Ciri Kehidupan Manusia Zaman Sekarang…

Bismillahirrahmaanirrahiim.

Berikut ini adalah 3 ciri khas kehidupan manusia modern:

[1]. Hidupnya digunakan untuk mencari uang. Siapa saja pelakunya, dimana saja tempatnya, bagaimana saja caranya, pokoknya cari duit dan cari duit. Slogan yang sering diucapkan: “Time is money.”

[2]. Setelah mendapat uang, hidupnya diisi dengan acara senang-senang melulu, memuaskan hawa nafsu sepuas yang mereka mampu. Istilahnya, having funs. Slogan yang sering mereka ucapkan: “The life is too short, so play more!” (hidup terlalu singkat, maka bermainlah sebanyak-banyaknya).

[3]. Bertahan hidup agar bisa melakukan poin 1 dan 2. Cara bertahan hidup misalnya ikut fitness, jaga kebugaran fisik, rajin kontrol kesehatan, melakukan general check up setiap tahun, konsumsi makanan bergizi, memakai obat natural, ikut terapi ini dan itu. Juga menempelkan sticker “safety driving and riding” karena takut kecelakaan. Kalau ditanya, kenapa sih mesti ikut ini dan itu? Jawabnya: “Biar bisa terus cari duit dan senang-senang.”

Poin 1 dikenal dengan istilah MATERIALISM (hidup untuk cari duit). Poin 2 dikenal sebagai HEDONISM (hidup untuk senang-senang). Poin 3 dikenal sebagai SURVIVALISM (hidup untuk terus hidup).

“Selagi masih bisa….”

Siapa saja yang termasuk kelompok orang-orang ini…

Banyak ya. Para politisi Senayan, para pejabat birokrasi haus kuasa, para pengamat berjiwa selebritis, para elit politik, para komedian politik; para artis, pemain sinetron, gadis-gadis model, pemain boy band, vokalis band (yang kemarin baru keluar penjara itu), para komedian asli, para presenter TV, para model iklan (meat show profile); para bisnisman kapitalis, para eksekutif muda hedonis, para penyuka seks ilegal, para penyuka seks sejenis; para operator korupsi, makelar kasus, makelar proyek (cara-cara hitam), mafia, dan seterusnya; termasuk di dalamnya orang-orang yang menjadikan agama sebagai komoditi, apapun bungkus dan retorikanya.

Sayangnya, orang-orang gituan kini banyak menjadi social model di negeri kita. Masyarakat menjadikan mereka role model, lalu meniru, mengagumi, hingga menangis haru untuk manusia-manusia begituan.

Padahal Al Qur’an sudah berbicara tentang manusia-manusia semodel itu…

7:179

“Dan sungguh Kami akan memenuhi neraka jahannam itu dengan kebanyakan dari manusia dan jin. Mereka memiliki hati-hati, tetapi tidak digunakan untuk memahami (ayat-ayat Allah); mereka memiliki mata-mata, tetapi tidak digunakan untuk mendengar; mereka memiliki telinga-telinga, tetapi tidak digunakan untuk mendengarkan. Mereka itu seperti binatang ternak, bahkan lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai.” [Al A’raaf: 179].

Kami ingin memberikan nasehat kepada kaum Muslimin, kepada orang-orang beriman:

“Hendaklah Anda semua selalu istiqamah di jalan Islam ini; jangan lemah, jangan putus asa, jangan gentar hati melihat kelakuan manusia-manusia aneh di sekitar Anda. Mereka telah menempuh jalannya, dan kita pun menempuh jalan kita. Mereka didukung oleh kekuatan sekuler, hedonis, jahiliyah; tetapi kita didukung oleh ALLAH Rabbul ‘Alamiin, Sang Penguasa langit dan bumi. Sulitnya hidup kita di zaman ini adalah ujian keimanan semata. Bersabarlah, bersabarlah, dan bersabarlah melihat kelakuan manusia-manusia yang kelak akan binasa itu. Kesabaranmu akan menjadi hujjah bagi Rabb-mu untuk menasehati manusia-manusia yang lalai itu.”

RAHASIA: Orang-orang yang hidupnya untuk mencari duit dan senang-senang itu, wallahi sungguh mereka tidak pernah mendapatkan bahagia sebenarnya. Apa yang mereka dapat hanya kepalsuan dan kegembiraan artifisial saja. Pada hakikatnya jiwa mereka merana, hati mereka gelisah, nurani mereka meronta. Apa yang mereka klaim sebagai jalan bahagia itu, ternyata hanya kepalsuan belaka. “Wa man yata’adda hududallah faqad zhalama nafsah” (dan siapa yang melanggar batas-batas Allah, sejatinya dia telah menganiaya dirinya sendiri). [At Thalaq: 2]

Demikian, semoga kita bisa mengambil sebaik-baik pelajaran. Amin.

Mine.

Iklan

12 Responses to Ciri Kehidupan Manusia Zaman Sekarang…

  1. Fulan berkata:

    Sangat sangat setuju dengan ulasan di atas bisakah ulasan ini dibaca, dipahami serta direnungkan, betul engga hidup kita begini ?terutama saudara-saudara kita umat muslim. Dan terutama para pemimpin kita yang dalam melaksanakan tugas dan jabatannya tidak amanah apalagi Lillahitaalla. Semoga menyentuh hati mereka…Amien.

  2. Fulan berkata:

    Tolong sampaikan…..untuk direnungkan…wahai manusia hidup ini hanya 1 Centi, jadi berbaik-baiklah mencari bekal mati, sebenarnya hidup yang kekal itu adalah setelah kita mati.

  3. murdan albantani berkata:

    assalamu’alaikum abi syakir….
    bgmn kbrnya ?
    Mudah”an selalu dalam lindungan Alloh robbul’alamin…
    menyimak artikel diatas…, memang kalo manusia sudah jauh dari robbnya dan ragu dengan akhirat maka dunia dijadikan segala”nya sebagai tujuan

  4. abisyakir berkata:

    @ Murdan Albantani…

    Alhamdulillah Akhi, baik. Semoga antum senantiasa demikian juga. Amin. Salam untuk keluarga dan kawan-kawan Antum. Wassalamu’alaikum warahmatullah wabarakaatuh.

    Admin.

  5. Anto berkata:

    Lalu yg mendapatkan bahagia yang sebenarnya yg seperti apa? Mohon dijelaskan, msh nggantung nih tulisannya.

  6. abisyakir berkata:

    @ Anto…

    Lalu yg mendapatkan bahagia yang sebenarnya yg seperti apa? Mohon dijelaskan.

    Jawab:

    Bahagia itu apabila hati kita merasa sakinah (tenang damai), jiwa kita merasa lapang. Seperti kata Nabi Saw: “Laisal ghina an katsratil ‘ardh, wa lakinnal ghina ghina nafs” (kaya itu bukan karena banyaknya harta benda, tapi karena kaya jiwa/hati).

    Kalau hati sudah sakinah/tenang, jiwa lapang, urusan hidup menjadi baik. Apapun yang dilakukan proses atau hasilnya, akan baik. Ibarat lebah, kalau dia hinggap di dahan, tidak sampai membuat yang dihinggapi rusak; dia tulus bekerja dan menerima kodratnya sebagai lebah; dia memilih sumber makanan yang baik-baik; dia hidup bergotong-royong, saling tolong-menolong; dia berkontribusi demi kebaikan (manusia) dengan memberikan madu yang manis, sehat, dan lezat (madu disebut sebagai nutrisi paling bergizi di antara segala makanan); tetapi lebah juga punya sikap, punya harga diri, dan akan melawan (sampai mati) jika kehormatan koloninya diganggu/dilecehkan makhluk lain. Hidup orang yang bahagia seperti itu.

    Maka saudaraku, dengarkan ucapan ini baik-baik: Ummat Islam ini diwaibkan untuk belajar tentang jalan kebahagiaan Islam, sebelum mengutamakan belajar yang lain. Maksudnya, Islam itu At Thariqatus Sa’adah (jalan kebahagiaan). Maka kita harus mencari ilmu ini agar kita hidup berbahagia selaku ummat Islam dan istiqamah.

    Lalu hendak kemana kita belajar ilmu kebahagiaan Islam? Ya, carilah guru/ustadz yang bisa menunjukkan jalan itu. Kalau seumur-umur Anda tidak menemukan, lalu tidak bisa hidup konsisten dan mencintai Islam, ya itu sangat disayangkan.

    Walahu a’lam bisshawab.

    Admin.

  7. Berita berkata:

    Perilaku aparat sering membuat masyarakat prihatin. Mereka bukannya berupaya gigih untuk nasib dan kesejahteraan rakyatnya, malah memprioritaskan diri sendiri dan kelompoknya.

  8. Istanamurah berkata:

    sungguh mencerahkan sekali artikelnya, dan sekarang kita memahami bahwa kita jangan hanya mencari kepalsuan yaitu dengan mencari hal yang duniawi karena kita bisa akan gelisah

  9. abisyakir berkata:

    @ Istanamurah…

    Terimakasih apresiasinya, semoga bermanfaat. Alhamdulillah.

    Admin.

  10. cici omellha berkata:

    Makasi akhirnya saya paham,
    makasi udah membantu,semoga selalu sukses

  11. kemboja berkata:

    like to share …

  12. Anonim berkata:

    Subhanallah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: