Jangan Memberi Musuh Alasan Memukulmu

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Dalam Al Qur’an dan As Sunnah kita telah dijelaskan, bagaimana sikap orang-orang kafir. Mereka bersikap keras kepala, fanatik buta, kejam, zhalim, sombong, dan sebagainya. Dalam salah satu surat Al Qur’an disebutkan istilah “Ulaika hum syarrul bariyyah“. Ini salah satu tamtsil tentang betapa buruknya sifat orang kafir dan kekufuran.

Artinya, kalau kita berharap mereka akan bersikap rahmah, kasih-sayang, bersikap adil, peduli, terbuka, mau dialog, dll. kepada kaum Muslimin, ya kita seperti mengharap sesuatu yang tidak bisa diharapkan. Contoh sederhana, sikap orang Budha. Dimanapun orang Budha dikenal lembut, pengasih, anti kekerasan, anti tindakan zhalim. Tetapi bagaimana sikap mereka di Thailand terhadap kaum Muslim Pattani? Bagaimana sikap mereka di Burma terhadap kaum Muslim Rohingnya? Ternyata, kaum Budhis itu bersikap kejam juga kepada kaum Muslimin. Kaum kufar yang dikenal “lembut” saja seperti itu, apalagi yang sudah terkenal kekejamannya?

Sekali lagi, kita tak bisa berharap banyak kepada sifat pengasih, empati, adil, mengayomi, dll. kepada kaum kufar. Berdasarkan telaah Kitabullah dan As Sunnah, serta realitas sejarah, kaum kufar umumnya bersikap zhalim kepada kaum Muslimin. Kalaupun ada yang berbuat adil, itu sangat sedikit.

Jangan Memberi Mereka Alasan...

Dengan demikian, kita tidak bisa mengharapkan BELAS-KASIH dan PEMBELAAN kaum kufar terhadap kehidupan kaum Muslimin. Andaikan hati nurani mereka mulai bicara jujur, syaitan dan hawa nafsu mereka akan segera menguasai, sehingga kejujuran nurani itu akan tertutupi kembali.

Jika memahami kondisi seperti ini, seharusnya kaum Muslimin berhati-hati dalam berbuat dan bertindak. Kita JANGAN MEMBERIKAN ALASAN bagi kaum kufar untuk menyerang diri kita, menghancurkan kehidupan kita, serta merusak kehormatan kita.

Bersikaplah sebaik-baiknya, sehingga MENYULITKAN kaum kufar untuk menghantam kita dari sudut-sudut yang mereka inginkan. Bisa jadi, karena watak kufurnya itu, mereka akan selalu mencari celah untuk menghajar kita. Tetapi bila kita berhati-hati, dan tidak memberi alasan bagi mereka, maka mereka pun akan berpikir ulang untuk menyerang kita.

Maka tindakan kecil, berupa menyerang kepentingan kaum kufar, hal itu bisa berbalik menjadi gelombang besar yang menghantam kita. Mungkin karena kita sudah sangat muak dengan kekejaman kaum kufar, lalu kita menyerang mereka, dengan maksud melakukan balas dendam. Tetapi tindakan itu bisa mengundang serangan hebat mereka.

“Nah, itu lihat! Muslim melakukan teror. Muslim sudah menyerang kehidupan dunia! Ayo kita habisi mereka sampai anak-cucunya! Bahkan sampai kucing-kucingnya yang lucu juga!” begitu logika berpikir kaum kufar.

Andaikan di sisi kita ada Daulah Islamiyyah atau Khilafah Islamiyyah, tentulah lembaga ini yang akan melindungi Ummat dan membuat perhitungan dengan kaum kufar. Tetapi ya karena lembaga itu tak ada, konsep itu tidak eksis, ya akhirnya kita sendiri yang harus secara mandiri menjaga kehidupan kita.

Ada sebuah ayat dalam Al Qur’an yang bisa menjadi pedoman. Bahwa Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ

Dan janganlah kamu memaki sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahua.” (Al An’am: 108).

Memaki sesembahan orang kufar tidak boleh dilakukan, karena khawatir nanti mereka akan balas memaki sesembahan kita, Allah Ar Rahmaan Ar Rahiim. Hal itu pernah terjadi di Indonesia ini.

Suatu saat pemuda-pemuda Islam mencela Kitab Injil sebagai kitab porno. Lalu muncul bantahan dari seorang kafir yang mengatakan, “Menurut saya, kitab suci yang paling porno di dunia ialah Al Qur’an. Ha ha ha…” Nah, ini contoh nyata bagaimana orang kafir balas memaki Kitab Suci kita, karena kita telah memaki kitab suci mereka. Seharusnya kaum Muslimin belajar dari kenyataan-kenyataan seperti ini.

Kalau memaki sesembahan orang kafir saja dilarang, padahal belum tentu hal itu merugikan mereka. Apalagi kalau kita menyerang mereka dengan serangan-serangan tertentu? Jelas, mereka akan balas menyerang balik kita. Dan perbuatan seperti ini dilarang dalam Islam.

Rasulullah Saw pernah mengatakan, bahwa setiap perbuatan baik itu adalah sedekah. Kalau tak bisa berbuat baik, berkata-kata baik juga sedekah. Kalau tak bisa berkata-kata baik, maka bersikap DIAM sehingga tak menimbulkan madharat, itu juga sedekah.

Begitulah wahai Akhi dan Ukhti fillah rahimakumullah…

Kalau kita belum bisa membantu kaum Muslimin, belum bisa memberikan perlindungan yang kuat, belum bisa menyelamatkan hidup mereka dari bencana dan malapetaka, belum bisa menyantuni mereka dengan harta, dengan makanan-minuman, atau belum bisa mendoakan mereka; SETIDAKNYA JANGAN BERBUAT SESUATU YANG AKAN MEMBUAT MEREKA DIHAJAR OLEH KAUM KUFAR.

Bila tak mampu berbuat baik, minimal bersikaplah diam, sehingga dengan diam itu bisa menyelamatkan nasib kaum Muslimin.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

AM. Waskito.

Iklan

39 Responses to Jangan Memberi Musuh Alasan Memukulmu

  1. jmustaf berkata:

    Maaf pak ustad , saya sedikit menangkap kesan “rendah diri” umat islam pada tulisan diatas, seakan akan kita umat muslim jangan berbuat macam macam dengan bos besar, jaga kelakuan supaya bos besar tidak tersinggung / marah , salah salah bos besar akan marah dan akan menghukum kita dengan seenaknya .
    Jika kita dihina /dianiaya …lebih baik kita diam supaya mereka tidak marah.
    Bukankah dengan demikian secara tidak sadar kita sudah mengakui mereka sangat berkuasa dan kita takut pada mereka … sehingga ketakutan kita menyamai dengan ketakutan kita terhadap Allah swt .

    Bagaimana dengan Qs Al Hajj ayat 22, mohon dijelaskan relevansinya dengan tulisan diatas , wassalam

  2. jmustaf berkata:

    maaf maksud saya QS 22: 60 .
    Terima kasih …wass

  3. jmustaf berkata:

    Dan bagaimana dengan sikap Mullah Umar , dengan alasan tidak mau menyerahkan Osama bin laden kepada amerika , maka afganistan di luluh lantakan oleh senjata senjata Amerika cs yang mengakibatkan terbunuhnya rakyat afganistan.
    Apakah kita akan menyalahkan Mullah umar ? , pada hal kita juga tahu itu hanya 1 alasan dari berbagai alsan lain yang sudah disiapkan mereka untuk menjarah bumi afganistan yang kaya .

    kasus iraq, bisa dijadikan contoh …mereka menciptakan alasan alasan untuk bisa masuk ke bumi iraq, sungguhpun dengan alasan yang tidak masuk akal .
    Sadam Husein pun sudah berupaya untuk bertindak agar iraq tidak diserang oleh Amreika cs dengan memenuhi kehendak kehendak Amerika , seperti meriksa instalasi militer, instalasi nuklir..dan dilcuti senjatanya .tetapi mereka tidak menggubris alasan alasan tersebut.

    Jadi apakah kita harus disibukan dengan mencari alasan alasan supaya mereka tidak memukul kita ?

    Mengenai ” Andaikan di sisi kita ada Daulah Islamiyyah atau Khilafah Islamiyyah, tentulah lembaga ini yang akan melindungi Ummat dan membuat perhitungan dengan kaum kufar. Tetapi ya karena lembaga itu tak ada, konsep itu tidak eksis, ya akhirnya kita sendiri yang harus secara mandiri menjaga kehidupan …”

    Memang daulah islamiyah pada saat ini belum muncul, tetapi bukankah umat islam berkewajiban untuk membela diri bila diserang musuh. bukankah pada saat rusia menyerang afganistan daulah ilamiyah juga tidak ada ….dan amir umat islam juga tidak ada.
    Terus siapakah yang memanggil pemuda pemuda muslim seluruh dunia untuk berjihad di afganistan ?? apakah daulah islamiyah atau amirul mukmin ?
    Jadi sebaiknya kita per caya diri sebagai umat islam dihadapan mereka….,

  4. kaab berkata:

    Membantah Ustadz AM Waskito

    Sebenarnya, kami para simpatisan jihadis (kami bukan jihadis karena kami memang belum berjihad, seperti halnya jihadis) tidak memendam dendam apapun pada Ustadz AM Waskito. Kami melihat ustadz orang yang lurus, shalih, dan berniat baik. Akan tetapi kemi melihat bahwa perkataan antum adalah perkataan yang diikuti oleh banyak orang. Sehingga kami memutuskan untuk membantah ucapan-ucapan Ustadz, khususnya mengenai al-Qaidah dan Usamah bin Laden. Karena hal ini akan memangkas jumlah orang yang menganut syubhat yang dipahami oleh Ustadz AM Waskito.

    1. Ustadz Seolah-olah paham secara detail keadaan Jihad di Afghanistan atau Iraq pada hari ini. Hal ini jelas menyalahi kaidah yang ditetapkan ulama dalam berfatwa atau mengambil fatwa. Sebab tidak diambil fatwa mengenai jihad, kecuali orang yang alim dalam masalah jihad, dan dia mengerti keadaan realita medan jihad. Dalam an-Nihayah wal Khulashah, syaikh Abdullah Azzam mengutip fatwa Ibnu Taimiyah. Ibnu Taimiyah berpendapat bahwasanya tidak boleh dimintai fatwa dalam masalah jihad kecuali para ulama’ yang berada di bumi jihad .. tidak boleh dimintai fatwa dalam masalah jihad kecuali para ulama’ yang memahami kondisi jihad dan berada dalam medan jihad. Ibnu Taimiyah berkata: “Seharusnya yang diterima pendapatnya dalam perkara-perkara jihad adalah pendapat orang yang memiliki agama yang lurus, yang memiliki pemahaman mengenai kondisi ahli dunia, bukan orang yang hanya memahami teori-teori agama.”

    Ibnu Taimiyah mengharuskan kita untuk mengambil fatwa dalam masalah jihad dari orang yang memenuhi dua syarat:

    a. hendaknya ia terjun dalam peperangan dan mengerti apa-apa yang dibutuhkan dalam peperangan, memahami kondisi ahli dunia.

    b. hendaknya dia adalah termasuk ulama’ yang terkenal, artinya dia adalah orang yang memiliki agama yang lurus.“

    Apabila salah satu dari dua syarat tersebut tidak terpenuhi, maka ia tidak boleh dimintai fatwa dalam masalah jihad. Dan berapa banyak dari kalangan ulama’ kita, para syaikh kita dan orang-orang yang kita hormati sebagaimana orang tua kita, mereka dimintai fatwa dalam masalah jihad di Afghanista kemudian mereka memberikan fatwa agar tidak berangkat jihad di Afghanistan. Namun setelah mereka mengetahui kenyataan jihad Afghanistan mereka mencabut kembali fatwanya

    Oke, kita asumsikan anda adalah alim yang sudah bisa disejajarkan dengan syaikh Abdullah Azzam, akan tetapi kami berasumsi bahwa antum sama sekali belum merasakan debu-debu medan qital, sekalipun itu di Poso atau Ambon. Sehingga menurut tatacara berfatwa, antum tidak memenuhi syarat sama sekali untuk berfatwa.

    Kecuali jika ternyata antum pernah merasakan (minimal menengok) bagaimana kerasnya medan jihad, (minimal seperti Poso atau Ambon). Maka kami tarik pernyataan kami. Atau kecuali antum tidak sepaham dengan syaikh Ibnu Taimiyah atau Abdullah Azzam dalam masalah ini, maka kami berlepas diri dari pandangan antum.

  5. kaab berkata:

    2. Ustadz sempat (atau seringkali) membenturkan keberadaan Thaliban dengan al-Qaidah. Seolah-olah keberadaan al-Qaidah, terutama pasca serangan 11 september, adalh merugikan Thaliban. Padahal tidak ada ekspresi yang demikian dari mereka. Mulla Omar masih berwala dengan syaikh Usamah. Yang ada adalah dzon-dzon kalian yang seolah-olah menempatkan Mulla Umar dkk dalam keadaan terdzolimi.

    mungkin perlu dibaca link2 berikut :
    a. http://www.muslimdaily.net/berita/internasional/7504/taliban-pakistan-bantah-usamah-tewas
    b. http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/05/07/lksy4n-milisi-taliban-kematian-usamah-bin-ladin-tumbuhkan-semangat-jihad
    c. http://arrahmah.com/read/2011/05/07/12346-pernyataan-dewan-pimpinan-imarah-islam-afghanistan-tentang-kesyahidan-syaikh-usamah-bin-ladin.html

    ini pernyataan antum tentang pembenturan tersebut : “Kalau soal jihad di Iraq dan Afghan, serta daerah-daerah lain, Anda jangan sekali-kali melupakan keterlibatan orang-orang beriman dari seluruh dunia disana. Lihatlah perjuangan Thaliban di Pakistan. Mereka lebih suka memakai nama Thaliban, bukan Al Qa’idah. Karena mereka tahu dimana kejujuran dan amanah itu.”

    Pernyataan ustadz menunjukkan ketidak tahuan ustadz tentang beda daulah, dengan harakah. Al-Qaidah hanyalah sebuah tandhim/harakah, sedangkan thaliban adalah daulah. Bahkan daulah ISlam Iraq, yang didirikan juga dengan bantuan al-Qaidah (Abu Musab az-Zarqawi), juga tidak memakai nama al-Qaidah.

    Semoga antum mau merevisi ulang pernyataan2 antum, kecuali kalau ustadz tidak percaya dengan link-link tersebut. Atau ustadz beranggapan bahwa link-link tersebut adalah bagian dari konspirasi tingkat tinggi barat. Wallahu a’lam,

  6. kaab berkata:

    3. Yang kami tangkap, secara eksplisit Ustadz seringkali menuduh al-Qaidah membawa-bawa bencana. Karena apa yang mereka operasikan adalah hal yang batil (meskipun apa yang antum suarakan sepertinya tanpa pendapat ulama yang lebih senior dari antum). Operasi-operasi al-Qaidah seringkali membawa bencana , karena setelah operasi itu Negara Barat balik menyerang dan menewaskan banyak sipil.

    Sebenarnya ucapan ustadz ini mirip dengan ucapan para sekularis, liberalis dan zionis ketika mereka mengomentari roket-roket palestina. Pernyataan serupa juga sering dilontarkan orang-orang salafy. Mereka menuduh bahwa penyebab utama invasi Israel ke Gaza (dan operasi Israel lain yang sejenis) justru disebabkan oleh pejuang palestina itu sendiri. Roket-roket palestina ke Israel, dan amaliyat Bom Syahid mereka ke sipil Israel lah yang mengundang serangan Israel ke Gaza.

    Sebenarnya beberapa pola operasi al-Qaidah tidak berbeda jauh dari operasi pejuang-pejuang Palestina dari kalangan al-Qossam, Jihad Islam dll. Hanya saja skala yang dipakai al-Qaidah memang lebih global. Tapi entah mengapa, ustadz Abisyakir menggunakan alasan semacam ini untuk menyerang al-Qaidah. APakah karena alasan latar belakang yang berbeda antara Palestina dan al-Qaidah?? Satunya ikhwan satunya bukan???
    Wallahu a’lam. semoga ustadz merevisi lagi pernyataan Ustadz.

  7. kaab berkata:

    [salinan poin kedua]
    2. Ustadz sempat (atau seringkali) membenturkan keberadaan Thaliban dengan al-Qaidah. Seolah-olah keberadaan al-Qaidah, terutama pasca serangan 11 september, adalh merugikan Thaliban. Padahal tidak ada ekspresi yang demikian dari mereka. Mulla Omar masih berwala dengan syaikh Usamah. Yang ada adalah dzon-dzon kalian yang seolah-olah menempatkan Mulla Umar dkk dalam keadaan terdzolimi.

    mungkin perlu dibaca link2 berikut :
    a. http://www.*muslimdaily.net/berita/internasional/7504/taliban-pakistan-bantah-usamah-tewas
    b. http://www.*republika.co.id/berita/internasional/global/11/05/07/lksy4n-milisi-taliban-kematian-usamah-bin-ladin-tumbuhkan-semangat-jihad
    c. http://*arrahmah.com/read/2011/05/07/12346-pernyataan-dewan-pimpinan-imarah-islam-afghanistan-tentang-kesyahidan-syaikh-usamah-bin-ladin.html

    ini pernyataan antum tentang pembenturan tersebut : “Kalau soal jihad di Iraq dan Afghan, serta daerah-daerah lain, Anda jangan sekali-kali melupakan keterlibatan orang-orang beriman dari seluruh dunia disana. Lihatlah perjuangan Thaliban di Pakistan. Mereka lebih suka memakai nama Thaliban, bukan Al Qa’idah. Karena mereka tahu dimana kejujuran dan amanah itu.”

    Pernyataan ustadz menunjukkan ketidak tahuan ustadz tentang beda daulah, dengan harakah. Al-Qaidah hanyalah sebuah tandhim/harakah, sedangkan thaliban adalah daulah. Bahkan daulah ISlam Iraq, yang didirikan juga dengan bantuan al-Qaidah (Abu Musab az-Zarqawi), juga tidak memakai nama al-Qaidah.

    Semoga antum mau merevisi ulang pernyataan2 antum, kecuali kalau ustadz tidak percaya dengan link-link tersebut. Atau ustadz beranggapan bahwa link-link tersebut adalah bagian dari konspirasi tingkat tinggi barat. Wallahu a’lam,

  8. kaab berkata:

    Mungkin sekian dulu ustadz dari kami, sebenarnya masih banyak lagi yang harus dikritik, mungkin waktu dan kemampuan kami terbatas. Sehingga cukup sekian saja. Landasan kami mengkritik adalah kecintaan kami terhadap ustadz. Dan kami melihat ustadz adalah orang yang seharusnya berpikiran lebih terbuka, seperti halnya dalam karya ustadz yang sangat kami kagumi, yakni buku “Dakwah Salafiyah, Dakwah Bijak”. Semoga Allah memberi petunjuk pada kita semua. Wassalam.

    [salinan poin kedua]
    2. Ustadz sempat (atau seringkali) membenturkan keberadaan Thaliban dengan al-Qaidah. Seolah-olah keberadaan al-Qaidah, terutama pasca serangan 11 september, adalh merugikan Thaliban. Padahal tidak ada ekspresi yang demikian dari mereka. Mulla Omar masih berwala dengan syaikh Usamah. Yang ada adalah dzon-dzon kalian yang seolah-olah menempatkan Mulla Umar dkk dalam keadaan terdzolimi.

    mungkin perlu dibaca link2 berikut :
    a. http://www.muslimdaily.net/berita/internasional/7504/taliban-pakistan-bantah-usamah-tewas
    b. http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/05/07/lksy4n-milisi-taliban-kematian-usamah-bin-ladin-tumbuhkan-semangat-jihad
    c. arrahmah.com/read/2011/05/07/12346-pernyataan-dewan-pimpinan-imarah-islam-afghanistan-tentang-kesyahidan-syaikh-usamah-bin-ladin.html

    ini pernyataan antum tentang pembenturan tersebut : “Kalau soal jihad di Iraq dan Afghan, serta daerah-daerah lain, Anda jangan sekali-kali melupakan keterlibatan orang-orang beriman dari seluruh dunia disana. Lihatlah perjuangan Thaliban di Pakistan. Mereka lebih suka memakai nama Thaliban, bukan Al Qa’idah. Karena mereka tahu dimana kejujuran dan amanah itu.”

    Pernyataan ustadz menunjukkan ketidak tahuan ustadz tentang beda daulah, dengan harakah. Al-Qaidah hanyalah sebuah tandhim/harakah, sedangkan thaliban adalah daulah. Bahkan daulah ISlam Iraq, yang didirikan juga dengan bantuan al-Qaidah (Abu Musab az-Zarqawi), juga tidak memakai nama al-Qaidah.

    Semoga antum mau merevisi ulang pernyataan2 antum, kecuali kalau ustadz tidak percaya dengan link-link tersebut. Atau ustadz beranggapan bahwa link-link tersebut adalah bagian dari konspirasi tingkat tinggi barat. Wallahu a’lam,

  9. kaab berkata:

    afwan, yang terduplikasi silahkan pilih yang terakhir saja.

  10. cauburuk berkata:

    maaf akhi…
    Andaikan di sisi kita ada Daulah Islamiyyah atau Khilafah Islamiyyah, tentulah lembaga ini yang akan melindungi Ummat dan membuat perhitungan dengan kaum kufar. Tetapi ya karena lembaga itu tak ada, konsep itu tidak eksis, ya akhirnya kita sendiri yang harus secara mandiri menjaga kehidupan kita.

    ideologi islam sebagai rahmatan lil-alamin tidak akan pernah mati…NII asli itu ada dan Insya allah akan tetap eksis sampai hari kiamat…

  11. abisyakir berkata:

    @ Jmustaf….

    Maaf pak ustad , saya sedikit menangkap kesan “rendah diri” umat islam pada tulisan diatas, seakan akan kita umat muslim jangan berbuat macam macam dengan bos besar, jaga kelakuan supaya bos besar tidak tersinggung / marah , salah salah bos besar akan marah dan akan menghukum kita dengan seenaknya. Jika kita dihina /dianiaya …lebih baik kita diam supaya mereka tidak marah. Bukankah dengan demikian secara tidak sadar kita sudah mengakui mereka sangat berkuasa dan kita takut pada mereka … sehingga ketakutan kita menyamai dengan ketakutan kita terhadap Allah swt . Bagaimana dengan Qs Al Hajj ayat 22, mohon dijelaskan relevansinya dengan tulisan diatas , wassalam.

    Komentar: Bukan rendah diri Akhi, tetapi itulah perjuangan SIYASAH yang nyaris diabaikan oleh kawan2 Jihadis. Siyasah itu ada dan nyata. Maka itu Ibnu Taimiyyah menulis, As Siyasah As Syar’iyyah. Salah satu pemikiran beliau: Kalau Islam sedang lemah, kita banyak mengupas ayat-ayat seputar SABAR. Kalau Islam kuat, kita banyak mengupas ayat-ayat seputar JIHAD. Kalau kawan-kawan Jihadis -meskipun tidak semua- kan sebaliknya, saat Ummat lemah malah bergumul terus dengan ayat-ayat Jihad.

    Sekali lagi bukan rendah diri, tetapi melihat situasi. Kalau misalnya tanpa strategi, tentu Rasulullah Saw akan membalas perlakuan jahat kaum musyrikin terhadap keluarga Yassir Ra. Tetapi beliau meminta mereka sabar, maka balasannya syurga. Hal demikian tak pernah Anda pelajari ya? Terus terang, saya itu sudah berkali-kali menjelaskan masalah seperti ini, tetapi sepertinya hanya direspon sambil lalu saja.

    AMW.

  12. abisyakir berkata:

    @ Jmustaf…

    Contoh balasan seimbang itu ya pengusiran Yahudi setelah melecehkan seorang Muslimah di pasar dan membunuh seorang Muslim. Itu terjadi ketika Islam sudah memiliki kedaulatan (pemerintahan). Kalau belum memiliki kekuasaan, ya bersabar seperti ketika Nabi Saw masih dakwah di Makkah. Coba Antum kaitkan ayat Al Hajj ayat 60 itu dengan peristiwa Rasulullah dan Bani Hasyim diboikot kaum musyrikin selama 3 tahun! Mengapa Rasulullah Saw tidak membalas boikot orang kafir saja, toh beliau -menurut ayat itu- dijanjikan pertolongan Allah?

    Coba renungkan wahai Akhil karim…

    AMW.

  13. abisyakir berkata:

    @ Jmustaf…

    1. Juru bicara Thaliban pernah datang ke Indonesia, sebelum Afghanistan diserang Amerika pada Oktober 2001 lalu. Beliau sangat terharu dengan dukungan luas masyarakat Indonesia yang menolak serangan Amerika. Kalau tidak salah, beliau masuk dalam daftar pimpinan Thaliban yang ditangkap, lalu dijebloskan ke dalam penjara Guantanamo. Wallahu A’lam bisshawaab.

    2. Ketika ke Indonesia, juru bicara Thaliban itu meyakinkan kaum Muslimin, bahwa: “Tamu pemerintahan Thaliban, yakni Usamah bin Ladin, tidak terlibat peledakan WTC 11 September 2001.” Ini benar-benar beliau ungkapkan. Jadi Usamah dipandang sebagai tamu oleh Thaliban. Lalu bagaimana adab orang beriman kepada tamunya, kalau ada musuh hendak meraih tamu itu? Ya, pasti akan dibela, dengan jiwa raganya.

    3. Seperti sudah ditulis dalam artikel itu. Sifat orang kafir memang begitu. Zhalim, culas, khianat, kejam, dll. Kalau sudah tahu begitu, maka jangan mudah2 melakukan sesuatu yang akan membuat kita diserang hebat oleh mereka. Sejelek-jeleknya orang kafir, mereka pasti memiliki nurani. Nah, nurani itu bisa menjadi “simpanan” yang bisa diandalkan, agar kita tak dizhalimi mereka. Kalau toh akhirnya kita dizhalimi, padahal sudah berhati-hati, ya selain itu adalah MUSHIBAH dari Allah; insya Allah kezhaliman itu akan lebih kecil ketimbang kalau kita memprovokasi kemarahan mereka.

    Dalam kondisi Islam belum kuat, Nabi Saw membuat perjanjian Piagam Madinah dengan puak2 Yahudi dan kabilah-kabilah Arab di Madinah. Coba deh baca Sirah Nabawiyyah Syaikh Shafiyurrahman, disana kental dengan analisis2 tentang strategi perjuangan Islam. Kemudian jangan pula Antum menuduh Rasulullah Saw “rendah diri” karena menerapkan perjanjian dengan orang2 kufar.

    AMW.

  14. abisyakir berkata:

    @ Kaab…

    Sebenarnya, kami para simpatisan jihadis (kami bukan jihadis karena kami memang belum berjihad, seperti halnya jihadis) tidak memendam dendam apapun pada Ustadz AM Waskito. Kami melihat ustadz orang yang lurus, shalih, dan berniat baik. Akan tetapi kemi melihat bahwa perkataan antum adalah perkataan yang diikuti oleh banyak orang. Sehingga kami memutuskan untuk membantah ucapan-ucapan Ustadz, khususnya mengenai al-Qaidah dan Usamah bin Laden. Karena hal ini akan memangkas jumlah orang yang menganut syubhat yang dipahami oleh Ustadz AM Waskito.

    Komentar: Atas kelembutan Antum kepada saya secara khusus, atau kepada Ummat Rasulullah Saw secara umum, semoga Allah melembutkan hatimu, memberikan kelembutan dalam amar-amar-Nya kepadamu, dan menjadikan anak-keturunanmu sebagai manusia-manusia berhati lembut yang sangat peka dengan Al Haq, dan istiqamah berjalan di atasnya. Allahumma amin.

    1. Ustadz Seolah-olah paham secara detail keadaan Jihad di Afghanistan atau Iraq pada hari ini. Hal ini jelas menyalahi kaidah yang ditetapkan ulama dalam berfatwa atau mengambil fatwa. Sebab tidak diambil fatwa mengenai jihad, kecuali orang yang alim dalam masalah jihad, dan dia mengerti keadaan realita medan jihad. Dalam an-Nihayah wal Khulashah, syaikh Abdullah Azzam mengutip fatwa Ibnu Taimiyah. Ibnu Taimiyah berpendapat bahwasanya tidak boleh dimintai fatwa dalam masalah jihad kecuali para ulama’ yang berada di bumi jihad .. tidak boleh dimintai fatwa dalam masalah jihad kecuali para ulama’ yang memahami kondisi jihad dan berada dalam medan jihad. Ibnu Taimiyah berkata: “Seharusnya yang diterima pendapatnya dalam perkara-perkara jihad adalah pendapat orang yang memiliki agama yang lurus, yang memiliki pemahaman mengenai kondisi ahli dunia, bukan orang yang hanya memahami teori-teori agama.”

    Ibnu Taimiyah mengharuskan kita untuk mengambil fatwa dalam masalah jihad dari orang yang memenuhi dua syarat: a. hendaknya ia terjun dalam peperangan dan mengerti apa-apa yang dibutuhkan dalam peperangan, memahami kondisi ahli dunia. b. hendaknya dia adalah termasuk ulama’ yang terkenal, artinya dia adalah orang yang memiliki agama yang lurus.” Apabila salah satu dari dua syarat tersebut tidak terpenuhi, maka ia tidak boleh dimintai fatwa dalam masalah jihad. Dan berapa banyak dari kalangan ulama’ kita, para syaikh kita dan orang-orang yang kita hormati sebagaimana orang tua kita, mereka dimintai fatwa dalam masalah jihad di Afghanista kemudian mereka memberikan fatwa agar tidak berangkat jihad di Afghanistan. Namun setelah mereka mengetahui kenyataan jihad Afghanistan mereka mencabut kembali fatwanya.

    Oke, kita asumsikan anda adalah alim yang sudah bisa disejajarkan dengan syaikh Abdullah Azzam, akan tetapi kami berasumsi bahwa antum sama sekali belum merasakan debu-debu medan qital, sekalipun itu di Poso atau Ambon. Sehingga menurut tatacara berfatwa, antum tidak memenuhi syarat sama sekali untuk berfatwa. Kecuali jika ternyata antum pernah merasakan (minimal menengok) bagaimana kerasnya medan jihad, (minimal seperti Poso atau Ambon). Maka kami tarik pernyataan kami. Atau kecuali antum tidak sepaham dengan syaikh Ibnu Taimiyah atau Abdullah Azzam dalam masalah ini, maka kami berlepas diri dari pandangan antum.

    Komentar: Kaidah bahwa yang bicara tentang Jihad itu haruslah orang2 yang lebih tahu medan jihad, atau mereka yang sedang berdebu di medan Jihad. Ini tentu bukan kaidah yang bersifat MUTLAK, tetapi dipandang dari sisi ke-ihsan-an belaka. Intinya, orang yang tahu medan perang, tentu lebih layak bicara soal peperangan. Sebab kalau ia berlaku secara mutlak, tentu akan ada dalil sharih tentang hal itu. Coba Antum sebutkan, mana dalil qath’i yang melarang kaum Muslimin bicara soal Jihad, karena dia belum pergi berperang?

    Saya sebutkan beberapa keadaan dimana kaum Muslimin berbicara tentang Jihad, sementara dirinya tidak sedang terlibat dalam Jihad di medan perang. Pertama, di masa Khalifah Umar Ra., panglima Khalib bin Walid Ra. memimpin banyak peperangan, sedangkan Khalifah Umar memberikan komando dari Madinah, bukan langsung terjun di medan perang. Kemudian, Syaikh Ibnu Taimiyyah beliau memfatwakan Jihad melawan bangsa Tartar, sementara dirinya sedang dipenjara oleh sultan yang bersikap zhalim kepadanya. Tahun 80-an Syaikh Bin Baz mengeluarkan fatwa wajibnya Jihad di Afghan, padahal beliau tidak terlibat perang sama sekali. Begitu pula, fatwa Syaikh Utsaimin, Syaikh Jibrin, Syaikh Hamud Uqla, dll. yang mendukung Jihad di Chechnya, Bosnia, dll. Apakah mereka itu harus terlibat perang di medan perang terlebih dulu?

    Alasan “harus terlibat perang dulu” bukanlah kaidah mutlak yang bersifat mengikat secara baku. Dan kaidah seperti itu selalu dijadikan alasan oleh kawan2 Jihadis untuk membenarkan tindakan2 mereka, terutama di wilayah2 yang tidak sedang bergolak dengen peperangan.

    AMW.

  15. abisyakir berkata:

    @ Kaab…

    2. Ustadz sempat (atau seringkali) membenturkan keberadaan Thaliban dengan al-Qaidah. Seolah-olah keberadaan al-Qaidah, terutama pasca serangan 11 september, adalh merugikan Thaliban. Padahal tidak ada ekspresi yang demikian dari mereka. Mulla Omar masih berwala dengan syaikh Usamah. Yang ada adalah dzon-dzon kalian yang seolah-olah menempatkan Mulla Umar dkk dalam keadaan terdzolimi.

    mungkin perlu dibaca link2 berikut :
    a. http://www.muslimdaily.net/berita/internasional/7504/taliban-pakistan-bantah-usamah-tewas
    b. http://www.republika.co.id/berita/internasional/global/11/05/07/lksy4n-milisi-taliban-kematian-usamah-bin-ladin-tumbuhkan-semangat-jihad
    c. http://arrahmah.com/read/2011/05/07/12346-pernyataan-dewan-pimpinan-imarah-islam-afghanistan-tentang-kesyahidan-syaikh-usamah-bin-ladin.html

    Ini pernyataan antum tentang pembenturan tersebut : “Kalau soal jihad di Iraq dan Afghan, serta daerah-daerah lain, Anda jangan sekali-kali melupakan keterlibatan orang-orang beriman dari seluruh dunia disana. Lihatlah perjuangan Thaliban di Pakistan. Mereka lebih suka memakai nama Thaliban, bukan Al Qa’idah. Karena mereka tahu dimana kejujuran dan amanah itu.” Pernyataan ustadz menunjukkan ketidak tahuan ustadz tentang beda daulah, dengan harakah. Al-Qaidah hanyalah sebuah tandhim/harakah, sedangkan thaliban adalah daulah. Bahkan daulah ISlam Iraq, yang didirikan juga dengan bantuan al-Qaidah (Abu Musab az-Zarqawi), juga tidak memakai nama al-Qaidah. Semoga antum mau merevisi ulang pernyataan2 antum, kecuali kalau ustadz tidak percaya dengan link-link tersebut. Atau ustadz beranggapan bahwa link-link tersebut adalah bagian dari konspirasi tingkat tinggi barat. Wallahu a’lam.

    Komentar: Beginilah intinya… Tujuan Jihad yang sering kalian sampaikan itu untuk apa? Untuk menegakkan Daulah Islam kan? Ini fakta, seperti terlihat dalam kasus Emirat Islam di Iraq dan Palestina (yang dibangun Jundu Ansharullah itu). Misalnya, ada tawaran antara menyelamatkan Daulah Islam di Afghan, atau menyerahkan sosok Usamah bin Ladin ke tangan musuh; menurut kalian yang cinta Daulah Islam, pilihan mana yang akan kalian pilih?

    Mungkin kalian akan mengatakan, “Kami akan memilih menyelamatkan Daulah Islam, sekaligus membela Syaikh Usamah.” Begitu kan cara berpikir kalian? Padahal kenyataannya, dengan pilihan itu: Daulah Islam amblas, Usamah bin Ladin pun kini dikabarkan sudah meninggal. Jadi kehilangan kedua-duanya.

    Misalnya, Thaliban dianggap Daulah. Apa benar itu? Apa ada nama Daulah Islam Thalibaniyyah? Apa pernah kita dengar nama daulah seperti itu? Justru, Thaliban itu adalah tanzhim gerakan. Gerakan ini sudah muncul sebelum, Mullah Umar memimpin Afghanistan.

    Soal Mullah Umar berwala’ ke Usamah, dalam pengertian apa dulu? Apakah Usamah menjadi pemimpin, Mullah Umar sebagai pengikut? Kalau begitu, sebutkan bukti-buktinya. Sebab sebuah pernyataan harus ada buktinya.

    Insya Allah saya siap merevisi tulisan kalau memang ada yang keliru, dengan ijin Allah.

    AMW.

  16. abisyakir berkata:

    @ Kaab…

    3. Yang kami tangkap, secara eksplisit Ustadz seringkali menuduh al-Qaidah membawa-bawa bencana. Karena apa yang mereka operasikan adalah hal yang batil (meskipun apa yang antum suarakan sepertinya tanpa pendapat ulama yang lebih senior dari antum). Operasi-operasi al-Qaidah seringkali membawa bencana , karena setelah operasi itu Negara Barat balik menyerang dan menewaskan banyak sipil.

    Komentar: Masya Allah Akhi, antum menyebutkan tuduhan yang berat. Antum kira saya berpikir independen, dengan tidak mengutip pandangan ulama tentang hal itu. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Tidak Akhi, saya tetap merujuk mereka, meskipun tidak secara eksplisit disebut dalam tulisan. Posisi Usamah bin Ladin di mata Lajnah Daimah Saudi sudah jelas. Lajnah Daimah pernah menasehati Usamah agar rujuk kepada kebenaran, begitu juga memberi nasehat kepada tokoh-tokoh Islam lain. Fatwa resmi Lajnah Daimah soal Usamah ini ada. Disana disebutkan bahwa perbuatan Usamah itu fasad fil ardhi. Di tingkat MUI Indonesia pun juga mengharamkan tindakan terorisme.

    Sebenarnya ucapan ustadz ini mirip dengan ucapan para sekularis, liberalis dan zionis ketika mereka mengomentari roket-roket palestina. Pernyataan serupa juga sering dilontarkan orang-orang salafy. Mereka menuduh bahwa penyebab utama invasi Israel ke Gaza (dan operasi Israel lain yang sejenis) justru disebabkan oleh pejuang palestina itu sendiri. Roket-roket palestina ke Israel, dan amaliyat Bom Syahid mereka ke sipil Israel lah yang mengundang serangan Israel ke Gaza.

    Komentar: Ya bagaimana Akhi ya, lha wong faktanya memang begitu. Seluruh dunia Islam diperangi kaum kufar dalam rangka “war on terror” dengan alasan, mereka memerangi Usamah dan Al Qa’idah. Apakah fakta ini tidak tampak di mata Antum? Ada anak-anak yatim tidak mendapat bantuan, ada masjid-masjid tidak dapat bantuan, ada anak-anak sekolah tidak bisa sekolah ke LN, ada pendidikan Islam terabaikan, kegiatan sosial terabaikan, dll; semua itu terjadi ketika saluran donatur dari aghniya Muslim di Timur Tengah diputus oleh kaum kufar. Alasannya, dicurigai membiayai terorisme. Apa yang begini ini tidak tampak ya…

    Sebenarnya beberapa pola operasi al-Qaidah tidak berbeda jauh dari operasi pejuang-pejuang Palestina dari kalangan al-Qossam, Jihad Islam dll. Hanya saja skala yang dipakai al-Qaidah memang lebih global. Tapi entah mengapa, ustadz Abisyakir menggunakan alasan semacam ini untuk menyerang al-Qaidah. APakah karena alasan latar belakang yang berbeda antara Palestina dan al-Qaidah?? Satunya ikhwan satunya bukan???
    Wallahu a’lam. semoga ustadz merevisi lagi pernyataan Ustadz.

    Komentar: Nah, ini juga kesalahan pemahaman Anda tentang Jihad Fi Sabilillah. Konsep Jihad Global itu hanya bisa dioperasikan di bawah Khilafah Islamiyyah. Contoh, Jihad di masa Khalifah Umar Ra. Jihad semacam ini tidak boleh oleh milisi2 swasta, nanti akan menimbulkan kemadharatan luar biasa di tengah2 Ummat. Jihad swasta secara global, sama saja dengan = membunuhi kaum Muslimin secara global!

    Itu harus dihindari dan dijauhi, meskipun saya tidak yakin Anda akan menerima nasehat ini. Wal ‘izzatu lillahi kulliha.

    AMW.

  17. bry berkata:

    info: nama pemerintahan Mullah Umar di Afgan adalah Imarah Islam Afghanistan,dan Mullah Umar sudah meninggalkan nama Thaliban setelah Imarah Islam Afghanistan berkuasa. (dpt info dr ArRahmah)

  18. Lukman Mubarok berkata:

    Jazakumullah pada semua yang diskusi di blog ini. Saya mendapatkan pencerahan dalam hal jihad.

  19. uta berkata:

    sungguh tulisan ustad dan bantahan yg ilmiah ini dapat menjadi jembatan orang yg awam jihad utk mengetahui bagaimana jihad yg benar itu.

    Ane dari dulu terus berkunjung rutin ke blog ini.

    Jadzakallah…

  20. abu abyan berkata:

    ada tidak yg bisa membuktikan bahwa osama dan al-qoida itu bukan dongeng?

  21. Kaab berkata:

    • Komentar: Kaidah bahwa yang bicara tentang Jihad itu haruslah orang2 yang lebih tahu medan jihad, atau mereka yang sedang berdebu di medan Jihad. Ini tentu bukan kaidah yang bersifat MUTLAK, tetapi dipandang dari sisi ke-ihsan-an belaka. Intinya, orang yang tahu medan perang, tentu lebih layak bicara soal peperangan. Sebab kalau ia berlaku secara mutlak, tentu akan ada dalil sharih tentang hal itu. Coba Antum sebutkan, mana dalil qath’i yang melarang kaum Muslimin bicara soal Jihad, karena dia belum pergi berperang?
    • Saya sebutkan beberapa keadaan dimana kaum Muslimin berbicara tentang Jihad, sementara dirinya tidak sedang terlibat dalam Jihad di medan perang. Pertama, di masa Khalifah Umar Ra., panglima Khalib bin Walid Ra. memimpin banyak peperangan, sedangkan Khalifah Umar memberikan komando dari Madinah, bukan langsung terjun di medan perang. Kemudian, Syaikh Ibnu Taimiyyah beliau memfatwakan Jihad melawan bangsa Tartar, sementara dirinya sedang dipenjara oleh sultan yang bersikap zhalim kepadanya. Tahun 80-an Syaikh Bin Baz mengeluarkan fatwa wajibnya Jihad di Afghan, padahal beliau tidak terlibat perang sama sekali. Begitu pula, fatwa Syaikh Utsaimin, Syaikh Jibrin, Syaikh Hamud Uqla, dll. yang mendukung Jihad di Chechnya, Bosnia, dll. Apakah mereka itu harus terlibat perang di medan perang terlebih dulu?
    • Alasan “harus terlibat perang dulu” bukanlah kaidah mutlak yang bersifat mengikat secara baku. Dan kaidah seperti itu selalu dijadikan alasan oleh kawan2 Jihadis untuk membenarkan tindakan2 mereka, terutama di wilayah2 yang tidak sedang bergolak dengen peperangan.

    Jawaban :
    Poin pertama : Pendapat ulama memang bukan dalil, dan wallahu a’lam, ana belum mengetahui dalil yang pasti mengenai hal ini. Namun yang jelas, perkataan Ibnu Taimiyah adalah perkataan yang berdasarkan dalil. Dari hal ini, saya berkesimpulan bahwa ustadz memang tidak sepaham dengan Syaikh Abdullah Azzam dan Ibnu Taimiyah, oleh karena itu saya anggap nasehat para ulama ini cukup buat ustadz. Meskipun ustadz sendiri tidak bisa menyanggah kaidah ini dengan pendapat Ulama Tsiqah yang lain.
    Poin kedua : Umar ibn Khattab (dan hampir semua shahabat), Ibnu Taimiyyah, keduanya pernah terjun langsung ke medan Jihad. Wallahu a’lam, apakah ustadz berpendapat bahwa Ibnu taimiyyah tidak pernah turun ke medan perang, padahal sudah masyhur sekali kalau Ibnu Taimiyyah turun langsung dalam perang melawan kaum kufur pemakai Undang-undang, yakni tartar. Kondisi Ibnu Taimiyyah tentulah berbeda dengan keadaan para ulama saudi seperti Syaikh bin Baz, Syaikh al-Utsaimin, beserta syaikh Jibrin dan syaikh Hamud bin Uqla. Jika pada zaman jihad Sovyet dulu mereka bersepakat akan wajibnya Jihad di tahun 80-an, maka di jihad tahun 2000-an ini terjadi perbedaan pendapat di antara Ulama-ulama ini. Syaikh bin Baz dan Syaikh Utsaimin cenderung menjadikan konsep sabar sebagai fatwa mereka, dan merekapun mencela Usamah bin Laden. Berbeda dengan kedua syaikh ini, Syaikh Jibrin dan Syaikh Hamud justru memberikan respons yang positif terhadap Jihad. Bahkan syaikh Hamud yang berani mengkafirkan pemerintah saudi karena loyalitas mereka kepada Amerika (dan kemudian beliau di penjara karenanya dalam keadaan buta), juga mendukung serangan ke WTC. Lantas siapakah yang akan ustadz pilih rekomendasinya??? Jika terdapat perselisihan, berkata dua orang imam Abdullah bin Mubarok dan Ahmad bin Hambal dan selain keduanya : “Apabila manusia berselisih dalam suatu perkara maka kembalilah engkau kepada ahli tsughur, karena kebenaran ada bersama mereka. Allah ta’ala berfirman yang artinya: “Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan Kepada mereka jalan-jalan Kami.” (QS. Al-Ankabut : 69).
    Poin ketiga : Ulama hanya menyebutkan bahwasanya pembagian negara adalah dua. Yakni darul Islam dan darul Harb. Sedangkan adapula negara jenis ketiga (dalam kasus tertentu), yakni negeri Mardin. Di mana didalamnya tinggal Kaum Muslimin, akan tetapi penguasa mereka adalah penguasa kufur, dan aturan yang berlaku adalah aturan kufur.

  22. Kaab berkata:

    • Komentar: Beginilah intinya… Tujuan Jihad yang sering kalian sampaikan itu untuk apa? Untuk menegakkan Daulah Islam kan? Ini fakta, seperti terlihat dalam kasus Emirat Islam di Iraq dan Palestina (yang dibangun Jundu Ansharullah itu). Misalnya, ada tawaran antara menyelamatkan Daulah Islam di Afghan, atau menyerahkan sosok Usamah bin Ladin ke tangan musuh; menurut kalian yang cinta Daulah Islam, pilihan mana yang akan kalian pilih? Mungkin kalian akan mengatakan, “Kami akan memilih menyelamatkan Daulah Islam, sekaligus membela Syaikh Usamah.” Begitu kan cara berpikir kalian? Padahal kenyataannya, dengan pilihan itu: Daulah Islam amblas, Usamah bin Ladin pun kini dikabarkan sudah meninggal. Jadi kehilangan kedua-duanya.
    • Misalnya, Thaliban dianggap Daulah. Apa benar itu? Apa ada nama Daulah Islam Thalibaniyyah? Apa pernah kita dengar nama daulah seperti itu? Justru, Thaliban itu adalah tanzhim gerakan. Gerakan ini sudah muncul sebelum, Mullah Umar memimpin Afghanistan.
    • Soal Mullah Umar berwala’ ke Usamah, dalam pengertian apa dulu? Apakah Usamah menjadi pemimpin, Mullah Umar sebagai pengikut? Kalau begitu, sebutkan bukti-buktinya. Sebab sebuah pernyataan harus ada buktinya.
    Jawaban
    Poin Pertama : Daulah Islam Amblas?? Mana buktinya daulah Islam Amblas?? Oke, boleh kita anggap daulah Islam Amblas sekitar mundurnya Mulla Umar dkk dari Kabul di awal 2000-an. Akan tetapi kini daulah Islam itu masih ada dan eksis. Hal itu tetap terwujud, dan Mulla Umar tidak perlu “menumbalkan” Usamah bin Ladin untuk mempertahankan eksistensi daulahnya. Statemen-statemen yang dikeluarkan oleh Mulla Muhammad Umar selalu atas nama Imarah Islam Afghanistan. Atau Ustadz AM Waskito beranggapan bahwa sesuatu yang disebut sebagai daulah harus memiliki wilayah tetap, atau kasarannya mengikuti definisi orang kafir di bawah perjanjian PBB?? Apakah Imarah Islam Kaukasus dan Daulah Islam Iraq mengikuti definisi PBB?? Bahkan seharusnya kita buang jauh-jauh definisi PBB dari otak kita, sebab itu adalah thaghut yang menghalangi banyak syariat Islam dalam bernegara.
    Poin Kedua : Saya ralat pernyataan saya yang mengatakan kalau Thaliban adalah daulah, saya ganti namanya dengan nama Imarah Islam Afghanistan. Namun bisakah ustadz memberikan bukti bahwa Mullah Muhammad Umar dan Imarahnya merasa terzalimi oleh operasi WTC 11 september?? Meskipun berbeda latar belakang, Mullah Umar dengan Talibannya beserta al-Qaidah (yang tinggal di Afghan) adalh sebuah koalisi Islam yang saling mencintai satu sama lain. Tidak pernah ada pernyataan pecah kongsi dari mereka betapapun besarnya kecaman dunia terhadap al-Qaidah.
    Poin Ketiga : Usamah dalam hal ini adalah seorang muslim yang bernaung di bawah Imarah Islam Afghanistan, dengan Kepala Negaranya Mullah Muhammad Umar. Mullah Muhammad Umar menerima dengan sepenuh hati keberadaan Usamah bin Laden. Bukan berarti berwala itu adalah Mullah Umar menjadikan Usamah sebagai pemimpin. Dan sekali lagi, bisakah ustadz memberikan bukti bahwa Mullah Muhammad Umar dan Imarahnya merasa terzalimi oleh Usamah dan al-Qaidah karena operasi WTC 11 september?? Dan kemudian bermusuhan dengan Usamah?? Yang ada malah Mullah Muhammad Umar berperang dengan pejuang Afghan era Sovyet seperti Burhanuddin Rabbani dan Rasul Sayyaf.

  23. Kaab berkata:

    • Komentar: Masya Allah Akhi, antum menyebutkan tuduhan yang berat. Antum kira saya berpikir independen, dengan tidak mengutip pandangan ulama tentang hal itu. Laa haula wa laa quwwata illa billah. Tidak Akhi, saya tetap merujuk mereka, meskipun tidak secara eksplisit disebut dalam tulisan. Posisi Usamah bin Ladin di mata Lajnah Daimah Saudi sudah jelas. Lajnah Daimah pernah menasehati Usamah agar rujuk kepada kebenaran, begitu juga memberi nasehat kepada tokoh-tokoh Islam lain. Fatwa resmi Lajnah Daimah soal Usamah ini ada. Disana disebutkan bahwa perbuatan Usamah itu fasad fil ardhi. Di tingkat MUI Indonesia pun juga mengharamkan tindakan terorisme.
    • Komentar: Ya bagaimana Akhi ya, lha wong faktanya memang begitu. Seluruh dunia Islam diperangi kaum kufar dalam rangka “war on terror” dengan alasan, mereka memerangi Usamah dan Al Qa’idah. Apakah fakta ini tidak tampak di mata Antum? Ada anak-anak yatim tidak mendapat bantuan, ada masjid-masjid tidak dapat bantuan, ada anak-anak sekolah tidak bisa sekolah ke LN, ada pendidikan Islam terabaikan, kegiatan sosial terabaikan, dll; semua itu terjadi ketika saluran donatur dari aghniya Muslim di Timur Tengah diputus oleh kaum kufar. Alasannya, dicurigai membiayai terorisme. Apa yang begini ini tidak tampak ya…
    • Komentar: Nah, ini juga kesalahan pemahaman Anda tentang Jihad Fi Sabilillah. Konsep Jihad Global itu hanya bisa dioperasikan di bawah Khilafah Islamiyyah. Contoh, Jihad di masa Khalifah Umar Ra. Jihad semacam ini tidak boleh oleh milisi2 swasta, nanti akan menimbulkan kemadharatan luar biasa di tengah2 Ummat. Jihad swasta secara global, sama saja dengan = membunuhi kaum Muslimin secara global!
    Jawaban :
    Poin Pertama : Lajnah Daimah, Haiah Kibarah Ulama atau apapun bentuknya, mereka adalah ulama yang kami cintai selama mereka ada di atas al-haq. Namun ketika mereka menyelisisi kebenaran, tentu saja kami tidak mengambil pendapat mereka. Apalagi dalam dunia jihad, mereka bukanlah orang yang pernah mencicipi panas dinginnya suhu medan jihad. Dalam berbagai fatwa mayoritas ulama Saudi, mereka lebih menganjurkan untuk bersabar, atau sepaham dengan Syaikh Albani, yakni mendahulukan tarbiyah dan tashfiyah untuk mendirikan daulah. Serta jarang ada kata-kata I’dad dalam kamus para Ulama ini. Jika pada masa ini ada yang berfatwa mendukung Jihad, maka ulama-ulama tersebut langsung dijebloskan penjara. Seperti Syaikh Salman bin Fahd al-Audah dan Syaikh Safar Hawali, yang menentang pendudukan Amerika di jazirah Arab. Atau Syaikh Hamud bin Uqla asy-Syuaibi , Syaikh Nasir bin Hamad al-Fahd, Syaikh Sulaiman al-Ulwan, dan Syaikh Ali bin Khudhair al-Khudhair, yang mereka terang-terangan mendukung mujahidin. Di majlis-majlis “Salafy” pastilah tidak terdengar fatwa para alim semacam ini, karena mereka di penjara dan fatwanya diboikot oleh orang-orang zhalim.
    Terorisme adalah hal yang dianjurkan dalam Islam, seperti pernyataan Syaikh Abdullah Azzam : “Saudara-saudara, kami ajak pemuda-pemuda Islam kembali mengikuti ajaran Muhammad SAW dan mencontohi apa yang telah beliau laksanakan. Dan kami ajak menuju kemari datang kelembah-lembah dan pegunungan ini, supaya hati mereka menjadi jernih kembali dan iman mereka bertambah mantap. Nyatakan kepada orang kafir dan salibis, bahwa kami adalah teroris, karena teror itu adalah sebuah kewajiban yang tercantum dalam Kitabullah. Dunia timur dan barat harus tahu bahwa kita adalah teroris dan ekstrim. Itu tercantum dalam surat Al-Anfal ayat 60: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).“ Jadi menteror musuh-musuh Allah adalah sebuah kewajiban dari Allah Subhanahu Wata’ala.”
    Poin Kedua : Lantas saya mau mengingatkan kembali, bagaimana tanggapan antum terhadap orang yang mengatakan bahwa pejuang palestina sendiri lah yang menyebabkan penyerangan Israel ke Gaza, dikarenakan roket-roket dan bom syahid pejuang palestina yang membunuh sipil Israel?? Bukankah pernyataan anda terhadap al-Qaidah semakna dengan mereka??
    Poin Ketiga : Kalu bukan dengan Jihad (tentunya dengan dakwah juga) untuk menegakkan Khilafah di dunia ini, lalu apa lagi?? Apakah Thalabun Nusrah seperti HT?? Atau Tarbiyyah wat-Tashfiyyah seperti Salafy?? Atau masuk ke Parlemen seperti sebagian Ikhwanul Muslimin?? Sejak kapan Mujahidin secara sengaja membunuhi kaum Muslimin sedunia secara sengaja??

  24. Boim berkata:

    Suatu diskusi yang menarik …..
    Saya hanya berfikir sebenarnya umat islam pada dekade ini mempunyai potensi kekuatan yang baik.
    Umat islam saat ini tidaklah lemah , terbukti mereka mempunyai ” ideologi ” yang ditakuti kaum kuffar.
    Pada waktu rusia menyerbu afganistan , banyak yang menyangka pejuang afganistan tak akan bisa bertahan dengan kekuatan senjata dan tentara yang luar biasa.
    Kekuatan rakyat afganistan barangkali hanya seujung kuku dari rusia.
    Tetapi karena mereka dan saudara saudaranya mempunyai ” ideologi Tauhid ” , yang kita dapati rusia hengkang dari bumi afganistan dan mendapatkan bonus bubarnya USSR.
    barangkali ustad saat ini masih mengira bahwa Amerika dan bengundalnya masih sangat berjaya dan umat muslim masih lemah ?
    Bukankah secara ekonomi mereka sudah berada di jurang kebangkrutan ??
    Hanya dengan bersatunya umat islam dengan ” ideologi Tauhidnya ” insyallah Amerika dan sekutunya akan hancur .

  25. abisyakir berkata:

    @ Al Akh Karim Kaab…

    Poin pertama : Pendapat ulama memang bukan dalil, dan wallahu a’lam, ana belum mengetahui dalil yang pasti mengenai hal ini. Namun yang jelas, perkataan Ibnu Taimiyah adalah perkataan yang berdasarkan dalil. Dari hal ini, saya berkesimpulan bahwa ustadz memang tidak sepaham dengan Syaikh Abdullah Azzam dan Ibnu Taimiyah, oleh karena itu saya anggap nasehat para ulama ini cukup buat ustadz. Meskipun ustadz sendiri tidak bisa menyanggah kaidah ini dengan pendapat Ulama Tsiqah yang lain.

    Komentar: Begini Akhi, misalnya Ummat Islam belum pernah terlibat dalam peperangan, tetapi saat itu sudah diwajibkan oleh Allah dan Rasul-Nya untuk berjihad; maka soal pengalaman berperang dinafikan, yang dipakai adalah hukum Jihad itu sendiri, karena hal ini sesuai perintah Allah dan Rasul-Nya. Mau tahu contohnya dalam sirah Nabawiyyah? Perhatikan saat terjadi perang Badar. Ketika itu Nabi Saw dan para Shahabat Ra bermaksud mencegat kafilah datang Abu Sufyan, tetapi yang mereka temui malah pasukan musyrikin Makkah. Ini bisa dilihat pada Surat Al Baqarah, ayat 218 dan sesudahnya. Disini, kewajiban Jihad mendahului persiapan kaum Muslimin secara kemiliteran. Dan itu terjadi dalam sejarah Islam!

    Andaikan kewajiban Jihad itu terikat secara mutlak dengan persiapan kemiliteran, dengan konsekuensi orang yang belum pernah berjihad sama sekali tidak boleh bicara sedikit pun tentang Jihad; tentu amalan Jihad Badar tidak akan pernah terjadi dalam Islam. Padahal ia dianggap sebagai Yaumul Furqan, hari pembeda antara yang haq dan bathil. Nah, ini telah saya sebut dalilnya bahwa pengalaman dalam Jihad itu bersifat ihsaniyyah, pilihan yang lebih baik, bukan kewajiban mutlak.

    Poin kedua: Umar ibn Khattab (dan hampir semua shahabat), Ibnu Taimiyyah, keduanya pernah terjun langsung ke medan Jihad. Wallahu a’lam, apakah ustadz berpendapat bahwa Ibnu taimiyyah tidak pernah turun ke medan perang, padahal sudah masyhur sekali kalau Ibnu Taimiyyah turun langsung dalam perang melawan kaum kufur pemakai Undang-undang, yakni tartar. Kondisi Ibnu Taimiyyah tentulah berbeda dengan keadaan para ulama saudi seperti Syaikh bin Baz, Syaikh al-Utsaimin, beserta syaikh Jibrin dan syaikh Hamud bin Uqla. Jika pada zaman jihad Sovyet dulu mereka bersepakat akan wajibnya Jihad di tahun 80-an, maka di jihad tahun 2000-an ini terjadi perbedaan pendapat di antara Ulama-ulama ini. Syaikh bin Baz dan Syaikh Utsaimin cenderung menjadikan konsep sabar sebagai fatwa mereka, dan merekapun mencela Usamah bin Laden.

    Komentar: Tentang Khalifah Umar Ra, ya beliau banyak terlibat dalam Jihad. Itu fakta. Namun di masa beliau memimpin, beliau tidak terjun langsung ke medan Jihad. Beliau mendapat laporan Jihad dari para komandan Islam. Kalau Ibnu Taimiyyah ada perselisihan, sebagian menyebut beliau ikut dalam Jihad melawan Tartar, sebagian lagi menyebut beliau tidak terlibat. Alasan pihak kedua, saat itu Syaikh Ibnu Taimiyyah rahimahullah sedang dipenjara oleh sultan. Mana yang benar, saya kurang tahu. Wallahu A’lam bisshawaab.

    Syaikh Bin Baz, Syaikh Al Utsaimin, Syaikh Jibrin, dll. banyak mendukung Jihad kaum Muslimin melalui fatwa-fatwa mereka, terutama Jihad yang bersifat DEFENSIF (membela diri) dari serangan kaum kufar. Fatwa Jihad beliau bermanfaat dan menjadi panduan kaum Muslimin. Bahkan tahun 80-an Syaikh Abdullah Azzam melobi Syaikh Bin Baz di Saudi, agar beliau memfatwakan hukumnya wajib bagi kaum Muslimin berjihad di Afghanistan. Dan fatwa itu pun beliau keluarkan, sehingga banyak pemuda2 Arab, Mesir, Yordan, Syria, dll. datang ke Afghan. Meskipun kemudian di antara para pemuda itu, setelah kembali ke negerinya, mereka menganggap ulama sekaliber Syaikh Bin Baz sebagai “ulama fasiq”, atau “ulama kerajaan”.

    Intinya dari yang Antum katakan sebelumnya, tidak ada kaidah baku, bahwa sebelum orang bicara soal Jihad, dia harus sudah terlebih dulu terjun ke medan perang. Cukuplah ayat dalam Al Qur’an sebagai hujjah, bahwa kaum Mujahidin sangat membutuhkan nasehat dari kalangan lain. “Tidak sepatutnya bagi orang-orang yang mukmin itu pergi semuanya (ke medan perang). Mengapa tidak pergi dari tiap-tiap golongan di antara mereka beberapa orang untuk memperdalam pengetahuan mereka tentang agama dan untuk memberi peringatan kepada kaumnya apabila mereka telah kembali kepadanya, supaya mereka itu dapat menjaga dirinya.” (At-Taubah: 122). Kalau Mujahidin di masa Nabi Saw saja butuh peringatan dan nasehat dari sesama saudaranya, apalagi Mujahidin di jaman sekarang.

    Poin ketiga: Ulama hanya menyebutkan bahwasanya pembagian negara adalah dua, yakni darul Islam dan darul Harb. Sedangkan ada pula negara jenis ketiga (dalam kasus tertentu), yakni negeri Mardin. Di mana didalamnya tinggal Kaum Muslimin, akan tetapi penguasa mereka adalah penguasa kufur, dan aturan yang berlaku adalah aturan kufur.

    Komentar: Saya paham, maksud Antum adalah, di negeri Mardin (yang kondisinya seperti Indonesia) rakyatnya boleh diserang karena dianggap sebagai negara yang bukan Islam. Sekarang saya balik bertanya ke Antum: Atas dasar fatwa apa Antum menyerang kaum Muslimin seperti di Indonesia ini? Andaikan atas dasar Jihad Fi Sabilillah, negara mana atau dewan ulama mana yang menyatakan berlakunya hukum Jihad Fi Sabilillah di Indonesia? Mungkin Antum akan menyatakan, “Al Qa’idah dan ulama-ulamanya yang telah menghalalkan Jihad Fi Sabilillah di Indonesia.” Lalu saya bertanya: “Al Qa’idah itu negara Islam dimana? Dimana wilayahnya? Dimana kekuasaannya? Siapa amirnya? Apakah amirnya sekaligus amirul Muslimin?”

    Antum memakai fatwa tentang negeri Mardin, tetapi antum tidak sadar bahwa Jihad yang berlaku disana adalah Jihad yang diserukan dari negeri-negeri Islam yang sedang berdaulat. Lalu dimana kedaulatan Islam itu saat ini?

    Saya sudah pernah mengatakan dalam jawaban sebelumnya. Kalau antum mau berjihad secara syar’i, pilihannya ada dua: Pertama, antum hijrah ke sebuah negeri Islami, lalu mintalah negeri itu agar menyatakan Jihad Fi Sabilillah terhadap Indonesia. Kedua, Antum rebut dulu kekuasaan dari tangan Pemerintah sekuler saat ini, setelah sukses, baru antum punya hak melakukan Jihad ofensif, merealisasikan fatwa kota Mardin itu. Tetapi kan selama ini yang ada, kalian ini sudah dikuasai ambisi besar menunaikan Jihad, tanpa merealisasikan syarat-syarat kesempurnaannya. Ya, akhirnya seperti itu hasilnya.

    Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

    AMW.

  26. abisyakir berkata:

    @ Al Akh Karim Kaab…

    Poin Pertama: Daulah Islam Amblas?? Mana buktinya daulah Islam Amblas?? Oke, boleh kita anggap daulah Islam Amblas sekitar mundurnya Mulla Umar dkk dari Kabul di awal 2000-an. Akan tetapi kini daulah Islam itu masih ada dan eksis. Hal itu tetap terwujud, dan Mulla Umar tidak perlu “menumbalkan” Usamah bin Ladin untuk mempertahankan eksistensi daulahnya. Statemen-statemen yang dikeluarkan oleh Mulla Muhammad Umar selalu atas nama Imarah Islam Afghanistan. Atau Ustadz AM Waskito beranggapan bahwa sesuatu yang disebut sebagai daulah harus memiliki wilayah tetap, atau kasarannya mengikuti definisi orang kafir di bawah perjanjian PBB?? Apakah Imarah Islam Kaukasus dan Daulah Islam Iraq mengikuti definisi PBB?? Bahkan seharusnya kita buang jauh-jauh definisi PBB dari otak kita, sebab itu adalah thaghut yang menghalangi banyak syariat Islam dalam bernegara.

    Komentar: Allahu Akbar Akhi, antum jangan menuduh saya mengikuti konsep orang kafir. Dalam konsep negara menurut Al Mawardi, disebutkan 3 syarat berdirinya sebuah negara: ada wilayah, ada rakyat, ada kekuasaan. Ini ada Akhi. Malah konsep itu disempurnakan, ditambah lagi syarat lain: ada Pemerintahan, dan ada UU.

    Lalu Antum darimana bisa mengklaim bahwa Daulah Islamiyyah di Afghan itu masih ada? Sementara saat ini secara jelas yang mengontrol negara itu adalah Pemerintahan Karzai dan Amerika plus Sekutu. Apa yang semisal ini sulit bagi Antum untuk memahami? Sekarang contoh mudahnya begini saja: “Antum sebut dimana alamat kantor Pemerintahan Mullah Umar dan siapa saja pejabat-pejabat yang bekerja di bawah beliau?” Bisa jadi saya tidak tahu, atau kaum Muslimin yang lainnya tidak tahu. Kalau Pemerintahan Mullah Umar memiliki kedutaan resmi di Jakarta, dimana kantornya? Insya Allah, kaum Muslimin akan datang kesana, termasuk diri saya, untuk memberi ucapan selamat.

    Bahkan Akhi, konsep negara ini sudah dicontohkan oleh Nabi Saw dengan Negara Islam Madinah. Juga dicontohkan oleh Khulafaur Rasyidin. Negara dalam konsep mereka, bukan “negara di atas negara”, tetapi negara riil yang diakui lawan atau kawan. Ini bukan konsep orang kafir ya Akhi. Ini konsep kaum Muslimin, sejak masa Nabi Saw dan Shahabat Ra. Katanya, Antum ini kan pengikut Salafus Shalih. Harusnya merujuk ke mereka dong.

    Poin Kedua : Saya ralat pernyataan saya yang mengatakan kalau Thaliban adalah daulah, saya ganti namanya dengan nama Imarah Islam Afghanistan. Namun bisakah ustadz memberikan bukti bahwa Mullah Muhammad Umar dan Imarahnya merasa terzalimi oleh operasi WTC 11 september?? Meskipun berbeda latar belakang, Mullah Umar dengan Talibannya beserta al-Qaidah (yang tinggal di Afghan) adalh sebuah koalisi Islam yang saling mencintai satu sama lain. Tidak pernah ada pernyataan pecah kongsi dari mereka betapapun besarnya kecaman dunia terhadap al-Qaidah.

    Komentar: Buktinya Akhi, seperti saya sebut dalam jawaban sebelumnya. Juru bicara Thaliban pernah datang ke negeri ini. Beliau mencari dukungan agar Afghanistan tidak diserang oleh Amerika. Setahu saya, Thaliban anti dengan demo-demo, apalagi demo kaum Muslimah. Tetapi waktu itu juru bicara Thaliban tersebut sangat terharu melihat lautan jilbab putih (aktivis Partai Keadilan) berdemo membela Pemerintah Afghanistan. Ini ada Akhi buktinya, tetapi saya lupa nama juru bicara itu. Andaikan Mullah Umar tidak sayang dengan negeri Islam yang dibangunnya, pasti tidak perlu mengutus orang ke dunia Islam untuk mencari dukungan politik.

    Bukti lain, ialah keyakinan Mullah Umar itu sendiri. Sebagai seorang Muslim, apa beliau mau begitu saja Daulah Islam Afghanistan dibubarkan oleh As-Sekutu, lalu diganti Pemerintahan Karzai sekarang? Kalau Muslim yang benar, pasti tidak mau. Buktinya, sekarang Thaliban terus berjihad melawan Pemerintah bentukan Amerika-Sekutu. Mengapa mereka harus berjihad seperti itu, padahal semula mereka berkuasa? Hal-hal semacam ini sangat mudah dipahami oleh akal sehat.

    Kalau kini kelihatan Mullah Umar berkoalisi dengan Al Qa’idah dll. karena mereka satu kepentingan. Kepentingan apa? Ya mengusir Amerika dari Afghanistan. Dan koalisi Mullah Umar ini bukan hanya dengan Al Qa’idah. Mereka juga menjalin koalisi dengan Hizbi al Islami di bawah pimpinan Hekmaktyar. Ya, mereka punya kepentingan strategis untuk merebut kembali kekuasaan atas Afghanistan. Apa yang seperti ini tak tampak dimatamu, wahai Akhil karim?

    Poin Ketiga : Usamah dalam hal ini adalah seorang muslim yang bernaung di bawah Imarah Islam Afghanistan, dengan Kepala Negaranya Mullah Muhammad Umar. Mullah Muhammad Umar menerima dengan sepenuh hati keberadaan Usamah bin Laden. Bukan berarti berwala itu adalah Mullah Umar menjadikan Usamah sebagai pemimpin. Dan sekali lagi, bisakah ustadz memberikan bukti bahwa Mullah Muhammad Umar dan Imarahnya merasa terzalimi oleh Usamah dan al-Qaidah karena operasi WTC 11 september?? Dan kemudian bermusuhan dengan Usamah?? Yang ada malah Mullah Muhammad Umar berperang dengan pejuang Afghan era Sovyet seperti Burhanuddin Rabbani dan Rasul Sayyaf.

    Komentar: Demi Allah Akhi, Jihad Usamah dalam membela negeri-negeri Islam yang tertindas adalah kebenaran. Ia termasuk Jihad Difa’i yang dibenarkan dalam Islam. Namun Usamah memiliki beberapa catatan buruk: 1. Mengklaim kelompoknya yang merobohkan menara kembar WTC; 2. Usamah menyatakan berlakunya Jihad Global, sebelum kaum Muslimin memiliki Khilafah yang bisa menjamin keamanan kaum Muslimin, khususnya yang tinggal di negeri-negeri minoritas Muslim; 3. Usamah mendukung serangan2 bom ke sasaran sipil di negeri-negeri Muslim seperti Indonesia, Saudi, Mesir, dll. Serangan itu diklaim sebagai serangan ke target kepentingan Amerika dan kawan-kawan.

    Andaikan Jihad Usamah tidak dikotori oleh 3 keadaan di atas, demi Allah merupakan kezhaliman besar kalau kita mengotori kehormatan beliau dengan celaan2. Satu contoh penting, adalah Jihad Jendral Ibnu Khattab di Chechnya. Beliau tak kalah aktifnya dalam terjun di medan Jihad. Tetapi nama beliau lebih bersih di mata kaum Muslimin, daripada nama Usamah dan Al Qa’idah.

    Semoga penjelasan itu bisa membuat antum paham, bahwa kami tidak memiliki sikap SENTIMEN kepada Usamah dan Al Qa’idah. Kami hanya tak bisa menerima kebatilan-kebatilan yang mereka lakukan. Dan itu adalah komitmen seorang Muslim kepada Syari’atul ‘Ula, yaitu Syariah Islam. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

    AMW.

  27. abisyakir berkata:

    @ Al Akh Karim Kaab…

    Poin Pertama : Lajnah Daimah, Haiah Kibarah Ulama atau apapun bentuknya, mereka adalah ulama yang kami cintai selama mereka ada di atas al-haq. Namun ketika mereka menyelisisi kebenaran, tentu saja kami tidak mengambil pendapat mereka. Apalagi dalam dunia jihad, mereka bukanlah orang yang pernah mencicipi panas dinginnya suhu medan jihad. Dalam berbagai fatwa mayoritas ulama Saudi, mereka lebih menganjurkan untuk bersabar, atau sepaham dengan Syaikh Albani, yakni mendahulukan tarbiyah dan tashfiyah untuk mendirikan daulah. Serta jarang ada kata-kata I’dad dalam kamus para Ulama ini. Jika pada masa ini ada yang berfatwa mendukung Jihad, maka ulama-ulama tersebut langsung dijebloskan penjara. Seperti Syaikh Salman bin Fahd al-Audah dan Syaikh Safar Hawali, yang menentang pendudukan Amerika di jazirah Arab. Atau Syaikh Hamud bin Uqla asy-Syuaibi , Syaikh Nasir bin Hamad al-Fahd, Syaikh Sulaiman al-Ulwan, dan Syaikh Ali bin Khudhair al-Khudhair, yang mereka terang-terangan mendukung mujahidin. Di majlis-majlis “Salafy” pastilah tidak terdengar fatwa para alim semacam ini, karena mereka di penjara dan fatwanya diboikot oleh orang-orang zhalim.

    Komentar: Tetapi Antum kan menyebut saya berpandangan independen. Padahal tidak Akhi. Pandangan ulama soal Usamah bin Ladin ini sudah lama ada. Saya ini kan hanya mengikut saja, sambil menambahi apa-apa yang mereka nyatakan (atau menampakkan apa yang oleh mereka tidak dinampakkan ke publik). Ya, saya paham bagaimana sikap antum kepada ulama-ulama di Saudi. Paham sekali. Sebab fatwa yang berlaku di antara kalian, ialah boleh menyerang target2 tertentu di Saudi. Peledakan-peledakan itu pun sudah terjadi disana. Bukan berarti saya di pihak Kerajaan Saudi, tetapi saya paham pendirian kalian dalam masalah ini.

    Kalau saya sendiri, sikapnya mudah saja. Kalau mau Jihad, Jihadlah yang benar. Seperti kata Allah Ta’ala: “Wa jaahiduu fillahi haqqa jihadih” (berjihadlah di jalan Allah dengan jihad yang benar). Kalau mau Jihad, boleh silakan. Tetapi harus benar, agar nanti tidak menimbulkan fitnah. Jangan karena nekad lalu menyerang ini itu tanpa kendali, dengan serangan2 sporadis, akhirnya tujuan semula menegakkan Islam secara kaaffah terhambat. Sungguh, aksi-aksi sporadis itu lebih banyak memayahkan Ummat daripada melemahkan musuh.

    Terorisme adalah hal yang dianjurkan dalam Islam, seperti pernyataan Syaikh Abdullah Azzam : “Saudara-saudara, kami ajak pemuda-pemuda Islam kembali mengikuti ajaran Muhammad SAW dan mencontohi apa yang telah beliau laksanakan. Dan kami ajak menuju kemari datang kelembah-lembah dan pegunungan ini, supaya hati mereka menjadi jernih kembali dan iman mereka bertambah mantap. Nyatakan kepada orang kafir dan salibis, bahwa kami adalah teroris, karena teror itu adalah sebuah kewajiban yang tercantum dalam Kitabullah. Dunia timur dan barat harus tahu bahwa kita adalah teroris dan ekstrim. Itu tercantum dalam surat Al-Anfal ayat 60: “Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).“ Jadi menteror musuh-musuh Allah adalah sebuah kewajiban dari Allah Subhanahu Wata’ala.”

    Komentar: Sebenarnya, istilah teroris disana itu istilah dalam tanda kutip (ditulisnya “teroris”). Maksud Syaikh Azzam ialah, “Mari menjadi mujahidin sejati, meskipun oleh orang-orang kafir di tuduh sebagai teroris.” Maka itu, beliau mengundang kaum muda datang ke Afghan untuk Jihad disana. Hukum Jihad disana fardhu menurut fatwa Syaikh Bin Baz ketika itu. Jadi, ini bukan terorisme seperti menyerang sasaran sipil di Indonesia dengan bom-boman seperti itu. Kalau seperti itu, harusnya Syaikh Azzam sudah ada di Indonesia, lalu menyeru pemuda Muslim datang ke Indonesia. Gitu tho…

    Poin Kedua : Lantas saya mau mengingatkan kembali, bagaimana tanggapan antum terhadap orang yang mengatakan bahwa pejuang palestina sendiri lah yang menyebabkan penyerangan Israel ke Gaza, dikarenakan roket-roket dan bom syahid pejuang palestina yang membunuh sipil Israel?? Bukankah pernyataan anda terhadap al-Qaidah semakna dengan mereka??

    Komentar: Jawaban saya, dengan memohon Kemurahan Rabbul ‘alamiin, Jihad di Palestina itu sudah berlaku sejak 1948, sejak berdiri Israel. Bahkan sejak sebelumnya, ketika Palestina dijajah Inggris. Maka segala bentuk serangan ke kepentingan Israel, DI PALESTINA, dianggap sebagai bagian dari Jihad untuk mengusir penjajah. Tidak peduli siapa yang dulu menyerang, Mujahid Palestina atau Israel. Jadi, konteksnya demikian.

    Sedangkan serangan ke WTC 11 September 2001, itu adalah serangan ilegal, ke sasaran sipil, dengan target aset musuh yang memiliki kekuatan besar. Ini sama dengan perbuatan anak kecil, mau mencubit kaki seekor singa. Kalau anak itu lalu diterkam singa, ya jangan salahkan singanya. Serangan itu disebut ilegal, karena secara hukum tidak ada negara Islam yang mendeklarasikan perang melawan Amerika. Kalau ada deklarasi seperti, baru bisa dibenarkan serangan tersebut, asalkan bukan target sipil, bukan menyerang orang-orang yang tak terlibat dalam peperangan. Mudah-mudahan Antum bisa membedakan antara serangan roket Hamas dengan serangan ke WTC. Allahumma amin.

    Mungkin antum akan berkata, “Tapi kan Amerika sudah menyerang Afghan dan Irak, jadi boleh dong menyerang Amerika?”
    Nah, masalahnya serangan ke WTC itu terjadi sebelum serangan Amerika ke Afghan dan Irak. Malah itu jadi alasan kufar menyerang Afghan dan Irak. Semoga Antum bisa memahami. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

    AMW.

  28. pertama berkata:

    uatadz AMW.. kalo ada kesempatan, saya berharap agar ustadz dapat berdiskusi dengan mujahidin, trus hasilnya dipublikasikan kepada kaum muslimin.
    agar kebenaran bisa kita dapatkan, dan persatuan islam selanjutnya.
    makasih.

  29. pertama berkata:

    uatadz AMW.. kalo ada kesempatan, saya berharap agar ustadz dapat berdiskusi dengan mujahidin, trus hasilnya dipublikasikan kepada kaum muslimin.
    agar kebenaran bisa kita dapatkan, dan persatuan islam selanjutnya.
    makasih.
    (trus juga, ustadz, saat ini, siapakah umat yang seantiasa berjihad fi sabilillah? sebagaimana dalam sabda Rosululloh yang menerangkan akan ada umat islam yang senantiasa berjihad sampai hari kiamat..)

  30. dok berkata:

    Ustadz AMW, mengutip pernyataan Ustadz: “…serangan ke WTC 11 September 2001, itu adalah serangan illegal…” dan selanjutnya ” serangan WTC itu terjadi sebelum serangan Amerika ke Afghan dan Irak”. Pernytataan tersebut terkesan Ustadz sudah memastikan bahwa penyebab tragedi WTC itu adalah serangan teroris. Padahal sudah banyak bukti-bukti yang mengindikasikan bahwa tragedi WTC itu adalah rekayasa Yahudi. Boleh jadi semua kejadian bom-bom dan terorisme (termasuk yang di Indonesia) itu adalah kejadian yang disengaja oleh musuh-musuh Islam untuk menyudutkan Ummat Islam dan memberikan gambaran bahwa Islam adalah agama yang berbahaya…untuk memelihara Islamophobia..
    Kita harus hati2 dengan segala informasi yang datang dari media massa yang kebanyakan sudah dikuasai oleh musuh2 Islam. Jadi alasan musuh memukul Ummat Islam boleh jadi diciptakan sendiri oleh musuh2 kita.

  31. abisyakir berkata:

    @ pertama…

    Trus juga, ustadz, saat ini, siapakah umat yang seantiasa berjihad fi sabilillah? sebagaimana dalam sabda Rosululloh yang menerangkan akan ada umat islam yang senantiasa berjihad sampai hari kiamat..

    Jawab: Para pejuang Islam di berbagai negeri Muslim yang berperang melawan kufar yang datang menjajah, seperti di Irak, Afghanistan, Palestina, Chechnya, Filipina, dll. Para prajurit Al Qa’idah apabila masuk dalam perlawanan itu, mereka termasuk Mujahid Islam. Begitu juga, para anggota Jamaah Islamiyyah yang terjun membela kaum Muslimin di negeri2 tertindas, mereka juga Mujahidin.

    Para pejuang Islam yang berjuang menegakkan Daulah Islam, dengan harta, pemikiran, tenaga, dengan jiwa-raganya, mereka juga Mujahid Islam. Yang melawan para kolonialis Barat yang menjajah perekonomian, pemikiran, opini, yang melawan Zionisme internasional, dll. mereka juga Mujahid Islam. Dan masih banyak lagi yang tak bisa disebut satu per satu.

    Al Qa’idah itu benar posisinya ketika mereka berada dalam pihak kaum Muslimin melawan para agressor kufar yang menyerang negeri2 Muslim. Ini disebut Jihad Difa’i (defensif). Tetapi kalau fatwa bom-boman terhadap target sipil di negara2 yang tidak sedang resmi berperang, seperti Indonesia ini, itu bukan Jihad, tetapi fitnah.

    AMW.

  32. abisyakir berkata:

    @ Dok…

    Ustadz AMW, mengutip pernyataan Ustadz: “…serangan ke WTC 11 September 2001, itu adalah serangan illegal…” dan selanjutnya ” serangan WTC itu terjadi sebelum serangan Amerika ke Afghan dan Irak”. Pernytataan tersebut terkesan Ustadz sudah memastikan bahwa penyebab tragedi WTC itu adalah serangan teroris. Padahal sudah banyak bukti-bukti yang mengindikasikan bahwa tragedi WTC itu adalah rekayasa Yahudi. Boleh jadi semua kejadian bom-bom dan terorisme (termasuk yang di Indonesia) itu adalah kejadian yang disengaja oleh musuh-musuh Islam untuk menyudutkan Ummat Islam dan memberikan gambaran bahwa Islam adalah agama yang berbahaya…untuk memelihara Islamophobia.. Kita harus hati2 dengan segala informasi yang datang dari media massa yang kebanyakan sudah dikuasai oleh musuh2 Islam. Jadi alasan musuh memukul Ummat Islam boleh jadi diciptakan sendiri oleh musuh2 kita.

    Komentar: Saya sependirian dengan Anda, bahwa Tragedi WTC itu dibuat sendiri oleh Amerika untuk menyudutkan Islam. Tetapi konteks diskusinya, saya sedang berhadapan dengan kawan2 pendukung Al Qa’idah yang mengklaim mereka sebagai pelaku serangan ke WTC itu. Dalam konteks pemikiran mereka, serangan ke WTC itu tidak boleh dilakukan. Kecuali misalnya, bangsa Afghanistan diserang oleh Amerika, lalu ada anggota warga Afghan yang ingin balas dendam, lalu mereka membuat operasi menyerang WTC di Amerika; nah, hal itu bisa dimengerti sebagai bagian dari konflik antara Afghan Vs Amerika. Tetapi kalau WTC itu kan tidak didahului aksi-aksi serangan oleh penjajah Amerika terlebih dulu.

    Mungkin Anda tidak mengikuti diskusi dari awalnya, maka tidak merunut prosesnya. Tidak mengapa. Jazakumullah khair atas masukannya.

    AMW.

  33. abisyakir berkata:

    @ Dok…

    Ustadz AMW, mengutip pernyataan Ustadz: “…serangan ke WTC 11 September 2001, itu adalah serangan illegal…” dan selanjutnya ” serangan WTC itu terjadi sebelum serangan Amerika ke Afghan dan Irak”. Pernytataan tersebut terkesan Ustadz sudah memastikan bahwa penyebab tragedi WTC itu adalah serangan teroris. Padahal sudah banyak bukti-bukti yang mengindikasikan bahwa tragedi WTC itu adalah rekayasa Yahudi. Boleh jadi semua kejadian bom-bom dan terorisme (termasuk yang di Indonesia) itu adalah kejadian yang disengaja oleh musuh-musuh Islam untuk menyudutkan Ummat Islam dan memberikan gambaran bahwa Islam adalah agama yang berbahaya…untuk memelihara Islamophobia.. Kita harus hati2 dengan segala informasi yang datang dari media massa yang kebanyakan sudah dikuasai oleh musuh2 Islam. Jadi alasan musuh memukul Ummat Islam boleh jadi diciptakan sendiri oleh musuh2 kita.

    Komentar: Saya sependirian dengan Anda, bahwa Tragedi WTC itu dibuat sendiri oleh Amerika untuk menyudutkan Islam. Tetapi konteks diskusinya, saya sedang berhadapan dengan kawan2 pendukung Al Qa’idah yang mengklaim mereka sebagai pelaku serangan ke WTC itu. Dalam konteks pemikiran mereka, serangan ke WTC itu tidak boleh dilakukan. Kecuali misalnya, bangsa Afghanistan diserang oleh Amerika, lalu ada anggota warga Afghan yang ingin balas dendam, lalu mereka membuat operasi menyerang WTC di Amerika; nah, hal itu bisa dimengerti sebagai bagian dari konflik antara Afghan Vs Amerika. Tetapi kalau WTC itu kan tidak didahului aksi-aksi serangan oleh penjajah Amerika terlebih dulu.

    Mungkin Anda tidak mengikuti diskusi dari awalnya, maka tidak merunut prosesnya. Tidak mengapa. Jazakumullah khair atas masukannya.

    AMW.

  34. Cegah.kemunkaran@gmail.com berkata:

    Ya Ustadz, lama saya tidak mengunjungi Langit Biru ini hingga isu kemaren. Tidak sempat membuka opera mini apa lagi mengunjungi warnet karena saya sedang merintis usaha ternak itik petelur di tengah maraknya flu burung setelah sebelumnya berhenti kerja. Dan rencana berikutnya pembesaran belut dengan media air bersih.
    Minta doanya ya Ustadz agar niat saya berhasil untuk mempekerjakan saudara-saudara se Aqidah yang masih menganggur. Sekalian minta do’anya juga agar kami menjadi Pasutri Saqinah Mawaddah Warrahmah karena insya Allah tanggal 17 Rajab ini akan melangsungkan pernikahan kami (tidak apa-apa ya Ustadz tanpa malu-malu saya minta do’anya di sini he..he..).
    Jangan berhenti menulis yaa Ustadz (hingga akhir hayat di kandung badan, hingga tetes darah terakhir), meskipun Ustadz pernah mengatakan “kejadian sama yang terus berulang yang dapat di rasakan oleh penulis” tapi sungguh isu-isu yang lahir membuat ummat menjadi kebakaran jenggot, kepayahan, terkadang bertindak ceroboh, yah… seperti tidak menerima si fulan di kebumikan di daerahnya karena stempel teroris padanya, para ortu yang melarang anaknya ikut masuk rohis di sekolah atau kampusnya pasca isu NII, dll. Yang penting menulis demi saudara se Aqidah yang mungkin butuh pencerahan, sharing, sdr yang sedang di ombang ambingkan isu-isu yang membuat Sabda Rasulullah terbukti kebenarannya dimana suatu saat nanti memeluk Islam bak memegang bara api, malu dengan Islam.

    Sependapat dengan Ustadz. Intinya adil menempatkan sesuatu pada tempatnya.

    Maksudnya, ada beberapa hal yang patut di dukung dan di benarkan secara Syar’i dari tindakan Syaikh ObL (Osama bin Ladin) dengan Al Qaidahnya seperti mengharamkan syi’ah, kebenaran Jihad Difa’i membela negeri kaum Muslimin yang di dzalimi, menghancurkan sovyet dan beberapa tambahan yang telah di tambahkan pada jawaban Ustadz dalam menjawab komentar akh @ Pertama.
    Termasuk seperti di Indonesia hingga tahun ’45 dapat dikatakan sebagai ladang Jihad Difa’i untuk mengenyahkan kufar hingga agresi militer kufar 1 & 2.

    Adapun beberapa catatan buruk tindakan ObL dengan Al Qaidahnya (bukan berarti dengan catatan buruk yang ada, saya atau kita lantas mendzolimi namanya) yang tidak dapat di benarkan secara Syar’i (pastinya, dan adil proposional) seperti yang Ustadz sampaikan menjawab koment @: Al Akh Karim Kaab.
    Andaikata klaim penyerangan wtc itu benar di lakukan, maka tindakan itu tidak dapat dibenarkan. Dan mengutip “. . . .dalam konteks pemikiran mereka . . . . . wtc itu kan tidak di dahului aksi-aksi serangan oleh kufar penjajah amrik . . .”.
    Bagaimana jika serangan ke wtc itu di lakukan oleh Al Qaidah di dorong atas dasar sesama saudara Muslimin yang mana persaudaraan Muslim tidak terikat batas teritorial seperti tubuh kita. Jadi dengan prinsip tersebut ketika Palestin, Iraq, Poso, Ambon, dll di dzolimi kaum kufar, salibis, dengan spontan melakukan aksi sehingga bukan karena alasan negrinya di serang dan melakukan aksi terhadap wtc+pentagon yang telah terjadi ya Ustadz? Apakah juga tidak dapat di jadikan alasan ya Ustadz?

    Buat saya ada kejanggalan dengan klaim-klaim Al Qaidah atas runtuhnya wtc. Membenarkan aksi wtc itu di lakukan oleh kelompok, pada hal pasca runtuhnya wtc banyak penelitian yang menyangsikan luluh lantaknya wtc di akibatkan oleh terjangan beberapa pesawat terbang dimana analisis itu datang dari kaum mereka sendiri termasuk Jerry D. Gray (muallaf). Apakah klaim membenarkan aksi itu oleh ObL dengan Al Qaidahnya untuk strategy menakut-nakuti musuh pada hal mereka (Al Qaidah) sama sekali tidak melakukan? Kalopun salah apa maksud klaim itu? Tapi akibat klaim itu menjadi sebaliknya? Tidakpun dengan klaim itu, pihak kufar kemungkinan besar juga melakukan invasi. Atau apa mungkin ada kerja sama (banyak analisir dalam artikel, buku-buku mengulas hubungan erat Syaikh ObL dgn bush) yang erat antara dua musuh bebuyutan (yg tampak) antara ObL dengan bush big family?
    Dan kalaupun klaim itu benar, kenapa pasca wtc hingga kini tidak ada sama sekali aksi yang spektakular dari tindakan Syaikh ObL dengan Al Qaidahnya? Apa karena runtuhnya wtc, dunia barat menerapkan kewaspadaan tingkat tinggi sehingga Syaikh ObL tidak mendapatkan celah? Bisa jadi klaim dari Osama adalah rekaman buatan dengan teknologi canggih? Dengan tujuan membuat perpecahan di kalangan sendiri kususnya dan masyarakat dunia yang mendukung Syaikh ObL umumnya. Karna nama Syaikh ObL begitu harum ketika kelompoknya sukses dengan Jihad mengenyahkan komunis sofyet sehingga barat otomatis yang tertolong dan sekaligus mengetahui dan melihat secara langsung musuh paling berbahaya bagi mereka berikutnya adalah JIHAD yang terjadi di zaman abad 20.
    Untuk meredam itu, barat membuat poin-poin utama sehingga menjadi catatan buruk buat Syaikh ObL dan Al Qaidahnya di mata yang pernah mendukungnya pra wtc.

    Dua catatan buruk lainnya yang tidak dapat di benarkan yang telah Ustadz katakan dan saya sependapat kalau itu benar-benar klaim dan pernyataan dari Syaikh ObL.

  35. Amar Ma'ruf berkata:

    Ya Ustadz, lama saya tidak mengunjungi Langit Biru ini hingga isu kemaren. Tidak sempat membuka opera mini apa lagi mengunjungi warnet karena saya sedang merintis usaha ternak itik petelur di tengah maraknya flu burung setelah sebelumnya berhenti kerja. Dan rencana berikutnya pembesaran belut dengan media air bersih.
    Minta doanya ya Ustadz agar niat saya berhasil untuk mempekerjakan saudara-saudara se Aqidah yang masih menganggur. Sekalian minta do’anya juga agar kami menjadi Pasutri Saqinah Mawaddah Warrahmah karena insya Allah tanggal 17 Rajab ini akan melangsungkan pernikahan kami (tidak apa-apa ya Ustadz tanpa malu-malu saya minta do’anya di sini he..he..).
    Jangan berhenti menulis yaa Ustadz (hingga akhir hayat di kandung badan, hingga tetes darah terakhir), meskipun Ustadz pernah mengatakan “kejadian sama yang terus berulang yang dapat di rasakan oleh penulis” tapi sungguh isu-isu yang lahir membuat ummat menjadi kebakaran jenggot, kepayahan, terkadang bertindak ceroboh, yah… seperti tidak menerima si fulan di kebumikan di daerahnya karena stempel teroris padanya, para ortu yang melarang anaknya ikut masuk rohis di sekolah atau kampusnya pasca isu NII, dll. Yang penting menulis demi saudara se Aqidah yang mungkin butuh pencerahan, sharing, sdr yang sedang di ombang ambingkan isu-isu yang membuat Sabda Rasulullah terbukti kebenarannya dimana suatu saat nanti memeluk Islam bak memegang bara api, malu dengan Islam.

    Sependapat dengan Ustadz. Intinya adil menempatkan sesuatu pada tempatnya.

    Maksudnya, ada beberapa hal yang patut di dukung dan di benarkan secara Syar’i dari tindakan Syaikh ObL (Osama bin Ladin) dengan Al Qaidahnya seperti mengharamkan syi’ah, kebenaran Jihad Difa’i membela negeri kaum Muslimin yang di dzalimi, menghancurkan sovyet dan beberapa tambahan yang telah di tambahkan pada jawaban Ustadz dalam menjawab komentar akh @ Pertama.
    Termasuk seperti di Indonesia hingga tahun ’45 dapat dikatakan sebagai ladang Jihad Difa’i untuk mengenyahkan kufar hingga agresi militer kufar 1 & 2.

    Adapun beberapa catatan buruk tindakan ObL dengan Al Qaidahnya (bukan berarti dengan catatan buruk yang ada, saya atau kita lantas mendzolimi namanya) yang tidak dapat di benarkan secara Syar’i (pastinya, dan adil proposional) seperti yang Ustadz sampaikan menjawab koment @: Al Akh Karim Kaab.
    Andaikata klaim penyerangan wtc itu benar di lakukan, maka tindakan itu tidak dapat dibenarkan. Dan mengutip “. . . .dalam konteks pemikiran mereka . . . . . wtc itu kan tidak di dahului aksi-aksi serangan oleh kufar penjajah amrik . . .”.
    Bagaimana jika serangan ke wtc itu di lakukan oleh Al Qaidah di dorong atas dasar sesama saudara Muslimin yang mana persaudaraan Muslim tidak terikat batas teritorial seperti tubuh kita. Jadi dengan prinsip tersebut ketika Palestin, Iraq, Poso, Ambon, dll di dzolimi kaum kufar, salibis, dengan spontan melakukan aksi sehingga bukan karena alasan negrinya di serang dan melakukan aksi terhadap wtc+pentagon yang telah terjadi ya Ustadz? Apakah juga tidak dapat di jadikan alasan ya Ustadz?

    Buat saya ada kejanggalan dengan klaim-klaim Al Qaidah atas runtuhnya wtc. Membenarkan aksi wtc itu di lakukan oleh kelompok, pada hal pasca runtuhnya wtc banyak penelitian yang menyangsikan luluh lantaknya wtc di akibatkan oleh terjangan beberapa pesawat terbang dimana analisis itu datang dari kaum mereka sendiri termasuk Jerry D. Gray (muallaf). Apakah klaim membenarkan aksi itu oleh ObL dengan Al Qaidahnya untuk strategy menakut-nakuti musuh pada hal mereka (Al Qaidah) sama sekali tidak melakukan? Kalopun salah apa maksud klaim itu? Tapi akibat klaim itu menjadi sebaliknya? Tidakpun dengan klaim itu, pihak kufar kemungkinan besar juga melakukan invasi. Atau apa mungkin ada kerja sama (banyak analisir dalam artikel, buku-buku mengulas hubungan erat Syaikh ObL dgn bush) yang erat antara dua musuh bebuyutan (yg tampak) antara ObL dengan bush big family?
    Dan kalaupun klaim itu benar, kenapa pasca wtc hingga kini tidak ada sama sekali aksi yang spektakular dari tindakan Syaikh ObL dengan Al Qaidahnya? Apa karena runtuhnya wtc, dunia barat menerapkan kewaspadaan tingkat tinggi sehingga Syaikh ObL tidak mendapatkan celah? Bisa jadi klaim dari Osama adalah rekaman buatan dengan teknologi canggih? Dengan tujuan membuat perpecahan di kalangan sendiri kususnya dan masyarakat dunia yang mendukung Syaikh ObL umumnya. Karna nama Syaikh ObL begitu harum ketika kelompoknya sukses dengan Jihad mengenyahkan komunis sofyet sehingga barat otomatis yang tertolong dan sekaligus mengetahui dan melihat secara langsung musuh paling berbahaya bagi mereka berikutnya adalah JIHAD yang terjadi di zaman abad 20.
    Untuk meredam itu, barat membuat poin-poin utama sehingga menjadi catatan buruk buat Syaikh ObL dan Al Qaidahnya di mata yang pernah mendukungnya pra wtc.

    Dua catatan buruk lainnya yang tidak dapat di benarkan yang telah Ustadz katakan dan saya sependapat kalau itu benar-benar klaim dan pernyataan d

  36. Amar Ma'ruf berkata:

    Weleh weleh…! WordPress sekarang-sekarang ini kok sering terjadi errorr? Yang terbaliklah letak nama dan surelnya, yang doble comment lah.

    Dan terima kasih atas do’anya ya Ustadz, semoga Ustadz di beri kecerahan dalam menganalisis setiap masalah umat sehingga umat mendapat cara efektif untuk berbuat sesuatu. Amin ya Rabbal ‘alamiin.

  37. abisyakir berkata:

    @ Amar Makruf…

    Ahlan wa sahlan Akhi. Afwan baru direspon. Sudah lama tidak melihat Antum nampak. He he he…

    Ya Ustadz, lama saya tidak mengunjungi Langit Biru ini hingga isu kemaren. Tidak sempat membuka opera mini apa lagi mengunjungi warnet karena saya sedang merintis usaha ternak itik petelur di tengah maraknya flu burung setelah sebelumnya berhenti kerja. Dan rencana berikutnya pembesaran belut dengan media air bersih. Minta doanya ya Ustadz agar niat saya berhasil untuk mempekerjakan saudara-saudara se Aqidah yang masih menganggur. Sekalian minta do’anya juga agar kami menjadi Pasutri Sakinah Mawaddah Warrahmah karena insya Allah tanggal 17 Rajab ini akan melangsungkan pernikahan kami (tidak apa-apa ya Ustadz tanpa malu-malu saya minta do’anya di sini he..he..).

    Komentar:

    Alhamdulillah, Antum berusaha merintis bisnis mandiri. Ini sangat baik. Apalagi di bidang pertanian. Itu sangat strategis. Dalam perkembangan teknologi semaju apapun, bidang pertanian-peternakan-perikanan adalah basis hajat manusia; sebab berurusan dengan makanan. Sedikit saran: “Tekuni bisnis yang Antum pilih sebaik-baiknya, meskipun agak lama menghasilkan profit. Ini tujuannya, agar Antum memiliki skill mumpuni di bidang itu. Kalau sudah ada skill, dimanapun kita berada, bisa kembangkan skill itu.” Maka tekuni, jangan cepat menyerah. Kalau gagal sekali dua kali, jangan langsung berubah pilihan profesi. Tekuni dulu sampai Antum mencintai bidang itu.

    Alhamdulillah Antum sudah mau menikah, alhamdulillah. Semoga lancar, dimudahkan, dan mendapat kemapanan dalam rumah-tangga. Semoga mendapat sakinah, mawaddah wa rahmah. Semoga dikaruniai anak keturunan yang shalih-shalihah, selamat dunia akhirat. Allahumma amin.

    Jangan berhenti menulis yaa Ustadz (hingga akhir hayat di kandung badan, hingga tetes darah terakhir), meskipun Ustadz pernah mengatakan “kejadian sama yang terus berulang yang dapat di rasakan oleh penulis” tapi sungguh isu-isu yang lahir membuat ummat menjadi kebakaran jenggot, kepayahan, terkadang bertindak ceroboh, yah… seperti tidak menerima si fulan di kebumikan di daerahnya karena stempel teroris padanya, para ortu yang melarang anaknya ikut masuk rohis di sekolah atau kampusnya pasca isu NII, dll. Yang penting menulis demi saudara se Aqidah yang mungkin butuh pencerahan, sharing, sdr yang sedang di ombang ambingkan isu-isu yang membuat Sabda Rasulullah terbukti kebenarannya dimana suatu saat nanti memeluk Islam bak memegang bara api, malu dengan Islam.

    Komentar:

    Ya, insya Allah kita akan istiqamah dalam bidang ini, dengan ijin dan pertolongan Allah. Fokus saya ialah pemberdayaan Ummat dan meluruskan kebatilan-kebatilan yang merusak/membahayakan kehidupan Ummat. Insya Allah. Secara perhitungan individu, ada keinginan untuk stop nge-blog. Tetapi secara dakwah, tantangan semakin berat, sehingga kontribusi di bidang ini semoga bermanfaat dan maqbul di sisi Allah. Amin ya Rabbal ‘alamiin. Syukran atas dukungan dan harapan Antum.

    Sependapat dengan Ustadz. Intinya adil menempatkan sesuatu pada tempatnya. Maksudnya, ada beberapa hal yang patut di dukung dan di benarkan secara Syar’i dari tindakan Syaikh ObL (Osama bin Ladin) dengan Al Qaidahnya seperti mengharamkan syi’ah, kebenaran Jihad Difa’i membela negeri kaum Muslimin yang di dzalimi, menghancurkan sovyet dan beberapa tambahan yang telah di tambahkan pada jawaban Ustadz dalam menjawab komentar akh @ Pertama. Termasuk seperti di Indonesia hingga tahun ’45 dapat dikatakan sebagai ladang Jihad Difa’i untuk mengenyahkan kufar hingga agresi militer kufar 1 & 2.

    Komentar: Ustadz M. Khatthat mengatakan, bahwa sebagai pejuang yang mati dalam rangka menghadapi kufar di Afghanistan, Usamah bin Ladin adalah seorang mujahid. Ya, kita sependapat itu. Setiap Muslim yang punya saham dalam Jihad Difa’i, membela kepentingan Ummat yang diagressi kaum kufar, mereka adalah mujahid, dan didoakan semoga SYAHID. Allahumma amin. [Sudah, titik sampai sisi. Tolong jangan diprovokasi lagi!].

    Bagaimana jika serangan ke wtc itu di lakukan oleh Al Qaidah di dorong atas dasar sesama saudara Muslimin yang mana persaudaraan Muslim tidak terikat batas teritorial seperti tubuh kita. Jadi dengan prinsip tersebut ketika Palestin, Iraq, Poso, Ambon, dll di dzolimi kaum kufar, salibis, dengan spontan melakukan aksi sehingga bukan karena alasan negrinya di serang dan melakukan aksi terhadap wtc+pentagon yang telah terjadi ya Ustadz? Apakah juga tidak dapat di jadikan alasan ya Ustadz?

    Komentar:

    Pertanyaan Antum ini amat sangat penting. Pertanyaan seperti ini layak diajukan, untuk memahami kebenaran yang lebih meyakinkan. Intinya, kalau kita bicara tentang “serangan balik” kita sebenarnya bicara tentang Jihad Fi Sabilillah. Harus dipahami oleh siapapun yang merindukan Jihad Fi Sabilillah secara Syar’i, bahwa amalan Jihad itu terikat oleh adab-adab, tidak bisa hantam kromo. Oleh sebab itu ia disebut Jihad Fi Sabilillah, artinya battle in Allah’s way. Jalan Allah itu beda dengan jalan syaitan, atau jalan hawa nafsu. Jalan Allah terikat oleh tuntunan Syar’i itu sendiri.

    Tidak setiap serangan militer ke kepentingan kaum kufar, dimanapun berada dianggap sebagai Jihad Fi Sabilillah. Jihad itu ada kondisi-kondisi yang membuat suatu tindakan bisa dimaknai sebagai Jihad Fi Sabilillah; dan ada kondisi lain yang meskipun kelihatannya seperti Jihad, tetapi secara hakiki bukan Jihad. Kata Nabi Saw, Jihad Fi Sabilillah adalah Jihad untuk menegakkan kalimah Allah (li i’lai kalimatillah). Adapun serangan militer, bahkan terjun di medan perang sekalipun kalau atas nama: nasionalisme, kegagahan, balas dendam, teror (menakut-nakuti), cari popularitas, dll. Itu tak dihitung sebagai Jihad. Di masa Nabi Saw ada orang2 yang sudah terbunuh dalam peperangan, tetapi tidak dianggap berjihad. Padahal itu perang di jaman Nabi, bahkan dipimpin Nabi Saw sendiri.

    Menurut saya, sebagian kawan-kawan dari kalangan aktivis Islam, mereka begitu dikuasai oleh dua hal: kemarahan besar atas kezhaliman kufar dan ambisi besar untuk cepat menghancurkan musuh. Lalu mereka tidak menyempurnakan Syariat Jihad itu dengan baik, sehingga hasilnya bukan barakah Jihad, tetapi fasad karena tindakan2 kekerasan yang salah. Ini sangat disayangkan sekali.

    Apakah kita tak boleh menyerang orang kufar, karena kezhaliman mereka di negeri-negeri Muslim?

    Jawabnya, tidak boleh dan boleh. Tidak boleh, jika serangan itu tidak menimbulkan kerugian berarti bagi kaum kufar dan bahkan serangan itu memicu serangan balik (kesekian kalinya) yang lebih besar ke kaum Muslimin. Apa gunanya kita menyerang kufar demi tujuan membela 5 orang yang terbunuh di Afghan, lalu mereka balik membunuh sejuta kaum Muslimin lainnya? Bukankah itu sama saja, serangan kecil kita itu berhasil membunuh sejuta kaum Muslimin?

    Serangan seperti itu BOLEH, dengan catatan: Telah disetujui oleh sebuah negara Islami, dan mereka bertanggung-jawab penuh atas serangan itu dan akibat-akibatnya. Jadi ada negara Islami yang bertanggung-jawab di baliknya; serangan itu dilakukan di negeri Muslim yang sedang diserang. Misalnya kekejaman kufar Amerika di Irak, maka mereka boleh diserang di Irak saja. Itu Jihad Fi Sabilillah dalam rangka menolong kaum Muslimin Irak; atau boleh menyerang sasaran di negeri musuh, asal dilakukan oleh pihak-pihak yang sedang diperangi oleh musuh itu. Misalnya, kaum kufar menyerang negara Afghan, maka warga negara Afghan boleh membalas menyerang kepentingan milik negara musuh, dengan alasan negara mereka telah diserang oleh musuh itu. Dulu di jaman penjajahan Belanda, pejuang2 Indonesia boleh menyerang kepentingan Belanda dimanapun, agar mereka segera angkat kaki dari negeri Indonesia. Dan serangan model terakhir ini dianggap sama dengan konflik politik antar dua negara.

    Buat saya ada kejanggalan dengan klaim-klaim Al Qaidah atas runtuhnya wtc. Membenarkan aksi wtc itu di lakukan oleh kelompok, pada hal pasca runtuhnya wtc banyak penelitian yang menyangsikan luluh lantaknya wtc di akibatkan oleh terjangan beberapa pesawat terbang dimana analisis itu datang dari kaum mereka sendiri termasuk Jerry D. Gray (muallaf). Apakah klaim membenarkan aksi itu oleh ObL dengan Al Qaidahnya untuk strategy menakut-nakuti musuh pada hal mereka (Al Qaidah) sama sekali tidak melakukan? Kalopun salah apa maksud klaim itu? Tapi akibat klaim itu menjadi sebaliknya? Tidakpun dengan klaim itu, pihak kufar kemungkinan besar juga melakukan invasi. Atau apa mungkin ada kerja sama (banyak analisir dalam artikel, buku-buku mengulas hubungan erat Syaikh ObL dgn bush) yang erat antara dua musuh bebuyutan (yg tampak) antara ObL dengan bush big family?


    Komentar:

    Sebagian aktivis Islam tidak bisa menerima asumsi atau analisis itu. Mereka berhujah: “Buat apa percaya analisis orang-orang kafir? Mengapa kita tidak percaya dengan analisis para Mujahidin sendiri?”

    Jawaban saya sederhana saja: “Buat apa percaya analisis Mujahidin kalau isinya sama dengan publikasi resmi yang dikeluarkan oleh Pemerintahan George Bush Cs? Itu justru merupakan kekalahan moral terbesar kaum Mujahidin kalau mereka ikut membenarkan kebohongan Bush -laknatullah ‘alaih wa alihi wa ashabihi ajma’in-. Mereka sudah kalah, dan bermain dalam opini yang diciptakan oleh musuh-musuh mereka sendiri.”

    Dan kalaupun klaim itu benar, kenapa pasca wtc hingga kini tidak ada sama sekali aksi yang spektakular dari tindakan Syaikh ObL dengan Al Qaidahnya? Apa karena runtuhnya wtc, dunia barat menerapkan kewaspadaan tingkat tinggi sehingga Syaikh ObL tidak mendapatkan celah? Bisa jadi klaim dari Osama adalah rekaman buatan dengan teknologi canggih? Dengan tujuan membuat perpecahan di kalangan sendiri kususnya dan masyarakat dunia yang mendukung Syaikh ObL umumnya. Karna nama Syaikh ObL begitu harum ketika kelompoknya sukses dengan Jihad mengenyahkan komunis sofyet sehingga barat otomatis yang tertolong dan sekaligus mengetahui dan melihat secara langsung musuh paling berbahaya bagi mereka berikutnya adalah JIHAD yang terjadi di zaman abad 20. Untuk meredam itu, barat membuat poin-poin utama sehingga menjadi catatan buruk buat Syaikh ObL dan Al Qaidahnya di mata yang pernah mendukungnya pra wtc.

    Komentar:

    Ya, itu tadi. Kalau klaim Usamah dan Al Qa’idah itu benar tentang WTC, mereka pasti akan meruntuhkan gedung2 tinggi lainnya di Inggris, Italia, Australia, Kanada, Perancis, dll yang merupakan sekutu Amerika. Bahkan prajurit Al Qa’idah akan menjadi profesor-pofesor perang yang diundang kemana-mana untuk melatih ahli-ahli strategi perang di seluruh dunia. Tetapi kenyataan seperti itu kan tak pernah terjadi. Malah kalau melihat aksi-aksi Al Qa’idah di Indonesia -jika bisa disebut demikian- ya sangat jauh dari kualitas operasi militer yang hebat. Jauh sekali.

    ‘Ala kulli haal, syukran jazakumullah atas komentar Antum. Semoga sharing ini bermanfaat bagi kita dan Ummat, khususnya bagi kawan-kawan para pejuang Islam yang komitmen dengan Jihad Fi Sabilillah. Semoga Allah menolong Ummat ini menghadapi berbagai cobaan yang tak mudah. Allahumma amin.

    AMW.

  38. pertama berkata:

    kepada al qaida, silakan memberikan penjelasannya, sehingga akan lebih jelas kesamaran2 yang ada..
    makasih..

  39. Amar Ma'ruf berkata:

    Benar Ustadz. Tentang penjelasan penyempurnaan adab-adab Jihad dalam rangka membela di jalan Allah.

    Jika Aku Berjihad

    Terus terang saya katakan, saya sempat bertepekur dengan penjelasan mengenai adab Jihad, karena andaikan saya ikut berjihad niscaya jihad saya itu tidak bakal mendapat barokah. Mungkin sebelum di ingatkan dengan penjelasan jawaban di atas saya masih termasuk ke dalam sebagian aktivis Islam (perorangan atau kelompok) yang masih di kuasai 2 hal yang Ustadz sebutkan di atas. Dan itu tepat sekali membongkar alasan saya “andaikan aku berjihad” dan “Kenapa Aku Mau Untuk Berjihad?”. Sehingga jawabannya, ya… yang 2 hal tadi masih menguasai benak saya hingga setelah membaca penjelasan di atas. Tapi 2 hal itu mesti tetap di tumbuhkan dari dalam dada setiap kaum Muslimin agar kepekaan dalam persaudaraan se Aqidah tetap terpelihara walau di manapun berada.

    Mengutip di atas, “. . . di masa Rasulullah Saw, ada orang2 yang sudah terbunuh dalam peperangan tetapi tidak di anggap berjihad . . . “, mengingatkan saya juga pada kisah sahabat Rasulullah Saw, di mana (seingat saya) pernah seorang sahabat Beliau, setiap selesai ikut berperang bersama Rasulullah, sahabat ini selalu saja bersedih. Bersedih bukan karena belum menemui syahidnya melainkan takut akan tercemarnya niat dan semangat Jihad yang baru selesai dalam setiap peperangan. Takut niatnya tercemar oleh keinginan nafsu seperti kegagahan, balas dendam, dll. Kurang lebih saya mendengarnya seperti itu. Mungkin yang tau dengan kisah sahabat itu bisa menuliskannya di sini, agar niat dan semangat jihad saudara2 kita bisa di capai sesuai dengan rel adab2 yang Syar’i.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: