sistem sepilis democrazy untuk mengalihkan opini seperti terbongkarnya nii gadungan yang semakin terkuak.

  7. Ibn berkata:

    Benar sekali ustadz, tidak penting Osama mati atau hidup. Yang terpenting adalah jangan sampai semangat umat Islam untuk membebaskan diri dari kapitalisme global dan semangat untuk berjuang mendirikan negara yang diridhai Allah surut. Selalu ingatlah firman Allah Ta’ala berikut ini…

    “Mereka tidak henti-hentinya memerangi kamu sampai mereka (dapat) mengembalikan kamu dari agamamu (kepada kekafiran), seandainya mereka sanggup. Barangsiapa yang murtad di antara kamu dari agamanya, lalu dia mati dalam kekafiran, maka mereka itulah yang sia-sia amalannya di dunia dan di akhirat, dan mereka itulah penghuni neraka, mereka kekal di dalamnya.” (QS. 2:217)

    Sudah seharusnya ayat ini menjadi pengganti Icon Osama yang dapat terus terpelihara sampai kita mati.

  8. pertama berkata:

    ustadz, para pejuang di kawasan sekitar timur tengah (pakistan, afghan, irak, palestine, dll..) banyak yang mendukung usamah. knp sebagian kita berbeda dengan mereka ya?

  9. pertama berkata:

    sekalian disampaikan link berikut yang berhub dengan ustadz.
    http://www.muslimdaily.net/jurnalis/7526/kenalilah-usamah-bin-ladin-melalui-risalahnya

  10. jmustaf berkata:

    Saya pernah baca komentar di artikel Blog ini sebagai berikut ”
    Bahkan ada seorang Ustadz AM Waskito (pengarang buku “Dakwah Salafiyah, Dakwah Bijak” yang dikenal lembut hati dan gemar mendamaikan gesekan antar Harakah pun ternyata malah berani mengatakan Usamah bin Laden sebagai setan.

    Tapi kan Usamah itu memang SETAN ya. Ini tidak diragukan lagi. Dia itu SETAN, hanya saja berbentuk manusia yang berwajah pemimpin mujahidin. A’udzubillah minas syaitanirrajiim wa ashabihi ajma’in. Wong bukan dia pelakunya, kok terus saja ngaku-ngaku. Ini payah sekali. Demi Allah, andaikan Usamah disuruh merumuskan mekanisme penghancuran WTC itu, dia pasti tidak tahu apapun.(diambil dari komentar blog dari : https://abisyakir.wordpress.com/2010/10/12/wajah-partai-sekuler/

    Wah bagaimana komentar AM Waskito mengenai hal ini, dari tulisan diatas terlihat sedikit benang merah ” kebencian ” terhadap osama bin laden
    Bukankah kita tidak boleh menilai seseorang berdasarkan asumsi asumsi sendiri ?.
    Lebih celaka lagi kita kita hanya cuma duduk duduk , menilai orang lain, memberikan komentar terhadap orang lain, sementara yang bersangkutan mungkin mempertaruhkan nyawanya di medan jihad …
    Bersikap adil lah terhadap saudara kita yang seiman …..

  11. Lukman Mubarok berkata:

    Herannya para terduga teroris yang pinter-pinter kok dibunuh langsung tanpa pengadilan mahkamah. Pasti ada banyak dusta amerika dan anteknya. Cuma satu orang pinter yang ditangkap, si kutubuku abu dujana. Kalau ABB itu mah pengalihan isu

  12. juhaiman berkata:

    ini ada sedikit artikel mengenai riwayat osama bin laden, sebagai bahan agar kita dapat lebih adil terhadap sesama saudara kita, dan tidak terlalu berprasangka buruk terhadap mereka … moga moga bermanfaat ….http://kabarnet.wordpress.com/2011/05/05/usamah-bin-ladin/#more-5848

  13. abisyakir berkata:

    @ Jmustaf….

    Memang sejujurnya saya pernah menulis seperti itu. Tapi disana ada konteksnya. Dan Anda tidak sebutkan konteks tersebut, langsung Anda ambil bagian kesimpulannya. Cara melihat masalahnya begini:

    = Apakah Anda yakin bahwa Tragedi WTC 11 September 2001 itu menjadi pintu bagi diperanginya kaum Muslimin oleh Amerika dan kawan-kawan, atas nama “war on terror”? (Seorang Muslim yang berakidah baik tidak boleh memerangi sesama Muslim, termasuk membuka pintu2 bagi diperanginya kaum Muslimin. Itu haram, bahkan kufur).

    = Apakah Anda yakin bahwa pelaku Tragedi WTC 11 September 2001 itu adalah Al Qa’idah dan kawan2? Yakinkah Anda? (Kalau benar Al Qa’idah, pastilah dengan kemampuan militer mereka bisa menghabisi negara-negara Barat yang kufur itu. Tetapi banyak analisis menjelaskan, bahwa Tragedi WTC dibuat sendiri oleh Amerika untuk menghalalkan perang terhadap aktivis2 Islam di seluruh dunia. Toh, dalam sejarah Al Qa’idah tidak ada satu pun prestasi operasi yang semegah Tragedi WTC itu).

    = Apakah Anda yakin bahwa Usamah bin Laden berkali-kali mengklaim, bahwa kelompok Al Qa’idah lah yang telah melakukan operasi peledakan WTC tersebut? (Ini adalah fakta, bahkan diakui sehebat-hebatnya oleh kawan-kawan yang dikenal sebagai Jihadis itu. Jadi, mereka sadar bahwa Usamah dan Al Qa’idah bertanggung-jawab atas peledakan WTC yang kemudian hal itu membuka pintu bagi ditangkapnya ribuan pemuda Islam, lalu dijebloskan ke penjara Guantanamo, Beghram, Abu Ghraib, dll. Membuka pintu bagi dihancurkannya Irak, Daulah Islam di Afghanistan yang didirikan Thaliban, diperangi seluruh aktivis Islam sedunia atas nama terorisme, dll.).

    = Apakah Anda yakin bahwa kalau Usamah menolak keras dirinya terlibat dalam Tragedi WTC 2001, dengan perkataan yang mudah saja. Bahkan perkataan ini tidak membutuhkan kerja keras untuk mengucapkannya. Usamah tinggal bilang, “Demi Allah, kami tidak tahu menahu soal Tragedi WTC itu. Itu bukan perbuatan kami.” Bahkan andai Usamah yang melakukannya, dia bisa BERBOHONG demi melindungi kepentingan kaum Muslimin sedunia agar tidak diperangi oleh Amerika Cs. Tetapi pernahkah Usamah melakukan hal itu? Dia malah terus bangga bahwa dirinya dan Al Qa’idah bertanggung-jawab atas Tragedi WTC tersebut.

    Demi Allah, sebagai seorang Muslim saya tidak bisa menerima kenyataan-kenyataan seperti di atas. Bagi saya, posisi Usamah disini bukan menolong atau menyelamatkan Ummat, tetapi telah MENIKAM, bahkan MEMBUNUH kaum Muslimin itu sendiri. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik. Bagi saya, kalau ada manusia yang melakukan perbuatan khianat seperti di atas, dia adalah SETAN. Ini nyata, valid, dan benar adanya.

    Hanya setan belaka yang akan tega membukakan pintu bagi musuh-musuh Islam untuk memerangi kaum Muslimin sedunia. Hal itu seperti perbuatan seorang Menteri dari golongan Syiah di masa Daulah Abbassiyyah yang membukakan pintu-pintu bagi Hulagu Khan untuk menghancurkan Baghdad dan menumpahkan darah kaum Muslimin secara keji. Perbuatan seperti itu hanya akan dilakukan oleh setan belaka, yaitu setan dari golongan manusia. Bahkan orang seperti itu sudah dianggap kufur, karena dia bersekutu dengan kaum kufar dalam rangka memerangi kaum Muslimin.

    Apa yang tidak jelas dalam hal seperti ini? Jelas sekali, tidak ada yang samar. Hanya orang-orang dungu dan sesat saja yang akan membela perbuatan khianat, dengan cara membukakan pintu-pintu bagi orang kufar untuk menghancurkan kehidupan kaum Muslimin sehancur-hancurnya. Orang semacam itu bukan mujahidin, tetapi kaum sesat. Ini jelas, gamblang, mudah dipahami. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

    Demi Allah, selama Usamah bin Laden tidak pernah mengucapkan, bahwa dia dan Al Qa’idah bukan pelaku peledakan WTC 11 September 2001, padahal ucapan seperti itu sangat mudah diucapkan; saya tak akan pernah mengakui dia sebagai seorang Mujahid Islam. Tidak sama sekali. Bahkan kelak, saya akan ikut bersaksi yang memberatkan dirinya.

    Kecuali, kalau Usamah bin Laden sendiri sebenarnya tidak terlibat dalam Tragedi WTC itu, lalu dia mengingkari perbuatan peledakan tersebut, hanya saja informasi itu tak pernah sampai kepada kita; jika ada kenyataan seperti ini, dan Allah Maha Tahu kenyataan sebenarnya, saya akan mengakui beliau sebagai Mujahid Islam.

    Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

    AM. Waskito.

  14. […] Usamah “Dibunuh” Amerika… « Pustaka LANGIT BIRU […]

  15. jmustaf berkata:

    Maaf kalau tulisan saya agak menyinggung ustad, cuma saya masih melihat adanya yang kurang pas dengan keterangan tentang mengharamkan ” seorang muslim berakidah baik tidak boleh ……..”
    Bukankah pak ustad mengetahui sejarah perang Jamal, perang antara Ali ra dan Muawiayaah ..
    Dari staetment pengharaman pak ustad bisa berimplikasi serius ….

    Dan juga ada satu riwayat dimana kaum yahudi pernah cuma hanya menghina seorang wanita muslim , kemudian seorang muslim membunuh yahudi tersebut dan akhirnya muslim tsb juga terbunuh.

    Apakah Nabi mencela muslim yang membunuh yahudi tsb ?

    Pak ustad memakai entri point kejadian 9/11….apakah sebelumnya musuh musuh Allah tsb tidak memerangi umat muslim ??

    Bukankah kita tahu bahwa informasi yang tersebar banyak bersifat bias ?? … dan untuk apa kita membuat analisa analisa sendiri yang mungkin menjadi fitnah bagi saudara kita seiman.

    Saya tidak mengkultuskan osama bin laden , tapi sebagai muslim saya berparasangka baik terhadap beliau .

    Biarlah Allah swt yang membalas dan menghakimi amal amal beliau.

    Mohon maaf kalau ada kata kata yang kurang berkenaan , mungkin saya masih kurang ilmu .. wassalam

  16. abisyakir berkata:

    @ Jmustaf…

    Bukankah pak ustad mengetahui sejarah perang Jamal, perang antara Ali ra dan Muawiayaah .. Dari staetment pengharaman pak ustad bisa berimplikasi serius ….

    Komentar: Dalam perang Jamal sejatinya Sayyidah Aisyah Ra, beliau tidak bermaksud memerangi Khalifah Ali Ra, karena itu haram. Memerangi pemimpin Islami, di atas hukum Islam, apalagi pemimpin itu seorang Khalifah yang lurus dan mulia; tidak diperkenankan dalam Islam. Ia termasuk kategori bughat. Tetapi karena yang melakukan perbuatan itu isteri Nabi Saw, yaitu Aisyah Ra., para ulama tidak memasukkannya sebagai kategori bughat, dengan dalil bahwa tindakan itu merupakan “perbedaan pendapat” di antara para Shahabat Ra.

    Berbeda sekali dengan aksi menyerang sasaran2 sipil, seperti hotel, kafe, kedutaan, pasar, kantor, apalagi masjid. Dan serangan itu dilakukan dengan bom pula. Ini sangat berbeda. Kalau mereka ada perselisihan dengan Amerika, atau siapa saja yang dianggap thaghut, jangan mengenai sasaran sipil. Karena dalam Jihad Islami, itu dibedakan antara sasaran sipil dengan prajurit yang terlibat dalam peperangan. Apalagi serangan itu bukan dalam rangka battle (perang sebenarnya).

    Dan juga ada satu riwayat dimana kaum yahudi pernah cuma hanya menghina seorang wanita muslim , kemudian seorang muslim membunuh yahudi tersebut dan akhirnya muslim tsb juga terbunuh. Apakah Nabi mencela muslim yang membunuh yahudi tsb ?

    Komentar: Iya, itu peristiwa yang membuat satu kabilah Yahudi diusir dari Madinah. Itu kisah yang shahih. Tetapi masalahnya, Nabi Saw ketika itu punya kekuatan dan kekuasaan, sehingga bisa memberikan sanksi kepada kaum kufar yang bersikap zhalim. Kaum Muslimin kalau membela diri dari kezhaliman kaum kufar, itu boleh sepenuhnya; kalau mereka berani dan memiliki kekuatan, serta siap menanggung resikonya. Ini juga kan yang nanti berkaitan dengan Jihad Difa’i (membela diri itu). Boleh membela diri.

    Tetapi sasaran yang diserang ya pihak yang zhalim itu, bukan pihak lain. Mereka yang berbuat zhalim, ya mereka juga yang harus diserang, bukan yang lain. Misalnya, Amerika menindas di Irak, Afghan, dll. maka kalau mau membela diri ya di lokasi terjadinya kezhaliman itu sendiri. Seperti dalam kisah Muslim Anshar dan Yahudi itu. Nabi Saw tidak menghukum semua Yahudi karena perbuatan itu, tetapi dicukupkan kepada kaum yang terlibat di dalamnya.

    Lagi pula yang dipikirkan itu, apakah kita memiliki kekuasaan, sehingga bila kita membalas kezhaliman orang kufar, nanti hasilnya akan nyata dan efektif. Bukan seperti sekarang. Kita membalas sedikit, balasannya kita dihujani serangan ampun-ampunan deh. Kalau begini, lama-lama Ummat ya akan remuk.

    Pak ustad memakai entri point kejadian 9/11….apakah sebelumnya musuh musuh Allah tsb tidak memerangi umat muslim ? Bukankah kita tahu bahwa informasi yang tersebar banyak bersifat bias ?? … dan untuk apa kita membuat analisa analisa sendiri yang mungkin menjadi fitnah bagi saudara kita seiman.

    Komentar: Ya, sejujurnya masalah terbesar yang berkaitan dengan Bin Ladin, ya peristiwa WTC itu. Andaikan beliau tidak ada sangkut-pautnya dengan peristiwa itu, insya Allah bersih perjuangan Jihad beliau. Insya Allah bersih, bersih, bersih. Tetapi ya karena -menurut berita-berita yang beredar- beliau terlibat dalam WTC 11 September itu, ya otomatis kita menyikapi sesuai realitas yang ada.

    Demi Allah, andaikan Usamah bin Ladin, tidak terlibat dalam WTC 11 September, insya Allah kita bisa apresiasi perjuangannya dalam rangka membela Ummat. Sebab begini Akhi, akibat keterlibatan dalam WTC itu, kaum Muslimin sedunia diperangi orang-orang kufar atas nama “war on terror”.

    Antum kan berargumen: “Apakah sebelum peristiwa WTC itu Ummat Islam belum pernah diperangi kaum kufar?” Jawabnya: Sejak jaman Rasulullah Saw, kaum Muslimin sudah diperangi kaum kufar. Jadi jawaban ini sangat jelas ya. Tetapi di jaman modern (abad 20), kaum Muslimin semakin diinjak-injak oleh kaum kufar, dengan dalih peristiwa WTC itu. Sebelumnya sudah diperangi, tetapi setelah WTC perang mereka semakin membabi-buta. Jadi, peristiwa WTC itu punya implikasi sangat kuat bagi kerugian-kerugian besar yang mendera kaum Muslimin.

    Bukankah kita tahu bahwa informasi yang tersebar banyak bersifat bias ?? … dan untuk apa kita membuat analisa analisa sendiri yang mungkin menjadi fitnah bagi saudara kita seiman. Saya tidak mengkultuskan osama bin laden, tapi sebagai muslim saya berparasangka baik terhadap beliau. Biarlah Allah swt yang membalas dan menghakimi amal amal beliau. Mohon maaf kalau ada kata kata yang kurang berkenaan, mungkin saya masih kurang ilmu .. wassalam.

    Komentar: Intinya begini Akhi: Siapa pelaku peledakan WTC 11 September 2001? Intinya disini. Jawaban atas pertanyaan ini bisa macam-macam, bisa Amerika pelakunya, bisa Israel dan Mossad, bisa teroris asli Amerika, bisa juga Al Qa’idah yang didukung Usamah.

    Andaikan pelakunya bukan Usamah, misalnya pelakunya Amerika, maka pihak Usamah harus membantah dirinya terlibat dalam peristiwa itu. Harus dibantah, agar kaum Muslimin tidak diinjak-injak kaum kufar, sementara tidak ada Daulah Islamiyyah yang akan membela atas kezhaliman orang kufar itu. Tetapi sampai saat ini tidak ada suatu pernyataan yang meyakinkan, bahwa Usamah menolak terlibat dalam peristiwa itu.

    Andaikan pelakunya Al Qa’idah yang didukung Usamah, tetap saja hal itu harus diingkari. Maksudnya, pihak Al Qa’idah bisa BERBOHONG bahwa bukan mereka yang melakukannya. Bohong dalam hal ini sangat manfaat, sebab akan menyelamatkan kaum Muslimin dari gempuran2 sengit kaum kufar. Kalau dalam soal perselisihan suami-isteri saja, kita boleh bohong, apalagi dalam kasus seperti ini? Kalau Al Qa’idah berbohong, hal itu bisa menyelamatkan banyak hal, antara lain: Daulah Islam di Afghan bisa terus berjalan, Afghan tidak diserang Amerika Cs, Irak tidak diserang Amerika Cs, ribuan pemuda Islam tidak dijebloskan ke penjara2 kejam seperti Guantanamo dll, dakwah Islam tidak diperangi, harta benda kaum Muslimin tidak dijarah kaum kufar, dll.

    Tetapi ya seperti yang ada selama ini, Al Qa’idah tidak mau menolak tuduhan itu, bahkan mereka terus mengklaim sebagai pelaku peledakan WTC tersebut. Meskipun kadang kita bertanya-tanya, apakah ini benar2 klaim Al Qa’idah atau bukan?

    Dengan berpikir Islami, masalah ini mudah dipahami kok. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin. Saya juga minta maaf kalau mengungkapkan kata2 yang menyinggung hati Antum. Dan demi melihat diri Antum bersikap santun, tulisan soal posisi Usamah itu saya hapuskan. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

    AMW.

  17. bry berkata:

    Usamah tidak menolak sebagai pelaku WTC krna dia punya kaidah : Jika ingin menghancurkan Amerika, provokasilah mereka masuk Afgan
    karna afgan sejak zaman Baheula slalu jadi neraka negara2 agresor,mulai dari Alexander Agung sampai USSR.

  18. pertama berkata:

    ustadz, silakan diberikan tanggapan atas link yang disampaikan oleh ikhwan kita di web ini.
    (http://tegoeh.multiply.com/journal/item/391)

  19. abisyakir berkata:

    @ pertama…

    Syukran jazakumullah atas link nya. Kalo gak salah, muslimdaily.net pernah ya memuat konsep jihad DMIA ini. Saya sudah membaca, meskipun belum diulang-ulang secara detail. Secara umum sudah dibaca.

    Tanggapan:

    [[1]] Mungkin DMIA ini semacam jamaah dakwah, Jamaah Islamiyyah Mesir itu ya. JI Mesir berbentuk tanzhim dakwah, dan berorientasi Jihad Fi Sabilillah. JI Mesir sebenarnya punya sistem mandiri, tetapi sejak Aiman Al Zhawahiri menjadi “tangan kanan” Usamah bin Ladin, JI Mesir tidak independen seperti dulu. Salah satu yang layak diingat dari JI Mesir ialah ulama senior, Syaikh Umar Abdurrahman. Ulama tunanetra yang hidup di pengasingan, Amerika. Singkat kata, DMIA bukan sebuah negara atau kedaulatan teritorial, tetapi sebuah tanzhim dakwah.

    [[2]] Fokus gerakan DMIA ialah berjihad melawan penjajah Yahudi-Saibis-Murtadin di dunia Islam. Singkat kata, berjihad melawan para penjajah. Penjajahan bisa dibagi tiga: penjajahan fisik (politik), penjajahan ekonomi, penjajahan kebudayaan (pemikiran). Penjajahan fisik contohnya di Irak, Afghanistan, Kashmir, Chechnya, Palestina, dan yang serupa itu. Penjajahan demikian melahirkan sabab bagi difatwakannya Syariat Jihad Fi Sabilillah, tanpa keraguan. Namun, DMIA tidak merinci jenis penjajahan itu, lalu memberikan solusi yang relevan. Dalam pasal2 itu masih ada kesamaran antara bentuk penjajahan satu dengan lainnya.

    [[3]] Akan lebih baik jika DMIA memfokuskan diri mendirikan Daulah Islam, atau membangun Imarah Islamiyyah yang sesungguhnya. Fokuskan diri disana, jangan buang-buang energi dengan memecah kekuatan Mujahidin mencari serpihan2 yang tercecer disana sini. Sudah saja, mereka fokus di Afghan untuk membela Thaliban agar bisa mencapai kekuasaan lagi. Kalau sudah mencapai kekuasaan, barulah pasal-pasal dalam konsep DMIA itu bisa direalisasikan secara Syariat Islam (bukan intepretasi golongan). Kalau masih belum punya kekuasaan, resiko fitnahnya sangat besar.

    Perhatikan: “Pasal 33. DMIA adalah seruan yang bersifat internasional, tidak mengenal identitas maupun keanggotaan kecuali kepada laa ilaaha illallooh Muhammad Rosululloh, dan tidak menghiraukan sama sekali kepada kebangsaan dan kesukuan, ataupun warna kulit dan Negara, ataupun bahasa atau perbedaan-perbedaan lainnya. DMIA menganggap medan perjuangan setiap mujahid anggota perlawanan adalah di mana ia berada, di mana ia tinggal dan bergerak, dan di mana ia dapat dilaksanakan secara lebih efektif, lebih bermanfaat dan lebih memukul musuh-musuh Alloh.”

    Pada pasal ini, gerakan DMIA kan seolah tak ada bedanya dengan Al Qa’idah. Hanya saja, dalam target2nya DMIA lebih berhati-hati, dengan pertimbangan Syar’i tertentu. Kadang sangat terlihat DMIA ingin memperbaiki konsep Al Qa’idah, tetapi kadang kembali ke pelukan paham Al Qa’idah lagi. Disini tampak, penyusun konsep ini masih belum yakin dengan jalan yang dipilihnya.

    [[4]] Gerakan Jihad Fi Sabilillah tidak harus disebarkan melalui tanzhim dakwah seperti ini. Karena Jihad Fi Sabilillah itu merupakan AJARAN ISLAM, maka secara alamiah ia bebas diajarkan dimanapun, kapanpun, oleh pengajar2 yang kompeten. Ajaran Jihad termasuk dalam keluasan sebaran dakwah Islamiyyah itu sendiri. Kalau dalam bentuk tanzhim semisal ini, justru bisa melemahkan Jihad itu sendiri. Maksudnya begini, kalau nanti kelompok DMIA masuk dalam daftar organisasi teroris versi orang kufar, otomatis ajaran DMIA akan dilarang. Karena di dalamnya kental nuansa Jihad, maka pengajaran fiqih jihad di lembaga2 pendidikan umum, bisa menjadi sasaran dilarang pula. Tetapi boleh saja, ada tanzhim seperti ini, tetapi segalanya harus bersifat tertutup (bawah tanah). Tujuannya, biar tidak merepotkan saudara2 Muslim yang berdakwah, membangun, serta berkarya secara umum.

    [[5]] Saya ada catatan2 tentang pasal 8,9, 10, 11, 12, 17, 18, 30, 31, 32, 33, 34. Saat ini sedang tidak lapang waktunya, mungkin lain kesempatan bisa diberikan penjelasan-penjelasan.

    [[6]] Sebenarnya, konsep Jihad Fi Sabilillah itu sederhana. Tetapi menjadi rumit ketika ke dalam konsep itu masuk unsur-unsur non Syariat. Secara ringkas sebagai berikut:

    A. Jihad Fi Sabilillah dalam Al Qur’an ditafsirkan oleh Jumhur ulama, sebagai perang (battle) dalam membela agama Allah.

    B. Jihad Fi Sabilillah bisa bersifat ofensif (menyerang), bisa juga defensif (membela diri). Jihad ofensif secara Syariat Islam merupakan amal jama’i di bawah naungan kekuasaan Islam, di bawah kepemimpinan amir kaum Muslimin. Jihad ofensif tidak boleh secara individu atau milisi-milisi “liar” yang tidak terikat komando dengan kekuasaan Islam. Adapun Jihad Difa’i bisa dilakukan siapapun yang hak-haknya dizhalimi oleh kaum kufar. Seorang diri pun boleh membela diri, jika dizhalimi kaum kufar.

    C. Jihad Fi Sabilillah dalam rangka menegakkan sistem Islam, mengganti sistem jahiliyyah, dibenarkan. Ketika Fathu Makkah, Nabi Saw berjihad menaklukkan Makkah, lalu mengganti sistem di Makkah dengan sistem Islami. Buktinya, Nabi Saw dan Shahabat Ra menghancurkan berhala2 di sekitar Ka’bah, dan menyingkirkan berhala di Makkah. Jihad membangun Andalusia, jihad membangun kerajaan Moghul di India, atau Jihad meruntuhkan Majapahit dan mendirikan Kerajaan Islam Demak, termasuk jenis ini.

    D. Penjajahan di negeri2 Muslim menjadi sumber bagi diturunkannya hukum Jihad Fi Sabilillah. Namun penjajahan yang dimaksud disini ialah penjajahan fisik (politik) dengan ditandai hilangnya kedaulatan sebuah negeri Muslim. Penjajahan itu harus dilawan dengan Jihad Fi Sabilillah, agar hengkang dari negeri Muslim. Tetapi ia perlu disempurnakan dengan politik Syar’i, shg setelah penjajah terusir, negeri itu tidak dikangkangi lagi oleh penjajah.

    Demikian sekilas respon dan komentar. Walhamdulillah Rabbil ‘alamiin.

    AMW.

  20. Lukman Mubarok berkata:

    Jazakumullah saya dapat pencerahan di sini

  21. Hasan Ismail berkata:

    “Lagi pula Rasulullah Saw dan para Shahabat Ra tidak ada yang mencontohkan cara membangun Islam (atau membela Islam) dengan melalui aksi-aksi serangan terorisme. Tempuhlah cara yang benar, maka ada harapan kemenangan sejati disana. Insya Allah. ”

    Mas AM. Waskito.alias abysyakir sepertinya anda kaga demen sama syekh Usamah, persis pikiran orang2 yang telah diracuni otaknya oleh Makhdoly

    Syekh Usamah pernah mengatakan sejahat-jahatnya ucapan manusia kepadakku adalah ucapan yang keluar dari mulut orang ini (makhdoly) dan aku tidak akan memaafkannya.

  22. abisyakir berkata:

    @ Hasan Ismail…

    Yang betul MAD-KHO-LI atau Madkholy. Lengkapnya Syaikh Rabi’ bi Hadi Al Madkhali, yang menjadi panutan komunitas Salafi mantan Laskar Jihad. Satu ide dan sejalan dengan Syaikh Muqbil Al Wadi’i di Yaman. Waktu saya sebut mereka sebagai Salafi Yamani, saya mendapatkan kritik dan kecaman banyak dari kalangan Salafi (mulai thalabul ilmi-nya sampai ustadz seniornya).

    Ya saya tak setuju atau menentang serangan-serangan sporadis begitu, sebab efeknya kaum Muslimin secara umum dihajar oleh orang2 kafir karena itu (dalam segala lapangan). Kita tak boleh menzhalimi sesama Muslim, termasuk dengan cara “tidak langsung”. Apa saja yang berpotensi merugikan Umat, harus dihindari. Terimakasih.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: