Kembalilah Ke Jatidiri Partai Islam (Suara Seorang Simpatisan PKS)

 

Merindukan Partai Sejati…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Baru-baru ini ada sebuah komentar menarik dari seorang pembaca blog. Beliau yang menamakan dirinya sebagai “Simpatisan PKS” itu dengan amat sangat berharap, agar PKS kembali ke jatidiri sebagai Partai Islam, Partai Dakwah, Partai Kader, yang lebih komitmen kepada amar makruf nahi munkar. Bukan partai terbuka, atau partai nasioalis seperti saat ini.

Karena pentingnya masukan ini, dan sebagai bagian dari upaya memperbaiki keadaan Ummat, komentar itu saya muat dalam sebuah tulisan tersendiri. Ada sedikit perbaikan-perbaikan redaksional, tanpa keluar dari substansi tulisan yang dituju oleh penulisnya. Silakan disimak dan direnungkan!

Karena 3 orang adik saya anggota PKS maka kami ( 11 bersaudara ) bersama suami, istri dan anak-anak kami yg telah dewasa, semuanya menjadi simpatisan PKS.  Berbagai stiker dan atribut PKS kami tempel di jendela dan pintu rumah sebagai dukungan nyata kami kepada PKS. Namun belakangan ini kami terkejut dengan tingkah polah elit PKS yg memalukan dan semakin jauh dari harapan….

Sebut saja sikap berang Fahri Hamzah di TV ketika SBY memilih Boediono sbg Wapres-nya dan bukan kader PKS. Terlihat jelas sikap gila jabatan dan kekuasaan elit PKS disitu !!!, Lebih miris lagi manakala dalam berpolitik ternyata PKS tidak lagi berpegang kepada amar ma’ruf nahi munkar, melainkan kepada perhitungan untung rugi yang didapat melalui lobi-lobi politik !!!

Dan yang paling mengejutkan adalah manuver politik yang dilakukan oleh Anis Matta dan Mahfudz Siddiq yang membelokan haluan partai dari partai islam (partai kader) menjadi pertai terbuka !!! Luar biasanya kedua orang ini membuka pintu partai untuk dua tujuan, yaitu mempersilahkan siapa saja (dari agama apapun ) masuk ke PKS sekaligus mempersilahkan kader (bahkan pendiri PKS) yang masih mengiginkan PKS sebagai partai dakwah, partai Islam, atau partai kader, untuk keluar melalui pintu tersebut dan membentuk partai baru. Mendapat tantangan ini, para deklarator PK yang ingin melihat PKS tetap sebagai partai dakwah pun beramai-ramai keluar dari PKS (yang dulu bernama PK ) itu….

Sebagai simpatisan, kami jelas kecewa dengan sikap elit  PKS yang lebih memilih orang luar yang tidak jelas akhlaknya dibanding para deklarator yang sudah jelas visi, misi dan tekadnya dalam menegakkan Dinul islam. Sebagai masukan bagi PKS, daya tarik PKS bagi kami adalah jati dirinya sbg partai dakwah, partai kader, dan satu-satunya partai di Indonesia yg berani menyatakan diri sbg partai Islam.

Kini setelah PKS jadi partai terbuka (nasionalis ), daya tarik itu sudah hilang, pupus, bak debu tertiup angin. Tak ada lagi daya tarik PKS yg dapat memikat hati kami dg dijadikannya PKS sbg partai terbuka, maka ia sudah tak ada beda sama sekali dg PDIP, GOLKAR, maupun Demokrat. Kalaupun ada bedanya maka itu hanya ada pada anggotanya dimana semua partai nasionalis itu anggotanya tahu kalau partainya adalah partai nasionalis; sedangkan anggota PKS tidak tahu kalau partai mereka sekarang adalah partai nasionalis juga; mereka tidak tahu kalau mereka sekarang layak disebut sbg Kaum Nasionalis !!!

Harapan kami sekeluarga, semoga PKS kembali ke jalan yg benar sbg Partai Dakwah, Partai Kader, atau Partai Islam. Dan jika harapan ini tidak terkabul, maka mohon maaf keluarga besar kami plus keluarga besar istri dan anak kami terpaksa mengucapkan….”Bye bye PKS!!!” Sekaligus mengucapkan selamat datang partai nasionalis baru yaitu PKS yg sekarang di percaturan politik tanah air. Angkatlah bendera Nasionalismemu tinggi-tinggi dg penuh kebanggaan dan jangan malu untuk mengucap, “Aku bangga dg Partai Nasionalis PKS ku !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!”
Dan kami pun akan menyambut dg ucapan …” Selamat berjuang sendiri, wahai kaum Nasionalis !!!!!!”

BUAT SEMUA KADER “PKS”

Sebelum kami benar-benar meninggalkan PKS, ada baiknya kami sampaikan harapan terakhir kami ini, yaitu: “Jika PKS ingin mendapatkan kembali simpati dan suara kami di Pemilu yang akan datang , maka tak ada cara lain kecuali mengembalikan PKS sbg Partai Islam, Partai Kader, atau Partai dakwah yang berani menegakkan amar ma’ruf nahi munkar berdasar Al Qur’an dan Sunnah Rasul. Bukannya menimbang segala sesuatu berdasarkan perhitungan untung rugi melalui lobi-lobi politik seperti yg belakangan ini sering dilakukan oleh elite PKS dg begitu terbuka (bahkan telanjang) di mata kami para simpatisan PKS (yang bagi kader PKS sendiri mungkin tidak terlihat ).”

Sampaikan harapan kami ini kepada elite kalian!  Sampaikan kriteria partai yg akan kami pilih di Pemilu yg akan datang ini, yaitu PKS spt yg dulu, yg penuh pesona, yg tidak tergiur oleh harta, tahta dan jabatan…. Kami menginginkan kader yg santun tutur budi bahasanya (tidak spt Fahri Hamzah yg mengumbar emosi ketika SBY memilih Boediono jadi Wapres-nya ). Kami rindu PKS spt PK dulu…. idealis, ruhamma, Islami, santun, tidak gila jabatan !!! Kami rindu akan sikap kader PKS di tingkat paling bawah yg begitu sopan santun dan bersikap lemah lembut, jauh dari kalimat-kalimat kotor dan caci maki antar sesama muslim, apalagi sesama kader PKS.

Sekarang segalanya bergantung kepada sikap para kader PKS sendiri…. Jika tetap memerlukan dukungan keluarga besar kami dan keluarga besar suami dan istri kami, maka syaratnya adalah kembalikan PKS sbg Partai Islam, Partai dakwah atau Partai Kader…. Tapi jika tidak memerlukan dukungan simpatisan dan hanya ingin mengeandalkan suara dari anggota atau kader PKS sendir maka monggoooo… Silahkan pertahankan PKS sebagai Partai terbuka alias Partai Nasionalis … dan dengan legowo kami pun akan dengan enteng mengucapkan…Bye Partai Nasionalis PKS…..
Sampaikan masukan ini kepada elite PKS yg sekarang memegang kendali Partai (banyak teman saya yg juga simpatisan PKS yg mengambil sikap seperti saya, maka jangan kaget jika PKS tetap ngotot jadi Partai Nasionalis suaranya akan jauh merosot, bahkan habis di Pemilu yg akan datang… Gak percaya ?? Monggooo, pertahankan saja PKS sbg Partai Nasionalis dan kita lihat buktinya di Pemilu mendatang…). [Selesai].

Dalam komentar di atas ada kalimat yang sangat penting direnungkan. “Jika tetap memerlukan dukungan keluarga besar kami dan keluarga besar suami dan istri kami, maka syaratnya adalah kembalikan PKS sbg Partai Islam, Partai dakwah atau Partai Kader….” Kalimat ini amat penting.

Kalau bicara politik secara riil, tentu jumlah dukungan dari sebuah keluarga, tidak mencukupi untuk memenangkan sebuah partai atau mengalahkannya. Karena untuk mendapat 1 kursi anggota DPR di suatu provinsi bisa dibutuhkan jumlah pemilih sekitar 500 ribuan. Sebuah jumlah yang tidak kecil.

Tapi di balik ungkapan itu ada suatu MAKNA yang sangat mengharukan, yaitu kerinduan hati sebuah keluarga Muslim kepada partai Islam, partai dakwah, yang komitmen dengan ajaran Islam dan amar makruf nahi munkar. Begitu besarnya kerinduan itu, sampai menjadikan dukungan keluarga sebagai “bargaining”. Siapa tahu akan dipedulikan oleh elit-elit PKS.

Masya Allah, itulah kesungguhan yang sangat berharga. Semoga Allah menerima amal dan komitmen seperti itu. Amin. Sebab Nabi Saw mengatakan, “Li kulli imri’in maa nawa” (bagi setiap orang mendapat pahala sesuai apa yang dia niatkan).

(Politische).

Iklan

25 Responses to Kembalilah Ke Jatidiri Partai Islam (Suara Seorang Simpatisan PKS)

  1. uta berkata:

    ya. ane juga merupakan salah seorang simpatisan yg sedih dan kecewa atas “kengawuran” PKS ini.

    Padahal banyak sangat harapan ane atas partai ini. Yg mana awalnya ane sudah tidak ada harapan pada parpol tapi ketika tau ada partai seperti ini ane jadi jatuh cinta. tapi pada akhir ini (3 tahun ini) sudah sangat ngawur. maka ane pun juga sudah nyatakan Bye terhadap PKS. sama saja ternyata.

    dari cinta menjadi benci. dan benci akan hilang jika kembali ke khittah semula. insya Allah…

  2. Lukman Mubarok berkata:

    Justru PKS sekarang lebih islami. Nyatanya yang pada ngaji liqo tambah banyak aja tuh. Bangunan markaz dakwah juga tambah mentereng. Cuma satu kekurangannya, perilaku kadernya ngawur. Itu ajah yah… … Bye… Bye…

  3. anas berkata:

    saya pernah dengar dari seorang kader, bhw kelakuan pks sekarang ini hanya taktik belaka, dan juga orang pks senang dengan kata2 seniman kondang bapak ainun najib, bhw pks sekarang sedang menyamar/mendeteksi/intelejen untuk masuk ke rumitnya kekuasaan politik, dan tujuan akhirnya nantinya juga ingin menerapkan syariat islam, dan ini katanya hidden agenda, begitulah yg sekarang dipahami oleh kader2 pks yg sejati……..

  4. Lukman Mubarok berkata:

    @anas, hidden agenda itu hanya bagi konseptor, nggak mungkin mata telanjang melihat semut di seberang pulau

  5. Al Fadhli berkata:

    Ada info Badan Khusus Kepanduan PKS dilatih Densus 88…

  6. abufarah berkata:

    Wahai saudaraku,jikalau engkau masih merindukan Alqur’an dan Assunnah menjadi panduan hidupmu,maka berlepas dirilah dari agama demokrasi, dimana kalian berpartai menjadi anshourutoghut dan menjadi pendukung2 hukum kafir.
    Dari Abu farah (kader PK dulu.)

  7. agha berkata:

    lumayan masih mengaku… sudalah!!! blog ini jelas ingin merusak persaudaraan islam. Terkutuklah orang yang memusuhi umat islam, menjelekan organisasi islam dan suka memfitnah partai islam…

  8. alyfaza berkata:

    biasalah…..orang yang cuma tahu kulit durian……pasti dengan tegas mengatakan DURIAN ITU TIDAK ENAK…..
    begitulah pemilik blog ini……sayangnya dia justru menjadi pelopor gerakan fitnah dan ia mendapatkan dosa atas dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun.
    mudahan Allah SWT melembutkan hati-hati kalian dan semoga kalian termasuk dalam golongan orang-orang yang selalu mensucikan dirinya.

  9. arif berkata:

    semakin banyak kader partai PKS terjerat hukum karena korupsi menjadi bukti nyata bahwa PKS telah mengikuti dengan takzim Partai Nasionalis Korup sekuler.
    langkah politik diambil bukan demi kemaslahatan ummat tapi untuk mendapat kursi. saya dulu kader pks tapi sekarang out. karena partai ini kehilangan RUH.

  10. hamba Allah berkata:

    Ihdinash-shiraathal mustaqiim..
    Semoga Allah menunjukkan yang benar itu benar, yang salah itu salah..
    dan tetap bersiap-siagalah di perbatasan negerimu..

  11. hamba Allah berkata:

    lumayan masih mengaku kader pk… sudalah!!! blog ini jelas ingin merusak persaudaraan islam. Terkutuklah orang yang memusuhi umat islam, menjelekan organisasi islam dan suka memfitnah partai islam…kalau negeri ini dipimpin partai zalim, nangis nagis deh

  12. pengamat dia berkata:

    tetap bersiap-siagalah, kenapa ya si ‘dia’ memfitnah, memusuhi kader p..s, berarti hatinya kotor tuhhh..kalau bisa jngan di tanggapi dah, ga habis habis kalau ‘dia’ ditanggapi, bikin web,comment pasti kebencian kepada kader liqoan. kenapa sih ‘dia’ ga komentarin yang maksiat maksiat aja. kenapa malah orang baik di hasut terus…mendingan berdamai bro..bersiap siagalah

  13. abisyakir berkata:

    @ Hamba Allah…

    blog ini jelas ingin merusak persaudaraan islam.

    Respon: Inna lillahi wa inna ilaihi ra’jiun. Orang mau berbuat baik, malah dituduh “merusak persaudaraan”. Coba kalau kemungkaran yang ada dibiarkan, kaum Muslimin seluruhnya akan hidup di bawah jahiliyyah. Itu sama dengan membunuh agama.

    Terkutuklah orang yang memusuhi umat islam, menjelekan organisasi islam dan suka memfitnah partai islam…kalau negeri ini dipimpin partai zalim, nangis nagis deh

    Respon: Bagaimana dengan orang-orang yang menjual nama Islam untuk mencari keuntungan duniawi? Apakah yang semodel itu juga masuk bagian doa Anda?

    Coba Anda buktikan, bahwa kami menjelek-jelekkan partai Islam, memfitnah partai Islam? Coba Anda buktikan, apakah PKS merupakan partai Islam?

    AMW.

  14. amri berkata:

    wahai para kader…, jangan terlalu fanatik sehingga membuat anda buta.

  15. rindu Rasul berkata:

    wahai para kader, apalagi yang masih level kader mula, nggak tahu apa yang terjadi di jenjang di atasnya. jujur kami akui, kami dulu masuk PK karena semangat beragama sedang melejit, namun ketika memasuki pk benar-benar dan dibai’at sebagai ikhwanul muslimin dan mengikuti sepak terjang partai di internal, subhanallah kelompok ini hanya terfokus pada bagaimana agar meraih kekuasaan, katanya jika sudah memiliki kekuasaan maka akan dapat dengan mudah menegakkan syariat Islam, ini omong kosong bro. contoh paling sederhana, kader akhwat yang masuk di wilayah publik (jadi pns dsb) bukannya mengajak orang-orang banyak ikut berjilbab besar, justru mereka beramai-ramai memendekkan jilbabnya. katanya biar lebih banyak pengikut, ini aam jamahiri …astagfirullah. juga ikhwannya semakin banyak yang sudah tak berjenggot dan memanjangkan celananya. bagaimana mencintai syariat Islam, ketika semakin banyak pendukung kok malah ciri ke-islaman semakin terkikis. saya juga dulu pencinta nasyid namun anehnya di acara2 pks sekarang justru mengundang grup band yang personilnya bisa ditebak, kalo ada cewek maka tidak menutup aurat. bagaimana ini saudara2, apakah ini semua trik???? apakah trik harus meninggalkan syariat Islam itu sendiri. na’udzubillah. wahai saudara2ku yang masih kader awal, sebelum menyesal kemudian segeralah pelajari betul2, yang kita cari adalah bagaimana kita ber-islam dengan benar, sebagaimana Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ajarkan. kita tidak di tanya nanti di yawmil mahsyar apa partai anda, tapi sampai di mana kita belajar dien Islam ini untuk mengamalkan hanya yang jeals ada perintah saja

  16. mantan simpatisan PKS berkata:

    Kader PKS level cabang dan ranting, apalagi simpatisannya mungkin banyak yang belum tau atau tidak diberi tau oleh pimpinanan diatasnya ( yg sengaja menyembunyikannya ) bahwa PKS sekarang bukan lagi partai islam melainkan partai terbuka atau partai Nasional ( hasil munas II di Bali ), akibatnya…. para pendiri PK ( yg sekarang jadi PKS ) pun marah besar dan menuntut partai ini dikembalikan pada rel nya semula sebagai partai islam, partai dakwah dan partai kader. kemarahan ini ditanggapi dingin oleh mahfudz sidik dengan dan anis matta dengan pernyataanya yg sangat mengejutkan yaitu… bagi yang tetap menginginkan PKS sebagai partai dakwah, partai kader dan partai islam silakan keluar dari PKS dan bikin partai baru ( gilaaaa !!!!!!!!!! ) , akibatnya ? menerima tantangan ini maka lebih dari 50 deklarator PKS pun langsung menyatakan berlepas diri dari partai yang mereka cita-citakan, dirikan dan besarkan dengan susah payah ini dan kembali ke asalnya sebagai juru dakwah dari masjid ke masjid, dari kampung ke kampung dari kampus ke kampus , dst, dst…., hal inipun kemudian di ikuti oleh ribuan kader mereka masing-masing….., dan jumlah mereka yang ” kembali ke jalan yang benar ” inipun semakin hari semakin bertambah banyak…., dampaknya ? hari ini kader PKS keok atau kalah mutlak pada pilgub DKI !!!, mengapa ? sebab kader yang di usir oleh mahfudz dan anis itu kan punya suami, punya istri, punya anak dan sanak keluarga yg bersimpati dan beramai-ramai ikut-ikutan tidak memilh PKS dalam pilgub ini….. ( ini bukti nyata bukan fitnah !!!!! ) , kalau PKS ingin kembali dicintai dan didukung……maka tak ada jalan lain…. Kembalikan partai ini sebagai partai islam, partai dakwah dan partai kader !!!! ini harga mati !!!!
    wahai para kader PKS….. sampaikan masukan ini ( bukan fitnah dan cacian ) ini pada pimpinan dan elite partaimu tentang persyaratan untuk mendapatkan dukungan dan simpati kembali dari kami….mantan simpatisan PKS !!!!!
    Percayalah…. jumlah kami akan berlipat ganda setiap harinya jika tuntutan ini tidak dipenuhi maka jangan kaget kalau pada pemilu 2014 nanti suara PKS tinggal suara anggotanya saja tanpa tambahhan suara kami mantan simpatisanmu yang tak rela PKS dijjadikan partai Nasionalis, partai terbuka !!!

  17. ikhwan sejati berkata:

    TANTANGAN BUAT KADER PKS

    Bagi kader PKS yg belum percaya kalau PKS sudah bukan partai islam lagi ( hasil munas II PKS di Bali ) dan kalian cuma dimanfa’atkan oleh elit partai ini untuk berebut kekuasaan, silahkan kalian renungkan kenyataan berikut ini…..
    1. Jika benar PKS hanya pura-pura jadi partai nasionalis sbg strategi semata lalu mengapa para pendiri PK ( 50 orang lebih ) yg mati-matian ingin mempertahankan partai ini sebagai partai islam, partai kader dan partai dakwah diusir dari PKS oleh para elitnya sekarang ?????
    2. Jika segala keputusan PKS berdasarkan kebenaran Qur’an dan Sunnah bukannya karena maruk akan kekuasaan semata, lalu mengapa pendiriannya dpt dirubah dgn deal-deal politik berupa tukar suara kadernya dgn jabatan di pemerintahan ?????
    3. Jika benar PKS mengedepankan amar ma’ruf nahi munkar lalu mengapa ( dikalangan elit ), siapapun yg berani menegur dan mengingatkan pimpinannya lantas dikucilkan bahkan di cap sbg penghianat partai dimana siapapun kader lain yg berani berhubunan dgn nya akan juga dikenai sangsi yg sama… dikucilkan dan di cap sbg penghianat ????????
    4. jika benar PKS mengusung keadilan, lalu mengapa berlaku tak adil thd kadernya sendiri yakni bersikap sangat berani dan tegas kpd kader biasa namun bersikap lemah lembut bahkan takut thd Adang Dorojatun dan Nunun yg jelas-jelas telah melanggar pantangan terbesar PKS yaitu melakukan tindak ?????????? ( semua tau kan maksudnya ? ) , bahkan nampak terkesan melindunginya !!!!!!
    5. Jika PKS adalah partai yg kritis, lalu mengapa kadernya tak ada yg berani bersikap kritis thd para elitnya ( eh ma’af….lupa…, yg kritis-kritis kan udah pada diusir , dikucilkan dan di cap sbg penghianat partai…., ada yg mau nyusul di cap penghianat partai gak Ya ?, coba aja kritisin elitnya…kalo berani lho… ) ?????

    Saya percaya bahwa semua kader PKS adalah orang yg berpendidikan, sayangnya taklid buta telah menyebabkan sikap kritisnya thd berbagai penyimpangan yg dilakukan oleh elitnya tidak terlihat sedikitpun shg apapun yg mereka ucapkan ditelan bulat-bulat sbg kebenaran, padahal kenyataannya semuanya adalah bohong besar…., kasus dikucilkan dan diusirnya ( bahasa halusnya diminta mengundurkan diri ) para deklarator dan kader yg berani mengkritisi kebijakan elite PKS yg menyimpang dari cita-cita awal didirikannya paratai ini ( dulu bernama PK ), yg oleh para elit itu diinformasikan kebawahnya sbg penghianat dan perongrong partai…..Astaghfirrullaahaladziiiiiiiiim !!!!!

    Wahai para kader PKS yg memiliki hati, nurani dan akal fikiran yg sehat, cobalah kalian renungkan dan cari jawaban atas beberapa pertanyaan diatas dgn terlebih membuka hati kalian thd kebenaran diawali dgn ta’awudz dan bismillaah shg kebenaran yg selama ini tertutupi oleh taklid buta itu akan kalian dapatkan….aaamiiiiiiiin !!!!

    Saya cuma mantan simpatisan PKS (bukan kader) shg dpt melihat dgn jelas berbagai penyimpangan elite PKS namun tak dpt berbuat apa-apa , ditangan kalianlah para kader PKS masa depan partai ini, kalianlah yg dapat dan punya hak utk memperbaiki dan meluruskan kembali rel partai yg telah menyimpang jauh dari tujuan para pendirinya itu…….

    Adalah sangat memalukan ketika PKS mengusulkan persatuan partai-partai islam maka dgn tegas para petinggi PPP menolaknya dgn menyebut…..PPP tak dpt menerima usulan ini karena PKS bukan Partai Islam !!!!

    Semoga segala apa yg selama ini dianggap fitnah dan upaya memecah belah oleh para kader PKS akan terjawab dgn sendirinya melalui jawaban jujur atas beberapa pertanyaan diatas………

  18. ADK berkata:

    Wallahualam..

    Meskipun begitu, ini adalah tugas kita untuk memperbaikinya.. Saya belajar dan mengenal Islam di Tarbiyah. Dan tugas saya untuk memperbaiki ketimpangan-ketimpangan yang terjadi, dan melencengnya tujuan awal dari PKS..

    PKS (Partai Islam terbaik saat ini bila dibandingkan partai Islam lainnya)

  19. Bang Uddin berkata:

    Itulah bedanya antara berpolitik dan bersiyasah. Dalam konsep Islam, yang dipakai itu adalah konsep ‘siyasah’, bukan ‘berpolitik’. Parpol Islam yang sekarang menjadi elit di pusat-pusat kekuasaan itu, kayaknya lebih berorientasi kepada pendekatan politik, dan jarang yang mau memakai lagi pendekatan ‘siasah’ itu.

  20. Ayana berkata:

    Ya اَللّهُ , apakah yg sekarang terjadi di PKS (kasus impor daging) adalah hasil dari smua yg dijabarin di bawah ya 😦 …
    Kalau ini peringatan masih Alhamdulillah terjadi di dunia bukan akhirat. Sedangkan kalau ternyata cobaan Insya اَللّهُ kalo memang mereka benar pasti bisa dilaluin dengan baik.

  21. mantan kader berkata:

    pks adalah agenda masa lalu
    good bye pks

  22. Petani Karet berkata:

    Sesama islam aja kok gak akur to,

  23. Derasip Duwur berkata:

    Sepertinya banyak takfiri wahabi yang memanfaatkan PKS setelah PKS populer, makanya membuat PKS jadi garang dan tidak lagi santun serta toleran, lihat website2 PKS , spt piyungan dll, banding dengan website wahabi mirip dan mirip, waktunya PKS bersih2 diri

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: