Ingat Tragedi Ambon, Saudaraku!

Mei 13, 2011

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Tragedi Ambon terjadi saat Idul Fithri, tanggal 19 Januari 1999. Saat artikel ini ditulis bulan Mei, bukan Januari. Saat ini masih jauh dari momen Idul Fithri, mengapa harus bicara Tragedi Ambon? Apa hubungannya dengan kondisi saat ini? Mengapa tiba-tiba kita harus bicara tragedi berdarah yang sangat memilukan itu? Bukankah seperti menguak luka lama yang mulai kering?

Peristiwa Tragedi Ambon terjadi sekitar 12 tahun lalu. Ketika itu Ummat Islam mendapat serangan hebat dari kufar Nashrani. Banyak Muslim dibantai, rumah dibakar, anak-anak dan kaum wanita dibunuh; begitu pula masjid-masjid dihancurkan. Perkampungan Muslim di Ambon ketika itu seperti porak-poranda. Yang tersisa hanyalah Masjid Al Fatah yang berdiri tegak dan menjadi benteng terakhir Ummat.

Hampir Sempurna Kondisi Menuju Suatu Tragedi. Na'udzubillah.

Kami perlu mengingatkan Ummat Islam akan kekejaman yang terjadi di Ambon, sekitar 12 tahun lalu. Kekejaman semisal itu sangat mungkin akan terjadi lagi, di daerah-daerah lain.

Kalau menyaksikan kondisi kaum Muslimin saat ini, termasuk yang berada di Pulau Jawa, ada tanda-tanda mengarah kepada situasi seperti yang kemudian menjadi latar-belakang terjadinya Tragedi Ambon tersebut.

Perhatikan indikasi-indikasi di bawah ini:

Pertama, kaum Muslimin semakin jauh dari komitmen kepada agamanya. Di sisi lain, kehidupan sekuler semakin erat dipeluk oleh Ummat. Tragedi Ambon tidak akan terjadi, melainkan karena kondisi keislaman Ummat Islam disana ketika itu memang buruk. Baca entri selengkapnya »

Iklan

Catatan Sejarah Berharga

Mei 9, 2011

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Baru-baru ini eramuslim.com memuat sebuah tulisan sangat berharga, tentang setting sejarah munculnya gerakan Neo NII. Artikel itu ditulis oleh Saudara Muhammad Fatih, isinya bisa dibaca disini: NII, Komando Jihad, dan Orde Baru: Untold Story.

Tulisan ini sangat menarik, sangat berharga, dan layak dibaca oleh para aktivis Islam, serta kalangan para dai-dai di jalan Allah Ta’ala. Sebagian dari yang dituturkan disana sudah pernah saya dengar dari sebagian aktivis Muslim, tetapi dalam tulisan itu data-data dan nama disebutkan secara detail. Ini kelebihannya daripada penuturan melalui lisan.

Pentingnya Menjernihkan Sejarah Ummat

Saya menghimbau para aktivis Islam, para pejuang Muslim, para dai untuk mengkopi tulisan itu, dan menyimpan sebagai dokumentasi dakwah Islam. Ini sangat penting dan di dalamnya terdapat banyak kebaikan yang bisa diambil sebagai hikmah, insya Allah.

Secara umum, NII sudah dibubarkan oleh Pemerintah Orde Lama (Soekarno) sejak Al Ustadz SM. Kartosoewirjo dieksekusi mati -semoga Allah merahmati beliau dan menerima amal-amalnya-. Tetapi tidak berarti seluruh kekuatan NII SM. Kartosoewirjo pupus. Tidak sama sekali. Masih ada sisa-sisa kekuatan, baik di kalangan pimpinan maupun pendukung grassroot.

Nah, sisa-sisa pendukung NII itu terbelah dua. Pertama, sisa kekuatan yang bisa dibina, direkrut, dan diarahkan oleh intelijen (Bakin). Kedua, sisa kekuatan yang ingin meneruskan idealisme NII SM. Kartosoewirjo. Dan kelompok terakhir itu dikenal sebagai Darul Islam Fillah. Atau disebut juga “Kelompok Fillah”. Kelompok ini dipimpin oleh Ustadz Djadja Sudjadi dan lainnya. Selain militan, mereka juga anti sikap kooperasi (kerjasama).

Namun kemudian pimpinan “Kelompok Fillah” itu dibunuh, sehingga yang bertahan kuat adalah kelompok NII hasil didikan Bakin dan sebagainya. Nasib “Kelompok Fillah” selanjutnya tidak banyak diketahui. Namun munculnya gerakan-gerakan yang mengatasnamakan NII, yang banyak membawa paham sesat itu, tak lain sebagai buah rekayasa intelijen di era Orde Baru.

Konon ceritanya, Ustadz Djadja Sudjadi sudah disiapkan tiket pesawat agar segera pergi meninggalkan Indonesia. Tetapi sebelum tiket sampai di tangannya, beliau sudah keburu dibunuh.

Belakangan, Fahri Hamzah, salah seorang anggota DPR Fraksi PKS berkomentar tentang Negara Islam. Kepada media, Fahri mengatakan, “Siapa pun konsep negara agama tak ada, PKS juga sudah menegaskan itu. Tak ada negara Islam, Kristen, atau Hindu. Itu ide kampungan sekali.” Berita ini dikutip berbagai macam media online. Ramai beritanya di forum-forum diskusi.

Intinya, Fahri ingin menyelamatkan PKS dari serangan politik, terkait NII. Tapi caranya dengan mendestruksi ajaran Islam yang sudah baku, berupa Negara Islam atau Daulah Islamiyyah.

Seorang Muslim tidak boleh seperti itu, kalau masih sayang dengan agamanya. Menyebut Negara Islam kampungan sekali, ya sama saja dengan mencela Rasulullah Saw, mencela Khulafaur Rasyidin, serta mencela Imam-imam kaum Muslimin selama ribuan tahun.

Apa hukumnya menyebut ajaran Islam, yang bersumber dari Kitabullah dan As Sunnah, dengan ucapan “kampungan sekali”? Ya, jelas sekali, ini adalah penghujatan yang dalam terhadap ajaran Islam. Anda tahu lah, bagaimana hukumnya manusia yang menghujat agama Allah.

Rasulullah Saw ketika dalam peristiwa Fathu Makkah, beliau memberikan amnesti umum kepada kaum musyrikin Makkah. Tetapi beliau tidak bisa memaafkan beberapa person orang Makkah yang telah menghujat Allah dan Rasul-Nya. Mereka dihukum mati.

Simbol-simbol Islam harus dijaga, dipelihara, dan diperlakukan secara suci. Tidak boleh ada yang menghujat Allah, Rasulullah Saw, menghujat Al Qur’an, menghujat Hadits Nabi Saw, menghujat ajaran Syariat Islam, menghujat para Shahabat Ra, menghujat konsep Islam, dan lain-lain.

Dalam hal ini Fahri Hamzah tidak memiliki udzur sama sekali. Dia tidak dimaafkan kalau mengatakan tidak tahu atau tidak mengerti ajaran Islam. Sebab usia Daulah Islamiyyah itu sudah ribuan tahun. Sejarah Nabi dan Shahabat, banyak diungkap dimana-mana. Apalagi dia adalah seorang politisi dari “partai dakwah” (kalau masih begitu ya).

Akhirnya, sejarah kaum Muslimin di negeri ini HARUS DILURUSKAN kembali. Apa yang dilakukan oleh Muhammad Fatih, merupakan salah satu upaya pelurusan itu. Semoga ia menjadi amal mulia di sisi Allah. Amin. Sedangkan pernyataan Fahri Hamzah, merupakan pernyataan negatif yang membuat sejarah itu keruh kembali. Sebagian ada yang menjernihkan; sebagian terus setia mengotori.

Begitulah ihwan insan. Ada yang berjalan istiqamah lurus, ada yang tersesat. Na’udzubillah minad dhalalah.

AM. Waskito.


Jangan Memberi Musuh Alasan Memukulmu

Mei 8, 2011

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Dalam Al Qur’an dan As Sunnah kita telah dijelaskan, bagaimana sikap orang-orang kafir. Mereka bersikap keras kepala, fanatik buta, kejam, zhalim, sombong, dan sebagainya. Dalam salah satu surat Al Qur’an disebutkan istilah “Ulaika hum syarrul bariyyah“. Ini salah satu tamtsil tentang betapa buruknya sifat orang kafir dan kekufuran.

Artinya, kalau kita berharap mereka akan bersikap rahmah, kasih-sayang, bersikap adil, peduli, terbuka, mau dialog, dll. kepada kaum Muslimin, ya kita seperti mengharap sesuatu yang tidak bisa diharapkan. Contoh sederhana, sikap orang Budha. Dimanapun orang Budha dikenal lembut, pengasih, anti kekerasan, anti tindakan zhalim. Tetapi bagaimana sikap mereka di Thailand terhadap kaum Muslim Pattani? Bagaimana sikap mereka di Burma terhadap kaum Muslim Rohingnya? Ternyata, kaum Budhis itu bersikap kejam juga kepada kaum Muslimin. Kaum kufar yang dikenal “lembut” saja seperti itu, apalagi yang sudah terkenal kekejamannya?

Sekali lagi, kita tak bisa berharap banyak kepada sifat pengasih, empati, adil, mengayomi, dll. kepada kaum kufar. Berdasarkan telaah Kitabullah dan As Sunnah, serta realitas sejarah, kaum kufar umumnya bersikap zhalim kepada kaum Muslimin. Kalaupun ada yang berbuat adil, itu sangat sedikit.

Jangan Memberi Mereka Alasan...

Dengan demikian, kita tidak bisa mengharapkan BELAS-KASIH dan PEMBELAAN kaum kufar terhadap kehidupan kaum Muslimin. Andaikan hati nurani mereka mulai bicara jujur, syaitan dan hawa nafsu mereka akan segera menguasai, sehingga kejujuran nurani itu akan tertutupi kembali.

Jika memahami kondisi seperti ini, seharusnya kaum Muslimin berhati-hati dalam berbuat dan bertindak. Kita JANGAN MEMBERIKAN ALASAN bagi kaum kufar untuk menyerang diri kita, menghancurkan kehidupan kita, serta merusak kehormatan kita.

Bersikaplah sebaik-baiknya, sehingga MENYULITKAN kaum kufar untuk menghantam kita dari sudut-sudut yang mereka inginkan. Bisa jadi, karena watak kufurnya itu, mereka akan selalu mencari celah untuk menghajar kita. Tetapi bila kita berhati-hati, dan tidak memberi alasan bagi mereka, maka mereka pun akan berpikir ulang untuk menyerang kita.

Maka tindakan kecil, berupa menyerang kepentingan kaum kufar, hal itu bisa berbalik menjadi gelombang besar yang menghantam kita. Mungkin karena kita sudah sangat muak dengan kekejaman kaum kufar, lalu kita menyerang mereka, dengan maksud melakukan balas dendam. Tetapi tindakan itu bisa mengundang serangan hebat mereka.

“Nah, itu lihat! Muslim melakukan teror. Muslim sudah menyerang kehidupan dunia! Ayo kita habisi mereka sampai anak-cucunya! Bahkan sampai kucing-kucingnya yang lucu juga!” begitu logika berpikir kaum kufar.

Andaikan di sisi kita ada Daulah Islamiyyah atau Khilafah Islamiyyah, tentulah lembaga ini yang akan melindungi Ummat dan membuat perhitungan dengan kaum kufar. Tetapi ya karena lembaga itu tak ada, konsep itu tidak eksis, ya akhirnya kita sendiri yang harus secara mandiri menjaga kehidupan kita.

Ada sebuah ayat dalam Al Qur’an yang bisa menjadi pedoman. Bahwa Allah Ta’ala berfirman:

وَلَا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ

Dan janganlah kamu memaki sesembahan-sesembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahua.” (Al An’am: 108).

Memaki sesembahan orang kufar tidak boleh dilakukan, karena khawatir nanti mereka akan balas memaki sesembahan kita, Allah Ar Rahmaan Ar Rahiim. Hal itu pernah terjadi di Indonesia ini.

Suatu saat pemuda-pemuda Islam mencela Kitab Injil sebagai kitab porno. Lalu muncul bantahan dari seorang kafir yang mengatakan, “Menurut saya, kitab suci yang paling porno di dunia ialah Al Qur’an. Ha ha ha…” Nah, ini contoh nyata bagaimana orang kafir balas memaki Kitab Suci kita, karena kita telah memaki kitab suci mereka. Seharusnya kaum Muslimin belajar dari kenyataan-kenyataan seperti ini.

Kalau memaki sesembahan orang kafir saja dilarang, padahal belum tentu hal itu merugikan mereka. Apalagi kalau kita menyerang mereka dengan serangan-serangan tertentu? Jelas, mereka akan balas menyerang balik kita. Dan perbuatan seperti ini dilarang dalam Islam.

Rasulullah Saw pernah mengatakan, bahwa setiap perbuatan baik itu adalah sedekah. Kalau tak bisa berbuat baik, berkata-kata baik juga sedekah. Kalau tak bisa berkata-kata baik, maka bersikap DIAM sehingga tak menimbulkan madharat, itu juga sedekah.

Begitulah wahai Akhi dan Ukhti fillah rahimakumullah…

Kalau kita belum bisa membantu kaum Muslimin, belum bisa memberikan perlindungan yang kuat, belum bisa menyelamatkan hidup mereka dari bencana dan malapetaka, belum bisa menyantuni mereka dengan harta, dengan makanan-minuman, atau belum bisa mendoakan mereka; SETIDAKNYA JANGAN BERBUAT SESUATU YANG AKAN MEMBUAT MEREKA DIHAJAR OLEH KAUM KUFAR.

Bila tak mampu berbuat baik, minimal bersikaplah diam, sehingga dengan diam itu bisa menyelamatkan nasib kaum Muslimin.

Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

AM. Waskito.


Usamah “Dibunuh” Amerika…

Mei 3, 2011

Sebuah berita menggemparkan, Usamah bin Ladin tewas terbunuh dalam serangan pasukan elit Amerika di sebuah mansion terpencil di Pakistan. Media-media segera merespon berita kematian Usamah ini. Tak terkecuali, perdebatan-perdebatan mulai bermunculan. Berita ini seolah menyapu bersih berita seputar romantika pasangan William-Kate.

[Ya biasalah…hidup manusia modern kan tidak jauh dari perdebatan. Tidak jauh dari TV, internet, telepon seluler, dan aneka piranti gadget. Hayo berdebat terus, terus, terus… sembari menyaksikan soal ekonomi, politik, keamanan, sosial, dan moralitas tidak kunjung membaik. “Lebih baik kere sambil berdebat, daripada kere diam saja,” begitu filosofi yang banyak dianut].

Dunia Modern Begitu Rumit. Apa yang Terlihat Tidak Selalu Sama dengan yang Terjadi.

Pertanyaannya, benarkah Usamah sudah meninggal akibat serangan Amerika? Atau itu jangan-jangan hanya kematian rekayasa? Atau semua ini hanya akal-akalan intelijen Amerika saja?

Sebenarnya, tidak penting membahas Usamah sudah meninggal atau masih hidup. Sangat tidak penting! Sebab bukan disana masalahnya.

Di dunia intelijen, orang mati bisa ditampilkan seolah-olah hidup; orang hidup juga bisa ditampilkan ‘sudah mati’. Dunia intelijen kaya dengan intrik-intrik seperti itu. Logika dasar mengamati dunia intelijen: “Jangan percaya dengan apa yang kelihatan di permukaan!”

Sekali lagi, kematian Usamah bukanlah masalah penting. Yang sangat penting ialah: Dimatikannya ICON Usamah oleh Amerika. Nah, ini yang sebenarnya amat sangat penting.

Dengan berita-berita yang beredar selama ini, terutama pernyataan Barack Obama di Gedung Putih dan pernyataan resmi dari DK PBB, hal itu menegaskan bahwa ICON USAMAH sudah waktunya dimatikan. Meskipun misalnya, secara fisik sosok Usamah sendiri bisa jadi masih ada.

Mungkin ada pemikiran, “Bagaimana kalau Usamah masih hidup dan tidak menerima citra dirinya dimatikan?” Jawabnya simple. Pihak yang telah mematikan icon Usamah itu sudah memikirkan cara-cara untuk mencegah kemunculan kembali Usamah, dengan segala cara. Itu pun bila diasumsikan Usamah asli masih hidup. Bagaimana kalau Usamah itu sendiri sebenarnya sudah meninggal sejak bertahun-tahun lalu? Nah, semakin rumit kan.

Dengan usaha mematikan icon Usamah ini, bisa dimaknai beragam. Misalnya, sosok Usamah sudah tidak dibutuhkan dalam konstelasi perang peradaban yang digelar Amerika dalam waktu terakhir. Atau icon Usamah sudah melenceng jauh dari setting awal yang dikembangkan Amerika, sehingga diperlukan untuk di-cut di tengah jalan. Atau bisa jadi, Amerika sudah menyiapkan skenario-skenario lain sebagai pengganti. Multi tafsir, tergantung dari sisi mana kita melihat.

Kematian icon Usamah ini sangat penting. Sama seperti ketika Polri mematikan icon Nordin M. Top. Sejak Nordin dinyatakan mati dalam suatu penggerebekan, maka suasana perang anti terorisme mengalami penurunan tajam dibanding sebelumnya. Kematian icon Usamah juga dipercaya akan menurunkan secara tajam isu-isu terorisme global.

Pendek kata, kita tak perlu mendebatkan soal Usamah sudah meninggal atau masih hidup. Karena intinya bukan disana. Intinya, icon Usamah secara resmi sudah dimatikan oleh Amerika dan sekutunya. Bahkan, dimatikan secara TOTAL. Mayat Usamah “dimakamkan” di laut, agar sama sekali tidak ada jejak yang tersisa.

Harapan ke depan, kehidupan kaum Muslimin semoga menjadi lebih baik. Allahumma amin. Kalau Ummat ini lemah, semoga tidak semakin ditindas oleh kaum kufar angkara murka. Kalau Ummat ini kuat, semoga bisa membangun peradaban Islami di bawah naungan Kitabullah dan As Sunnah. Sejujurnya, isu-isu terorisme itu sangat mempersulit kehidupan Ummat ini, baik saat mereka lemah atau kuat.

Lagi pula Rasulullah Saw dan para Shahabat Ra tidak ada yang mencontohkan cara membangun Islam (atau membela Islam) dengan melalui aksi-aksi serangan terorisme. Tempuhlah cara yang benar, maka ada harapan kemenangan sejati disana. Insya Allah.

AM. Waskito.