WARNING: Awas Krisis Moneter Jilid 2 !!!

Berikut ini sebuah tulisan berjudul: “CIDES: Defisit Ganda Tanda Awal Krisis.” Dimuat di Republika, pada 12 September 2012, hlm. 1. Tulisan ini membahas isu Krisis Moneter yang kemungkinan akan melanda Indonesia lagi. Disini kami kutipkan sebagian isi tulisan tersebut:

________________________________________________________________________

JAKARTA. Sinyal krisis moneter kembali menyala. Center for Information and Development Studies (CIDES), meminta pemerintah dan Bank Indonesia (BI) mewaspadai defisit ganda (defisit neraca perdagangan dan defisit neraca pembayaran) yang tengah berlangsung.

Peneliti CIDES, Umar Juoro, mengatakan, defisit ganda 14 tahun lalu menjadi gejala awal krisis ekonomi yang memorak-porandakan Asia Tenggara. “Ketika itu defisit neraca berjalan kita 2 %, dan Thailand 3 %,” kata Umar dalam diskusi di Jakarta, Selasa (11/9).

Menurut Umar, gejala yang bermula dari krisis keuangan itu, digunakan pelaku pasar modal untuk menghantam. “Begitu ada ketidak-seimbangan, orang akan menggunakan itu untuk menghantam.”

Padahal, Umar menjelaskan, fundamental ekonomi Indonesia saat itu (tahun 1997 –edt.) relatif kuat. Namun, banyaknya utang jangka pendek swasta menyeret fundamental ekonomi jadi goyah. Pada triwulan ke-3 tahun 2012, CIDES memprediksi neraca pembayaran tetap defisit. Alasannya, perlambatan ekonomi di negara tujuan ekspor Indonesia, seperti Cina.

Dengan kondisi ekspor melambat, CIDES menyatakan sisi impor menunjukkan angka besar. Impor barang non migas, seperti besi baja dan alat elektronik, masih cukup besar. Ini membuat hingga trimuwan ke-2 tahun 2012, neraca pembayaran Indonesia mengalami defisit 2,8 miliar dolar AS. Surplus transaksi modal dan finansial tak mampu mengompensasi defisit ini.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan, sempat terjadi penurunan defisit neraca perdagangan yang cukup besar, pada Juli 2012 dari 1,3 miliar dolar AS (Juni) menjadi 176,5 juta dolar AS (Juli). Tapi penurunan itu ditutupi oleh penarikan dana asing (capital outflow) pada Agustus sebesar 410 miliar dolar AS.

Menurut Umar, para investor menarik dana dengan alasan mencari selamat dan mempertimbangkan terjadinya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS dari waktu ke waktu. Grafik dolar AS dari Bank Indonesia menunjukkan, sejak awal tahun ini nilai tukar rupiah secara bertahap terus melemah terhadap dolar, menuju level Rp. 9.700 (per dolar-nya –edt.).

__________________________________________________________________________________________________

Pembacaan: Defisit neraca pembayaran, maksudnya pengeluaran pemerintah lebih besar dari penerimaan. Sedangkan defisit neraca perdagangan, maksudnya nilai impor lebih besar dari ekspor. Kalau pengeluaran pemerintah lebih besar dari pendapat; itu tandanya pemerintah tidak punya uang. (Tidak heran, jika pemerintah SBY sedang mengusahakan pinjaman luar negeri baru, senilai Rp. 32 triliun). Mestinya, uang ini bisa diambil dari pajak, hasil ekspor, dan lainnya. Tetapi hasil ekspor juga negatif. Pemasukan tidak ada, pengeluaran melalui impor malah semakin tinggi. Ini tanda-tanda EKONOMI SAKIT parah.

Harusnya, anggaran pemerintah itu surplus; pemasukan lebih besar dari pengeluaran; agar ada dana cukup untuk melakukan berbagai upaya pembangunan dan pemberdayaan. Tetapi dalam artikel di atas, nilai defisit ekspor-impor bisa mencapai 1,3 miliar dolar. Kemudian, hal itu ditambah lagi dengan kaburnya dana investasi asing keluar negeri, senilai 410 miliar dolar (atau sekitar 3977 triliun rupiah). Kalau benar data ini, berarti telah terjadi outflow (kaburnya modal) sangat besar sekali.

Kaum Muslimin di Indonesia harus hati-hati dengan kenyataan seperti ini. Bukan satu dua yang mengingatkan tentang bahaya Krisis Moneter seperti tahun 1997 lalu. Banyaknya kasus kerusuhan, kekerasan, terorisme, dan lainnya pada akhir-akhir ini; semua ini tampaknya seperti sebuah UPAYA PENGALIHAN dari ancaman krisis ekonomi ke depan. Otak bangsa Indonesia kini sedang disibukkan oleh berita-berita seputar kerusuhan, konflik agama, konflik agraria, juga terorisme; sehingga nanti tahu-tahu sudah terjadi krisis moneter jilid 2, sementara kita tidak siap apa-apa.

Lihatlah tanda-tandanya! China sedang bersiap meluncurkan seri mata uang emas; karena mereka khawatir uang kertas ini bisa “mati mendadak” di tengah jalan. Amerika sedang berusaha menempatkan sekitar 2500 marinir di Australia; sebagai jaga-jaga sekaligus ancaman bagi China agar mereka tidak membidik kawasan Asia Tenggara (ASEAN) sebagai sasaran empuk ekspansi bisnisnya. Saudi kini sedang terus memperkuat militernya dengan berbelanja senjata-senjata baru; karena mereka merasa sedang ada ancaman kuat yang mengancam di Timur Tengah. Adanya film “2012” jangan dianggap sebagai hiburan semata; ia adalah icon tanda bergulirnya suatu perubahan besar yang sedang direncanakan. Berhati-hatilah wahai Muslimin, hati-hatilah wahai Indonesia.

Krisis moneter dan dampak-dampak turunannya sangat besar pengaruhnya dalam menghancurkan kekuatan agama dan ekonomi bangsa Indonesia. Jika krisis itu terjadi lagi, alamat lebih suram masa depan kaum Muslimin di negeri ini. Nas’alullah al ‘afiyah fid dini wad dunya wal akhirah. []

Iklan

2 Responses to WARNING: Awas Krisis Moneter Jilid 2 !!!

  1. joko warsito berkata:

    betul2 pk sesungguhnya ekonomi bangsa ini sedang sekarat, masyarakat sekarang dicekoki pinjaman yg menganut sistem riba.sy menyalahkan pemerintah, terutama sri mulyani , dia itu sodara atau musuh bangsa ini, itu karena dia yg mensahkan pasar bebas…

  2. abisyakir berkata:

    @ Joko… (nama yang mirip skali)

    Orang seperti Sri Mulyani dkk. itu, selain jadi pejabat atau birokrat, dia juga punya bisnis. Biasanya bisnis pasar modal, bisnis di bursa afek. Itu cara “termudah” untuk mengeruk untung segunung. Tinggal main-main data statistik dan menerapkan prinsip utama: “Tahu kapan membeli, dan tahu kapan menjual.”

    Syukran jazakallah ya Akhi.

    Admin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: