Ironi Seorang Lily Wahid…

Dalam acara Sarasehan Anak Negeri beberapa hari lalu, di sebuah TV swasta (pendukung Nasdem & Surya Paloh), ada sebuah kejadian sangat unik; kalau tidak dikatakan aneh. Semua elit-elit politik nasional diberi kesempatan bicara, meskipun banyak juga yang marah-marah atau emosi, karena belum juga diberi kesempatan bicara. (Maklum, mereka kan sudah dandan bagus-bagus, cakep, rapi…masak sih tidak boleh nampang di TV?).

Akting-mu Tak Secantik Bunga Lily...

Saat lagi deras-derasnya para elit politik bicara, presenter TV memberi kesempatan Lily Wahid angkat bicara. Ya, Lily Wahid menyimpulkan bahwa kepemimpinan negara saat ini sangat krisis, atau tidak hadir di tengah-tengah masyarakat. Tetapi, dalam celah sesempit itu, Lily Wahid masih sempat-sempatnya bicara soal konflik GKI Yasmin dengan masyarakat dan Pemkot Bogor. Ya Ilahi, masalah kepemimpinan nasional kok jadi menukik ke persoalan GKI Yasmin itu? Aneh bukan. Dan untungnya, pihak presenter TV tidak menghiraukan lontaran opini Lily Wahid. Alhamdulillah.

Wong, kaum elit lagi bicara masalah besar, masalah bangsa, sehingga ia diberi tajuk: Menyelamatkan Negara Autopilot. Tetapi oleh Lily Wahid suasana nasional itu ingin dibawa ke ranah khusus, konflik GKI Yasmin. Kelihatan banget, kalau Lily ingin menjadi “penyambung lidah” GKI Yasmin.

Dalam konteks nasional, reputasi Lily Wahid cukup lumayan. Dia tidak sekontroversial kakaknya, Abdurrahman Wahid. Lily Wahid cukup berani vis a vis menghadapi Muhaimin Iskandar, Ketua Umum PKB. Dalam hal ini, Lily punya teman seperjuangan, Effendi Choiri. Lily Wahid termasuk inisiator Hak Angket Bank Century.  Apalagi ketika dia berani terang-terangan memilih “Opsi C” dalam Sidang Paripurna DPR membahas Bank Century, padahal mayoritas para pendukung PKB memilih “Opsi A”. Dalam hal-hal demikian, reputasi Lily Wahid cukup disegani.

Tapi dalam soal GKI Yasmin kok seperti menjadi “titik balik”. Lily bukannya mendukung masyarakat dan Pemkot Bogor yang berdiri di atas pijakan hukum, tetapi malah mendukung provokasi-provokasi para aktivis GKI Yasmin. Disini Lily seperti mau menjadi “pahlawan minoritas”, tetapi dengan cara “menindas kepentingan” mayoritas. Kasihan amat ya…

Alhamdulillah, kemudian muncul klarifikasi dari masyarakat Bogor anti GKI Yasmin. Mereka mendudukkan masalah sesuai porsinya. Berikut beritanya: Fakta Kecurangan GKI Yasmin yang Ditutup-tutupi.

Tampaknya Lily Wahid perlu membaca masalah ini secara detail. Jangan sampai, karena alasan “minoritas doang” Lily Wahid menjadi seperti “banteng kalap” yang nabrak-nabrak aturan hukum. Bukankah saat Skandal Century Lily ingin menegakkan hukum? Mengapa disini dia ingin membela kaum pelanggar hukum yang ngeyel alias mau menang sendiri?

Bu Lily…Anda sudah sepuh. Isilah hidup dengan kebaikan-kebaikan. Jangan meninggalkan “noda sejarah” yang kan dikenang manusia (kaum Muslimin) dengan aroma tidak sedap.

Oke Bunda…selamat berbenah diri!

Mine.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: