Partai Demokrat Tambah Ancur Cur…

Baru-baru ini situs suara-islam.com memuat berita yang sangat heboh. Heboh…boh…boh. Beritanya tentang skandal seks yang pernah Ulil Abshar Abdala lakukan dengan seorang cewek bernama, Marchelinta. Parah, parah, parah banget. “Sesuatu bhangghetth…” kata anak-anak ABG.

Berita lengkapnya baca artikel berikut: FPI Buka Skandal Seks Dedengkot JIL. Disini diungkap foto-foto pesan BBM Ulil Abshar. Disana terlihat jelas foto dan nama Ulil Abshar. Parah, parah, parah baaaangghetth…

Ulil Sedang Pusing 7 Putaran…

Berikut ini kata-kata Ulil Abshar dalam BBM ketika dia merasa cemburu dengan Marchelinta: “Kamu menyakiti aku berkali2. Aku berusaha sabar. Yg terakhir kemaren itu, aku sudah tak tahan. Aku baru saja kirim bunga Valentine ke kamu, tiba2 kamu pacaran dengan cowo lain, dan kamu tunjukin di pp BB.”

Kasihan bangghetth Si Ulil. Dia sudah nafsu, sampai begitunya. Apa dia gak inget anak-isteri ya? Wal ‘iyadzubillah min dzalik.

Partai Demokrat (PD) yang sudah carut-marut, dengan tersebarnya berita ini semakin nyungsep saja. Kasihan Pak Sebeye. Mungkin sebentar lagi dia akan menggubah lagu baru, bertema melankolik. “Betapa malang nasibku… Semenjak ditinggal ibu….” Jadi teringat lirik lagu Ratapan Anak Tiri yang sangat populer saat aku duduk di bangku SD dulu. Lagu ini kalau dinyanyikan Pak Sebeye, mungkin bisa menaikkan pamornya. Meskipun tentu jadi tampak lebay sekali.

Sangat menyedihkan. Padahal Ulil Abshar ini kan menantu KH. Mustafa Bisri, seorang kyai terkenal asal Rembang. Bagaimana perasaan dia dan keluarganya ketika melihat kelakuan menantunya seperti itu?

Ya, orang-orang yang berani melecehkan Syariat Islam, dia akan dilecehkan oleh Allah Ta’ala. “Innalladzina yuhaaddunallaha wa rasulahu kubitu kamaa kubitalladzina min qablihim” (sesungguhnya orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, mereka akan dihinakan seperti telah dihinakan orang-orang sebelum mereka). [Al Mujaadilah: 5].

Kalau ada yang bertanya, bagaimana cara menghukum orang-orang seperti Ulil Abshar, atau Habib “Homoseks” Hasan bin Ja’far Assegaf (Pemimpin Majelis Taklim Nurul Mustofa) itu? Bagaimana baiknya?

Ya, kalau menurut hukum Islam, ya dihukum rajam, sampai mati. Untuk pelaku homoseks, boleh juga dihukum mati, meskipun bukan dengan rajam. Kalau tidak salah, ada pembahasan soal itu.

Kalau hukum seperti itu sulit diterapkan, bolehlah dihukum dengan beberapa alternatif berikut ini:

==> Dilemparkan ke kandang buaya, buat tambahan ransum. Biar nanti matinya pelan-pelan. Mula-mula tangan dulu ilang, lalu kaki, lalu ini, itu, dan seterusnya.

==> Atau dibuat tambahan pakan ternak.

==> Atau kalau mau, dijadikan obyek eksperimen di kandang ikan hiu. Ya, kita mau lihat, apa dagingnya masih disukai ikan itu atau tidak?

Ini hanya sekedar intermezzo. Intinya, wajah Partai Demokrat semakin gak karu-karuan. “Betapa malang nasibku…,” terdengar seorang pemimpin politik melantunkan lagu melankolik.

Iklan

4 Responses to Partai Demokrat Tambah Ancur Cur…

  1. sahabat berkata:

    Azab 4JJI pd partai demokrat.

    Penjahat kok dijadikan anggota partai ?!!?
    Dijadikan pengurus lagi.

  2. Sapelo... berkata:

    WAH SADIS LU ,HUKUMAN KAYA GITU ,LEBIH KEJAM DARI BINATANG LU

  3. Ana Hamba Allah berkata:

    jangan fitnah.

    apakah anta pernah melihat sendiri atau punya bukti atau punya saksi Habib melakukan homoseks?

    jangan mudah terpedaya oleh media2 kafir laknatullah

  4. abisyakir berkata:

    @ Ana Hamba Allah…

    Sebagian buktinya….

    – Hasan Asegaf sudah diperiksa polisi, beberapa kali dipanggil Mabes Polri.
    – Para saksi didampingi oleh Komite Perlindungan Anak…
    – Para saksi dilindungi oleh lembaga perlindungan saksi dan korban (LPSK).
    – Dalam rekaman percakapan salah satu saksi dengan Hasan Asegaf via facebook, didapatkan perkataan-perkataan mesum yang mengarah pada kebiasaan berperilaku buruk dengan orang-orang tertentu.

    Kata Nabi Saw: “Wahai manusia, orang-orang sebelum kalian dahulu menjadi binasa dikarenakan jika ada seorang yang terpandang di antara mereka melakukan pencurian, mereka membiarkannya. Tetapi jika ada seorang yang lemah di antara mereka melakukan pencurian, mereka menegakkan hukuman padanya”. (HR: Bukhori-Muslim).

    Hadits ini sama seperti situasi Hasan bin Ja’far Assegaf. Karena terpandang, dicari-carikan toleransi untuk lolos dari hukuman. Sementara orang-orang kecil yang mencuri beberapa buah coklat, kapuk randu, semangka (karena sangat haus), beberapa batang kayu, dll. dihukum sedemikian hina. Hal ini yang menyebabkan Ummat Islam di Indonesia ditimpa murka Allah. Tidak kurang, sesama Habib saling dukung-mendukung, tolong-menolong, dalam melindungi komunitasnya. Kalau dalam Islam, untuk kasus asusila, cukup dibutuhkan 4 orang saksi. Dalam kasus Hasan, sudah ada 7 saksi, bahkan bisa lebih.

    Tinggal apa mau kita: “Hasan selamat, tapi negeri dimurkai Allah? Atau Hasan dihukum keras (lebih afdhal memakai Syariat Islam), dengan harapan bangsa akan diberkahi Allah? Mau mengorbankan satu orang, atau semua rakyat Indonesia?” Nah, di situ nanti akal kita akan kelihatan.

    AMW.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: