Jadilah Engkau Prajurit Semesta…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Hidup manusia itu ada dalam “ruang luas”, tapi juga “ruang sempit”.

Saat kita dalam rahim ibu, itu artinya kita di ruang sempit. Saat itu kita masih “calon manusia”. Dalam rahim, kita dikasihi, dijaga sangat hati-hati, segala kebutuhan nutrisi diberikan…bahkan bila sang Bunda “ngidam”, segala cara diberikan untuk mengobati “ke-ngidam-an” itu. Di dunia sempit, kita hanya menjadi konsumen, konsumen sejati malah. Kita diberi, dilayani, dikasihi, dan seterusnya.

Bukalah Mata Hatimu! Lihatlah Keluasan Semesta!

Saat kita lahir, saat mata sudah melihat, saat kita menjadi anak-anak, lalu menginjak remaja, bahkan menjadi dewasa…saat itu kita berada di “dunia luas”. Mata, telinga, dan hati kita bersentuhan dengan stimulasi-stimulasi semesta yang luas, alhamdulillah.

Seharusnya, saat di “dunia luas” menjadi luas juga hati, jiwa, dan hidup kita. Namun apalah daya? Semakin terbentang “dunia luas”, ternyata banyak manusia malah bergeser mendekati “dunia sempit”. Sudah di “dunia luas” tetapi obsesinya ingin kembali ke “dunia sempit” dimana disana ia ingin diberi, dilayani, dikasihi, dan seterusnya.

Seorang manusia dikatakan sudah dewasa, jika dia memenuhi syarat minimal: [a]. Dia bisa membedakan “dunia sempit” dan “dunia luas”; [b]. Dia dengan lapang dada mau meninggalkan “dunia sempit” untuk membangun “dunia luas” dengan aneka prestasi kebaikan.

…saudara-saudaraku, adik-adikku, sahabat-sahabatku… berjalanlah kalian seperti seorang prajurit alam

Prajurit semesta menyusuri luasnya dunia dengan tapak kaki, berbekal air dan dedaunan, tidurnya di atas rumput, atap rumahnya adalah langit, teman sejatinya adalah pedang, buku, dan kemurahan hati. Jadilah para prajurit alam yang menikmati indahnya kehidupan luas…bukan selalu terpenjara oleh kesempitan obsesi, ambisi, dan persepsi…

Disana ada dunia yang luas…terdengar musik dari gemericik air, ada video dari sparasi cahaya mentari, ada kelembutan AC dari semilir angin berdesir, ada lukisan indah dari komposisi daun, tanah, batang-batang pohon, serta bebatuan; ada hidangan snack dari telur bangau, ada game interaktif bersama hewan-hewan liar, ada sensasi exited dari kerasnya cabaran hidup dan ujian, dan ada champion berupa nikmat syurga Allah Ta’ala.

Pergilah saudaraku…susuri jalan ini dengan keluasan pandangmu, keteguhan hatimu, kebijakan sadarmu, serta kemurahan senyum indahmu… Cukuplah cahaya Allah yang menerangi langkahmu… Hasbunallah wa ni’mal Wakiil, ni’mal Maula wa ni’man Nashir.

Semoga Allah Ta’ala memperbaiki hidupmu, hidupku, dan hidup Ummat ini. Allahumma amin.

[Ayah Syakir].

NB.: Tulisan ini terinspirasi oleh “kemelut kecil” yang melanda “dunia sempit” sebagai saudara-saudaraku. Semoga Allah Ta’ala memperbaiki hati mereka, memperbaiki visi hidupnya, dan mencerahkan mereka dengan “dunia luas” yang terbentang di depan mata. Allahumma amin.

Bagaimanapun juga…seorang Muslim harus peduli dengan kesulitan saudaranya. Alhamdulillah.

Iklan

One Response to Jadilah Engkau Prajurit Semesta…

  1. zahra berkata:

    syukron tad…tulisan -tulisan barunya saya tunggu…soalanya yang di blog ni dah di baca semua.rata2..hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: