Gila Saja Pak!

Bismillahirrahmaanirrahiim!

Saya geleng-heleng kepala membaca berita di eramuslim.com ini. Tentang kasus Yusuf Supendi yang menggugat para petinggi PKS. Berikut beritanya: Sidang Gugatan Yusuf Supendi yang Ketiga.

Bagian yang sangat sulit dimengerti, ketika Yusuf Supendi juga menggugat mendiang KH. Rahmat Abdullah yang jelas-jelas sudah wafat. Kok segitunya sih Pak? Masak kepada saudara yang sudah bersemayam di alam kubur, masih mau digugat juga? Malah dimintakan ahli warisnya yang bertanggung-jawab?

Apakah moral Pak Yusuf Supendi sudah sedemikian parah ya? Masak orang yang sudah meninggal masih digugat perdata juga. Ini aneh sekali. Seharusnya, gugatan ke seorang Muslim yang sudah wafat itu dicabut, dengan alasan yang bersangkutan sudah meninggal.

Aisyah Ra pernah mengatakan, “Ada seorang yang menyebut-nyebut aib orang yang sudah mati di dekat Nabi Saw, lalu beliau bersabda: ‘Janganlah kalian menyebut-nyebut orang yang sudah meninggal di antara kalian, kecuali dengan kebaikan.'” (HR. An Nasa’i, shahih).

Biarkan Saudaramu Damai di Alamnya. Biarkan Akhi...

Orang Muslim, termasuk tokoh Muslim, yang dikenal baik, lurus, dan istiqamah, tidak boleh dinodai kehormatannya, meskipun dia sudah wafat. Kecuali kalau dia adalah tokoh sesat, pembela kesesatan, ikon bid’ah, dan yang semisal itu. Mereka boleh dibicarakan aib-aibnya, agar manusia terhindar dari kesesatannya. Kalau tokoh yang baik, ya sudah jangan diungkit-ungkit keburukannya. Apalagi sampai mau digugat segala? Inna lillahi wa inna ilaihi ra’jiun.

Saran saya Pak Yusuf Supendi, bersikaplah layaknya seorang Muslim yang berakhlak! Jangan menggugat Ustadz Rahmat Abdullah, karena beliau sudah meninggal. Kalau Pak Yusuf masih ngeyel menggugat beliau juga, nanti di saat Anda sudah meninggal, bisa jadi akan bermunculan banyak fitnah.

Lapanglah pada saudaramu yang sudah wafat, agar Allah lapang kepadamu. Kalau ada masalah, hadapi saja elit-elit PKS yang masih hidup. Ya, ini sekedar saran.

Dunia tampaknya semakin gila. Berbagai tontonan kegilaan muncul tak kenal waktu dan momentum. Ya Rabbana, lindungi kami dari fitnah kehidupan dan kematian, lindungi kami dari siksa kubur, dan lindungi kami dari fitnah Al Masih Dajjal sang terlaknat. Allahumma amin.

[Abinya Syakir].

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: