Jangan Munafik Deh…

Beberapa waktu lalu saya membaca sebuah koran. Koran ini tampak aneh, nama kurang dikenal, cetakan hitam-putih, dengan kertas seadanya. Disana ada sebuah berita tentang ulah seorang selebritis wanita yang sengaja menyebar foto-foto vulgar di internet.

Setelah menyebar foto, si selebritis bukan menyesal, malah merasa bangga. Dia meminta supaya masyarakat tidak mencela dirinyaa, tapi cukup menikmati saja foto-fotonya itu. “Tidak usah munafik deh,” begitu kata selebritis itu.

Bukan Munafik Mbak. Tapi Sudah Fitrah Manusia Begitu.

He he he…lucu juga pernyataan itu. Mbak, Mbak…namanya laki-laki, kalau tertarik atau terangsang oleh foto-foto vulgar, itu bukan munafik; tapi memang normalnya begitu. Secara fitrah, kaum laki-laki memang bangkit syahwatnya kalau melihat foto-foto atau gambar sensual. Kalau tidak tertarik lagi dengan gambar atau model tubuh wanita, berarti sudah impoten atau punya kelainan orientasi seksual.

Maksudnya, jangan memakai kata “tidak usah munafik deh”. Ini penggunaan kalimat yang tidak tepat. Kata munafik tidak tepat dipakai dalam situasi “kecenderungan” alami.

Misalnya seseorang perutnya sangat lapar, karena seharian belum makan; lalu ditawari makan nasi uduk hangat, dengan lauk telur dadar dan gurame goreng, ditambah sambal tomat dan lalapan; pasti orang itu akan sangat menikmati makannya. Atau misalnya, seseorang selesai berjalan jauh berkilo-kilometer, di tengah terik matahari, kerongkongan sangat haus; lalu ditawari minum es teh manis, jelas dia akan sangat senang dan bersyukur. Dalam kondisi seperti ini, orang yang menawari nasi uduk atau es teh, jangan mengatakan “tidak usah munafik deh”.

Nabi Saw sudah memberi makna yang tepat tentang kemunafikan. Kata beliau, tanpa munafik itu ada 3; kalau bicara dusta, kalau berjanji ingkar, kalau dipercaya khianat. Nah, inilah makna kemunafikan hakiki. Jangan ditarik ke wilayah yang bukan porsinya.

Intinya, jangan menuduh munafik bagi setiap laki-laki normal yang terangsang ketika melihat gambar atau media pornografi. Itu sudah wajar dan senormalnya begitu. Meskipun perbuatan seperti itu juga berdosa –menurut Syariat-. Tetapi jangan pula mencela selebritis semacam itu secara berlebihan, sebab hal tersebut bisa membuat dia semakin nekad dalam kevulgarannya.

Ya begitulah wanita… bila pernah menikah dan mendapatkan konsumsi “hubungan” secara wajar, lalu tiba-tiba kebutuhannya terputus; maka dia akan merasa tersiksa. Kecuali, bagi tabiat wanita yang taat dan sabar dalam menetapi ibadah kepada Allah Al Jalil. Mereka dihibur oleh Allah dengan sakinah, manakala wanita “ganjen” tidak mendapatkannya. []

Iklan

5 Responses to Jangan Munafik Deh…

  1. Hardiono berkata:

    Ada yang masih ingat duo Milli Vanilli?. Duo penyanyi dan penari yang Gramy Award-nya diambil lagi karena terbukti “lipsync”. Yang mereka lakukan waktu show hanyalah menggerak-gerakkan bibir sementara suara yang keluar adalah suara orang lain.

    Kasus yang sedang kita cermati sekarang ini juga sebenarnya adalah suatu kasus lipsync, yang mana selebritis wanita ini hanyalah menggerak-gerakkan bibirnya, sementara suara yang keluar adalah suara pihak lain, yaitu shaytan.

    Coba cermati pernyataan ini “Jadi orang jangan terlalu munafik kalau sudah ada fotonya silahkan saja dinikmati enggak usah dicaci maki orangnya”. Ini adalah suatu ajakan berbuat dosa yang hanya bisa dilakukan oleh shaytan.

    Begitulah cara shaytan menggoda manusia, menggunakan media seorang manusia yang tidak sadar dirinya telah dirasuki, untuk mengajak orang lain melakukan perbuatan dosa.

    Semoga kita selalu waspada, dan semoga Allah memberi hidayah pada sang selebritis ini.

  2. madono don berkata:

    mantaf kali bang!

  3. abisyakir berkata:

    @ Hardiono…

    Semoga kita selalu waspada, dan semoga Allah memberi hidayah pada sang selebritis ini.

    Respon: Semoga juga hidayah untuk setiap mereka yang terpuruk, pernah terpuruk, atau sedang mencari jalan pulang. Amin Allahumma amin. Wa shallallah ‘ala Rasulillah wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

    Admin.

  4. rabek88 berkata:

    terimaksih ats infonya semoga bermanfaat

  5. ki demang berkata:

    Saya setuju dengan apa yg ditulis Sdr. Abisyakir. Banyak orang yang memelintir kata-kata dan kalimat sehingga mengaburkan pengertian dan lebih parahnya menyesatkan. Terima kasih Pak… 🙂 Oiya, saya minta ijin, bolehkah saya menampilkan blog ini di blogroll blog pribadi saya.. Terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: