Sebuah Fakta Besar: Tirani Ekonomi di Indonesia!

Baru-baru ini saya membaca artikel menarik, di Republika, 29 Juni 2012. Judulnya, “Sebrutal Film Too Big to Fail“, yang ditulis Stevy Maradona. Tulisan ini ringan, tapi menarik. Saya coba kutip bagian akhir tulisan, dan menurut saya disana intinya.

Berdasarkan data Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tahun 2012, jumlah rekening yang memiliki dana lebih dari Rp. 5 miliar, hanya 58.400 dari total 101 juta rekening. Lima puluhan ribu rekening ini menguasai uang Rp. 1.215 triliun dari total simpanan bank nasional sebesar Rp. 2.879 triliun. Brutal! (Republika, 29 Juni 2012).

CARA MEMBACA DATA INI

(=) LPS itu lembaga yang menalangi keungan Bank Century itu lho. Ia resmi lembaga negara. Ia secara berkala mendapat laporan seputar lalu-lintas uang yang beredar di rekening nasabah bank.

(=) Data di atas dibedakan, antara penabung yang uangnya di bawah 5 miliar, dan penabung yang uangnya di atas 5 miliar.

(=) Jumlah penabung yang uangnya di atas 5 miliar, sejumlah 58.400 penabung (rekening) dari 101 juta rekening. Atau sekitar = 0,057 persen (tidak mencapai angka 0,1 %).

(=) Rekening sejumlah 0,057 % itu menguasai dana simpanan bank sebanyak Rp. 1.215 triliun (seribu dua ratus lima belas triliun rupiah). Dari total simpanan bank Rp. 2879 triliun (dua ribu delapan ratus tujuh puluh sembilan triliun rupiah). Atau menguasai sekitar 42 % dana simpanan bank.

(=) Kesimpulan: rekening sejumlah 0.057 % menguasai 42 % dana simpanan bank. Inilah yang oleh Stevy Maradona disebut: brutal!

KOMENTAR

Data dari LPS itu sifatnya resmi, untuk periode tahun 2012. Ia menggambarkan realitas KEZHALIMAN EKONOMI di negeri Indonesia ini. Segelintir orang menguasai dana sangat besar (hampir setengah dari dana simpanan bank nasional). Kalau orang-orang ini tidak nasionalis, mereka sewaktu-waktu bisa kabur dari Indonesia sambil membawa dananya.

Kalau 42 % dana bank ditarik serentak oleh penabungnya, akan terjadi KRISIS MONETER jilid 2 seperti tahun 1997 lalu. Bank-bank akan kolaps, LPS tak mampu memberi jaminan karena uangnya tidak cukup. Karena bank-bank pada kolaps, akhirnya muncul lagi KRISIS EKONOMI jilid 2. Ini sangat berbahaya wahai Bapak, Ibu, Mas dan Mbak!Berhati-hatilah!

Itulah yang kita sebut TIRANI EKONOMI, segelintir manusia bisa mengontrol ekonomi nasional. Hitam putih ekonomi kita, dipercayakan kepada “nasionalisme” para penabung di atas 5 miliar itu. Anda percaya dengan nasionalisme mereka? Ya, entahlah. Saya sekedar mengingatkan saja!

Nas’alullah al ‘afiyah lana wa lakum wa li sa’iril muslimin.

Mine.

Iklan

2 Responses to Sebuah Fakta Besar: Tirani Ekonomi di Indonesia!

  1. Rakaie Pikatan berkata:

    **** Ia tahu persis lalu-lintas uang yang beredar di rekening setiap penabung/nasabah bank ****

    Ente salah besar (baca ngawur). LPS gak tahu semua lalu lintas uang di seluruh rekening nasabah. Itu urusan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

    Argumen ente sumir… koq hanya karena seseorang punya duit banyak lalu ente bilang zhalim.

    Misalkan saja suatu saat nanti ente punya bisnis yang halal, ente kerja keras, trus sukses besar trus tabungan ente 100 M, ente mau ujug-ujug dibilang sebagai pezhalim ekonomi ?

    Kalaupun ente gatel untuk memberi julukan itu lihatlah dari cara mereka cari duit, bukan dari jumlah uangnya.

    Jika yang dilihat adalah cara mereka cari duit, maka ….. yang tabungannya hanya 100 juta pun adalah pezalim ekonomi jika ia (misalnya) membabat hutan lindung, kongkalikong dgn birokrat untuk mengakali peraturan, tidak memenuhi hak-hak karyawan, pelit dalam alokasi CSR…dsb ..dsb…

    Jika yang dilihat adalah cara mereka cari duit, maka …yang tabungannya 1 trilyun pun adalah pahlawan ekonomi jika ia taat hukum, menyantuni dhuafa, memenuhi hak-hak karyawannya, konsisten menjalankan CSR ….dsb….dsb….

    Inilah akibat kalo orang sok tahu tentang hal yg bukan kompetensinya.

  2. abisyakir berkata:

    @ Rakaie Pikatan…

    Ente salah besar (baca ngawur). LPS gak tahu semua lalu lintas uang di seluruh rekening nasabah. Itu urusan PPATK (Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

    Komentar: Ya benar, benar! Maaf, saya keliru. Memang PPATK yang lebih tahu itu; waktu itu pimpinannya Yunus Husein, orang yang maaf agak “kurang rambut”. Dia berkali-kali tampil di TV saat ramai-ramainya isu Bank Century. Ya terimakasih atas koreksinya. Insya Allah segera diperbaiki.

    Argumen ente sumir… koq hanya karena seseorang punya duit banyak lalu ente bilang zhalim. Misalkan saja suatu saat nanti ente punya bisnis yang halal, ente kerja keras, trus sukses besar trus tabungan ente 100 M, ente mau ujug-ujug dibilang sebagai pezhalim ekonomi? Kalaupun ente gatel untuk memberi julukan itu lihatlah dari cara mereka cari duit, bukan dari jumlah uangnya. Jika yang dilihat adalah cara mereka cari duit, maka ….. yang tabungannya hanya 100 juta pun adalah pezalim ekonomi jika ia (misalnya) membabat hutan lindung, kongkalikong dgn birokrat untuk mengakali peraturan, tidak memenuhi hak-hak karyawan, pelit dalam alokasi CSR…dsb ..dsb… Jika yang dilihat adalah cara mereka cari duit, maka …yang tabungannya 1 trilyun pun adalah pahlawan ekonomi jika ia taat hukum, menyantuni dhuafa, memenuhi hak-hak karyawannya, konsisten menjalankan CSR ….dsb….dsb….

    Komentar: Lho, apa dalam tulisan itu saya mengatakan hal seperti itu, bahwa yang punya duit di atas 5 miliar orang zhalim?

    Kan kata-kata saya seperti ini: “Data dari LPS itu sifatnya resmi, untuk periode tahun 2012. Ia menggambarkan realitas KEZHALIMAN EKONOMI di negeri Indonesia ini. Segelintir orang menguasai dana sangat besar (hampir setengah dari dana simpanan bank nasional). Kalau orang-orang ini tidak nasionalis, mereka sewaktu-waktu bisa kabur dari Indonesia sambil membawa dananya.”

    Disana saya tidak mengatakan seperti yang Anda sebutkan itu. Saya hanya menjelaskan, bahwa ada KESENJANGAN LUAR BIASA dalam sebaran kepemilikan dana simpanan bank; segelintir orang menguasai begitu banyak potensi dana simpanan bank. Kesenjangan besar ini merupakan kezhaliman, mengapa? Sebab makna kezhaliman itu adalah sesuatu yang tidak adil, tidak proporsional, tidak seimbang. Bahkan penulis artikel itu sendiri mengomentari data yang dia sebutkan dengan kata-kata singkat: BRUTAL!

    Yang kita sorot sebagai kezhaliman bukan soal memiliki hartanya, tetapi sebaran kepemilikan harta yang TIDAK MERATA di tengah masyarakat. Soal dalam praktiknya, ketidak-merataan itu karena perilaku bisnis/birokrasi yang zhalim, ya itu urusan lain; tidak kita bahas disana.

    Inilah akibat kalo orang sok tahu tentang hal yg bukan kompetensinya.

    Komentar: Masalahnya, (1). Anda merasa informasi itu penting tidak untuk diketahui kaum Muslimin? (2). Apakah Anda tahu ada informasi seperti itu? (3). Kalau Anda tahu, maukah Anda ceritakan masalah itu kepada masyarakat, sebagai peringatan?

    Kalau Anda tidak bisa menjawab semua masalah ini dengan benar, ya sudahlah, semoga Allah memaafkan saya, memaafkan Anda, dan memaafkan kaum Muslimin. Amin ya Ghafuur.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: