Itu Lho, Lady Gaga & Irshad Manji…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Sungguh dalam soal Lady Gaga & Irshad Manji, saya tidak memiliki banyak catatan informasi. Dalam sebuah diskusi internal sampai saya meminta seorang kawan menjelaskan, “Ada apa dengan Irshad Manji?” Kayaknya…pertanyaan yang kuper banget ya. Maklum sih, sudah lelah mengikuti berita-berita media. Kata orang…sudah cuaaaapek!

Tertarik untuk ikut berkomentar, karena memang isu “Lady Gaga & Irshad Manji” ini sudah sebegitu populer dan gegap gempita. Klas beritanya, mengalahkan kehebohan kecelakaan Sukhoi di Gunung Salak. Siapa tahu, dengan sedikit goresan kecil ini, bisa memberikan taste berbeda.

Mari kita lihat…

“Enalin…owe Lady Gagak sejati, gitu.”

[1]. Kaum Muslimin di Nusantara ini seperti tidak berdaya. Kita selama ini selalu menjadi “konsumen isu” begitu gembul dalam menelan setiap isu-isu yang beredar. Kita belum sampai ke taraf: “analis isu”, “pemicu isu”, atau “regulator isu”. Kita baru sampai di tingkat “konsumen isu”. Selama bertahun-tahun, utamanya sejak Reformasi (atau sejak tahun 2000-an), kita selalu menjadi “sasaran permainan isu”. Jarang sekali kaum Muslimin menjadi “kreator isu“; apalagi sampai menjadi “regulator isu“. Dalam isu seputar Irshad Manji dan Lady Gaga, lagi-lagi kita menjadi “konsumen isu”. Begitu terus. Setiap ada isu baru, kita akan menggumulinya, tanpa tahu jelas kemana arah isu bergulir dan bagaimana mengambil manfaat dari beredarnya isu tersebut.

[2]. Publikasi Lady Gaga & Irshad Manji yang berlebihan, tak lepas dari bisnis media yang memang sangat butuh isu. Media-media berita (termasuk TV), mereka sangat butuh isu seperti itu, untuk mendapatkan nafkah. Termasuk eksploitasi pemberitaan Sukhoi juga untuk tujuan cari iklan. Ya di zaman seperti itu tidak usah basa-basilah, akui saja secara jujur. Seiring terjadinya kemelut-kemelut sosial, apapun masalahnya, ada yang merasa berduka, tetapi bagi orang-orang media itu adalah “rizki jariyah” (rizki terus mengalir, selama masih ada masalah sosial).

[3]. Ada yang mengatakan, blow up kasus Lady Gaga & Irshad Manji, tidak lepas dari upaya menutupi kasus korupsi seorang pimpinan partai politik, yang kasusnya sedang didalami oleh KPK. Senyampang semua mata dan kesadaran melihat isu Lady Gaga dan Irshad, maka kasus korupsi ketua partai politik berwarna biru itu terlewat dari pandangan. Benar kan?

[4]. Ummat Islam mestinya jangan terus menjadi “pemakan isu”. Janganlah… Sampai kapan kita akan jadi bulan-bulanan isu media. Kita ini harus bersatu dan punya agenda bersama; lalu menjalankan agenda itu secara bertahap; lalu konsisten dengan agenda itu sampai membuahkan hasil. Adapun soal mengomentari isu ini dan itu, serahkanlah kepada ahlinya. Jangan semua kesadaran, pikiran, kekuatan, emosi, dicurahkan semua disana. Nanti kapan proyek-proyek pembangunan Ummat akan kelar, kalau pikiran kita terbawa terus oleh isu-isu seperti itu?

[5]. Sebenarnya, kalau ada isu-isu negatif, pikiran kita jangan melulu tertuju ke obyek itu (seperti Lady Gaga dan Irshad Manji). Mereka ini kan layaknya pion-pion (figuran); di belakang mereka ada tangan-tangan kuat yang bermain. Mestinya perhatian kita juga diarahkan ke “kekuatan di balik layar” itu. Salah satunya adalah hegemoni media. Saya yakin, masalah Lady Gaga dan Irshad Manji itu akan sangat kecil; kalau tidak dibesar-besarkan oleh media. Jadi, saat kita “berperang” menghadapi Lady Gaga dan Irshad Manji, sebenarnya kita sedang berperang menghadapi “gelombang opini” yang berhasil diproduksi oleh media-media massa (khususnya TV) yang membesar-besarkan kedua obyek itu (Lady Gaga dan Irshad Manji). …tapi jangan pula nanti arah pikiran kita jadi masuk ruang labirin seperti ini: “Nah, makanya sudah saatnya kita punya TV sendiri. Mari kita bangun TV Islami yang lebih baik dari TV-TV sekuler itu.” Jangan begitu berpikirnya, sebab hal itu sudah ribuan kali dipikirkan kaum Muslimin di negeri ini, dan faktanya hasilnya nihil. Jangan bermimpi pengusaha-pengusaha Arab akan menggelontorkan investasi untuk membangun TV Islami; sebab mereka sudah sibuk membeli klub-klub bola di Inggris. Solusi counter media tidak melulu membuat TV Islami (apalagi kalau kita tidak ada uang untuk membuatnya). Ummat Islam mestinya berpikir kreatif tentang cara-cara menghadapi hegemoni media.

[6]. Ada kemiripan pesan yang dibawa oleh Lady Gaga maupun Irshad Manji, yaitu: konfrontasi terbuka dan terang-terangan terhadap nilai-nilai MORALITAS manusia (khususnya sesuai ajaran Islam). Kampanye-kampanye Homoseks, Gay, Lesbian, marak dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini berkaitan dengan perang KONTRA MORAL yang dijalankan agen-agen Zionisme (Freemasonry). Bahkan sebutan “Kiamat 2012” itu seperti sebuah simbolisasi agressi kontra moral yang sangat massif, dimulai tahun 2012.

[7]. Bagaimanapun juga, jangan putus-asa terhadap makar manusia-manusia anti Allah dan Rasul-Nya. Jangan putus-asa. Sehebat-hebatnya makar Zionisme, nanti ujungnya juga akan runtuh. Kaum Zionis pada dasarnya sangat tahu “jadwal sejarah” itu; tapi mereka berusaha menikmati senikmat-nikmatnya proses menuju ujung kekalahan nanti. Solusi atas masalah ini: jangan lepas-lepas dari Al Qur’an, Sunnah, dan ilmu-ilmu ulama Salaf. Jadilah Muslim Ortodoks, karena ia sangat ditakuti oleh Zionisme dan sekutunya. Kalau kita hidupkan semua itu, tak ada yang dikhawatirkan dari Lady Gagak, Irshad Manji, dan kawan-kawan.

Akhirnya…

Sebagai upaya nahyul munkar terkait munculnya isu-isu sosial seperti Lady Gaga dan Irshad Manji, tentu sangat boleh kita melakukan upaya-upaya penolakan. Hanya saja, ada beberapa catatan, perlu diperhatikan: Kita jangan hanya menjadi pemakan isu, kita harus lebih berdaya dari itu; kita jangan hanya melihat obyek isu, tetapi lihat juga siapa penggeraknya; kita jangan melupakan agenda-agenda kongkret ummat yang sudah disepakati untuk dijalankan dan bersikap konsisten di atasnya.

Oke, sampai disini dulu. Semoga yang sedikit ini bermanfaat. Allahumma amin. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

Mine.

Iklan

10 Responses to Itu Lho, Lady Gaga & Irshad Manji…

  1. ucicachev berkata:

    nah yg ini bnar2 masuk di akal bin logis alias rasional,n kritk membngun,i like it

  2. Amin P berkata:

    Akhirnya, dari sebuah obrolan ringan menjadi artikel yang mendalam dan bermakna. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kaum muslimin yang masih mau-maunya berlelah-lelah meladeni isu-isu yang dilontarkan hegemoni media

  3. perindu firdaus berkata:

    Assalamu alaykum
    Mohon Ijin numpang saran :

    Ana sangat setuju sekali..orang-orang seperti Lady Gaga & Manji hanyalah pion/wayang
    dalangnyalah yang perlu diberi perhatian lebih, salah satunya adalah media sekuler

    Memang memprihatinkan melihat kelakuan media di indonesia, terutama Metro & Tvon..secara sistematis “membunuh” umat islam, membela habis-habisan liberal bertopeng agama..
    mungkin sudah ribuan gereja dibangun dengan damai, begitu banyak ‘orang nasrani’ ibadah damai di bumi indonesia..gereja bertebaran tanpa ada halangan
    Tetapi, pemberitaan satu dua kasus umat beragama dengan sandiwara “minoritas terzalimi” diblow up sedemikian rupa seolah Indonesia ini, adalah negeri yang barbar..sikap toleransi umat islam /ormas islam di bumi indonesia yang lain seolah tidak ada..
    di bumi indonesia penuh dengan toleransi dan segenap amal kebaikan..harusnya umat lain berterima kasih, bukannya malah menusuk-nusuk dengan licik seolah mereka tidak aman beribadah di indonesia.
    insiden-insiden kecil dai satu dua lokasi diangkat terus-menerus dengan kaca pembesar, demi pembusukan umat islam
    toleransi di banyak tempat tidak dianggap..

    media-media penebar fitnah itu harus DILAWAN dengan berbagai cara, di antaranya :
    1. mengetuk aktivis islam yang punya networking & komunikasi yang baik untuk menggalang ”GERAKAN MENGGUGAT TV YANG MEMUSUHI UMAT ISLAM.
    ingat kasus Bibit Chandra, gerakan sosial media begitu efektif mempengaruhi perpolitikan di tanah air.
    ingat juga SMS ibu-ibu ke isteri SBY terkait poligami aa gym yang langsung ditanggapi serius
    kalau gak salah, ada saluran pengaduan yang bernama KPI..umat islam dengan jumlah besar bisa memanfaatkan media KPI ini untuk memprotes dan menghentikan siaran-siaran penebar kebencian yang dilakukan oleh media tsb.
    ingat : seruan Dipo Alam (kabinet) untuk memboikot Metro & Tv on tidak efektif karena tidak terorganisir dengan baik, hanya sebatas reaksi sesaat akibat pemberitaan kedua media tsb yang aktif “membunuh” pemerintahan SBY.
    kita sebagai umat islam harusnya lebih CEMBURU lebih dari Dipo Alam
    Saudaraku..kita perlu gerakan/aksi nyata yang lebih terorganisir dgn memanfaatkan fasilitas-fasilitas/saluran yang sudah disediakan seperti KPI.

    2.langkah-langkah lain seperti dialog & pendekatan ke media, seperti yang bisa dilakukan oleh Munarman & tokoh-tokoh lain yang memiliki kemampuan komunikasi & diplomasi yang baik dan jelas-jelas membela umat islam..bukan seperti Said Aqil yang sombongnya menyatakan di ILC bahwa iman & iman warga NUnya stabil tidak terpengaruh godaan setan-setan seperti lady gaga itu..(gak jelas apakah alimanu laa yazid wa la yanqus?
    adapula orang tua disebut imam besar malah berbicara di ILC Tv On dengan dalil rahmatan lilalamin seolah-olah mendukung liberal n kontra umat islam yang bernahi mungkar..dalilnya n tujuannya benar, cuma salah lokasi Pak Kiyai Mustofa

    3.Saya jadi ingat tulisan Ust Waskito untuk memiskinkan media sekuler tsb..
    ya, setuju sekali.
    jika cara-cara damai telah ditempuh secara maksimal, maka perlu ada seruan pemboikotan..insya Allah banyak yang mendukung

  4. abisyakir berkata:

    @ Perindu Firdaus…

    Terimakasih, syukran jazakumullah khair buat share-nya. Terus membaca, analisis, dan berbagi ya…

    AMW.

  5. ISLAMFORCE berkata:

    Assalamualaikum Wr.Wb.
    Akhi Syakir..Tolong dibuat suatu artikel atw tepatnya bantahan ttg ucapan Said agil siraj di acara tv oon tsb,sprti yg tlh di kemukakan olah saudara Rindu Firdaus.kebetulan saya sendiri nntn acara ILC itu,dan..masya Alloh laa haula wala quwwata illa Billah..saya hanya bisa mengelus dada mendengar ucapan yg keluar dari manusia macam SAS ini.mungkin satu kata saja pendapat saya ttg ucapan SAS ini:Dloolun Mudlillun!saya bukan NU,bukan pula Wahhabi apalagi Syiah,saya hanya berafiliasi kepada Al Islamu Dienii..silahkan Akhi syakir membuat analisis yg lebih komprehensif.saya tunggu pencerahannya. saya percaya Anda ahli di bidang tsb.Alaa kulli haal..Asykuru lak!Syukron jazilan Alaa kitabati analisiska qoblu..Wassalamualaikum Wr.Wb.

  6. agus berkata:

    Assalamualaikum Wr.Wb.

    @islamforce….biarkan kyai SAS mempertontonkan kebodohannya di depan umat dengan statemennya amalannya….
    Umat sudah bisa menilai mana Ulama Su’ul mana Ulama husnul …..

  7. Si Fulan berkata:

    Saya setuju dan menarik sekali anlisa yg ini “Zionis pada dasarnya sangat tahu “jadwal sejarah” itu; tapi mereka berusaha menikmati senikmat-nikmatnya proses menuju ujung kekalahan nanti. Solusi atas masalah ini.

  8. ari berkata:

    serakan saja itu semua ama FPI sebab beliau yang paling berani menangani kemunggkaran, yang lain cuma omdo.oy iya tak lupa pula dengan gnerasi amrozi cs, ditunggu tindakan se;lanjutnya.

  9. abisyakir berkata:

    @ Islamforce…

    Said Aqil Siradj dalam ILC mengatakan, bahwa andaikan ada 1000 Lady Gaga ke Indonesia, iman orang-orang NU stabil, tidak akan terganggu. Kurang lebih begitu perkataan dia.

    Komentar:

    [1]. Wa’alaikumsalam warahmatullah wabarakaatuh. Maaf saya tak bisa buat artikel tersendiri untuk komentari pernyataan Said Aqil itu. Kalau tidak salah, sebagian tokoh Islam sudah ada yang merespon ya. Cukuplah mereka yang merespon.

    [2]. Ya Said Aqil bicara begitu kan tanpa data…biasalah asbun (asal bunyi). Sudah sejak lama Said Aqil pintar dalam bidang “asbunologi” itu. Sering pernyataan dia provokatif. Sejak dulu saat Abdurrahman Wahid jadi RI-1, dia buat pernyataan dalam rangka menentang gerakan anti Wahid. Dia bilang, “Orang-orang NU di bawah sudah pada mengasah golok.” Padahal, mungkin mereka mengasah golok karena mau bekerja di kebun, menebang kayu, mengumpulkan kayu bakar, membuat anyaman bambu, dll.

    [3]. Said Aqil sungguh tak tahu kok kondisi keimanan kaum Nahdhiyin. Dia cuma cari sensasi, sambil mencari pembenaran agar konser LG itu bisa jalan. Tokoh-tokoh PBNU sering begitu. Kerap melawan arus, demi menyenangkan kalangan asing.

    [4]. Dalam riwayat disebutkan, kita tidak boleh mengharapkan datangnya musuh; tetapi kalau musuh sudah datang, kita tak boleh lari. Kita tak boleh merasa hebat sehingga nantangi agar musuh datang menyerang; tapi juga tidak boleh pengecut, kalau musuh sudah hadir di depan mata. Ini sikap Islami. Sementara ucapan Said Aqil itu kesannya arogan, merasa diri sudah hebat iman, sehingga jika 1000 LG datang, dianggap tidak berbahaya.

    [5]. Intinya, Said Aqil tidak pantas menjadi Ketua PBNU. Kasihan warga Nahdhiyin dipimpin sosok orang seperti dia. Said Aqil memimpin mulutnya sendiri saja tak mampu, kok disuruh mimpin NU? Uuuaaaaneh itu.

    Alhamdulillahi Rabbil ‘alamiin.

    Admin.

  10. abisyakir berkata:

    @ Si Fulan…

    Zionis pada dasarnya sangat tahu “jadwal sejarah” itu; tapi mereka berusaha menikmati senikmat-nikmatnya proses menuju ujung kekalahan nanti.

    Komentar: He he he…Anda jeli juga ya rupanya, alhamdulillah. Ya solusinya sudah disebut disana, kita kembali menjadi Muslim Ortodoks. Muslim demikian ini yang sangat ditakuti oleh Yahudi. Praktisnya, kita mengkaji Shirah Nabawiyah kembali, dan menjadikan Shirah itu sebagai pelita penerang, saat mana kita memahami Kitabullah dan Sunnah. Shirah Nabawiyah yang shahih, adalah merupakan laboratorium praktik Islam, menurut Rasulullah Saw dan para Shahabat Ra. Selagi kaidah ini kita jalankan, insya Allah makar Yahudi akan mampu dihadapi.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: