Pesan Moral dari Timnas Spanyol Euro 2012

Prestasi Besar Tidak Bisa Dilepaskan dari Peraan Keluarga. You Know?

Satu catatan menarik layak kita goreskan, pasca hiruk-pikuk perhelatan internasional, final EURO 2012 di Kiev Ukraina. Final yang mempertemukan dua negara pesohor bola di Eropa, Spanyol Vs Italia itu, dilaksanakan di Stadion Olimpiade Kiev. Hasilnya, Italia harus pulang dengan membawa kekalahan 4-0 dari Spanyol. Di sisi lain, Spanyol berhasil mempertahankan gelar juara Piala Eropa, sekaligus menjadi negara yang pertama menggenggam trofi itu secara berturut-turut (Euro 2008 & 2012).

Di luar itu, ada fenomena menarik di kubu Timnas Spanyol, sepanjang laga Euro 2012, yaitu keterlibatan keluarga para pemain. Sejak awal pertandingan sampai final 1 Juni 2012 di Stadion Olimpiade Kiev, timnas Spanyol sudah melibatkan keluarga sebagai pendukung di tribun VIP. Mereka adalah isteri, anak-anak, dan keluarga. Puncaknya, ketika berhasil mengalahkan Italia, bocah-bocah kecil yang merupakan anak-anak pemain Spanyol menghambur ke stadion. Mereka “meneruskan kerja” ayah-ayahnya dengan menginjak-injak rumput hijau stadion. Tak pelak, aksi lucu dan natural anak-anak itu, merebut simpati dunia.

Aksi yang sangat fenomenal ialah antara Fernando Torres dengan kedua putra-putrinya, Nora dan Leo. Aksi mereka mendapat publisitas yang sangat luas, termasuk ketika Torres sedikit melakukan “dialog peradaban” dengan putra-putrinya di depan gawang. Bagi Torres pribadi momen itu sangat berkesan. “Isteri gue sudah nyiapin anak-anak sejak di hotel. Dalam pertandingan ini tim gue harus menang. Tapi sayang, gue dipasang hanya beberapa menit sebelum bertandingan berakhir. Untungnya gue bisa mencetak gol, jadi rasanya lega. Meskipun mainnya sebentar, tapi bisa bikin gol. Itu yang penting!” mungkin begitu perasaan Torres di malam itu (kok jadi suka nebak-nebak perasaan orang ya? He he he…).

‘Ala kulli haal…kebijakan Timnas Spanyol dalam melibatkan keluarga, serta mengundang putra-putri mereka ikut merayakan pesta kemenangan di lapangan; sangatlah mengesankan. Di tengah keterpurukan ekonomi, seperti Yunani, serta konflik politik antara wilayah-wilayah Spanyol, mereka masih sempat menyuarakan pesan-pesan moral berharga, bagi dunia internasional.

Pesan moral apakah itu?

[1]. “Sukses kami tidak lepas dari dukungan keluarga.” Ketika pemikiran-pemikiran liberal kontemporer sangat agressif dalam menafikan peran keluarga dalam kehidupan; Timnas Spanyol menyampaikan pesan, bahwa prestasi mereka tidak lepas dari dukungan keluarga, termasuk anak-anak.

[2]. “Keluarga adalah hulu sekaligus muara perjuangan insani.” Ketika zaman industri modern sangat rakus dalam menggerus nilai-nilai tradisional seputar peran keluarga dan tanggung-jawab di dalamnya; maka Timnas Spanyol memberikan pesan, bahwa perjuangan di luar rumah, pada hakikatnya ialah untuk kebahagiaan di dalam rumah. Kalau diucapkan, “We fight outside, to reach happiness inside.”

[3]. “Prestasi besar dibangun sejak anak-anak, dan akan diteruskan ke anak-anak pula.”  Keluarga merupakan estafeta perjuangan. Dari keluarga dibangun prestasi, dan keluarga juga yang akan mewariskan prestasi. Inilah yang kita kenal sebagai prinsip pembinaan (tarbiyah). Secara realitas, proses pembinaan terbaik yang diterapkan manusia, ialah pembinaan dalam keluarga-keluarga bangsawan untuk menghasilkan kepemimpinan terbaik. Timnas Spanyol seolah menyerukan agar ummat manusia kembali ke pembinaan keluarga, untuk mencapai prestasi.

[4]. “Prestasi terbaik akan tercapai, dengan sentuhan cinta.” Jangan pernah berpikir, bahwa di balik kehidupan orang-orang besar, mereka kering dari nuansa cinta. Tidak. Justru sebaliknya. Disana banyak cinta, meskipun kadang ada juga noda-nodanya. Cinta yang tumbuh akan menjadi energi besar, menjadi power penggerak, serta spirit tajam untuk mengenyahkan segala batu-batu penghalang dan hambatan.

[5]. “Yang jelas, kami bukan gay, dan tidak pernah mendukung perilaku homoseks.” Nah, ini adalah pesan puncak dari butir-butir pesan moral Timnas Spanyol. Bahwa mereka adalah keluarga yang wajar, bukan gay, bukan pelaku seks menyimpang dan amoral, yaitu homoseks. Ketika sejak awal Timnas Itali sudah diingatkan, agar para pemainnya berorientasi seks secara wajar (bukan suka homoseks), maka Timnas Spanyol membuktikan diri mereka sebagai manusia wajar dan sehat. Homoseks adalah derajat terendah dari kehidupan manusiawi. Hewan saja tidak melakukan hal itu.

Gay dan Homoseks Bisa Memusnahkan Eksistensi Manusia. You Know?

Homoseks atau gay (termasuk lesbian) adalah sikap ketika manusia: memuja nafsu seks tanpa mau bertanggung-jawab! Mau enaknya, tak mau susahnya. Seorang pelaku “kumpul kebo”, lalu memiliki anak dari hubungan di luar nikah; itu masih lebih baik daripada pasangan gay dan homoseks. Laki-laki dan wanita yang berzina adalah salah; tetapi anak hasil zinanya, sama seperti anak yang lain, mereka tidak bersalah. Jika perilaku homoseks dibiarkan terus tumbuh, maka eksistensi manusia akan punah di muka bumi. Lalu bagaimana kita akan merealisasikan ayat berikut ini: “Wa maa khalaqtul jinna wal insa illa liya’buduni” (tidaklah Aku ciptakan jin dan manusia, melainkan agar mereka menyembah-Ku). Bagaimana Allah akan disembah, kalau manusianya tidak ada, karena banyak orang melakukan seks sesama jenis?

Tidak mengherankan jika gerakan-gerakan ultra nasionalis bahkan mafia di negara-negara Barat, mereka sangat antipati kepada gay dan perilaku homoseks. Gang-gang motor besar juga konon sangat memusuhi kaum gay-homoseks. Sizzla Kalonji, penyanyi reggae asal Jamaika sering mengklaim: kaum homoseks harus dibakar, dipanggang, dan dihanguskan! Intinya, gay dan homoseksual adalah kejahatan besar dalam kemanusiaan; perilaku itu bisa memusnahkan eksistensi manusia.

Demikian beberapa pesan moral dari Timnas Spanyol pada ajang Euro 2012. Semoga bisa menjadi inspirasi, motivasi, dan dorongan spirit untuk lebih concern dengan dunia keluarga, memuliakan keluarga, mengembangkan cinta yang lurus, serta tentu saja mengenyahkan perilaku gay dan homoseksual!

Selamat untuk Timnas Spanyol dan pesan-pesan moralnya! Bravo Euro 2012 for U!

Mine.

Iklan

One Response to Pesan Moral dari Timnas Spanyol Euro 2012

  1. silver account berkata:

    [5]. “Yang jelas, kami bukan gay, dan tidak pernah mendukung perilaku homoseks.” Nah, ini adalah pesan puncak dari butir-butir pesan moral Timnas Spanyol. Bahwa mereka adalah keluarga yang wajar, bukan gay, bukan pelaku seks menyimpang dan amoral, yaitu homoseks. Ketika sejak awal Timnas Itali sudah diingatkan, agar para pemainnya berorientasi seks secara wajar (bukan suka homoseks), maka Timnas Spanyol membuktikan diri mereka sebagai manusia wajar dan sehat. Homoseks adalah derajat terendah dari kehidupan manusiawi. Hewan saja tidak melakukan hal itu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: