Antara KEKERASAN dan KEADILAN

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Beberapa waktu lalu Andy F. Noya mewawancarai KH. Musthafa Bisri, pimpinan pondok pesantren Raudhatut Thalibin, Rembang. Acara ini seperti spesial dibuat dengan menghadirkan host utama, Gus Mus itu. Temanya sekitar relasi antara agama dan kehidupan politik.

Satu pertanyaan menarik disampaikan oleh Andy F. Noya, “Mengapa sampai saat ini masih sering terjadi kekerasan atas nama agama?”

Pertanyaan stereotip itu lalu dijawab oleh Musthafa Bisri dengan analagi anak-anak sekolah. Katanya, kalau sekolah masih TK, SD, SMP, atau SMA, masih sering berkelahi, tawuran, dll. Tetapi kalau sudah sarjana, magister, doktoral, otomatis akan jauh dari kekerasan. “Berarti, menurut Anda kekerasan atas nama agama itu hanya berlaku bagi orang-orang yang pemahaman agamanya dangkal,” tanya Andy F. Noya sekaligus menyimpulkan.

Siapa Merindukan Kedamaian, Ciptakanlah Keadilan.

Begini ya…

SATU, selemah-lemahnya cacing, kalau dia diinjak, akan melawan, meskipun perlawanannya itu tak banyak berguna. Untuk hewan seperti cacing saja masih memiliki “harga diri”, apalagi manusia.

DUA, kebodohan manusia jaman modern di Indonesia, termasuk presenter-presenter TV yang sering memuat jargon “knowledge to elevate”. Mereka ini kalau melihat kebakaran, maka yang dilihat pasti ASAP-nya saja. Mereka tak mau melihat asal API-nya. Jurnalisme TV di Indonesia sejak tahun 2005 madzhab-nya seperti itu, jadi sejenis jurnalisme “asap doang“. Makanya jurnalisme seperti ini tak ada manfaatnya, dan banyak madharatnya.

TIGA, dalam kehidupan ini berlaku sistem KESEIMBANGAN (balance). Ia sudah menjadi sunnatullah. Sains modern mengukuhkan berlakunya hukum balance dalam gerakan, sifat, dan realitas alam. Kekerasan sering terjadi karena banyaknya perkara yang tidak adil di negeri ini. Jika keseimbangan kekuatan tak terjadi, maka akan muncul kekerasan, kerusakan, kehancuran, serta disharmoni. Pilihannya hanya dua, keadilan yang ditegakkan sehingga muncul damai; atau kezhaliman dibiarkan sehingga melahirkan kekerasan.

EMPAT, para mafia di bidang politik, bisnis, dan birokrasi; mereka berpikir bisa mengendalikan kehidupan dengan membuat makar-makar kezhaliman, sehingga mendapat keuntungan. Tetapi sunnatullah tak akan mungkin mereka patahkan. Sunnatullah telah berlaku, bahwa hukum keadilan senantiasa berjalan. Kezhaliman yang mereka buat hanya akan menyusahkan banyak orang, sebab ia akan memicu munculnya kekerasan-kekerasan. Mereka tak akan bisa menahan kekerasan itu, sebab ia akan muncul alamiah, untuk memenuhi hukum keseimbangan tersebut.

LIMA, jangan pernah bermimpi di Indonesia akan bebas dari kekerasan, akan selalu damai, aman, dan stabil. Ini hanya impian kosong, selama kezhaliman-kezhaliman terus diciptakan. Cara-cara memfitnah, memojokkan, menjelek-jelekkan, serta menodai citra para aktivis Islam di Indonesia, baik oleh media-media massa, tokoh politik, tokoh pengamat, dll. Semua itu akan melahirkan aneka kekerasan, baik yang dilakukan oleh korban yang dirugikan, atau oleh mereka yang tak pernah kita sangka. Kasus tawuran, kerusuhan, kriminalitas, anarkhisme suporter bola, dll. semua itu merupakan “pintu-pintu kekerasan” yang tak pernah selesai; selama kezhaliman terus dipelihara.

Dengan demikian, baik Musthafa Bisri, Andy F. Noya, atau siapa saja; mereka tidak boleh asal membual tentang kedamaian, keamanan, atau kerukunan. Kalau memang cinta kedamaian, penuhi syarat-syaratnya, yaitu: wujudkan keadilan dan jauhkan segala kezhaliman. Termasuk kezhaliman media-media TV yang begitu mudah menuduh pemuda-pemuda Islam doyan kekerasan. Media-media sejenis ini tak mau melihat akar masalahnya; tetapi selalu straight ke arah wujud kekerasan itu sendiri.

Anda cinta damai; maka wujudkan keadilan! Dimanapun cara-cara zhalim terus diproduksi dan dilestarikan, dengan segala macam caranya; disana alamat akan terjadi aneka rupa kekerasan. Andaikan kita tidak tertimpa kekerasan dari satu arah tertentu, yakinlah ia akan datang dari arah-arah tak disangka.

Ingat itu…

AMW.

Iklan

2 Responses to Antara KEKERASAN dan KEADILAN

  1. sahabat berkata:

    andy f noya ya..
    yg acaranya kick andy ternyata penuh dg rekayasa (dr nahimunkar.com).
    Sukanya sama WTS MUDA yg mmbuat jijig Bu Motik dr pemerhati anak ktk hadir langsung di kick andy.
    Ya maklumlah ktk kemaluan ditaruh di kepala mana mungkin ia bisa lurus.
    Dan pastinya dia takut dg “ketegasan” para penegak syariat yg langsung ia talbis dg “kekerasan.”

    Semoga ArRahman tunjuki andy.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: