Perhatikan Jenazah Farhan Ini!

Peristiwanya sudah terjadi 31 Agustus 2012 lalu di Solo, atau tepatnya sekitar 10 hari setelah Hari Raya Idul Fithri 1433 H. Dua orang pemuda (remaja) yang diklaim sebagai terduga teroris, Farhan dan Muchsin, diserang oleh Densus 88 sehingga keduanya mati tertembak. Menurut berita yang dilansir media, pada malam itu terjadi baku tembak di Jl. Veteren, Tipes, Serengan Solo.

Salah satu pemuda yang meninggal, bernama Farhan, gambar jenazahnya seperti di bawah ini (mohon maaf bila ditampilkan gambar yang kesannya agak vulgar):

Jenazah Ini Hancur Kepalanya. Darah Berceceran Dimana-mana.

Pertanyaannya, apakah benar korban baku tembak bisa hancur seperti itu? Namanya juga baku tembak, seperti terjadi di film-film, jenazah mestinya tertembus peluru. Kalau jenazah hancur, hingga kepala pecah, pasti bukan semata karena baku-tembak. Mungkin disana sudah dilakukan tindakan-tindakan kekerasan, setelah yang bersangkutan dipastikan meninggal.

Dalam sejarah perjuangan kaum Muslimin, sejak masa lalu, tidak ada jejak-jejak kekejaman terhadap jenazah orang-orang non Muslim. Jika mereka sudah mati, ya sudah dibiarkan; tidak pernah dibakar, dimutlasi, dipukul-pukul sampai hancur kepala, disayat-sayat, dan seterusnya. Tradisi kekejaman kepada manusia yang sudah wafat itu, tidak ada dalam sejarah perjuangan kaum Muslimin. Justru kalangan non Muslim sangat sering melakukan perbuatan-perbuatan sadis terhadap jenazah Muslim yang sudah wafat. Seakan, mereka ingin mengekspresikan kebenciannya yang luar biasa terhadap Islam dan kaum Muslimin.

Perbuatan sadisme seperti ini tidak dibenarkan, menurut hukum apapun, hatta hukum sekuler Amerika. Tidak ada satu pun hukum manusia berakal yang membolehkan kekejaman seperti itu. Bila terjadi hal seperti itu, ia pertanda telah terjadi penyimpangan besar terhadap standar hukum yang berlaku.

Hal-hal demikian mestinya bisa dicegah. Janganlah melakukan sadisme kepada sesama anak negeri. Jangan karena alasan-alasan egoisme materi, sebagian orang dengan mudahnya menyebarkan kezhaliman. Nabi Shallallah ‘Alaihi Wasallam berpesan: “Takutlah akan kezhaliman, sebab kezhaliman itu adalah kegelapan di Hari Akhirat nanti.”

Kezhaliman itu hanya semakin meletihkan bangsa Indonesia, membuatnya kian terpuruk, dan melahirkan aneka kegilaan-kegilaan yang banyak. Semakin banyak manusia menari-nari di atas bangkai sesama anak bangsa; pertanda bangsa itu sudah dekat dengan ajalnya. Nas’alullah al ‘afiyah.

Allahummaghfir lahum warhamhum wa ‘afihim wa’fu ‘anhum. Amin ya Rahiim.

Mine.

Iklan

Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: