Fitnah Kekafiran

Bismillahirrahmaanirrahiim.

ISTIQAMAH: Berpegang Tali Agama Allah!

Salah satu fitnah dalam kehidupan kaum Muslimin, ialah eksistensi kaum kufar yang selalu mengganggu, memfitnah, mengadu-domba, melemahkan, serta merusak kehidupan Ummat ini.

Fitnah-fitnah yang keluar dari amal-amal buruk kaum kufar tentu menjadi beban dan tantangan tidak ringan bagi hamba-hamba Allah yang beriman ikhlas kepada-Nya. Namun di sisi lain, amal-amal buruk kaum kufar itu menjadi sumber amal bagi kita. Tanpa adanya makar atau tipu daya kaum kufar, mungkin kita tak akan memiliki amal-amal berarti. Wallahu A’lam.

Dalam Al Qur’an, kaum kufar digambarkan dengan sangat jelas. Mereka adalah rendah, hina, tidak berakal, keji, serta penuh kelicikan. Gambaran semacam ini membuat kaum kufar bekerja sangat keras untuk membelokkan arah tafsir Al Qur’an ke gambaran-gambaran yang mereka inginkan. Nah, itulah gerakan Liberaliyah yang pada hakikatnya merupakan gerakan kekufuran, seperti gerakan misionaris Kristen, Ahmadiyyah, Freemasonry, Black Satanic, dll.

Berikut ini beberapa gambaran khas Al Qur’an seputar kekafiran dan para ahlinya:

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا وَمَاتُوا وَهُمْ كُفَّارٌ أُولَئِكَ عَلَيْهِمْ لَعْنَةُ اللّهِ وَالْمَلآئِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (*) خَالِدِينَ فِيهَا لاَ يُخَفَّفُ عَنْهُمُ الْعَذَابُ وَلاَ هُمْ يُنظَرُونَ

“Sesungguhnya, orang-orang kafir dan mereka mati dalam keadaan kufur, mereka mendapat laknat Allah, laknat para Malaikat, dan laknat manusia seluruhnya. Mereka kekal di dalamnya, dan tidak diringankan siksa atas mereka dan mereka pun tidak diberi waktu tangguh.” (Al Baqarah: 161-162).

وَلَـكِن مَّن شَرَحَ بِالْكُفْرِ صَدْرًا فَعَلَيْهِمْ غَضَبٌ مِّنَ اللّهِ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ (*) ذَلِكَ بِأَنَّهُمُ اسْتَحَبُّواْ الْحَيَاةَ الْدُّنْيَا عَلَى الآخِرَةِ وَأَنَّ اللّهَ لاَ يَهْدِي الْقَوْمَ الْكَافِرِينَ

“Akan tetapi siapa yang melapangkan dadanya kepada kekafiran, bagi mereka kemurkaan Allah, dan mereka mendapat adzab yang dahsyat. Yang demikian itu karena mereka lebih mencintai dunia daripada kehidupan Akhirat, dan Allah tidak memberi petunjuk orang-orang kafir.” (Al Nahl: 106-107).

أُولَئِكَ الَّذِينَ كَفَرُوا بِآيَاتِ رَبِّهِمْ وَلِقَائِهِ فَحَبِطَتْ أَعْمَالُهُمْ فَلَا نُقِيمُ لَهُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَزْنًا

“Mereka itulah orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Rabb mereka dan perjumpaan dengan-Nya, maka lenyaplah amal-amal mereka, dan kelak di Akhirat (amal mereka) tidak ditimbang sama sekali.” (Al Kahfi: 105).

وَالَّذِينَ كَفَرُوا يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الْأَنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَّهُمْ

“Dan orang-orang yang kafir itu, mereka makan seperti binatang ternak makan, maka neraka lah tempat kembali mereka.” (Muhammad: 12).

وَلِلَّذِينَ كَفَرُوا بِرَبِّهِمْ عَذَابُ جَهَنَّمَ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Dan orang-orang yang kafir kepada Rabb mereka, baginya adzab Jahannam, dan itulah seburuk-buruk tempat kembali.” (Al Mulk: 6).

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ وَالْمُشْرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَالِدِينَ فِيهَا أُوْلَئِكَ هُمْ شَرُّ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya, orang-orang kafir dari kalangan Ahli Kitab dan orang-orang musyrik, mereka kekal di neraka Jahannam. Mereka itulah seburuk-buruk makluk.” (Al Baiyinah: 6).

Demikianlah, sangat jelas betapa Al Qur’an mensifati orang-orang kafir dengan: laknat, siksa pedih, kemurkaan Allah, tidak ada ampunan, tidak ada hidayah, seperti binatang ternak, kekal di Jahannam, merupakan seburuk-buruk makluk, dll. Kalau membaca cara Al Qur’an mensifati kaum Yahudi, wah lebih perih lagi.

Kalau suatu saat kita berhadapan dengan orang-orang JIL (Jaringan Insan Liberal). Tidak usah berdebat panjang-lebar dengan mereka. Cukup mereka suruh mendengar hinaan-hinaan Al Qur’an terhadap orang-orang kafir ini. Kalau mereka sanggup mendengar selama 5 menit, itu sudah hebat. Itulah salah satu bentuk mukjizat Al Qur’an. Ayat-ayatnya terasa perih menimpa telinga orang-orang kufar.

Singkat kata, karakter orang kafir yang keji, sadis, pembantai, licik, zhalim, pengecut, dan lain-lain; semua itu bukanlah sesuatu yang ANEH. Al Qur’an dengan jelas sudah menggambarkan hal itu. Apa yang disitir disini sangatlah sedikit dibandingkan penyifatan Al Qur’an secara lengkap tentang mereka.

Selanjutnya, mari kita lihat perilaku kaum kufar dalam fakta-fakta kehidupan selama ini. Fakta-fakta ini insya Allah lebih menjelaskan, betapa kejinya kekufuran dan orang-orang yang berada di atasnya.

[1]. Amerika melalui CIA pernah menjatuhkan Soekarno, lalu kemudian mengangkat Soeharto sebagai penggantinya. Pada tahun 1998, kembali Amerika menjatuhkan Soeharto karena dianggap sudah tidak bisa diatur lagi.

[2]. Soeharto pernah bersikeras akan menerapkan sistem CBS untuk menyelamatkan Indonesia dari krisis moneter, tahun 1997. Tetapi Presiden Amerika, Kanselir Jerman, IMF, dan lain-lain mengancam Pak Harto tidak akan mendapat bantuan IMF sebesar US$ 43 miliar. Pak Harto dipaksa menerima konsep IMF, dan ini adalah awal petaka kehancuran ekonomi Indonesia sampai saat ini. Belakangan, mantan Direktur IMF, mengklaim merekalah yang berhasil meruntuhkan Soeharto.

[3]. Soedradjat Djiwandono, mantan Gubernur BI, berakidah kafir. Dia menentang keras ide Soeharto membentuk dewan kurs (CBS). Katanya, cadangan devisa Indonesia tak cukup untuk mem-back up ide CBS tersebut. Tetapi kemudian, Bank Indonesia, institusi yang dipimpin Soedradjat Djiwandono itu malah mengeluarkan kebijakan BLBI sehingga merampok uang negara senilai sekitar 500-600 triliun. Uang itu banyak dibawa kabur ke luar negeri orang para pengusaha keturunan China yang notabene kafir juga.

[4]. Agen-agen Inggris dan Perancis pernah aktif memprovokasi Saddam Husain, agar menyerang Kuwait, dengan alasan minyak milik Irak disedot oleh Kuwait lewat jaringan pipa bawah tanah. Karena terus diprovokasi, Irak pun mencaplok Kuwait untuk beberapa lama. Ketika Irak menyerang Kuwait, Inggris dan Perancis cuci-tangan. Dari arah lain, negeri kafir yang lain, yaitu Amerika, sudah bersiap-siap menghajar Irak dengan ribuan ton rudal. Untuk membiayai perang itu, Amerika memaksa Kuwait, Saudi, Irak, dan lainnya untuk memikul biaya perang.

[5]. Tanggal 11 September 2001, Amerika dan Israel merancang serangan teror ke WTC. Ini adalah serangan yang mereka rancang sendiri. Karena bukti-bukti yang ada menunjukkan hal itu. Namun George Bush segera menimpakan kesalahan kepada kaum Muslimin, khususnya aktivis-aktivis Islam yang mereka sebut sebagai “teroris”. Akibat peristiwa WTC ini: Afghanistan dan Irak diserang Amerika, ribuan aktivis Islam ditangkap, disiksa, lalu dipenjara di penjara-penjara “neraka dunia” seperti Guantanamo, Beghram, Abu Ghraib, dll; jaringan dakwah, sosial, dan pendanaan kaum Muslimin seluruh dunia diblokir oleh kaum kufar itu, padahal disana ada hak yatim-piatu, fakir-miskin, pelajar Muslim, pembangunan masjid, pembangunan rumah sakit, dll. Amerika yang membuat WTC, mereka pula yang menyerang kaum Muslimin.

[6]. Tahun 2003 Irak untuk kedua kalinya diserang oleh Amerika dan Sekutu. Alasannya, Irak punya senjata pemusnah massal. Belakangan terbukti, alasan itu bohong semata. Meskipun bohong, tidak otomatis Amerika mau angkat kaki dari Irak. Begitu pula setelah Usamah bin Ladin dinyatakan tewas, Amerika juga belum angkat kaki dari Afghanistan. Mereka terus membuat rusuh di negeri Muslim itu.

[7]. Amerika dan Eropa selama abad 20 intens mendukung regim-regim tangan besi di Mesir, Tunisia, Syria, Libya, Irak, dan lainnya. Tetapi ketika regim-regim itu sudah tak bisa diatur, atau tidak berguna, mereka disingkirkan dengan alasan “demokratisasi”. Demokrasi menjadi senjata bagi Amerika Cs untuk menyingkirkan pemimpin-pemimpin yang tidak mau menjadi budak (slaves) mereka.

[8]. Proses perubahan politik di Libya, Yaman, dan Syria, tidak semudah proses di Mesir dan Tunisia. Padahal Amerika dan Eropa -melalui jaringan informasi Aljazeera, Al ‘Arabiyyah, dll.- sangat menginginkan agar di ketiga negara itu segera menyusul Mesir dan Tunisia. Kalau semua negara Arab berhasil di-demokratisasi-kan seperti Amerika sukses men-demokratisasi-kan Indonesia, dijamin negara-negara itu akan hancur, menyusul Indonesia. Karena pemimpin Libya, Yaman, dan Syria tidak mudah didikte, dengan tanpa malu-malu, baik Obama, Perancis, Jerman, Itali, juga Turki ikut-ikutan, mendesak agar pemimpin di negeri itu segera lengser saja. Sangat memalukan!!! Sangat jelas sekali, tujuan mereka adalah menggulingkan pemimpin-pemimpin itu melalui demo rakyat. Seharusnya, mereka diam diri saja, biarkan rakyat masing-masing negara menentukan kehidupannya sendiri.

[9]. Amerika dan Eropa adalah contoh negara-negara munafik. Ketika regim otoriter di negara Arab, Asia, atau Afrika sedang berjaya, mereka persilakan regim-regim itu menumpuk kekayaan di negeri mereka dalam bentuk properti, saham perusahaan, atau simpanan uang dan emas. Tetapi ketika regim-regim itu jatuh secara politik, mereka pura-pura menolong negara asal regim otoriter itu dengan langkah memblokir kekayaan regim otoriter. Padahal dengan cara itu, mereka ingin menguasai kekayaan itu secara utuh, tanpa bisa diambil lagi oleh negara asal pemimpin otoriter. Sebagai catatan, kekayaan milik Ferdinand Marcos asal Filipina, sampai saat ini tidak bisa dicairkan oleh negaranya. Begitu juga kekayaan asal Indonesia yang dikenal dengan istilah “dana revolusi”. Masih nangkring di Swiss sana.

[10]. Dalam konferensi seputar global climate change di Bali, negara-negara industri maju di Amerika, Asia, dan Eropa mendesak supaya Indonesia menjaga dengan baik hutan tropis, karena ia dianggap sebagai paru-paru dunia. Kalau perlu, pembalakan liar diberi sanksi berat. Tetapi ketika Indonesia meminta bantuan dana untuk pemeliharaan hutan-hutan itu, Pemerintah Amerika menolak tegas. “Soal pemeliharaan hutan, itu masalah Anda sendiri. Kalau soal terorisme, itu masalah bersama. Kami bersedia membantu.” Begitu alasan utusan dari Amerika itu.

[11]. Kalau ada seorang warga Amerika mati terbunuh di sebuah negara Muslim, Amerika bisa segera menetapkan sanksi keras ke negara itu. Tetapi kalau ada jutaan Muslim dibantai senjata-senjata NATO dan Israel, Amerika Cs pura-pura tidak tahu. Kalau ada satu tentara Israel tewas, Amerika mendukung Israel melakukan balasan. Tetapi kalau ada pejuan Hamas dan lainnya terbunuh, itu dianggap sebagai “pembunuhan tersangka teroris”.

Dan masih sangat banyak fakta-fakta mengerikan seputar kekejian karakter kaum kufar. Sangat keji, licik, kejam, dan tidak bisa terlukiskan dengan kata-kata. Apa yang disebutkan Al Qur’an dan As Sunnah, tidaklah mengada-ada. Semua itu benar dan valid! Maha Suci Allah dengan segala Firman-Nya.

Lewat tulisan seperti ini, kami hendak mengingatkan kaum Muslimin, bahwa karakter kaum kufar memang seperti itu. Tentu saja, berhati-hatilah kepada mereka; tingkatkan selalu kewaspadaan dan kecermatan; karena kita tidak tahu makar apa lagi yang sedang dirancang di otak-otak mereka.

Jangan gentar menghadapi kaum kufar, baik yang sudah nyata-nyata kufar, atau menyembunyikan kekufuran di balik identitas Muslim. Dalam Al Qur’an disebutkan, “Wa makaru wa makarallah, wallahul khairul makirin” (orang-orang kufar itu membuat makar, dan Allah pun membuat makar untuk mereka, dan Allah adalah sebaik-baik pembalas makar). Kalau kita berdiri kokoh di atas Tauhid dan Sunnah, makar orang-orang kufar itu akan Allah hancurkan berkeping-keping. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

Dan jangan lupa untuk selalu berdoa, “Hasbunallah wa Ni’mal Wakil, Ni’mal Maula wa Ni’man Nashir” (cukuplah Allah sebagai sebaik-baik Wakil kami, Dialah sebaik-baik Pelindung dan Penolong).

Wallahu A’lam bisshawab.

Abinya Syakir.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: