Obat Stress Praktis!

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Ada sebuah “obat stress” yang cukup manjur untuk dicoba. Ini sudah saya alami dan rasakan. Alhamdulillah, dampaknya sangat baik.

Bebaskan Dirimu dari Belenggu Media! Mulailah Membangun Kehidupan Baru Nan Segar dan Hijau!

Obat stress ini mudah dilakukan. Tidak mengeluarkan biaya, malah hemat energi lagi. Tetapi kita butuh keteguhan hati untuk melakukannya. Pada awal-awal memulai “terapi” ini hati kita merasa berat, berat sekali. Karena kita sudah terbiasa mengonsumsi “racun” yang sebenarnya merugikan diri. Nah, untuk menjalankan terapi ini, syaratnya mudah saja: “Mau sabar dan tahan godaan pada awal-awalnya.” Itu saja.

Saya yakin, terapi ini sangat manjur dan efektif. Tetapi karena menyangkut perilaku addictive (kecanduan) kita, maka harus ada keberanian dan kebulatan tekad untuk melawan kebiasaan sehari-hari. Ya, bagaimanapun untuk memulai sesuatu yang baik, tidak ada yang gratis. Harus ada pengorbanan kan…

Mungkin Anda bertanya-tanya, obat stress itu seperti apa? Bagaimana caranya? Apa yang harus dikonsumsi atau dilakukan sebagai sebuah terapi? Apakah cara ini berbiaya mahal? Apakah ada versi gratisnya, seperti umumnya pelayanan yang disukai bangsa Indonesia?

Obatnya sangat sederhana, bahkan mungkin sangat mencengangkan. Anda hanya diminta: “Mulai Berhenti Nonton Berita di TV atau Membaca Berita di Koran.” Hanya itu saja!

Mulailah kebiasaan baru, berhenti nonton berita TV, berhenti membaca koran, atau berhenti membaca berita di media-media online sekuler. Hanya itu yang diminta! Cara demikian sangat sederhana, tetapi butuh keberanian dan keteguhan hati untuk memulai.

Saya semula sangat berat untuk berhenti nonton berita di TV, atau membaca berita di koran. Berat sekali. Setiap melihat monitor TV, ingin rasanya tangan memencet tombol channel ke saluran-saluran berita.

Selama bertahun-tahun, saya -jujur saja- ketagihan nonton berita di TV. Dan untuk menghentikan kebiasaan itu, amat sangat sulit. Berat, berat sekali. Tetapi ternyata, perjuangan ini hanya membutuhkan waktu beberapa hari saja. Kalau kita konsisten tidak nonton berita TV selama 2 minggu nonstop, insya Allah kita akan bisa mengabaikan berita-berita itu.

Dampak yang sangat nyata saya rasakan, ternyata otak kita lebih bersih, pikiran kita lebih jernih, emosi kita lebih terjaga. Bahkan kita bisa fokus dengan tugas sehari-hari. Berita-berita TV itu datang menggempur kita dengan aneka serangan yang berdaya rusak terhadap akal, perasaan, dan emosi. Ketika berita-berita itu dihentikan, alhamdulillah beban-beban stress serasa berkurang jauh.

Saya sangat menyarankan Anda semua untuk mencoba cara ini. Cobalah mulai kebiasaan baru yang insya Allah lebih bermanfaat.

Kita tahu, TV-TV selama ini umumnya dibangun di atas kepentingan non Islam, bahkan anti Islam. Nah, semua itu menjadi sumber keresahan jiwa yang sangat berat. Otak kita serasa dikendalikan oleh “Big Hand” yang tidak terlihat. Tahu-tahu, kehidupan di sekitar kita penuh dengan masalah-masalah.

Lalu, bagaimana dengan soal update berita?

PERTAMA, untuk update berita, kita bisa melihat media-media Islam, seperti media online, majalah, tabloid, atau buletin Islam. Media-media itu cukup memadai untuk mengobati kehausan seputar berita-berita aktual. Insya Allah, para pengeloa media Islam sudah berpikir 1000 kali untuk memuat hal-hal yang positif dan menghindari berita negatif.

KEDUA, bagi tokoh ulama, jurnalis Muslim, politisi Muslim, atau para dai yang sangat membutuhkan update berita, dan mereka concern di bidang itu; ya silakan saja. Itu sudah hak mereka. Tetapi bagi kaum Muslimin yang tidak ada urusan dengan perkara-perkara itu, sudahlah lupakan saja berita TV, koran, situs-situs sekuler. Lupakan saja, Bung!

KETIGA, sebagai ganti dari kebiasaan makan berita media-media sekuler, mulailah kesibukan baru mengkaji kandungan Al Qur’an dan As Sunnah. Jangan takut tidak mendapat update berita. Tetapi mulai tanamkan dalam diri, rasa takut jika tidak meng-update kandungan Al Qur’an dan Hadits Nabi Saw. Sejatinya, Anda tidak rugi kalau tidak update berita, tetapi akan sangat rugi kalau melupakan Kitabullah dan As Sunnah.

Demikian “obat stress” praktis yang bisa disampaikan. Mulailah, dan rasakan sensasinya! Insya Allah hidupmu akan segera berubah! Lupakan semua provokasi media-media sekuler itu. Lupakan saja! Anggap otak mereka kering dari ide-ide Qur’ani dan Sunnah Nabi, maka kalau kita luput dari berita-berita yang mereka sajikan, kita tak akan rugi.

Sekedar catatan, beberapa saat lalu ketika memindahkan channel ke saluran TV non berita, tak sengaja saya masuk ke channel berita untuk beberapa detik. Sekilas tampak disana, ada seorang pejabat polisi memamerkan senjata-senjata yang katanya disita dari teroris.

Melihat tayangan itu, saya hanya tertawa saja. “Wis, sak karepmu lah. Kamu mau jungkir balik pun silakan. Aku sudah komitmen, goodbye berita-berita TV. Semua itu hanya sampah yang memusingkan kepala. Lupakan berita, opini, dan perdebatan di TV, mulailah membangun kehidupan baru!”

Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

[Abinya Syakir].

Iklan

9 Responses to Obat Stress Praktis!

  1. Lukman Mubarok berkata:

    Iya ya, nice tips

  2. Wijayakusumah berkata:

    Yesss!!!!! Ana setuju ama pendapat ustadz,karena semua berita di TV merusak syaraf manusia and lebih banyak provokasi dari pada maslahatnya.jajakallah khoir

  3. Paijo berkata:

    Hmm.. Satu lg korban “keterbukaan informasi” mulai mnyadari dampak buruknya.. Dr awal sy sangat tdk cocok dg model pnggelontoran informasi scara sporadis! Apalg trus muncul stasiun berita yg tayang 24 jam.. Sifat buruk awak media akan muncul: bad news is good news! Atau: jika tdk ada berita, bikin kjadian biar jd berita! Sy blakangan ini sudah mnerapkan tips anda utk tdk sering2 nnton berita. Hasilnya? Bikin hidup lbih hidup!

  4. ipul berkata:

    iya betul ustaz,
    sayaa baru nyadar setelah baca artikel ini
    dulu pas saya masih kerja, waktu luang saya gunakan untuk membaca (mengikuti) berita2

    sekarang begitu kuliah lagi, gak sempat untuk hal2 seperti itu.
    saya bener2 deh, merasa lebih sehat

    _saya jd bukti tulisan ini_

  5. abisyakir berkata:

    @ All

    Alhamdulillah, wa jazakumullah aidhan lakum wa lil Muslimin.

    Sungguh, hidup rasanya merdeka setelah “putus cinta” dengan berita dari TV-TV sekuler itu. Kita selama ini cuma dibohongi berita-berita “sampah” yang terus di-recycle. Semoga Allah menyehatkan hidup kita. Amin.

    AMW.

  6. Haykal berkata:

    Sejak penembakan2 aktivis islam oleh densus 88, sy sdh mulai meninggalkan saluran2 berita di TV. Skrg sy lbh suka nonton spongebob bareng anak. Efeknya sangat terasa mengurangi emosi-emosi dan amarah yg seringkali ditujukan pd iklim politik skrg ini.
    Alhamdulillah, Akhi…

  7. Wirawan berkata:

    Alhamdulillah…. saya pernah tidak nonton TV selama 8 tahun…. sempat tergoda lagi beberapa tahun kemudian… nonton lagi….
    Sekarang, sudah 5 tahun saya tidak menonton TV lagi. Saya tidak punya TV di rumah karena memang saya tidak menginginkannya.
    Sempat juga ingin langganan media, eh, alhamdulillah dapat doorprize langganan suratkabar nasional gratis selama 1 tahun karena ikut sebuah seminar. Setelah dilanggani gratis, ternyata koran2 itu selalu rapi sampai sore hari karena tidak ada yg menyentuhnya di rumah. Alhamdulillah, masih ada rubrik ilmu pengetahuan yang masih bisa dibaca. Namun kalau berita? Emoh ah…. ngapain pusing mikirin kepusingan orang lain. Hehehe
    Saya sangat setuju pendapat ustadz…. Untuk bisa hidup bahagia, kita sendirilah yang harus memfilter informasi yg masuk ke otak kita, mau-maunya otak kita dikotorin oleh informasi2 yg gak jelas manfaatnya.
    Alhamdulillah, saya bahagia tidak tahu berita hangat hari ini….

  8. Nardinugroho berkata:

    Terimakasih atas Opini Anda,memang Benar….,tayangan TV di negeri kita memang sudah semakin Rancuh dan sangat banyak acara yg justru bikin penonton makin Tolol,cengeng,cerewet,emosional dan hanya membuang2 waktu. Sa’atnya kita untuk Sadar dan Memilih !.

  9. dyah_ummumaryam berkata:

    s7 pak ustadz,sy jg ikut mmbnrkn srn ustadz.sy sdh muak dgn ke-sok-tau-an yg dibungkus intelektualitas media.apalagi stlh melihat org2 pintar densus88 nembaki TERDUGA teroris(mrk sdnri yg melabel bgitu,tanpa malu!!!),dn sok pahlawan yg huebat d dpn publik.na’uzubillaahimindzalik!!!sy su’uzhon,jgn2 media2 sekuler begini slh satu jln bg para anti Islam u/ menyerang ummat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: