Said Aqil Siradj dan Syiah Dihempas Tsunami

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sejak awal saya percaya bahwa Said Aqil Siradj akan celaka; sungguh-sungguh akan celaka. Mengapa ada asumsi seperti itu? Apakah ada dendam, dengki, atau benci ke Said Aqil Siradj? Apakah hal itu berdasarkan kalkulasi politik, hitung-hitungan mekanisme pencitraan publik, atau analisis media? Apakah berdasarkan wangsit, mimpi, ilham, dan sejenisnya?

Bukan, bukan sama sekali. Dasarnya adalah hukum keadilan itu sendiri. Dalam Surat Ar Rahmaan, Allah Ta’ala mengatakan: “Wa wadha-al mizan, allaa tath-ghau fil mizan, wa aqimul wazna bil qisthi,  wa laa tuqshirul mizan” (Dia -Allah- telah meletakkan mizan keadilan, maka janganlah melampaui mizan itu, dan tunaikanlah timbangan secara adil, jangan mengurangi dalam timbangan). Ayat-ayat ini sangat menekankan, betapa dalam kehidupan ini Allah sudah meletakkan mizan keadilan, maka setiap insan dilarang melampaui mizan tersebut. Kalau melampauinya, berarti ia telah berbuat kezhaliman. Dalam hadits, Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam bersabba: “Ittaquu zhulma fa innaz zhulma zhulumatin fil akhirah” (takutlah akan kezhaliman, sebab kezhaliman itu adalah kegelapan di Akhirat nanti).

Said Aqil Siradj telah banyak berbuat kezhaliman, khususnya ketika dia baru datang dari Arab Saudi, setelah menyelesaikan studi doktornya. Baru juga sampai di Indonesia, Said sudah berkata: “Inni tubtu min Wahabi” (aku bertaubat dari Wahabi). Dalam masa 14 mendapat beasiswa di Ummul Qura Makkah, Said Aqil begitu segut (gembul) dalam makan-minum, menikmati uang saku, mendapat penginapan, fasilitas, transportasi, dan segalanya yang dibutuhkan. Bahkan 4 orang anak-anak Said, lahir di Makkah, dalam naungan kemurahan kaum Wahabi. Tetapi setelah Said kenyang dari semua itu, dia mendadak “bertaubat” dari Wahabi.

"Said Datang, Badai Menyerang" (sumber foto: mediaindonesia.com).

Bukan hanya soal taubat dari Wahabi, Said Aqil juga mulai gandeng-renteng dengan Syiah (Iran). Selain tentunya, gandengan dengan Bank Dunia, dalam rangka “memerangi teroris”. Said tak segan-segan mulai membela simbol dan ajaran Syiah. Dia bahkan menjadi sponsor utama terbitnya “Trilogi Idahram” yang isinya amat-sangat memfitnah dakwah Wahabi dan orang-orang yang meniti jalan di atas dakwah itu (atau yang tidak terkait sekalipun). Permusuhan Said tidak tanggung-tanggung, dia mengklaim bahwa Wahabi adalah musuh negara, karena kebanyakan “teroris” berpaham Wahabi. Itu menurut klaim dia. Hingga di majalah Tempo, secara terang-terangan Said mengaku diri sebagai penganut Syiah.

Disini kita lihat betapa berat kezhaliman yang sudah dilakukan oleh Si Said ini. Dia sudah diberi kemurahan oleh orang lain; bukan berterimakasih, atau sekedar menghargai semua itu. Tetapi dia balas semua kebaikan orang dengan permusuhan, adu-domba, fitnah, penyesatan, penikaman, dan sebagainya. Obsesi Said, dia berharap agar kaum Wahabi diperangi di Indonesia, seperti Densus88 memberanras para terduga teroris selama ini. Inna lillahi wa inna ilaihi ra’jiun.

Nah, alasan-alasan itulah yang membuat Said jatuh dalam bencana dan kecelakaan perih. Tidak ada tempat lari baginya, meski harus ke ujung dunia sekalipun. Mengapa? Sebab dalam diri dan kehidupan Said sudah tertanam sangat banyak jasa-jasa baik orang lain. Kebaikan-kebaikan yang pernah dia terima akan menjadi “kanker” yang akhirnya menyerang dirinya sendiri, dari segala arah, dengan tiada satu pun mampu mencegah. Said berbeda dengan Abdurrahman Wahid. Kalau Wahid melakukan permusuhan kepada Islam dengan modal sendiri (atau modal keluarga), maka Said memusuhi Islam, lewat jasa baik manusia lain.

Salah satu dari bentuk kecelakaan Said, selain serial lain yang pasti akan menimpanya, adalah terbongkarnya perjanjian rahasia antara Said dan elemen-elemen Iran. Berita lengkapnya di situs hidayatullah.com berikut ini:

Syuriah PBNU Batalkan Kerjasama dengan Iran

Hidayatullah.com–Syuriah PBNU dikabarkan telah membatalkan kerjasama dengan Iran. Kabar ini disampaikan HM. Cholil Nafis, Wakil Ketua Bahtsul Masail PBNU kepada www.hidayatullah.com, (11/02/2012), Sabtu pagi.

Menurut Cholil Nafis, diam-diam, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj membuat nota kesepahaman (MoU) dengan Universitas al-Mustafa al-‘Alamiyah, Qom, Iran.  Dokumen kerjasama di bidang pendidikan, riset dan kebudayaan itu dilakukan tanpa sepengetahuan dan persetujuan Syuriah PBNU. Dokumen tertanggal 27 Oktober 2011 itu dibuat dalam dua bahasa, Persia dan Indonesia.

“Said Aqil menandatangani MoU itu bersama Muhammad Zain (Ketua Jam’iyyatul Qurra’ wal Huffaz PBNU) dan Ahmad Mubarok dari Partai Demokrat ikut dalam rombongan,” kata Cholil.

Kata Cholil, sebelumnya Said Aqil selalu menyangkal adanya MoU tersebut. Namun, ketika ditunjukkan dokumen itu, Said Aqil tidak bisa mengelak lagi. Pada Desember 2011 lalu, MoU itu pun dibatalkan oleh Dewan Syuriah PBNU.

Cholil mengatakan, MoU itu dibatalkan karena diputuskan secara sepihak tanpa musyawarah. Lagi pula, katanya, PBNU menilai Iran bukanlah pihak yang tepat untuk diajak kerjasama, khususnya dengan NU.* (Publikasi: Sabtu, 11 Februari 2012).

Selain itu, kecelakaan besar yang diterima Si Said adalah gelombang Tsunami yang menimpa kaum Syiah di Indonesia saat ini. Sepanjang sejarah Nusantara, belum pernah Syiah mendapat perlawanan sangat besar, dari segala penjuru, dan sangat telak; kecuali saat ini. Ajaran-ajaran sesat Syiah benar-benar dikuliti sampai ke akar-akarnya. Kelicikan, konspirasi, kebejatan, kezhaliman, kebohongan, serta kehinaan mereka; walhamdulillah, berhasil disampaikan kepada Ummat Islam, seterang-terangnya. Hingga semua ini menyadarkan kaum Muslimin, sehingga ada upaya MUI untuk segera mengeluarkan fatwa sesat bagi Syiah.

Semua itu adalah akibat dari perbuatan-perbuatan provokasi Said Aqil Siradj yang sangat nafsu dalam menyerang dakwah Sunnah,  tanpa ampun. Di sisi lain, Said Aqil juga sangat nafsu ingin “mengkudeta” kedudukan dai-dai senior Syiah, seperti Jalaluddin Rahmat, Haidar Bagir, Umar Shihab, dll. Kalau dai-dai itu semula selalu menampilkan diri dengan pembawaan lembut, penuh perhitungan, dan bersikap “cinta damai”; maka Said juga muncul dengan sikap arogan, bledag-bledug, memfitnah, menyerang, dan seterusnya.

Bersama sekumpulan anak-anak muda Syiah yang sudah kenyang “main mut’ah” Syiah melakukan gerakan politik tersendiri, keluar dari mainstream Jalaluddin Cs. Sepertinya Said ingin menjadi imam Syiah untuk kawasan Asia Tenggara. Itu kan “jabatan menggiurkan”… Ya kan Said? Namun karena dia terlalu nafsu, sehingga melakukan serangan-serangan tidak kira-kira. Akibatnya, kini Said menjadi sakit; dia terhimpit dimana-mana; dicurigai dimana-mana; bahkan mengalami penolakan-penolakan dari ulama-ulama senior NU (Jawa Timur).

Said…Said… engkau lupa, bahwa setiap hujatanmu kepada Wahabi, Salafi, atau kaum Sunni; semua itu akan kembali menjadi LAKNAT bagi dirimu sendiri. Mengapa wahai Said? Sebab terlalu banyak jasa-jasa baik orang yang kamu musuhi, kini semua jasa itu bersarang dalam tubuhmu, sejak dari ujung rambut sampai ujung kaki. Setiap laknatmu wahai Said, akan kembali ke dirimu sendiri.

Harapan yang bisa disampaikan, ialah agar Ummat benar-benar sadar, bahwa: Setiap kezhaliman itu akan berbalas kecelakaan bagi para pelakunya. Innallaha laa yuhibbuz zhalimin (sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang zhalim).

Said…Said…semakin lama engkau semakin sakit…

Al faqir ila Rahmatillah

(Joko Waskito bin Buang).

Iklan

36 Responses to Said Aqil Siradj dan Syiah Dihempas Tsunami

  1. pro FPI berkata:

    Fa innadzulma DZULUMATIN????

  2. Anonim berkata:

    jwbanya: melaui sms ja ya. saya kan mahsiswa dan biar lebih santai dan gratis. cuma bayar pakek pulsa> hehe

  3. asslm. ana mau tanya tadz, bagaimana hukumnya melaknat/ mendoakan kejelekan untuk orang yang menghina islam seperti si said ini?

  4. juhaiman berkata:

    Tak habis pikir … orang yang berilmu tinggi dalam bidang agama punya pola pemikiran yang ganjil.

    memang disinilah kehebatan Iblis dalam bermain … cukup tokoh puncak nya dipegang , maka kebawah mudah disesatkan.

    Mudah mudahan umat islam cepat sadar dengan ulah “ulama su’ul ” sehingga mebuyarkan misi terselubung si akang ini.

    Oh ya .. apakan ini misi si akang ini hasil dari mendapatkan dana dari amerika ?? … sehingga boss besar sudah tidak sabar untuk mendapatkan hasil dari uang yang telah dikeluarkan ??

    Aneh memang si “akang:” ini… belum lupa dari ingatan …. bahwa si akang meminta pada pemerintah agar mewaspadai dana dana dari Timur Tengah agar dakwah sunah bisa ditekan.
    tapi dilain pihak meminta dana lagi dari amerika dan berhasil pula.
    Dan juga tak lupa mengemis dana ke iran …dab dapat pula fulusnya
    Wah si akang ini ternyata penggalang dana yang ulet rupanya ……, mengenai umatnya ….. EGP … EGP EGP… yang penting FULUSSSSS !!!!!!!……

  5. juhaiman berkata:

    Masih dalam ingatan kita… pada saat pemilihan Ketua PBNU .. si Akang ini “sowan” ke puri cikeas …. dan akhirnya jadi .

    Begitulah kalau ulama sudah mengemis ngemis kekuasan dan uang … hasilnya mudah ditebak…. . mudah ditebak.
    Mengenai tugas ulama menjaga aqidah umat ???? ..bukan tugas gue ( pikir si akang ).
    Umat bingung ?….bukan tugas gue ( pikir si akang ).
    Umat gontok gontokan ?? ini tugas gw ( pikir si akang )

  6. DODO berkata:

    Saat ini kita dibuat tercengang-cengang dengan sepak terjang Prof Dr KH Said Aqil Siradj MA, Ketua Umum PBNU yang melontarkan berbagi tuduhan keji kepada umat Islam. Namun ternyata perilaku nyeleneh bak pendekar mabok ini bukan hanya sekarang saja terjadi. Tulisan ini hanya sekedar mengumpulkan remah-remah yang bertebaran di internet terkait sepak terjang KH Said Aqil Siradj. Sebelumnya mari kita mengenal KH Said Aqil Siradj lebih dekat dengan membaca sedikit curiculum vitaenya.

    Nama : Prof Dr KH Said Agil Siradj
    Nama lengkap : Said Aqil Siradj
    Tempat dan tanggal lahir: Cirebon, 03 Juli 1953
    Nama istri : Nur Hayati Abdul Qodir
    Nama Anak: 1. Muhammad Said Aqil, Nisrin Said Aqil, Rihab Said Aqil, Aqil Said Aqil

    Pendidikan Formal

    S1 Universitas King Abdul Aziz, jurusan Ushuluddin dan Dakwah, lulus 1982.
    S2 Universitas Umm al-Qura, jurusan Perbandingan Agama, lulus 1987.
    S3 University of Umm al-Qura, jurusan Aqidah / Filsafat Islam, lulus 1994

    Pendidikan Non-Formal

    Madrasah Tarbiyatul Mubtadi’ien Kempek Cirebon
    Hidayatul Mubtadi’en Pesantren Lirboyo Kediri (1965-1970)
    Pesantren Al-Munawwir Krapyak Yogyakarta (1972-1975)
    Pengalaman Organisasi

    Sekertaris PMII Rayon Krapyak Yogyakarta (1972-1974)
    Ketua Keluarga Mahasiswa NU (KMNU) Mekkah (1983-1987)
    Wakil Katib ‘aam PBNU (1994-1998)
    Katib ‘aam PBNU (1998-1999)
    Penasihat Gerakan Anti Diskriminasi Indonesia (Gandi) (1998)
    Ketua Forum Komunikasi Kesatuan Bangsa (FKKB) (1998-sekarang)
    Penasehat Pusat Kajian Timur Tengah dan Islam UI (1998-sekarang)
    Wakil Ketua Tim Gabungan Pencari fakta (TGPF) Kerusuhan Mei 1998 (1998)
    Ketua TGPF Kasus pembantaian Dukun Santet Banyuwangi (1998)
    Penasehat PMKRI (1999-sekarang)
    Ketua Panitia Muktamar NU XXX di Lirboyo Kediri (1999)
    Anggota Kehormatan MATAKIN (1999-2002)
    Rais Syuriah PBNU (1999-2004)
    Ketua PBNU (2004-sekarang)
    Profesional Kegiatan

    Tim ahli bahasa indonesia dalam surat kabar harian Al-Nadwah Mekkah (1991)
    Dosen di Institut Pendidikan Tinggi Ilmu Alquran (PTIQ) (1995-1997)
    Dosen pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (1995-sekarang)
    Wakil Direktur Universitas Islam Malang (Unisma) (1997-1999)
    MKDU penasihat fakultas di Universitas Surabaya (Ubaya) (1998-sekarang)
    Wakil ketua dari lima tim penyusun rancangan AD / ART PKB (1998)
    Komisi member (1998-1999)
    Dosen luar biasa Institut Islam Tribakti Lirboyo Kediri (1999 – sekarang)
    Majelis Permusyawaratan Rakyat anggota fraksi yang mewakili NU (1999-2004)
    Lulusan Unisma direktur (1999-2003)
    Penasehat Masyarakat Pariwisata Indonesia (MPI) (2001-sekarang)
    Dosen pascasarjana ST Ibrahim Maqdum Tuban (2003-sekarang)
    UNU Dosen lulusan Universitas NU Solo (2003-sekarang)
    Lulusan Unisma dosen (2003-sekarang)
    Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) 2010-2015

    Lengkapnya lihat di http://www.voa-islam.com/news/citizens-jurnalism/2011/12/14/17021/kh-said-aqil-siradj-sampeyan-muslim/

  7. Ummi berkata:

    hii.. hi..hi.. doktor S3 University of Umm al-Qura, jurusan AQIDAH ??

  8. Ummi berkata:

    Tapi kok tidak kebalikan dengan ilmu yang didapat ???

  9. Bonsai Biker berkata:

    oww adakah semua seuai fakta, atau hanya kebencian fanatisme aliran saja?

  10. DODO berkata:

    @bonsai biker…..

    “oww adakah semua seuai fakta, atau hanya kebencian fanatisme aliran saja?..

    Memang tulisan diatas terlihat “menghujat” si akang …..tetapi semua itu adalah fakta dalam berita sebelumnya… Tolong anda cermati …mungkin ada berita yang tidak benar menurut anda …
    Tulisan diatas hanyalah reaksi dari segala perbuatan dan perkataan ” akang ” yang dengan mata telanjang dapat dilihat dari track record yang pernah dibuat.

    Yang “diserang” adalah pemikiran si akang bukan aliran atau lainnya.

    Coba cermati tulisan diatas sekali lagi .

  11. Bonsai Biker berkata:

    sungguh sayang konflik dunia Arab dibawa-bawa kemari, negara yang penuh damai ini

  12. abisyakir berkata:

    @ Rahasia…

    Mendoakan kecelakaan atau kebinasaan bagi musuh-musuh Islam disyariatkan dalam agama kita. Hal itu seperti isi doa Qunut Nazilah ketika Nabi Saw mendoakan kebinasaan bagi orang kafir dan musuh-musuh Islam. Dalam doa qunut saat witir, imam-imam kaum Muslimin juga sering mendoakan kekalahan, kebinasaan, serta kehancuran kaum kufar dan orang-orang musyrikin.

    Namun kalau doa semisal untuk sesama kaum Muslimin (atau diyakini masih Muslim), kita mesti hati-hati. Apa yang saya tulis dalam artikel, tidak bersifat mendoakan laknat bagi Said Aqil. Tapi sekedar menjelaskan, bahwa kutukan Said kepada kaum Wahabi, akan kembali ke dirinya sendiri. Sebab, kaum Wahabi sudah sangat banyak berbuat baik kepada Said.

    AMW.

  13. abisyakir berkata:

    @ Juhaiman…

    Ya betul Akhi… Intinya adalah “ulama su'”… Itu intinya. Barakallah fika.

    AMW.

  14. abisyakir berkata:

    @ Bonsai Biker…

    Lho, memang kenyataannya begitu kok. Masak fakta yang jelas-jelas, malah tidak diingkari pelakunya, Anda ragukan? Ya jangan begitulah. Itu namanya fanatis buta. Tidak mau melihat fakta.

    AMW.

  15. Bonsai Biker berkata:

    dulu zaman sebelum keasulan Muhammad SAW sering terjadi perebutan tentang siapa yang memelihara Ka’bah sebagai simbol kekuasaan saat itu. Hingga pada suatu ketika lahir Muhammad yang saat usia muda sudah dipercayai meletakkan hajar aswad. SEtelah kerasulan tak ada lagi perebutan itu. Lalu setelah Nabi Muhamad SAW meninggal tercatat dari 4 khalifah hanya abu bakar yang meninggal tidak dengan cara dibunuh, smua itu karena dendam fksi di bani Hasyim yang merasa lebih berhak utuk memerintah, kemudian sengketa Ali RA dan Mu’awiyah berlanjut ke para pengikutya hinga sekarang. Mak timbullah aliran Syiah, sunni, murjiah, dlll.

    Pasca Ali RA terbunuh terjadilah saling kafir mengkafirkan, di saat khutbah jumat sesi akhirnya selalu dijadikan wahan pentakfiran antara golonganpengikut Ali dan Mu’awiyah, hingga pada suatu ketika Umar bin Abdul Aziz membuat gebakan baru dengan mengganti tradisi pentakfiran itu dengan membaca ayat:
    ‘ibadallah inallaha ya’muru bil’adli walihsan….dst, “wah maaf bro komputerku lum tak instal font arab jadi tulis ayat pakek fnt indonesia ” boleh jadi hal ini banyak yang gak setuju karena pada masa nasbi tak ada ceritanya khutbah harus baca ayat ini, tapi sebagian ulama mempersilahkan mengingat manfaatnya.

    Nah pasca peristiwa ini bentrok mulai berkurang, namun belakangan banyak lagi terjadi di Indonesia di forum khutbah mestinya jadi wahana tausiah, malah jadi wahana pentakfiran.

    Sebuah pertanyaan mendasar: kita itu memeluk Islam apa memeluk ARAB beserta budaya konfliknya? Kalu Islam ya moggo kita perkuat ukhwah islamiyah terserah apapun lirannya yang penting masalah ushul sama, kecuali siudah bikin kitab baru macam Ahmadiah monggo dicap sesat wong memang menyimpang.

    Kalau memeluk budaya Arab, silakan saja pakek jenggot pakek jubah dan sekalian bawa ke sini budaya konfliknya itu! Toh orang KRisten arab juga pada pakek jenggot dan jubah.

    demikian mohon maaf bila tidak berkenan, bagi saya monggosesama muslim tetap saudara, saling memaafkan dan salaing menjaga.wassalam

  16. abisyakir berkata:

    @ Bonsai Biker…

    Sebuah pertanyaan mendasar: kita itu memeluk Islam apa memeluk ARAB beserta budaya konfliknya? Kalu Islam ya moggo kita perkuat ukhwah islamiyah terserah apapun lirannya yang penting masalah ushul sama, kecuali siudah bikin kitab baru macam Ahmadiah monggo dicap sesat wong memang menyimpang.

    Kalau memeluk budaya Arab, silakan saja pakek jenggot pakek jubah dan sekalian bawa ke sini budaya konfliknya itu! Toh orang KRisten arab juga pada pakek jenggot dan jubah. Demikian mohon maaf bila tidak berkenan, bagi saya monggosesama muslim tetap saudara, saling memaafkan dan salaing menjaga.wassalam.

    Reesponse: Ya Pak, yang namanya konflik sudah ada dari dulu, di berbagai tempat. Di Indonesia saja, sebelum era Islam, kerajaan-kerajaan Hindu/Budha, Animisme-Dinamisme, mereka itu sudah biasa saling konflik, rebutan kekuasaan, wilayah, dll. Malah sejak era dua anak Adam, Habil-Qabil, orang berkonflik juga sudah ada. Anda mau nyari dunia tanpa konflik, gak mungkin ya…

    Yang penting bukan soal “ada konflik atau tidak”. Yang penting itu “saat konflik, kita ada di posisi mana“. Nah, itu konsep dasarnya. Kalau tanpa konflik, apa bisa negara kamu merdeka? Tanpa konflik, tanpa perang, tanpa banjir darah; apa bisa negaramu merdeka.

    Maka jadi manusia jangan mudah terbawa oleh omong kosong media-media massa. Mereka itu orang-orang bodoh yang tak perlu dijadikan rujukan. Bahkan, media-media massa itu sepanjang hari kerjanya MEMELIHARA konflik agar terus merajalela. Sebab kata mereka, “Kalo kagak ada konflik, kita gak bisa makan (buat berita).”

    Moga bisa jadi renungan ya. Terimakasih.

    AMW.

  17. dodo berkata:

    @bonsai biker…

    maaf dari tulisan anda sepertinya agak alergi dengan budaya arab yang penuh dengan konfliknya
    Saya setuju dengan pernyataan Ustad abisyakir “Ya Pak, yang namanya konflik sudah ada dari dulu, di berbagai tempat. Di Indonesia saja, sebelum era Islam……..”

    dan tulisan anda “sungguh sayang konflik dunia Arab dibawa-bawa kemari, negara yang penuh damai ini…..”

    Saya pernah dengar “amuk masa” berasal kata AMOK … istilah melayu ( suatu kerusuhan massa). Dari kata itu menjelaskan juga kerusuhan sudah ada diwilayah kita dari dulu …( negeri yang damai ???? ).

    Dari sejarah kita … dapat melihat AMOK yang pernah terjadi kita yang mengakibatkan sampai ribuan bahkan ratusan ribu jiwa tewas ….( negeri yang damai ?? )

  18. fer berkata:

    kalau kita benar benar muslim sejati kita stop menggunjing orang walaupun orang yg di gunjing sudah ketauan boroknya. barangkali yang digunjing itu lebih baik dari kita

  19. […] [g]. Said Aqil Siradj dan Syiah Dihempas Tsunami. […]

  20. Anonim berkata:

    semoga Allah membuka kebodohan anda semua……….

  21. bagas berkata:

    menghina islam apa menghina wahabi?
    emang wahabi islam? HOAXXXXXXXXXXXX….

  22. Said Bagong berkata:

    Gue ini bunglon, .jadi gue jago taqiyah . . . hahaha

  23. Sudaryoto Riyadi berkata:

    kebanyakan orang Indonesia tidak mengerti apa itu wahabi, dikiranya ormas atau aliran gitu padahal wahabi itu tidak pernah mengikrarkan dirinya sehingga sampai sekarang tak ada ketuanya atau tanggal berdirinya atau kantor pusat maupun cabangnya. setahu aku… wahabi itu julukan yang diberikan oleh orang orang yang tak suka kepada seorang yang bernama Muhamad bin Abdul wahab yang telah menghafal Alquran 30 juz sejak usia 10 tahun, menghafal ribuan hadist shohih dan tumbuh sebagai seorang pemuda ahli ibadah yang tawadhu, kemudian beliau ini dikenal sebagai orang yang mengerti tentang Islam dan Sunnah Nabi Muhamad SAW, karena pola pandang dan cara berpikir serta ucapan ucapan beliau yang selalu merujuk kepada Kalam Alloh SWT dan Sabda Rosululloh SAW maka membuat kagum keluarga raja cikal bakal SAUDI, kemudian sang raja sendiri yang mendatangi ke kediaman beliau untuk bersama-sama menyatukan jazirah dibawah kalimat TAUHID/ syahadat dan sunnah nabi, pihak kerajaan yang menyiapkan bala tentara sedangkan beliau yang mendakwahi seluruh ummat agar mengikuti PERINTAH TUHAN DAN PERINTAH NABI serta membebaskan kota Makkah dan Madinah yang kuasai oleh pihak asing agar bermanfaat bagi kaum muslimin semuanya

  24. rahmani berkata:

    wahabi adalah yahudi… disini wahabi membid’ahkan orang qunut, krn disini rata2 bermadzab syafi’i, tahukah anda bahwa wahabi diindia justru qunut dan mengaku ngaku bermadzab syafi’i, karena apa ? karena di india rata2 bermadzab hambali yg tidak memakai qunut, dimana mana wahabi akan mencari celah untuk merusak persatuan islam.. tidak lain karena wahabi adalah yahudi

  25. Hardiono berkata:

    @ Rahmani

    Sejak kapan Muslim India mayoritas Hanbali? dan sejak kapan Wahabi India mengaku bermazhab Syafi’i?.

    Wahabi bermazhab fiqih Hanbali (meski mereka sering tidak mengakuinya) dan bermazhab akidah At’ariyah. Wahabi juga ada di India dan Pakistan, tapi mereka menyebut dirinya Ahlul Hadith, dan jumlahnya sangat-sangat kecil. Kalangan yang sangat ‘galak’ terhadap Syiah di Pakistan dan India adalah kalangan Deobandi yang bermashab fiqih Hanafi dan bermazhab akidah Maturidi, sama dengan kebanyakan Muslim di Pakistan dan India. Hanya saja, dalam banyak hal kalangan Deobandi memang sama kerasnya dengan Wahabi.

  26. abisyakir berkata:

    @ Rahmani…

    Waduh kata-kata Anda ini khas Syiah banget… “Wahabi adalah Yahudi”… Ini kata-kata takfir/pengkafiran. Mohon segera taubat dan ditarik, nanti menyesal sedih-perih lho, kalau Allah sudah menuntut kata-kata itu.

    Admin.

  27. Zaenal Abidin Si'Ardjuna Thea berkata:

  28. eradeje berkata:

    Jika Kang Said (Aqil Siraj) merupakan jebolan sekolahan Wahabi dan mendapatkan berbagai fasilitas dari mereka, maka beliau sangat otoritatif dijadikan rujukan dalam memahami bagaimana hakikat ajaran Wahabi dan dukungan royalnya untuk menebarkan paham tersebut ke berbagai penjuru dunia.

    Tentu saja Kang Said sangat antisipatif terhadap tindak-tanduk Wahabi di Indonesia, karena beliau adalah pimpinan ormas Islam Ahlusunnah terbesar di negeri ini (NU). Maka beliau mesti merasa paling bertanggungjawab memproteksi Ahlusunnah dari serangan paham Wahabi, yang kini lebih berupaya memperkenalkan namanya sebagai “Salafi.”

    Apa Kang Said harus diam? saat Wahabi secara terang2an melemparkan tuduhan atas berbagai bentuk amalan dan tradisi di kalangan Nahdiyin sebagai pebuatan bid’ah, kurafat, dan syirik. Bahkan kelompok yang disponsori kerajaan Saud itu tidak pun menahan diri untuk menyesatkan dan bahkan mengkafirkan bentuk keyakinan dan tradisi amalan dikalangan NU. Parahnya, ustad2 utama Wahabi di negeri ini, saat membahas kebatilan ilmu kalam, tidak lupa memvonis sesat Asy’ari dan Maturidi sebagai tokoh utama yang memformulasi dan menjadi rujukan dalam pemahaman pokok aqidah mazhab Ahlusunnah. Itu jelas upaya Wahabi menyerang NU dengan mongopinikan ajaran dan praktik Islam dikalangan Nahdiyin sebagai sesuatu yang tersesat dan menyalahi Alquran dan Sunnah.

    Tentu saja adanya berbagai perbedaan pemahaman dikalangan umat Islam bukanlah suatu masalah, Selama diantara mereka tidak saling memaksakan untuk menerima pemahaman terhadap yang lain, apa lagi dengan tindakan kasar dan kekerasan menghalangi pihak lain mempraktikkan amalan yang diyakininya benar. Kendala Wahabi adalah sikap takfir dan berdakwah dengan paksaan terhadap kelompok lain yg berbeda dengannya.

    Kenapa Kang Said respek dengan Syiah? itu karena beliau dapati tokoh2 Syiah secara jujur mengakui bahwa Syiah dan Ahlusunnah itu memiliki perbedaan, namun ada banyak persamaan yang seharusnya membangun taqrib diantara Syiah dan Ahlusunnah, hingga membentuk ukhuwah dan persatuan Islam.

    Sebagaimana golongan dan mazhab yang lain berdakwah, Syiah pun berdakwah dan memperkenalkan bentuk keyakinan Islam mereka kepada kalangan selain mereka, Dengan itu, mereka menginginkan orang punya informasi dan tahu tentang apa dan bagaimana Syiah. Jika pun orang tidak tertarik untuk menjadi Syiah, sekurang-kurangnya telah mengetahui apa itu Syiah, karena keyakin bukan hanya tidak boleh dipaksakan, tetapi memang tidak bisa dipaksakan. Jika dipaksakan, maka itu bukan sebuah keyakinan, melainkan bentuk tekanan yang membuat orang harus menipu dirinya sendiri, tapi yang jelas ia telah menipu pihak yang memaksanya!!

  29. abisyakir berkata:

    @ Eradeje…

    Dari dakwah dukungan Saudi ada yang membabi buta, melampaui batas dalam menyerang kelompok-kelompok yang tidak seide dengannya. Tapi ada juga yang inshaf, ‘adil, hikmah. Dan pendukung dakwah ini tidak melulu pemerintah Saudi; tapi juga warga Saudi dengan dana-dana sendiri, bukan memelas bantuan pemerintah.

    Kalo Said Aqil Siradj…setelah Qaddafi meninggal, dia seperti kehilangan pijakan ke pemimpin Libya itu. Lalu Said memelas ingin bangun koneksi lagi dengan Dubes Saudi; biar NU dapat fasilitas2. Tapi nama dia sudah cemar. Dia di-black list. Dia manusia yang “maju tak gentar membela yang bayar”. Orang macam begitu jangan bicara otoritatif, wong dia kini melawan hasil karya disertasi dia sendiri. Mana bisa orang “muna” begitu jadi patokan?

    Admin.

  30. aspari berkata:

    orang-2 / ulama yg bilang Syiah itu Islam juga.dan tidak sesat
    Islam itu artinya selamat , coba lihat apakah umat-2 Islam yg negaranya dipimpin orang Syi’ah , apakah selamat.

    Lihat tuh Iran , Suriah. Kalau dibiarkan Syi’ah tumbuh di Indonesia , bisa jadi Indonesia tak jauh beda dg apa yg terjadi di Suriah.

    Cara beramal ibadah mrk saja aneh. Teriak-2 , mukul-2 badan , cara udu’ dan shalatnya saja juga beda dg ajaran yg selama ini ketahui.
    dan bilang Abu Bakar , Umar , Ustman , Aisyah dan hampir 80 % sahabat Rasullullah kafir , Al-Qur’an yg kita pakai palsu , karena sudah dirubah-2 oleh Abu Bakar , Umar , Ustman. kata mrk

    Dimana sama dan tidak sesatnya , wahai ulama-2 / Kiyai-2 yang anehhhhhhhhhhh !!!!!!!!!!!

  31. ANTONIM berkata:

    Kalau berani datangi Langsung Said Aqil Sirajd, di depan Said Aqil Siradj coba ngomong sprti artikel ini, jangan cuma dr belakang, Sungguh Amat Sangat Aneh Blog ini!
    Lagian Buktinya kurang REAL!

  32. ANONIM berkata:

    Kalau berani datangi Langsung Said Aqil
    Sirajd, di depan Said Aqil Siradj coba
    ngomong sprti artikel ini, jangan cuma dr
    belakang, Sungguh Amat Sangat Aneh Blog
    ini!
    Lagian Buktinya kurang REAL!
    Coba apa tanggapanmu dr Komentar q?
    Klo berani bales komentarku, dan datengi Said Aqil Siradj!
    Klo komentar u byk alasan berarti pengecut Anda, apa lg jika gak berani datangi langsung berarti lebih dr pengecut

  33. iwan jarot berkata:

    kyknya budak si tuan folan ada yg semrenget!

  34. abisyakir berkata:

    @ ANONIM…

    Anda itu mau apa sih? Mau diskusi atau apa? Kalau diskusi ya biasa sajalah… Kalau kami benar-benar ada urusan dengan Pak Said, ya akan temui dia. Lha kalau gak ada urusan, buat apa? Mau sowan ke dia?

    Admin.

  35. umi berkata:

    saya kan orang jatim sedangkan NU itu berbasis di jatim.aku baca artikel: wahabi dan tuduhan “tanduk setan”, kalo kalangan JIL itu kafir,sedangkan NU itu dipimpin oleh aqil(JIL), kalo pemimpinan nya kafir pengikut organisasi nya jga dong ?? kalo iya di bagian mananya kekafiranya ? krna kelurgaku ada yg NU kalau aku sih NO, kalau aku pengikut fanatic nabi muhammad saw :))

    tolong di jelaskan.

  36. abisyakir berkata:

    @ Umi…

    Hukum pengkafiran Muslim tidak semudah itu Mbak. Misalnya JIL disebut kafir karena keyakinannya yang menyerang konsep-konsep keimanan Islam. Itu adalah WARNING UMUM. Sedangkan para penggerak JIL itu sendiri, kalau mau dikafirkan, harus jelas dulu apa dan bagaimana keadaan masing-masing person. Kalau mereka memang menyerang Islam secara sadar, paham, tidak dipaksa; ya jatuh hukum kekafiran kepadanya. Itu pun harus dewan/hakim yang kredibel yang memutuskannya. Tidak setiap pemilik paham kafir, langsung bisa dikafirkan. Terimakasih.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: