Siapa Paling Sibuk & Siapa Paling Terkenal…

Sekedar tulisan rehat untuk melepas penat dan mengungkap senyum. Mengeluarkan energi dan gejolak berlebih, agar tercapai kembali kestabilan. He he he…terlalu puitis. Semoga bermanfaat ya!

Memori Serial Boneka Si Unyil.

Di dunia imajinasi, tampak Pak Oga sedang duduk-duduk di bawah pohon Papyrus dengan temannya, Ableh. Mereka tampak bosan bermain-main dengan BB, Android, Ipad, headset, video streaming, 3D image, game online, dan piranti mainan sejenis. Oga dan Ableh memutuskan untuk main tebak-tebakan, suatu genre refreshing yang sudah banyak dilupain orang Indonesia; akibat mereka sudah berubah “eksistensi” menjadi gadget mania.

Pak Oga: “Bleh, kamu tahu gak?”

Ableh: “Gak tahu, Pak Oga.”

Pak Oga: “Ya, gimana akan tahu, wong belum ditanya?”

Ableh: “He he he… Iya ya.”

Pak Oga: “Bleh, kamu tahu gak, orang paling sibuk di Indonesia? Paling sibuk, sibuk, sibuk. Dimana-mana aja, dia selalu kerja dan sibuk melulu. Tahu gak?”

Ableh: “Wah, siapa ya? Kagak tahu aku?”

Pak Oga: “Jawab dulu, Bleh. Jangan cepat menyerah!”

Ableh: “Pak presiden… Pak Menteri… Tukang nyapu jalanan… Kuli bangunan… Sopir angkot… Kuli bangunan… Sales barang… de el el.”

Pak Oga: “Bukan, bukan, bukan, Bleh. Semua itu bukan.”

Ableh: “Kalau begitu siapa dong, Pak Oga?”

Pak Oga: “Sudah nyerah, Bleh?”

Ableh: “Iya deh. Nyerah ajalah. Kayaknya sulit dijawab.”

Pak Oga: “Bleh, orang yang paling sibuk di Indonesia itu namanya SLAMET.”

Ableh: “Kok Slamet, Pak Oga? Emang gimana dia bisa dibilang orang paling sibuk?”

Pak Oga: “Coba aja, Bleh. Perhatikan tulisan-tulisan yang ada dimana-mana! Disana ada tulisan: ‘Selamat bekerja. Selamat belajar. Selamat bertanding. Selamat menikmati. Selamat datang. Selamat menikah. Selamat berjuang. Selamat mencoba. Selamat mendengarkan. Selamat membaca. Selamat olah-raga. Dan banyak lagi. Dimana-mana Slamet selalu terlihat bekerja, tidak pernah nganggur. Slamet itu sibuk banget, Bleh.”

Ableh: “Ha ha ha… Itu bukan Slamet, Pak Oga. Itu, selamat. Selamat beda sama Slamet. Beda dong!”

Pak Oga: “Lho, memang beda ya, Bleh? Mulai kapan ya beda?”

Ableh: “Ya, sudah dari sononya beda, Pak Oga.”

Sejenak suasana hening, baik Oga maupun Ableh agak sumringah, ada ide tebak-tebakan. Kini giliran Ableh ingin melontarkan pertanyaan tebak-tebakan.

Ableh: “Aku punya tebak-tebakan, Pak Oga.”

Pak Oga: “Apa itu? Gampang apa susah?”

Ableh: “Gampang kok, karena sudah sering terdengar.”

Pak Oga: “Gitu… Apa tuh tebakannya?”

Ableh: “Pak Oga, siapa orang paling terkenal dari Betawi? Itu aja.”

Pak Oga: “Waduh, siapa ya? Si Pitung… Benyamin… Rano Karno… Ali Sadikin… Sutiyoso… SBY… Fauzi Bowo… Atau siapa lagi ya?”

Ableh: “Bukan, no no, nehi-nehi, sanes, khatha’…” (Ableh menjawab dengan pilihan-pilihan aneka bahasa).

Pak Oga: “Wah, apa ya Bleh? Aku gak tahu. Lalu siapa yang paling terkenal itu, Bleh?”

Ableh: “Bang Senturi!”

Pak Oga: “Kok Bang Senturi, Bleh?”

Ableh: “Bener Pak Oga. Aku denger sendiri, orang-orang di TV, radio, di cafe, di stasiun, di angkot, dimana-mana. Mereka ribut bicara soal Bang Senturi. Dia tuh yang paling terkenal di Jakarta.”

Pak Oga: “Yang bener aja, Bleh! Itu bukan nama orang, itu nama sebuah bank.”

Ableh: “Maksudnya gimana?”

Pak Oga: “Iya. Itu nama bank, namanya Bank Century. Itu bank yang tersangkut korupsi. Katanya, pelakunya Sri Mulani dan Boediono. Gitu Bleh… Itu bukan nama orang.”

Ableh: “Dari kapan Pak Oga dia jadi nama bank?”

Pak Oga: “Halah, halah. Dari sononya memang nama bank, Bleh. Ampun deh, kamu!”

Akhirnya, mereka berdua saling pandang. Lalu…ha ha ha. Mereka melepas tawa bersama, merasa puas sudah berbagi gembira. Setelah puas tertawa, mereka terdiam hening.

“Bleh, kalau dipikir-pikir, kenapa ya kita sekarang kayak jadi budak alat-alat elektronik? Akal kita kayak gak jalan. Padahal harga alat-alat itu mahal. Dan produknya ada lagi, ada lagi. Satu produk dibilang hebat, nanti ada yang lebih hebat lagi. Kita jadi dipermainin sama pabrikan alat-alat itu. Mereka terus membanjiri produk, sementara kita disuruh beli melulu, tanpa tahu untuk apa semua itu. Sampai kapan Bleh, kita diperbudak alat-alat elektronik ini?” kata Pak Oga.

“Bener, Pak Oga. Mendingan kita tebak-tebakan, daripada main alat-alat begituan. Terlalu menyibukkan, menyita emosi, alat-alat itu lama-lama jadi mengendalikan kita. Jujur, aku bosan Pak Oga dengan yang begitu-begitu. Mending kita beli yang dibutuhkan saja, deh. Gak usah gaya-gayaan. Iya kan, Pak Oga?” kata Ableh.

Pak Oga hanya mengangguk kepala… “Bleh, ayo pulang. Sebentar lagi Maghrib… Oke Pak Oga, makasih ya sudah berbagi tebak-tebakan… Sama-sama, Bleh…”

(Mine).

Iklan

2 Responses to Siapa Paling Sibuk & Siapa Paling Terkenal…

  1. heru berkata:

    wah pak ogah sama ablehnya memang lucu. bener banget hari ini kita semua banyak yg di kendalikan sama barang elektronik tad. jazakalloh refreshnya.

  2. Fulan3 berkata:

    hahaha culu bngt

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: