Istilah USTADZ di Mata Orang Indonesia…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Kalau orang Indonesia ditanya, apa sih arti kata ustadz? Belum tentu ada yang paham. Masih lumayan kalau dia menjawab, “Ustadz itu artinya guru.” Ini masih lumayan meskipun sebenarnya masih terlalu general (polos).

Di balik istilah USTADZ, ada sesuatu yang indah. Tapi kita jarang memahaminya…

Banyak hal yang tidak kita pahami tentang istilah ustadz, sehingga kemudian menjadi salah kaprah. Masyarakat begitu mudah memberikan atau menyebut gelar ustadz tanpa memahami maknanya. Coba baca salah satu artikel ini: Menyoal Gaya Hidup Hedonis Ustadz Selebritis.

Dalam tulisan ini kita akan jelaskan posisi ustadz yang sebenarnya (insya Allah), agar Anda semua tidak salah paham.

[1]. Secara umum, ustadz itu diartikan sebagai GURU atau pendidik. Ini adalah pengertian dasarnya.

[2]. Guru dalam khazanah Arab atau Islam, memiliki banyak istilah yang berbeda-beda, yaitu: Mudarris, Mu’allim, Muaddib, Musyrif, Murabbi, Mursyid, dan termasuk Ustadz. Masing-masing istilah memiliki makna tersendiri.

[3]. Mudarris artinya guru, tetapi lebih spesifik: Orang yang menyampaikan dirasah atau pelajaran. Siapa saja yang menyampaikan pelajaran di hadapan murid-murid, dia adalah Mudarris.

[4]. Mu’allim artinya guru juga, tetapi lebih spesifik: Orang yang berusaha menjadikan murid-muridnya tahu, setelah sebelumnya mereka belum tahu. Tugas Mu’allim itu melakukan transformasi pengetahuan, sehingga muridnya menjadi tahu.

[5]. Muaddib atau Musyrif, artinya juga guru, tetapi lebih spesifik: Orang yang mengajarkan adab (etika dan moral), sehingga murid-muridnya menjadi lebih beradab atau mulia (syarif). Penekanannya lebih pada pendidikan akhlak, atau pendidikan karakter mulia.

[6]. Murabbi artinya sama, yaitu guru, tetapi lebih spesifik: Orang yang mendidik manusia sedemikian rupa, dengan ilmu dan akhlak, agar menjadi lebih berilmu, lebih berakhlak, dan lebih berdaya. Orientasinya memperbaiki kualitas kepribadian murid-muridnya, melalui proses belajar-mengajar secara intens. Murabbi itu bisa diumpamakan seperti petani yang menanam benih, memelihara tanaman baik-baik, sampai memetik hasilnya.

[7]. Mursyid artinya juga guru, tetapi skalanya lebih luas dari Murabbi. Kalau Murabbi cenderung privasi, terbatas jumlah muridnya, maka Musyrid lebih luas dari itu. Mursyid dalam terminologi shufi bisa memiliki sangat banyak murid-murid.

[8]. Baru kita masuk pengertian Ustadz. Secara dasar, ustadz memang artinya guru. Tetapi guru yang istimewa. Ia adalah seorang Mudarris, karena mengajarkan pelajaran. Ia seorang Mu’addib, karena juga mendidik manusia agar lebih beradab (berakhlak). Dia seorang Mu’allim, karena bertanggung-jawab melalukan transformasi ilmiah (menjadikan murid-muridnya tahu, setelah sebelumnya tidak tahu). Dan dia sekaligus seorang Murabbi, yaitu pendidik yang komplit. Jadi, seorang ustadz itu memiliki kapasitas ilmu, akhlak, terlibat dalam proses pembinaan, serta keteladanan.

[9]. Dalam istilah Arab modern, kalau Anda menemukan ada istilah “Al Ustadz Ad Duktur” di depan nama seseorang, itu sama dengan “Profesor Doktor”. Jadi Al Ustadz itu sebenarnya padanan untuk Profesor. Kalau tidak percaya, coba tanyakan kepada para ahli-ahli Islam yang pernah kuliah di Timur Tengah, apa pengertian “Al Ustadz Ad Duktur”?

[10]. Sejujurnya, istilah Ustadz itu dalam tataran ilmu, berada satu tingkat di bawah istilah Ulama atau Syaikh. Kalau seseorang disebut Ustadz, dia itu sebenarnya ulama atau mendekati derajat ulama. Contoh, seperti sebutan Ustadz Muhammad Abdul Baqi’, Ustadz Said Hawa, Ustadz Hasan Al Hudaibi, Ustadz Muhammad Assad, dan lain-lain.

Nah, hal seperti ini perlu dijelaskan, agar kita tahu dan memaklumi. Istilah Ustadz itu tidak sesederhana yang kita bayangkan. Di dalamnya terkandung makna ilmu, pengajaran, akhlak, dan keteladanan. Kalau kemudian di Indonesia, istilah Ustadz sangat murah meriah, atau diobral gratis… Ya itu karena kita saja yang tidak tahu.

Ke depan, jangan mudah-mudah menyebut atau memberi gelar ustadz, kalau memang yang bersangkutan tidak pada proporsinya untuk menerima hal itu. Sebagai alternatif, orang-orang yang terlibat dalam dakwah Islam bisa disebut sebagai: Dai (pendakwah), muballigh (penyampai risalah), khatib (orator), ‘alim (orang berilmu), dan yang semisal itu.

Adapun istilah Ustadz Selebritis, Ustadz Gaul, Ustadz Entertainis, Ustadz Komersil, Ustadz Panggung…dan lain-lain; semua ini tidak benar, ia bukan peristilahan yang benar. Derajat ustadz itu dekat dengan ulama. Itu harus dicatat!

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat ya. Allahumma amin.

[Abinya Syakir].

Iklan

17 Responses to Istilah USTADZ di Mata Orang Indonesia…

  1. octav vian berkata:

    saya setuju dg artikel ini, pemberian gelar ustadz itu bukan hal yg ringan sebagaimana yg masyhur dimasyarakat awam, dan gelar ini adalah gelar akademis yg sempurna bukan sekedar sebutan bagi transformer pengetahuan yg kalibernya sebatas sekedar mudarris atau muallim dan lainnya_ wallahu ta’ala a’lam

  2. marissa berkata:

    Assalamu’alaykum, izin share ya akhiy… Jazakallah khayran.

  3. Fulano berkata:

    terima kasih artikel ini jadi saya mengerti ustadz itu. jadi bnyak ustad jadi jadian di negri ini.

  4. cyberoader berkata:

    Maaf kalo saya sembrono, tapi adik saya yg lulusan S1 Teknik Informatika & skr bekerja sbagai guru di SMP IT (Islam Terpadu) koq dipanggil “Ustadz”, pdhl dia mengajar komputer bukan ilmu agama.

  5. Fulan-1 berkata:

    Oke banget,,

  6. Syukron share ilmunya 😀

  7. Izin share jg y. Jk kita memanggil ustadz dg mudahny, maka itu sesuai dg niat kita yg menganggap beliau guru & sekaligus doa agar beliau spt yg kita panggil ^_^

  8. Anonim berkata:

    makasih kaka’ buat artikelnya aku cuma bisa ucapin makasih atas kebaikan kaka’

  9. indra berkata:

    jazakallah atas sharenya. Sangat manfaat sehingga bisa dibedakan istilah-istilah

  10. Zainul Ahmadi berkata:

    Izin share akhi, sangat bermanfaat artikelnya, jazakallah khoiron katsiron

  11. Royan Azrul berkata:

    Izin share ya pak, sangat bermanfaat.

  12. Anonim berkata:

    Alhamdulillah, sangat manfaat, mohon ijin share

  13. abisyakir berkata:

    @ Royan…

    Ya silakan, terimakasih.

    Admin.

  14. maryquaine berkata:

    Makasih sudah share pengetahuan yang berguna..

  15. Dinarkarani berkata:

    Afwan tanya..
    Cara memanggil mudarris yang baik bagaimana, Akh? Apakah ustadz atau ada istilah lain yang lebih baik? Atau cukup dengan sebutan Kunyah nya?

    Karena kita biasanya memanggil guru dengan sebutan Ustadz/ah ramai juga orang memanggil dengan ‘Tadz’.
    Syukron

  16. Syifa berkata:

    referensinya mengambil dari mana mas ?

  17. Hasbi berkata:

    izin share, syukran atas ilmunya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: