Premanisme dan Nasib Bangsa Kita

REALITAS HUKUM INDONESIA: “Di Indonesia ini, semua orang boleh berbuat kekerasan, selain FPI. Boleh membunuh, menghancurkan properti, tembak-menembak di jalanan; selain FPI. Boleh mengepung bandara, mengacung-acungkan golok dan parang di bandara, boleh mengancam bakar pesawat, mau membunuh tokoh-tokoh; selain FPI. Boleh memfitnah, memprovokasi, menzhalimi, mendustai masyarakat, mencuci-otak manusia; terutama demi menghancurkan FPI.” Begitulah realitas hukum yang ada…

Sementara, kasus pembunuhan oleh John Key dan kawan-kawan, dianggap kriminal biasa. Kasus penyerbuan preman ke RSPAD sehingga terbunuh dua orang, dianggap perbuatan preman biasa. Kasus penyerbuan manusia-manusia berhati kufur dan zhalim ke bandara di Palangkaraya, dianggap “aspirasi masyarakat”. Kasus kerusuhan di LP Kerobokan Denpasar Bali, dianggap “ya itu kan gesekan antar Napi saja”. Begitulah…banyak toleransi, banyak helah, banyak pemaafan terhadap semua yang berbau kekerasan itu. “Selagi bukan FPI, segalanya halal di negeri ini,” begitulah kredonya.

Padahal ya…sekeras-kerasnya FPI, sebandel-bandelnya aksi mereka, sesangar-sangarnya perbuatan aktivisnya; semua itu rata-rata ada tujuannya. Misalnya, menolak minuman keras, menolak pornografi, menolak perjudian, menolak liberalisasi, menolak korupsi, menolak tirani preman-preman, menolak bahaya aliran sesat, dan sebagainya. Jadi motivasinya selalu ada unsur KEBAIKAN. Hanya saja, caranya kadang dengan kekerasan, karena sarana hukum sudah sulit diharapkan. Bagaimana hukum akan bertindak, wong banyak aparat polisi, militer, perwira, atau pejabat, malah melindungi sarang-sarang kemungkaran (hedonisme, miras, narkoba, perjudian, pornografi, korupsi, dll.).

Kini taring-taring kaum preman semakin kelihatan. Aksi-aksi mereka semakin nekad, terang-terangan, dan tanpa ampun. Perang antar geng atau kelompok preman, sudah menjadi “agenda keamanan” rutin. Cakar-cakar kaum preman semakin tajam menukik ke jantung. Masyarakat semakin takut, semakin lemah, dan tak berdaya. Preman semakin menguat, keamanan semakin langka, penegakan hukum semakin ambles ke dalam tanah.

Lalu apa yang terus dilakukan media-media massa, para politisi, aktivis LSM, Komnas HAM, seniman-seniman, dan lain-lain?

Mereka terus saja memusuhi upaya nahi munkar (seperti FPI). Mereka mimpikan “Indonesia Tanpa FPI”. Ya, agar kebanditan, kehitam-legaman amoralitas, kekejian, kebrutalan preman-preman, dan seterusnya semakin merajalela. Sampai suatu saat, semua kekejian itu akan mengarah ke anak-anak, isteri, dan kerabat orang-orang yang memusuhi FPI itu.

FPI (atau gerakan Islam sejenis) tidak disukai oleh orang-orang yang menginginkan Indonesia dikuasai preman-preman; tidak disukai oleh mereka yang ingin anak-anak Indonesia selalu teler di jalan-jalan akibat menenggak miras; tidak disukai oleh mereka yang merindukan generasi muda Indonesia menjadi pecandu seks bebas, pelacuran, dan homoseks, akibat pengaruh deras pornografi; tidak disukai oleh mereka yang ingin agar perjudian menjadi transaksi kehidupan legal, sama seperti legalnya berdagang, bertani, dan menjadi nelayan; tidak disukai oleh para penjajah yang ingin mencabik-cabik kehidupan manusia Indonesia, sampai ke tulang-belulang terdalam. …intinya FPI tidak disukai oleh mereka yang ingin agar Indonesia dikuasai oleh raja-raja preman, kaum pecundang, hedonis, dan manusia durjana.

Tidak ada yang lebih berbahaya, selain media-media TV yang telah merusak nalar publik; mencuci-otak manusia; melahirkan kelumpuhan nasional, disintegrasi, memakmurkan hedonisme, memakmurkan kemiskinan, serta membunuhi jiwa-jiwa manusia (tak berdosa) yang mestinya dilindungi. Bandit-bandit berhati setan itu marah dengan pukulan tangan FPI; tetapi tidak marah dengan pembunuhan-pembunuhan keji. Mereka marah dengan rusaknya properti bar-bar dan nights club, tetapi tidak marah dengan hancurnya moral generasi muda. Mereka benci dengan jubah dan sorban FPI, tetapi bersikap welcome kepada penjajahan asing. Begitulah seterusnya…

Singkat kata…media-media sekuler, media-media TV, kaum hedonis, penyuka amoralitas, politisi busuk, dll. mereka semua adalah kawanan srigala-srigala penghancurkan kehidupan bangsa dan negara. Indonesia semakin sakit di tangan mereka; bangsa semakin kusut bersama mereka; Nusantara semakin tercabik-cabik dengan ide-ide konyol mereka.

Bilamana srigala-srigala moral itu terus bicara, alamat bangsa kian menderita. Bilamana mereka terus ngoceh, alamat nasib rakyat jelata semakin terleceh. Bilamana mereka membuat teori-teori, yakinlah semua itu akan berujung dengan korupsi.

Mana mungkin berharap belas kasih kepada srigala moral? Nonsense.

Mine.

Iklan

13 Responses to Premanisme dan Nasib Bangsa Kita

  1. sahabat berkata:

    Mirip dg zaman para Rasul ya, dimana JAGOAN dibilang PENJAHAT.

    Semoga 4JJI rahmati para duat2 kita shg mrk istiqamah, tdk tergoda dunia & tdk peduli dg celaan.

    Istiqamahlah ya Abu Muhammad.
    Sabarlah sesaat, nikmatnyapun sepanjang hayat.

    Anjing menggonggong,
    Khalifah berlalu.

    Penjahat menggonggong,
    Penegak khilafah pun tetap maju.

  2. Abu Zacky berkata:

    Negeri ini memang telah dikuasai oleh kezhaliman,,,, pemimpinnya sangat zhalim,,, aparatnya zhalim,,, elit politiknya zhalim,,, elit orang kayanya zhalim (kapitalis),,,, elit cendekiawannya zhalim (intelek2 budak kapitalis),,, elit agamanya juga zhalim (menjual agama utk kepentingan dunia),,,, klop sudah jika sebuah negeri dikuasai oleh orang2 mutraf,,,, semua mewakili prototype fir’aun, qarun, haman dan bal’am di masa lalu,,,,, Laa haula wa laa quwwata illaa billaah,,,, terus berjuang akh…. tulisan pena antum mewakili keperihan hati kami,,, kegundahanmu,,,, mewakili tercabik2nya perasaan kami,,,, assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,,,,

  3. abisyakir berkata:

    @ Sahabat dan Abu Zacky…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh. Jazakumallah khair atas doa Antuma berdua. Doakan selalu kita senantiasa istiqamah dalam melayani Ummat dan dakwah, sekuat kemampuan. Mohon maafkan atas segala salah dan kekurangan. Barakallah fikum jami’an.

    AMW.

  4. rudi berkata:

    Soalnya FPI ngak pernah ada setorannya…. sih !

  5. Ir Fandi berkata:

    Tetap semangat dan terus berjuang, Insya’ Allah Kebenaran Pasti akan Menang..,

  6. Aremania berkata:

    Negara ini sudah dholim Akh…
    karena banyaknya orang2 SEPILIS yang mengajarkan sifat2 IBLIS pada masyarakat bahwa menghilangkan nyawa manusia itu hanya persoalan kriminal biasa,kalau FPI ber Nahimunkar semua Media dari TV dan Koran akan mengecam dan ingin membubarkan FPI.kesimpulannya TV dan Koran pemiliknya adalah anak buah IBLIS yang disebut Manusia Syetan…….
    Teruskan Akh….artikel antum sangat menukik,Barakallahu fikum

  7. pro FPI berkata:

    Rupanya negeri gemah ripah lohjinawi ini tinggal menunggu Azab Alloh SWT,,Naudzubillah!segera lakukan perubahan Wahai kaum Muslimin..

  8. aris berkata:

    kayaknya memang FPI yang dianggap sebagai sasaran yang paling empuk buat diserang. udah sering saya lihat (setidaknya di timeline facebook dan twitter saya), kalau ada ribut” di x, atau di y, atau di z, segera saja muncul tuduhan bahwa FPI pelakunya. dan beramai” orang mengutuknya (dan celakanya banyak yang sesama muslim pun ikut”an). tapi ketika terbukti bahwa ternyata pelakunya bukan FPI, ga ada tuh yang namanya ralat, revisi atau apalah dari mereka yang telah keliru menuduh.

  9. Roni Tampan berkata:

    assalamu’alaikum…
    hmm.. bp abisyakir, mo minta ijin copy artikelnya..^_^.. buat d’sebarin..
    ijinin y…^_^… hhee..

    balaz..

  10. Roni Tampan berkata:

    balaz/balas, biar saya tenang…

  11. abisyakir berkata:

    @ Roni Cuaaakeeeff…

    Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh.

    Ya Roni, silakan dikopi, gak apa-apa. Tapi jangan di-teh, atau di-susu… Itu “minuman” jenis lain. He he he…
    Semoga bisa segera tenang…(emangnye gentayangan ape?). Becanda Ron.

    AMW.

  12. Adi P berkata:

    yaa….. memang sangat banyak kebaikan yang dibuat oleh kawan FPI…
    Tapi ada sedikit kritik nih………
    Kalo ada “hajatan” tolong jangan nutup jalan dunk…..ini salah satu citra negatif FPI di masyarakat

    wass

  13. Fulan-1 berkata:

    sudah jd sunatullah,jadi orang baik ya punya musuh jd orang jelek jg punya musuh,..besok di akhirat kita sama2 lihat gmn nasib orang yg musuhi fpi,..maju terus temen2 fpi di bawah panji dzuriyah rasul..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: