Sisi Unik Prof. Widjajono Partowidagdo (Mantan Wamen ESDM)

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Seringkali kehidupan yang terlalu formalis, rutinitas, atau penuh dengan norma-norma etik membelenggu; membuat manusia bosan, kehilangan sense of humanity-nya, bahkan meluruh kreativitasnya. Saat itu kita dinasehatkan untuk “out of box” (keluar dari kotak belenggu). Bisa berupa sikap, pemikiran, atau tindakan. Kata orang, “Sesekali iseng sedikit.”

Satu hal yang unik dari profil seorang Prof. Dr. Widjajono Partowidagdo, sebagai seorang akademisi, guru besar, bahkan pejabat birokrasi (Wakil Menteri ESDM). Dalam posisinya sebagai pejabat birokrasi, yang tentu saja banyak dikelilingi oleh aturan-aturan formal birokratis; dia mampu berpikir “out of box” (keluar dari kebiasaan).

Sebagai seorang pejabat, biasanya senang duduk di belakang meja, melakukan kunjungan kesana kemari, menggelar rapat, mendengar laporan bawahan, menyuruh sana-sini, meminta pelayanan serba “kelas satu”, dan sebagainya. Tapi sosok Profesor Widjajono tetap setia dengan hobinya, yaitu naik gunung. Tidak terbayangkan, seorang Wakil Menteri senang naik gunung. Dan hal itu dilakukan sekitar 6 bulan setelah menjadi pejabat kementrian.

Untuk klas para pejabat di Indonesia, hal ini termasuk unik dan mengesankan pendirian berbeda. Kata isteri Pak Profesor, suaminya memang hobi naik gunung, sehingga fisiknya selalu sehat. Entahlah, apakah kualitas sehat seorang pejabat di negeri ini ada dampaknya bagi kesehatan departemen yang dia pimpin; yang jelas kesehatan fisik itu memang penting. Tanpa kesehatan, kita akan terhambat melaksanakan banyak tugas kehidupan.

Sebagian orang menganggap hobi Pak Wamen tergolong ekstrem. Tapi sebagian lain menganggap, setiap orang punya cita-rasa berbeda.

Maka pada hari Sabtu, 21 April 2012, Sang Wamen dijemput maut, di Gunung Tambora, Nusa Tenggara Barat. Inna lillahi wa inna ilaihi ra’jiuun.

Kabarnya, beliau mengalami sesak nafas sehingga menimbulkan serangan jantung. Di gunung-gunung, dia suka berkunjung; disana pula umurnya berkesudahan. Kadang manusia bersembunyi dari maut, kadang pula ada yang mendatanginya.

Sebagai catatan. Ini informasi dari kawan-kawan pendaki. Jika seseorang naik ke puncak Gunung Semeru, dibatasi waktu naiknya. Mereka harus naik dan turun dari puncak, tidak boleh melebihi jam 12.00 siang. Kalau melewati itu, dari puncak akan luruh gas beracun yang mematikan. Maka di bawah puncak Semeru itu terdapat suatu area yang banyak batu nisannya. Batu nisan tersebut tanpa ada jenazah di bawahnya. Ia sekedar sebagai simbol pusara bagi para pendaki yang naik ke Puncak Semeru, dan tidak kembali selamanya. (Ya, ini sekedar catatan, jangan terlalu dipikirkan).

Belajar dari sebuah kejadian… Ternyata, ada manusia yang berusaha “out of box” dalam posisinya yang sebenarnya “super deep in box”.

Mine.

Iklan

3 Responses to Sisi Unik Prof. Widjajono Partowidagdo (Mantan Wamen ESDM)

  1. Amin P berkata:

    Inspiratif ustadz… semoga ada hal baik yang bisa kita ambil sebagai pelajaran hidup

  2. juhaiman berkata:

    kabarnya sebagian besar karir almarhum adalah sebagai seorang pendidik …..wajar kalau pola pikirnya beda dengan pola pikir pejabat pada umumnya.
    Dan juga wajar kalau “tingkah laku” beliau agak beda dengan pejabat umumnya ..
    Beliau sejak muda adalah pecinta alam … dan telah dibuktikan pada akhir hayatnya .
    Mari kita doakan beliau agar diterima di sisiNya

  3. Arjuno berkata:

    Mendaki gunung akan mengigatkan kita akan kebesaran Allah,apa lagi sebagai seorang Wamen ada keunikan dari hobi naik gunungnya,sedangkan anggota dewan hobi barunya menghabiskan anggaran negara dengan plesiran keluar negeri…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: