Pemimpin Begitu, Rakyat Begitu…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Kalau kita menelaah masalah bangsa Indonesia, intinya ada pada 3 masalah, yaitu: Pemimpin, Kultur Politik, dan Mental Rakyat. Ketiga hal ini saling kait-mengait, sebagian mempengaruhi sebagian yang lain. Kondisi yang selama ini digambarkan sebagai “lingkaran setan” ada dalam 3 aspek tersebut.

Posisi seorang pemimpin (seperti SBY saat ini) amat sangat penting. Bukan omong kosong ya, pemimpin benar-benar seperti nahkoda dalam pelayaran. Kalau belum paham, coba pahami dulu posisi nahkoda sebuah kapal. Banyaknya korupsi, kebobrokan birokrasi, mafia hukum, dekadensi moral, kemiskinan, pengangguran, konflik sosial, frustasi massa, kegagalan pendidikan, kerusakan lingkungan, bencana alam, ambruknya lembaga keluarga, dll. semua itu TERKONEKSI langsung ke sosok pemimpin (seperti SBY).

Maka itu, mengharapkan tokoh pemimpin itu akan masuk syurga, rasanya seperti mimpi. (Kecuali, kalau Allah menghendakinya masuk syurga). Mengapa? Sebab dosa-dosa yang kelak akan ditanggung sang pemimpin sebagai akibat dari kehancuran kehidupan yang melanda rakyat Indonesia amat sangat besar. (Di akhirat nanti, semua orang yang menderita di bawah kepemimpinan SBY misalnya, akan dipertanggung-jawabkan oleh SBY di hadapan Allah Al Hasib).

Andaikan pemimpin sudah baik, belum tentu kehidupan akan serta merta bisa menjadi baik. Mengapa? Karena kultur politik bangsa Indonesia sudah dikuasai oleh kaum mafia. Mereka adalah Mafia PBB (mafia politik, mafia bisnis, mafia birokrasi). Mafia PBB ini akan berusaha mempertahankan kondisi negara yang carut-marut ini dengan sekuat tenaga (dengan uang, senjata, media, lobi-lobi, sampai pertumpahan darah). Mereka merasa tentram dengan kondisi serba carut-marut itu, sebab disana mereka bisa menikmati kehidupan enak, nyaman, bermandi uang, bermandi kekuasaan, kepuasan, serta arogansi tinggi. Mereka tidak mau kondisi carut-marut itu akan diubah menjadi kondisi Indonesia yang sehat, adil, teratur, sejahtera, kemakmuran merata, dan bermartabat.

Banyak sekali kasus-kasus korupsi melibatkan elit-elit politik, tokoh nasional, pejabat birokrasi, pejabat partai politik, pengusaha, konglomerat, perusahaan asing, dll. Semua itu tak bisa diusut, karena di-back up oleh Mafia PBB tersebut. Dalam kondisi demikian, adanya pemimpin yang shalih satu atau dua, belum bisa mengubah keadaan. Apalagi kalau pemimpin itu bernyali lebay. Harus ada gebrakan berulang-ulang dari pemimpin yang shalih untuk meruntuhkan sistem Mafia PBB itu; sekalipun resikonya sang pemimpin harus terbunuh di tangan mafia. Selagi belum ada pemimpin bertipe mujahid, siap mati demi kemaslahatan besar, jangan berharap ada perbaikan.

Andaikan pemimpin shalih sudah ada, sistem Mafia PBB bisa diruntuhkan, masih ada satu hambatan lagi, yaitu MENTAL masyarakat Indonesia. Nah, ini juga bukan masalah kecil. Secara umum, yang membuat pemimpin bertipe lebay, dan struktur Mafia PBB sangat kuat mengakar; hal itu tidak lepas dari karakter masyarakat kita juga. Karakter yang bagaimana?

Antara lain: Malas belajar, lebih suka senang-senang. Tidak mau susah, lebih suka cara-cara instan, meskipun curang. Gampang ikut-ikutan orang lain, sekalipun ajakan untuk korupsi dan manipulasi. Senang berpikir konsumtif, bukan kreatif. Silau dengan budaya Barat, tidak percaya dengan diri sendiri. Bersikap materialis, enggan membangun kesehatan spiritual. Banyak basa-basi, sekalipun terhadap praktik kezhaliman-kezhaliman yang nyata. Mudah lupa catatan sejarah, meskipun baru berlalu 2-3 tahun lalu. Sangat sulit melepaskan diri dari budaya-budaya kemusyrikan. Dalam beragama, lebih suka ikut-ikutan tokoh daripada memahami. Dan lain-lain karakter yang sangat menguntungkan bagi para pemimpin penjahat dan sistem mafia, untuk membelenggu hidup mereka.

Nah, inilah masalah-masalah kita selama ini. Pemimpin lemah, kultur mafia mendominasi, rakyat tak berdaya. Adanya ribuan masalah yang membelenggu bangsa ini tak bisa dilepaskan dari 3 persoalan tersebut.

Sebagai contoh, baru-baru ini SBY berkomentar soal PSSI. Setelah Timnas PSSI kalah 0-10 melawan Bahrain, SBY meminta PSSI introspeksi. Gayung bersambut, Djohar Arifin, langsung bersedia introspeksi. Tetapi masalah utamanya, justru SBY yang harus paling duluan introspeksi. Semua masalah yang ada, termasuk kekalahan PSSI 0-10 lawan Bahrain, itu semuanya bermuara kepada kepemimpinan SBY sendiri. Semua masalah di negeri ini, dari soal bocah kecil menangis karena kakinya digigit semut, sampai soal gonjang-ganjing harga minyak dunia; semua itu kembali ke pundak SBY selaku pemimpin.

Tapi kan masalahnya, seorang pemimpin berkomentar “hendaknya PSSI introspeksi”…ucapan begini ini hanya untuk “mengisi waktu luang” saja. Daripada tidak ada pekerjaan sama sekali. Ya, masak untuk anggaran pribadi presiden yang setiap bulan ditetapkan sangat tinggi; masak hanya untuk bercuap-cuap ini itu saja, tidak bisa. Ironis kan. Maka itu, daripada tak ada kerjaan, ya sudahlah keluar “PSSI harus introspeksi ya”. Padahal yang bersangkutan harusnya lebih dulu introspeksi.

Inilah zaman dimana kehidupan kita diliputi oleh berbagai fitnah yang menyulitkan. Fitnah tersebar dimana-mana, bentuknya beraneka rupa. Kehidupan kita diliputi kesulitan akibat pemimpin durhaka, sistemnya menindas, sementara rakyat tak berdaya untuk mengadakan perbaikan. Inilah masa dimana Sistem Islami tidak tegak sehingga tak mampu melindungi hajat kehidupan kaum Muslimin. Seperti kehidupan Nabi dan para Sahabat saat di Makkah. Di bawah sistem non Islami mereka hidup benar-benar mengalami ujian sangat berat. Ya, seperti itu kondisi kaum Muslimin di negeri kita selama ini. Kita hidup di bawah “sistem haram”, sementara dalam kehidupan sehari-hari kita diwajibkan menjalani hidup “selalu halal”.

Maka sebaik-baik doa adalah seperti yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallah ‘Alaihi Wasallam. Doa ini biasanya dibaca setiap akhir bacaan Tasyahud, sebelum salam. Bunyi doanya sebagai berikut: “Allahumma inniy a’udzubika min adzabi jahannam, wa a’udzubika min adzabil qabri, wa a’udzubika min fitnatil mahya wal mamati, wa a’udzubika min syarri fitnatil masihid dajjal” (Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab jahannam, aku berlindung kepada-Mu dari adzab qubur, aku berlindung kepada-Mu dari fitnah kehidupan dan kematian, dan aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan fitnah dajjal).

Boleh juga ditambahkan doa berikut: “Allahummaghfirlana warhamna wahdina wa ‘afina warzuqna” (Ya Allah, ampunilah kami, sayangilah kami, berikan petunjuk kepada kami, beri keselamatan kami, dan berikan rizki kepada kami).

Semoga ada manfaatnya, sebagai renungan dan saling nasehat-menasehati antar sesama Muslim. Mohon maaf atas segala salah dan kekurangan. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

(Mine).

21 Responses to Pemimpin Begitu, Rakyat Begitu…

  1. rizal berkata:

    Mohon maaf sebelumnya. Saya perhatikan anda banyak sekali mengkritik dan mencela pemimpin negri ini di depan umum ( melalui internet ).

    Apakah tidak lebih baik anda datang silaturahim kerumah-rumah beliau untuk menyampaikan nasehat? atau kalau tidak memungkinkan, anda coba mengirimkan nasehat anda melalui surat langsung ke beliau-beliau.

    Adapun melalui internet seperti ini menurut anda apakah bijak?
    Adakah ulama yang membolehkan menasehati pemimpin denngan cara seperti ini?

  2. rizal berkata:

    Mohon maaf juga, bagaimana dengan tulisan di blog abu jauzaa tentang tulisan anda ini : http://abul-jauzaa.blogspot.com/2012/01/catatan-ringan-bolehkah-menolak.html

  3. abisyakir berkata:

    @ Rizal…

    Apakah tidak lebih baik anda datang silaturahim kerumah-rumah beliau untuk menyampaikan nasehat? atau kalau tidak memungkinkan, anda coba mengirimkan nasehat anda melalui surat langsung ke beliau-beliau. Adapun melalui internet seperti ini menurut anda apakah bijak? Adakah ulama yang membolehkan menasehati pemimpin denngan cara seperti ini?

    Kmentar: Ya intinya begini, sistem kehidupan di negeri kita ini BUKAN SISTEM ISLAMI. Sekali lagi, BUKAN SISTEM ISLAMI. Kalau ada satu kemungkaran saja, Rasulullah Saw menasehatkan agar kita mengubah kemungkaran itu, dengan tangan, lisan, lalu hati. Apalagi kemungkaran dalam bentuk SISTEM, tentu lebih layak untuk diubah, dengan segala cara yang memungkinkan.

    Kalau tak mampu dengan tangan, ya dengan lisan (tulisan), kalau tak mampu cukup dengan hati. Adapun yang jadi masalah ialah soal RESIKO. Kalau untuk mengubah kemungkaran (sistem) itu resikonya berat, ya kita harus hati-hati. Tapi kalau resikonya tidak terlalu membahayakan, ya silakan dikritisi semampunya. Intinya, tunjukkan bagian mana yang mungkar, dan bagaimana yang seharusnya (Islami)?

    Kalau Anda dan kawan-kawan, bersikap toleran terhadap sistem tidak Islami itu (termasuk pemimpin di dalamnya), ya itu nanti ADA RESIKONYA di Hari Akhirat. Allah akan menanyakan tanggung-jawab Anda selaku seorang Muslim yang tahu halal-haram, kebaikan-keburukan, pahala-dosa.

    Terimakasih.

    AMW.

  4. abisyakir berkata:

    @ Rizal…

    Saya sudah baca tulisan itu. Ya biasalah khas Ustadz-ustadz Salafi. Kalau kita komentari, belum tentu juga komentar kita dimuat di ruang-ruang mereka. Soal Abul Jauza kritik ini itu, gak apa-apa. Tak masalah itu. Kebenaran lebih utama dari siapapun.

    Hanya kalau dalam masalah “Polemik Momen Idul Fithri” itu, Abul Jauza berpikir normatif dengan dalil-dalil yang dia bawakan. Kalau saya melihat dari sisi PENGALAMAN PULUHAN TAHUN di Indonesia. Jadi, sejak tahun 90-an sudah sering ada “polemik rukyatul hilal”, meskipun tidak setiap tahun. Dari masa itu, saya menyimpulkan: Depag RI sering menyesuaikan momen Idul Fithri dengan kalender. Memang mereka sering mengadakan sidang istbat, tetapi sejauhmana akurasinya, wallahu a’lam. Mengapa demikian? Karena sering ada pengakuan melihat hilal, tetapi ditolak begitu saja.

    Salah satu contoh, sebuah pesantren di Cakung yang kerap melihat hilal, sering dicuekin kesaksian mereka. Padahal mereka sudah memenuhi syarat: Orang dewasa, muslim yang baik (tidak dikenal pembohong), dan pengalaman pula dalam soal rukyatul hilal. Seharusnya kesaksian mereka tidak ditolak. Tidak ada udzur untuk menolak kesaksian mereka dengan syarat2 seperti itu.

    Orang-orang di Cakung ini sering diremehkan. Suatu hari Habib Riziq Shihab membuat kesaksian tentang metode yang dipakai di Cakung, ternyata luar biasa. Metodenya itu ilmiah dan bisa dikata akurat. Kalau seperti Abu Al Jauza itu, aku yakin dia tak bisa mempraktikkan metode yang dipakai di Cakung itu.

    Jadi intinya begini:

    1. Abu Al Jauza dkk. ingin menegaskan pentingnya pengumuman momen Idul Fithri/Idul Adha melalui keputusan negara (Pemerintah).

    2. Saya dan kawan-kawan sependirian, melihat bahwa Depag selama ini tidak melaksanakan metode rukyatul hilal dengan benar, yaitu sering menolak kesaksian orang-orang yang memenuhi syarat. Mereka kerap kali menyamakan momen Id dengan jadwal kalender. Hal itu kalau dibiarkan, BISA MEMATIKAN SUNNAH, dan menjadikan KALENDER sebagai patokan penentuan momen Id.

    Ya akhirnya, terserah mana yang ingin Anda pilih. Silakan saja! Yang jelas, Ahlus Sunnah harus mencintai tegaknya Sunnah Nabi, dan menolak tirani kekuasaan kalau berakibat mematikan Sunnah Nabi.

    AMW.

  5. rizal berkata:

    Tapi mohon maaf, dari tulisan-tulisan anda di blog ini, terlihat jelas ilmu anda masih dibawah abul jauzaa

  6. abisyakir berkata:

    @ Rizal…

    Tapi mohon maaf, dari tulisan-tulisan anda di blog ini, terlihat jelas ilmu anda masih dibawah abul jauzaa.

    Respon:

    Oh ya, tentu Abul Al Jauza dan lainnya lebih tinggi ilmunya dari saya. Dari sisi dirayah dan riwayah hadits, beliau jauh lebih baik. Muthala’ah dia disana lebih luas dari apa yang saya pahami. Namun dari sisi akidah (seputar iman dan syariat), amar makruf nahi munkar, al inkaru hukmal jahiliyah, al inshafu li harakatid dakwah, as siyasah islamiyyah, dan yang semisal itu; kita bisa saling nasehat-menasehati.

    Untuk masalah artikel yang dikritik oleh Abu Al Jauza itu, saya ajak dia untuk berdiskusi terbuka. Bisa lewat blog ini, atau dialog terbuka di tengah masyarakat. Intinya, dia menetapkan wajibnya mengikuti pendapat umara’ dalam soal penetapan momen Id, sedangkan saya berpendapat pentingnya menyelamatkan Sunnah Rukyatul hilal dari basa-basi politik kaum umara. Kalau Anda bersedia menjadi penengah diskusi terbuka itu, walhamdulillah. Sampaikan juga hal ini ke Abu Al Jauza, sebab kalau kita komentar di situs dia, belum tentu akan dimuat. Kalau perlu, sampaikan ajakan ini kepada ustadz-ustadz Salafi lain yang setuju dengan pendapat Abu Al Jauza.

    Jazakumullah khair atas masukan Anda. Saya tunggu info dari Anda atau dari Abu Al Jauza -semoga Allah selalu menjaganya dan kita semua dalam istiqamah dan manhaj Ahlus Sunnah yang lurus- amin ya Rahiim.

    AMW.

  7. rizal berkata:

    Baraakallahu Fiik, alhamdulillah saya bersyukur memiliki saudara beriman yang berakhlaq mulia seperti anda

  8. rizal berkata:

    Smoga smakin banyak bloger yang seperti anda, Berusaha mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan tidak mengedepankan Ra’yu & Hawa nafsu.

  9. abisyakir berkata:

    @ Rizal…

    Wa barakallah fikum aidhan ahsanal barakah wa ‘afiyat. Amin.

    AMW.

  10. sahabat berkata:

    Ya beginilah bila hidup dibawah sistem batil, siapapun yg mmerintah psti brubah jd batil krn tpengaruh sistem.
    Jangankn disini, dibarat aj dah lama rakyat mnuntut tuk ganti sistem negara.

    Ust yg banyak ilmu blum tentu PEMAHAMANnya bagus, yg penting lihat sesuainya antara ILMU dg AMAL.

    Abujauza: “ikuti pmrintah”
    AMW: “ikuti sunnah”
    Jelas siapa yg benar.

    Buat apa sibuk blajar hadits bila tauhid&aqidahny masih jeblok, itu jelas GAK NYUNNAH.

    Masa ada USTADZ besar tp MAKNA THOGHUT aja ga ngerti?!

  11. shadowlight berkata:

    Afwan ustadz. Untuk paragraf kedua terakhir tertulis Allahummaghfirlaha, padahal terjemahannya Ya Allah, ampunilah kami. Jadi seharusnya Allahummaghfirlanaa kan? Syukran atas artikelnya.

  12. abisyakir berkata:

    @ Shadowlight…

    Jazakumullah khairan jaza’ atas masukannya.

    AMW.

  13. Santri Arema berkata:

    Afwan…..Tadz ..Besok hari Sabtu 17-03-2012 di Masjid Ibnu Sina sebelah Matos jam.08.00 ada bedah buku Yah…Mereka Memang Thogut…kapan nih Buku antum di bedah di Malang….

  14. shohib berkata:

    @ untuk sahabat Maret 12, 2012 pukul 6:06 am….

    anda katakan : “Buat apa sibuk blajar hadits bila tauhid&aqidahny masih jeblok, itu jelas GAK NYUNNAH.”

    justeruuu orang yang tauhid & aqidahnya bagus tuh yang mau belajar hadits mas sahabbbb. kepriben toh sampeyan kiyek….

  15. abisyakir berkata:

    @ Santri Arema…

    Afwan…..Tadz ..Besok hari Sabtu 17-03-2012 di Masjid Ibnu Sina sebelah Matos jam.08.00 ada bedah buku Yah…Mereka Memang Thogut…kapan nih Buku antum di bedah di Malang….

    He he he…kadang saya heran sendiri. Sudah puluhan tahun aktivitas di Bandung, Jakarta, dan lainnya. Tetapi untuk aktivitas di Malang, kota kampung sendiri, justru hampir-hampir tidak ada. Kalau kesana paling ke rumah Ibu, kakak, dan saudara saja. Mungkin Antum bisa membantu… (tapi tidak usah merepotkan, semampunya saja). Jazakallah khairan jaza’.

    AMW.

  16. rakaie.pikatan@gmail.com berkata:

    Ustadz begitu …. umat begitu….

  17. alwiandri berkata:

    yang terpenting dari semua itu adalah amalan dari ilmu agama islam yang telah dipelajari…

  18. neil berkata:

    setuju dgn “rakaie.pikatan@gmail.com ”

    mau tau kwalitas guru2 kita, lhatlah kwalitas murid2nya…..’moal jauh ti kitu’
    Pantas sj generasi awal Islam adalah generasi terbaik…gurunya saja Rasulullah.
    Pantas saja imam syafe’i atau ibnu taimiyah memiliki banyak murid yg jd ulama terkemuka,…..

    lalu…pantas saja Indonesia begini….krn guru2 & para ust/kyai-nya juga begitu,….

    Kalo dijaman ulama salaf adalah bnyknya ulama sedikitnya penceramah,
    kalo dijaman sekarang di kita ini…..banyaknya tukang dagang ceramah & teramat sangat langkanya ulama.

    Ingin Indonesia terutama kaum muslimnya bisa berjaya…..!!!
    perbaiki dulu 2 kunci utamanya,
    yakni : guru / ustadz & sarana pendidikan bermutu tinggi yg terjangkau semua lapisan masyarakat terutama masyarakat mayoritas bangsa indonesia alias masyarakat miskin.

    tdk aneh indonesia menjadi salah satu negara terkorup,….
    org dari kecil diajari ‘curang, nyogok, korupsi’
    tengoklah ke sekolah2….
    ingin masuk sekolah unggulan, asal bisa nyogok…gampang saja.
    ingin mudah ujian, asal punya uang…..bisa tuh beli soal ujian (yg ngejual jg guru)
    Tidak mau disebut guru yg gagal atau sekolah yg dipandang ‘merosot’………gampang, tinggal menyuruh murid contek masal…..
    ingin segera diangkat jd guru pns, jalan pintas yg gampang, yaa nyogok juga.

    Begitupun para ustadz & kyai kita, kebanyakan seolah tak pny visi – misi, serta tak pny program unggulan agar para jama’ahnya itu semakin meningkat ilmu, iman dan amal…..krn yg ada ‘kebanyakan’ sekedar ngisi ceramah. lalu dpt amplop setelah itu pulang……tak ada mrk itu mencoba menjalin ukhuwah yg berkelanjutan dgn masyarakat yg prnh diceramahinya.
    Makanya kenapa……yg laku dikita ini justru ceramah2 yg banyak banyolannya (mirip stand up comedy), yaa……krn pemahaman mayoritas muslim kita kayak anak tk terus…..kan anak tk itu ada istilah bermain sambil belajar, ga akan bisa pemahaman anak tk diajari rumus2 sainsnya anak smp,
    Jadi disinilah tugas para ustadz/kyai…….tolong jangan biarkan pemahaman pengikut2 anda terus2an sprt anak tk, bimbinglah para jama’ah dgn bertahap dan istiqomah.
    guru tk pun sangat kepikiran kalo anak didiknya gak naik2 kelas

    Bisa dibilang sdh lazim(krn saking banyaknya) seorang ustadz / kyai…….ternyata sangat kontradiktif antara ilmu dan amalnya.
    yaa krn bagi mrk….’penceramah’ itu adalah ‘profesi’

    Sangat jarang ust / kyai yg tulus ikhlas………, bnyk diantara mrk yg pasang tarif(terutama yg beken) walaupun dgn bahasa samar, tp yg mendengar ngerti kalo arahnya memang ke duit.

    Atau, ada juga yg suka dongkol hatinya….ketika jama’ahnya pindah ke ustadz yg lainnya…….ketauan betul kalo sbrny dia bkn mengajak kpd ALLAH melaikan kpd diri dan kelompoknya.

    Banyak ust2 manja yg tdk mau merakyat / memasyarakat dgn alasan….”masa sekolah jauh2 ke arab, menelan biaya puluhan bahkan ratusan juta, capek2 meraih gelar LC bahkan MA, tp pulang ke masyarakatnya hny dikasih kesempatan ngajar anak2 IQRA di masjid, gak level……mendingan jd guru di mahad atau jd dosen atau buka travel haji & umrah atau cari2 koneksi ke rekan2nya spy bisa ngisi kajian di tempat tertentu atau nunggu bantuan dari donatur arab biar bisa dibikinin mahad sendiri”.
    Krn sikap2 sprt ini…..maka jangan heran kalo yg jadi ‘tokoh agama’ di masyarakat adalah mrk2 yg katanya itu ahli bid’ah, ilmunya lbh rendah…
    padahal ust beken atau ust bergelar tinggi tp manja belum tentu pula dia itu ust yg dibutuhkan masyarakat…..walopun masyarakat memuja muji anda, dimana giliran keluarganya mati, yg pertama dicari adalah ust yg di sekitarnya/ust kampung, giliran nikahan, nanya warisan, ada problem dgn tetangga, kegiatan sosial atau acara selametan(yg bgitu mentradisi) yg dicari….ya ust di kampungnya jg.
    sedangkan kita tau hampir semua yg jd tokoh agama di masyarakatnya, adalah mrk2 yg mau merambah dari nol…yakni dia rajin ke masjid, bisa mencuri hati warga, mau mengajari anak2 kecil tanpa pamrih, mulailah ngajari para remaja, kemudian org tuanya yg berminat ngaji atau paling tidak mencoba bertany perkara agama….seorang yg bisa jd ust di kampungnya jg adalah yg bisa aktif di kegiatan sosial warga setempat, bisa bekerja sama dgn tokoh2 masyarakat yg lainnya dan benar2 bisa menjaga tali ukhuwah islamiyah(bisa mendamaikan)…..

    Dan problematika sarana pendidikan…..
    – Banyak madrasah2/ TPA / pesantren yg dimiliki para ustadz – kyai….. yg hanya dijadikannya sbg ‘mata pencaharian’ dunia mrk saja.
    Apalagi sekolah2 islam terpadu kebanyakan…..bener2 tdk tergapai kalangan miskin, padahal orang miskin Indonesia sejatinya adalah mayoritas bangsa ini yg merupkan kaum muslimin…..
    sy heran…..katanya ingin menciptakan generasi yg lurus aqidahnya, jd anak sholehah de el el…..tp harga masuk pesantrennya kok mahal2. Tdk sedikit yg mengeluhkan hal ini…..ada yg akhirnya ber-kb dgn alasan kalo bnyk anak nanti gak kebiayai masuk mahad,
    ada jg yg hny bisa bersedih krn dr kesemua anaknya, tak satupun yg bs masuk mahad dgn alasan biaya
    dan bnyak cerita lainnya yg bermuara pd satu masalah yg sama…..yakni “persoalan biaya / kemiskinan”
    Namun sebenarnya ada jg pesantren yg mempelajari kitab2 yg bagus & benar, gratis pula…tp testingnya ketat……mungkin sekolah itu memang tempatnya di tes, bkn tempatnya diajari…. atau mungkin guru2nya gak mau capek2 mengajari anak yg bodoh.
    Ada jg pesantren yg gratis, tak ada testing, biaya makannya pun gratis krn pesantren punya unit usaha yg merupakan ‘denyut nadi’ yg mensubsidi operasional pesantren, tp kebanyakan pesantren sprt ini dimiliki NU & sufi………
    maka wajar sj kalo warga nahdiyin mendominasi negri ini, krn ust2 nahdiyin mau memasyarakat (lbh bnyk ngajar ngaji dimana dia tinggal) dan NU banyak memiliki sarana pendidikan yg sangat merakyat(terjangkau)

    tolonglah….kpd siapapun jg agar benar2 diperhatikan dua kunci penting agar bisa merubah kondisi bangsa ini terlebih kita sbg kaum muslimin…..
    dan perlu diigat jg bahwa kita pun para orangtua adalah guru bagi anak2 kita di sarana pendidikan yg kita tempati yakni rumah.

    sy pribadi tak peduli……bbm mau naik berapapun, asalkan pemerintah mensubsidi pendidikan GRATIS sampai perguruan tinggi, dan yg paling penting sarana pendidikan agama yg berkwalitas juga bisa GRATIS. tambahan lg, pemerintah jg mensubsidi biaya kesehatan gratis kpd semua rakyat dan tdk asal2an kayak pelayanan gakin…….pemerintah mau naikkan bbm berapapun bodo amat, yg penting pendidikan wajib sekolah minimal S1 sama rumah sakit semuanya GRATIS, pokonya orang Indonesia biar pintar dan sehat saja dulu……, tp apa pemerintah kita mau mewujudkannya? (jujur sy pesimis)

    Tp untuk yg satu ini sy benar2 mengharapkan(kpd ALLAH) agar para tokoh agama kita, terutama yg bagus ilmunya lurus manhajnya…….tolonglah agar anda2 sekalian yg berdakwah krn mengharap ‘hanya upah dari ALLAH’ agar lbh bnyk memperbaiki diri, bisa terbuka utk saling mengingatkan, peka dgn kondisi sosial masyarakat, jangan mau jd tunggangan politik pemerintah hny krn mendapat bantuan dana yg tak seberapa, justru disaat pemerintah mendekati anda jadikan momen yg tepat utk menasehati atau melobi mrk…

    Krn kita semua sepakat….kita ingin bangsa ini lbh baik,
    kita ingin generasi2 penerus kita jauh lbh baik lagi…
    dan kita ingin indonesia benar2 menjadi negara yg Islami.

    Dan apabila yg diungkapkan ini salah, lagi2 saya hny bisa memohon….tolong maklumi kebodohan saya dan maafkanlah saya

  19. abisyakir berkata:

    @ Ibu Neil…

    Mohon maaf sebelumnya. Ibu boleh berkomentar, silakan saja. Tetapi juga jangan terlalu apriori kepada para aktivis, jamaah pengajian, ustadz, kyai, yayasan Islam, dan sebagainya. Itu tidak baik selalu memandang mereka dengan pandangan “serba jelek”. Kecuali terhadap orang-orang yang sudah JELAS kezhaliman, kefasikan, dan kesesatannya. Kalau masih samar, masih memungkinkan ada beda pendapat, atau intepretasi…ya cobalah agak moderat. Jangan terlalu sinis. Terimakasih.

    AMW.

  20. neil berkata:

    terus terang pak, itu sebetulnya bukan asal komen yg apriori……

    pengalaman waktu sd, dimana wali kelas kita sendiri yg ngasih kita contekan ujian akhir,
    pengalaman adiku yg waktu itu juara umum smu yg deket kbn kopi ini, dimana dia ditekan oleh guru2 disana agar ngasih contekan ke semua teman2nya, tp dihari pertama ujian akhir dia menolak ngasih contekan, dan brp temannya ngadu…ajaibnya yg dimarahi justru adikku…., & cukup bnyk cerita2 sprt ini yg kita dengar, atau mungkin pak abisyakir prnh jg dengar kasus siami yg menghebohkan bbrp waktu lalu.

    Tp sypun sama sekali tak bermaksud menafikan guru2 yg ikhlas mengajar, hny sj cara2 sprt ini ternyata cukup bnyk disetujui oleh sekolah2 kita.

    Suamiku disini sering dipercaya jd ketua panitia tabligh akbar…
    waktu remaja sy prnh diajak ikut ngondang buat yg ngisi acara tabligh, kadang kita hrs menyesuaikan acara tabligh ditempat kita dgn mubaligh yg mau kita undang(dikrnkan jadwal undangannya padat)
    Walopun ada kyai yg beranggapan kalo kita merayakan maulid, nanti arwah Rasulullah akan datang ke tempat tsb….ketika ditanya “tp kan pak kyai, bnyk yg merayakan acara maulid, nanti arwah Rasulullah jd bingung”….. pak kyai menjawab; “ooh…nanti arwah Rasulullah akan datang ke perayaan maulid yg diinginkannya, mudah2an tempat kitalah saat ini yg didatangi arwah Rasulullah”…..jawaban dr seorang kyai yg aneh dan lucu.
    Tapi sebenarnya, cukup bnyk kyai/ust dari kalangan(yg suka maulidan) yg tau kalo acara maulid atau rajaban bukanlah syare’at ajaran Nabi, tp mrk tetap menganggap itu suatu sunnah….ternyata alasan sebenarnya krn bulan maulid & rajaban adalah masanya ‘panen’.
    Bila di bulan itu seharinya ada ratanya 5 undangan tabligh yg datang, sedangkan sang kyai maksimalnya hny sanggup mengisi tiga sj….kalo bayarannya rata2nya 3jt, berapa seharinya dia dapatkan dikalikan sebulan !?!

    kalo sy berpandangan bahwa para juru dakwah dan lembaga2 islam seperti itu…krn sy mungkin lbh banyak melihat apa yg ada disekitaran sy…..
    sy lumayan banyak tau soal tarif ust2 kondang termasuk habib2 yg pro syi’ah…….krn kami dan rekan2 kami (sesama panitia penyelenggara tabligh suka sharing soal ini)
    kami cukup sering mengalami pengalaman aneh……soal kyai yg protes krn uang amplopnya katanya ” tak sesuai biasanya ”
    bahkan kami denger curhatan pak lurah daerah sini….beliau bercerita ” pak kyai….nanti di tempat sy ya….tp sy bisanya ngasih cuma 2jt ” jawaban pak kyai…” aah pak lurah ini tambah 1jt lg dong “…….seketika itu pak lurah langsung diam seribu basa…
    pak lurah menceritakan ini krn di masjid kami prnh ngondang kyai tsb (pak abisyakir kalo tdk percaya cerita ini datanglah ke kantor kelurahan dimana kbn kopi trmsk cakupan wilayahnya, tanya langsung sama lurahnya)
    Seorang rekan kami yg kerja diperusahaan dia cerita(krn dia termasuk panitia acara)
    Perusahaannya akan mengadakan acara tabligh akbar….mrk sdh sepakat mau ngondang kyai fulan yg sdh sangat terkenal dikota ini, sdh deal semuanya 10jt sekali tabligh….tp belakangan sang kyai tau kalo acara tsb diseponsori kopi torabika krn evennya memang acara besar, kyai tsb minta dinaikan jd 25jt ktnya memang utk acara besar ya tarifnya segitu, kalo 10jt itu utk tabligh yg biasa sj, krn kyai nya keukeuh hayang sakitu wae, akhirnya pihak panitia memutuskan mencari kyai kondang yg lainnya yg mau dibayar 10jt.

    ada lg….. dimana waktu itu pas pak sby mau nyalonin lg jd capres……(entah ini kampanye atau apa, krn seingatku blm masuk masa kampanye), terus terang pak…..keluarga sy itu kebagian 1 bus(yg ikut itu kyai n ust semuanya & sdh pasti sy tak ikut krn sy bkn usdzah) utk datang ke sentul city katanya acara silaturrahmi bersama bapak sby……..mrk memberi transfortasi n makan gratis + semuanya masing2 dikasih amplop berisi 50rb…..
    Trus ada lg seorang kyai(yg prnh masuk tv lokal) yg ngasih saran…….” kalo mau jd ust itu hrs pny gelar…….walo tak begitu kondang tp kalo pny gelar, sekali undangan tabligh itu bisa dibayar minimalnya 1jt…..coba kalo cuma ust kampung, sekali tabligh rata2nya palingan cuma 100rb ”

    Remaja masjid di tempat kami yg pny grup hadroh prnh diajak habib (yg ganteng – muda, spanduknya dipajang besar2 disekitaran kota ini) utk ngisi hadrohnya, ketika nanya habib itu dibayar brp….” oh habibnya dibayar 12 jt “, lalu kalian dapat brp…” kita tdk sepeserpun…..”iih kok kalian mau2nya”,….”tak apalah dia kan habib turunan nabi”……
    yaa walopun mencoba dijelaskan ke mrk….benar atau tdknya habib itu turunan Nabi, tp kalo mrk sdh fanatik susah jg…….
    Kan tak sedikit jg wanita2 pengikut habib yg mau dipoligami n siap jd istri ke berapapun asalkan bisa pny anak turunan habib(Nabi) katanya……

    Dan kyai yg prnh begitu dekat dgn keluarga kami, dimana diapun sdh 2 periode ini jd anggota dewan dan keluargaku prnh ikut2an jd tim suksesnya…..kami tau dia dikasih uang ‘sedikit lg mendekati 1M’ oleh seorang capres agar mendukungnya….!

    sebenarnya masih banyak pengalaman2 aneh lainnya, tp mungkin benar kata bapak….tdk baik kalo borok itu dikorek terlalu dalam.

    & yg paling mengherankan ” ternyata masyarakat justru akan sangat heran sekali apabila ada juru dakwah yg tdk mau dibayar sepeserpun…..apalagi kalo sang juru dakwahnya itu malah ngasih sumbangan kemasyarakat “, kenapa ya ??

    Makanya sy setuju ‘ustd begitu, umat begitu’
    Knp ust2 yg ceramah di tv, dihadapan pemimpin, dihadapan umat…..tp sprtnya tdk bisa mengubah baik itu siaran tv, pemimpin dan umat menjd lbh baik……mngkn krn ust2 itu sendiri yg menghargai dirinya dgn bbrp rupiah sj !!
    Dakwah yg tulus ikhlas dr hati akan mengena di hati.
    Dakwah demi dunia yg diibaratkan Rasulullah sprt bangkai yg cacat, maka kitapun tau hasilnya bakalan kayak apa….. ?!

    Terus terang sj pak kalo mau mengkritik org yg sdh menjual agamanya demi nafsu dunia yg tak seberapa……justru itu paling SUSAH. dikasih dalil apapun sulit memapannya !
    & boleh jd mrk2 yg sprt ini yg menjadi….ibaratnya penyakit kanker di tubuh Islam itu sendiri yg artinya mrk inilah(munafikin) yg akan terdepan menolak tegaknya Islam yg haq…..bukan kaum kafir !

    soal mengkomersilkan dakwah sebenarnya sdh ada bbrp yg menyoroti hal ini sprt karya tulis ust abu umar basyir yg judulnya menjadi kaya dgn berdakwah & ‘pesantren dan dakwah Islam di Indonesia’, jg dosen yg dari uin, dll…….

    kalo bicara soal lembaga2 pendidikan jd agak dilematis………
    kami tahun lalu survei sdit2 terkemuka di kota ini(dr sekitaran bdg sampe cmh, dr sdit yg terkenal sampe yg ktnya itu plg murah) kami jg cari tau mahad2 yg ktny itu ahlusunnah sebenarnya…….
    & memang kami harus bertrimakasih kpd pemerintah yg mensubsidi wajib belajar 9thn……..krn lembaga pendidikan inilah yg terbaik utk anak kami……..
    krn saat ini keuangan kami tak bisa menjangkau sdit – sdit yg katanya bagus2 itu, mahad2 sprt imam bukhori, bin baz, ihyaussunnah, annajiyah bahkan gontor yg sangat terkenal itu…..memang tdk diperuntukan bg kalangan kami !!
    tp disisi lain……. justru lembaga pendidikan milik NU, miliknya habib2 malah lbh terjangkau rakyat kecil,
    krn sypun prnh nyantri di pesantren NU, keluargaku jg pny pesantren NU, pny pesantren thariqat tasawuf…..sdkt bnyk sy tau apa sj yg diajarkan disana,

    Belum lg lembaga islam lainnya sprt bmt yg lebih ke bisnis ataupun yg katnya itu baitul zakat…ternyata kalo kita yg mengajukan sendiri(minta bantuan) susah dapat tanggapannya, ada yg mensyaratkan harus jd anggota dulu, harus ikut kegiatan mrk dulu, harus ikut pengajian mrk dulu, dan anehnya ada baitul zakat tp sprt kredit pinjaman(maaf ada bunganya)
    Dan lbh aneh lg bbrp masjid agung kita, entah itu uang kas masjid atau apa(sy tak tau), tp yg pasti bbrp masjid agung bisa memberi bantuan pinjaman uang dgn syarat jaminan bpkb kendaraan,…apakah ada bunganya ?! kata mrk sih bukan…cuman ada biaya administrasi dan ‘bayar lebih seridhonya’…..dan ternyata justru pinjaman dari masjid agung inilah yg jd favoritnya para kyai & ustadz….jg dikarnakan pihak masjid agung memang memprioritaskan pemberian pinjaman ke kalangan tsb (dan pak abisyakir kalo tak percaya datang sj ke masjid agung dikota kita atau mungkin bapak pun sdh tau!)

    Tapi….bukan maksud sy menafikan lembaga yg benar2 ingin menolong umat ataupun menafikan para juru dakwah yg tulus….tdk tdk sprt itu, krn sy tau benar masih ada yg jujur, ikhlas yg hanya mengharapkan upah dari Allah, sprt yg sy alami sendiri…sy mengenal seorang ust di pdlrg, tinggal di belakang pasar bekerja sbg pedagang & dia mengadakan pengajian di kontrakannya, semua jama’ahnya dibelikan kitab dari uangnya sendiri, dia ajarkan bacaan qur’an, dia selalu menyediakan sekedar makanan kecil utk semua jama’ahnya dan walopun satu orang yg datang dan benar2 ingin ngaji…dia begitu memprioritaskan muridnya ini drpd kegiatan lainnya, ketika sy tanya ‘kenapa tdk meminta bayaran, kan dibolehkan kalo ngajar Qur’an”…….dia menjawab “hari gini, org mau datang ngaji sj sdh bagus sekali”……, jg bbrp cerita serupa lainnya !! namun permasalahannya yg sprt ini hny secuil kuku….dibandingkan betapa bnyknya masyarakat muslim Indonesia.

    Begitu juga ditambah bnyknya pemasalahan umat yg lainnya…..
    Serta semakin dahsyatnya godaan syahwat…..dan lain2nya
    Jd, kalo dlm pandangan sy……..amat sangat berat cita2 tegaknya Islam yg haq sbg sistem dinegri ini
    Lalu apakah salah kalo sy mengkritisi juru dakwahnya terlebih dulu (yg dlm pandangan sy memang bnyk yg kacau)???
    krn juru dakwah……sejatinya adalah pewaris Nabi untuk membimbing umat

    Cukup sering sy dengar juru dakwah di tv, radio, denger langsung……yg mengeluh/mengejek umat muslim di negri ini dgn segala karakter dan kebiasaan jeleknya,
    padahal Rasulullah tak prnh mengeluhkan apalagi mengejek umatnya yg kala itu boleh jd lbh bejat dr kita, malah beliau lbh banyak mendo’akan kebaikan, berjuang dgn segenap upayanya dan menghabiskan seluruh hartanya demi umat agar mengenal Rabb-nya.

    ” Allah tdk membebani seseorang melainkan sesuai dgn kesanggupannya……”

    Dan bila juru dakwah dikita, boleh sebebasnya mengkritisi umat, lantas apakah sy yg sbg umat tdk bolehkah mengkritisi ustnya…?
    Sewaktu sy mengkritisi ust salafi…pak abisyakir diam sj, apa kali ini bapakpun merasa tersinggung ? ( kali ini mungkin sy benar2 berapriori/suudzon)

    kalopun sy katakan tak ada juru dakwah yg pny visi – misi dan program unggulan….
    Adalah krn sy mungkin belum menemukan atau boleh jd tak akan prnh menemukan visi – misi serta program2 dakwah yg sama persis sprt Rasulullah.
    & sy pikir setiap juru dakwah setiap harinya wajib mempelajari siarah Nabi Muhammad Shalallahu ‘alaihi wa sallam.

    Kalo bapak katakan sy sinis…,ya benar sekali sy sangat sinis sama mrk yg mengkomersilkan dakwahnya sama sprt rasa sinis pak abisyakir kpd pemirintah kita yg tdk islami.
    Kalo arti dari sinis adalah tanda tak mampu, mungkin benar juga….sy jd sinis kpd lembaga, yayasan yg katanya itu bagus – ahlusunnah……krn sebenarnya sy memang tak mampu menyekolahkan anak sy sprt ke gontor….., sama sprt sinisnya pak abisyakir kpd system thagut di negri ini, namun apalah daya pak abisyakir dan kelompok bapak memang belum mampu berbuat apa2 utk mengubah system…..

    Jujur sj, sy merasa tak enak hati menceritakan ini, krn yg sy kritisi jg adalah bagian dr keluargaku.
    Blog ini ibaratnya rumah pak abisyakir & sy hanyalah tamu(komentator) yg bisa bapak terima atau ditolak.
    & Maafkan sy ya pak….

  21. Liong berkata:

    Syaikh Muhammad bin Shalih al-
    Utsaimin pernah mengatakan :
    waliyyul amr, baik dari kalangan
    ulama’ maupun umara’, pasti punya
    banyak kesalahan. Akan tetapi, dalam
    sebuah atsar disebutkan kamaa
    takuunuu, yuwalla ‘alaikum
    (sebagaimana kalian, demikian pula
    pemimpin kalian)

    Demikianlah Kami kuasakan orang-
    orang yang zhalim itu satu sama
    lain, sebagai akibat dari perbuatan
    mereka (al-An’am: 129)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: