Strategi Mengalahkan Barcelona FC

Mengalahkan Barcelona FC?

Rasanya ini hanya sebuah mimpi. Barca saat ini disebut-sebut sebagai klub sepakbola terkuat di dunia. Apalagi ketika mereka berhasil merekrut Cesc Fabregras, pemain berbakat yang sekian lama menjadi “central power” Arsenal, klub legendaris asal London Utara..

Belum lama lalu, Barca FC mampu mengalahkan rival terberatnya di kompetisi La Liga, Real Madrid, dalam duel El Clasico. Real Madrid yang dilatih sang Entrenador, Jose Mourinho, kalah 3-1 di tangan Barca, di depan mata pendukung Real Madrid sendiri. Suatu kekalahan sangat pahit, sekaligus meruntuhkan image bahwa Jose Mourinho merupakan pelatih terbaik yang tak terkalahkan.

Sebenarnya, mengalahkan Barca bukanlah suatu mimpi. Secara teori, mereka bisa dikalahkan. Tetapi untuk menghadapi tim sekuat Barca, tidak mungkin hanya bermodal nekad, berpikir linear layaknya para pengamat bola di Indonesia, atau membuat rumus-rumus penuh nafsu yang tidak bisa dipertanggung-jawabkan. Harus tetap ada sandaran teori dan aplikasinya berlandaskan pengalaman-pengalaman.

Mari kita coba diskusikan topik unik ini…

Lama-lama Kejayaan Barca Juga Akan Memudar... (Yah, it's just a game).

[A]. Dasar permainan Barca FC mula-mula dibangun oleh Johan Cruyff, legenda bola asal Belanda. Pola yang dia terapkan dikenal sebagai “total football”. Dalam permainan ini,  berlaku sebuah rumusan dasar, menyerang bersama dan bertahan bersama pula. Untuk itu dibutuhkan kekuatan fisik dan stamina luar biasa. Faktor stamina ini jarang dibahas oleh para pengamat. Mereka terlalu terpaku dengan possesing ball (penguasaan bola) dan seni sepak-bola indah yang diperagakan pemain-pemain Barca. Secara fisik, mereka memiliki kelebihan luar biasa. Bayangkan, mereka bisa tekun menguasai bola dalam durasi 90 menit tanpa kelelahan.

[B]. Pelatih Barca, Pep Guardiola, mengembangkan pola permainan Tiki Taka yang lalu diadaptasi oleh Timnas Spanyol. Banyak orang mengira Tiki Taka ini adalah cara bermain semodel “dua tiga sentuhan, lalu bola dioper”. Tidak sesederhana itu. Tiki Taka adalah perpaduan dari konsep “total football” gaya Belanda, gaya bermain Samba ala Brazil, dan kekuatan fisik gaya Jerman. Tiki Taka memadukan gaya bermain tiga negara tersebut. Aslinya, gaya bermain Spanyol mirip permainan Samba Brazil, tetapi dengan sentuhan total football dan fisik Jermani, ia menjadi begitu tangguh. Argumentasinya, Lionel Messi ketika bermain di Timnas Argentina, rata-rata tenggelam atau tidak istimewa. Artinya, pemain sekelas Messi tanpa dukungan gaya permainan kolektif Tiki Taka Pep Guardiola, menjadi tidak istimewa.

[C]. Barca menerapkan konsep possesing ball (penguasaan bola) sangat tinggi. Saat beberapa tahun lalu bermain di Stadion Emyrates London, dalam laga Piala Champions, Arsenal dikurung oleh Barca dengan prosentase penguasaan bola 70 : 30. Padahal itu terjadi di kandang Arsenal, menghadapi tim sekelas Arsenal yang juga terkenal dengan possesing ball-nya. Bisa dibayangkan, betapa hebatnya Barca. Lalu tujuan penguasaan bola yang tinggi ini apa? Tujuannya, ialah untuk menghancurkan mental lawan. Anda tahu, dalam simulasi permainan bola, kalau seorang pemain disuruh mengejar bola yang dikuasi beberapa orang sekaligus, dalam bentuk lingkaran; hal ini sangat melemahkan mental pemain itu, sehingga akibatnya melemahkan fisik juga. Nah, cara melemahkan mental lawan itu diterapkan secara konsisten oleh Barca. Saat lawan sudah lemah mental, mereka tiba-tiba menukik ke gawang musuh melalui striker-striker handal. Harusnya, menghadapi permainan possessing ball itu, santai saja. Ikuti saja dengan santai. Lepaskan beban-beban mental. Hal ini akan membantu mengurangi tekanan. Kalau tidak percaya, coba perhatikan skor permainan-permainan Barca. Rata-rata nilainya tidak terlalu menyolok. Untuk penguasaan bola misalnya 70 % selama 90 menit dengan hasil 3 : 0 atau 4 : 0, hal ini sangat minim dibandingkan potensi yang bisa mereka capai. Artinya apa, Barca selama ini memainkan strategi “psycho game” untuk menaklukkan lawan-lawannya. Ini salah satu rahasia besar pola permainan Tiki Taka.

[D]. Begitu pula, para pemain Barca akan berusaha secepat mungkin merebut bola yang ada di kaki lawan. Caranya, mereka akan menempelkan tubuhnya ke pemain lawan yang sedang memegang bola, setelah itu baru merebut bolanya. Mereka akan menciptakan kepanikan dulu dengan mendekati tubuh lawan sedekat mungkin, lalu merebut bola darinya. Kalau cara ini tidak sukses, mereka akan bermain agak kasar untuk merebut bola itu. Kalau tidak cukup juga, pemain Barca lain akan turun untuk membantu merebut. Begitulah polanya. Di mata Barca seolah berlaku kaidah, “Pemain lawan haram memegang bola!” Inilah hegemoni possesing ball tim Barca. Disini ada rahasia kelemahan pemain Barca. Kalau perebutan bola itu terjadi head to head, “1 lawan 1”, ternyata pemain Barca mudah dikalahkan. Kalau kalah berebut bola, mereka sering terpancing untuk bermain kasar untuk merebut bola itu. Itu adalah potensi pelanggaran (fouls). Untuk mematahkan hegemoni Barca dalam hal ini, kalau ada kawan-kawan pemain Barca yang ingin membantu temannya merebut bola, maka pemain lawan harus membantu kawannya mempertahankan bola itu. Caranya, dia harus mencegah pemain Barca yang membantu itu, sehingga perebutan “1 lawan 1” bisa dipertahankan. Dalam fight “1 lawan 1” nanti akan kelihatan bahwa pemain Barca selain lemah, mereka juga memiliki emosi tinggi, layaknya ciri pemain Spanyol yang temperamen.

[E]. Kalau dipetakan, inti kekuatan Barca ada pada beberapa titik, yaitu: Pertama, barisan pertahanan yang sangat kuat, terutama untuk menghadapi serangan balik secara tiba-tiba. Bek-bek Barca rata-rata memiliki ketangguhan di atas rata-rata. Kedua, pemain tengah (middle player) yang sangat handal. Pemain tengah ini menjadi kunci possesing ball. Untuk saat ini, ia diperankan oleh Xavi Hernandes dan Iniesta. Inti kekuatan possessing ball Barca ada di dua pemain ini. Makanya Barca sangat nafsu ingin merekrut Cesc Fabregas, karena ia bisa menjadi pengganti Xavi atau Iniesta, kalau keduanya sedang berhalangan (bukan haidh lho). Ketiga, kualitas striker hebat yang mampu mengobrak-abrik daerah lawan, lalu mencetak gol. Striker seperti Messi, David Villa, atau Ibrahimovic sangat dibutuhkan Barca, karena sejatinya permainan possessing ball mereka lebih untuk melemahkan mental lawan, bukan untuk mencetak gol.

[F]. Meskipun peluang untuk mengalahkan Barca tetap terbuka, tetapi hanya tim-tim dengan kualitas tinggi yang sanggup mengalahkannya. Tim-tim yang masuk jajaran “4 besar” di Liga Inggris, Liga Spanyol, Liga Jerman, atau Liga Italia memiliki peluang besar untuk mengalahkan Barca. Kalau tim-tim recehan, mereka sulit membuat kejutan, meskipun peluang untuk itu tetap ada. Tim penantang Barca haruslah memiliki kualifikasi sebagai berikut: (a). Mereka harus memiliki ketangguhan fisik dan stamina untuk bermain full power selama 90 menit; (b) Mereka harus konsisten dan disiplin dalam menjalankan strategi permainan. Jangan sekali-kali meremehkan tim sekuat Barca; Sedikit kelengahan bias dibayar dengan gol; (c). Ada pemain-pemain tertentu yang sengaja ditugaskan untuk mematikan dua pemain tengah Barca (seperti Xavi dan Iniesta); (d). Ada pemain khusus yang diberi tugas mematikan striker Barca (seperti Messi atau Villa). Sejauh pemain tengah Barca dan strikernya bias dimatikan, maka Barca akan kehilangan 90 % permainannya.

[G]. Pola permainan yang mesti dipilih untuk mengalahkan Barca adalah BERTAHAN dan MELAKUKAN SERANGAN BALIK. Kalau bermain terbuka layaknya tim-tim di Liga Inggris, kemungkinan akan kalah, sebab Barca memiliki keunggulan dari sisi stamina fisik dan ketrampilan membawa bola yang sangat tinggi. Mau tidak mau, harus ditempuh model permainan bertahan. Bahkan model bertahan itu bisa balik melemahkan mental pemain-pemain Barca yang nafsu ingin memenangkan pertandingan. Inter Milan bersama Jose Mourinho pernah melakukan strategi itu, dan terbukti sukses. Mereka meraih tropi Liga Champions setelah menghempaskan Barca.

[H]. Ketika menghadapi Barca, konsentrasi pemain jangan ke bola, tetapi ke pergerakan para pemain-pemain Barca. Sungguh, pemain Barca memiliki kemampuan tinggi untuk tiba-tiba muncul di suatu titik, tanpa terkawal pemain lawan. Kalau konsentrasi ke bola, tim kita akan sangat mudah dipermainkan oleh possessing ball Barca. Tetapi kalau konsentrasi ke pergerakan pemain, maka kita bias mengawal secara ketat pemain-pemain Barca, sehingga mampu meruntuhkan mental mereka. Rata-rata pemain Barca akan mudah emosi kalau mendapatkan pengawalan ketat. Karena dalam permainan Tiki Taka, jarang pemain yang akan berlama-lama membawa bola. Otomatis mereka akan segera mengoper bola itu. Kalau seluruh pergerakan pemain Barca sudah dikunci, Tiki Taka menjadi tidak berjalan baik. Saat pemain Barca membawa bola di wilayah pertahanan kita, gerakan pemain-pemain mereka harus terus dikawal, jangan dilepaskan. Caranya, ikuti saja gerakan pemain itu, jangan terkecoh oleh bola yang dia bawa. Tetapi pada saat yang sama, jangan biarkan gerakan pemain itu semakin mendekati wilayah kotak finalti. Ikuti gerakan, dan tahan sehingga tidak semakin mendekati area finalti. Untuk merebut bola berikan tanggung-jawab ke 5 atau 6 pemain bertahan.

[I]. Secara umum, model permainan yang diterapkan adalah BERTAHAN & SERANGAN BALIK. Pertanyaannya, apa yang harus dilakukan selama 90 menit itu? Apakah akan bertahan terus, menanti sampai pemain Barca bosan? Pertama, menjaga daerah pertahanan sebaik mungkin. Ini adalah kerja besar dan mengerahkan banyak tenaga. Kedua, mengawal gerakan pemain-pemain Barca di wilayah pertahanan. Tugas mengawal ini selain oleh pemain bertahan, pemain tengah, juga dibantu pemain depan. Minimal yang tersisa untuk serangan balik ialah 2 pemain depan. Ketiga, melakukan serangan balik secara cepat. Serangan ini mesti dilakukan dengan melihat peluang. Jadi, jangan selalu ingin menyerang. Lihat sejauhmana peluang yang ada. Keempat, membuang bola ke luar lapangan, bila bola itu masuk ke wilayah pertahanan. Kelima, disiplin dan menjaga motivasi untuk mengalahkan Barca.

[J]. Untuk mengalahkan Barca, sebuah tim harus mencetak 2 gol lewat serangan balik secara cepat. Jika belum mencapai keunggulan 2 gol, belum aman. Bila sudah mendapat kemenangan dengan selisih 2 gol, lakukan penumpukan pemain di daerah pertahanan, untuk mempertahankan kemenangan itu, sembari melemahkan mental pemain-pemain Barca. Selain bertahan, saat tertentu perlu disiapkan serangan-serangan kilat selanjutnya, sehingga angka 2 itu bisa ditambah dengan gol-gol lain.

Demikian sebuah strategi untuk memenangkan pertarungan melawan Barcelona FC. Kalau disimpulkan intinya sebagai berikut: Santai menghadapi possessing ball Barca karena hal itu memang ditujukan untuk menghancurkan mental; mematikan 2 pemain tengah Barca (Xavi & Iniesta) dan 2 strikernya (Messi & Villa). Caranya, berikan tugas pemain tertentu untuk konsisten mengawal keempat pemain tersebut; konsentrasi permainan jangan ke bola, tapi ke pergerakan pemain Barca, terutama ketika mereka sudah masuk wilayah pertahanan tim kita; jangan menghabiskan energi untuk merebut bola, tapi menempel ketat pergerakan pemain Barca. Kecuali, pada pemain bertahan lapis paling belakang (4 atau 5 orang), mereka harus focus ke bola juga.

Sejatinya, hal-hal demikian mudah dilakukan, oleh klub-klub besar. Tapi kalau levelnya masih klub Indonesia atau Asia Tenggara, ya jangan mimpi lah. Klub level Asia saja belum tentu bisa menerapkan strategi demikian, apalagi klub kecil-kecil seperti: Persisam, Persiraja, Persela, Persita, Persikabpas, Persibat, Persilakan (?), Persilangan (?), Persidangan (?), dan lain-lain.

Intinya beginilah… Barcelona FC memang saat ini sedang jaya-jayanya, di panggung sepakbola Eropa (internasional). Tapi bukan berarti mereka tak bisa dikalahkan. Bisa, tetap bisa. Untuk mengalahkan itu butuh stamina kuat, kedisiplinan tinggi, dan kecerdasan menangkal perangkap-perangkap Tiki Taka. Bagi pemain bola di Indonesia, ya paling hanya bisa membuat analisis saja. Untuk bisa bermain selevel dengan Barca, sebuah mimpi yang terlalu jauh. Cukuplah Andik Virmansyah mendapat kaos yang bau keringat Beckham itu, sebagai suatu “prestasi gemilang”. Secara teori kita tahu, tapi untuk praktik rasanya “gak narik”, Mas!

Oke sekian dulu ya. Terimakasih sudah mau “setia” membaca sampai di bagian akhir. Kadang terjadi, orang yang berkecimpung dengan ilmu-ilmu agama, ternyata lebih paham soal bola, ketimbang “bola mania” atau “para komentator TV”. Padahal urusan bola ini kan sekedar selingan belaka; bukan prioritas, agenda urgen, apalagi sampai menjadi gaya hidup. Tidak lah yauww… Gaya hidup seorang Muslim ya agamanya itu sendiri. Iya tho…

(Pengamat Bola “Wahabi”).

Iklan

19 Responses to Strategi Mengalahkan Barcelona FC

  1. neil berkata:

    tp kalo suamiku mah tetep rada – rada ta’ashubnya sama persib
    padahalkan persib mah jadi sering kalah (mengecewakan) !
    & para bobotoh itu kok tetep setiaaaaaaa…..heran !
    apalagi kalo persib K.O dikandang kenapa rumah2 warga yg tak berdosa jd sasaran kemarahan(lemparan batu) para bobotoh
    …..memang mayoritas para fans bola itu kararonyol !!!

    diacara jakarta lawyers club (waktu itu mengangkat isu seputar bola) pernah ada peserta acara ngomong…yg katanya :
    ” menurut penilitian….
    kalo pemain bola asal amerika latin, mrk itu memiliki struktur tulang yg sangat bagus dari lutut ke bawah, makanya tendangan kaki mrk lincah & gesit
    kalo orang eropa struktur tulang yg bagusnya dari panggul sampe ke bahu, makanya pertahanannya kuat
    sedangkan kalo orang indonesia struktur tulang paling bagusnya adalah bagian ‘rahang’….makanya kita2 ini
    paling pinternya ngomong & ngomentari (omdo/komentator sejati), giliran terjun langsung ke lapangan ternyata kita ini keokan wae”

  2. abisyakir berkata:

    @ Bu Neil…

    Wah, Ibu ini selain kritis, komennya -kalau saya perhatikan- tajam-tajam ya. Ngomong-ngomong, suka yang “tajam-tajam” ya. He he he. Jangan begitulah Ibu, kita santai saja. Tidak usah selalu dibawa serius. Makanya, tulisan itu kan masuk “selingan”. Ya, untuk refresh kita-kita.

    Sekedar catatan, kalau Ibu teliti, tulisan di atas bukan untuk konsumsi tim-tim di Indonesia, sebab kelasnya jauh sekali di bawah Barca dkk. Tulisan di atas lebih untuk pengembangan “ilmu” seputar strategi permainan bola. Kalau Ibu baca tabloid-tabloid bola, pasti sangat jarang membaca tulisan seperti itu. Paling-paling yang namanya “komentator bola” hanya melihat sisi-sisi yang sifatnya parsial. Itu standar komentator bola di Indonesia, khususnya di TV-TV.

    ‘Ala kulli haal, terimakasih atas komen-nya.

    AMW.

  3. friewan berkata:

    Waduh masbro ini ternyata analisisnya tajam sekali. Perkenalkan masbro, saya sebenarnya salah satu fans nya los cules yang beberapa tahun terakhir permainan dan prestasinya sangat impressive.

    Boleh tidak saya ambil artikel ini buat tulisan saya? Soalnya saya juga sedang mencari referensi strategi anti tiki-taka.

  4. neil berkata:

    komen sy itu sebagian besarnya sy kutip dari orang lain, ada rekan kami di daerah cisaat rumahnya tepat di pingir jalan yg termasuk akses utama ke stadion jalak harupat…dia mengaku rumahnya sering jd korban lemparan batu para viking bobotoh persib,
    sy pikir persib si maung bandung…sekarang mah lbh cocok dijuluki si meok bandung
    soalnya sering kalah.

    suamiku jg gemar sepakbola
    kalo sekedar selingan sih oke2 sj

    asal jangan sukanya ‘selingan indah yg bikin keluarga runtuh’

  5. abisyakir berkata:

    @ Friewan….

    Makasih Mas atas apresiasinya. Boleh, boleh, silakan saja. Kalau perlu Anda terjemahkan pakai “google translate”, lalu diangkat ke forum-forum diskusi bola. Tapi gak usah dirujukin ke blog ini, ntar disini dikiranya blog bola. (Takut kecele orang-orang nantinya). Gak apa-apa kok, wong ini cuma selingan bagi kita-kita disini.

    Makasih ya sudah masuk kesini. Barakallah fikum.

    “masbro”.

  6. abisyakir berkata:

    @ Bu Neil…

    Wah, ikut prihatin Bu, kalau ada rumah yang sering dilempari batu oleh bobotoh. Perlu diselidiki, apakah rumah itu catnya oranye (warna khas Persija), atau disana ada foto Bambang Pamungkas (pemain Persija yang konon suka memakai susuk “kijang” biar larinya cepet seperti kijang), atau disana ada tertulis “We love Persija forever”. Kalau ada indikasi-indikasi begitu, mungkin itu jadi pemicu pelemparan.

    Bener nih, Ibu kayaknya demen yang “tajam-tajam”. He he he… Itu di bagian akhir ada yang “tajam”: asal jangan sukanya ‘selingan indah yg bikin keluarga runtuh’. Mudah[-mudahan kita tidak sampai yang begitu-begitu ya Bu. Amin ya Rabbal ‘alamiin.

    AMW.

  7. Youyu... berkata:

    @abu..afwan, sy izin copas !

    dulu gila bola juga, kebiasaan liat bola udah mulai berkurang…hanya saja tinggal Barca yg sulit untuk dilewatkan…hehe. Tambahan saja…mungkin seorang pemain bola ternyata bukan hanya teknik dan fisik aj yg scorenya harus tinggi tp juga harus punya “visi atau kecerdasan” yg baik, dan rata-rata pemain Barca punya yg satu ini, bagaimana operan2 terjaga ‘keamanannya’ dr musuh, aliran2 bolanya sejalan dgn pergerakan pemain2nya, xavi-iniesta-fabregas-messi, mereka pemain yg memiliki visi yg sangat baik, yg bisa mengolah situasi pertandingan.

  8. Vatih berkata:

    Hahaha, analisis yang menarik dan kocag 😀

  9. Khaìrul Aniis berkata:

    Subhanalloh..
    ..hebat banget antum ustadz…ternyata pengamat bola yg handal juga..

  10. Hendra berkata:

    Sebenarnya selain penguasaan bola dan stamina yg anda ceritakan, kelebihan strategi barca terletak pada pressure ketat pada lawan ketika mereka kehilangan bola. Dalam 6 detik bola harus direbut. Mereka membuat ruang gerak pemain yg menguasai bola tsb menjadi sempit baik pergerakan maupun passing. Jika dalam 6 detik gagal mereka kembali k formasi awal mereka ketika bertahan. Boleh dilihat di http://www.youtube.com/watch?v=IHRmXwLrpBI

  11. romano berkata:

    mantap artilelnya:

  12. Cekrem barian berkata:

    Aku pendukung FC BARCELONA sejak lama dan selalu mendukung FC BARCELONA sampai kpan pun..
    Saya Barcelonanista dari INDONESIA tepatnya di TEGAL JAWA TENGAH
    dan saya naman CEKREM atau nama idaman.a adalah CEKREMESSI hehehe

  13. Someone9 berkata:

    Itu dulu sekarang pemain barca mengandalkan tiki taka sekaligus melakukan penyerangan tajam.

  14. abisyakir berkata:

    @ Romano…

    Terimakasih. Suka bola ya? 😀

    Admin.

  15. abisyakir berkata:

    @ Someone9

    Ya betul sekarang sudah banyak berubah. Apa mau disampaikan “rahasia terbaru”. Hahaha. Sekarang sudah pensiun jadi #pengamatbola.

    Admin.

  16. sepak bola lucu berkata:

    sepak bola lucu

    Strategi Mengalahkan Barcelona FC | POJOK LANGIT BIRU

  17. man berkata:

    ASS AL..KU.m/ saya.orang awam.ada se orang anak di suru oleh ayahnya.shalat dan anak menjawab sy nga mau shalat.ayah kenapa.dan anak itu menjawab saya nga sujud ayah klo belum lihat tuhan…sujud tpi siapa yg di sujuti akhirnya kepala luka jadi.pertanyan sy.mana yg benar ayah atau anak.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: