Jangan Terlalu Berharap Kepada Ketua KPK Baru!

Ketua KPK periode 2012-2016 sudah terpilih. Dia bernama Abraham Samad. Tokoh muda 44 tahun ini menggantikan Busyro Muqaddas yang saat ini beralih posisi menjadi Wakil Ketua KPK. Abraham Samad (apakah ada hubungan dengan Bibit Samad?), terpilih secara aklamasi oleh anggota Komisi III DPR dengan 43 suara (dari 55 suara).

Seperti biasa, rakyat Indonesia sangat berharap kepada pemimpin KPK yang baru ini. Harapan rakyat sangat besar agar aksi pemberantasan korupsi benar-benar efektif dan adil. Ya, negara mana yang akan maju kalau fenomena korupsi merata dimana-mana?

Lebih Sejuk Melihat Rumput. Daripada Melihat Wajah Kaum Elit.

Tetapi masalahnya, apa harapan itu benar-benar nyata, atau hanya impian kosong saja? Jujur, kalau melihat kehidupan elit-elit politik selama ini, termasuk sosok para Ketua KPK, sangat sulit berharap. Mereka selama ini lebih banyak omong ketimbang banyak guna.

Coba perhatikan artikel berikut ini: Mau Tahu Gaji Abraham Samad Cs? Coba perhatikan rincian gaji tersebut! Misalnya, gaji pokok Rp. 5 juta. Sedangkan tunjangan jabatan sampai Rp. 15 juta lebih. Ditambah lagi tunjangan kehormatan, tunjangan perumahan, tunjangan transportasi, tunjangan hari tua, dan asuransi kesehatan. Total gaji Ketua KPK, Rp. 72.200.000,- (tujuh puluh dua juta, dua ratus ribu rupiah). Sedangkan gaji Wakil Ketua KPK, Rp. 63.120.000,- (enam puluh tiga juta, seratus dua puluh ribu rupiah).

Mungkin, ke depan gaji Ketua KPK Cs. bisa ditambah lagi dengan: tunjangan santai, tunjangan wisata, tunjangan nonton film, tunjangan popularitas, tunjangan anak-cucu, tunjangan pelesir ke luar negeri, tunjangan BBM, tunjangan main facebook-an, tunjangan kegelisahan, tunjangan duka-cita, tunjangan pernikahan anak, tunjangan memelihara burung kicauan, dan seterusnya. Jadi list tunjangan-tunjangan ini bisa diperpanjang, sehingga kegiatan pokok anggota KPK hanyalah memelototi gaji bulanan mereka, di rekening-rekening yang “cepat gendut” itu.

Mungkin, dasar pemikirannya, “Gaji Ketua KPK Cs perlu dibesarkan, biar mereka tidak ngiler kalau menghadapi penyuapan dari para koruptor.” Masalahnya adalah: dengan gaji yang nilainya bisa mencapai 60 kali atau 70 kali UMR itu, mental mereka justru letoy. Mereka jadi takut mati, karena setiap bulan selalu menanti-nanti gaji besar. Para pemulung yang penghasilan cuma Rp. 25 ribu sehari, mereka berani mati, mengais sampah plastik di kiri-kanan rel kereta api. Tetapi dengan gaji 60-70 jutaan, mental manusia jadi rapuh. Yang dia pikirkan hanyalah gaji doang, day to day.

Saya sarankan agar bangsa Indonesia tidak usah banyak berharap kepada sosok Abraham Samad Cs. Jangan berharap banyak. Biasanya, manusia-manusia seperti ini (serupa dengan anggota DPR dan menteri-menteri Cs), sudah terkena TIGA PENYAKIT MEMATIKAN.

Apa saja 3 penyakit itu? Pertama, BANYAK OMONG. Kedua, BANYAK GAYA. Dan ketiga, BANYAK BERKELIT.

Mereka itu hanya pandai ngomong dan ngomong saja. Keahlian utama mereka adalah “bibir dan lidah” saja. Omongannya banyak, mengepul bagai asap rokok. Membuat batuk-batuk bagi manusia yang sehat. Mereka juga banyak gaya. Senang ketemu wartawan-wartawan. Tidak menolak gaul dengan anggota DPR dan pejabat. Kenal dengan artis-artis dan dunia selebritas. Pakaian, kendaraan, alat elektronik, dan sebagainya berkelas. Dan nanti kalau dikritik oleh rakyat (termasuk melalui kritik seperti ini) mereka banyak membela diri, defensif, mencari-cari alasan. Seperti gayanya Chandra Hamzah yang tidak berani dikonfrontir dengan Nazaruddin itu.

Singkat kata, pejabat-pejabat KPK selama ini seperti manusia-manusia yang secara mental-ruhani bermasalah. Mereka nafsu menjadi anggota KPK, tetapi setelah menjabat tidak menunjukkan keberaniannya untuk babat habis korupsi di Indonesia. Maklumlah, para pencari kerja beda dengan penegak keadilan. Karena mungkin merasa tak bersaing mencari kerja di bursa eksekutif muda, akhirnya nyari-nyari di KPK (mencantolkan kerah bajunya ke beban keuangan negara).

Kita tidak tahu bagaimana reputasi Abraham Samad ini. Apakah akan ada perubahan atau sama letoy-nya dengan Busyro Muqaddas? Wallahu a’lam, hanya Allah yang Tahu. Kalau nanti Abraham ini juga tertimpa 3 penyakit di atas (banyak omong, banyak gaya, banyak berkelit); ya sudah, tak ada harapan banyak di negeri ini; baik generasi tua (Busyro Muqaddas) maupun generasi muda (Abraham Samad) sama-sama brengsek-nya.

Oke deh…begitu saja! Selamat berjuang, Bung Abraham Samad! Semoga Anda diselamatkan dari 3 penyakit berbahaya itu, dan efektif bisa memberantas korupsi di negeri ini! Amin ya Rabbal ‘alamiin. Termasuk amanah yang sering dikatakan oleh para pemimpin, bahwa akar korupsi berada di lingkaran Istana Negara (ingat informasi Wikileaks). Nanti, arah perjuangan Anda, harus masuk juga ke titik itu. Soal akan di-antasari azhar-kan atau tidak, tawakkal sajalah!

Selamat berjuang, Bung!

Blog Abisyakir.

Iklan

16 Responses to Jangan Terlalu Berharap Kepada Ketua KPK Baru!

  1. Uung berkata:

    Assalamu’alaikum ya kembali ke diri kita apa kita sanggup tidak main sogok; di jalanan, membuat sim, membuat surat keterangan di kantor-kantor pemerintah, yang kalau ga pake pelicin ga jalan….
    atau apa memang kita di zalimin…ya..atau kita ikutan zalim saja…berdagang banyak berdusta, berusaha banyak curang, karena…di sekeliling kita begitu..NAUDZUBILLAH..

  2. syuaibbinsholeh berkata:

    Gimana mau berhasil, orang yang diberantas benda abstrak, Komisi Pemberantasan “Korupsi”.

    Coba kalo namanya diganti jadi Korupsi Pemberantasan “Koruptor”…?

  3. neila kbn-kopi berkata:

    tp pak, masih mendingan ada kpk drpd sama sekali tak ada. Yg sy tau mrk tak hanya mengejar gaji,tp lbh dr itu mrk mengejar eksistensi alias kedudukan.
    krn menurut seorang pengacara yg mundur dari seleksi calon kpk (kalo tak salah namanya partahi yg kacamataan itu) bahwa gaji segitu itu kecil dibanding menjadi pengacara beken.
    & lagi gaji segitu katanya mah masih mendingan dibanding seorang bupati yg gaji pokok+segala macam tunjangan bisa nyampe lbh dari 300jt-an sebulannya..ditambah lg tiap bulannya pasti selalu ada proyek yg mana pak bupati akan dapet fee
    kalo org biasa mah dapat feenya palingan berapa…..
    tp utk sekelas bupati, feenya berupa mobil mercy minimal seharga 1 M lebih atau villa elit atau apapun itu yg penting katanya lbh baik berupa barang, krn kalo berupa duit..entar masuk rekening..entar bisa lbh mudah terendus KPK..jdnya bisa berabe.
    (ini berdasarkan pengalaman seorang bupati yg merupakan sodara kami yg baru sj bercerai dgn wakilnya itu)

    Jd keberadaan KPK sekarang ini masih lbh baik drpd samasekali tak ada..krn kalo tak ada para koruptor akan sangat2 leluasa sekali.

    Dan bagi kita sendiri lbh baik selalu hidup jujur dan tdk pelit mendo’akan para pemimpin kita supaya jd org2 yg sholeh & adil. atau semoga ALLAH memberi kita ganti pemimpin yg jauh lbh baik dan bener2 bisa menjalankan sistem pemerintahan yg berlandaskan Islam.

  4. Raja Saudagar berkata:

    Kalau urusannya cari duit kayaknya nggak. Gaji segitu gak besar-besar amat.

    Mungkin Abi Syakir sedang mengukur orang lain dengan ukuran dirinya sendiri. Karena menurut Abi Syakir gaji segitu itu besar, dia pikir itu juga besar di mata para Ketua KPK itu.

  5. abisyakir berkata:

    @ Bu Neil…

    Bisa jadi Bu, gaji seorang Bupati lebih besar dari itu. Ya, ini informasi berharga buat kita semua. Oooo…Ibu nih masih saudaraan sama Bupati Garut? Wah, kecipratan dong…. (He he he…becanda Bu).

    Jd keberadaan KPK sekarang ini masih lbh baik drpd samasekali tak ada..krn kalo tak ada para koruptor akan sangat2 leluasa sekali.

    Ya, bisa dimengerti. Meskipun keberadaan KPK itu juga bisa bermakna “sebaliknya”. Maksudnya, dengan adanya KPK korupsi -secara teori- bisa diberantas; tetapi dalam praktik, ia bisa jadi “pajangan” doang. Dengan adanya KPK banyak orang berharap, tetapi yang mereka garap hanya korupsi2 minor yang tak banyak mengubah keadaan. Ya, dari sisi baiknya, pandangan Ibu bisa diterima.

    Dan bagi kita sendiri lbh baik selalu hidup jujur dan tdk pelit mendo’akan para pemimpin kita supaya jd org2 yg sholeh & adil. atau semoga ALLAH memberi kita ganti pemimpin yg jauh lbh baik dan bener2 bisa menjalankan sistem pemerintahan yg berlandaskan Islam.

    Sebenarnya sudah kelu mau mendoakan mereka. Tetapi di akhir tulisan di atas, kita tetap menyelipkan doa (harapan) agar Pak Abraham Samad bisa berjihad menghadapi koruptor, meskipun resikonya kematian. Mati memberantas koruptor akan dikenang dalam kebaikan, daripada seperti Busyro Muqaddas. Tidak tampak ada nyalinya. Maklum “orang kampus” yang terlalu banyak “makan teori”.

    Jazakillah khair Bu Neila, salam hormat untuk suami dan keluarga.

    AMW.

  6. abisyakir berkata:

    @ Raja Saudagar…

    Ya, apa dulu Bos parameternya? Kalau parameternya tabungan Gayus Tambunan, duit Miranda Goeltom, duit rekening gendut perwira Polri, dll. ya memang kecil. Atau misal paramter gaji Anda yang “300 juta seminggu itu”, ya jelas kecil.

    Tapi kalau parameternya: UMR, penghasilan orang miskin di bawah Rp. 9000,- per hari, atau gaji bulanan Profesor peneliti di PT yang besarnya sekitar Rp. 5 juta sebulan; gaji Ketua KPK itu jelas besar. Kalau tidak besar, tak mungkin media-media (online) membeberkannya ke publik.

    Syukurlah Bos kalau gaji Anda setara dengan Lionel Messi… Kita ikut bersyukur ya…

    AMW.

  7. Raja Saudagar berkata:

    @Abi Syakir :

    He..he.. kita khan sedang bicara tentang tuduhan anda yang kurang lebihnya motif mereka hanya uang.

    Jadi parameter untuk menentukan uang segitu bagi mereka besar atau kecil itu – tentu saja- adalah :

    Jika mereka menjadi Ketua KPK berapa penghasilannya dan Jika mereka tidak menjadi ketua KPK berapa penghasilannya.

    Misal Abraham Samad setelah menjadi Ketua KPK tentu HARAM hukumnya berpraktek sebagai pengacara seperti sebelumnya. Jika saat dia berpraktek sebagai pengacara penghasilan sebulannya Rp.100 juta sementara setelah jadi Ketua KPK Rp.72 juta, maka uang segitu adalah kecil bagi dia dan tidak pada tempatnya kita menuduhnya sebagai orang yang gila uang, atau dalam tulisan Anda di atas : kegiatan pokok anggota KPK hanyalah memelototi gaji bulanan mereka. Atau Yang dia pikirkan hanyalah gaji doang, day to day.

    Tetapi jika sebaliknya, jika penghasilan sebelumnya 10 juta dan sesudahnya 72 juta tuduhan Anda mungkin benar, tapi Anda harus menunjukkan data beserta argumennya.

    Penghasilan saya 300 juta per minggu ? He..he.. atas doa Anda ini saya hanya bisa mengucap … Amien…Tapi sepertinya diturunin sedikit sajalah …300 juta per bulan. Dan semoga tercapai dalam waktu tidak lebih dari 5 tahun ke depan. ..Amien..!

  8. Si Uhuy... berkata:

    Ya KPK skrg dan orang2 pemerintah banyak omong tapi tdk banyak kerja….atau NATO termasuk pemilik blog ini sama NATOnya bisanya ngritik tp tak ada solusi

  9. abisyakir berkata:

    @ Si Uhuy (maybe Darus)…

    Iya lah…di dunia ini kan yang “paling beramal” dan “paling solihin” kan Anda dan kawan-kawan. Yang lain tuh…isinya “omdo” ya… Hanya Anda dan kawan-kawan satu komunitas politik yang setengah kakinya sudah sampai di syurga. Benar begitu kan…???

    AMW.

  10. darus wiyono berkata:

    uhuyyyy….si amw dah pernah jalan ke surga ky malaikat aja…pantesan pinter memvonis org….

  11. Ummu Hafsah berkata:

    Tetapi dengan gaji 60-70 jutaan, mental manusia jadi rapuh. .

    Ah masak ? Pghasilan ane pernah 4 juta/hari santai2 aja lagi. Msh sholat 5 waktu…..sesering mngkin sholat tahajud & dhuha ……..rutin nyumbang pesantren hafizh Al Qur’an Yatim ……..rutin kirim uang ke ortu……..bsedekah……….Ane yakin byk yg pghsilnnya segitu ato lebih tanpa hrs jadi rapuh mentalna……….

    Sbetulna apa yg di pikiran ente hingga dgn gampangnya mnarik ksimpulan sprti itu ? …………..

    Maaf, spt kata Rj Sdgr, apakh cuman segitu ukuran ente ?

  12. abisyakir berkata:

    @ Ummu Hafshah…

    Lho, di Indonesia itu menurut data masih ada sekitar 100 juta rakyat miskin, dengan standar penghasilan kurang dari 18 ribu per hari. Apakah Anda pernah mendengar data seperti ini? Jika saya singgung soal besarnya gaji Ketua KPK, setidaknya saya punya bahan “100 juta manusia” di negeri ini. Lalu Anda, bisakah sebutkan berapa banyak orang di Indonesia yang seberuntung Anda? Mohon sebutkan datanya secara jelas!

    Banyak terjadi di negeri ini, misalnya masalah Mesuji di Lampung/Sumsel. Itu kan rebutan lahan, sampai berdarah-darah. Berapa sih penghasilan petani dari kelapa sawit mereka? Apakah 4 juta sehari? Tetapi lihatlah, dalam kasus2 seperti ini sering berkuah darah. Jangan begitu, cuma soal rebutan lahan parkir, rebutan jadi makelar angkot terminal, atau rebutan duit ribuan rupiah, manusia bisa bacok-bacokan kok.

    Maaf, spt kata Rj Sdgr, apakh cuman segitu ukuran ente ?

    Saya jawab jujur ya: Ajal, benar adanya. Saya memang setipe para petani Mesuji yang faqir dan lemah. Saya setipe makelar terminal yang butuh perhatian dan rahmat dari Rabbul ‘alamiin. Ya, memang hanya segitu Bu atau Mbak. Saya jelas beda dengan Anda (atau Raja Saudagar) yang sudah melanglang buawa kemana-mana. Kami ini kaum fakir, butuh perhatian (Ar Rahman Ar Rahiim).

    Moga Anda tidak takabbur dengan kekayaan yang diberi. Berhati-hatilah, wahai saudariku!

    AMW.

  13. Ummu Hafsah berkata:

    @Abi Syakir :

    Ente mlh nglantur kmn-mn gk karuan….. . Ane hanya nanya kalimat Ente yg ini ……..Tetapi dengan gaji 60-70 jutaan, mental manusia jadi rapuh.

    Itu kesimpulan sembarangan……implikasinya gak simple ……. Imagine this conversation ……

    Abi : alhamdulillah Mi…. dgn ijin Allah gaji Abi skr 60 juta
    Ummi : ha….klo begitu mental Abi skr pasti rapuh.
    Abi : lho, kenapa ?
    Ummi : kata Abi Syakir uang 60-70 jt bikin mental jd rapuh….
    Abi : ….?

    Anak 1 : gaji bpkq 70 jeti 1 bln, tau…..!
    Anak 2 : cih….punya bpk mentalnya rapuh dibanggain …

    Suami : org2 di komplek qt ini byk yg mentalnya rapuh, Ma..
    Istri : knp Pa….?
    Suami : krn gaji mereka lbh besar dr 60 jt….

    Klo ucapan ente diaminkan org2, maka org2 akan menilai ane juga bermental rapuh, hanya krn pghasilan ane … jelas ane gak ridho dgn itu…………….Ane kerja keras, halal, berdoa, tawakkal … lalu Allah nitip rezeki ke ane…….jumlahnya Allah yg putuskan …….Karena Allah kasih 60 jeti lebih, tiba2 ada yg vonis sy sbg bermental rapuh…..What a stupid conclusion ?

    Sdh sadar dgn kdgkaln pikiran ente ?…….rapuh ato tdk letaknya bkn pd 60 jeti ato kurang. Yg 5 rb perhari jg blm tentu mentalnya tdk rapuh …….bgm mgkin hanya u/ memahami hal sederhana bgini ente ngelantur ke Mesuji lah, rebutan makelar angkotlah, terminal lah….

    Moga Anda tidak takabbur dengan kekayaan yang diberi. Berhati-hatilah, wahai saudariku!

    Insya Allah ……!

  14. abisyakir berkata:

    @ Ummu Hafshah…

    Ente mlh nglantur kmn-mn gk karuan….. . Ane hanya nanya kalimat Ente yg ini ……..Tetapi dengan gaji 60-70 jutaan, mental manusia jadi rapuh. Itu kesimpulan sembarangan……implikasinya gak simple ……. Imagine this conversation ……

    Komentar: Lho, apa Anda tidak tahu ya kelakuan para anggota DPR/DPRD selama ini, sejak era Reformasi? Mereka, terutama yang berangkat dari keluarga aktivis dengan tingkat ekonomi pas-pasan. Setelah mendapat gaji puluhan juta sebulan, mereka berubah sifatnya. Yang tadinya shalih dan idealis, jadi lumer dan plin plan. Anda tidak mengetahui persoalan ini kah?

    Syaikh Al Albani pernah mengecam para politisi di Yordan. Kata beliau, sejak masuk dunia politik, mereka tidak lagi komitmen dengan Syariat Islam. Saya tidak tahu berapa gaji Adnan Buyung Nasution ketika menjadi anggota Watimpres. Tetapi sejak masuk birokrasi, dia jadi “anak manis”. Dalam acara JLC semalam (24 Januari 2012), salah seorang narasumber mengatakan, selama ini DPR rusak karena yang menjadi anggota DPR rata-rata dari orang miskin/tidak mampu, lalu jadi over acting setelah jadi anggota DPR. Di Amerika itu, setiap kandidat pemimpin diwajibkan dari keluarga yang mapan ekonomi, agar peluang korupsinya rendah.

    Anda tidak melihat semua ini?

    Abi : alhamdulillah Mi…. dgn ijin Allah gaji Abi skr 60 juta
    Ummi : ha….klo begitu mental Abi skr pasti rapuh.
    Abi : lho, kenapa ?
    Ummi : kata Abi Syakir uang 60-70 jt bikin mental jd rapuh….
    Abi : ….?

    Anak 1 : gaji bpkq 70 jeti 1 bln, tau…..!
    Anak 2 : cih….punya bpk mentalnya rapuh dibanggain …

    Komentar:

    Wah, Anda ini berlebihan. Saya kan tidak memutlakkan hal itu. Saya hanya ingin memotret, ketika seorang pejabat yang semula miskin (hidup pas-pasan) lalu seketika mendapat gaji besar, seringkali hidup mereka berubah drastis. Yang semula komitmen, menjadi lumer. Kalau pejabat itu sudah miliader dari awal, atau gajinya per hari seperti Lionel Messi, dijamin tidak akan plin plan dalam penegakan hukum.

    Janganlah berlebihan. Tapi tidak apa-apa juga sih bagaimanapun komentar Anda. Itu hak pembaca yang terlibat diskusi. Tetapi Anda kan belum menjawab pertanyaan saya semula: “Berapa banyak sih manusia Indonesia yang seberuntung Anda, setiap hari mendapat gaji jutaan rupiah? Berapa banyak sih, Bu?”

    Suami : org2 di komplek qt ini byk yg mentalnya rapuh, Ma..
    Istri : knp Pa….?
    Suami : krn gaji mereka lbh besar dr 60 jt….

    Komentar:

    Anda kok sebegitu marahnya ya… Mengapa sih Bu? Ada apa sebenarnya, sehingga Anda harus membuat logika yang dipaksa-paksakan begitu? Ada apa sih?

    Coba Anda baca dalam tulisan itu, apakah disana saya katakan: “Siapa saja yang dapat gaji per bulan 60 juta rupiah, otomatis dia bobrok mental dan rusak moralnya!” Apa saya katakan hal itu? Saya kan mengatakan, MENURUT KEBIASAAN orang Indonesia. Kalau dalam situasi berbeda, jangankan 60 juta sebulan, mendapat penghasilan 5 miliar sebulan, hal itu bisa-bisa saja. Sebab yang bersangkutan pengusaha, pemilik bisnis, tidak ikut cawe-cawe dengan urusan birokrasi negara.

    Tolonglah bersikap agak adil sedikit…

    Klo ucapan ente diaminkan org2, maka org2 akan menilai ane juga bermental rapuh, hanya krn pghasilan ane … jelas ane gak ridho dgn itu…………….Ane kerja keras, halal, berdoa, tawakkal … lalu Allah nitip rezeki ke ane…….jumlahnya Allah yg putuskan …….Karena Allah kasih 60 jeti lebih, tiba2 ada yg vonis sy sbg bermental rapuh…..What a stupid conclusion ?

    Komentar: Ya Allah, masya Allah. Sampai segitunya, Bu. Saya kan tidak menyalahkan orang-orang swasta, pengusaha, pebisnis, atau kerja apapun dengan penghasilan besar. Maksud saya, adalah orang yang kerja di NEGARA, yang gajinya besar, sedang mereka semula hidup pas-pasan. Ya Allah ya Ilahi, sampai segitunya.

    Mana mungkin saya kan katakan: “Siapapun yang gajinya di atas 70 juta sebulan, dia maling, mentalnya bejat!” Lalu bagaimana dengan para penguasaha yang setiap bulan penghasilan miliaran rupiah?

    Ini orang sensitif banget ya. Tapi no problem…

    Sdh sadar dgn kdgkaln pikiran ente ?…….rapuh ato tdk letaknya bkn pd 60 jeti ato kurang. Yg 5 rb perhari jg blm tentu mentalnya tdk rapuh …….bgm mgkin hanya u/ memahami hal sederhana bgini ente ngelantur ke Mesuji lah, rebutan makelar angkotlah, terminal lah….

    Komentar:

    Saya berharap Ibu jangan cepat menyerah dengan diskusi ini. Saya ingin diskusi lebih jauh dengan Ibu, sebab Ibu sangat sensitif dan berani dalam melontarkan kata-kata.

    Banyak pengalaman bicara, bahwa para pejabat/anggota dewan di Indonesia itu, masih sangat banyak yang berorientasi gaji. Faktanya, coba lihat ribuan manusia yang selalu desak-desakan saat ujian PNS. Lihat berbagai demo menuntut kenaikan UMR. Lihat persaingan sengit mendapat “nomor jadi” dalam Pemilu. Lihat guru honorer, guru bantu, calon penerima sertifikasi, dll. Ini jumlahnya amat sangat banyak. Mereka berorientasi gaji. Kalau suatu ketika mendapat gaji bulanan sangat besar, mereka sering hilang kontrol.

    Saya tidak membahas, bahwa setiap yang mendapat penghasilan di atas 60 juta sebulan, dia rusak moral dan mentalnya. Bukan seperti itu, wahai Ibu yang ramah! Mana mungkin saya akan mengatakan hal itu?

    Semoga hati Anda lebih tenang, tidak congkak, dan lebih memahami.

    AMW.

  15. Ummu Hafsah berkata:

    Lihat baik-baik vonis ente di atas …. Tetapi dengan gaji 60-70 jutaan, mental MANUSIA jadi rapuh.

    + Ente tulis MANUSIA. bkn aggota DPR, Ktua KPK, PNS, ato politisi ….. so org swastapun trmsk.

    + Ente tulis MANUSIA…..artinya sepanjang ia bkn hewan, tumbuhan ato benda mati lainnya ia trmsk.

    + Ente tulis MANUSIA….. so bukan hanya manusia Indonesia, manusia Amerika, China, Arab dsb trmsk.

    Jika ente tulis …Tetapi dengan gaji 60-70 jutaan, mental Ketua KPK/ Politisi / Anggota DPR jadi rapuh…. ane gak akan tulis ini. Krn ane gak trmsk di situ.

    Saya kan mengatakan, MENURUT KEBIASAAN orang Indonesia.

    … Di paragraph brp ente bilang begitu ?……Gak ada tuh !

    “Berapa banyak sih manusia Indonesia yang seberuntung Anda, setiap hari mendapat gaji jutaan rupiah? Berapa banyak sih, Bu?”

    Tdk bnyk ….. dan meski gaji ane besar, ane tdk akan smbarangn mvonis yg pghsilan kecil mentalnya rapuh… spt jg jika pghsln ane kecil tdk akan smbarangn memvonis yg pghslnnya besar mentalnya rapuh.

    Jgn pake kata MANUSIA (saja) jika ente hanya ingin mmotret sbagian kecil darinya …..bahkan jika ente ingin memotret sbagian besar darinya pun hrsnya pake .. KEBANYAKAN MANUSIA… …..apalagi ente hanya mau potret Ktua KPK, politisi, anggota DPR, PNS atau birokrat lainnya …. agar ente tdk menimpakan label/vonis pd org yg salah….. krn itu bentuk dr kedzoliman…

  16. abisyakir berkata:

    @ Ummu Hafshah…

    Lihat baik-baik vonis ente di atas …. Tetapi dengan gaji 60-70 jutaan, mental MANUSIA jadi rapuh.

    + Ente tulis MANUSIA. bkn aggota DPR, Ktua KPK, PNS, ato politisi ….. so org swastapun trmsk.

    + Ente tulis MANUSIA…..artinya sepanjang ia bkn hewan, tumbuhan ato benda mati lainnya ia trmsk.

    + Ente tulis MANUSIA….. so bukan hanya manusia Indonesia, manusia Amerika, China, Arab dsb trmsk.

    Jika ente tulis …Tetapi dengan gaji 60-70 jutaan, mental Ketua KPK/ Politisi / Anggota DPR jadi rapuh…. ane gak akan tulis ini. Krn ane gak trmsk di situ.

    Komentar: Dalam kalimat itu kan ada kata GAJI Bu. Ibu bisa bedakan antara GAJI dan PENGHASILAN? Gaji yang saya maksud disini juga terkait dengan posisi Ketua KPK. Bukan posisi para eksekutif, pegawai swasta, dll. Disana kan sudah ada pembatasan secara implisit: para penerima gaji negara.

    Saya kan mengatakan, MENURUT KEBIASAAN orang Indonesia.
    … Di paragraph brp ente bilang begitu ?……Gak ada tuh !

    Komentar: Iya, maksudnya dalam konteks diskusi yang sudah berjalan. Bukan dalam konteks tulisan awalnya. Coba perhatikan lagi runutan diskusi itu. Apa yang saya maksud adalah…membahas masalah gaji negara, dalam konteks kebiasaan orang Indonesia.

    Coba saja Ibu perhatikan, tulisan itu kan terkait dengan Ketua KPK, atau sejenisnya. Ini kan sudah memberi koridor. Jadi pengertian kata “manusia” itu tidak lepas dari konteks ini. Atau secara umum: para pejabat yang menerima gaji negara.

    Ya, kalau dipahami dengan bahasa “100 % Presisi” seperti Ibu, ya lumayan mumet juga. Nanti Ibu akan banyak gelisah kalau membaca judul-judul majalah atau koran, yang kerap menggunakan silogisme “semua untuk mewakili sebagian”. Misalnya ada yang bicara: “Manusia zaman sekarang sudah parah.” Atau kata seperti: “Bangsa Indonesia semakin merosot.” Atau misalnya, “Orang Barat sangat rakus harta dan kekuasaan”. Atau misalnya perkataan, “Wanita zaman sekarang tingkahnya semakin aneh”. Dan lain-lain perkataan yang tidak bisa dipahami secara “logika matematik” begitu saja.

    Ala kulli haal, yang saya maksud adalah: para pejabat penerima gaji negara. Bukan penerima penghasilan (income) secara umum. Ibu insya Allah tetap aman, tidak diusik disini. Mau berpenghasilan 3 miliar setiap hari pun, kalau bukan pegawai/pejabat negara, bukan mereka yang dituju.

    Semoga dipahami ya…terus dalam diskusi kita biasa saja, tidak usah terlalu emosi. Terimakasih.

    AMW.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: