Konspirasi: FPI Jadi Korban, FPI Dihujat !!!

Kalau jujur mau mengakui, di Indonesia ini banyak orang-orang aneh. Lihatlah kelakuan media-media yang kini gencar menyerang FPI. Mereka itu kelihatan pintar, intelektual, cerdas; tetapi moralitasnya ambruk. Sayang, sangat disayangkan sekali. Nas’alullah al ‘afiyah fid dunya wal akhirah.

Sudah jelas-jelas beberapa hari kemarin, saat kunjungan ke Kalimantan Tengah, beberapa tokoh FPI nyaris menjadi sasaran amuk massa dan pengepungan komunitas-komunitas Dayak anarkhis. Buktinya, DPP FPI melaporkan Gubernur dan Kapolda Kalteng ke mabes Polri untuk beberapa tuduhan sekaligus. Salah satunya, upaya pembunuhan pimpinan FPI.

FPI Jadi Korban, Kok Malah Dihujat. Aneh Sekali Kan? Ada Apa Ini?

Tapi aneh bin ajaib. FPI yang jadi korban, FPI juga yang dihujat. Dalam demo di Bundaran HI, Ulil Abshar dan kawan-kawan menyerukan agar FPI dibubarkan. Media-media massa, termasuk MetroTV dan TVOne, tidak segan-segan memberi CORONG GRATIS kepada siapa saja yang anti FPI, dengan tentunya -seperti biasa- mereka tinggalkan etika Cover Both Side. Kompas malah sangat kacau (kalau tidak disebut rusak nalar), media itu mengutip pernyataan Din Syamsuddin yang katanya menolak ormas anarkhis. Padahal dalam perkataan Din, tidak ada pernyataan ormas anarkhis.

Paling parahnya, SBY juga ikut-ikutan menyudutkan FPI. Dia meminta agar FPI instropeksi diri. Orang ini aneh sekali. Masalah hukum soal “ancaman pembunuhan” tokoh-tokoh FPI belum dia bahas, malah sudah meminta FPI instropeksi diri. Hal begini ini kan sangat kelihatan kalau kasus FPI itu sebagai pengalihan isu, ketika Partai Demokrat sedang dilanda “Tsunami Besar” akibat kasus-kasus korupsi yang melibatkan elit-elit mereka. Kita mesti ingat, di masa-masa sebelum, setiap ada masalah besar menimpa Pemerintah SBY, selalu saja ada “jalan keluar” berupa kasus-kasus terorisme, kerusuhan agama, dan lainnya.

Nah, disinilah kita saksikan betapa anehnya kelakuan orang-orang Indonesia. Sudah tahu, mereka itu sakit dan banyak menanggung penyakit. Bukannya berobat atau menahan diri, agar sakitnya tidak semakin parah. Malah mereka semakin menghujami dadanya dengan belati tajam, untuk menghancurkan dirinya sendiri. Aneh…aneh…tidak waras!

Kalau dicermati, tampak adanya KAITAN antara insiden di Palangkaraya, respon media-media massa yang begitu cepat, gerakan demo anti FPI dipimpin oleh seorang tokoh Partai Demokrat, serta pernyataan SBY. Semua elemen-elemen ini tampaknya saling berkaitan satu sama lain, menggarap isu FPI, dalam rangka mengalihkan perhatian masyarakat dari bencana korupsi yang kini sedang menimpa jajaran elit Partai Demokrat.

Kalau dianalisis lebih dalam, kita bisa melihat adanya model skenario yang KEMUNGKINAN dijalankan, untuk menjebak FPI dalam pusaran kasus sosial; lalu kasus itu dipakai untuk tujuan-tujuan politik.

Pertama, FPI diundang datang ke Kalteng untuk membela masyarakat yang katanya dizhalimi oleh Gubernur Kalteng. Mengapa FPI ingin dilibatkan? Karena FPI secara gagah berani membela warga Mesuji, Lampung. Kasus Mesuji itu bisa menjadi titik peluang untuk mengundang FPI ke Kalteng.

Kedua, ketika di Kalteng, pihak Gubernur sudah menyiapkan penyambutan bagi tokoh-tokoh FPI yang akan datang. Menurut informasi, gerakan massa dimulai dari kantor Gubernur Kalteng. Aneh sekali, kantor negara dipakai untuk merencanakan gerakan-gerakan anarkhis.

Ketiga, terjadi insiden di lapangan udara Palangkaraya, berupa penolakan dan pengepungan pesawat oleh massa anarkhis, dengan membawa senjata tajam dan mengeluarkan kata-kata makian. Alhamdulillah, tidak ada satu pun tokoh FPI yang cidera secara fisik. Insiden terjadi lagi saat tokoh-tokoh FPI singgah di Banjarmasin.

Keempat, sebelum insiden terjadi pihak FPI sudah mencium ada gelagat tidak beres di Kalteng. Dan lebih mengherankan lagi ketika Kapolda Kalteng angkat tangan, tidak mau tanggung-jawab kalau tokoh-tokoh FPI tetap datang ke Kalteng. Hal ini membuktikan, bahwa ada SKENARIO BESAR yang tak sanggup dihadapi oleh Kapolda Kalteng.

Kelima, setelah terjadi insiden Kalteng, para aktivis LIBERAL dan KOMPRADOR di Jakarta sudah menyiapkan demo untuk menggugat FPI. Media-media massa sudah siap “nampani” amanah untuk menggebuk FPI dari sisi opini media. Kompas, Detik.com, MetroTV, TVOne, Kantor Berita Antara, dll. sudah siap untuk memanaskan situasi. Mereka lupa sama sekali dengan kenyataan, bahwa tokoh-tokoh FPI hampir habis dikeroyok komunitas Dayak anarkhis.

Keenam, sebagai bagian dari skenario ini ialah pernyataan SBY yang meminta agar FPI instropeksi diri. Ditambah lagi pernyataan Mendagri Gamawan Fauzi, bahwa ormas anarkhis bisa dibekukan.

Hal-hal seperti di atas bisa dibaca secara terpisah-pisah, bisa juga dibaca sebagai sebuah kesatuan skenario, demi menjatuhkan FPI dan mencapai target politik tertentu. Lagi pula hal-hal demikian sudah sering terjadi. Saat kapan saja ketika Pemerintah SBY atau Partai Demokrat sedang terdesak, selalu ada “jalan keluar” untuk mengalihkan perhatian publik. Yang paling sering dipakai adalah isu TERORISME, ormas anarkhis, dan kerusuhan berbasis agama.

Tapi yang paling kasihan dari semua ini ya…masyarakat Indonesia selama ini (dan tentu saja aktivis-aktivis Islam yang sering “digunakan” oleh negara sebagai “jalan keluar”). Masyarakat terus disuduhi kebohongan, penyesatan, skandal, konspirasi, pengkhianatan, kezhaliman, dan seterusnya.

Yah, bagaimana hidup akan aman, tentram, dan damai; kalau cara-cara licik seperti itu selalu dipakai? Mau hidup damai dimana, Pak, Bu, Mas, dan Mbak? Anda hendak sembunyi di dasar inti bumi sekalipun, kalau OTAK LICIK itu masih ada, nonsense akan ada kedamaian. Yang ada hanyalah kemunafikan telanjang; mengaku anti kekerasan, padahal paling terdepan dalam membela kezhaliman. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

Ya Allah ya Rahman, selamatkanlah kaum Mukminin, Mukminat, Muslimin, dan Muslimat; dimana pun mereka berada, khususnya di negeri Nusantara ini. Amin Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

Abah Syakir.

Iklan

25 Responses to Konspirasi: FPI Jadi Korban, FPI Dihujat !!!

  1. shadowlight berkata:

    SBY dan Demokrat sudah di ujung tanduk, makanya was-was dan khawatirnya makin over dosis.
    secara pribadi, saya berpendapat FPI juga bisa sebagai fungsi control di saat organisasi Islam laennya belum bisa memiliki keberanian seperti mereka.
    ahh, yang jelas saat ini RAKYAT MASIH JAHIL, PEMIMPINNYA PUN DZHALIM.

  2. dodo berkata:

    Ada wanita aktivis yang aktif terlibat dalam dunia teater mengaku memiliki pengalaman langsung terhadap aksi kekerasan yang dilakukan FPI. Saat ia dan massa dari Forum Kerukunan Antarumat Beragama mengadakan aksi serupa di Monumen Nasional, tahun sebelumnya , dimana masyarakat disuguhkan pertunjukan aksi ” kekerasan ” FPI terhadap ibu ibu ..

    Dalam aksi itu ada elemen wanita ” pengumbar aurat ” yang merasa bermoral , tapi secara sadar dan tidak sadar merusak moral anak anak muda , dengan alasan kebebasan berekspresi dan dengan berhasil membuat stigma FPI ormas kekerasan.

    Lengkaplah sudah stigma FPI adalah ormas “anarkhis” . memakai lebel lebel islam untuk tujuannya dan stigma negatif lainnya.

    Dan yang menyedihkan aktivitas mereka ternyata didukung oleh Ormas “islam” yang telah dikenal berseberangan dengan FPI.
    Ormas tersebut gemar mendukung dan melindungi ” aktivis aktivis moral” dalam setiap aksinya … dan sebaliknya galak terhadap ormas islam lainnya.

    Itulah gambaran singkat yang terjadi pada saat ini

    Sudah sedemikian dahsyatnya kerusakan moral yang diakibatkan oleh mereka , dan saya melihat FPI salah satu ormas yang berani maju kedepan , ( walaupun terkesan agak arogan di mata sebagian masyarakat ).

    Kita harus mengakui keberadaan FPI ditengah masyarakat ” kontroversial “……, tetapi jujur apa yang dilakukan mereka selama ini ada benarnya juga .
    Masyarakat baru tersadar dengan bahaya kerusakan miras/ narkoba pada kehidupan sehari hari dengan adanya kasus tugu tani dan pilot shabu.
    Masyarakat segera menghujat pelaku yang menggunakan miras tanpa ampun dan masyarakat bangun dari keterlenaan selama ini dan sebagian menyadrai tindakan FPI .

    Dan lucunya sebelum kejadian tersebut ada seorang menteri yang dengan arogan membela keberadaan miras di indonesia. Dan FPI dengan cepat ” menghajar” sang menteri langsung ke markas besarnya .Sang menteri pun tergagap gagap membela diri .
    Belum sempat sang menteri beraksi … terjadilah kasus tugu tani , yang langsung “MENAMPAR” muka sang menteri .

    Saya bisa membayangkan ” kemarahan” sang menteri atas kejadian kejadian memalukan tersebut.
    Sehingga pada saat terjadi kasus palangkaraya ,, sang menteri punya kesempatan untuk memukul FPI dengan “ancaman” membubarkan FPI dan berdiri di depan dengan gagahnya akan menertibkan ormas ” anarkhis ” dengan kewenanganya.
    Tampak kepuasan diwajah sang menteri ………..

    Apakah kejadian itu kebetulan … atau ada sesuatu rekayasa dibalik itu semua untuk menjebak FPI ?

  3. pro FPI berkata:

    Amiin ya robbal Alamien..ALLOHUMMA A’IZZAL ISLAM WAKHDZUL MAN KHODZALADDIIN WAKFI LANAA SYARRODZOLIMIIN,wa demokratiyyin,wa liberaliyyin..

  4. Bonsai Biker berkata:

    -kalau FPI bebrapa kali tak terkendali dibilang ankhis saya terus terang mengakui ya.
    -Kalau FPI membela kebenaran sya jug katakan ya, sebuah bukti ditempat yang dulu saya tinggali tempatnya di daerah Keramat Aris, Bambu Apus, CIpayung Jaktim.
    Daerah tersebut sekampung jarang sekali yang nonmuslim, tiba-tiba dibangun pagar besar berhiaskan Salib dan selanjutnya akan dibangun GEreja, padahal tentu saja mendirikan tempat Ibadaah haruslah mendapat persetujuan warga sekitar, konon izin dari pemerintah juga belumlah dikantongi, apalagi dari masyarakat sekitar yang ampir semua muslim. Namun Pembangunan jalan terus, nah suatu saat datanglah FPI ke tempat ini dan mengusut tuntas, hingga sekarang tempat ini tinggal Pagar yang berhias Salib yang kemudian diutup warga gambar slibnya.
    Lalu apakah ISlam mempersulit agama lain untuk membangun tempat Ibadah? Ya masak satu keluarga punya gereja 1 kan mubazir, mending buat para dzuafa’ yang kekurangan.
    salam, hanya shrae kalaukurang berkenan monggo diremove!

  5. sahabat berkata:

    semoga 4JJI menangkan kawan2 FPI dr musuh2 mrk.

    Tampaknya yg kuat bahwa kasus ini adl PENGALIH PERHATIAN dr kenaikan BBM & korupsi partai demokrat.

    Risalah yg bermanfaat ni…
    Syukran & jangan bosen2 ya.

  6. mail123@yahoo.com berkata:

    doaku untuk fpi dan para pembela umat islam.. bubarkan ormas iblis liberal

  7. Hamba Allah di Lawang berkata:

    Terus maju Akh Syakir… , artikel ini sangat bermanfaat bagi segenap muslim yang tidak mengerti dengan perjuangan membela Islam yang sudah dimusuhi Media yang dikuasai iblis semoga Allah SWT.menurunkan pertolongan segera mengazab orang2 Dholim ini,
    semoga antum tidak bosan dengan situasi ini Barakahllahu Fiik

  8. abisyakir berkata:

    @ Bonsai Biker…

    Terimakasih atas apresiasinya buat FPI (sesama Muslim). Itu suatu kejujuran yang harus dihargai, alhamdulillah. Wong, FPI itu Pak kalau dibandingkan aksi partai-partai politik, pendukung calon-calon dalam Pilkada, bahkan dibandingkan polisi; mereka itu masih lebih baik. Coba saja lihat, sangat banyak aksi kekerasan dilakukan oleh para pendukung partai-partai besar seperti PD, Golkar, PDIP, dll. Hanya seperti biasa, media-media selalu bersikap hipokrit (munafik), tebang pilih.

    AMW.

  9. Muhammad Tulus berkata:

    Assalamualaikum,

    Saya sekedar memberi tanggapan.

    Sebagai sesama muslim, saya setuju bahwa segala yang maksiat itu harus dibasmi. Tapi pernahkah terpikirkan kalau sebenarnya banyak cara memberantas sesuatu? Mungkin ada saatnya kita balik menghujati hujatan dan mencari jalan lain untuk membasmi maksiat. Karena menghancurkan tempat atau menghujati orang hanya mengurangi kemaksiatan sesuatu, malah mungkin mengundang pertikaian seperti ini. Kalau kita memarahi anak akan suatu kesalahan, tapi di otak anak tersebut dia tidak merasa bersalah, anak tersebut akan memendam kekesalan terhadap kita.

    Mengapa tidak kita coba promosikan, ajaran kita ini damai dan sebenarnya bermanfaat. Mengapa tidak kita ajak secara baik-baik, kalau menghindari maksiat itu sehat dan berdampak baik bagi diri kita sendiri. Daripada kita memaki-maki orang lain, dan menunjuk-nunjuk kesalahan orang lain, gaada gunanya kalo di otak orang itu dia merasa gak salah. Mungkin dengan ini orang menyadari kita ini punya senyum, dan orang bisa simpatik terhadap kita. Sedangkan kalau orang melihat bangunan hancur (walaupun itu tempat maksiat) atau pemukulan waria yang tetap saja adalah manusia, orang akan mendapat gambaran jelek tentang FPI, dan secara tidak langsung ajaran islam.

  10. zahra berkata:

    klo guyunan temen2 ku mahasiswa “sekarang pemabok,penjudi gk takut ma polisi, takutnya ma FPI ja……

  11. Ibnu Khaldun berkata:

    Sebenarnya ada byk kegiatan FPI yg sengaja disembunyikan atau TIDAK diberitakan, diliput dan disiarkan, ataupun jika diberitakan hanya lah sekilas & dlm porsi yg sgt kecil, diantaranya ialah :

    – Tatkala FPI menurunkan 1300 laskar di aceh, mereka bekerja 24 jam untuk mengevakuasi mayat-mayat para korban di aceh. Seratus ribu lebih mayat, 70.000 mayat berhasil dievakuasi, dibungkus, dishalatkan & dikuburkan. Salah seorang sekjennya KH Ahmad Shobri Lubis juga turun wkt itu, termasuk bantuan dari pesantren Pasuruan yg ikut menerjunkan 40 santrinya , 2 bulan lebih mereka tinggal di kemah ditengah pemakaman pekuburan para korban. Bahkan mayat salah seorang kapala Polisi di sana juga ditemukan oleh salah seorang anggota laskar. Dimana saat itu banyak bantuan2 kemanusaiaan lainnya sudah menyerah karena parahnya keadaan dan bau yg menyengat dari mayat2 yg bergelimpangan di sana sini.

    Adakah Televisi & media lainnya menyiarkan ini ?

    – Saat terjadi gempa di jawa barat yang merusak puluhan ribu rumah, ribuan laskar diturunkan untuk membantu melakukan perbaikan & pemulihan (rumah warga, rumah2 ibadah, madrasah dan pondok pesantren.)
    Apakah Televisi & media lainnya ada yg (mau) menyiarkannya ?

    – Saat terjadi gempa dahsyat di Sumatera barat. Sekolah-sekolah roboh, sementara anak-anak didik tidak mau ujian. FPI telah pula menurunkan laskarnya, diantaranya membangun sekolah-sekolah darurat agar para siswa dan siswi bisa belajar sehingga mereka bisa mengikuti ujian akhirnya samapai mereka lulus.
    Apa kegiatan spt ini dilliput & disiarkan oleh televisi atau adakah wartawan yg mau meliputnya ?

    – Saat Gempa di Jogjakarta tahun 2006 ditambah dengan letusan merapi..FPI telah pula menurunkan ratusan laskarnya, mrk membuat posko dimana mana, pengobatan gratis, dokter gratis, makan gratis.
    Apa televisi & media2 mainstrem lainnya ada yg mau meliput kejadian2 di atas apalagi sampai menyiarkannya berulang-ulang, spt citra negatif yg selalu mereka sorot, misalnya dlm kasus Monas, ahmadiyah dll ?

    – Kemudain juga bbrp kasus mutakhir spt perlindungan & pemberian advokasi yg diberikan oleh FPI dlm kasus sengketa tanah di Mesuji, sampai2 warga Mesuji tidak mau ada yg pasang bendera ‘bantuan’ lainnya kecuali bendera FPI ,krn mereka melihat bhw ‘bantuan2’ lainnya spt dari partai dsb hanyalah skdr basa-basi & mencari citra belaka. Apakah media mau menyorot ini ?, atau malah menyiarkan & memperbesar hal2 lainnya yg tdk substansif ?

    – Dan yg teranyar adalah bantuan advokasi yg akan diberikan FPI dlm sengketa tanah Dayak pedalaman Kalimantan dgn pihak yg merebut tanah mereka. Tapi bagaimana Media2 sengaja tidak mau banyak menyinggung mslh ini kecuali hanya menyiarkan & membesar2kan berita bhw FPI sudah tidak dikehendaki lagi oleh warga. Bagaimana bisa media membalik opini dari pihak yg terdzalimi (FPI) menjadi pihak yg (seolah-olah) menzalimi (suku Dayak).

    Yg kita ingin katakan adalah terlepas dari berbagai kekuranganya, citra negatif FPI lebih banyak dibentuk oleh tidak berimbangnya media2 thd ormas ini. Satu pelajaran yg bisa kita ambil ialah ummat Islam memang harus bersatu & sudah saatnya punya media sendiri yg berskala NASIONAL, spt televisi misalnya, agar ummat tidak terus menerus dibodohi oleh pemutarbalikan fakta & pencitraan opini negatif yg sengaja dilakukan oleh media2 yg memang tidak suka & fobia thd Islam, yg hingga kini msh terus menguasai negeri ini.

  12. sahabat berkata:

    SYUBHAT:
    1. knp kok tdk dicoba CARA DAMAI yaitu dinasihati dahulu.
    2. Knp bila PELAKU MAKSIAT trnyata tdk mau dinasihati, kok MAIN HAKIM SENDIRI, tdk diserahkan sama POLISI.

    JWB:
    1. CARA DAMAI SELALU dilakukan sbg tahap awal & itu adl SUNNAH dr Nabi dlm Nahi mungkar, namun cara itu JARANG brhasil sbgmana para RASULpun Dikasari penjahat.

    2. Pnjahat SELALU DILAPORKAN ke polisi sbgmana KASUS DAYAK sekarang, ttp POLISI JARANG mnindaklanjuti LAPORAN para jagoan, meskipun berulang2 dilaporkn, mknya ada aksi.

  13. erensdh berkata:

    Tayangan-tayangan audio visual media sudah jelas dan banyak dipublikasikan soal gerombolan yang satu ini. Saya kira jutaan orang telah menyaksikan itu. Dan mungkin ratusan atau bahkan ribuan orang telah terkena -langsung maupun tidak langsung- kejahatan aja preman-nya FPI. Herannya masih adal orang yg menyangah? Bahkan ada yg membela dengan seribu dalih. Sy pikir ini gila dan ini tidak logis. Sebab berprinsip, apa pun yg saya lakukan itu baik sekali pun itu ditentang. Lebih gila lagi bila Tuhan dibawa-bawa. Tuhan disamakan sifatnya seperti bawaan iblis yg menghalalkan semua cara. Tuhan Maha Agung? Dimana itu? Tuhan-tuhanan?

  14. dodo berkata:

    @erensdh……
    Mana yang lebih buruk …… penjual miras kena gampar FPI atau anak anak kita mabok karena miras beredar ?????

    Anak kita korban perkosaan akibat pornografi merajelala dan pemuda mabok ? atau FPI melabrak majalah plaboy ??

    Kaum gay / lesbian exis …merusak anak anak kita ( contoh tebaru gay membantai 15 korban ? ? … atau memarginalkan mereka ??

    Menggebuk sampai jontor si Guntur Romli atau Ulil Ab…. atau membiarkan mereka merusak agama islam ???

    Jangan jangan anda aktifis yang kena korban gebuk di tugu monas ??? atau teriak teriak pakai rok mini di tugu slamat datang ????

  15. Liong berkata:

    yg suka FPI bnyk ko. silahkan aj dsurvei umat islam yg dkung FPI. apalagi stelah kasus plk. bagi yg g suka,y silahkan. g ada yg mksa

  16. Alex© berkata:

    Hehehe. Tahu sendirilah media di Indonesia ini seperti apa. Masih ingat tidak kasus waktu kerusuhan Poso? Itu di Ambon, Jawa Pos sampai bikin dua media: satu manas-manasi Kristen, satu manas-manasi Islam. Yang dapat untung ya Jawa Pos di Jawa.

    FPI itu mestinya memiliki media yang baiklah. Kayaknya masih ada itu stasiun TV yang lumayan dibanding milik Surya Paloh atau Bakrie yang jelas tergantung kepentingan Si Boss. Setidaknya adalah media massa yang mantap sikit. HTI, meski sederhana, ada mengedarkan buletin setiap jumat. FPI masa mengandalkan media yang jelas-jelas tidak memihak mereka.

    Aku ini dulu blogger yang anti juga sama FPI. Tapi kutengok-tengok, meski harus diakui ada sikap laskar FPI yang brengsek, FPI ini masih ada gunanya, dan cenderung dipojokkan karena identitas “Islam”-nya itu. Ini jelas tidak adil. Pemuda Pancasila, AMPI, dan satgas-satgas partai itu, sama atau malah lebih brengsek dari FPI dalam hal konvoi, tawuran, atau berantam antar ormas untuk rebutan lahan parkir. Mereka juga bawa-bawa Pancasila. Ada tidak yang berani mengutuk mereka? Ndak ada.

    Maka itu sikapku jadi bergeser, jika bukan netral, malah cenderung tertarik dengan FPI. Menonton rekaman ceramahnya beberapa kali, ada sikap humoris juga dalam dakwahnya, tidak sesangar yang dikesankan media. Too bad, terlalu jauh jarakku. Kalau saja FPI butuh blogger untuk membela mereka, sepanjang ada video lengkap, ada rekaman lengkap, ada bukti-bukti valid seperti pernyataan bahwa FPI itu memberi ultimatum dulu, peringatan, pakai surat tembusan pada aparat, sebelum bertindak (dan hal ini tak ramai orang tahu): maka dengan senang hati aku mau membantu. Yang di humas FPI ini mesti dibenahi. Juga perangai laskar di lapangan: yang bandel dan memang oknum (susupan), sikat saja sudah. Tendang keluar. Bikin jelek organisasi saja itu.

  17. abisyakir berkata:

    @ Alexo…

    Kalau saja FPI butuh blogger untuk membela mereka, sepanjang ada video lengkap, ada rekaman lengkap, ada bukti-bukti valid seperti pernyataan bahwa FPI itu memberi ultimatum dulu, peringatan, pakai surat tembusan pada aparat, sebelum bertindak (dan hal ini tak ramai orang tahu): maka dengan senang hati aku mau membantu. Yang di humas FPI ini mesti dibenahi.

    Komentar: Wah bagus tuh buat film2 dokumenter ttg FPI, lalu upload di Youtube, biar orang lain tahu. Bagus tuh. Ingat ketika beredar vieo The Arrival atau “Kesesatan Syiah”. Efeknya luar biasa tuh. Coba saja Mas komunikasi dengan http://www.fpi.or.id. Saya gak ada bahan2 yang Mas butuhkan. Jazakumullah khairan katsira.

    Juga perangai laskar di lapangan: yang bandel dan memang oknum (susupan), sikat saja sudah. Tendang keluar. Bikin jelek organisasi saja itu.

    Komentar: Ya, intinya FPI tak disukai karena PRO SYARIAT ISLAM. Itu saja sih. Orang2 kafir, zhalim, dan durjana mau ngomong apa saja; intinya mereka takut kalau posisi politik FPI semakin kuat. Nanti Indonesia bersyariat, mereka paling ngeri. Sebab gak bisa lagi main mafia, nipu2, main narkoba, dugem, korupsi, dll. Ini hanya soal duit, perut, dan “di bawah perut”. Sedangkan soal alasan, itu bisa dibuat-buat. Mudahlah. Semudah setiap pengacara akan membela para klien-nya, dengan segala macam dalil. Iya kan…

    AMW.

  18. cebong berkata:

    Bravo FPI….saya kira masih banyak umat islam indonesia yang masih waras dan berada di belakang fpi….hanya segelintir orang yang mengaku islam namun berideologi sepilis so bermoral yang dikejar setoran dari majikanya dari luar untuk mengobok2 aqidah muslimin…..

  19. Doaku berkata:

    FPI kudoakan semoga Allah selalu melindungumu dari orang2 jahat, yg berkedok pahlawan…… berjuanglah terus sampai negri ini terbebas dari segala maksiat yg mengancam generasi dan anak cucu kita.(amin)

  20. aris berkata:

    apapun kasusnya, apapun situasinya, selalu FPI yang dijadikan tersangkanya. bahkan ketika FPI yang jadi korban sekalipun, mendadak penegak hukumnya menggunakan prinsip the victim should always be arrested first. padahal munculnya FPI ini kan tidak lebih karena kekecewaan pada sistem hukum yang ada yang tidak mampu memberantas kemaksiatan.

  21. ronni berkata:

    Siapa dulu Presidennya ESBEYE YEYEYE…..!
    Satu2nya Pres ddunia yg curhat ma rakyatnya yg susah,melarat n tertindas klo gajinya ga naik2. Pintar acting n jago pencitraan tp hasilnya 0 bsr. Beye Beyeee….! bgmn nanti pertanggung jawabannya ya dihadapan ALLAH YANG MAHA SADIS SIKSAAN-NYA.
    YA RABBI ENGKAULAH TUHANku YANG MAHA ADIL,hanya kepada ENGKAU lah hamba-MU yg lemah ini meminta perlindungan
    dari siksaan ENGKAU.

  22. isroq berkata:

    Walaupun FPI kadang memberantas hal2 yg masih aku “sukai” Selagi dia mengajak ke amalma’ruh nahimunkar aku dukung tuan. Dan semoga aku mampu menjauhi gemerlap dunia.

  23. ahbab tanggerang berkata:

    ntuk FPI berjuang terus memberantas kekejian umat saat ini.. musnahkan yang bathil tegakkan yang haq…..

  24. ahbab serpong berkata:

    media massa terpandang sekarang sulit dipercaya, hanya mencari untung saja dari berita sebagai pemenuh acaranya…. apalagi kompas, itu mah media yg anggotanya non muslim….. kita teggakan saja terus syriat islam ini….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: