Heroisme Sang Mujahid Agung

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Alhamdulillah, alhamdulillah, walhamdulillah. Allah Ta’ala memiliki banyak cara untuk membela hamba-Nya. Ketika manusia (seindonesia) berkonspirasi untuk menghancurkan nama baik dan kehormatan Al Ustadz Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo rahimahullah; maka Dia memiliki cara-Nya untuk memuliakan beliau. Melalui buku “Hari Terakhir Kartosoewirjo” yang ditulis oleh Fadli Zon; melalui pameran foto-foto seputar eksekusi beliau pada tahun 1962; melalui bedah buku dan seterusnya; alhamdulillah akhirnya terkuaklah banyak fakta sejarah yang selama ini disembunyikan.

Sebagian besar manusia (Muslim) di Indonesia selama ini berprasangka buruk terhadap sosok almarhum SM. Kartosoewirjo. Mereka melontarkan tuduhan-tuduhan tak berdasar. Alhamdulillah, dengan segala pertolongan Allah banyak sisi suram “cerita sejarah” itu yang harus dihapus, diganti kisah lain yang lebih benar dan tidak dusta. Tampaknya bangsa Indonesia harus menulis ulang ulasan sejarahnya seputar sosok SM. Kartosoewirjo dan gerakan Daarul Islam-nya.

Sang Mujahid Agung: Membela Prinsip Islam Sampai di Tiang Eksekusi.

Berikut ini poin-poin apresiasi dan analisis yang bisa kami sampaikan, terkait pengungkapan 81 foto-foto eksklusif yang semula merupakan rahasia negara itu. Bentuk apresiasi ini adalah upaya nyata untuk mulai menulis sejarah tokoh Islam dengan cara pandang yang benar; meskipun musuh-musuh Islam alergi terhadapnya. Kalau mereka alergi, setidaknya kita perlu berkata jujur kepada kaum Muslimin dan kemanusiaan manusia di dunia.

[1]. Imam SM. Kartosoewirjo ternyata adalah pribadi yang sederhana, biasa, tidak berbeda dengan manusia-manusia Indonesia yang lain. Ada yang mengatakan, sosoknya seperti petani. Begitu pula, keluarga beliau juga sederhana, termasuk istri dan anak-anaknya. Namun harus diakui, beliau adalah sosok pemimpin revolusi Islam terbesar di Indonesia. Gerakan Daarul Islam (DI) merupakan gerakan politik-militer yang paling luas pengaruhnya. Ia berpengaruh di Jawa Barat, Jawa Tengah, Aceh, Sulawesi Selatan, Kalimatan Selatan, hingga Nusa Tenggara. Dibandingkan gerakan PKI,  ia hanya dominan di Jakarta dan Jawa Timur saja. PRRI/Permesta hanya di Sumatera Barat, RMS hanya di Maluku, dan seterusnya.

[2]. Sampai akhir hidupnya, SM. Kartosoewirjo konsisten dengan garis perjuangannya. Beliau membela perjuangannya, sampai di depan regu tembak. Hal ini mengingatkan kepada tokoh-tokoh Ikhwanul Muslimin yang pada tahun 60-an banyak dieksekusi mati oleh rezim Gamal Abdul Naser. Imam Daarul Islam itu tidak pernah mundur dari sikapnya dan bersedia mempertanggung-jawabkan perjuangannya sampai titik darah penghabisan. Ketika diputuskan dia harus divonis mati, pihak pengadilan menawarkan dirinya untuk pergi kemana saja, sekali pun ke Amerika; selagi tidak ada urusan politik. Namun beliau menolak, karena yang dia inginkan adalah: segera bertemu Allah untuk memastikan apakah perjuangannya benar atau salah? Lihatlah manusia yang fisiknya tampak ringkih ini; dia sangat kuat dalam memegang prinsip dan tidak menyesal. Berbeda dengan umumnya aktivis-aktivis Islam yang semula idealis, lalu perlahan-lahan menjadi pragmatis dan menjual agama dengan harga murah. Nas’alullah al ‘afiyah.

[3]. Dalam kapasitasnya sebagai “musuh negara” yang dianggap paling berbahaya; ternyata SM. Kartosoewirjo tampak dihormati, dihargai, dan dimuliakan oleh orang-orang yang berurusan dengan eksekusinya. Mereka tampak hening, berdiri rapi, penuh khidmat memberikan penghormatan terakhir. Setelah wafat, beliau dimandikan dengan air laut, lalu dishalatkan dan dimakamkan secara Islami. Bahkan sejak diantar ke Pulau Ubi, beliau diperlakukan secara baik. Hal ini menandakan, bahwa orang-orang yang berurusan dengan eksekusinya tidak yakin sepenuhnya, bahwa beliau salah. Kalau mau jujur, SM. Kartosoewirjo adalah “anak kandung” dari TNI (dulu BKR atau TKR). Beliau itu semula berada dalam barisan TNI, berjuang menjaga wilayah Jawa Barat.

[4]. Dalam segala kesederhanaannya, ternyata kharisma SM. Kartosoewirjo sangat menakutkan bagi rezim yang berkuasa (Orde Lama dan Orde Baru). Mereka begitu ketakutan, sehingga harus menyembunyikan dimana lokasi eksekusi; apakah di Pulau Onrust atau di atas kapal laut? Bahkan di Pulau Onrust, mereka buat dua pusara palsu, dengan label “makam Kartosoewirjo”. Sebegitu takutnya mereka, sehingga harus membuat sandiwara-sandiwara seperti itu. Bahkan Pulau Ubi dimana eksekusi diadakan dan pusara SM Kartosoewirjo ada disana; pulau itu kalau laut saat pasang, tidak akan tampak di permukaan. Masya Allah, sebegitu takutnya musuh-musuh politik Imam Darul Islam itu; mungkin mereka nyadar, kalau dirinya memang salah.

[5]. SM. Kartosoewirjo rahimahullah dituduh dengan 3 perkara, yaitu: a. Beliau melakukan pemberontakan; b. Beliau berniat membunuh Presiden Soekarno; c. Beliau ingin lepas dari Indonesia. Atas tuduhan ini, beliau akui tuduhan pertama, dan beliau tolak dua tuduhan terakhir. Dengan demikian, kita tidak boleh menyimpulkan bahwa gerakan Daarul Islam bertujuan separatisme (memisahkan diri dari NKRI). Daarul Islam tetap dalam lingkup keindonesiaan dan tidak ingin memisahkan diri dari NKRI. Kalau mau dikembangkan secara politik; mestinya DI/TII jangan dituduh sebagai pemberontak; tapi anggaplah ia sebagai aspirasi politik sebagian kaum Muslimin yang menuntut otonomi, untuk mengatur wilayahnya dengan sistem Islam. Kalau daerah lain ingin memakai sistem sekuler atau non Islami, ya itu silakan saja. Hanya saja, berikan otonomi kepada Daarul Islam untuk mengatur wilayahnya dengan sistem Islami. Bukankah dalam sistem federasi hal semacam itu memungkinkan terjadi? Atau setidaknya dalam bentuk otonomi khusus.

[6]. SM. Kartosoewirjo dihukum mati berdasarkan keputusan pengadilan, yang dikukuhkan oleh persetujuan Presiden Soekarno. Soekarno sendiri sejatinya adalah mantan teman beliau, sebagai sesama murid HOS. Cokroaminoto di Surabaya. Bagi Soekarno, mengenyahkan kawan lamanya adalah keutamaan, meskipun yang bersangkutan berjuang demi Islam.

[7]. Sebelum dieksekusi mati, SM. Kartosoewirjo mengajukan 4 tuntutan, dan hanya tuntutan terakhir yang dipenuhi. Pertama, beliau ingin bertemu dengan para perwira bawahannya; Kedua, beliau ingin agar eksekusinya disaksikan pengikutnya atau keluarganya; Ketiga, beliau ingin jenazahnya diserahkan kepada keluarganya; Keempat, beliau ingin bertemu keluarganya, untuk terakhir kalinya. Ternyata, hanya tuntutan terakhir yang dipenuhi. Beliau sudah tua dan lemah; beliau sudah sedia dihukum mati; beliau tidak menuntut ingin kesana-kemari; tetapi itu pun beliau masih dizhalimi dengan tidak dipenuhi hak-haknya sebagai manusia yang wajar. Sekedar dimakamkan oleh keluarganya saja, tuntutan itu ditolak.

[8]. Bisa jadi keputusan Pemerintah RI untuk menghukum mati SM. Kartosoewirjo dianggap benar (menurut hukum positif dan vonis pengadilan). Tetapi mengapa di luar itu semua, SM. Kartosoewirjo masih dizhalimi sedemikian rupa? Tuntutan beliau yang manusiawi tidak dipenuhi; makamnya disamarkan di Pulau Onrust; dan dibuat catatan-catatan sejarah bohong seputar dirinya? Bukankah hal ini merupakan kezhaliman besar atas diri beliau? Akhirnya, kezhaliman itu terbongkar sudah, dengan dimuatnya foto-foto eksklusif seputar eksekusi Imam Daarul Islam. Ibarat menyembunyikan bau busuk, lama-lama akan tercium juga.

[9]. SM. Kartosoewirjo rahimahullah tidaklah ingin membubarkan NKRI, tidak ingin keluar dari Indonesia, atau ingin men-Daarul Islam-kan Indonesia. Tidak demikian. Beliau itu ingin menegakkan pemerintahan otonom berdasarkan Islam. Jika pemerintahan itu tegak, ia tetap berada dalam cakupan NKRI; hanya saja memiliki otonomi untuk membangun wilayah dengan nilai-nilai Islam. Hal ini bukan tanpa alasan. Alasannya ialah lemahnya bargaining Soekarno-Hatta di mata Belanda (NICA). Mereka mau menanda-tangani perjanjian Renville dan KMB (Konferensi Meja Bundar) yang isinya amat sangat melukai hati bangsa Indonesia. Melalui Renville, wilayah RI hanya seputaran Yogya saja; selebihnya wilayah RIS. Pasukan TNI harus ditarik ke Yogya semua, sehingga hal itu membuka peluang bagi NICA untuk menguasai wilayah-wilayah di luar RI. Melalui KMB, bangsa Indonesia harus mengakui bahwa kemerdekaan RI merupakan hasil pengakuan dari Belanda; padahal RI merdeka setelah berhasil mengusir Jepang dari Tanah Air. Belanda sejak awal tahun 1940-an sudah diusir dari Indonesia oleh Jepang. Di sisi lain, RI harus menerima beban hutang Belanda akibat terlibat dalam Perang Dunia II dan perang-perang lainnya. Beban hutang ini tidak pernah disampaikan oleh para sejarawan. Ekonom UGM, Revrisond Baswir sering menyinggung posisi hutang peninggalan KMB ini. SM. Kartosoewirjo tidak mau menerima semua perjanjian yang merusak bangsa dan negara itu. Tetapi beliau lalu disudutkan sebagai “pemberontak”. Na’udzubillah wa na’udzubillah min dzalik.

[10]. Di balik pendirian Daarul Islam, ada satu SPIRIT yang tidak dipahami bangsa Indonesia, sejak dulu sampai kini. Akibat tidak dipahami masalah ini, akibatnya sangat fatal. Bahwa sejak awal, SM. Kartosoewirjo amat sangat membenci sikap tunduk kepada penjajah; beliau tidak mau menyerahkan wilayah walau sejengkal saja kepada penjajah. Beliau tidak mau dihina, karena harus “merdeka lewat pengakuan Belanda”. Wong, sudah merdeka sendiri kok, masih harus membutuhkan pengakuan Belanda? Beliau anti menanggung hutang-hutang Belanda, karena itu sama dengan memikulkan hutan orang kafir ke punggung anak-cucu sendiri. Tetapi tabiat beliau berbeda dengan Soekarno-Hatta yang dididik oleh pendidikan penjajah di negeri Belanda sana. Beliau tidak mau tunduk kepada penjajah, sedangkan Soekarno-Hatta suka dengan penjajahan (dalam model berbeda). Akhirnya kini bangsa Indonesia di zaman Reformasi (tahun 2012) ini bisa melihat, siapa yang lebih benar sikap politiknya; Soekarno-Hatta atau SM. Kartosoewirjo? Di zaman ketika kini bangsa Indonesia sudah dijajah di berbagai sektor oleh negara-negara asing ini, mestinya kita harus menangisi hasil perjanjian Renville dan KMB. Dua perjanjian laknat itulah yang menghantarkan bangsa Indonesia kini kehilangan hakikat kemerdekaan, setelah sebelumnya merasakan kemerdekaan.

[11]. Banyak orang bertanya-tanya: “Siapakah yang menyerahkan foto-foto eksklusif itu kepada Fadli Zon? Siapa dia? Bagaimana ceritanya? Dan mengapa dia lakukan tindakan itu?” Saudaraku, kita tidak tahu apa alasan hakiki si pemberi (penjual) foto itu. Tapi kita yakin, dia pernah secara langsung atau tidak berhubungan dengan orang-orang yang menjadi saksi eksekusi pada tanggal 5 september 1962 itu. Dia mungkin punya hubungan dengan kameramen yang membuat foto-foto itu; atau dia berhubungan dengan pusat penyimpanan dokumentasi negara; atau dia pernah secara mujur menemukan foto-foto itu berserakan sebagai barang tak berguna, lalu dia lihat dan amati nilai historisnya, lalu disimpannya. Yang jelas, sumber foto itu sangat ingin memberi tahu bangsa Indonesia sejarah yang jujur tentang eksekusi SM. Kartosoewirjo dan kebenaran seputarnya. Hal ini tentu karena ia telah digerakkan oleh Allah Ta’ala untuk mengungkapkan sejarah yang sebenarnya. Begitu gelisahnya sumber foto itu mendengar sejarah yang palsu dan penuh racun; sehingga menjadi tugas kemanusiaan baginya, untuk mengungkap fakta sebenarnya. Khusus bagi Bang Fadli Zon, beliau juga layak diberi pujian, apresiasi, dan penghargaan atas pengungkapan fakta-fakta itu. Semoga Allah Ta’ala memberi mereka balasan pahala sesuai kebaikan-kebaikan yang dilakukannya. Amin Allahumma amin.

Namun pujian dan apresiasi ini tidak berlaku bagi gerakan sempalan NII yang faksinya bermacam-macam, lalu muaranya ke Ma’had Al Zaytun di Indramayu, yang dipimpin oleh Abu Toto (Syech Panji Gumilang) itu. NII model begini adalah termasuk aliran sesat-menyesatkan yang dibentuk oleh infiltrasi penguasa, melalui tangan Ali Mutopo dan Pitut Soeharto. Apa yang kita apresiasi ialah gerakan Daarul Islam asli, di bawah pimpinan Al Ustadz SM. Kartosoewirjo rahimahullah, yang berdiri tegak di atas missi politik Islami, latar belakang sejarah, serta spirit anti penjajahan.

Sebagai penutup tulisan ini, dalam Al Qur’an Allah Ta’ala berfirman: “Wa tu’izzu man tasya’u wa tudhillu man tasya’u, bi yadikal khair innaka ‘ala kulli syai’in qadiir” (dan Engkau -ya Allah- memuliakan siapa yang Engkau kehendaki, dan Engkau hinakan siapa yang Engkau kehendaki; di Tangan-Mu segala hakikat kebaikan, sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu). [Surat Ali Imran].

Demikianlah, manusia-manusia jahat bermaksud menodai dan merusak kehormatan SM. Kartosoewirjo rahimahullah; namun Allah dengan segala cara-Nya hendak memuliakan hamba-Nya. Dia adalah Sang Mujahid Agung, sosok kesatria yang rela mati sampai titik darah penghabisan, demi membela cita-cita politik Islami. Bangsa Mesir memiliki mujahid Sayyid Quthb rahimahullah; bangsa Libia memiliki Umar Mukhtar rahimahullah; bangsa Rusia memiliki Imam Syamil rahimahullah; bangsa Palestina memiliki Syaikh Ahmad Yasin dan Syaikh Izzudiin Al Qasam rahimahumallah; bangsa Pakistan memiliki Presiden Ziaul Haq rahimahullah; bangsa Turki memiliki Najmuddin Erbakan rahimahullah; bangsa Suriah memiliki Ustadz Marwan Hadid rahimahullah; maka kaum Muslimin Indonesia memiliki sosok Mujahid Agung: Sekarmadji Maridjan Kartosoewirjo rahimahullah.

SM. Kartosoewirjo adalah sosok komandan militer, imam, sekaligus ideolog Daarul Islam yang tiada duanya di dunia Islam. Nyaris tidak dijumpai perjuangan dengan konsep Daarul Islam di masa lalu, di negeri-negeri Muslim lain, selain hanya di Indonesia. Pemimpin-pemimpin Ikhwanul Muslimin di Mesir, secara akidah mereka sepakat dengan konsep Daarul Islam; tetapi secara perjuangan militer, mereka belum sampai kesana. Ingatlah keistimewaan ini wahai Muslimin Nusantara!

Semoga sekilas tulisan ini bermanfaat dan menjadi refleksi iman dan sejarah, bagi kita semua. Walhamdulillahi Rabbil ‘alamiin, wa shallallah ‘ala Rasulillah Muhammad wa ‘ala alihi wa ashabihi ajma’in.

Jakarta, 18 September 2012.

AM. Waskito.

Iklan

20 Responses to Heroisme Sang Mujahid Agung

  1. Dida Hidayat berkata:

    Allahumagfirlahu warhamhu,,,
    semoga amal ibadah beliau diterima di sisi Nya dan perjuangan beliau menegakkan syariat islam ada yang meneruskan di masa sekarang… amin… amin… amin

  2. Amin Abu Fawwaz berkata:

    Jujur… sebagai generasi muda fakta di atas sangat asing di mata kami. Ketika belajar di sekolah SD – Kuliah… sejarah tentang beliau senantiasa digambarkan sebagai pemberontak NKRI, bukanlah bukan pejuang Islam. Semoga hal ini diketahui generasi muda Islam hari ini… bahwa pendahulunya pernah melakukan pencapaian yang luar biasa dalam pergerakan Islam.

  3. Elang berkata:

    “Kaum muslimin di Indonesia, adalah cucu-cucu keturunan para da’i ulama dari poros Khilafah Islamiyah, keturunan para sultan pemberani yang dengan kekuatan aqidahnya mampu mengganti sistem kerajaan Hindu-Budha menjadi kesultanan Islam yang mulia, anak cucu Pangeran Diponegoro, Sultan Hasanudin, Tuanku Imam Bonjol, dan para pejuang pembela Islam mulai dari Sabang hingga merauke yang bahagia gugur sebagai syuhada. Semoga doa dan harapan para ulama dan pejuang terdahulu mulai tumbuh, bersemi dan terkabul pada generasi saat ini”.

  4. caberawir berkata:

    insya allah kami penerusnya walau penuh rintangan dan ketakutan tetap istiqomah…dan yang pasti darul islam indonesia masih tetap berdiri kokoh

  5. silver price berkata:

    Asy-Syifa menikah dengan Abu Hatsmah bin Hudzaifah bin Adi. Ia dikarunia seorang anak bernama Sulaiman bin Abi Hatsmah. Asy-Syifa dikenal sebagai guru membaca dan menulis sebelum datangnya Islam. Sehingga, ketika cahaya Islam singgah dikalbunya, ia tetap mendedikasikan dirinya untuk mengajar para Muslimah dengan mengharapkan ganjaran dan pahala dari Allah SWT. Itulah yang membuatnya ditabalkan sebagai ‘guru wanita pertama dalam Islam’. Di antara wanita yang dididik oleh Asy-Syifa adalah Hafshah binti Umar bin Khatthab RA, yang tak lain adalah istri Rasulullah SAW. Dalam sebuah hadis diriwayatkan bahwa Rasulullah SAW meminta kepada Asy-Syifa untuk mengajarkan Hafshah RA menulis dan sebagian Ruqyah (pengobatan dengan doa-doa). Asy-Syifa berkata, “Suatu ketika Rasulullah SAW pernah datang menemuiku, saat aku berada di samping Hafshah. Lalu beliau bersabda, ”Mengapa tidak engkau ajarkan kepadanya (Hafshah) ruqyah sebagaimana engkau mengajarkan kepadanya menulis.” (HR Abu Daud). Sebelum ajaran Islam datang, Asy-Syifa memang dikenal sebagai ahli ruqyah di masa Jahiliyah. Ketika ia memeluk Islam dan berhijrah dia berkata kepada Rasulullah SAW, “Aku adalah ahli ruqyah di masa Jahliliyah dan aku ingin memperlihatkannya kepada Anda.” Lalu Nabi SAW bersabda, “Perlihatkanlah kepadaku!” Asy-Syifa berkata, “Maka, aku perlihatkan cara meruqyah kepada beliau yakni meruqyah penyakit bisul.” Kemudian, Rasulullah SAW bersabda, “Obatilah dengan ruqyah, dan ajarkanlah hal itu kepada Hafshah!” Salah satu doa yang diajarkan Rasulullah saat melakukan ruqyah adalah: “Ya Allah Tuhan manusia, Yang Mahamenghilangkan penyakit, sembuhkanlah, karena Engkau Mahapenyembuh, tiada yang dapat menyembuhkan selain Engkau, sembuh yang tidak terjangkiti penyakit lagi.” (HR Abu Daud).

  6. Angga Aditya berkata:

    Afwan ustad…. Bukankah NII sekarang merupakan lanjutan dari estafetnya DI / TII…? Mohon penjelasan..

  7. Hardiono berkata:

    @ Angga Aditya

    Setiap orang bisa saja mendirikan organisasi baru lalu ngaku-ngaku “ini adalah kelanjutan dari ……”

  8. Angga Aditya berkata:

    @Hardiono

    Semoga saja begitu….. namun disebagian berita yang saya dapati bhw SM. Kartosuwiryo -rahimahullah- dan pengikut2nya telah Menafsirkan Al Qur’an itu dgn akal2 sendiri… dengan pemahaman sendiri… ! Allahu A’lam.. Saya memang tidak banyak tahu tentang Ajaran Darul Islam ini… krn saya tak pernah berjumpa atau berdialog langsung dgn pengikut2nya… krn sejauh pantauan saya, didaerah kami tak ada aliran yang bernama Darul Islam ini… Dan saya jujur tidak sependapat dgn cara beliau ( SM. Kartosuwiryo ) dalam cara memandang masalah Siyasah Syar’iyyah… berdasarkan dalil dan keterangan para ulama kita…. Bahwa perbuatan SM. Kartosuwiryo -rahimahullah- ( yang ingin membunuh Presiden Soekarno ) jelas sangat bertentangan dgn ajaran Islam sesungguhnya…! Mohon Penjelasannya.. Barakallahu fiik.

  9. Hardiono berkata:

    @ Angga Aditya

    Awal 90an di sebuah kecamatan di kab Indramayu saya pernah sholat berjamaah dengan seorang mantan prajurit DI/TII yang sudah sangat tua. Beliau dikenal soleh sejak muda dan sangat tegas dalam amar ma’ruf nahi munkar. Mungkin seperti inilah karakter para anggota DI/TII dahulu. Tapi mengenai ajaran Darul Islam, terus terang saya pun tak tahu banyak.

    Sedangkan mengenai NII – NII yang ada sekarang ini (setahu saya ada lebih dari satu NII), mereka bukan kelanjutan dari Darul Islam dahulu.

  10. Zaenal Abidin Si'Ardjuna Thea berkata:

    @..abisyakir..

    iy pa, mohon pnjelasannya atas pernyataan sodara angga aditya.?? barangkali bp tau (atau punya sdikit pengetahuan tntangnya). zenal penge tau juga pa..

  11. Angga Aditya berkata:

    Mohon maaf, saya ralat : Dan saya jujur tidak sependapat dgn cara beliau ( SM. Kartosuwiryo ) dalam cara memandang masalah Siyasah Syar’iyyah… berdasarkan dalil Al Qur’an wa Sunnah dan keterangan para ulama kita…. Bahwa perbuatan SM. Kartosuwiryo -rahimahullah- ( yang ingin memberontak terhadap pemerintahan yang sah ) jelas sangat bertentangan dgn ajaran Islam itu sendiri…! Pemikiran ini ( memberontak terhadap pemerintahan yang sah ) lahir dari pemahaman Khawarij… Yang di teruskan oleh Ikhwanul Muslimin… Dan akibat dari pemahaman islam yang menyimpang ini… maka bermunculanlah pergerakan2 atau pemberontakan2 di Indonesia yang meng-atas namakan Agama Islam…. Pencetus pertama kali adalah DI/TII SM. Karto Suwiryo… lalu disusul dgn Gerakan DI/TII Daud Beureueh, DI / TII Ibnu Hadjar, DI / TII Amir Fatah, DI/TII Kahar Muzakkar…. Lihatlah, akibat Pemahaman Dakwah yang salah ini… yang tidak merujuk kepada Al Qur’an wa Sunnah… yang hanya dilatar belakangi semangat beragama, tanpa memahami agama itu sendiri…. berapa banyak nyawa kaum muslimin yang melayang sia-sia…. Bukan begitu Islam mengajarkan.. Dan saya katakan : SM. Kartosuwiryo – rahimahullah – telah terpengaruh dengan IM, yg pada masa itu memang gencar2nya di Dakwahkan oleh Hasan Al Banna -rahimahullah – Dengan Slogan : ” Tak Ada Hukum Kecuali Hukum Allah “ Saya katakan : Benar. Namun Apa yang mereka inginkan ( IM ) dan pahami dari Slogan tersebut, sangatlah berbeda jauh dgn Pemahaman Al Qur’an dan Hadist2 Rasulullah Shallallahu ‘alahi wassalam…. Hal ini butuh perincian… Namun mereka ( IM ) entahlah krn kebodohannya atau ada maksud2 lain, Allahu A’lam bersikukuh pula mengatakan bahwa Pergerakan mereka berada diatas Al Qur’an wa Sunnah yang shahihah…?!? Aneh…. ! Akibatnya, bera[pa banyak Umat Islam yang tertipu dgn Dakwah ini…. termasuk SM. Kartosuwiryo -rahimahullah – sendiri…..

    Kesimpulan dan Analisa:

    Beliau ( Kartosuwiryo ) begitu bersemangatnya dan sedih melihat keadaan Bangsa Indonesia di kala itu… Dan mungkin muak melihat sifat dan sikap2 munafik pemimpin2 bangsa ketika itu… Muncullah kebencian yang sangat dalam terhadap pemimpin2 bangsa dikala itu… lalu datang pula Dakwah / Pemahaman Ikhwanul Muslimin yang memang gencar2nya ketika itu.. ( al banna -rahimahullah- terbunuh tahun 1949 ) Dan beliau, Kartosuwiryo -rahimahullah-merasa “klop” atau mendapat “pijakan” Dasar Hukum Islam untuk melakukan Pemberontakan…! Maka terjadilah apa yang di Takdirkan oleh Allah terjadi…… Tumpahlah Darah2 kaum muslimin… Hancurlah Kehormatan dan Harga Diri….. sangat disayangkan…. Andaikanlah SM. Kartosuwiryo -rahimahullah- mau bersabar dan memiliki pemahaman yang baik, tentu hal ini tak perlu terjadi…. Namun semuanya telah tertulis di Lauhul Mahfudz.. Dan apapun itu, kami tetap memohonkan ampun bagi SM. Kartosuwiryo dan pengikut2nya -rahimahullah- semoga Allah berkenan memaafkan dan mengampuni perbuatan yang mereka “tersalah” didalamnya…. Bukankah Allah Maha Pengampun..? ” “Ya Tuhan Kami, Janganlah Engkau Hukum Kami Jika Kami Lupa Atau Kami Tersalah…” Al Baqarah 286..Dan Allah menjawab Do’a ini. ” Ya, telah aku lakukan.” ( Al Hadist ).

  12. Hardiono berkata:

    @ Angga Aditya

    Mohon ma’af, justru mas Angga yang telah terpengaruh orang-orang yang sedikit-sedikit menyalahkan Ikhwanul Muslimin.

    Anda membagi dua tulisan anda dimana kesimpulan dan analisa anda berada di bagian kedua, Saya yakin, bagian pertama bukan dari mas Angga sendiri, tapi dari sekelompok orang yang dikenal sangat memusuhi Ikhwanul Muslimin.

  13. Angga Aditya berkata:

    @Hardiono

    Saya katakan :

    Saya membagi 2 koment diatas, dimana bagian pertama saya jelaskan “sedikit” tentang asal usul Perbuatan SM. Kartosuwiryo –rahimahullah-… dari mana pemahaman dan landasan beliau yang membolehkan pemberontakan yang beliau lakukan…. Karena segala sesuatu yang menyangkut dan membawa2 nama Islam, Pasti Memiliki Landasan Berpikir…. dan dibagian ke-2, makanya saya katakan “sebuah analisa” dari saya… yang mungkin bisa benar… mungkin juga bisa salah…. Dibagian ke-2 ini, saya mencoba menghubungkan dengan peristiwa pemberontakan DI/TII tersebut… Berdasarkan bukti2 kedekatannya Peristiwa Pemberontakan tsb dgn kemunculannya Pergerakan Dakwah IM.. ! Dan dibagian ini, memang… inilah hati nurani dan bentuk keprihatinan saya… namun klw anda katakan bhw saya terpengaruh dgn ucapan orang2 yang menbenci IM, tentu anda Salah Besar…! Koment saya dibagian 1, bukanlah sebuah bentuk ikut2an atau terpengaruh….. Tapi saya langsung membaca buku2 karangan Hasan Al Banna & Sayyid Qutb -rahimahullah- dan pemikiran mereka ( H. Al Banna & S. Qutb ) dibuku tsb saya timbang dgn Al Qur’an Wa Sunnah…. Hasilnya…? MELENCENG dari Jalan Yang Lurus…! Banyak ayat2 yg ditafsirkan sendiri… tanpa mengacu kepada Tafsir atau pemahaman salafful ummah… dan ulama2 Imamatul Arba’a dan ulama2 yang mengikuti jejak mereka….. Yang jadi persoalan : ” Bukankah kita kaum muslimin telah ijma’ untuk mengakui keilmuannya Al Imam As-Syafi’i, Al Imam Malik, Al Imam Ahmad dan Al Imam Abu Hanifah..? –rahimahullah- serta Ulama2 yang hidup setelah mereka..? Seperti Al Imam Al Bukhari, Muslim, Ibnu Taimiyah, Ibnu Qoyyim dll yang merupakan Ulama2 Kibar di zamannya ? Apakah ada orang yang tidak mengakui keilmuan mereka..??? Al jawab : Tak Ada. kecuali orang2 yang bodoh dan dungu yang akan mengingkari keilmuan para Ulama2 Kibar tsb…”
    Nah, kalau anda menjawab : ” Iya. Kaum muslimin telah ijma’ dan mengakui keilmuan ulama2 tersebut…. “ maka habis perkara. Berarti kita sepakat dalam hal ini…. Tapi, kalau anda menjawab : “Tidak, saya pribadi tdk mengakui keilmuan ulama2 tsb….” Inilah yang namanya PERBEDAAN diantara kita… Dan tentu terjadi perdebatan… Namun saya yakin,… andaikan anda seorang muslim yang benar -mohon maaf, bukan maksud merendahkan atau mendikte, hanya mempertegas permasalahan !- Bukan ber-Aqidah JIL atau firqah2 sesat lainnya…. Tentulah anda setuju dgn Ijma’ kaum muslimin. lalu untuk apa kita mengatakan bhw ” …justru mas Angga yang telah terpengaruh orang-orang yang sedikit-sedikit menyalahkan Ikhwanul Muslimin. Dan juga “…….dari sekelompok orang yang dikenal sangat memusuhi Ikhwanul Muslimin… Korelasinya koment anda ini dgn Ijma’ kaum muslimin adalah :

    Klw memang saya dan anda telah sepakat dan mengakui Ijma’ tersebut, mari kita “timbang” Dakwahnya IM…… Al Maidah : 44 ” “Barang siapa yang tidak berhukum dengan apa yang Allah turunkan maka ia kafir.” ( cukup satu ayat ini saja, agar jgn terlalu panjang..) Silakan anda baca atau cari,… bagaimana Hasan Al Banna & Sayyid Qutb menafsirkan ayat ini….. Dan bandingkan Tafsirnya Ulama2 Kibar atau Sahabat Ibnu Abbas dalam menafsirkan ayat ini…. Dan, maaf saya tegaskan kepada akh. Hardiono… Saya pribadi ataupun orang2 yang anda katakan sangat memusuhi IM… inipun saya bantah dan luruskan… Saya tidak pernah membenci orang2 IM.. mereka adalah Saudara2 Se-Iman… cuma mereka kurang memahami HAKIKAT AJARAN ISLAM… Dan tak pernah mau menggali lebih dalam, apa yang diinginkan oleh Allah Robbul ‘Izzati Wal Jalalah melalui Kitabul Munir… Islam Adalah Agama Yang Indah.. Dan Tak Ada Yang Mampu Menggambarkan Keindahannya… Dakwahnya Penuh Dengan Hikmah Dan Kelembutan…. Selalu Menjaga Keseimbangan Untuk Kemaslahatan Manusia Yang Telah Di Ciptakan oleh Allah Dengan Sebaik2nya… Al Islam Selalu Mengedepankan Al Marshalih wal Murshalah… Dgn arti kata ; ” Andaikan Masalah Tersebut Akan Menimbulkan Mudharat Yang Besar Bagi Jiwa, Harta Dan Keturunan, Maka Islam Tegas2 Mengharamkan Hal Tersebut..! Makanya Didalam Hukum Islam ; Yang Halal Bisa Jadi Haram… Yang Haram Bisa Jadi Halal… Yang Wajib-pun Bisa Jadi Haram…! Itulah yang disebut atau dikenal dengan Hukum “Dharuriyah/Dharuroh” didalam Islam…. Nah, silakan pula anda “timbang” pemberontakan DI/TII tsb dgn Hukum2 Islam… Dan kembali saya tegaskan, bhw saya tidak membenci orang2 IM… Yang kami lakukan adalah DAKWAH ILLALLAH…. Sebagai Bentuk Pengamalan Ayat Al Qur’an Surat Ali Imran 104 : .

    وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

    Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung. “

  14. EX NII YG KINI SALAFY berkata:

    Bismillaahirrrohmaanirrohiem

    Era th.90an ana diajak taklim sirri oleh bekas teman di Madrosah Ibtidaiyyah, ketika itu ana sdh di MTS (Madrosah Tsanawiyah). Taklim tsb diisi seorang anak muda yg mengupas apa dan bagaimana posisi hidup kita didunia, rentang waktu kemudian berganti tempat dan menambah personil yg hadir karena mungkin masing-masing mengajak teman2nya untuk ikut taklim bersama dg pemateri yg berbeda dg materi: MA’RIFATUL INSAN. Dalam masa-masa itu ana banyak membaca buku-buku/majalah/jurnal ilmiah islami dari kelompok lain spt: IM (IKHWANUL MUFLISIN) dsb karena ghiroh keislaman yg tinggi melihat banyak kebid’ahan dan kesyirikan…
    Susah dan senang telah ana alami bersama dg ihkwan2 di FIRQOHTAKFIRY di NII wilayah Jakarta pusat dan barat (yg karena strategi Tanzhimsirriyyah, digabung) ana pernah menjalani latihan rutin gabungan satu komandemen wilayah (KW) setiap 3bln sekali di medan latihan cibubur, selama beberapa hari yg ketika itu kami menyamar dg memakai pakaian silat agar dianggap dari perguruan silat, pdhl jurus-jurusnya pun banyak yg kita gak hapal..
    latihan diisi dg baris-berbaris layaknya laskar yg akan berangkat perang dan aneka acara lainnya seperti menyeberangi sungai dg tambang sejauh 20m dan kesibukan lainnya hingga malam hari bahkan menjelang subuh.
    Seiring berjalan nya waktu,,,era 2000an Qodarulloh bangsa ini diuji Alloh, khusunya saudar-saudara kita kaum muslimin di Ambon. Mereka mengalami satu peristiwa yg tdk akan pernah terlupakan hingga anak cucu mereka yaitu peristiwa Idul fitri berdarah, KETIKA DIBANTAINYA KAUM MUSLIMIN OLEH SALIBIS PRO RMS yg didanai dan didukung KAFIR AMERIKA DAN SEKUTUNYA…yg walhamdulillah atas idzin Alloh ‘Azza waJalla makar mereka untuk mengusir sehabis-habisnya kaum muslimin dari bumi para raja (MALUKU) digagalkan lewat aksi jihad saudara-saudara kita dari kalangan AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH YG BERMANHAJ SALAF (ASSALAFIYYUN) setelah lama menunggu “makar sang wali” yg tdk mengizinkan ada bantuan dari luar maluku yg hanya akan memperkeruh suasana, katanya..
    sementara ribuan nyawa saudara kita melayang setiap waktu dibantai salibis pro RMS dan sekutunya. Ingin rasanya ikut berangkat bersama para laskar tsb, namun karena ashobiyyah yg msh sedikit ada pd diri ana (karena di NII dan firqoh takfiry sejenisnya; LDII, JAMAAH ISLAM, INGKARUSSUNNAH DSB kita didoktrin>>>> diluar jama’ah kita, KAFIR..!!!
    Wal ‘iyaadzubillaah kini ana telah bertaubat dari segala aktifitas dan rutinitas kelompok sempalan TAKFIRY tsb (spt yg pernah ana jalani a/l: menghindari sholat berjama’ah (yg 5 waktu maupun 2 HARI RAYA) diluar kelompoknya, yg mencita-citakan tegakknya NEGARA ISLAM INDONESIA meskipun secara sembunyi-sembunyi.
    Yang kini kita saksikan akibat sesatnya pemahaman mereka dari Islam yg murni yg kebanyakan mereka menafsirkan ayat-ayat Alqur’an sesuai dg hawa nafsu mrk..(WA NA’UUDZUBILLAAH) mereka telah nyata-nyata mengkafirkan penguasa negeri ini dg label: THOGHUT/KAFIR yg wajib di ingkari dan diperangi sampai darah penghabisan. Sehinngga belum lama hadirlah SURAT TANTANGAN KPD DENSUS 88 yg belum jelas apa isi tantangan tsb, apakah berisi tantangan u/mencari jarum di tumpukan jerami…atau merakit bom dan siapa yg lebih dulu meledakkan atau menjinakkan, atau tantangan melintasi selat sunda dg berenang secara estafet, wallohu a’lam

  15. abisyakir berkata:

    @ Ex NII…

    Syukran jazakumullah khair sudah berbagi pengalaman. Semoga bermanfaat sebagai cerminan dan perbandingan, amin.

    Admin.

  16. VAN roen berkata:

    afwan ustat, kok komennya cuma segitu sih !
    soalnya saya ingin tahu jg dari ustat ttg SM.Kartosoewirjo begitu jg ttg pemahaman SM.Kartosoewirjo terhadap agama islam. syukron

  17. Ad Daulatul Islamiyah Melayu
    Khilafah Islam Akhir Zaman

    Kami mengundang Kaum Mukminin-Mukminat
    Dari seluruh Dunia untuk bergabung bersama kami
    Menjadi Tentara Islam The Man from The East of Imam Mahdi
    as A New World Religion Bangsa Islam Akhir Zaman.

    Kami mengundang Anda Menjadi Bagian Bangsa Islam berdasar Aqidah Islam
    Bukan Menjadi bagian dari Bangsa-bangsa berdasarkan Daerah

    Kunjungi Undangan kami Kehadiran anda kami tunggu di
    di http://dimelayu.co.gp

  18. Yus wono berkata:

    Hujjahnya saudara Angga aditya lumayan kuat sehingga adminnya tidak mampu menanggapi dgn argument balik.sejarah memang pelik, bahkan yang dalam kurun waktu dan ruangan saja beda menangkapnya. Semuanya justeru semakin menegaskan bahwa seorang harus sangat hati-hati dalam menyikapi segala sesuatunya.terutama harus menggunakan akal dan ilmu.

  19. abisyakir berkata:

    @ Yus wono…

    Sebutkan bagian mana yang “tidak mampu” ditanggapi dari argumen Saudara Angga Aditya? Bukan karena apa, khawatir Anda akan menganggap kami setuju dengan “kronologi sejarah” versi yang sesuai dengan kepentingan Anda.

    Admin.

  20. Umuah Asyahida N berkata:

    semoga Allah…melimpahkan segala kebaikan kepada sm Kartosuwiryo…amiiin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: