Cara Mudah Menaklukkan “Anak Ajaib” Messi

Lionel Messi dianggap sebagai pemain bola dengan talenta tinggi. Dia bukan hanya pintar membuat gol, tetapi kecepatan larinya tinggi, semangat “haus gol”-nye meluap, cara membawa bolanya lengket; dan satu lagi, kaki-kakinya sangat kuat sehingga jarang mengalami cidera. Messi sering dijuluki “the golden boy” atau “anak ajaib”.

Messi memiliki keunggulan dibandingkan Christiano Ronaldo, Higuain, Carlos Tevez, atau bahkan Rooney. Messi malah lebih kuat dari Maradona, secara emosi dia lebih stabil dari Maradona. Orang bilang, “Messi adalah jelmaan Maradona.” Ungkapan ini salah. Yang betul, “Messi adalah versi yang lebih canggih dari seri produk yang bernama Maradona.”

Batu Sekeras Apapun, Tetap Bisa Dipecahkan. Asal Ada Usaha dan Kesungguhan.

Kalau di dunia teknologi digital, Messi bolehlah disetarakan dengan Steve Jobs, boss sekaligus datuknya teknologi milik Apple. Kok jadi kesana ya? Gak apa-apalah disambung-sambungkan. Mumpung orang-orang laigi demen biara soal Steve Jobs. Biasa, “mengikuti permintaan pasar”… (kok jadi Neolib ya, amit-amit dah).

Kembali ke soal Sussie, eh maksudnya Messi…

Bagaimana cara menaklukkan “si bocah ajaib” itu? Adakah cara-caranya? Apalagi, adakah cara mudah untuk menundukkan Lionel Messi? Apa yang harus dilakukan setiap tim yang berhadapan dengan Messi?

PRINSIP: Disebut cara mudah, tentu tak sama dengan cara membuat “telur ceplok” atau menyeduh mie instan. Messi kan seperti prototipe “pesepakbola” yang dibangun lama, dengan riset, proses pelatihan intensif, dukungan laboratorium, sarana gymnastic, serta biaya besar. Produsen yang membentuk Messi ya Akademi Barcelona itu sendiri.  Dia dibentuk sejak awal seperti proses yang dialami Iniesta, Xavi, Puyol, maupun Fabregas. Untuk mengalahkan produk seperti ini, selalu ada jalan. Seperti kata hikmah, “Tidak ada kesulitan yang tak teratasi.” Tetapi jelas dibutuhkan suatu USAHA yang serius, konsisten, dan kerja keras.

Ngomong-ngomong ada gak sih cara menaklukkan Messi? Ada, ada, dan ini realistik. Tetapi ya itu tadi, butuh kerja keras. Seperti kata orang, “Tidak ada prestasi yang tiba-tiba jatuh dari langit.”

CARANYA begini…

[1]. Semua tim yang menghadapi Messi, harus mengorbankan salah satu pemainnya untuk terus mengawal Messi. Jadi pekerjaan pemain itu KHUSUS untuk mengawal Messi saja. Kemanapun Messi berjalan, maksudnya di area milik sendiri, Messi harus ditempel ketat.

[2]. Pemain yang dibutuhkan untuk mengawal Messi haruslah bertipe, badannya kuat berbenturan, larinya cepat, sabar, dan konsisten. Kalau tidak demikian, dia akan sering kecolongan.

[3]. Saat bertugas mengawal Messi, pemain itu JANGAN memusatkan pandangan ke bola yang dibawa Messi, tetapi harus FOKUS ke gerakan tubuh Messi. Kemanapun Messi bergerak harus dikawal. Ikuti saja gerakannya, bukan bolanya. Kalau fokus ke bola, dia akan sangat mudah dikerjai oleh cara Messi membawa bola.

[4]. Pemain pengawal itu tugas utamanya BUKAN merebut bola dari kaki Messi, bukan pula menjatuhkan dia. Tetapi membuat repot Messi, membuatnya tak bisa bergerak, membuatnya merasa stress, menghalang-halangi gerakan tubuhnya, dan yang semisal itu. Kalau cara demikian bisa konsisten dilakukan, dalam waktu 60 menit Messi bisa merasa frustasi sehingga semangat bermainnya runtuh.

[5]. Untuk menyiasati tenaga pemain pengawal, tugas itu bisa dibuat bergantian 2-3 pemain. Misalnya babak I pengawalnya si fulan, babak II fulan yang lain. Atau bisa di-split 30 menitan. Hal ini untuk mengantisipasi rasa jenuh atau kecolongan pada seorang pemain pengawal.

Sebagai catatan…

Peranan Messi dalam memenangkan suatu pertandingan sangat besar. Maka mengorbankan satu pemain untuk terus mengawal dia SANGAT tidak masalah, sebab hal itu bisa diartikan menghalangi kemenangan tim Messi secara keseluruhan.

Biasanya banyak pemain back sengaja bermain kasar untuk menjatuhkan Messi. hal begini tidak perlu. Selain bisa menyakiti orang lain, juga rawan terkena sanksi hukuman. Cukup, kawal terus Messi, jangan beri dia kesempatan bergerak leluasa. Lebih bagus kalau dia jadi frustasi.

Shami Khedira, pemain tengah Real Madrid, pernah ditugasi Mourinho untuk mematikan gerakan Andreas Iniesta. Hal itu dilakukan sangat konsisten oleh Shami, sehingga Iniesta nyaris frustasi dan emosi. Ketika Barca tidak bisa memanfaatkan peran Iniesta, serangan-serangannya menjadi tumpul. Itu terjadi ketika Real Madrid memenangkan Piala Raja Spanyol, melawan Barca.

Nah, begitu deh… Sekian dulu ya… Mau pindah ke laman politik nih… Lumayan lah untuk “seger-seger” sejenak…biar tidak kenceng terus gitu…

Selamat menaklukkan Messi ya! Tapi kapan…

== Mine ==

Iklan

7 Responses to Cara Mudah Menaklukkan “Anak Ajaib” Messi

  1. Liong berkata:

    kalau di basket, ini namanya strategi “box one”. satu org digunakan utk menjaga/nempel satu pemain jago lawan sedangkan yang lain defense seperti biasa sesuai posisi. hehe

  2. abisyakir berkata:

    @ Liong…

    Ya, kayak mirip gitu lah. Cuma bedanya, dalam basket kan pemain bisa diganti berkali-kali. Sementara dalam sepak bola cuma boleh bermain sekali saja. Kalau sudah diganti, ya sudah…sono istirahat.

    Ngomong-ngomong pemerhati bola juga ya? He he he… (ada peluang jadi komentator di TV?).

    AMW.

  3. Liong berkata:

    hehehe..
    saya anak basket pak, ga terlalu ngerti bola
    lagian drpd nonton bola,
    mending baca blognya bapak.
    tetep semangat nulis ya pak
    barakallahu fi

  4. Anonim berkata:

    tvlk mizui…..?Tvt

  5. Anonim berkata:

    barcelona th kuat kn apa lgi……messi.?

  6. Polan4 berkata:

    Hehe bkan skrang tpi sdari dlu dah org lakukan tpi ga’ mampu, mas jdi platih timnas ja lah,tpi jgn lwan messi,thailand aj klau mampu

  7. abisyakir berkata:

    @ Polan4…

    Biasa sajalah. Ini kan main bola. Kita bebas berpendapat dong. Masak sih, ngomong begitu saja tersinggung? Jangan terlalu sensi lah.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: